Anda di halaman 1dari 118

FARINGOLOGI

dr. WAHYU BM, SpTHT-KL,MSiMed

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

KELUHAN TENGGOROK
ODINOFAGIA DISFAGIA PANAS BATUK POST NASAL DRIP SESAK SERAK HALITOSIS HIPERSALIVASI

FARINGITIS FARINGITIS AKUT


SERING BERSAMA DENGAN TONSILITIS AKUT PENYEBAB TERSERING : KUMAN & VIRUS PENULARAN : UDARA & KONTAK LANGSUNG

KELUHAN
PANAS NYERI KEPALA/SELURUH TUBUH MUAL ODINOFAGIA DISFAGIA BATUK

TANDA
PANAS VASKULAR INJEKSI/HIPEREMIS EDEM DINDING FARING POSTERIOR PEMBENGKAKAN KELENJAR LIMFE REGIONAL

FARINGITIS KRONIK
PREDISPOSISI : PENGOBATAN YANG TAK ADEKUAT INFEKSI ORGAN SEKITAR IRITASI BERNAPAS MELALUI MULUT

FARINGITIS KRONIK HIPERTROPI


TERJADI PERUBAHAN PADA MUKOSA DINDING FARING POSTERIOR BERBENJOL-BENJOL AKIBAT PEMBESARAN JARINGAN LIMFOID GRANULAR

KELUHAN TERASA MENGGANJAL/PANCINGEN BERLENDIR BATUK DLL


TANDA PERMUKAAN TAK RATA/JARINGAN GRANULASI TAMPAK BASAH

PENANGANAN
KOREKSI ETIOLOGI MEDIKAMENTOSA KAUSTIK/KURETASE

FARINGITIS KRONIK ATROPI


BIASANYA BERSAMAAN DENGAN RINITIS ATROPI UDARA KERING & PANAS BENAPAS DENGAN MULUT

KELUHAN TENGGOROK TERAS KERING, MULUT BERBAU


TANDA HALITOSIS, SEKRET TEBAL/KENTAL BERABAU, MUKOSA KERING, LICIN, MENGKILAT

PENANGANAN
SIMTOMATIK ATASI PENYEBABNYA ATASI RINITIS ATROPINYA OBAT KUMUR ORAL HIGINE

FARINGITIS SPESIFIK FARINGITIS LUETIKA DISEBABKAN OLEH TREPONEMA PALIDUM DAPAT PRIMER/SEKUNDER

STADIUM PRIMER BERCAK KEPUTIHAN ULKUS SAMA DG PADA GENITALIA, NYERI (-) PEMBESARAN KELENJAR MANDIBULA, NYERI (-)
STADIUM SEKUNDER JARANG DITEMUKAN ERITEMA

STADIUM TERTIER
TERDAPAT GUMA MENYEBAR KE VERTEBRA SERVIKAL BAHAYA PENANGANAN PENISILIN DOSIS TINGGI

FARINGITIS TUBERKULOSA
BIASANYA SEKUNDER DARI TB PARU PENYEBARAN : KONTAK SPUTUM INHALASI HEMATOGEN LIMFOGEN FARING TAMPAK KOTOR KELENJAR LIMFE SEPERTI TASBIH

GEJALA & TANDA


KU BURUK ANOREKSI, ODINOFAGIA, DISFAGIA OTALGIA BATUK FARING TAMPAK KOTOR PEMBESARAN KELENJAR LIMFE (SEPERTI TASBIH)

DIAGNOSIS
SPUTUM BTA FOTO THORAKS BIOPSI JARINGAN

TONSILITIS

DEFINISI PERADANGAN (INFLAMASI) PADA TONSIL : AKUT SUBAKUT KRONIK

AKUT

AKUT REKUREN KRONIK


KRONIK EKSASERBASI AKUT

ETIOLOGI

INFEKSI : BAKTERI, VIRUS, PARASIT, JAMUR NONINFEKSI : IRITASI, ALERGI

DIAGNOSIS ANAMNESIS PANAS, ODINOFAGI, DISFAGI, BATUK, FOETOR EX ORE, SESAK NAPAS, SNORING, DLL

PEMERIKSAAN FISIK AKUT : TANDA2 RADANG AKUT T2-T2, T3-T3, T4-T4 PERMUKAAN RATA DETRITUS KRIPTE TAK LEBAR

KRONIK

T1-T1, T2-T2, T3-T3, T4-T4 KRIPTE LEBAR TAK RATA

PENATALAKSANAAN MEDIKAMENTOSA : ANTIBIOTIK, SIMTOMATIK


OPERATIF : TONSILEKTOMI (PADA ANAK BIASANYA ADENOTOSILEKTOMI)

TERHADAP FAKTOR YG MELATARBELAKANGI

INDIKASI TONSILEKTOMI
BILA MENGGANGGU !!! : KAMBUH 4X DALAM SETAHUN SELAMA 2 TH BERTURUT2 TIMBUL KOMPLIKASI SEBAGAI FOKAL INFEKSI CARIER INFEKSI CURIGA NEOPLASMA GANGGUAN NON MEDIK DLL

KONTRA INDIKASI ??????

KOMPLIKASI TONSILITIS

LOKAL : SINUSITIS, OTITIS MEDIA, INFILTRAT PERITONSIL, ABSES PERITONSIL, ABSES PARAFARING ABSES, RETROFARING SISTEMIK : SENDI, JANTUNG, GINJAL DLL

BAKTERI :
(TONSIL & FARING) STREPTOKOKUS HEMOLITIKUS GRUP A !!!! KULTUR, SULIT ASTO KOMPLIKASI KE ORGAN LAIN

KOMPLIKASI SBHA SENDI JANTUNG GUNJAL FOKAL INFEKSI LAIN GIGI KULIT & KELAMIN

CURIGA INFEKSI SBHA ? GEJALA & TANDA FEBRIS, MYALGIA, GANGGUAN SALURAN CERNA, TERDAPAT BERCAK-BERCAK MERAH PADA MUKOSA PALATUM, TONSIL, DINDING FARING POSTERIOR
PEMERIKSAAN PENUNJANG? KULTUR (GOLD STANDAR) TITER ASTO

PENANGANAN
TONSILEKTOMI KONSUL KE BAGIAN LAIN (GIGI, KULIT & KELAMIN)

ADENOIDITIS
TERMASUK DALAM CINCIN WALDEYER HILANG PADA USIA 14 TH RADANG BERULANG HIPERTROPI / HIPERPLASI RADANG SATU KESATUAN DENGAN TONSILITIS

DIAGNOSIS GEJALA HIDUNG BUNTU, PILEK, EPISTAKSIS, DLL (MENYERUPAI TONSILITIS)


TANDA FASIES ADENOIDES PALATAL PHENOMEN RINOSKOPI POSTERIOR PALPASI RONTGEN

PENANGANAN
SERUPA DG TONSILITIS ADENOIDEKTOMI BIASANYA SATU RANGKAIAN DG TONSILEKTOMI (ATE / ADENOTONSILEKTOMI) KOMPLIKASI ADENOIDITIS : SERUPA DENGAN TONSILITIS

ABSES LEHER DALAM


TERJADI PADA RUANG POTENSIAL FARING/LEHAR (DI ANTARA FASIA) INFEKSI GIGI & SALURAN NAFAS ATAS ABSES PERITONSIL, PARAFARING, RETROFARING, LUDWIGS ANGINA

ABSES PERITONSIL (QUINSY)


KOMPLIKASI TOSILITIS PADA KONDISI AKUT MNGISI DAERAH YANG LONGGAR PADA POLE ATAS/FOSSA SUPRA TONSIL PADA STADIUM AWAL TERBENTUK INFILTRAT PERITONSIL

GEJALA FEBRIS ODINOFAGIA, DISFAGIA HEBAT HIPERSALIVASI RINOLALIA/HOT POTATOS VOICE FOETOR EX ORE REGURGITASI OTALGIA TRISMUS KELUHAN SISTEMIK DLL

TANDA
TRISMUS TONSIL MEMBESAR PADA SISI YG SAKIT RINOLALIA/HOT POTATOS VOICE BOMBAN PALATUM MOLE UVULA TERDESAK KE KONTRALATERAL HARUS DIBEDAKAN : INFILTRAT ATAU ABSES PERITONSIL

BEDA INFILTRAT & ABSES PERITONSIL


INFILTRAT : KERAS, ASPIRASI KELUAR DARAH, ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI IV ABSES : KERAS TERDAPAT FLUKTUASI PADA PUNCTUM MAXIMUMNYA, ASPIRASI KELUAR PUS, INSISI & ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI IV

TONSILEKTOMI

ACHAUD : TE & INSISI BERSAMASAMA ATIEDE : TE 3-4 HR SETELAH INSISI AFROID : TE 4-6 MINGGU SETELAH INSISI

KOMPLIKASI
ABSES PECAH SPONTAN : PERDARAHAN, ASPIRASI, PYEMIA MELANJUT MENJADI ABSES PARAFARING, ABSES MEDIASTINUM

PENJALARAN KE INTRAKRANIAL

ABSES RETROFARING
ETIOLOGI LIMFADENITIS RETROFARING (PADA ANAK2) TARAUMA TB VERTEBRA SERVIKALIS

GEJALA & TANDA ODINOFAGI & DISFAGI HEBAT ANAK REWEL FEBRIS LEHER KAKU, CENDERUNG EKSTENSI SESAK NAFAS HIPERSALIVASI HOT POTATOS VOICE MASA LUNAK DI DINDING POSTERIOR FARING DLL

PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO RONTGEN JARINGAN LUNAK LATERAL


PENANGANAN INSISI POSISI TRENDELENBURG ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI IV

KOMPLIKASI
ABSES PARAFARING ABSES MEDIASTINUM OBSTRUKSI, ASFIKSI PECAH SPONTAN : PERDARAHAN, SEPTIKEMI, ASPIRASI

ABSES PARAFARING
ETIOLOGI TRAUMA PADA TE SUPURASI KELENJAR SEKITAR PERLUASAN INFEKSI/ABSES DARI ORGAN SEKITAR

GEJALA & TANDA DEMAM TINGGI ODINOFAGI & DISFAGI HEBAT TIRMUS PEMBENGKAKAN SEKITAR ANGULUS MANDIBULA PEMBENGKAKAN KE DALAM LUMEN FARING

PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO RONTGEN AP/CTSCAN KOMPLIKASI ABSES MEDIASTINUM INFEKSI INTRAKRANIAL PERDARAHAN HEBAT SEPTIKEMI

PENANGANAN

INSISI (EKSTERNAL, INTERNAL, KOMBINASI) ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI IV

ABSESMEDIASTINUM

ANGINA LUDOVICI
SELULITIS RUANG SUPRAHYOID PSEUDO ANGINA LUDOVICI ABSES SUBMANDIBULA ETIOLOGI INFEKSI GIGI PERADANGAN SUPURATIF KELENJAR LIMFE SEKITAR

GEJALA & TANDA


ODINOFAGI, DISFAGI HEBAT PANAS NYERI LEHER SESAK NAFAS SEPANJANG SUBMANDIBULA BENGKAK,HIPEREMIS,KERAS LIDAH KAKU TERDORONG KE ATAS

DIAGNOSIS BERDASAR ANAMNESIS & PEMERIKSAAN FISIK


DIAGNOSIS BANDING PSEUDO ANGINA LUDOVICI ABSES SUBMANDIBULA

PENANGANAN DEKOMPRESI (INSISI & PASANG DRAIN) ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI IV


KOMPLIKASI GAGAL NAFAS PENJALARAN ABSES KE SEKITARNYA ABSES MEDIASTINUM SEPTIKEMI

KELAINAN LARING KELAINAN KONGENITAL LARINGOMALASIA PALING SERING DITEMUKAN INSPIRASI, EPIGLOTIS TERTARIK KEBAWAH MENUTUP RIMA GLOTIS NAPAS BUNYI(STRIDOR) RETRAKSI SUPRASTERNAL, EPIGASTRIUM, INTERKOSTAL, SUPRAKLAVIKULA

STENOSIS SUBGLOTIK PENYEMPITAN DI BAWA PLIKA VOKALIS


TERJADI KARENA : PENEBALAN SUBMUKOSA KELAINAN BENTUK & UKURAN TULANG RAWAN

PENANGANAN EVALUASI INTUBASI BILA SESAK BERAT KONTRA INDIKASI TRAKEOSTOMI EDUKASI CEGAH PENCETUS (RADANG) SEGERA KE DOKTER BILA KAMBUH

GEJALA&TANDA STRIDOR DISPNEU RETRAKSI SIANOSIS GAGAL NAPAS


PENANGANAN OPERASI TERGANTUNG KELAINAN

LARINGEAL WEB SELAPUT TRANSPARAN PADA SUPRAGLOTIK, GLOTIK (>>), SUBGLOTIK SUMBATAN NAPAS BEDAH MIKRO KISTA KONGENITAL DI PANGKAL LIDAH, PLIKA VENTRIKULARIS BEDAH MIKRO

HEMANGIOMA TUMOR JINAK PEMBULUH DARAH HEMOPTISIS SESAK OPERATIF, KORTIKOSTEROID,SKLEROTIK AGEN
FISTEL LARINGOTRAKEO-ESOFAGAL POSTERIOR KRIKOID GAGAL MENTUP PNEUMONIA (ASPIRASI) SESAK OPERTIF

PERADANGAN LARING LARINGITIS AKUT KELANJUTAN PERADANGAN ORGAN DI ATASNYA SUMBATAN JALAN NAPAS (ANAK) ETIOLOGI VIRUS DAN BAKTERI

GEJALA & TANDA


GEJALA SISTEMIK SERAK AFONI NYERI TELAN/BICARA OBSTRUKSI BATUK KERING-BERDAHAK LARING HIPEREMI, EDEM

PENANGANAN ISTIRAHAT BICARA !!!!!!!!!!!! ANTIBIOTIK (BILA PERLU) ANTI INFLAMASI (STEROID) MUKOLITIK ANTIHISTAMIN TIDAK DIANJURKAN HINDARI BAHAN2 IRITATIF BANYAK MINUM INTUBASI/TRAKEOSTOMI(BILA SESAK) OBATI ORGAN2 PENYEBAB

LARINGITIS KRONIK
RADANG KRONIK ORGAN2 SEKITAR VOCAL ABSUSE KRONIK GEJALA DAN TANDA SERAK MENETAP,TENGGOROK MENGGANJAL,MENDEHEM HIPEREMIS,MUKOSA MENEBAL TAK RATA,METAPLASIA EPITEL

LARINGITIS TB
KARENA TB PARU BILA TERKENA KARTILAGO LEBIH SULIT DIOBATI INHALASI, KONTAK SPUTUM, HEMATOGEN, LIMFOGEN

GEJALA & TANDA RASA KERING & PANAS DI DAERAH LARING SERAK & BATUK LAMA HEMOPTISIS ODINOFAGI HEBAT, DISFAGI KU BURUK
PEMERIKSAAN PENUNJANG SPUTUM BTA, FOTO THORAK, LARINGOSKOPI

LARINGITIS LUETIKA
OLEH TREPONEMA PALLIDUM SERING PADA STADIUM TERSIER

GEJALA & TANDA SERAK & BATUK LAMA DISFAGI GUMA/ULKUS TAK NYERI

PEMERIKSAAN PENUNJANG LARINGOSKOPI, SEROLOGI KOMPLIKASI STENOSIS LARING


PENANGANAN PENISILIN DOSIS TINGGI OPERATIF (KOREKSI STENOSIS) TRAKEOSTOMI BILA SESAK

NODUL PITA SUARA


PENGGUNAAN SUARA BERLEBIHAN DALAM WAKTU LAMA SERAK, KADANG BATUK 1/3 ANTERIOR ATAU DI TENGAH UNILATERAL ATAU BILATERAL LARINGOSKOPI EXTIRPASI

KERATOSIS LARING
PERTANDUKAN PADA MUKOSA LARING (LEUKOPLAKIA) DI PITA SUARA ATAU FOSA INTERARITENOID SERAK KRONIK EKSTIRPASI & OBSERVASI PRA KANKER

SUMBATAN LARING

PRINSIP PENANGANAN HILANGKAN SUMBATAN ATAU BUAT JALAN NAPAS BARU


ETIOLOGI RADANG TRAUMA BENDA ASING TUMOR KELUMPUHAN n. REKUREN LARING BILATERAL

GEJALA & TANDA


SERAK(DISFONI) SAMPAI AFONI SESAK (DISPNEU) STRIDOR RETRAKSI AIR HUNGER PUCAT SAMPAI SIANOSIS

PERASAT JACKSON
JACKSON I : RETRAKSI SUPRASTERNAL & STRIDOR SAAT INSPIRASI. PASIEN MASIH TENANG JACKSON II : RETRAKSI SUPRASTERNAL MAKIN DALAM + RETRAKSI EPIGASTRIUM + STRIDOR SAAT INSPIRASI. PASIEN MULAI GELISAH

JACKSON III RETRAKSI SUPRASTERNAL, EPIGASTRIUM,INFRAKLAVIKULA,INTER KOSTA.SANGAT GELISAH,DISPNEU. STRIDOR INSPIRASI & EKSPIRASI
JAVKSON IV RETRAKSI TAMBAH JELAS, SANGAT GELISAH, SANGAT KETAKUTAN, SIANOSIS

PENANGANAN
JACKSON I : MEDIKAMENTOSA JACKSON II & III : INTUBASI ET / TRAKEOSTOMI JACKSON IV : KRIKOTIROTOMI / KRIKOTIROIDOTOMI

INTUBASI ET
INDIKASI ATASI SUMBATAN SALURAN NAPAS ATAS MEMBANTU VENTILASI MEMUDAHKAN MENGHISAP SEKRET TRAKEOBRONKIAL MENCEGAH ASPIRASI

TRAKEOSTOMI
INDIKASI ATASI OBSTRUKSI LARING MANGATASI DEAD SPACE MEMUDAHKAN MENGHISAP LENDIR MEMASANG RESPIRATOR MENGAMBIL BENDA ASING MENCEGAH TIMBULNYA GRANULOMA PADA PEMASANGAN ET LAMA

KRIKOTIROTOMI
MEMBUAT JALAN PINTAS SECARA CEPAT KARENA KASUS DARURAT MUDAH DIIDENTIFIKASI RISIKO LEBIH BESAR, KERUSAKAN KRIKOID DAN TIROID

PERASAT HEIMLICH

UNTUK MENGELUARKAN BENDA ASING DI LARING ATAU HIPOFARING SUMBATAN TOTAL