Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ketika akan melamar suatu pekerjaan tertentu, kita perlu mempersiapkan beberapa hal yakni, surat lamaran pekerjaan, resume atau curiculum vitae, dan wawancara kerja. Ketiga hal tersebut adalah hal yang sangat vital terkait dengan sukses atau tidaknya nanti kita dalam memperoleh pekerjaan tersebut. Beberapa pelamar kerja masih belum mengetahui langkah-langkah penulisan surat lamaran pekerjaan dan resume, maupun langkah-langkah yang haris dilakukan ketika menghadapi wawancara kerja. Oleh karena itu, melalui makalah ini penulis mencoba menjelaskan tentang ketiga hal tersebut . B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana menulis surat lamaran kerja yang baik dan benar? 2. Bagaimana langkah-langkah penulisan resume? 3. Bagaimana cara menghadapi wawancara kerja? C. Tujuan 1. Mengetahui cara penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar. 2. Mengetahui langkah-langkah menulis resume. 3. Mengetahui cara menghadapi wawancara kerja.

BAB II PEMBAHASAN
Penulisan Surat Lamaran Kerja
A. Pendekatan AIDA Pendekatan AIDA dapat diterapkan dalam penulisan surat lamaran kerja untuk menggugah perhatian pembaca. Secara rinci pendekatan AIDA adalah sebagai berikut. I. Attention (perhatian) Pelamar kerja harus dapat meyakinkan pihak organisasi/lembaga pencari kerja (pembaca) bahwa pelamar kerja memiliki sesuatu yang bermanfaat atau dapat menumbuhkan rasa tertarik bagi pembaca. II. Interest (menarik) Pelamar kerja harus dapat menarik perhatian pembaca dengan menjelaskan relevansi pesan-pesan yang disampaikan. Dalam hal ini pelamar kerja perlu menjelaskan dan menegaskan bahwa kualifikasi yang diburuhkan tersebut relevan dengan kemampuan yang dimiliki dan ia yakin mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. III. Desire (hasrat) Pelamar kerja harus dapat menumbuhkan hasrat pembaca untuk mengetahui lebih jauh apa yang sudah dituliskan dalam surat tersebut. IV. Action (tindakan) Pelamar kerja harus dapat memberikan saran kepada pembaca untuk mengambil suatu tindakan tertentu berkaitan dengan harapan/keinginannya dalam menulis surat tersebut.

B. Pengorganisasian Surat Lamaran Kerja Pengorganisasian surat lamaran kerja memiliki tiga bagian utama, yaitu paragraf pembuka, pertengahan, dan penutup. 1. Paragraf Pembuka Surat lamaran kerja harus dibuat sebaik mungkin dan menarik perhatian bagi pembacanya. Surat lamaran kerja harus menyatakan secara jelas bahwa pelamar kerja sedang melamar suatu pekerjaan sehingga ia perlu juga mengidentifikasi jenis pekerjaan apa yang diminati. 2

Surat lamaran kerja yang baik perlu mencantumkan hal-hal berikut ini. a. Rangkuman Pada bagian awal surat lamaran kerja, pelamar kerja perlu mengemuklakan kualifikasi yang dimiliki, yang paling relevan dengan jabatan yang diinginkan dan jelas bahwa kualifikasi itu akan menguntungkan/memberikan manfaat bagi perusahaan atau lembaga yang dilamar. b. Nama Pelamar kerja dapat menyebutkan nama seseorang yang sudah dikenal oleh pembaca (yang menawarkan kerja) atau seseorang yang menyarankan melamar pekerjaan di perusahaan atau lembaga tersebut. c. Sumber Publikasi Sebutkan dari mana pelamar kerja mendapat informasi tentang adanya lowongan kerja di perusahaan tersebut. Sumber informasi ini antara lain, surat kabar, majalah, radio. d. Pertanyaan Gunakan kalimat tanya pada awal paragraf untuk menarik perhatian pembaca yang menunjukkan bahwa pelamar kerja mengetahui problem, kebutuhan, dan tujuan suatu organisasi serta mempunyai keinginan untuk membantu memecahkan masalah tersebut. e. Cuplikan Berita Pelamar kerja dapat mengambil cuplikan berita dari surat kabar atau majalah yang menyebutkan bahwa suatu perusahaan sedang merencanakan membuka kantor cabang, memperkenalkan prodk bari, atau memerlikan tenaga operator, dsb. 2. Paragraf Pertengahan Setelah menarik perhatian pembaca pada awal paragraf, pelamar kerja perlu menyajikan kualifikasi yang dimilikinya untuk mengisi suatu pekerjaan yang diinginkannya. Dalam paragraf pertengahan ini pelamar kerja perlu mendiskusikan kualifikasi yang dimilikinya dari sudut pandang pembaca (employer) yang mencakup:

a. Pendidikan Kebanyakan para lulusan perguruan tinggi mempertimbangkan pendidikan sebagai kualifikasi yang penting. Jika demikian, mereka harus menempatkan

pendidikan pada bagian yang pertama, baik pada surat lamaran pekerjaan atau pada resume. Pada bagian ini pelamar kerja akan dapat: 1) Menunjukkan bahwa ia mempunyai latar belakang dalam dunia bisnis yang cukup luas dan bidang tertentu yang mendalam. 2) Menunjukkan bagaimana pendidikannya relevan dengan jenis pekerjaan yang dilamar. 3) Menjelaskan bagaimana dan mengapa ia menambahkan budang studi pilihan penting di luar studi inti. b. Pengalaman kerja Berbagai jeni pekerjaan yang pernah dilakukan, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar dapat digunakan untuk membantu memperkuat kualifikasi yang dimilikinya. Pelamar kerja akan dapat menunjukkan kepada pembaca bahwa: 1) Pelamar kerja memperoleh suatu pengalaman yang dapat membantu mempercepat penyelesaian tugas/ pekerjaan baru. 2) Pelamar kerja akan dapat melakukan adaptasi dan mencoba bekerja sama dengan lingkungan. 3) Pelamar kerja dapat memikul tanggung jawab suatu pekerjaan dengan lebih baik. 4) Pelamar kerja adalah orang yang mampu bekerja keras. c. Sikap, Minat, Aktivitas, dan Kualitas Selain latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, pelamar kerja dapat menambahkan berbagai infformasi tambahan yang dapat mendukung pekerjaan yang dilamar. Pelamar kerja dapat menjelaskan tentang kemampuannya dalam melakukan kerja sama dengan orang lain, sikap pelamar kerja terhadap bidang pekerjaan, perusahaan, suasana kerja, dan kualitas personal.

3. Paragraf Penutup Paragraf terakhir dalam surat lamaran kerja pada umumnya berisi suatu harapan tindakan (action) sebagaimana yang terdapat pada surat-surat penjualan. Pelamar kerja dengan jelas menyatakan keinginannya untuk melakukan wawancara sesuai dengan waktu yang telah disediakan oleh organisasi perusahaan atau lembaga yang dilamar.

Untuk mempermudah perusahaan meghubunginya, pelamar kerja perlu memberikan alamat yang jelas dan lengkap, termasuk nomor telepon, faksimile, alamat email, dan jam berapa pelamar kerja dapat dihubungi.

C. Tips Untuk Pelamar Kerja Satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh pelamar kerja adalah bahwa pelamar kerja sebenarnya sedang menjual potensi diri kepada perusahaan secara tertulis baik mencakup kepribadian, kualifikasi, pelatihan yang pernah diikuti, pengalaman kerja, dan hobi. Oleh karena itu, surat lamaran kerja dapat juga dikatakan sebagai surat penjualan. Sebagai surat penjualan, paling tidak surat tersebut harus mudah dipahami, jelas, ringkas, tepat atau sesuai dengan pekerjaan, dan rapi dalam penampilan 1. Yang harus anda perhatikan a. Pelamar kerja harus mempunyai kualifikasi atau pengalaman kerja untuk posisi pekerjaan yang dikehendaki b. Bangkitkan minat terhadap kualifikasi yang dimiliki c. Tunjukkan hal-hal yang positif d. Usahakan surat lamaran kerja rapi, bersih, dan menarik e. Tulislah surat sudut pandang pembaca, bukan dari sudut pandang penulis f. Tekan kan hal-hal yang membedakan dengan pelamar lainnya

2. Yang harus anda hindari a. Jangan melamar pekerjaan di luar kemampuan anda b. Jangan mengirimkan surat lamaran kerja hasil fotokopi c. Jangan menyatakan bahwa anda menerima jenis pekerjaan apasaja d. Hindari kata-kata yang berlebihan e. Hindari untuk mempermasalahkan gaji, kecuali ketika ditanyakan pada saat wawancara kerja f. Jangan memberi komentar langsung tentang karakter pribadi

Penulisan Resume
A. Persiapan Menulis Resume Dalam dunia bisnis, istilah resume disebut huga dengan istilah CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup. Secara umum resume adalah suatu daftar dokumen tang berisi kualifikasi dan jalur karier anda yang disusun secara rapi, teratur, dan menarik perhatian pembaca. Dalam mempersiapkan resume ada tiga hal yang perlu dilakukan yaitu: (a) mencari informasi penting (esensi); (b) merencanakan resume, dan (c) membuat resume 1. Mencari informasi penting Sebelum membuat resume, langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah mencari berbagai informasi penting yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Anda dapat menggunakan analisis diri (self analysis), analisis karier (career analysis), dan analisis pekerjaan (job analysis) a. Analisis diri Analisis diri aka membantu anda dalam mengenal diri anda sendiri secara mendalam termasuk semua kelebihan dan kekurangannya. Untuk mempermudah menemukan siapa anda, anda perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut: 1) Apakah saya memiliki aspirasi yang cukup tinggi? 2) Apakah saya dapat berkomunikasi dengan baik? 3) Apakah saya adalah orang yang sangat bergantung pada orang lain? 4) Apakah saya orang yang energik? 5) Apakah saya orang yang mempunyai rasa percaya diri? 6) Apakah saya mempunyai kecerdasan kuantitatif yang tinggi? 7) Apakah saya mempunyai kecerdasan verbal yang tinggi? 8) Apakah saya mempunyai kecerdasan yang tinggi dalam memecahkan suatu masalah? 9) Berapa indeks prestasi saya secara keseluruhan? 10) Apa mata kuliah yang paling baik bagi saya? 11) Apa kegiatan organisasi yang saya minati? b. Analisis Karier Sebagaimana dalam melakukan analisis diri, anda perlu juga membuatdan menjawab segala macam pertanyaan yang berkaitan dengan karier ada di masa depan. Oleh karena itu, cobalah anda menggali sebanyak mungkin

pertanyaan yang berkaitan dengan karier yang anda pilih. Contohnya adalah sebagai berikut: 1) Kecerdasan mana yang paling bermanfaat bagi saya? 2) Apakah efek samping yang membahayakan kesehatan? 3) Apakah prestasi akademis menjadi syarat bagi penjenjangan karier?

4) Apakah pengalaman kerja menjadi syarat bagi penjenjangan karier? 5) Apakah ada imbalan selain yang berbentuk finansial? 6) Apakah bidang pekerjaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi? 7) Apakah di masa mendatang, bidang yang saya pilih mempunyai tongkat persaingan yang tinggi? c. Analisis Pekerjaan Secara umum, para lulusan suatu perguruan tinggi sedikit atau belum memiliki pengalaman kerja, pada tahap-tahap awal memasuki kerja, perusahaan telah ment=yediakan suatu program orientasi atau pelatihan ke[ada mereka yang baru diterima sebagai karyawan suatu perusahaan. Oleh karenaitu, sebelum menyusun suatu resume anda perlu menjawab pertanyaan berikut: 1) Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan? 2) Apakah karakteristik pribadi saya sesuai untuk tugas dan tanggung jawab perusahaan? 3) Apakah latar belakang pendidikan saya sesuai dengan persyaratan untuk posisi pekerjaan? 4) Apakah pengalaman saya berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab perusahaan? 2. Perencanaan resume Tujuan anda membuat resume adalah agar anda dapat melakukan wawancara dengan tim dari organisasi (perusahaan) yang anda lamar. Resume yang anda buat merupakan rincian atau pelengkap terhadap surat lamaran kerja yang telah anda buat. a. Tujuan karier b. Informasi pribadi c. Referensi

3. Membuat resume Resume dapat dibuat dalam berbagai bentuk. Resume yang baik, menekankan pada kompatibilitas kualifikasi anda dan perspektif persyaratan kerja. Secara umum resume mencakup nama, alamat lengkap, tujuan kerja, kualifikasi, informasi pribadi, dan referensi. Pada bagian tujuan kerja, anda harus menyatakan secara jelas apa tujuan anda membuat resume tersebut. Adapun yang termasuk dalam informasi pribadi antara lain: pendidikan, keterampilan, hobi, penghargaan, keanggotaan organisasi, dll. Usahakan informasi tersebut relevan dengan jenis pekerjaan yang anda harapkan. Pada bagian referensi, carilah orang-orang yang mengetahui dengan baik mengenai kemampuan anda atau cari prestasi yang pernah anda raih baik semasa kuliah maupun semasa anda bekerja.

B. Rencana Pengorganisasian Berdasarkan cara pengorganisasiannya,resume dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis resume, yaitu resume kronologis (chronological resume), resume fungsional (functional resume), dan resume kombinasi (combination resume). a. Resume kronologis, adalah cara pengorganisasian resume yang didasarkan pada kronologisnya, yaitu pendidikan dan pengalaman sebagai judul isinya.informasi terkini sebaiknya ditempatkan pada urutan pertama, lali diikuti berikutnya, misalnya penulisan jenjang pendidikan dimulai dari jenjang pendidikan tinggi. Bentuk resume ini merupakan bentuk resume tradisional. b. Resume fungsional, adalah resume yang disusun atas dasra fungsi-fungsi dalam organisasi yang dapat dilakukan dengan baik. Resume fungsional memerlukan suatu analisis diri, karier, dan pekerjaan secara lengkap. Beberapa fungsi penting dalam suatu organisasi sepert fungsi pemasaran, keuangan, akuntansi, produksi, sumber daya manusia, penganggaran, komunikasi, hubungan masyarakat, dan sejenisnya dapat dijadikan sebagai judul tersendiri dalam resume. c. Resume kombinasi, adalah kombinasi antara resume kronologis dan reusme fungsional. Bentuk resume kombinasi tersebut memberikan suatu keyakinan bahwa persyaratan pendidikan dan pengalaman terpenuhi dan masih menggunakan judul0judul lain yang lebih menekankan pada kualifikasi yang dibutuhkan.

Untuk membuat resume yang baik, perlu diperhatikan empat hal yaitu: kerapian (neatness), sederha (simplicity), akurat (accuracy), kejujuran (honesty). Dalam menulis resume, usahakan menggunaka kertas yang bersih dan berkualitas baik, jangan ada coretancoretan, dan ketiklah dengan memilih huruf yang baik.aturlah format resume serapi mungkin, enak dibaca dan berisi. Dalam bagian pembuka resume dapat menggunakan berbagai macam judul, seperti resume, ikhtisar riwayat hidup, daftar riwayat hidup, dll. Pada bagian tujuan karier anda dapat menyatakan tujuan secara umum maupun khusus seperti contoh berikut ini: Tujuan umum: 1. Memasuki/mengisi posisi pada level penjualan, pemasaran, keuangan, produksi, dsb. 2. Mengisi lowongan kerja untuk posisi staf akuntan. 3. Resepsionis Tujuan khusus: 1. Mengisi posisi staf penjualan untuk membantu organisasi manajemen bisnis retel. 2. Mengisi posisi staf akunta di kantor akuntan publik, selanjutnya memasuki posisi supervisor. 3. Resepsionis di perusahaan Hotel Mitra Nusantara. Kualifikasi dasar dapat dinyatakan baik sebelum atau sesudah tujuan pekerjaan/karier. Kualifikasi penting yang dapat anda tawarkan untuk suatu pekerjaan tertentu mencakup pendidikan dan pengalaman kerja. Data pribadi dapat mencakup nama lengkap, tempat tanggal lahir. Berbagai ketrampilan, kesehatan, tinggi badan, berat badan, hobi, jenis sim yang dimiliki, dan jenis kendaraan yang anda miliki. Mengenai referensi pilihlah tiga orang yang memiliki reputasi baik. Lebih baik orang yang sudah dikenal baik di dalam organisasi yang akan anda lamar. Apabila anda pernah bekerja pada suatu perusahaan anda dapat meminta surat rekomendasi pada manajer perusahaan tersebut. Jangan lupa cantumkan nama dan alamat lengkap termasuk nomor telepon dan faksimile orang-orang yang menjadi referensi dalam resume anda.

C. Masalah Dalam Membuat Resume Saat membuat resume, anda harus berpikir dengan pola pikir pembaca anda, dalam hal ini perusahaan pencari kerja. Apa yang dibutuhkan oleh perusahaan pencari kerja haruslah dijadikan dasar acuan dalam membuat resume. Beberapa masalah yang sering muncul dalam membuat resume yaitu: a. Resume dibuat terlalu panjang, sehingga berkesan tidak tegas dan kemungkinan besar memasukkan data yang tidak relevan sehingga tidak akan mencapai sasaran. b. Resume yang ditulis terlalu singkat, sehingga tidak memberikan informasi/data yang cukup bagi pembaca untuk melakukan penelaahan lebih dalam. c. Format penulisan resume kurang baik, inden tidak konsisten, kurang memperhatikan tanda baca dan sejenisnya, sehingga isi resume sulit dimengerti. d. Terlalu banyak menggunakan kalimat yang bersifat kompleks. e. Resume banyak mengandung kesalahantulis yang lebih fatal lagi kesalahan penyusunan kalimat. f. Pelamar tidak dapat menunjukkan secara tegas dalam resume tujuan pekerjaan yang dikehendaki, posisi, dan bidang pekerjaan apa yang diinginkan. g. Pelamar menampakkan keyakinan berlebihan (overconfidence) sehingga mungkin pembaca akan ragu-ragu terhadap resume yang dibuat. h. Ada pelamar yang tidak jujur saat mencantumkan data resume.

Wawancara Kerja
A. Arti Pentingnya Wawancara Kerja Wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar yang ada. Selain berlatih menulis resume dan surat lamaran kerja, menyiapkan diri menghadapi wawancara kerja juga termasuk bagian dari usaha anda untuk meraih pekerjaan. Beberapa aspek, khususnya kepribadian yang anda tampilkan baik secara verbal maupun nonverbal, bahkan tingkah laku anda saat memasuki ruang wawancara akan memperoleh perhatian dari pewawancara. Aspek yang dinilai antara lain: a. Penampilan anda secara fisik b. Gerak-gerik dan sopan santun c. Nada suara d. Rasa percaya diri 10

e. Inisiatif f. Kebijaksanaan

g. Daya tanggap dan kerja sama h. Ekspresi wajah i. j. Kemampuan berkomunikasi Sikap terhadap pekerjaan

k. Selera humor Dengan memperhatikan berbagai karakter diatas pewawancara akan dapat memprediksi apakah anda termasuk salah seorang yang dipilih untuk menduduki posisi tertentu dalam suatu perusahaan atau tidak. Wawancara pada tahap awal sering disebut juga wawancara pendahuluan. Pada tahapan ini wawancara yang dilakukan didasarkan pada surat lamaran atau resume yang telah dibuat oleh pelamar. Selama wawancara berlangsung berusahalah untuk memberikan informasi secara padat, jelas, akurat, dan tidak berbelit-belit. Setelah wawancara pendahuluan (preliminary interview), wawancara tahap berikutnya adalah wawancara seleksi (selection interview), yang pada umumnya memerlukan waktu yang lebih lama daripada wawancara pendahuluan. Pada tahapan ini pelamar akan ditanya mengenai berbagai macam hal mengenai latar belakangnya untuk memperoleh informasi penting bagi pewawancara agar sesuai dengan posisi yang dikehendaki pelamar tersebut.

B. Persiapan Wawancara Kerja Karena wawancara sangat penting bagi anda dalam memasuki dunia kerja, sudah selayaknya anda harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Berikut ini hal-hal yang perlu anda perhatikan saat akan menghadapi wawancara. Lakukan Berdoa Datang lebih awal dari yang ditentukan Bersikap yakin dan optimis Bersikap tenang Siapkan sertifikat, diploma, surat hindari Datang terlambat Kelihatan kesal karena menunggu lama Datang ke wawancara tanpa persiapan Berpenampilan berlebihan surat Membawa tas belanja atau sejenisnya dalam ruang wawancara kerja 11

penghargaan yang dimiliki

Tersenyumlah secara wajar, tapi jangan terus Mengajak teman atau keluarga saat wawancara terusan Berpakaian rapi dan sopan Ketuk pintu sebelum memasuki kerja Duduk sebelum dipersilahkan ruang Meletakkan tas di meja wawancara kerja

wawancara Jangan duduk sebelum dipersilahkan Membungkuk menundukkan kepala

Ingat nama pewawancara dengan baik dan Bertopang dagu benar Tataplah pewawancara saat diwawancarai Tunjukan kemampuan anda sewajarnya Melipat tangan dimuka dada Merokok wawancara Perhatikan dan pahami pertanyaan Membuka/memulai kerja Memotong pembicaraan saat diwaancarai Membual anda terhadap Mengkritik diri sendiri percakapan wawancara atau mengulum permen saat

pewawancara dengan baik Bicaralah dengan jelas dan tegas Atur nada suara dengan tepat Tunjukkan ketertarikan

perusahaan yang dilamar Bersikaplah jujur dan langsun Emosional dan mudah tersinggung

C. Cara Mengenali Perusahaan dan Pekerjaan Sebelum melakukan wawancara kerja, anda perlu mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda lamar serta perkembangan perusahaan. Untuk memperoleh informasi tersebut, anda dapat memperolehnya dari berbagai publikasi resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut baik dalam bentuk jurnal, majalah, buletin, atau melalui sius web perusahaan yang bersangkutan. Wawancara sebagai bentuk kpmunikasi dua arah merupakan kesempatan yang baik bagi anda untuk menanyakan secara langsung mengenai pekerjaan dan perusahaan kepada pewawancara . berbagai pertanyaan yang dapat anda sampaika antara lain: a. Apa tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang anda lamar? b. Bagaimana kebijakan perusahaan mengenai promosi? c. Bagaimana kesempatan untuk berkembang dalam perusahaan? d. Apakah tersedia program pelatihan bagi pegawai baru?

12

e. Apa yang menjadi produk unggulan perusahaan? f. Siapa pesaing utama bagi perusahaan?

g. Bagaimana pangsa pasar bagi produk-produk yang diproduksi perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan sangat penting artinya bagi pewawancara terutama dalam kaitannya dengan tingkat keseriusan anda dalam melamar posisi pekerjaan. Oleh karena itu jangan anda sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh pewawancara dan hindari pertanyaan-pertanyaan yang bernada interogasi

D. Pertanyaan Penting dalam Wawancara Kerja Dalam wawancara, berbagai macam jenis pertanyaan akan ditanyakan kepada anda dan anda harus benar-benar mempersiapkan diri untuk bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar. Beberapa pertanyaan sering berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut ini: a. Pekerjaan yang dilamar b. Pendidikan dan pelatihan c. Latar belakang keluarga d. Kepribadian e. Penilaian pribadi anda f. Tujuan karier

g. Hobi dan lain-lain h. Pimpinan anda i. j. Pekerjaan sebelumnya Pergaulan antar sejawat

k. Pendelegasian l. Pengambilan keputusan

E. Ucapan Terimakasih Apa yang perlu anda lakukan setelah wawancara kerja berakhir? Segera setelah wawancara kerja usai, berikanlah ucapan terimakasih (thank you letter) kepada para pewawancara meskipun anda merasa kemungkinan diterima bekerja di perusahaan tersebut kecil. Hal ini perlu anda lakukan untuk menunjukkan penghargaan anda atas waktu yang telah mereka sediakan untuk wawancara.

13

Tulislah surat ucapan terimakasih yang sederhana, singkat, dan jelas. Hindari sikap menyombongkan diri atau terlalu percaya diri. Akhiri surat anda dengan suatu harapan untuk memperoleh keputusan sesegera mungkin.

F. Surat Penerimaan Pegawai dan Surat Penerimaan Kerja Perusahaan harus dapat membuat surat pemberitahuan dengan baik dan mengirimkannya sesegera mungkin jika hendak menerima seseorang sebagai pegawai. Diterimanya seseorang untuk bekerja di suatu perusahaan, yang tentunya merupakan kabar baik (good news), dapat diorganisasi dengan perencanaan langsungn(direct plan). Pada pendekatan ini bagian pembuka secara langsung mengemukakan informasi yang menyenangkan, diikuti dengan informasi konfirmasi dan paragraf penutup. Apabila anda telah menerima surat penerimaan pegawai, sebaiknya anda membuat surat balasan untuk organisasi,lembaga, atau instansi tempat anda diterima sebagai pegawai baru. Pada prinsipnya rencana organisasional untuk surat balasan samaa denga surat pemberitahuan penerimaan kerja. Paling tidak ada tiga hal yang yang perlu diperhatikan dalam menulis surat penerimaan pegawai yaitu: a. Nyatakan antusias anda terhadap tawaran kerja tersebut. b. Konfirmasikan kapan anda bisa datang ke bagian personalia. c. Tunjukan antisipasi anda terhadap penerimaan tawaran kerja tersebut.

G. Surat Penolakan Kerja Ketika anda berniat menolak pekerjaan, sebenarnya tidak ada keharusan untuk membuat surat, karena pada dasarnya penolakan tersebut dapat diungkapkan melalui lisan. Meskipun begitu, alangkah baiknyaa pengungkapan penolakan kerja tersebut dilakukan secara tertulis. Surat penolakan kerja (letter of declining a job offer) merupakan surat yang dibuat oleh pelamar kerja atau mereka yang sudah bekerja tetapi mendapat atau mengharapkan pekerjaan ditempat lain yang lebih menguntungkan, atau yang menjanjikan prospek yang lebih baik daripada pekerjaan yang telah ada.

14

BAB III KESIMPULAN


Kita harus mempersiapkan diri dengan baik ketika akan melamar suatu pekerjaan. Menulis surat lamaran pekerjaan dan menulis resume adalah langkah awal kita untuk masuk ke perusahaan yang kita inginkan. Penulisan keduanya akan sangat membantu kita ketika kita telah sampai pada tahap wawancara kerja. Biasanya pewawancara akan menanyakan tentang hal-hal yang ditulis dalam resume kita. Persiapan yang matang akan memudahkan langkah kita untuk memperoleh pekerjaan yang kita harapkan.

15

Daftar Pustaka

Purwanto Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga

16