Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti saat ini, perusahaan dituntut untuk menjadi yang terbaik di segala bidang dan diharapkan bisa menjadi kompetitor yang unggul dibandingkan dengan perusahaan lain. Sebagai dasar dalam menjadikan sebuah perusahaan bisa bersaing ketat dengan perusahaan yang lain dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. PT. Srigunting adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan, yaitu perusahaan yang memproduksi bahan baku agar-agar. Perusahaan yang terletak di Lawang ini berdiri pertama kali pada tahun 1986. Mengingat semakin banyaknya kompetitor lain yang lebih besar seperti agar-agar Swallow yang lebih gencar dalam promosi maupun varian produk membuat Srigunting menjadi tersisih. Gaya kepemimpinan yang diterapkan di dalam perusahaan ini hendaknya menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui sikap memberikan motivasi kerja terhadap para karyawan. Untuk mewujudkan tujuan perusahaan diperlukan kepemimpinan yang dapat dijadikan suatu contoh bagi karyawan, dan bisa meningkatkan kinerja karyawan melalui motivasi kerja. Manajer dalam peranannya mengatur kinerja karyawan dalam perusahaan harus benar-benar terlatih dan memiliki kemampuan leadership/kepemimpinan yang kuat agar perusahaan mencapai tahap maksimal baik dalam kinerja maupun

pemenuhan targetnya. Sesuai dengan kemampuan pemimpin/manajer dalam memimpin karyawannya, maka perusahaan dapat memperoleh proses yang baik dalam mencapai target. Maju mundurnya perusahaan akan ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan seorang pemimpin dalam perusahaannya. Gaya kepemimpinan/leadership style yang diusung oleh manajer bermacam-macam, dan yang paling sering digunakan adalah transformational leadership/gaya leadership/gaya kepemimpinan kepemimpinan transformasional transaksional. Seorang dan transactional maupun

manajer

pemimpin perusahaan bebas memilih gaya kepemimpinan yang mereka kehendaki dalam mengarahkan bawahannya. Kebebasan tersebut tentunya didasari oleh kemampuan mereka dalam memahami perusahaan dan karyawan. Telah diperkenalkan oleh Burn (1978) yang merupakan penggagas teori kepemimpinan suatu model kepemimpinan yang mengkontraskan dengan kepemimpinan transaksional, yaitu Kepemimpinan transformasional.

Kepemimpinan transformasional dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan yang mampu mendatangkan perubahan di dalam diri setiap individu yang terlibat atau seluruh organisasi untuk mencapai performa yang semakin tinggi (Wijaya:2005). Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran tingkat tinggi yang dianggap melampui kepentingan pribadinya pada saat itu. Kepemimpinan transformasional pada hakekatnya menekankan seorang pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggungjawab mereka lebih dari yang mereka harapkan. (Burns dalam

http://teknikkepemimpinan.blogspot.com/2009/03/pengertian-kepemimpinanleadership.html) Kepemimpinan trasformasional merupakan kepemimpinan yang

kharismatik, kepemimpinan menciptakan visi dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui harapan. Kepemimpinan

transformasional terbagi ke dalam 4 dimensi yaitu: idealized influence, intellectual stimulation, inspirational motivation, dan individual consideration (Bass dan Avolio, 1994). Kinerja karyawan dapat meningkat sesuai dengan harapan apabila pemimpin dapat memotivasi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemimpin dalam memotivasi karyawan, sebagai contoh memenuhi kebutuhan para karyawan dalam pekerjaan maupun kebutuhan pribadi. Pemimpin yang berhasil memotivasi para karyawannya secara tidak langsung dapat mempermudah dalam mengarahkan karyawan untuk bersama mengatasi berbagai macam masalah yang ada di dalam perusahaan maupun dalam mencapai tujuan perusahaan. Davis dalam Mangkunegara (2005:67) mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan salah satunya adalah motivasi kerja dan juga gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pimpinan. Dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Drs. H Malayu S.P. Hasibuan mengungkapkan bahwa pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

Berdasar dari pemikiran dan kesimpulan para peneliti terdahulu, peneliti akan menelaah kembali mengenai kepemimpinan transformasional yang

sangatlah penting, dengan peranan kinerja karyawan melalui motivasi kerja untuk mencapai tujuan organisasi, maka peneliti memutuskan untuk melaksanakan

penelitian dengan judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja Pada Divisi Produksi PT. Srigunting

1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kondisi gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja, dan kinerja karyawan pada PT. Srigunting? 2. Apakah gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Srigunting? 3. Apakah gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pada PT. Srigunting? 4. Apakah motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Srigunting? 5. Apakah gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja melalui motivasi?

1.3 Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah hipotesis kerja atau (Ha). Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dan teori-teori yang ada. Dengan demikian, agar ada dasar berpijak dalam melakukan penelitian maka hipotesis alternatif yang di ajukan adalah : (H1) : Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan (H2) : Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja (H3) : Motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan (H4) : Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja

1.4 Manfaat Hasil Penelitian

Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan di bidang Manajemen sumber daya manusia dan bisa dijadikan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis a. Bagi pimpinan PT. Srigunting Hasil penelitian ini akan memberikan masukan bagi pimpinan perusahaan tentang pentingnya gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja.

b. Bagi Peneliti Lain Peneliti dapat mengintegrasikan ilmunya yang telah diperoleh selama pendidikan untuk dapat digunakan sebagai acuan kepada peneliti lain khususnya tentang pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja pada PT. Srigunting.

1.5 Definisi Operasional Definisi operasional merupakan bagian yang dapat memberikan penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan sehubungan dengan judul penelitian, yaitu : 1. Kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang dapat memberikan pengaruh pemimpin atau atasan terhadap bawahan, dimana bawahan merasakan kepercayaan, kebanggaan, loyalitas dan rasa hormat kepada atasan dan mereka dimotivasi untuk berbuat melebihi apa yang ditargetkan atau diharapkan yang diukur dengan empat dimensi yaitu Charisma, Inspiration,s, Intellectual Stimulation,
Individual Consideration.

2. Motivasi Kerja adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

3. Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok individu dalam suatu organisasi dalam periode waktu tertentu.