Anda di halaman 1dari 19

Penyebaran, kondisi serta perubahan lahan pertanian tidak dapat diketahui secara pasti tanpa bantuan teknologi yang

lebih maju. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi (1,6% pertahun) menyebabkan perubahan penggunaan lahan dengan cepat (Adimihardja et al.,2004), sehingga pemantauan penggunaan lahan yang dilaksanakan secara teoristris (ground base method) sering tidak dapat mengikuti laju perubahannya.

Dalam usaha pemantapan ketahanan pangan dan pengadaan stok pangan nasional, pada era globalisasi informasi dituntut ketepatan, kecepatan penyampaian data sumber daya pertanian. Teknologi Inderaja memungkinkan untuk digunakan dalam deteksi penyebaran lahan pertanian, dan hasilnya merupakan sumber informasi utama (updating) data sumber daya pertanian.

Penginderaan Jauh adalah satu teknik untuk

melakukan observasi terhadap permukaan bumi dengan pengambilan citra permukaan bumi dari satelit tanpa

bersentuhan langsung dengan objek yang diamati

Keuntungan dari teknologi indraja : Daerah yang luas pada permukaan bumi dapat diamati dari titik pandang yang baik (dari angkasa) dan dicitrakan dengan jelas; Beberapa sensor yang dikembangkan memiliki sensitifitas untuk mengukur gelombang elektromagnet yang tidak dapat ditangkap oleh mata manusia; dengan demikian sifat-sifat yang tak nampak pada permukaan bumi pun dapat terekam; Dalam satu citra objek-objek yang tergambar dapat dipantau dalam satu hubungan keruangan; Pengambilan citra dapat dilakukan dalam waktu yang berbeda (multi-temporal), sehingga memungkinkan untuk melihat situasi suatu daerah dimasa lalu serta dapat melakukan penggambaran ulang (rekonstruksi) sifat-sifat tertentu objek-objek yang diamati.

Sumber energi memancarkan energi elektromagnetik yang mutlak diperlukan Energi berinteraksi dengan target dan sekaligus berfungsi sebagai media untuk meneruskan informasi dari target kepada sensor Sensor berfungsi sebagai alat yang mengumpulkan dan mencatat radiasi elektromagnetik Setelah dicatat data akan dikirimkan ke stasiun penerima dan diproses menjadi bentuk citra.

merupakan suatu kegiatan untuk mengenali kembali segala kenampakan obyek yang berhasil ditangkap oleh alat sensor yang dibawa satelit.

Tahapan analisis citra satelit untuk deteksi dan penyebaran lahan adalah : 1. Memilih Kombinasi Band 2. Analisis Data Digital Citra Satelit Sesuai dengan Kombinasi Band terpilih 3. Estimasi Tingkat Ketelitian Hasil Analisis

Berdasarkan gelombang elektromagnetik yang digunakan sebagai media untuk merekam data/obyek mencakup gelombang tampak mata (visible light) dan merah infra (infra red) Pengelompokkan kedalam wilayah wilayah yang lebih sempit dengan kisaran panjang gelombang tertentu, yang disebut band, channel atau saluran.

Terlebih dahulu dibuat daerah-daerah kunci (key areas) yang selanjutnya merupakan daerahdaerah contoh dan file signature Daerah contoh (sample areas) adalah contoh informasi kelas-kelas yang diklasifikasikan sebagai sawah, hutan, kebun campuran, tambak, pertanian lahan kering (tegalan), permukiman, perkebunan Signature adalah satu set data statistik yang berupa kisaran nilai spektral/pixel (pixel element) yang mendefinisikan sebuah daerah contoh/obyek

Setiap kelas tersebut kemudian dikarakterisasikan kedalam semua band citra satelit (berdasarkan nilai spektralnya)
Dalam pembuatan training sampel, yang dilakukan pertama kali adalah mendigitasi feature (suatu kenampakan tipe penggunaan lahan atau vegetasi) di layar monitor saat module display bekerja Setiap training sample harus berbentuk poligon tertutup yang diberi satu kelas informasi (tipe penggunan lahan tertentu) berupa nilai pixel antara 0-255.

Tahap selanjutnya adalah klasifikasi dari sampel yang diambil dari nilai pixel dan file signaturenya Setelah pengklasifikasian perlu diuji validitasnya dari pengamatan di lapangan

Merupakan pengujian kembali kebenaran hasil deteksi dan klasifikasi pada citra dan kondisi dilapangan

Deteksi lahan sawah dan klasifikasi penyebaran lahan

Berdasarkan sumber air yang digunakan dan keadaan genangannya, sawah dapat dibedakan menjadi sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah lebak dan sawah pasang surut.

Fenomena umum kenampakan lahan : 1. Kenampakan vegetasi: yaitu adanya kebun campuran dan pekarangan/permukiman 2. Kenampakan buatan: yaitu adanya bangunan seperti waduk, dam/ bendungan, saluran irigasi Ciri-ciri kenampakan tersebut di atas digunakan sebagai acuan (guide) dalam analisis untuk pengenalan sawah