Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MODEL INCREMENTAL Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Kebijakan Publik Dosen Pengampu : Dra. R.

Ginting

Nama Kelompok: 1.Arni Octaviana A 2.Aziz Soraya 3.Faulia Ayuna N 4.Puji Hermanto 5.Yus Susanto (09210185) (09210187) (09210196) (09210211) (09210220)

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN IKIP PGRI SEMARANG 2011

A.Pengertian model incremental Model Incremental adalah pembuatan kebijakan yang melalui proses politisi dimana didalamnya ada tawar menar dan kompromi untuk kepentingan para pembuat keputusan sendiri. B.Model Incremental. Sebagaimana telah disinggungdimuka, Herbert A. Simon menyatakan bahwa rasionalisme (mksudnya model rasional komprehensif) yang di dasarkan atas konsep economic man dipandang sebagai suatu model yang tidak tepat (inappropriate) di dalam mempelajari pembuatan keputusan, dan ia menawarkan model lain yang di sebut the principle of bounded rationality atau statisficing yang didasarka atas konsep administratrive man yang dianggap sebagai model yang lebih realistis karena administrative man mengakui atas keterbatasan-keterbatasan yang ada padanya,dimana hal ini tidak demikian pada economic man. Administrative man mengakui akan keterbatasanketerbatasan pengetahuan dan keahliannya, sehingga ia tidak akan mampu

mempertimbangkan semua nilai-nilai sosial serta dampaknya secara detail dan selalu di bimbing oleh sistem nilai dan rasa tanggungjawab untuk mencapai tujuan di dalam memilih alternatif-alternatif kebijaksanaannya. Sehubungan dengan itu maka Administrative man berpikir secara pragmatis dan kebanyakan manusia menurut kenyataan berpikir demikian. Aministrative man cukup memuaskan diri dengan memilih sesuatu alternatif yang cukup baik. Oleh karena itu administrative man menggunakan strategi disjointed incrementalism sebagai model pembuatan keputusan yang paling baik. Model disjointed incrementalism atau disingkat incremental didasarkan atas teori seorang sarjana ekonomi Charles E. Lindblom yang menjelaskan tentang proses pembuatan keputusan didalam karyanya yang berjudul The Science of Muddling Through. Incremental model ini memandang kebijaksanaan negara sebagai suatu kelanjutan kegiatan-kehiatan pemerintah dimasa lalu dengan hanya mengubahnya sedikit-sedikit. Model incremental ini merupakan kritik dan perbaikan terhadap model rasional komprehensif. Kritik terhadap model rasional komprehensif akhirnya melahirkan model penambahan atau inkrementalisme.Model ini lebih bersifat deskriptif dalam pengertian model ini menggambarkan secara actual cara-cara yang dipakai para pejabat dalam pembuat keputusan.model incremental /penambahan merupakan hasil dari praktik-praktik yang diterima secara luas dikalangan pembentuk kebijakan publik.Landasan pokok rasional dari

model ini adalah bahwa perubahan incremental memberikan tingkat maksimal keamanan dalam proses perubahan kebijakan.Semua pengetahuan yang bias dipercaya didasarkan pada cara satu-satunya untuk mengambil keputusan tanpa mengambil resiko dengan melanjutkan kebijakan sesuai dengan arah tujuan kebijakan lama-membatasi pertimbangan-pertimbangan kebijakn alternatif dengan kebijakan-kebijakan yang secara relatif mempunyai tingkat perbedaan yang kecil dengan kebijakan yang sekarang yang berlaku,menurut model ini,kebijakan atau keputusan selalu bersifat serial,fragmentary,dan sebagian besar remedial. Sebagai contoh untuk aplikasi model incremental bias kita lihat pada masalah defisit pangan nasional yang terjadi di Indonesia,dan dari waktu kewaktu selalu dipecahkan oleh pemerintah melalui kebijakan peningkatan produktivitas dan produksi pertanian pangan padi secara nasional.jika terjadi difisit pangan,pemerintah segera impor beras dari Negara-negara lain penghasil beras. Kebijakan pemerintah yang mendasarkan model incremental ini tentu saja tidak efektif karena memecahkan persoalan pangan hanya untuk semantara waktu.selain itu,implikasi dari impor beras sangat merugikan kepada kaum petani penghasil padi karena harga beras yang sempat naik dan membuat membuat mereka bersuka cita,lantas cenderung segera pula anjlok sehingga membuat para petani menangis,karena kenaikan harga beras dalam negeri yang sifatnya sementara itu tidak mempunyai pengaruh apapun bagi perperbaikan kehidupan mereka.Oleh karena itu pemerintah tidak hanya harus segera tanggap tergadap fenomena kependudukan saat ini,tetapi perlu segera melakukan inovasi kebijakan pangan nasional dengan melakukan kebijakan terobosan,yang dalam hal ini adalah kebijakan diversifikasi pangan secara nasional.Sungguh tidak masuk akal dan tidak bias dipahami bahwa kebijakan pertanian pangan diindonesia yang telah dengan gencar dan semangat menggebu-gebu pada tahun 1969 dan sempat menjadi prioritas dan bias mencapai swasembada pangan,justru ini menghasilkan anti klimaks,yang berupa tindak kunjung selesainya persoalan pangan dan kesejahteraan para petani. Padahal Negara-negara lain,seperti korea selatan dan Taiwan,kebijakan pertanian kebijakan pangan bias berhasil,dan mengantarkan Negara-negara itu memasuki tahap perkembangan industri dan perdagangan.Dibandingkan dengan Negara-negara itu,Indonesia merupakan Negara pertanian terbesar di Asia Tenggara.Namun kritik-kritik mereka terhadap model incremental yang mengatakan bahwa model ini tidak mendorong pembuat keputusan untuk melakukan inovasi dalam mencari alternatif-alternatif optimal,dan kenyataan menunjukkan bahwa model ini tidak member peluang untuk beradaptasi dan mengatasi

kondisi-kondisi darurat dari sebuah masyarakat modern yang kompleks dan sedang mengalami perubhan yang cepat.Singkatnya argumen pokok wildavsky adalah bahwa proses penganggaran belanja mempunyai alternative terbatas.Hanya penyesuaian-penyesuaian yang secara relative kecil dari anggaran belanja sebelumnya bias dibuat yang dianut rasional komperehensif terhadap model incremental: Karena hanya membenarkan untuk mengadakan perubahan-perubahan yang kecil,model incremental hanya berorientasi. Sasaran-sasaran atau tujuan-tujuan yang tepat biasanya tidak ditentukan terlebih dahulu. Facrtor-faktor yang penting yang akan berpengaruh terhadap keputusan sering kali tidak diperhatikan /tidak dipertimbangkan oleh pembuat keputusan Tekanan-tekanan dari kelompok kepentingan terlampau berpengaruh,dimana hal ini sebenarnya tidak diinginkan. Koordinasi sulit dilaksanakan,karena satu keputusan mungkin berpengaruh pada banyak keputusan yang lain. Biasanya,perhatian kurang diberikan pada pentingnya/kebutuhan yang efesiensi. Incremental terlampau mudah mengabaikan kebutuhan untuk membuat rencana dan hanya memulai progama-progama yang baru pada skala kecil atau atas percobaan. Inkremental sering sulit atau tidak mungkin menyampaikan kepada orang-orang lain tentang alasan-alasan. model

Perbedaan Rasional-Komprehensif dan incremental Rasional Komprehensif Incremental

1 1. Penemuaan nilai-nilai dan tujuan-tujuan 1.Pemilihan bebeda dari dan biasanya merupakan prasyarat untuk mengadakan analisis

2 nilai-nilai/tujuan-tujuan dan

analisis empiris terhadap tindakan yang diperlukantidak berbeda satu sama lain

empiris terhadap alternatif kebijakanaan

alternatif

tetapi saling berkaitan

2. Perumusan kebijaksanaan oleh karenanya 2. Karena cara dan tujuan tidak berbeda, didekati melalui analisan cara tujuann. Pertama tujuan ditentukan kemudian maka analisa cara-tujuan seringkali tidakn tepat atau terbatas

dicari cara-cara untuk mencapai yujuantujuan itu

1 dikatakan baik ditentukan atas dasar pemilihan cara-cara yang paling tepat untuk pencapaian tujuan yang diinginkan

2 baik bila pelbagai pembuatan keputusan itu melakukan, memberikan kesepakatan secara langsung terhadap kebujaksanaan yang dibuat(tanpa mereka harus setuju

3. Penentuan suatu kebijaksanaan dapat 3.Penentuan suatu kebijaksanaan dikatakan

bahwa itulah cara terbaik untuk mencapai tujuan)

4.

Analisa

dilakukan setiap penting

secara 4. Analisa dibatasi secara drastis: faktor harus Tidak/kurang mempertimbangkan untuk

paripurna/komprehensif; yang relevan dan

kemungkinan-kemugkinan

dipertimbangkan secara seksama

memperoleh hasil yang paling penting Tidak/kurang memprhatikan

alternatif-alternatif kebijakan yang paling potensial Tidak/kurang memprhatikan nilai-

nilai yang paling berpengaruh

5. Sangat di dasarka pada teori

5. Serangkaian kegiatan membandingkan kebijaksanaan yang lama dengan yang baru banyak peranan teori. mengurangi/menghilanhkan

Secara singkat Terry W. Hartle menyimpulkan karakteristik keputusan sebagai berikut:

inkremental

Pembuat keputusan tidak berupaya/berusaha meneliti dan menilai secara konprehensif semua alternatif,melainkan memusatkan perhatiannya hanya pada kebijaksanaankebijaksanaan yang berada secara inkremental(berbeda sedikit) dengan

kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ada terdahulu. Hanya sejumlah kecil alternatif-alternatif kebijaksanaan yang dipertimbangkan. Setiap alternatif kebijaksanaan,hanya sejumlah konsekuensi-konsekuensi akibatakibat kebujaksanaan penting yang terbatas saja yang dinilai Setiap masalah yang menantang pembuat keputusan secara terus menerus diredifinisiksn. Inkrementalisme memberi kesempatan penyesuaian tujuan-cara dan cara-tujuan yang tidak ada hentinya dengan tujuan agar masalahnya dapat diselesaikan secara lebih mudah. Tidak akan ada putusan atau pemecahan masalah yang dianggap benar, tetapi merupakan serangkaian serangan yang tidak pernah ada hentinya terhadap masalah yang ada melalui serangkaian analisa dan penilaian. Sehubungan dengan itu, maka pembuat keputusan inkremental digambarkan bersifat mengobati (remidial), lebih diarahkan pada pemecahan masalah-masalah sosial yang konkrit yang ada sekarang dan bukannya untuk meningkatkan pencapaian tujuantujuan sosial di masa yang akan datang. Menurut Lindblom karena pembuat keputusan selalu diliputi dengan keterbatasan waktu, kecakapandan biaya maka ia tidak mungkin dapat menganalisa semua nilai-nilai dan tujuan-tujuan masyarakat, keseluruhan alternatif-alternatif kebijaksanaan beserta

konsekuensi-konsekuensinya, menilai rasio-biaya-keuntungan secara detail,menyusun urutanurutan alternatif kebijaksanaan berdasarkan rasio biaya keuntungan dan kemudian membuat keputusan sesuai dengan informasi yang relevan. Menyadari adanya keterbatasanketerbatasan yang ada pada pembuat keputusan, maka model inkremental hanya memusatkan perhatiannya pada modifikasi secara sedikit-sedikit atas kebijaksanaan yang ada sebelumnya. Jadi yang menjadi landasannya adalah pada evaluasi dan analisa empiris terhadap progama-

progama, kebijaksanaan-kebujaksanaan negara yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan menambah, mengurangi, memodifikasi sedikit progama-progama, kebijaksanaan-

kebijaksanaan, pengeluaran-pengeluaran negara tadi untuk dasar pembuat keputusan yang baru.Kebijakan baru tersebut merupakan variasi dari kebijaksanaan-kebijaksanaan masa lalu. Hal ini dilakukan oleh pembuat kebijaksanaan karena mereka tidak memiliki cukup waktu, keahlian dan dana untuk menyelidiki semua alternatif-alternatif kebijaksanaan yang ada.Pembuat keputusan inkremental menerima begitu saja kebijaksanaan yang terdahulu sebagai dasar pembuatan kebijaksanaan baru bila terdapat ketidakpastian tentang konsekuensi-konsekuensi atas kebijaksanaan yang baru tersebut.Dari pada kesulitan meramalkan konsekuensi-konsekuensi kebijaksanaan baru, lebih baik mendasarkan diri pada kebijaksanaan-kebijaksanaan lama yang sudah dikenali konsekuensi-konsekuensinya. Disamping itu menurut paham inkremental, apabila kebijaksanaan yang terdahulu menyangkut investasi yang besar yang sulit diubah, maka dengan tanpa memandang kemanfaatan investasi tersebut, maka pembuatan keputusan tidak akan menganalisa dan menilai kkonsekuensi-konsekuensi itu, tetapi hanya sekedar memilih alternatif-alternatif yang menyebabkan perubahan pisik,ekonomi, organisasi dan administrasi yang kecil. Kebaikann model inkremental mendapat pujian dari berbagai macam pihak,seperti : a. Anderson mengatakan: Inkrementalisme secara politis adalah tepat karena ia akan lebih mudah mencapai kesepakatan bila masalah-masalah yang dipertentangkan diantara pelbagai macam kelompok hanyalah sekedar modifikasi atas progamaprogama yang telah ada daripada masalah-masalah kebijaksanaan yang sangat besar sifatnya atau yang sulit diamati sifatnya. b. Thomas Dye mengemukakan pendapat yang hampir sama dengan hal diatas: Manusia jarang sekali berbuat sesuatu untuk memaksimalkan semua nilai-nilainy, lebih sering mereka berbuat untuk memuaskan tuntutan-tuntutan tertentu saja.Manusia adalah pragmatis yaitu mereka jarang mencari satu cara yang baik, tetapi mereka akan berhenti mencari setelah menemukan suatu cara yang dapat berjalan dengan baik.Usaha pencarian ini biasanya dimulai dengan apa yang telah mereka kenali sebelumnya yaitu alternatif-alternatif yang mirip dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terdahulu/sebelumnya c. John Rehfuss mengatakan: Sistem pembuatan kebijaksanaan inkremental yang ada sekarang di Amerika Serikat memiliki banyak pendukung.Kebanyakan para birokrat

tingkat tinggi dan menengah disesuaikan dengan jenjang pemerintahan khususnya di pemerintahan federal adalah penganut paham inkremental, karena interes mereka pada umumnya dipandang bercirikan pada sistem pembuatan keputusan tersebut. d. George C. Edwards III Atas dasar itu nampak jelas sekali bahwa model inkremental sangat menekankan pada perumusan kebijaksanaan secara inkremental yaitukeputusan kebijaksanaan (policy decisions) tidak dibuat sekali dan untuk selamanya (once and for all) tetapi secara terus menerus dirumuskan kembali dalam suatu rangkaian proses inkremental.melalui proses inkremental yang sederhana,pembuat kebijaksanaan akan dapat menilai dan mengerti konskuensi konsekuensi marginal alternatif kebijaksanaan yang terdahulu sebagai awal kegiatanya. Hasil dari kegiatan awal ini dipakai sebagai dasar untuk mengadakan perubahanperubahan inkremental terhadap pembuatan kebijaksanaan yang baru.untuk itu diperlukan semua informasi dan tidak menentukan analisa yang komprehensif.dengan demikian pembuatan keputusan terasa sederhana dan mudah dilaksanakan. Seranagan yang gencar terhadap model inkramental ini tentu saja berasal dari lawan modelnya yaitu penganut model rasional komprenhesif.berikut kritik penganut model rasional komprehensif terhadap model inkrementa: a. Karena ia hanya membenarkan untuk mengadakan perubahan perubahan yang kecil,dan hanya mengngangap bahwa progam-progam dan prosedur prosedur yang ada sekarang jauh lebih baik atau sedikit-dikitnya lebih dapat di praktekan dari pada progam progam dan prosedur prosedur yang didasarkan pada model rasional. b. Sasaran sasaran atau tujuan tujuan yang tepat biasanya tidak ditentukan terlebih dahulu,maka penilaian terhadap progam akan menjadi sulit atau tidak m ungkin dilakukan. c. Faktor faktor yang penting akan berpengaruh terhadap keputusan sering kali tidak diperhatikan atau tidak dipertimbangkan oleh pembuat keputusan,lebih lebih lagi penyimpangan (biasa) pribadi atau profesi pembuatan keputusan sering berpengaruh pasa keputusan keputusanya. d. Tekanan-tekanan dari kelompok kepentingan terlampau berpengaruh, dimana hal ini sebenarnya tidak diinginkan karena semua individu-individu tidak secara tepat

yerwakili oleh kelompok kepentingan, dan semua kelompok-kelompok yang mungkin mempunyai suatu kepentingan dalam keputusan tidak dimintakan saran-sarannya. e. Koordinasi sulit dilaksanakan, karena satu keputusan mungkin berpengaruh pada banyak keputusan yang lain, tetapi perhatian yang sistematis biasanya tidak diberikan untuk meramalkan dampak-dampak tersebut. f. Biasanya perhatian kurang diberikan pada pentingnya/kebutuhan dan efisiensi, dimana dana dikeluarkan dengan tanpa diikuti ukuran keuntungannya. g. Inkremental terlampau mudah mengabaikan kebutuhan untuk membuat rencana dan hanya melalui progama-progama baru pada skala kecil atau atas dasar percobaan/eksperimen. h. Inkremental sering sulit atau tidak mungkin menyampaikan kepada orang-orang lain tentang alasan-alasan mengapa keputusan itu dibuat. Kendatipun banyak pihak yang sependapat dengan kritik inkremental terhadap rasional komprehensif,tetapi sebaliknya kritik rasional komprehensif terhadap model inkremental sebagaimana telah diterangkan diatas,telah menyebabkan orang mencari alternatif lain untuk mengatasi kelemahan kelemahan yang ada pada kedua model sebelumnya.maka munculah pendekatan baru yang disebut mixed scanning. Diagram kenaikan gaji pemerintah tiap tahun :

40 35 30 25 20

15
10 5 0 2008 2009 2010 2011

Contoh kasus: Pemerintah berencana menaikkan gaji presiden, menteri, dan para pejabat negara pada tahun 2001. Kebijakan ini di berlakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dan kinerja para pejabat negara. Melalui Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara intrsumen yang akan dijadikan dasar untuk mengatur kenaikan gaji tersebut telah disiapkan. Namun penentuan besarnya nominal gaji akan ditentukan oleh Departemen Keuangan, adapun beberapa pertimbang yang dijadikan dasar kenaikan gaji presiden, menteri, dan para pejabat negara yakni, kenaikan gaji berkala yang sudah sejak lama tidak diberikan kepada presiden dan pejabat negara. Sejak lima tahun lalu, gaji presiden dan pejabat negara tidak pernah mengalami kenaikan padahal kebutuhan semakin meningkat, selain itu kenaikan juga dipertimbangkan dari kinerja masing-masing pejabat negara. Karena itu Kemeneg PAN telah menyusun pedoman berdasarkan kinerja.

DAFTAR PUSTAKA Abdul Wahab,Solichin..1990.Pengantar Analisis Kebijakan Negara,Rineka Cipta:Jakarta Ginting,Rosaliana.2012.Kebijakan Publik,IKIP PGRi: Semarang Islamy,M Irfan.1984. Prinsip Prinsip Perumusan Kebijakan Negara,bumi aksara: Jakarta