Anda di halaman 1dari 16

PERENCANAAN USAHA

KAIDAH PERENCANAAN USAHA


Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secara detail. Perencanaan yang detail juga akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi risiko, karena segala sisi dari usaha telah diperhitungkan dengan baik. Bagi para pemula atau wirausahawan baru, perencanaan sangat penting, karena usaha apapun akan menghadapi ketidakpastian dan kurangnya informasi. Apalagi bagi pemula yang belum pernah bekerja pada dunia usaha dan belum mengerti seluk-beluk dunia bisnis. Namun demikian apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidakpastian yang ada akan dapat dilalui. Perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya. Usaha yang sudah direncanakan dengan baik pun kadang kala mengalami kegagalan. Usaha yang tadinya kelihatan menjanjikan dan mempunyai prospek baik, ternyata tidak selamanya memberi hasil yang baik pula. Hal ini bisa terjadi karena kita kurang jeli dalam melihat peluang dan menentukan jeriis usaha apa yang akan di kelola, misalnya kita menentukan jenis usaha yang memang sulit untuk berkembang, atau memilih jenis usaha yang trennya sduah mulai menurun. Untuk lebih meyakinkan bahwa apa yang akan dilakukan dapat berjalan dengan baik, maka para wirausahawan harus dapat menyusun sebuah rencana kegiatan yang seharusnya dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Oleh sebab itu, usahawan harus membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, di mana keputusan diambil, dan berbagai keputusan lainnya,

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

sampai akhirnya kita harus tahu persis bagaimana mengimplementasikan semua keputusan yang telah diambil tersebut. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat menjawab semua pertanyaan yang mungkin timbul di masa datang. Usaha yang telah dilengkapi serangkaian keputusan-keputusan tentang apa yang hendak dicapai dan bagaimana mengelola semua sumber daya yang dimiliki akan lebih baik dan cenderung akan lebih berhasil dibandingkan dengan suatu usaha yang tidak dilengkapi dengan perencanaan. Perencanaan yang baik untuk sebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berpikir dengan SMART ( Specific, Measurable, Achievable, Reality, Trackable), yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut: 1. Spesific, Spesific, mengandung arti bahwa perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih terfokus dan sangat jelas mengenai apa yang diinginkan, ingat pada bab sebelumnya bahwa pikiran bawah sadar tidak akan bisa menjalankan perintah yang tidak jelas. Misalnya ingin membuka usaha membuat makanan ringan berupa produk mie. Produk mie ini belum spesifik, apabila mau spesifik misalnya mie instant atau mie basah. Apabila pilihan pada mie basah masih dirasakan kurang fokus, maka dapat dibuat spesifik seperti mie basah dengan mutu A, B, C yang sesuai dengan target pasar yang ada. 2. Measurable, Measurable, perencanaan yang dibuat harus dapat terukur, sehingga kita akan tahu kapan perencanaan tersebut telah tercapai. Misalnya direncanakan produk mie basah dengan mutu B untuk target perumahan kelas menengah dengan omzet setiap hari minimal 50 kg. Ukuran 50 kg lebih terukur dibandingkan dengan ingin memenuhi seluruh permintaan konsumen perumahan. Jadi target harus jelas dan dapat diukur.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

3. Achievable, Achievable, bahwa perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil. Bila tidak, pikiran bawah sadar kita akan menolak karena merasa tidak mungkin mencapai tujuan yang telah direncanakan tersebut. Misalnya, produk mie basah dengan target 50 kg apakah sudah realistis? Berdasarkan pengalaman ternyata setiap 1 kg mie basah dapat dibuat untuk keperluan 15 orang, jadi target 50 kg setara-dengan 750 orang, apakah target ini realistis untuk usaha baru. Mungkin akan lebih realistis apabila pada tahap pertama 10 kg, kemudian jadi 25 kg dan akhirnya mencapai 50 kg. Jadi target harus terukur dan realistis untuk dicapai. 4. Reasonable, Reasonable, di mana perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan sangat masuk akal dan rasional. Jika tidak, pikiran alam bawah sadar kita akan menolaknya. Misal: produk baru mie basah ingin menguasai pangsa pasar di seluruh perumahan. Hal ini tidak realistis, karena .saat ini sudah banyak produsen mie basah. Lebih realistis misalnya sebagai pemain baru pada tahap awal dengan target mulai 10%, kemudian 25% dan akhirnya mencapai 50% dari pangsa pasar yang ada. 5. Trackable atau Timely, Trackable atau Timely, setiap perencanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui setiap kemajuan. Misalnya produsen mie basah ingin memproduksi 50 kg perhari, kapan target ini akan tercapai? Apakah butuh waktu 1 bulan, 6 bulan atau satu tahun, setiap target harus mempunyai batas waktu pencapaian untuk melihat apakah usaha kita berhasil atau tidak.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

Dari perencanaan SMART tadi maka dapat kita contohkan bahwa perencanaan usahanya adalah memproduksi mie basah dengan mutu B sebanyak 50 kg untuk memenuhi kebutuhan perumahan kelas menengah dan target waktu 1 tahun. Perencanaan yang telah kita buat tersebut akan memberikan arah dan standarisasi yang jelas atas semua hal yang diiakukan dalam pencapaian tujuan usaha. Setelah melakukan pengambilan keputusan awal melalui perencanaan tadi, maka kegiatan berikutnya adalah mengorganisasi semua sumber daya yang ada termasuk penempatan, pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia atau human capital, melakukan pengarahan melalui kepemimpinan yang baik, sampai pada tahap evaluasi semua aktivitas yang diiakukan untuk mendapatkan informasi, apakah semua aktivitas usaha telah mengarah pada tujuan usaha yang telah ditetapkan sebelumnya. Suatu rencana kerja yang dibuat secara tertulis dan resmi (formal) merupakan perangkat tepat untuk mengendalikan usaha dan menjaga agar fokus usaha perusahaan tidak menyimpang. Perencanaan yang baik tidak disimpan didalam pikiran, atau diluar kepala. Perencanaan demikian tidak dapat diimplementasikan dan mudah hilang. Untuk itu, buatlah catatan-catatan tertentu meskipun itu hanya coretan biasa saja, agar menjadi tuntunan dan mengingatkan kepada kita akan apa yang diharapkan atau apa yang ingin kita capai. Sebagai langkah Operasionalisasi berikutnya yang harus diiakukan setelah mendapatkan ide dan memilih cara usaha yaitu menentukan lokasi dan fasilitas pendukung, pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan dan pengendalian komoditi dalam proses produksi, mengarahkan semua pihak baik internal maupun eksternal perusahaan dengan kepemimpinan, mengidentifikasi sumber-sumber dana dan pengelolaan'keuangan, pencatatan transaksi dan laporan keuangan, perencanaan pemasaran melalui pendekatan strategis, sampai kita memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang dapat berdampak positif bagi masyarakat lokal maupun nasional.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

Penentuan Lokasi dan Fasilitas Pendukung (Layout) Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan. Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain: 1. Lokasi kantor, yaitu diperuntukkan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit di bawahnya. Semua kegiatan pengaturan yang sifatnya strategis dapat dilakukan di kantor ini. Lokasi kantor harus memperhatikan faktor strategis dan keterjangkauan dari seluruh sisi. 2. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk melakukan proses produksi barang atau jasa. Pertimbangan yang diperlukan dalam menentukan lokasi ini adalah kedekatan dengan pasar, dengan sumber bahan baku, transportasi serta fasilitas pendukung lainnya. 3. Lokasi gudang, merupakan tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar. Biasanya untuk mempermudah pengangkutan dan penyimpanan, perusahaan memilih tempat atau kawasan industri yang terintegrasi dengan akses jalan umum. 4. Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu. Lokasi ini dijadikan tempat penyampaian infbrmasi yang bisa langsung diakses konsumen atau pelanggan, biasanya lokasi ini dekat dengan pasar atau pusat-pusat keramaian.

Pemilihan lokasi memiliki seni yang tinggi, bahkan ada wirausahawan yang sudah meramalkan bahwa keberadaannya akan sangat menentukan kesuksesan usaha yang dijalankannya. Namun secara umum, jika lokasi jauh dari konsumen, maka akan menyulitkan konsumen untuk datang dan tersendatnya pasokan bahan baku yang diperlukan, sehingga akan' muncul ekonomi biaya tinggi yang ujungujungnya akan merugikan dan membahayakan keberlangsungan hidup

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

perusahaan. Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi, yaitu: 1. Dekat dengan pasar atau pelanggan 2. Dekat dengan sarana trasportasi 3. Pasokan tenaga kerja terjamin kesediaannya 4. Listrik, air dan sarana prasarana lainnya 5. Dekat dengan lembaga keuangan 6. Dekat dengan kawasan industri pendukung 7. Dekat dengan pusat pemerintahan 8. Lokasi dapat dikembangkan 9. Pertimbangan sosial budaya masyarakat lingkungannya 10. Hukum yang berlaku di lingkungan tersebut 11. Dekat dengan pelabuhan, bandara, stasiun dan terminal 12. Besarnya nilai investasi untuk lokasi 13. Nilai ekonomis masa datang dari lokasi 14. Iklirn dan tekstur tanah serta pertimbangan lainnya Selain mempertimbangkan lokasi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi maupun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu: 1. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang. 2. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi 3. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baik untuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan 4. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersedianya lahan untuk pengembangan 5. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

6. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang 7. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara 8. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi Pilihan layout harus dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan alur kerja, efisiensi dan suasana dinamis. Apabila kita keliru menentukan lokasi dan fasilitas pendukung lainnya, maka kita akan mengalami kerugian dan inefisiensi, di samping terbuang-buangnya investasi, juga terbuangnya kesempatan atau waktu untuk mendapatkan keuntungan dari keber'adaan lokasi dan tata letak fasilitas yang kita investasikan.

Pengorganisasian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia


Mengapa sebuahusaha membutuhkan organisasi? Dan mengapa harus juga memperhatikan aspek-aspek pengelolaan sumber daya manusia? Jawaban dari pertanyaan tersebut, adalah karena faktor manusia merupakan pelaku usaha. Yang menjalankan usaha adalah manusia, semua faktor produksi berupa tanah, mesin, dan bangunan tidak akan berarti tanpa adanya manusia. Oleh sebab itu, unsur manusia menjadi paling penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan usaha. Kenapa manusia dalam berusaha harus membuat organisasi? Jawabannya karena manusia tidak dapat hidup sendirian. Untuk makan saja kita membutuhkan tukang masak, pedagang makanan, petani yang memproduksi bahan baku dan lain-lain. Oleh sebab itu, manusia perlu bekerjasama dengan manusia yang lain. Untuk dapat saling bekerjasama, maka harus ada kesamaan dalam tujuan dan cara kerja antara satu orang dengan orang lain. Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang menghantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan dengan efisien. Struktur organisasi diperlukan seiring dengan berkembangnya suatu usaha. Usaha yang menjadi besar membutuhkan semakin banyak bahan baku, proses
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

produksi dan pemasaran. Semakin banyaknya orangyang terlibat semakin kita membutuhkan organisasi. Bagaimana struktur organisasi dapat membantu pencapaian tujuan perusahaan? Ada tiga aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

1.

Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan implementasi atau operasionalisasi rencana dengan mengalokasikan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Struktur organisasi tersebut sekaligus harus memberikan sistem atau mekanisme koordinasi dalam bentuk bagan organisasi, pengurus, uraian pekerjaan, kelompok kerja, tim dan tugas-tugas khusus (taskforce).

2.

Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka. Misal, tingkat kualitas produk yang hdrus dicapai. Karena itu, diperlukan operating procedures untuk melaksanakan setiap pekerjaan, demikian juga dengan control procedures, balas jasa, sanksi, dan sistem penilaian lainnya. Struktur orgnisasi harus membantu dalam proses pegambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan.

3.

Struktur organisasi dapat membimbing para pengambil keputusan untuk memperoleh berbagai informasi yang relevan, baik sumber, waktu, dan keakuratannya.

Struktur organisasi hendaknya dapat memberikan fasilitas bagi pengembarigan dan pencapaian tujuan jangka panjang dan sekaligus juga efisien dalam operasionalisasi tugas-tugas jangka pendek. Perlu diingat, bahwa bentuk struktur organisasi tidak permanen sepanjang waktu, seperti yang sudah dibahas di atas, perubahan akan selalu terjadi seiring dengan perubahan lingkungan organisasi tersebut. Bentuk organisasi, jika mengacu pada banyak literatur akan sangat banyak sekali macam dan jenisnya. Sebagai gambaran saja untuk pembahasan ini, bentuk organisasi ada yang membedakan menjadi dua jenis, yaitu unitary (UPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

form) dan multidivisional (M-form). Struktur organisasi berbentuk unitary membagi perusahaan berdasarkan fungsifungsi usaha, diantaranya produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Tanggung jawab tertinggi dalam penciptaan laba terletak di satu orang, yaitu direktur utama. Sementara departemen yang ada di bawahnya bertanggung jawab atas kinerja bagian masing-masing. Struktur ini banyak ditemukan pada perusahaan-perusahaan manufaktur atau pabrikasi.

Direktur Utama

Direktur Keuangan

Direktur Produksi

Direktur Pemasaran

Direktur SDM

Bagian

Bagian

........

........

Bagian ........

Bagian ........

Bagian ........

Bagian ........

Bagian ........

Bagian ........

Gambar #. Struktur Organisasi U-Form


Sedangkan struktur organisasi berbentuk multidivisional membagi kegiatan ke dalam beberapa divisi, seperti divisi makanan, divisi perdagangan, divisi agrobisnis dan lainnya. Masing-masing divisi tersebut berfungsi sebagaiprq/?f centeryang bertanggung jawab atas kinerjanya masing-masing. Direktur utama bertindak sebagai koordinator divisi-divisi dan berkoordinasi dengan kantor pusat.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

Direktur Utama

Kantor Pusat

Direktur Makanan

Direktur Agribisnis

Direktur Perdgangan

Direktur Otomotif

Direktur

Direktur

Direktur

Direktur

Direktur

Direktur

........

........

........

........

........

........

Direktur

Direktur

........

........

Gambar #. Struktur Organisasi M -Form


Dari penyusunan rencana struktur organisasi dan tugas-tugas yang akan dilaksanakan, dapat dibuat perkiraan mengenai kebutuhan tenaga kerja atau karyawan yang harus disediakan. Dalam praktiknya, kebutuhan tenaga kerja atau karyawan tersebut dipenuhi secara bertahap dan disesuaikan dengan perkembangan kegiatan usahanya. Prinsip yang harus selalu diingat oleh seorang pelaku bisnis adalah bagaimana supaya bisa membuat perusahaan Anda berjalan tanpa kehadiran Anda. Hakekat business owner adalah memiliki bisnis, bukan membuka pekerjaan urituk diri sendiri. Pelaku usaha adalah orang-orang yang bebas, bukan pekerja yang diatur jam kerjanya oleh perusahaan. Pengusaha mengatur jam kerja karyawan dan jam kerja pengusaha sendiri. Jadi keahlian mengelola waktu sangat dibutuhkan. Serahkan pekerjaan-pekerjaan itu kepada karyawan Anda secara bertahap sehingga Anda memiliki waktu lebih untuk pengembangan bisnis Anda. Dalam pengelolaan SDM, selain faktor jumlah yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah kepuasan karyawan. Karyawan yang puas akan dapat bekerja dengan baik, sehingga produktivitasnya tinggi. Hal ini sesuai dengan penelitian James L. Heskett (Harvard Business Scholl), tentang the service profit chain untuk menjelaskan kaitan antara pelayanan dan keuntungan perusahaan. Agar suatu usaha mengalami pertumbuhan pendapatan dan laba, harus dimulai

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

10

dengan meningkatkan kualitas pelayanan internal guna meraih kepuasan karyawan, sekaligus memperkecil jumlah karyawan yang mengundurkan diri. Karyawan akan cenderung meningkatkan produktivitasnya, jika mereka terlebih dahulu memiliki tingkat kepuasan dalam bekerja, dan secara otomatis akhirnya akan meningkatkan nilai pelayanan kepada para pelanggan eksternal. Jika usaha kita ingin berkembang maka sejak awal perlu merekrut karyawan atau partner sesuai dengan kebutuhan. Artinya kita harus memiliki pengetahuan yang cukup agar bisa merekrut karyawan dengan baik. Kemajuan usaha kebanyakan tergantung pada kemampuan untuk mengelola orang-orang yang direkrut. Umumnya untuk usaha skala kecil selalu mengandalkan tenaganya sendiri. Apabila dibutuhkan, maka dapat mempekerjakan keluarga atau tetangga yang belum dapat pekerjaan. Secara sederhana, bagi usaha kecil atau pemula biasanya membutuhkan karyawan yang mampu mengelola banyak tugas, bisa melayani pelanggan sekaligus mengurus administrasi, bahkan keuangan. Apabila usaha sudah maju, karyawan akan mendapat tugas lebih spesifik. Sehingga pemilik yang tadinya merangkap sebagai pelayan atau pekerja, dapat berubah menjadi pengelola saja. Dan akhirnya salah satu karyawan yang ada dapat diangkat menjadi Manager. Perkembangan struktur organisasi demikian harus seiring dengan perkembangan usaha. Proses pengelolaan SDM pada usaha yang mulai kompleks dapat dimulai dari menentukan jabatan dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan, kemudian menentukan tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan. Berbagai persyaratan jabatan ditentukan melalui analisis jabatan, langkah selanjutnya adalah perencanaan tenaga kerja meliputi jumlah dan persyaratan yang diinginkan, hal ini dilakukan untuk menghindari kelebihah atau kekurangan karyawan.

ANALISIS PEKERJAAN
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu. Berbagai informasi tersebut
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

11

akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan. Dalam uraian jabatan akan digambarkan hal-hal meliputi: identitas jabatan, fungsi jabatan, uraian jabatan, wewenang, tanggung jawab, hubungan kerja, bahan, alat yang digunakan dan konsidi kerja. Sedangkan pada spesifikasi jabatan atau persyaratan jabatan memuat persyaratan minimal dalam melaksanakan jabatan yang meliputi syarat: pendidikan, pelatihan, pengalaman, psikologi dan persyaratan khusus lainnya.

Perencanaan Sumber Daya Manusia Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang secara sistematis memperkirakan kebutuhan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan. Perkiraan ini tidak terlepas dari pertimbangan rencana produksi, rencana investasi, dan rencana strategis lainnya yang akan dijalankan. Perencanaan ini diperlukan dalam mengelola usaha karena: 1. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian cabang atau usaha baru. 2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun, pemutusan pekerjaan dan hal lainnya. 3. Pertimbangan-pertimbangan seperti relokasi, kerjasama usaha atau aliansi dan pengembangan usaha lainnya. Langkah selanjutnya adalah pengadaan tenaga kerja yang meliputi rekruitmen atau penarikan karyawan dan seleksi. Karyawan yang lolos seleksi akan mengikuti berbagai orientasi pengenalan budaya perusahaan dan jenis pekerjaan, tergantungpada pengalaman dan kriteria yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Kemudian perusahaan menentukan kompensasi, yang setiap waktunya disesuaikan baik bentuk fmansial maupun nonfinansial. Pengadaan Tenaga Kerja Kegiatan pengadaan tenaga kerja (procurement) adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat. Kegiatan ini meliputi penarikan
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

12

(recruitment), seleksi (selection) dan penempatan (placement). Proses penarikan karyawan dapat bersumber dari dalam dan dari luar organisasi, tergantung kepada kebutuhannya. Beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan kriteria penilaian tenaga kerja yang akan kita ambil untuk nantinya bekerja pada organisasi perusahaan adalah: 1. Capability, kemampuan nalar, kecerdasan, cara berpikir sistematis. Dapat tercermin dari ijazah dan tes kemampuan. 2. Capacity, kemampuan mengatasi masalah, menyelesaikan konflik,

menghadapi beban kerja tinggi (stress), membuat prioritas. Dapat dilihat dari pengalaman organisasi, penanganan masalah di rumah, di sekolah atau di tempat kerja sebelumnya pada saat dilakukan wawancara. 3. Character, watak, hal-hal menyangkut sikap, sopan santun, cara

mengendalikan emosi. Biasanya dipengaruhi oleh nilai-nilai lingkungan keluarga dan pergaulan. 4. Credibility, kredibilitas, sikap dapat dipercaya, bisa mengemban tugas yang telah diperintahkan dengan baik. Caranya dengan menanyakan ke calon karyawan mengenai pengalamannya dalam melakukan tugas berat yang diperintahkan oleh orang lain. 5. Commitment, komitmen, kesungguhan menyelesaikan tugas, keinginan untuk memajukan perusahaan. 6. Creativity, kreatif dalam menyelesaikan tugas sehingga lebih efektif dan efisien. 7. Compatibility, kemampuan bekerjasama d engan orang lain.

Dalam proses seleksi, hendaknya dalam mengambil keputusan, tidak dilakukan sendirian, sehingga untuk mendapatkan hasil yang obyektif diperlukan adanya nilai pembanding. Adanya wawancara dalam bentuk panel sangat memungkinkan untuk mendapatkan hasil tes yang lebih obyektif. Setelah dilakukan seleksi, dan karyawan dinyatakan lolos seleksi, maka barulah dilakukan penempatan dengan mencocokan seseorang dengan jabatan yang
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

13

akan dijalaninya. Pelaksanaan orientasi atau masa pengenalan diperlukan untuk menyampaikan informasi apa-apa saja yang harus dikerjakan, hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki serta standar pekerjaan yang mesti selalu diperhatikan. Setelah karyawan ditempatkan pada posisi yang cocok, maka mulailah karyawan tersebut bekerja, dengan memperhatikan prosedur kerja yang jelas, target kerja, wewenang dan tanggungjawabnya.

Pelatihan dan Pengembangan Pelatihan dan pengembangan diperlukan untuk meningkatkan keahlian

karyawan. Seiring perkembangan teknologi dan berjalannya waktu, maka pengetahuan dan ketrampilan perlu ditingkatkan agar proses produksi dapat mengikuti perkembangan terkini dan memuaskan konsumen. Pelaksanaan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu serta anggaran, bisa saja dilakukan oleh perusahaan sendiri atau melalui berbagai perusahaan luar, outsoucing, atau melalui lembaga pendidikan lainnya.

Kompensasi Kompensasi (compensation)-merupakan hal yang penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, jika saja karyawan tidak diberikan balas jasa yang sesuai atas tenaga dan jasa yang telah mereka berikan pada organisasi, maka oraganisasi akan kehilangan mereka, karena mungkin mereka tidak mau bekerja lagi dan bahkan mungkin pindah ke perusahaan pesaing, sehingga perusahaan bisa saja merugi dan kehilangan banyak waktu untuk mencari penggantinya. Kompensasi yang diberikan pada karyawan dapat berupa upah atau gaji, bonus, insentif, tunjangan-tunjangan, asuransi, pensiun, peluang karier, promosi, pujian, lingkungan kerja yang baik dan lain sebagainya. Besarnya kompensasi tergantung pada jabatan, pendidikan, wewenang dan tanggung jawab serta faktor lainnya. Pengukuran lainnya bisa saja berdasarkan kinerja atau output yang dihasilkan dan terus bergerak dari waktu ke waktu.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

14

Perencanaan Karier Perencanaan karier sebagai suatu sistem yang dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melalui dan mendapatkan jenjang jabatan selama di perusahaan. Hal ini pun, tidak akan berhasil jika tidak ada respon dari kayawan itu sendiri. Selain itu, perusahaan dapat melakukan penilaian kinerja terhadap semua karyawan sebagai umpan balik atas pekerjaan yang telah dilakukan dan memperbaiki pekerjaan di kemudian hari.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menunjuk kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan K3 secara efektif, maka akan lebih sedikit pekerja yang cedera, sakit, stres, atau menderita penyakit lainnya akibat dari pekerjaan tersebut. Pihak manajemen harus selalu berupaya memelihara karyawannya dengan berbagai upaya nyata agar mereka tetap betah dan merasa terlindungi serta dihargai dalam organisasi.

Pemutusan Hubungan Kerja Pemutusan hubungan kerja merupakan putusnya hubungan antara karyawan dengan perusahaan. Putusnya hubungan dapat berasal dari keinginan karyawan sendiri atau keinginan peusahaan. Pemberhentian kerja dapat didorong oleh alasan disiplin, ekonomi, bisnis, atau alasan-alasan pribadi lainnya. Pengusaha melalui manajemen organisasinya harus mencari cara yang terbaik dalam melakuan pemutusan ini sehingga akibat buruk bagi individu pekerja dan perusahaan bisa diminimalisir. Bentuk-bentuk pemutusan hubungan kerja dapat berupa absen temporer atau
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

15

cuti, pengurangan atau attrisi, pengunduran diri atau layoff, dan pemberhentian karena alasan Di samping pendekatan manajemen dari fungsi-fungsi pengelolaan SDM, makaperlu juga adanya pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam mengelola sumber daya manusia yang efektif yaitu pendekatan perilaku (behavior approach) melalui kepemimpinan, motivasi, komunikasi, kemampuan kerjasama tim, etika, dan pengelolaan kemampuan interpersonal lainnya.

-oOo-

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Zulfitri MS

KEWIRAUSAHAAN

16