Anda di halaman 1dari 16

I.2.

KONFIGURASI

JARINGAN

Gbr. I.2. :

Konfigurasi jaringan secara teoritis : (a) Mesh (b) Bush (c) Ring (d) Star (e) Tree

Hubungan komunikasi antara 2 pelanggan dari sentral yang berbeda dapat terjadi bila diantara ke-2 sentral S dimaksud tersedia jaringan komunikasi yang punya alternatif konfigurasi seperti terlihat pada gbr I.2, yakni :

1. MESH / MATAJALA Jaringan ini mempunyai sifat khusus / karakteristik sbb : a. Setiap pelanggan terhubung langsung ke pelanggan lainnya. b. Setiap potongan saluran mempunyai kualitas yang sama. c. Jika jumlah pelanggan adalah n, maka : Setiap pelanggan butuh (n 1) potongan saluran agar terhubung ke pelanggan lainnya.

Jumlah potongan saluran N = n (n 1) d. Untuk jumlah n yang besar, konfigurasi ini tidak ekonomis. Misal bila jumlah pelanggan adalah n = 10.000, berarti jumlah potongan saluran yang dibutuhkan : N = n (n 1) = 500 (9999) = 49.999.5000 50 juta potongan saluran.

2. BUS dan RING Jaringan ini mempunyai sifat khusus / karakteristik sebagai berikut : a. b. c. d. e. Hanya terdapat satu saluran penghubung Setiap pelanggan terhubung langsung ke saluran penghubung Setiap saat hanya satu pasang pelanggan yang dapat berkomunikasi. Konfigurasi ini paling ekonomis Ditinjau dari komunikasi telepon secara normal dimana dalam waktu bersamaan sejumlah pasang pelanggan bisa berhubungan, maka konfigurasi ini tidaklah memenuhi syarat. f. Konfigurasi ini hanya cocok untuk Local Area Network yang melayani transmisi data jarak dekat. 3. STAR / BINTANG Jaringan ini mempunyai sifat khusus / karakteristik sebagai berikut : a. Setiap pelanggan terhubung ke Pusat Switching (Switching Centre) b. Tergantung kemampuan Switching Centre, maka sejumlah pasangan pelanggan dapat berkomunikasi dalam waktu bersamaan. c. Bila terdapat n pelanggan, maka jumlah potongan saluran N = n. d. Konfigurasi ini lebih ekonomis dibanding dengan Mesh Network (tanpa menghitung biaya pengadaan Switching Centre) e. Untuk jumlah pelanggan n yg besar, biaya investasi masih tetap tinggi. 4. TREE Sifat khusus/karakteristik konfigurasi jaringan pohon sebagaimana terlihat pada gbr. I.2.e. adalah sbb : a. Jaringan terdiri atas beberapa kelompok jaringan kecil yg membawahi sejumlah pelanggan. b. Setiap kelompok jaringan kecil dilayani oleh satu switching centre / exchange sehingga untuk n buah sentral / exchange dibutuhkan (n 1) potongan saluran. c. Kualitas dari potongan saluran haruslah semakin baik bila tingkatannya, semakin tinggi, disebabkan beban trafiknya yang semakin besar.

d. Untuk n jumlah sentral yang sama, konfigurasi jaringan bintang butuh jumlah potongan saluran yang lebih sedikit dibanding dengan konfigurasi matajala. Buat contoh sendiri.

Gbr. I.3. : Pembagian wilayah sentral dari single exchange menjadi multi exchange

Keterangan : Bertambahnya pelanggan menyebabkan jumlah potongan saluran juga meningkat, sehingga jaringan star (bintang) tidak lagi ekonomis. Investasi saluran pelanggan bisa ditekan bila jaringan dibagi atas beberapa kelompok jaringan bintang yg kecil yang masing-masing dilayani oleh suatu exchange, sebagaimana terlihat pd gbr I.3. Selanjutnya pelanggan yang berada dalam exchange yang berbeda dapat saling berhubungan bila kedua exchange tersebut dihubungkan oleh junction seperti terlihat pada gbr I.4.

Gbr. I.4. : Junction sebagai penghubung antar sentral

Untuk exchange yang berjumlah besar, akan terbentuk junction network sebagai jaringan penghubung antar sentral, dimana junction network ini dapat berupa konfigurasi mesh / star ataupun kombinasi dari keduanya dan untuk jumlah n yg besar, maka investasi dapat ditekan dengan tandem exchange sebagaimana terlihat pada gbr. I.5. Pada Gbr I.5. terdapat 9 Local Exchange dan 1 Tandem Exchange dengan konfigurasi kombinasi matajala dan bintang memperlihatkan bhw hubungan pembicaraan antar 2 pelanggan dari sentral yang berbeda berlangsung melalui : Tandem exchange bila trafik antar sentral relatif kecil. Lintasan langsung bila trafik antar sentral relatif besar.

Gbr. I.5. : Junction network suatu Multi Exchange Area yang dilengkapi Tandem Exchange T.

Secara ideal Jaringan Telekomunikasi Nasional mempunyai hirarki : 1. Local Network / Jaringan Lokal Dari gbr I.7 terlihat bahwa jaringan lokal adalah saluran penghubung antar pelanggan dgn Local Exchange atau Local tandem Exchange. Jaringan lokal ini biasa juga disebut jaringan distribusi / pelanggan.

2. Trunk Network / Toll Network Trunk Network adalah jaringan yang berfungsi untuk melayani hubungan jarak jauh antar Local Area disuatu wilayah negara. Pada Gbr I.7 terlihat bhw Trunk Network ini berada diantara Local Tandem

Exchange dengan National Tandem Exchange. 3. International Network Jaringan yang menyediakan Sambungan Langsung International (SLI),shg sehingga memungkinkan pelanggan suatu Local Exchange utk melakukan hubungan international ke negara manapun. Jaringan ini berada diatas hirarki Gateway Exchange International. Beberapa hal yang perlu diperhatikan disini : 1. Beberapa istilah yg digunakan dalam pembahasan hirarki jaringan ini dpt dilihat sebagaimana terlihat pada tabel I.2.

Tabel I.2. Perbandingan istilah dalam hirarki jaringan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Amerika Utara Customers loop Central Office End Office Inter Office Trunk Junctor Toll Office Toll Network Inggeris Local Network Access Network Exchange Local Exchange Junction Trunk Trunk Exchange Trunk Network

2. Secara teoritis terlihat bahwa jaringan telekomunikasi nasional merupakan Tree Network / Jaringan pohon. Jumlah potongan saluran N yg dibutuhkan oleh konfigurasi Tree Network dapat ditentukan dengan pemisalan jika :

International Gateway Exch. membawahi p National Tandem Exch. Tiap National Tandem Exch. membawahi q Regional Tandem Exch. Tiap Regional Tandem Exch. membawahi r Local Tandem Exch. Tiap Local Tandem Exch. membawahi s Local Exch. Maka jumlah potongan saluran : N = p + pq + pqr + pqrs

3. Pesawat pelanggan dalam suatu jaringan komunikasi dapat berupa : Pesawat telepon tetap / mobile, facs atau PC. Pesawat telepon ekstention dengan PBX (Private Branch Exch,) yang mempunyai saluran intern untuk melayani pelanggan intern dalam jumlah tertentu sebagaimana terlihat pada gbr. I.8.a. Local Area Network (LAN) yang terhubung ke jaringan data seperti diperlihatkan pada gbr. I.8.b.

LOCAL EXCHANGE

PABX

a.

LOCAL EXCHANGE

PROVIDER

Pesawat telepon tetap

Pesawat telepon extension

b.
Pesawat telepon tetap Terminal Data / PC

Gbr. I.8.

Suatu Local Exchange dengan pelanggan berupa : (a) PBAX (b) LAN

1.6.1. JARINGAN LOKAL AKSES TEMBAGA

Jarlokat adalah suatu bentuk jaringan akses yang konfigurasinya seperti terlihat pada gbr. 1.10 terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Main Distribution Frame (MDF) Kabel primer Rumah kabel (RK) Kabel sekunder Kotak pembagi / Distribution Point (DP) Saluran Penanggal Terminal Batas Kabel rumah Terminal pelanggan

Berdasar kemampuannya maka Jarlokat dibedakan atas : 1. Jarlokat Murni Dalam operasionalnya jarlokat murni ini tidak menggunakan tambahan Perangkat aktif. 2. Jarlokat tidak murni Untuk meningkatkan kemampuan / kapasitasnya maka jarlokat tidak murni dilengkapi dengan perangkat tambahan, sehingga satu pair kabel dapat digunakan oleh beberapa sambungan terminal telepon/data sehingga unjuk kerja perangkat / saluran menjadi lebih baik.

1.6.2. JARINGAN LOKAL AKSES FIBER

Sebagaimana terlihat pada Gbr. 1.10, jarlokat mempunyai perangkat sbb :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Optical Line Terminal Equipment (OLTE) Passive Splitter (PS) Optical Network Unit (ONU) Kabel serat optik yang menghubungkan OLTE PS ONU Terminal pelanggan Kabel akses tembaga menghubungkan ONU dgn terminal pelanggan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. Mengingat kapasitas kanalnya yang besar serta masih mahalnya investasi jarlokaf, maka dalam aplikasinya jarlokaf sampai saat ini masih selalu dikombinasikan dengan jarlokat. 2. Karena jarlokaf terdpt diantara OLTE dan ONU, maka sesuai penempatan ONU aplikasi jarlokaf punya punya 2 kemungkinan, yaitu : Sebagai kabel primer, bila ONU ditempatkan di tahap RK. Dengan cara ini maka dari RK sampai ke pesawat / terminal pelanggan digunakan saluran tembaga. Sebagai kabel primer dan kabel sekunder, bila ONU ditempatkan ditahap DP. Dengan cara ini maka dari DP sampai ke terminal / pesawat pelanggan digunakan saluran tembaga.

I.6.3. JARINGAN AKSES RADIO

Sabagaimana terlihat pada gbr. I.10, jarlokar mempunyai perangkat sbb : 1. Pada pihak Sentral terdiri dari : Multiplexer Demultiplexer Transceiver 2. Pada pihak pelanggan terdiri dari : Transceiver

Multiplexer Demultiplexer Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Jarlokar adalah : 1. Pemanfaatan jarlokar terutama untuk mengatasi : Medan / kondisi lapangan yang berat untuk menggelar saluran fisis Kebutuhan yang mendesak 2. Berdasar jarak jangkau dan kapasitas kanalnya, jarlokar dibedakan atas : Jarak jangkau 5 km, contohnya Wireless Local Loop. Jarak jangkau 25 km, contohnya Telekomunikasi Pedesaan Jarak jangkau 40 km, contoh Ultraphone. 3. Frekuensi kerja bervariasi tergantung model dari jarlokar yang digunakan : Telekomunikasi Pedesaan : frekuensi (1,5 1,6) GHz Ultraphone : frekuensi (350 360) MHz.

Penjelasan : 1. Local Exchange / Sentral Lokal pada jaringan MEA Makassar a. Host sebanyak 3 buah yakni : MS1 Balaikota MS2 Mattoangin MS3 Panakkukang b. Remote Digital Line Unit (RDLU) sebanyak 7 buah yakni : MS4 Kima MS8 Sudiang MS5 Sungguminasa STO Maros MS6 Antang STO Malino MS7 Tamalanrea 2. Sesuai kebutuhannya maka beberapa junction antar Host merupakan kombinasi dari saluran fisis dan radio link. Hal ini selain berdasar pertimbangan kebutuhan, juga pertimbangan back-up mempertahankan keandalan hubungan komunikasi.

3. Dari gbr. I.11. terlihat bahwa junction yang terdapat dalam jaringan MEA Makassar : a. Saluran fisis koaxial menghubungkan Host MS1 dan Mks Trunk MST b. Radio link yang menghubungkan : RDLU Maros dengan Host MS1RDLU Malino dengan Host MS4 c. Saluran fisis serat optik digunakan untuk menghubungkan : Antar Host : MS1 dan MS2, MS1 dan MS3, MS1 dan MS4 MS2 dan MS3, MS2 dan MS4 MS3 dan MS4 Host dengan RDLU : MS2 dengan RDLU-nya : MS5 MS3 dengan RDLU-nya : MS6, MS7 dan MS8. 4. Semua Host terhubung ke MST guna melayani sambungan SLJJ / SLI. 5. Semua RDLU terhubung ke MST melalui Host-nya masing-masing. I.9. JARINGAN TRUNK DAERAH TELEKOMUNIKASI MAKASSAR

KONFIGURASI NETWORK KANDATEL MAKASSAR


POSISI : DESEMBER 2006
RDLU WTP 7374 SST 0481 21-28XXX
V.52 3902 SST 0481-291XXXX CALLCENTRE ACCESS CODE 147

8 DLU-32E1
20

18 ONU-20E1
4E1-R2

1E1 R2

SIGERI
10 STK1000-200 SST 0410 320XXX

KANTOR DIVRE7
TKD-SS 10,000 SST 0411 272-273XXXX

VSAT 0411 401XXX

VSAT 0411 402XXX

RLU-36E1 6 ONU-24E1

N-RLU KIMA 8837 SST 0411 51XXXX V.52 3072 SST 0411-472XXXX N-RLU TAM 14,172 SST 0411 58-59XXXX V.52 3776 SST 0481 477XXXX N-RLU SUD 11,100 SST 0411 55XXXX V.52 4,896 SST 0411-481XXXX N-RLU ANT 7,536 SST 0411 49XXXX V.52 1,472 SST 0411-488XXXX TELKOMNET INSTAN ACCES CODE 080989999

RDLU MRS 3608 SST 0411 371-374XXX


V.52 3968 SST 0481-388XXX EXPRESINDO ACODE 20520,20557,20677,20588

4DLU-16E1
4E1-1SDL-BW

9 4E1 R2

20

RLU-55E1 10 ONU-32E1

11 ONU-16E1
1E1-R2

81 80

4E1 R2

RLU-31E1 9 ONU-41E1

RDLU TONASA 398 SST 0410 310XXX


NANGURANET ACCES CODE 202020

2E1-R2

1 DLU-2E1
2E1-R2

21E1-2SDL-BW

RLU-31E1
1E1-R2 15 23E1-BW

RDLU PKN 3106 SST 0410 21-22XXX & 323-324XXX


V.52 6272 SST 0410 231XXXX PERMATA (TELECONFERENCE) ACCES CODE 0411 370XXX

4 DLU-10E1 12 ONU-32E1

MAKASSAR TRUNK
BALAIKOTA 15

36E1-2SDL-BW

5 ONU-7E1

1E1-R2 6E1-R2

EWSD DE5.1.11
1E1-R2

15 1E1-R2 30 15

RDLU TKA 3062 SST 0418 21-22XXX & 323-324XXX


V.52 3360 SST 0418 232XXXX TELKOM MEMO ACCES CODE 2011,2012

4DLU-10E1 8 ONU-16E1

11E1-BW

15

30

BALAIKOTA
4E1-R2 EWSD DE5.2 113C-V14 25,234 SST 0411 31-33XXXX V52 - 5,376 SST 15 ONU-28E1 0411 365XXXX 15E1 2SDL BW

MSC FLEXI MS
SAMSUNG 501-503XXXX 504-505XXXX 506-509XXXX 56XXXXX 57XXXXX 23E1 2SDL BW

PANAKKUKANG
NEAX61 SIGMA 32,360 SST 0411 42-45XXXX V52 - 7,808 SST 18 ONU- E1 30 0411 466XXXX

RDLU JNP 2500 SST 0419 21-23XXX


V.52 2080 SST 0419 242XXXX PLN CALLCENTRE ACCES CODE 123

3DLU-12E1 6 ONU-10E1
1E1-R2 15

2 DLU-6E1 1 ONU-2E1

R-DLU SLY 1,780 SST 0414 21-22XXX V.52 351 SST 0414 232XXXX R-DLU BLK 4,080 SST 0413 81-84XXX V.52 4,384 SST 0413 2585-2589XXX R-DLU BTN 2,580 SST 0413 21-23XXX V.52 1,376 SST 0413 2424-2425XXX R-DLU SNS 25,298 SST 0411 84,86,88XXXX V.52 11,040 SST 0411 821-822XXXX

2 DLU-6E1
30 28E1-2SDL BW

21E1-2SDL-BW
16 ONU-18E1
15

RDLU SIN 2720 SST 0482 21-23XXX


V.52 3360 SST 0482 242XXXX INDOSATNET ACCES CODE 202001

4 DLU-16E1 12 ONU-14E1

MATTOANGING
30 EWSD DE5.2 113C-V14 28,210 SST 0411 83,85,87XXXX V52 - 6400 SST 16 ONU - 32 E1 0411 811XXXX

2 DLU-6E1
36E1-2SDL-BW 2E1-R2

4E1-R2

5 ONU-8E1

2E1-R2

TELKOM SMS ACCES CODE 080980000

30

4E1-1SDL-BW

46E1-2SDL-BW

20 DLU-30E1 24 ONU-60E1

ANI RESPONDER ACCES CODE 12012

15

1E1-R2

4E1-1SDL-BW

TELKOMNET INSTAN ACCES CODE 080989999

1 DLU-3E1
7E1-R2 2E1-R2 45

KENDARI
EWSD DE4-V9 9,486 SST 1,530 CCT 0401 32-33XXXX

PAREPARE
EWSD DE5-V14 41,856 SST 10,080 CCT 3E1-R2

R-DLU MAL 904 SST 0417 21XXX

TECC ACCES CODE 12077, 12099

Penjelasan singkat untuk berbagai sistem transmisi diatas adalah sbb : 1. SERAT OPTIK Serat optik digunakan sebagai saluran pembawa sehingga dgn demikian frekuensi kerjanya sama dengan frekuensi cahaya. 2. GELOMBANG MIKRO DIGITAL GMD merupakan komunikasi dengan frekuensi VHF dgn perambatan gelombang teresterial yang repeaternya berada dipermukaan bumi. 3. SINGLE CHANNEL PER CARRIER Sistem SCPC merupakan teknik transmisi FDMA dengan satu kanal suara untuk satu carrier yang dimodulasi secara FM. Makanya cara ini amat Cocok untuk komunikasi satelit yg melayani banyak stasiun bumi dengan trafik rendah 4. TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS

TDMA menggunakan slot frekuensi pada transponder satelit dengan cara multiple access, artinya semua stasiun bumi mempunyai carrier yg sama, akan tetapi dengan pembagian waktu yang berbeda. 5. INTERMEDIATE DATA RATE Merupakan komunikasi satelit dengan sistem transmisi digital FDMA dengan bit rate rendah yang menggunakan modulasi QPSK, dimana satu gelombang pembawa dapat membawa sejumlah kanal informasi.