Anda di halaman 1dari 19

1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir

Adi Ikbal Rahman/16746


BAB 1
1. Jelaskan perbedaan perkembangan dengan pertumbuhan
2. Jelaskan 4 ciri khas remaja yang sedang berkembang
3. Jelaskan 3 prinsip perkembangan remaja
JAWABAN :
1. Pertumbuhan adalah Perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi
jasmaniah / fisik dan menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang
baru dari organisme/ individu.
Pertumbuhan ( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan
dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun
individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram, pound )
ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan keseimbangan
metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Contoh : Bertambah tinggi, bertambah berat badan dan tumbuhnya
kelenjar-kelenjar sex
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan
(skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam
pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses
pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi
dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang
berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat
memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan
tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Perkembangan disini di artikan sebagai perubahan yang dialami oleh
individu atau oganisme menuju tingkat kedewasaannya (matury) yang
berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik
fisik maupun psikis.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma
tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal
tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan,
perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb.
Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi
anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan
berkembang.
Contoh : Sikap perasaan dan emosi, minat, cita-cita dan kepribadian
seseorang
Jadi perbedaan pertumbuhan dengan perkembangan adalah
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume
serta jumlah sel yang ditandai dengan pertambahan panjang, berat
dan tinggi makhluk hidup yang bersifat irreversibel (tidak dapat
kembali ke bentuk semula) dan kuantitatif (dapat diukur).
Perkembangan adalah suatu proses dari organisme muda menuju
keadaan yang lebih dewasa (matang secara seksual sehigga dapat
melakukan reproduksi), serta bersifat kualitatif (tidak dapat diukur).
2. 4 ciri remaja yang sedang berkembang adalah :
a. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja
awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress.
Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik
terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja
berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya.
Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada
remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah
seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung
jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring
berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang
duduk di awal-awal masa kuliah.
b. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan
seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak
yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik
yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem
sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan
eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh
sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
c. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan
dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang
menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan
dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga
dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa
remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan
ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan
juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi
berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama,
tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
d. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada
masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah
mendekati dewasa.
3. 3 prinsip perkembangan remaja yaitu :
1. Prinsip Kematangan
Remaja yang mencapai kematangan kognitif, sosial dan emosional,
serta moral, akan memperoleh prestasi yang baik di sekolah. Remaja
yang matang secara kognitif, mampu memahami konsep-konsep
abstrak, seperti nilai kebenaran yang murni, menghubungkan
peristiwa sekarang dengan yang akan datang. Kematangan remaja
dapat dipercepat melalui berbagai rangsangan dari lingkungan.
Remaja yang hidup di kota besar dengan rangsangan informasi yang
lebih banyak melalui media elektronik dan cetak, peristiwa-peristiwa di
lingkungan, dan dari sumber informasi lainnya lebih cepat matang
daripada remaja yang tinggal di desa yang miskin dengan sumber
informasi.
2. Prinsip Kesatuan Organisasi
Prinsip ini menyatakan bahwa remaja merupakan suatu kesatuan fisik
dan psikis dan kesatuan dari kedua komponen tersebut.
Perkembangan komponen fisik dan psikis saling mempengaruhi. Setiap
komponen tidak berkembang secara sendiri-sendiri tetapi
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
perkembangan satu komponen berpengaruh terhadap komponen yang
lain. Oleh karena itu dalam proses belajar sangatlah penting untuk
melibatkan sebanyak mungkin komponen fisik maupun psikis remaja
secara serempak agar hasil belajar yang maksimal dapat tercapai.
Makin banyak alat indera remaja terlibat dalam proses belajar makin
mudah dan pahamlah mereka terhadap bahan yang dipelajarinya.
Hendaknya disadari oleh pendidik, jika salah satu komponen
terganggu, maka komponen lain juga akan terganggu. Sebagai
contoh: jika dalam proses belajar remaja sakit, fisiknya lemah akibat
kurang gizi misalnya, maka kerja mentalnya akan terganggu, Dengan
kata lain ia tidak dapat belajar secara maksimal. Demikian juga
sebaliknya, jika mental remaja terganggu, dapat berpengaruh pada
keadaan fisik mereka. Remaja yang mengalami kecemasan yang tinggi
ketika belajar dapat mengalami gangguan fisik, seperti sakit perut,
pusing atau sakit kepala, dan lain-lain. Untuk itu guru perlu
mengurangi kecemasan-kecemasan atau ketakutan mereka dalam
belajar, bahkan seharusnya menciptakan situasi belajar yang
menyenangkan (kondusif), walaupun mereka harus menyelesaikan
kegiatan-kegiatan belajar yang cukup rumit dengan sebaik-baiknya.
3. Prinsip Tempo dan Irama Perkembangan
Prinsip ini menyatakan bahwa remaja berkembang sesuai tempo dan
perkembangan sendiri-sendiri yang teratur. Setiap remaja memiliki
tempo dan irama perkembangan yang berbeda dengan remaja yang
lain. Ada remaja yang cepat dan ada pula yang lambat
perkembangannya.
Misalnya di dalam satu kelas, ada dua orang remaja si A dan si B yang
umurnya sama, namun kematangan berfikir mereka berbeda. Remaja
A misalnya baru berusia 15 tahun, telah mencapai kematangan berfikir
yang sama dengan remaja yang telah berumur 18 tahun. Sementara
itu remaja B yang juga berumur sama baru mencapai kemampuan
berfikir yang sama dengan anak umur 10 tahun. Oleh karena itu
remaja A lebih mudah dan cepat belajar dibandingkan remaja B.
Tempo dan irama perkembangan remaja ditentukan oleh dua faktor,
yaitu faktor pembawaan (potensi dasar) dan lingkungan. Makin tinggi
potensi dasar makin cepat irama dan tempo perkembangannya apabila
lingkungannya memberikan rangsangan yang sesuai. Demikian pula
sebaliknya, makin rendah potensi yang dimiliki anak ditambah lagi
dengan lingkungan yang kurang memacu perkembangan tersebut,
maka tempo dan irama perkembangan pun akan menjadi lambat.
Banyak para ahli yang berpendapat bahwa tempo dan irama
perkembangan anak dapat dipercepat oleh lingkungan dalam batas-
batas tertentu, atau sebaliknya tempo dan irama perkembangan anak
yang telah terpola itu dapat menjadi lambat dan bahkan terlambat
sama sekali jika lingkungan kurang sekali memberikan gizi, kesehatan
dan rangsangan pendidikan yang cukup.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
BAB 2
1. Apa yang dimaksud dengan tugas perkembangan?
2. Jelaskan dengan contoh 3 buah tugas perkembangan!
3. Usaha apa saja yang dapat anda lakukan untuk pencapaian tugas
perkembangan ( dengan contoh )?
4. Mengapa pendidik perlu memahami tugas perkembangan remaja?
5. Jelaskan tugas perkembangan yang berkaitan dengan aspek social
psikologis!
JAWABAN :
1. Pengertian tugas perkembangan
Tugas perkembangan masa anak menurut Munandar (1985) adalah
belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat, belajar
berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat
kerja kooperatif, belajar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan
konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik,
belajar untuk mengembangkan diri sendiri secara emosional dengan
orang tua, sanak saudara dan orang lain serta belajar membedakan
baik dan buruk. Maksud dari tugas perkembangan adalah: tahapan
yang harus dilalui dengan baik oleh seseorang dalam jenjang
kehidupan, apabila tahapan yang dilalui tidak dilaksanakan dengan
baik akan menghambat pada perkembangan tahap berikutnya, pada
tiap tahapan seseorang idealnya melakukan tugas perkembangan
sesuai tumbuh kembangnya, kesalahan mengurus perkembangan
anak akan berpengaruh pada masa dewasa.
2. 3 buah tugas perkembangan :
a) Memiliki kemampuan membina hubungan baru dengan lawan jenis
yang sebaya. Contoh : Seorang remaja menjalani hubungan dengan
lawan jenis untuk saling menghargai. pada tahap ABG (Anak Baru
Gede) yang di utamakan kesenangan, gampang cemburu, dan
merasa memiliki seakan akan menjadi pasangan hidup selamanya,
namun cepat sekali terjadi perpecahan. Hari ini berkata selamanya
besok sampai disini saja. Pada tahapan yang lebih tinggi mulai
memikirkan untuk hubungan kedepan, menjaga diri dan pasangan,
menjalin hubungan sewajarnya.
b) Menerima keadaan fisik dan mengaktualisikan secara efektif.
Contoh : Pria yang menerima secara fisik, dia berbangga sebagai
lelaki, akan mengikuti olahraga sepak bola, pencak silat, karate,
serta melakukan perawatan diri agar terkesan maskulin di hadapan
wanita. Ada pula pria yang tidak suka olah raga, namun tetap di
kategorikan menerima keadaan fisik bila, bebicara layaknya pria,
berpakaian pria, hobi perang perangan, koleksi mobil-mobilan,
menggambar tokoh heroik kartun, berani melakukan pekerjaan
berat, pernyataan tegas tidak suka banci. Begitu pula wanita, dia
akan merawat tubuh agar terkesan anggun, hobi memasak agar
kelak dapat melayani suami, menanam atau merangkai bunga,
berpakaian layaknya wanita, dan memiliki pria idaman.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
c) Mencapai kemerdekaan emosional dari orang dewasa.
Contoh : Seorang remaja yang memiliki kemerdekaan emosi, dirinya
tidak mau diatur-atur lagi, dia akan melakukan kebutuhan pribadi
secara mandiri, serta memiliki perasaan hormat kepada orang tua
dengan melakukan pekerjaan dan sekolah untuk membahagiakan
orangtua maupun untuk membalas budi. Kemudian mencari
penghasilan untuk meringankan beban orang tua secara ekonomi.
3. Usaha yang dilakukan untuk mencapai tugas perkembangan :
a. Memberikan informasi tentang bagaimana merawat fisik sesuai
dengan jenis kelamin.
Contoh : seorang lelaki hendaklah berpakaian, berbicara, dan
berperilaku seperti layaknya seorang lelaki. Begitupun sebaliknya
seorang wanita, hendaklah berdandan, berpakaian seperti seorang
wanita, tidak meniru gaya seorang lelaki. Pemberian informasi ini
dilakukan di ruang yang terpisah antara laki-laki dan wanita untuk
menghindari perasaan malu ketika membahas masalah
pertumbuhan fisik yang rahasia.
b. Membahas dalam diskusi kelompok tentang berpikir positif, control
emosi
Contoh : Memahami diri ketika sedang marah dan panik, sehingga
secepat mungkin tenang, sabar dan berfikir jernih
c. Memperkenalkan potensi yang dimiliki
Contoh : Seseorang mempunyai bakat melukis, maka dia harus
bias mengembangkan potensi dan bakat yang dimilikinya serta
meminimalisir kekurangan dirinya.
4. Alasan pendidik perlu memahami tugas perkembangan :
a) Agar pendidik menyadari kebutuhan dan permasalahan sosial
remaja, sehinga tidak ada pemaksaan kehendak dari pendidik
kepada remaja. Remaja melakukan tugas dengan kesadaran dari
dalam, dirinya merasa membutuhkan yang diarahkan pendidik.
b) Agar pendidik memperlakukan remaja untuk berpikir dewasa, dan
membuat remaja merasa diperlakukan selayaknya orang dewasa,
namun pendidik menyadi remaja merupakan tahapan menjadi
dewasa, pada tahapan ini ada sifat kekanak-kanakan, sehingga
pendidik harus memahami dan menyikapi dengan elegan.
c) Agar pendidik membuka kesempatan remaja untuk mengamukakan
ide, menerapkan kreatifitas, karena pada tahap ini akan muncul ide-
ide brilian, intervensi berlebihan akan membunuh kreatifitas remaja.
Pendidik berfungsi menengahi perselisihan, memberi jalan berupa
solusi saat terjadi kebuntuan, meluruskan bila melampau batas.
5. Tugas perkembangan yang berkaitan dengan aspek social psikologis :
Tugas perkembangan berkaitan dengan aspek sosial-psikologis dapat
dijelaskan bahwa manusia yang mengalami perkembangan akan ada
peningkatan pada pola fikir tidak hanya pada pertumbuhan secara
fisik, dengan kata lain memiliki kedewasaan secara psikologis dan-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
sosial seiring bertambahnya umur. Remaja yang memiliki kedewasaan
psikologis memiliki kematangan dalam melakukan tidakan, mulai
berfikir sebelum bertindak, serta mengontrol emosi dan hawa
nafsu. Sementara remaja yang memiliki kedewasaan sosial, akan
berempati kepada orang yang lemah, dan berjuang untuk menlawan
ketidak adilan yang dilakukan pemimpin dan penguasa.
BAB 3
1. Setiap orang memiliki kebutuhan fisiologis, psikologis dan sosiologis,
kebutuhan tersebut juga disebut sebagai kebutuhan dasar karena
semua usia manusia membutuhkannya. Jelaskan ciri-ciri bahwa suatu
kebutuhan khas remaja itu tidak terpenuhi!
2. Jelaskan akibat apa saja yang mungkin terjadi apabila kebutuhan khas
remaja itu tidak terpenuhi!
3. Usaha apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua maupun guru /
sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan remaja tersebut?
JAWABAN :
1. Ciri ciri suatu kebutuhan khas remaja tidak terpenuhi :
1. Dapat melakukan tingkah laku mempertahankan diri seperti tingkah
laku agresif, egosentris, dan menarik diri. (Elida Prayitno, 2006)
2. Remaja cenderung mencari penyelesaiannya sendiri dengan cara
membanci orang tua, suka mencari perhatian orang lain, lebih
betah berkumpul dengan teman sebayanya, mencari orang lain
sebagai pengganti orang tuanya, yang dapat memenuhi
kebutuhannya itu seperti gurunya, pemuka masyarakat, mencintai
orang yang lebih dewasa dsb. (Muri Yusuf, 1999).
3. Timbulnya rasa tidak puas, menjadi frustasi dan merasa rendah diri
serta terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan sikap
positif terhadap lingkungan dan dirinya.
4. Menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru
dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan
perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.
2. Akibat yang akan terjadi apabila kebutuhan khas remaja tidak
terpenuhi :
1. Upaya untuk dapat mengubah sikap dan perilaku kekanak-kanakan
menjadi sikap dan perilaku dewasa, tidak semuanya dapat dengan
mudah dicapai baik oleh remaja laki-laki maupun perempuan. Pada
masa ini remaja menghadapi tugas-tugas dalam perubahan sikap
dan perilaku yang besar, sedang di lain pihak harapan ditumpukan
pada remaja muda untuk dapat meletakkan dasar-dasar bagi
pembentukan sikap dan pola perilaku. Kegagalan dalam mengatasi
ketidakpuasan ini dapat mengakibatkan menurunnya harga diri,
dan akibat lebih lanjut dapat menjadikan remaja bersikap keras dan
agresif atau sebaliknya bersikap tidak percaya diri, pendiam atau
kurang harga diri.
2. Seringkali para remaja mengalami kesulitan untuk menerima
prubahan-perubahan fisiknya. Hanya sedikit remaja yang merasa
puas dengan tubuhnya. Hal ini disebabkan pertumbuhan tubuhnya-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
dirasa kurang serasi. Ketidakserasian proporsi tubuh ini sering
menimbulkan kejengkelan, karena ia (mereka) sulit untuk
mendapatkan pakaian yang pantas, juga hal itu tampak pada
gerakan atau perilaku yang kelihatannya tidak pantas.
3. Perkembangan fungsi seks pada masa ini dapat menimbulkan
kebingungan remaja untuk memahaminya, sehingga sering terjadi
salah tingkah dan perilaku yang menentang norma. Pandangannya
terhadap sebaya lain jenis kelamin dapat menimbulkan kesulitan
dalam pergaulan.
Bagi remaja laki-laki dapat menyebabkan berperilaku menentang
norma dan bagi remaja perempuan akan berperilaku mengurung
diri atau menjauhi pergaulan dengan sebaya lain jenis. Apabila
kematangan seksual itu tidak mendapatkan arahan atau penyaluran
yang tepat dapat berakibat negatif.
4. Dalam memasuki kehidupan bermasyarakat, remaja yang terlalu
mendambakan kemandirian, dalam arti menilai dirinya cukup
mampu untuk mengatasi problema kehidupan, kebanyakan akan
menghadapi berbagai masalah, terutama masalah penyesuaian
emosional, seperti perilaku yang over acting, lancang, dan
semacamnya.
5. Harapan-harapan untuk dapat berdiri sendiri dan untuk hidup
mandiri secara sosial ekonomis akan berkaitan dengan berbagai
masalah untuk menetapkan pilihan jenis pekerjaan dan jenis
pendidikan. Penyesuaian sosial merupakansalah satu yang sangat
sulit dihadapi oleh remaja. Mereka bukan saja harus menghadapi
satu arah kehidupan, yaitu keragaman norma dalam kehidupan
bersama dalam masyarakat, tetapi juga norma baru dalam
kehidupan sebaya remaja dan kuatnya pengaruh kelompok sebaya.
6. Berbagai norma dan nilai yang berlaku di dalam hidup masyarakat
merupakan masalah tersendiri bagi remaja; sedang di pihak remaja
merasa memiliki nilai dan norma kehidupannya menghadapi
perbedaan nilai dan norma kehidupan. Menghadapi perbedaan
norma ini merupakan kesulitan tersendiri bagi kehidupan remaja.
Seringkali perbedaan norma yang berlaku dan norma yang
dianutnya menimbulkan perilaku yang menyebabkan dirinya
dikatakan nakal. Apabila ada kebutuhan remaja yang tidak
terpenuhi maka akan terjadi perilaku menyimpang, dan dapat
merugikan bagi diri remaja itu sendiri maupun orang lain.
3. Usaha yang dapat dilakukan oleh orang tua maupun guru / sekolah
untuk membantu memenuhi kebutuhan remaja tersebut adalah :
a. Meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memberikan bimbingan kepada remaja untuk mencapai cita-citanya
dengan penuh kasih sayang.
c. Memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga dapat dijadikan sebagi model bagi remaja untuk
diidentifikasi dalam kehidupannya, sesuai dengan peran jenis
kelaminnya masing-masing.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
d. Memberikan fasilitas kepada remaja untuk mengembangkan potensi
yang dimiliki kearah positif dan bermanfaat bagi remaja itu sendiri.
e. Menghargai dan memperlakukan remaja sebagai individu yang
sedang berkembang menuju kedewasaannya.
f. Membantu remaja dalam mengatasi problem-problem yang sedang
dialami, agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam
kehidupannya.
g. Mengikutsertakan remaja dalam mengatasi masalah (keluarga,
sekolah) yang memerlukan pemecahan sesuai dengan batas-batas
kemampuannya.
h. Sekolah perlu melakukan berbagai kegiatan kelompok sebagai
sarana untuk mengembangkan sifat kebersamaan dan
memenuhikebutuhan diikutsertakannya dalam kelompok.
i. Membimbing dan memberi kesempatan untuk berprestasi melalui
berbagai kegiatan ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Menurut Elida Prayitno (2006:35) usaha yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan remaja adalah sebagai berikut :
1. Usaha untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan status
a. Mengembangkan bakat khusus remaja dengan berbagai
rangsangan dan menghargai prestasi mereka.
b. Menghindari pemberian motivasi dengan membandingkan
remaja secara individu baik dalam prestasi akademis maupun
bakat khusus.
c. Tidak menuntut remaja berprestasi sama, walaupun waktu guru
dan metode belajar yang sama.
2. Memenuhi kebutuhan mandiri.
a. Memotivasi remaja membuat rencana/ program untuk
pengembangan bakat atau potensi mereka.
b. Membantu pengambangan bakat/ potensi remaja sesuai
perencanaan program.
c. Memberi kesempatan remaja untuk mengemukakan ide-ide,
mengabil keputusan, membentuk kelompok, memilih jurusan,
dan program pengembangan bakat.
d. Memberi penghargaan atau penguatan kepada kelompok remaja.
3. Memenuhi kebutuhan berprestasi.
a. Memberikan penilaian, kalau siswa telah menguasai bahan yang
dipelajarinya.
b. Memotivasi dengan cara membandingkan rata-rata kelas atau
prestasi siswa secara keseluruhan dengan prestasi siswa dalam
kelas yang sama.
c. Membantu siswa mengembangkan bakat-bakat khusus.
4. Memenuhi kebutuhan untuk diakrabi.
a. Membina kedekatan psikologis dengan remaja.
b. Selalu bekerjasama dalam berbagai kesempatan.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
5. Memenuhi kebutuhan filsafat hidup.
a. Memenuhi informasi tentang nilai kebenaran dalam kehidupan.
b. Menjadikan guru dan reman mereka sebagai model (dapat
dijadikan teladan).
c. Melakukan bimbingan dan konseling kelompok atau individual
untuk membentuk keyakinan dan keterampilan memecahkan
masalah kehidupan dengan cara-cara yang bernilai moral dan
kebenaran.
BAB 4
1. Kemukakan arti dan ciri-ciri pertumbuhan fisik remaja!
2. Jelaskan dengan contoh mengapa pertumbuhan fisik setiap individu
berbeda!
3. Kemukakan 3 pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku
remaja! Jawaban disertai contoh.
4. Buatlah rencana program kegiatan kelompok yang membantu
pertumbuhan fisik remaja.
JAWABAN :
1. Arti dan ciri pertumbuhan fisik remaja :
Pertumbuhan fisik remaja merupakan perubahan/pergantian baik secara
fisik maupun psikis dimana pada saat itulah terjadi ketidakseimbangan.
Perubahan meliputi 4 perubahan fisik yaitu manyangkut ukuran tubuh,
perubahan proporsi tubuh, perubahan ciri-ciri seks sekunder dan perubahan
cirri-ciri seks primer. Ciri-ciri nya adalah seperti ukuran badan menjadi lebar
dan tinggi,mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai dengan haid
pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda kelamin
kedua yang tumbuh.
2. Mengapa pertumbuhan fisik setiap individu berbeda ?
Perbedaan yang terjadi pada pertumbuhan fisik disebabkan oleh faktor
faktor yang mempengaruhi kebutuhan fisik remaja, yaitu :
a. Faktor system endokrin dalam tubuh
Apabila seseorang memiliki system endokrin yang normal pada tubuh,
maka pertumbuhannya juga akan normal. Tetapi apabila system
endokrinnya tidak normal maka akan menyebabkan kegoncangan
dalam homeostesis badannya.
b. Faktor nutrisi
Kekurangan nutrisi akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal,
akan menyebabkan peningkatan ketegangan emosional.
c. Faktor keturunan
Seseorang yang mempunyai keluarga Arab tidak akan sama dengan
seseorang yang berketurunan China.
d. Faktor emosi
Seseorang yang sering mengalami emosi, maka pertumbuhan awal
remajanya akan terhambat karena berkurangnya pembentukan
hormone pertumbuhan di kelenjer piturity.
e. Faktor jenis kelamin.
Anak lelaki cendrung lebih tinggi di bandingkan dengan anak
perempuan.
f. Faktor social ekonomi
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
Anak yang berasal dari keluarga yang berstatus social ekonomi rendah
cendrung lebih kecil di bandingkan dengan anak yang berasal dari
keluarga yang berstatus social ekonomi tinggi.
g. Kesehatan
Anak yang jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat
dari anak yang sering sakit
h. Kecerdasan
Anak yang memiliki kecerdasan lebih tinggi lebih cendrung memiliki
berat badan yang tinggi.
3. Pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku remaja :
1). Ingin menyendiri
Dengan perubahan yang terjadi, anak-anak biasanya sering menarik diri,
sering melamun, bertengkar dengan teman-teman dan dengan anggota
keluarga. Gejala menarik diri ini mencakkup ketidakinginan berkomunikasi
dengan orang lain.
2). Bosan
Anak remaja akan merasa bosan dengan permainan yang sebelumnya
digemari, mulai bosan dengan tugas-tugas sekolah. Akibat dari itu,
banyak prestasi remaja yang menurun karena sering timbul perasaan
akan keadaan fisik yang tidak normal.
3). Emosi yang meninggi.
Kemurungan, ledakan amarah dan kecendrungan untuk menangis
merupakan cirri awal masa remaja. Dengan semakin matangnya keadaan
fisik anak, ketengangan lambat laun akan berkurangan dan anak sudah
mulai mampu mengendalikan emosinya.
4. Program kegiatan kelompok yang membantu pertumbuhan fisik remaja.
1. Program pemberian gizi, vitamin, dan kalsium yang cukup.
2. Program olahraga yang berorientasi pada pertumbuhan remaja.
3. Hindari gangguan yang keliru.
4. Yang perlu dilakukan oleh pendidik dalam proses pendidikan untuk
membantu pertumbuhan remaja yaitu dengan cara
mendidik/mengarahkan peserta didik dengan baik secara tegas,karena
saat-saat pertumbuhan remaja terjadi ketidakseimbangan yang perlu
diatasi dan itu sangat memerlukan perhatian khusus para pendidik
agar peserta didik bisa menjadi stabil dan seimbang.
BAB 5
1. Berdasarkan pengertian inteligensi yang telah dikemukakan :
a. Diskusikan dengan teman, kemukakan pengertian yang paling tepat
dan jelaskan rasionalnya!
b. Rumuskan dalam bahasa anda sendiri pengertian intelegensi!
2. Hasil penelitian mengungkapkan, penelitian di luar negeri korelasi
rata-ratanya 0,695; sedangkan penelitian dalam negeri 0,347. Coba
analisis dalam diskusi mengapa terjadi demikian?
a. Jelaskan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan
inteligensi remaja!
b. Jelaskan bahwa inteligensi mempunyai korelasi yang berarti dengan
proses belajar!
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
c. Berapa besar rata-rata korelasinya?
d. Apa artinya itu?
3. Diskusikan dengan teman anda apa saja yang dapat dilakukan guru
untuk meningkatkan taraf kecerdasan peserta didik.
JAWABAN :
1. Pengertian inteligensi.
a. Pengertian inteligensi yang tepat adalah menurut Edward Lee
Thorndike mengatakan bahwa inteligensi merupakan kemampuan
dalam memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran
dan fakta. Karena seseorang yang mempunyai tingkat inteligensi
yang tinggi akan dapat memberikan respon yang baik dan dapat
memecahkan masalah dengan mudah.
b. Menurut saya inteligensi adalah suatu kumpulan kemampuan
seseorang untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman,
dimana seseorang tersebut mampu memanfaatkan ilmu dan
pengalamannya dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul
pada dirinya maupun lingkungannya.
2. Hasil penelitian mengungkapkan, penelitian di luar negeri korelasi
rata-ratanya 0,695; sedangkan penelitian dalam negeri 0,347
a. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan
inteligensi remaja!
1. Faktor genetika
Inteligensi mengandung potensi bawaan, tetapi untuk dapat
berfungsi dengan optimal maka perlu mendapatkan pendidikan
dan latihan dari lingkungan.
2. Faktor gizi
Kebutuhan akan makanan bernilai gizi tinggi terutama yang
besar pengaruhnya pada fase prenatal ( anak dalam kandungan
) hingga usia balita sedangkan usia di atas 5 tahun pengaruhnya
tidak signifikan lagi.
3. Faktor kematangan
Semakin bertambah usia seseorang maka inteligensinya makin
berfungsi dengan sempurna.
4. Faktor pembentukan
Pendidikan dan latihan yang bersifat kognitif dapat memberikan
sumbangan terhadap fungsi inteligensi seseorang, contoh
memberikan fasilitas sarana yang memadai.
5. Faktor kebebasan psikologi
Anak yang memiliki kebebasan berpendapat tanpa disertai rasa
takut dapat merangsang berkembangnya kreativitas dan pola
piker, begitupun sebaliknya.
Menurut Andi Mappiare (1982: 80) hal-hal yang mempengaruhi
perkembangan intelek itu antara lain:
Bertabahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang
sehingga ia mampu berpikr reflektif.
Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan
masalah sehingga seseorang bisa berpikir proporsional.
Adanya kebebasan berpikir,menimbulkan keberanian
seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal,
kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan, dan-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
menunjang keberanian anak memecahkan masalahdan menarik
kesimpulan yang baru dan benar.
b. inteligensi mempunyai korelasi yang berarti dengan proses belajar
Intelegensi dan keberhasilan dalam pendidikan adalah dua hal yang
saling keterkaitan. Di mana biasanya anak yang memiliki
intelegensi yang tinggi dia akan memiliki prestasi yang
membanggakan di kelasnya, dan dengan prestasi yang dimilikinya
ia akan lebih mudah meraih keberhasilan. Intelegensi mempunyai
hubungan yang segaris dengan prestasi belajar. Intelegensi
merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi prestasi belajar.
Seorang siswa/mahasiswa akan lebih mudah memahami materi dan
teori dari guru/dosen mereka jika mereka mempunyai intelegensi
yang cukup. Siti Rahayu Hadinoto (1972) menyatakan bahwa
seseorang yang memiliki taraf intelegensi yang tinggi tidak akan
kesulitan mengerti dan memahami pelajaran yang baru karena ia
mampu menganalisis dan mengerti hubungan antara masalah yang
satu dan lainya. Selain itu orang yang memiliki taraf intelegensi
yang tinggi mampu memcahkan masalah yang rumit dalam waktu
yang relatif singkat dan tepat. Hal-hal tersebut membuat tingkat
intelegensi mempunyai peran yang penting dalam mencapai
prestasi belajar.
c. Berapa besar rata-rata korelasinya?
Oleh Nylor (Dalam Elyda Payitno,1990) diperkirakan sekitar 25%
keberhasilan belajar disumbangkan oleh faktor intelegensi,
sedangkan 75% lainnya disumbangkan oleh faktor motivasi,
kepribadian, sikap keluarga, dan faktor-faktor lainnya.
d. Artinya :
Dari rata-rata korelasi dapat diartikan bahwa keberhasilan
seseorang hanya 25% faktor inteligensinya. Menurut pendapat
saya, untuk meraih prestasi belajar intelegensi memang penting,
namun sikap emosional juga tidak kalah penting. Sikap emosional
meliputi perilaku kita dan motivasi. Intelegensi tidak akan ada
artinya tanpa dibarengi dengan prilaku yang baik. Contohnya;
seorang anak yang cerdas tapi memiliki prilaku yang tidak terpuji,
dia suka membolos pelajaran di sekolah. Sehingga dia sering
ketinggalan pelajaran di sekolah. Pada akhirnya intelegensinya
akan sia-sia. Begitu juga dengan motivasi. Tanpa ada motivasi
untuk mencapai prestasi maka intelegensi tersebut akan sia-sia.
Karena itu, Intelegensi akan membawa kita berprestasi dalam
belajar jika dibarengi perilaku yang baik dan motivasi yang tinggi.
3. Usaha yang dilakukan guru untuk meningkatkan taraf kecerdasan
peserta didik.
1. Dalam proses belajar mengajar hendaknya guru lebih
mengutamakan proses dari pada hasil, dengan cara menghargai
keberanian peserta didik dalam memberikan pendapatnya tanpa
menilai benar atau salahnya terlebih dahulu.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
2. Menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan
kemampuan berfikir, missal dengan menggunakan metode
penemuan, diskusi, dll.
3. Guru membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep
yang bersifat abstrak.
4. Menyediakan fasilitas yang memadai untuk menumbuh
kembangkan taraf kecerdasan anak, misalnya dengan bahan
bacaan, peralatan labor, dll.
5. Memberikan tugas sekolah dengan berbagai macam metode yang
dapat merangsang dan mengembangkan daya fikir.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
TUGAS
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Nama : Adi Ikbal Rahman
NIM : 16746
Grup : 2F1,2
PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
BAB 7
1. Diskusikanlah faktor-faktor yang mempengaruhi bakat khusus
seorang anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bakat seorang anak adalah
JAWABAN :
a. Lingkungan fisik
Lingkungan fisik seperti gizi dan kebiasaan makan, dan
kesehatan, istitahat, anai , rekreasi, kerja atau olahraga.
Berdampak pada bakat khusus seseorang anak.
b. Lingkungan sosial-psikologis
Interaksi bakaat dengan lingkungan ikut membantu
kepribadian.yang diwujutkan pada prilaku,serta serta
prestasinya.
2. Wawancarailah paling sedkit 3 orang siswa SMU yang menjolok.
Kemudian wawancarai juga tentang sarana yang diberikan oleh
sekolah erhadap bakat khusus yang dimilikinya.
JAWABAN :
Agar dapat mencapai tujuan Meningkatnya prestasi belajar anak
berbakat
sesuai dengan potensi yang dimilikinya secara optimal, ada beberapa
alternatif yang
dapat dikemukakan, diantaranya sebagai berikut :
1. Membuat batasan yang dapat diterima oleh semua pihak tentang
siapa anak berbakat, apa kriterianya, hal ini dianggap sangat pnting,
karena kenyataan yang terjadi pada guru-guru di sekolah selain tidak
mengetahui tentang kriteria anak berbakat juga tidak memahami
batasan anak berbakat.
2. Membuat standarisasi secara nasional untuk prosedur identifikasi
terhadap anak-anak yang memiliki kecerdasan tinggi.
3. Mengubah kurikulum yang sifatnya sentralisasi menjadi desentralisasi;
dengan kurikulum yang desentralisasi guru akan lebih leluasa
menentukan materi pelajaran baik dari segi keluasan maupun
kedalamannya,
4. Menyediakan sekolah khusus atau kelas khusus yang mendidik anak-
anak berbakat.
5. Memberikan layanan individualisasi pada jenjang pendidikan dasar
maupun menengah, layanan pendidikan pada kelas atau sekolah
integrasi, yaitu anak-anak berbakat belajar bersama pada sekolah-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
biasa, tetapi sistem pengajarannya diindividualisasikan atau
Individualized Education Program (IEP).
6. Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang memadai untuk
semua sekolah; sarana pendidikan sangat dibutuhkan dalam rangka
mengembangkan bakat dan kemampuan siswa. Selain sarana dan
prasarana yang memadai, idealnya masing-masing sekolah harus
menentukan salah satu penekanan tentang aspek apa yang akan
dikembangkan oleh sekolah tersebut, hal ini menjadi penting karena
tidak mungkin tiap sekolah mengembangkan seluruh aspek
keberbakatan yang dimiliki oleh anak berbakat.
3. Wawancarailah 2 atau 3 orang guru SMU tenang cara-cara yang
mereka lakukan dalam mengenali bakat khusus siswa mereka.
JAWABAN :
Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru atau lingkungan
terdekat anak untuk mengambangkan bakat dan minat adalah:
a. sejak usia dini cernati berbagai kelebihan, ketrampilan dan
kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
b. Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
c. Kembangkan konsep diri positif pada anak.
d. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta
pengalaman di berbagai bidang.
e. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk
belajar dan menekuni bidang bidang yang menjadi kelebihannya.
f. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih
kemampuannya.
g. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke
bakat yang lain.
h. . Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan
anak.
i. Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
j. Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan
dalam mengembangkan bakatnya.
k. Jalin hubungan baik antara orang tua, guru, dengan anak atau
remaja.
BAB 8
1. Diskusikanlah didalam kelompok kecil dan bandingkan cara
berekpresi siswa yang pinar dan siswa yang kurang pintar.
2. Diskusikanlah bagaimana sebaiknya guru merespon siswa-siswa
yang berekspresi emosi,gembira,sedih,marah,takut,dan iri.
3. Jelaskanlah upaya-upaya yang anda lakukan selama ini untuk
meredam emosi negatif serta bagaimana hasilnya dan kemudian-
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
anda cata apa yang pelu diperbaiki berkenaan dengan upaya-upaya
tersebut.
BAB 9
1. Apakah yang dimaksud dengan moral?
JAWABAN :
Moral adalah seperagkat aturan yang menyangkut baik dan buruk,
pantas dan tidak pantas, benar dan tidak benar yang harus dipatuhi
seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Ada tiga
pengertian tentang moral yaitu pandangan moral, perasaan moral
dan tingkah laku moral.
2. Apa kekhasan tingkah laku moral remaja yang berkembang dengan
optimal.
JAWABAN :
a. Meningkatkan kemampuan kemampuan kognitif dari berfikir
kongkret menjadi kemampuan berfikir abstrak/formal.
b. Remaja memproleh kemampuan untuk memahami bahwa
peraturan-peraturan itu duat atas persetujuan semua orang
yang bersifat ideal.
3. a. apa perbedaan antara pandangan moral dengan tingkah laku
moral.
JAWABAN :
Pandangan moral adalah pendapat atau pertimbangan seseorang
tentang persoalan moral, sedangkan tingkah laku moral adalah
tinkatan yang sesuai denagn aturan-aturan etika moral. Pandangan
atau pertimbangan moral yang diharapkan menjadi remaja yang
bertingkah laku moral.
a. bagaimana membentuk pandangan moral dan tingkah laku
moral pada remaja.
Jawaban:
Pandangan moral dan tingkah laku moral pada remaja akan
terbentuk dan akan berkembang dengan baik apabila dalam
sejarah kehidupannya, ia dapat meniru orang lingkungannya
bertingkah laku moral, dan sekaligus melatih melakukan tingkah
laku moral. Dalam proses penirua, remaja mengenal tingkah
laku moral dengan mengamati tingkah laku orang tua dan orang
dewasa lainnya.
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
4. Berikan contoh bahwa dalam sebuah kelas adanya remaja
menunjukkan tingkah laku moral yang otonom dan heteronom
sewaktu guru tidak ada didalam kelas.
JAWABAN :
5. Jelaskan pendapat freud tentang cara membentuk moral remaja
melalui keluarga.
JAWABAN :
baik remaja pria atau wanita meniru tingkah laku orang tua yang
jenis kelaminnya sama adalah karena keinginan untuk enjadi
seperti orang tua. Anak laki-laki ingin seperti ayahnya dan anak
perempuan ingin seperti ibunya.
6. Disiplin orang tua dengan cara bagaimana yang dapat
meningkatkan perkembanan moral remaja menurut Hoffman dan
saltzstein (1967).mengapa)
JAWABAN :
a. Orang tua yang menonjol kekuasaan dalam mendisplini remaja,
dapat melemahkan perkembangan moral remaj.
b. Orang tua yang melaksanaka disiplin penarikan cinta,
menimbulkan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap
perkembangan moral remaja.
c. Orang tua yang menggunakan disiplin induksi dalam mendisplini
remajanya meningkatkan perkembangan moral remaja.
d. Disiplin yang dilakukan ayah jarang mempengaruhi
perkembangan moral remaja.
e. Perasaan kasih sayang yang diberika oleh orang tua melalui
tngkah laku yang ramah hangat,dan sentuhan-sentuhan fisik
sangat fositif pengaruhnya terhadap perkembangan moral
remaja, terutama kasih sayang dari ibu.
7. Jelaskan pengaruh keberadaan orang tua (ayah) terhadap
perkembangan moral remaja,menurut penelitian Hoffman. Mengapa
keadaan itu terjadi?
JAWABAN :
a. Para ayah dapat memberikan pengaruh langsung cara
bertingkah laku yang sesuai dengan standar moral,dalam situasi
yang tidak disiplin.
b. Peranan disiplin dari ayah menjadi terancam, kalau disiplin
terlalu banyak ditanani oleh ibu. Memang tidak bisa disangkal
1ucts |c-rcnetct |csc-1t 0ioir
Adi Ikbal Rahman/16746
pengaruh ibu lebih besar terhadap perkembangan moral anak
dari pada pengaruh ayah.