Anda di halaman 1dari 12

TUGAS 1 PROTOTYPE ALAT PEMOTONG KERTAS A3 MENJADI A4 BERBASIS PLC

PENULIS : LANTIP PUJIONO FRANGKY YOHANSA S. TAHUN LULUS : 2012 BIDANG STUDI : D3 TEKNIK ELEKTRONIKA PEMBIMBING : Drs. Irzan Zakir, M.Pd. Kelompok jurnal : jurnal keteknikan

TUGAS 2

Daftar isi
Abstrak Lembar pengesahan... Pernyataan keaslian tugas akhir.. Kata pengantar.. Daftar isi.. Daftar gambar Daftar tabel. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah.. Pemabatasan Masalah Perumusan Masalah... Tujuan Pelaksanaan Tugas Akhir.. Manfaat Melaksanakan Tugas Akhir Metode Penelitian.. Sistematika Laporan..

BAB II DASAR TEORI 2.1 Programmable Logic Control (PLC) 2.1.1Prinsip Kerja PLC .. 2.1.2 Bagian-bagian PLC ... 1. Central processing unit (CPU)... 2. Modul Input dan Output 3. CatuDaya 2.1.3 InstruksiDasar 1. LOAD 2. LOAD NOT .. 3. OUT... 4. AND ..

5. AND NOT 6. OR 7. OR NOT 8. END .. 2.2 LED ... 2.3 Photo Dioda 2.4 Dioda. 2.5 Transistor .. 2.6 IC OP-AMP LM 324. 2.7 Relay.. 2.8 Motor DC.. 2.9 Limit Switch.. BAB III DESKRIPSI KERJA DAN PERANCANGAN ALAT 3.1 Blog Diagram Sistem. 3.2 Perancangan Mekanik 1. Mekanik Alat.. 2. Pisau Pemotong.. 3. Mal Kertas.. 4. Penahan Kertas.. 3.3 Pernacangan Rangkaian Elektronik.. 1.Rangkaian sensor 1 dan 2 2.Push Button.. 3. Limit Switch .. 4. Rangkaian pengendali motor konveyor.. 5. rangkaian pengendali motor penekan kertas... 6. rangkaian pegendali pemotong kertas. 7. rangkaian power supply regulator ......

3.4 Penentuan Alamat.. 1. Deskripsi kerja alat. 2. Penentuan alamat 1/0. A. Alamat input. B. Alamat output ... 3. Program PLC.. BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengujian Alat.. 4.1.1 Pengukuran catu daya 4.1.2 Pengukuran sensor 1 dan 2 4.1.3 Pengukuran driver motor konveyor 1 dan 2.. 4.1.4 Pengukuran driver motor penahan 1,2dan 3. 4.1.5 Pengujian driver motor pemotong. 4.2 Hasil Pembahasan.. 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 4.2.5 Hasil Pembahasan Catu Daya Hasil Pembahasan Sensor 1 dan 2. Hasil Pmebahasan Driver Motor Konveyor 1 dan 2.. Hasil Pembahasan D river Motor Penahan 1,2dan 3. Hasil Pembahasan Driver Motor Pemotong 1 dan 2..

4.3 Pemrograman Menggunakan CX-Programmer. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Kelemahan Alat. 5.2 Implikasi. 5.3 Saran..

DAFTAR PUSTAKA. DAFTAR LAMPIRAN.. LAMPIRAN1 : GAMBAR RANCANGAN ALAT SAMPING KIRI DAN KANAN LAMPIRAN 2: LAMPIRAN 3: LAMPIRAN 4 : FLOWCHART SISTEM KERJA LADDER DIAGRAM PLC. KODE MNEMONIK PLC

TEORI PEMBANDING PLC seminar anak 2009 Prinsip kerja plc, plc merupkan computer khusus untuk aplikasi dalam industry, untuk memonitor proses dan untuk menggantikan hard wiring control dan memiliki bahasa pemrograman tersendiri. Akan tetapi plc tidak sama dengan personal computer Karena plc dirancang untuk instalasi dan perawatan oleh teknisi dan ahli listrik di industri yang memberikan flexibilitas. Control berdasarkan eksekusi intruksi logika. Keunggulan plc adalah kemampuanya untuk mengubah dan meniru proses operasi disaat yang bersamaan dgn komunikasi dan pengumpulan informasi-informasi vital. Pada operasi plc terdiri dari 4 bagian penting diantaranya adalah pengamatan nilai input, menjalankan program, memberikan nilai input dan pengendalian

PROTOTYPE http://yuliagroups.wordpress.com/pengertian-prototype/

Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen Ada 2 Jenis Prototype : Jenis I : Suatu Sistem yang akan menjadi sistem operasional

Jenis II : Suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah : 1. Pemilahan fungsi 2. Penyusunan Sistem Informasi 3. Evaluasi 4. Penggunaan Selanjutnya Jenis-jenis prototyping meliputi 1. Feasibility prototyping 2. Requirement prototyping 3. Desain Prototyping 4. Implementation prototyping Teknik-teknik prototyping meliputi 1. Perancangan Model 2. Perancangan Dialog 3. Simulasi SISTEM YANG BERMANFAAT DARI PROTOTIPE (SYSTEMS THAT BENEFIT FROM PROTOTYPING) Sejak kebutuhan (baca Spesifikasi Fungsi) pada umumnya berhubungan dengan pandangan user terhadap sistem, hanya dengan prototipe tampilan bagi user sudah cukup untuk memeriksa yang dibutuhkan. Menu-menu, bentuk tampilan input, tampilan keluaran, atau laporan yang dicetak, pertanyaan-pertanyaan, pesan-pesan merupakan calon yang ideal untuk prototipe. Di lain pihak, perhitungan yang rumit, kumpulan update data dan realtime, dan sistem yang bersifat scientific sangat sulit untuk dijadikan model. Sistem yang paling sesuai untuk prototipe adalah satu dari banyak hal yang bergantung pada sistem input/output dari user. Sistem dengan transaksi on-line dikendalikan melalui menu, layar, formulir,laporan, daftar dan perintah.

CPU http://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pemroses_Sentral

Unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antarkomponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori

utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah: o Mengatur dan mengendalikan alat-alat masukan (input) dan keluaran (output). o Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama. o Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses. o Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU. o Menyimpan hasil proses ke memori utama.

Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika. ALU unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean yang masingmasing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.

Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan ( ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan ( ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan ( ).

CPU Interconnections adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan /keluaran.

CARA KERJA CPU Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama sekali diletakkan di MAA (melalui Input-storage); apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage). Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control

Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register). Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.
KONVEYOR

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1472/1/mesinawaluddin2.pdf Konveyor rantai adalah konveyor dimana rantainya tidak terputus dari jenis seluruh konveyor yang melakukan tarikan dari unit penggerak daripada beberapa hasil pembawa beban untuk transport. Maretial/bahan besar dapat dibawa secara langsung pada rantai, pada pencantelan khusus yang diikatkan pada rantai baik untuk pengangkatan yang ditekan atau digandeng oleh rantai atau dapat ditekan/ditarik oleh rantai dengan pencantelan khusus pada rantai. Konveyor rantai terutama cocok untuk sistem konveyor yang membutuhkan penutupan sempurna untuk menahan debu, seksi penyilangan kecil, kemampuan penahanan atau pengisian berlipat atau sedang, kombinasi horizontal dan garisedar vertikal, penanganan material pada temperatur tinggi tetapi membutuhkan keamanan yang diperbaiki oleh pabrik. Pada banyak industri, pengunaan konveyor rantai telah berkurang selama 30 tahun yang lalu karena dipertimbangkan pada pemiliharaan tinggi yang tidak pantas. Banyak masalah yang dihadapi meskipun demikian di sebabkan oleh ketidak cukupan engineering dan atraksi ekonomi besar penawaran rendah. Hal ini terlihat begitu sederhana untuk pembuat baja kecil untuk merakit sistem konveyor rantai yang menggunakan komponen standar murah. Sistem konveyor yang dibuat dengan baik dengan komponen kwalitas tinggi terbuat dari baja logam campuran yang diperlakukan panas atau tuangan yang tidak pasti murah. Peralatan haruslah dengan hati-hati ditekankan pada material terhadap marerial untuk ditangani terutama pada penggetaman pada mereka. Program pemeliharaan preventive biasanya dapat menghindari kerusakan tidak pada waktunya dan interupsi/ ganguan pada proses produksi.

TUGAS KE 3 10 HAL KESALAHAN EYD DAN PERBAIKI CPU (Central Processing unit) seharusnya CPU (Central Processing Unit) Prosessor seharusnya Processor Control seharusnya dalam bahasa Indonesia itu kontrol Computer seharusnya dalam bahasa Indonesia itu Komputer Microprocessor seharusnya dalam bahasa Indonesia itu mikroprosessor Diskripsi kerja Alat seharusnya Deskripsi Kerja Alat Mensupply seharusnya dalam bahasa Indonesia Mensupplai

UBAHLAH 10 CATATAN KAKI MENJADI DAFTAR PUSTAKA SESUAI EYD Suryana,D. 2002. Belajar Aktif FisikaUntuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 3. Jakarta: Pusat Pembukuan,Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 54. Blocher, Richard. 2004. Dasar Elektronika. Yogyakarta: Andi. Hla.157. http://nolsatunolsatu.wordpress.com/2011/01/03/prinsip-kerja-transistor/diunduh pada hari kamis tanggal24-11-2011 pukul 00.30 WIB http://nolsatunolsatu.wordpress.com/2011/12/02/prinsip-kerja-dioda/diunduh pada hari rabu tanggal 2311-2011 pukul 23.27 WIB http://vurcanelectrinic.blogspot.com/2008_10_13_archieve.html diunuhpada hari rabu tanggal 23-112011 pukul 16.37 WIB syufrizal.2010.konsep Aplikasi dan Komunikasi Jaringan PLC Jakarta:Ridamulia. Hal.35 Bishop, Owen.2004 Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga. Hal.60. syufrizal.2010.konsep Aplikasi dan Komunikasi Jaringan PLC Jakarta:Ridamulia. Hal.6. Bishop, Owen.2004 Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga. Hal.52.

Dafar pustaka Syufrizal.(2010) konsep Aplikasi dan Komunikasi Jaringan PLC.jakarta:ridamulia Bishop, owen(2004) Dasar-dasar Elektronika.jakarta:erlangga syufrizal.(2010).konsep Aplikasi dan Komunikasi Jaringan PLC. Jakarta:Ridamulia. Bishop, Owen.(2004) Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga.

Suryana,D. (2002). Belajar Aktif FisikaUntuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Kelas 3. Jakarta: Pusat Pembukuan,Departemen Pendidikan Nasional. Blocher, Richard. (2004). Dasar Elektronika. Yogyakarta: Andi. http://nolsatunolsatu.wordpress.com/2011/01/03/prinsip-kerja-transistor/ http://nolsatunolsatu.wordpress.com/2011/12/02/prinsip-kerja-dioda/

http://vurcanelectrinic.blogspot.com/2008_10_13_archieve.html

TUGAS 4 KRITIKAN Sebelum kita melakukan penulisan pelu diperhatikan istilah istilah yang akan nantinya kita tulis. Untuk itu kita harus memahami betul apa yang harus kita tulis. Dan untuk menulis juga ada caranya , yaitu kita mengacu kepada EYD atau biasa kita sebut : Ejaan Yang Disempurnakan. Untuk membuat daftar pustaka dari catatan kaki juga perlu diperhatikan EYDnya karena jika kita tidak memahami EYD kita tidak akan bisa Menulis dengan baik dan benar. CONTOH KESALAHAN LOGIKA KEBAHASAAN BAB 1 Dalam berkembangnya modernisasi banyak pengalihan berbagai mesin atau alat konvensional dialihkan menjadi mesin otomatis, sebab didukung oleh kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya. Mesin ataupun alat otomatis harus memnuhi proses produksi bahan sesuai setandart kualitas dan kuantitas. BAB 2 Pada principnya PLC bekerja dengan cara menerima data-data dari peralatan input luar seperti berupa saklar, tombol dan sencor. PERBAIKAN Dari yang telah kita lihat diatas sengaja saya buat garis miring, karena menurut saya kata-kata itu salah dan tidak mengikut EYD untuk perbaikannya dibawah : Pengalihan : peralihan Setandart :standar Principnya : perinsipnya Sencor : sensor

TUGAS 5 CATU DAYA : PSA saya menyebut psa karena saya ketika pkl dimasa smk saya biaya menggunakan kata psa. karena psa itu sendiri berarti power supply. RELAY : DELAY saya menyebut psa karena saya ketika pkl dimasa smk saya biaya menggunakan kata delay yang berarti menunggu dan relay itu sendiri juga fungsinya menunggu.