Anda di halaman 1dari 36

DIARE AKUT

Oleh : dr. H. Ahmad Nuri Sp.A

Gastro Enteritis/ Diare akut


BAB dengan konsistensi lebih encer dari biasanya, dengan frekuensi 3x/hr, dapat/ tidak disertai darah/lendir yang timbul secara mendadak dan < 12 minggu

Etiologi
Infeksi - virus : Rota virus, Norwalk virus - bakteri : E.coli, Shigella, Salmonella, Kolera - parasit : Amoeba, Cacing, Jamur Alergi : protein susu sapi, makanan Malabsorbsi karbohidrat, lemak, protein Keracunan makanan (bakteri, parasit, bahan kimia) Sebab lain : KEP, Defisiensi Vitamin A

Epidemiologi
Kuman

penyebab diare biasanya menyebar melalui orofaecal Perilaku yang me resiko diare: -Tdk memberi ASI penuh 4 bulan pertama -Menggunakan botol susu -Menyimpan makanan masak pada suhu kamar

- Menggunakan air minum yg tercemar bakteri dari tinja - Tidak mencuci tangan - Tidak membuang tinja dengan benar
Jenis Diare : - Diare akut Pengeluaran tinja yang lunak atau cair 3x tanpa darah, berlangsung <14 hari (kebanyakan <7hari) Kematian terjadi ok dehidrasi

Penyebab tersering:

Rota virus E.coli enterotoksigenik Shigella, Campylobacter jejune, Crytosporydium

Disentri
Diare yang disertai darah dan nanah dalam tinja

1. 2. 3. 4.

5.

Penyebab Utama : Shigella Campylobacter jejuni E. coli enteroinvasiv Salmonella Entamoeba Hystolitica

Diare Persisten
Diare yang berlangsung > 14 hari

Penyebab diare bukan mikroba tunggal - E.coli enteroagregatik - Shigella - Cryptosporidium

Diare kronik
Diare intermiten (hilang timbul) atau yang berlangsung lama dengan penyebab non infeksi

Mekanisme Diare
Diare sekretori
Bila absorpsi Na+ oleh vili gagal, sekresi Cl- di sel epitel berlangsung terus sekresi cairan, elektrolit ke lumen usus halus diare

Diare osmotik
Ada bahan berupa lar. isotonik hipertonik, bahan yang sulit diserap lewat tanpa diabsorpsi menarik air secara pasif dalam usus diare

Patogenesis
Virus

(Rotavirus) Rotavirus berkembang dalam epitel vili usus halus kerusakan sel epitel dan pemendekan vili fungsi absorpsi air, elektrolit sekresi air, elekrolit Enzim Disakaridase absorbsi laktose laktosa dan menarik air

Bakteri
Bakteri menempel di mukosa usus melalui fimbriae perubahan epitel usus pengurangan absorbsi sekresi cairan Bakteri mengeluarkan toksin menghambat fungsi sel epitel absorbse cairan sekresi air, elektrolit

Bakteri melakukan invasi dan pengrusakan sel epitel mukosa ulkus dan mikroabses mukosa usus tinja ada darah, lendir
PROTOZOA (AMOEBA) Amoeba menginvasi mukosa kolon (atau ileum) ulkus dan mikroabses tinja berdarah, berlendir

Kriteria Diagnosis
BAB encer 3x/ hr Disertai darah disbud disentri Muntah, panas, nyeri perut PD : - Dehidrasi - Gangguan Asam-basa Lab : - Lekosit 5 / LPb invasif - Biakan untuk etiologi

Komplikasi:
-

Dehidrasi Gangguan elektrolit Gangguan keseimbangan asam basa Syok Gangguan gizi Gagal ginjal Kejang

Cara Menilai Derajat Dehidrasi


Penilaian KU Mata A Baik N B *Rewel Cekung C *Lesu / tidak sadar Sangat cekung

Airmata
Mulut Rasa haus

Ada
Basah Tidak haus

Tdk ada
kering *Haus

Tdk ada
Sangat kering *Males minum

Turgor kulit

Kembali cepat *Kembali lambat (2-5 detik) (5-10 detik)


Tanpa Ringan/sedang

*Kembali sangat lambat (> 10 detik)


Berat

Derajat dehidrasi

Bila ada 1 tanda * + 1 tanda lainnya

Tanda Dehidrasi lain :


Oliguria Hipotensi Takikardi Ubun-ubun besar cekung

Prinsip cairan
1. 2.

pemberian

terapi

3.

4.

Memperbaiki dinamika sirkulasi (bila ada syok) Mengganti kehilangan cairan (dehidrasi) yang sudah terjadi Mengganti kehilangan cairan yang akan terjadi (concomitten Water Loss) Mencukupi kebutuhan cairan (maintenance)

Dehidrasi
Ringan : 5 % 50 ml/ kg 3 jam Sedang : 7 % 75 ml / kg BB 3 jam Rehidrasi dilakukan dengan pemberian oralit/pedialit Concomitten Water Loss Diare/muntah 10-20 ml/kg setiap diare/muntah

Pemberian makan selama diare


ASI - Tidak boleh dikurangi/dihentikan - Diberikan sesering mungkin PASI - Harus tetap diberikan - Bila memburuk setelah susu diberikan diberikan susu rendah laktosa

Makanan

Padat Tetap diberikan dengan porsi kecil tapi sering (6x) Beri makanan yg lunak, tambahkan sup untuk menambah cairan kandungan energi makanan + 5 ml minyak nabati Berikan sari buah segar, air kelapa hijau atau pisang K+

Hindarkan makanan/minuman dengan kadar gula tinggi (minuman ringan, sari buah manis yang diperdagangkan) Bila diberikan bubur susu 2 hr tdk ada perbaikan susu formula kedelai atau bubur daging ayam cincang (Preda bubur bayi) Untuk intoleransi susu teruskan diet slm 2 hari stlh diarenya berhenti coba kembali susu/bubur biasanya scr bertahap selama 2-3 hr

Obat Anti diare Meliputi :

Anti motilitas (loperamid) Adsorben (Norit, kaolin Attapulgit) Anti muntah (Promethazin) tidak terbukti mempunyai efek nyata pd diare akut bahkan ada yang membahayakan Antibiotika tdk boleh digunakan secara rutin

Terapi
1. Kausal
Antibiotika hanya untuk : - Diare invasif Kotrim 50 mg/kg/hr, 2 dosis selama 5 hr - Kolera Tetra 50 mg/kg/hr, 4 dosis selama2-3 hr - Amoeba Giardia Metronidazol 30-50mg/kg/hr, 3 dosis selama 5-10hr

Diet, sesuai penyebab diare Intoleransi KH Rendah/ bebas laktosa Alergi susu sapi kedelai Malabsorbsi lemak susu yang mengandung MCT

2.
-

Penyulit
Dehidrasi

Terapi A

Pengobatan dirumah - Berikan anak cairan lebih banyak dari biasa (ASI, LGG, oralit cairan dari makanan seperti sop, air tajin, susu formula) - Teruskan pemberian makan anak - Hindari makanan sangat asin, manis, berserat - Bawa anak ke pusat kesehatan bila tidak ada perbaikan

Terapi A oralit
Umur < 1 th 1-4 th >5 th oralit tiap BAB 50-100 ml 100-200 ml 200-300 ml

Terapi B Oralit
75 ml/kg BB 3 jam I
Umur (th) oralit (ml) ml

<1

1-5

>5

300

600

1200

Terapi C Infus RL
Umur (th) Pemberian I (dlm jam) kemudian (dlm jam)

30 ml/kg

70 ml/kg

<1 >1

1 jam jam

5 jam 2 jam

Setelah 3 atau 6 jam nilai rencana terapi A, B atau C

Kadang kadang penderita dehidrasi ringan / sedang infus

Jika: - BAB terlalu sering (10 ml/kg/jam) - muntah terus - tidak bisa minum - perut kembung/ ileus - malabsorbsi glukosa

3. Penyuluhan

1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pencegahan Diare Pemberian ASI Memperbaiki makanan pendamping Menggunakan air bersih Mencuci tangan dengan sabun Menggunakan jamban Membuang tinja bayi dengan benar Imunisasi campak

Pencegahan Dehidrasi
1. 2. 3. 4.

5. 6.

Bagaimana mencampur oralit Bagaimana memberikan oralit Meneruskan ASI Pemberian makanan sebelum, sesudah diare Kapan harus kembali Tanda-tanda dehidrasi

Diare yang terkait penyakit lain


Diare

dan panas Panas sering terjadi pada diare ok virus atau bakteri invasif Panas bisa juga menyertai dehidrasi, menghilang selama rehidrasi Panas pd penderita diare mungkin ok infeksi lain seperti pneumone, otitis media, malaria, sepsis, campak

Penderita diare dan panas harus diperiksa utk mencari penyakit lain Tidak tepat memberi antibiotik pd penderita diare hanya karena panas, dibutuhkan indikasi khusus seperti tinja berdarah, pneumoni Interaksi Diare, kurang Gizi Hubungan diare, kurang gizi spt lingkaran setan

Penyebab pe Gizi slm diare


Berkurangnya masukan makanan
- Anoreksia, muntah - memberi makanan dgn nilai gizi kurang, menghentikan makanan Berkurangnya absorpsi makanan - kerusakan vili usus - defisiensi enzim disakaridase - berkurangnya asam empedu utk absorbsi lemak - Transit makanan melalui usus yang sangat cepat

Meningkatnya kebutuhan zat-zat


makanan - memperbaiki epitel usus - panas