Anda di halaman 1dari 16

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Kepustakaan 2.1.1. Keluarga Berencana Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan, sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Jarak antara kelahiran diperpanjang, dan kelahiran selanjutnya dapat dicegah apabila jumlah anak telah mencapai yang dikehendaki, untuk membina kesehatan seluruh anggota keluarga dengan sebaik-baiknya, menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Kegiatan KB tidak hanya berupa perpanjang dan mengatur kehamilan, tetapi termasuk kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Menurut Undang-Undang no. 10 Tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera, maka pengertian KB didefinisikan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Dengan tujuan KB jangka panjang adalah mewujudkan keluarga berkualitas pada tahun 2015 (Depkes RI,1991; BKKBN, 2005; Irwati, 2002). Tujuan umum dari program KB adalah menurunkan angka kelahiran dan meningkatkan kesehatan ibu sehingga didalam keluarganya akan berkembang Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Sasaran dalam program ini adalah pasangan usia subur (PUS) yang ditetapkan berdasarkan survey PUS yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Petugas Lapangan KB (PLKB). Sasaran program KB tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2004-2009 yang meliputi : 4

1. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14% per tahun. 2. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan.
3.

Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan

kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6%. 4. Meningkatnya peserta KB laki-laki menjadi 4,5%. 5. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien. 6. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun. 7. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. 8. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera yang aktif dalam usaha ekonomi produktif. 9. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan

pelayanan program KB nasional (Kesehatan Reproduksi, 2009)

2.1.2. Kontrasepsi 2.1.2.1. Pengertian Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/ mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma (Winknjosastro, 1999; Irwati, 2002). Kontrasepsi adalah suatu upaya

mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap (Winknjosastro, 1999). 2.1.2.2. Cara Kerja Bermacam-macam tetapi pada umumnya mempunyai fungsi sebagai berikut : Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi Melumpuhkan sperma Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma

2.1.2.3. Metode Kontrasepsi 2.1.2.3.1. Metode Efektif

AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)/ IUD (Intra-Uterine Device) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau spiral adalah alat yang dibuat

dari plastik halus berukuran kecil. Ada yang berbentuk spiral saja, bentuk T dan seperti kipas yang bagian batangnya dililiti tembaga, dan yang tersedia adalah Lippes Loop type B, C, dan D, Copper T 200 B, Multiload Cu 250. Dalam tahap uji klinik adalah Copper T380 A dan Multiload Cu 375. a) Efektifitas (1) (2) IUD bentuk T : 99% IUD progesterone : 97%

b) Keuntungan (1) bulan) (2) Kesuburan anda segera kembali setelah melepas IUD Membutuhkan sedikit perhatian (hanya pemeriksaan benang setiap

(3)

Tidak mengganggu aktifitas seksual dan aman digunakan selama

menyusui (4) IUD bentuk T hanya perlu diganti dalam waktu 10 tahun, IUD

progesterone sebaiknya diganti setahun sekali. c) Kelemahan (1) Tidak dianjutkan bagi wanita yang belum pernah melahirkan atau

masih mengharapkan anak, wanita yang sering berganti pasangan, pernah menderita radang panggul, atau kehamilan tuba. (2) Dapat keluar dengan sendirinya

d) Efek samping Kram, sakit punggung, timbul bercak darah, menstruasi berat, meningkatnya resiko radang panggul, kehamilan tuba, dan menjadi tidak subur. e) Cara penggunaan Alat ini harus dimasukkan oleh dokter. Biasanya pada saat menstruasi. Benang IUD harus diperiksa setiap kali menstruasi selesai.

Susuk KB/ Implan Alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam

kapsul silastic silicone (polydimethysiloxane) dan disusukkan dibawah kulit. Jumlah kapsul yang disusukan dibawah kulit adalah sebanyak 6 kapsul dan masing-masing kapsul panjangnya 34 mm dan berisi 36 mg levonorgestrel. Setiap hari sebanyak 30 mcg levonorgestrel dilepaskan ke dalam darah secara difusi melalui dinding kapsul. Implan efektif digunakan selama 3 tahun. a) Efektifitas : 99% b) Keuntungan

(1)

Tahan sampai 5 tahun atau sampai diambil. Kesuburan akan kembali

segera setelah pengangkatan. Pencegahan kehamilan terjadi dalam waktu 2 jam setelah pemasangan (2) (3) (4) Melindungi wanita dari kanker rahim Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui Tidak menganggu aktivitas seksual

c) Kelemahan (1) Tidak dianjurkan untuk: penderita penyakit hati, kanker payudara,

perdarahan tanpa sebab, penggumpalan darah, penderita tekanan darah tinggi, penyakit kandung empedu, kolesterol tinggi, siklus menstruasi tidak teratur, sakit kepala, penyakit jantung. (2) Beberapa jenis susuk yang tampak dari luar atau terasa bila diraba

d) Efek samping Perdarahan siklus menstruasi lebih panjang, rambut rontok, gairah seksual turun, jerawat dan depresi. Kontrasepsi Mantap/ Sterilisasi (Metode Operasi Wanita/ Tubektomi

dan Metode Operasi Pria/ Vasektomi) Pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung terlur pada wanita (tubektomi/metode operasi wanita) atau testis pada pria (vasektomi/ metode operasi pria). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekologi (dokter kandungan). Pil KB Kontrasepsi oral (pil) adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet, mengandung hormone estrogen dan progesteron yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu :

1)

Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progesteron sintetik

yang diminum 3 kali seminggu.


2)

Pil sekuensial, pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan

hormon yang dikeluarkan ovarium pada setiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormone tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14-16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progesteron dan estrogen selama 5-7 hari terakhir.
3)

Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progesteron

dalam dosis mini (kurang dari 0.5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid.
4)

Morning after pill, merupakan pil hormone yang mengandung estrogen

dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan. Pil ini digunakan paling lama 72 jam setelah terjadi hubungan seksual tanpa kontrasepsi atau metode kontrasepsi yang digunakan gagal, misalnya terjadi kebocoran kondom. a) Efektifitas 99 % untuk pil kombinasi dan 86 % untuk mini pil. b) Keuntungan (1) (2) Mengurangi resiko kanker uterus, ovarium serta radang panggul. Mengurangi resiko pra menstruasi, jerawat, perdarahan, anemia,

kista ovarium, dan nyeri payudara. (3) (4) (5) Siklus menstruasi lebih teratur. Tidak mengganggu aktifitas seksual. Mini pil dapat dikombinasi saat menyusui.

c) Kelemahan Tidak dianjurkan untuk wanita yang pernah menderita kanker payudara atau mempunyai resiko penggumpalan darah, penyakit hati, ginjal, perdarahan uterus

10

tanpa sebab, wanita perokok di atas 35 tahun, dan yang sedang dalam pengobatan tertentu, penderita tekanan darah tinggi, diabetes, migrain, depresi. d) Efek samping
(1)

Jarang : gumpalan darah, penyakit hati, tekanan darah tinggi,

penyakit kandung empedu, dan migrain.


(2)

Sering : mual, nyeri payudara, perdarahan pada pertengahan siklus

menstruasi dalam beberapa bulan pertama, berat badan naik, nafsu makan meningkat, depresi, sakit kepala dan gangguan kulit. e) Cara penggunaan 1 tablet setiap hari selama 21 hari, jangan diminum waktu menstruasi selama 7 hari. Suntikan KB Obat suntik yang berisi progestin, digunakan untuk kontrasepsi wanita yang disediakan adalah Depo Provera 150 mg, Noristerat 200 mg dan Depoprogestin 150 mg. a) Efektifitas : 99% b) Keuntungan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Disuntik setiap tiga bulan sekali. Efektif, tahan lama, melindungi terhadap kanker rahim. Aman digunakan setelah melahirkan dan saat menyusui. Mengurangi kram saat menyusui. Tidak mengganggu aktifitas seksual. Dapat dipakai segala umur pada masa produksi. Dapat dipakai segera setelah keguguran.

11

(8)

Membantu mencegah kanker rahim.

c) Kelemahan (1) (2) Kesuburan akan kembali setelah 6-24 bulan suntikan terakhir. Tidak boleh digunakan oleh wanita yang pernah mengalami

pembekuan darah, kanker payudara, gangguan hati, perdarahan uterus, wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara, hasil mamografi abnormal, siklus menstruasi tidak teratur, tekanan darah tinggi, migrain, asma, epilepsi, diabetes dan depresi.

d) Efek samping Siklus menstruasi tidak teratur, gairah seksual menurun, berat badan naik, sakit kepala, depresi, kandungan mineral tulang berkurang. e) Cara penggunakan Penyuntikan setiap 3 bulan oleh dokter. Jika menginginkan hamil dalam waktu 1-2 tahun, jangan menggunakan metode ini.

2.1.2.3.2. Metode Sederhana 2.1.2.3.2.1. Dengan Alat/ Obat Kondom Salah satu alat kontrasepsi terbuat dari karet/ lateks, berbentuk tabung tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma. a) Efektivitas Dalam teori : 98 % Dalam praktek : 85 % b) Keuntungan

12

(1) (2) (3)

Dapat mencegah penyakit kelamin. Murah, mudah di dapat. Mudah dipakai sendiri.

c) Efek samping Alergi terhadap karet (Winknjosastro, 1999; Pribadi, 2008). Diafragma Kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastik pada pinggirnya. Per ini ada yang terbuat dari logam tipis yang tidak berkarat, ada pula yang dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan mempunyai sifat seperti per.

Obat Spermatisida Kontrasepsi yang terdiri atas 2 komponen, yaitu zat kimiawi yang mampu

mematikan spermatozoon, dan vehikulum yang nonaktif dan yang diperlukan untuk membuat tablet atau cream/ jelly. Bentuk obat-obat spermatisida yaitu suppositorium, jelly/ cream, tablet busa, dan C-film.

2.1.2.3.2.2. Tanpa Alat/ Obat

Sanggama Terputus Untuk mencegah sperma masuk ke vagina, pria dapat menarik penisnya dari

vagina sebelum terjadi ejakulasi, ketika sperma keluar pada saat orgasme. Metode yang disebut senggama terputus ini kurang efektif karena sel sperma dapat keluar sebelum terjadi orgasme. Selain itu, metode ini juga membutuhkan kontrol diri yang tinggi dari pria dan ketepatan waktu.

Pantang Berkala

13

Kontrasepsi dengan cara tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup samapai dengan 48 jam setelah ejakulasi (Winknjosastro, 1999). 2.1.3. Faktor yang Mempengaruhi Pemakaian Alat Kontrasepsi Ekonomi Ekonomi adalah sebuah kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Ekonomi juga cakupan urusan keuangan rumah tangga. Tingkat ekonomi mempengaruhi pemakaian jenis alat kontrasepsi. Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi yang diperlukan akseptor harus menyediakan dana yang diperlukan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekonomi adalah ilmu mengenai azas-azas produksi, distribusi dan pemakaian barang-barang serta kekayaan, pemanfaatan uang, tenaga, waktu dan sebagainya yang berharga. Pemerintah memberkan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat dengan status ekonomi yang rendah dapat menggunakan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Pemerintah juga memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja melalui Jamsostek ataupun Askes sehingga pada saat keadaan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan membutuhkan perawatan medis, tenaga kerja dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Usia Usia adalah lama waktu hidup sejak dilahirkan. Pola penggunaan kontrasepsi haruslah sesuai dengan tahapan usia agar dapat mewujudkan pelayanan yang aman dan bermutu. Pola dasar penggunaan kontrasepsi menurut dr. Hanafi Hartanto adalah sebagai berikut : a. Fase menunda/ mencegah kehamilan

14

1)

Umur dibawah 20 tahun adalah usia yang sebaiknya tidak

mempunyai anak dulu karena berbagai alasan 2) 3) tinggi 4) oral Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan pada fase ini adalah: 1) Reversibilitas yang tinggi artinya kembalinya kesuburan dapat terjamin hampir 100% karena pada masa ini peserta belum mempunyai anak 2) Efektifitas yang tinggi karena kegagalan akan menyebabkan Penggunaan IUD mini bagi yang belum mempunyai anak pada masa Prioritas penggunaan kontrasepsi pil oral karena peserta masih muda Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda

masih tinggi frekuensi bersenggama, sehingga akan memiliki kegagalan

ini dapat dianjutkan terlebih bagi calon peserta dengan kontraindikasi pil

terjadinya kehamilan dengan resiko tinggi dan kegagalan ini merupakan kegagalan program b. Fase menjarangkan kehamilan 1) Umur diantara 20-30 tahun merupakan usia terbaik untuk

mengandung dan melahirkan 2) Segera setelah anak pertama lahir maka dianjurkan untuk memakai

IUD sebagai pilihan utama 3) Kegagalan yang menyebabkan kelahiran cukup tinggi namun disini

kurang berbahaya karena yang bersangkutan berada pada sisa melahirkan yang baik 4) Disini kegagalan kontrasepsi bukanlah kegagalan program

Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan pada fase ini adalah: 1) Efektifitas cukup tinggi

15

2)

Reversibilitas cukup tinggi karena peserta masih mengharapkan

mempunyai anak lagi 3) Dapat dipakai 2-4 tahun yaitu sesuai dengan jarak kehamilan yang

direncanakan 4) anak c. Fase menghentikan/ mengakhiri kehamilan Alasan mengakhiri kesuburan : 1) Ibu-ibu diatas usia 30 tahun dianjurkan untuk tidak hamil atau tidak mempunyai anak lagi karena alasan medis dan alasan lainnya 2) 3) Pilihan utama adalah kontrasepsi mantap Pil oral kurang dianjurkan karena usia itu yang relatif tua dan Tidak menghambat ASI karena ASI adalah makanan terbaik untuk

bayi sampai umur 2 tahun akan mempunyai angka kesakitan dan kematian

mempunyai kemungkinan timbulnya efek samping dan komplikasi Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan pada fase ini adalah: 1) Efektifitas sangat tinggi, kegagalan menyebabkan terjadinya kehamilan dengan resiko tinggi ibu dan anak 2) 3) Dapat dipakai untuk jangka panjang Tidak menambah kelainan yang ada (Hartanto, 1996)

Paritas Paritas adalah jumlah bayi hidup yang pernah dilahirkan. Program KB harus

dilaksanakan secara intensif untuk menurunkan angka fertilitas dan membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Salah satu pernyataan dalam NKKBS adalah pernyataan tentang jumlah anak yang sebaiknya dimiliki yaitu 2 anak cukup. Laki-laki atau perempuan sama saja. Keluarga kecil dengan dua

16

anak akan memberi dampak positif terhadap masalah kependudukan, perhatian orang tua terhadap anak, sosial ekonomi keluarga dan lain sebainya (Siregar, 2003).

2.1.4. Akseptor KB Akseptor KB (peserta Keluarga Berencana/ family planning participant) ialah PUS yang mana salah seorang menggunakan salah satu cara/ alat kontrasepsi untuk pencegahan kehamilan (BKKBN, 2007; Data Statistik Indonesia, 2008). Macammacam akseptor KB yaitu : Akseptor KB baru Akseptor KB baru adalah pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/ alat konrasepsi dan/ atau pasangan usia subur yang menggunakan kembali salah satu cara/ alat kontrasepsi setelah mereka berakhir masa kehamilannya (baik kehamilan yang berakhir dengan keguguran, lahir mati ataupun lahir hidup). Akseptor KB aktif Akseptor KB aktif lama adalah akseptor yang pada saat ini memakai kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan (Diskes Jawa Barat, 2009). 2.1.5. Puskesmas Puskesmas adalah unit organisasi pelayanan kesehatan yang memerkan pelayanan promotif, pereventif, kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau dalam suatu wilayah kerja Kecamatan/ sebagian di Kotamadya/ Kabupaten. Kegiatan Pokok Puskesmas Sesuai dengan kemampuan tenaga maupun fasilitas yang berbeda-beda, maka kegiatan pokok yang dapat dilaksanakan oleh sebuah puskesmas akan

17

berbeda pula. Namun demikian kegiatan pokok puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.

KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)

2. Keluarga berencana (KB) 3. Usaha peningkatan gizi 4. Kesehatan lingkungan 5. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6. Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Penyuluhan kesehatan masyarakat 8. Kesehatan sekolah 9. Kesehatan olah raga 10. Perawatan kesehatan masyarakat 11. Kesehatan kerja 12. Kesehatan gigi dan mulut 13. Kesehatan jiwa 14. Kesehatan mata 15. Labolatoriun sederhana 16. Pencatatan dan pelaporan dalam rangka system informasi kesehatan 17. Kesehatan usia lanjut 18. Pembinaaan pengobatan tradisional Pelaksanaan kegiatan pokok puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil. Puskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagian dari masyarakat wilayah kerjanya.

18

Fungsi Puskesmas

1. Sebagian pusat pengembangan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya 2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat 3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat kerjanya (faktor-faktor yang mempengaruhi keengganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas) (Depkes. RI. 1992).

2.2. Kerangka Konsep

Usia akseptor

Paritas

Ekonomi

Pengguna an Kontrasep si

Prevalensi

19

2.3. Batasan Operasional 2.3.1. Definisi Operasional Kontrasepsi adalah suatu upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara ataupun menetap. 2.3.2. Data yang Dikumpulkan a. Nama pasangan usia subur Nama pasangan usia subur yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi b. Jenis akseptor KB Akseptor akseptor KB adalah pasangan usia subur yang sedang menggunakan salah satu metode atau alat kontrasepsi. Akseptor KB terbagi dua yaitu akseptor KB lama dan akseptor KB aktif. c. Usia akseptor Usia akseptor dikelompokan menjadi usia 20 tahun, usia antara 20-30 tahun dan usia lebih dari 30 tahun. d. Paritas Paritas dikelompokan menjadi paritas 0-1, paritas 2, dan paritas lebih dari 2. e. Ekonomi Status ekonomi pada penelitian ini dilihat dari cara pembiayaan pelayanan para peserta KB yaitu dana pribadi, pembiayaan melalui Jamkesmas, Jamsostek, dan Askes.