Anda di halaman 1dari 3

UNFORGETTEN THE EXPERIENCE Matahari terlihat cerah, burung-burung tampak senang bermain di pohon, kududuk di taman sambil memandang

arah lambang IPM, rasa cinta kepada IPM semakin bertambah dan seolah-olah pernah bermimpi bahwasanya terbang mengarungi angkasa raya ketika membayangkan sosok menjadi seorang Fasilitator maupun Co-Fasilitator karena termotivasi oleh salah Seorang pemateri PKTM 1 yang mengucapkan kalimat yang pernah diucapkan oleh salah satu pendiri Organisasi Muhammadiyah bahwasanya Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Dan ingin merasakan bagaimana perasaan ketika berbicara di muka umum adalah salah satu tipe menjadi seorang pemimpin. Impianku mungkin tak terlalu hebat dengan apa yang anda bayangkan pada saat ini, impian ini sangat-sangat sederhana namun membakar semangat untuk berjuang ber-IPM. Setelah mengikuti PKTM 1 impian itu muncul lagi di benak saya yang hanya ingin menjadi seorang Fasilitator dan dapat berbicara di muka umum. Hari demi hari yang kulalui bersama dengan para pencinta IPM yang juga berimpian seperti apa yang saya impikan sekarang ini, berbagi cerita pengalaman Kakak-kakak Fasilitator adalah momen yang paling bagus ketika bertemu atau pengajian-pengajian yang dilaksanakan. Namun Hal yang paling lucu buat saya ketika saya bertemu atau kumpul bareng dengan kakak Fasilitator yang saya lakukan hanya terdiam sambil mendengarkan karena pada saat itu, kami masih takut-takut berkomunikasi kepada kakak-kakak Fasilitator atau dalam istilah gugup,saya tidak tahu apa penyebabnya. Namun, banyak sekali pengalaman yang tak

terlupakan mulai dari sedih,ceria,dll. Kata-kata yang membuat saya mengejar impian saya dengan sungguh-sungguh atau bekerja keras adalah berpikir besar,bukan dilihat dari segi besar otaknya tapi dilihat dengan seberapa besar orang itu berpikir tentang sesuatu,dan kemampuan seseorang bukan dilihat dari kecilnya badan,bukan dilihat dari tingginya badannya. Kemampuan seseorang dapat dilihat melalui pola cara berpikirnya. Berikut adalah pengalaman-pengalaman yang tak pernah saya lupakan ketika berjuang ber-IPM: Kabar yang tak terduga Kira-kira sepuluh bulan yang lalu, kami dari SMP MUHAMMADIYAH LIMBUNG mendapat kabar yang tak terduga yang pastinya sangat spektakuler. Dua sosok kakak Fasilitator pergi ke kelas kami, dan kami sempat bingung untuk apa mereka kemari. Ternyata tujuan mereka kemari adalah hanya ingin memberi info kepada kami bahwasanya akan ada dilaksanakna Pelatihan Kader Taruna Melati II yang dilaksanakan oleh kakak dari PD IPM GOWA yang di mana pada saat itu tes dilaksanankan di Bontonompo. Kami dari SMP MUHAMMADIYAH yang ikut hanya Tujuh peserta dan yang lolos Cuma dua orang, dan sebagai pembelajaran buat teman-teman agar terus berjuang atau berkiprah di organisasi tercinta. Dan hal yang paling lucu buat saya dan berkesan dengan teman-teman adalah pekerjaan yang sangat sempit yaitu berusaha mengingat-ingat atau mengasah kembali materi yang diberikan pada waktu PKTM I, padahal waktu

itu sepulang sekolah kami langsung ke tempat tes, jadi tidak ada waktu untuk belajar kembali. Stress gara-gara mikirin PKP Pada tanggal 31 desember 2011 Kak Adi, kak Agung, dan kak Fadli menginap di rumahku yang hanya ingin membahas rapat tentang PKP nanti yang diadakan oleh kakak PD IPM GOWA pada tanggal 2-6 Januari 2012. Hal inilah yang hampir membuat saya stress dengan tingkah laku mereka yang katanya ingin rapat namun yang dilakukan hanya bermain-main. Baru pertama kalinya saya akan ikut PKP jadi agak full seriusnya sehingga dalam benak saya berfikir bahwa apakah kita bisa menang atau nggak yah? Anggotanya saja mainmain,apalagi ketuanya. Dan apa yang ada di benak saya,saya ungkapkan sambil berbahasa Makassar, kak Adi,akkulle jaki anne ammeta punna kammantu gayata?tanya saya. sabbarak mamiko Fauzi,sanging ammeta-meta jaki antu. Dan betul apa yang dikatakan oleh Kak Adi pada akhirnya PC IPM LIMBUNG merebut kembali kemenangan yang ketiga kalinya. Seandainya kami tidak menang, bukan hanya saya yang stress, bahkan ketuanya pun mau ngamuk. :D