Anda di halaman 1dari 4

RELAY PENGAMAN 1.

UMUM Dengan meningkatkan akan kebutuhan tenaga listrik, disatu pihak memang dikarenakan meningkatkan permintaan tenaga listrik guna mengejar hidup yang lebih tinggi, dilain pihak disebabkan sifat tenaga listrik yang sangat luwes. Bagi Indonesia yang saat ini dalam langkahlangkah pembangunan diperlukan tenaga listrik sebagai sumber tenaga serta sebagai intinya modernisasi industry, sangat diperlukan penyediaan tenaga listrik yang dapat diandalkan dan kontinu. Untuk menunjang penyediaan tenaga listrik yang dapat diandalkan dan kontinu, perlu dicegah atau setidak-tidaknya dikurangi terjadinya gangguan-gangguan didalam penyediaan tenaga listrik atau rusaknya alat peralatan dari system kelistrikan. Oleh karena itu dalam penyediaan tenaga listrik, dan pengembangan dari pada jaringan listrik tidak terlepas dari problema-problema pengaman terhadap alat peralatan listrik. Umumnya kita mengenal dua macam pengaman terhadap ala peralatan listrik,yaitu: Dengan pelebur(fuse,sekering) Dengan relay Relay pengaman adalah suatu alat (alat pembantu yang dapat menutup (merangkaikan ) atau membuka (memutuskan) rangkaian listrik, atau bertindak secara mekanis untuk mengontrol sakelar/pemutus (circuit breaker) bila jumlah besaran yang ditentukan/dirancang dilampaui (arus listrik, tegangan, daya, tekanan, temperature dsb) Menurut macamnya besaran yang memberikan impuls (rangsangan), maka relay pengaman dapat dibagi menjadi: Relay listrik: impuls(rangsangan) dari besaran listrik arus listrik, tegangan, daya listrik dll. Relay mekanis: impuls(rangsangan) dari tekanan, aliran dari zat cair atau gas, getaran, perputaran dll. Relay thermos: impuls(rangsangan) diperoleh dari pengaruh panas.

Pada system listrik pada umumnya atau sebagian besar kita berhubungan dengan relay listrik. Pada dasarnya relay listrik dirancang untuk dapat bekerja dengan prinsip elektro magnet dan prinsip induksi. Tetapi ada pula yang dirancang dengan mempergunakan kumparan bergera (moving coil), polaritas dan elektro dinamik dll. Sedangkan menurut fungsinya relay dapat berupa relay utama(main relay); relay pembantu (auxiliary or supple mentary relay), and relay isyarat(signal relay)

Relay utama (main relay) ialah unsure pengaman yang memberikan respon terhadap setiap perubahan dari besaran perangsang(actusting quantity), misalnya arus, tegangan daya dll Relay pembantu(auxiliary or supplement relay), ialah relay yang diatur/dikontrol oleh relay lain untuk memberikan/mewujudkan fungsi tambahan misalnya untuk pengaturan waktu, memperbanyak jumlah kontak, koordinasi antara beberapa relay dll. Relay isyarat(signal relay), berfungsi memberikan tanda terhadap adanya relayrelay yang telah bekerja, tanda-tanda peringatan (yang terlihat) atau alarm(terdengar/sudible)

Pada prinsipnya setiap relay mencakup tiga unsur utama, yaitu: Unsure pertama atau pengukur (sensing or discriminating or measuring element), yaitu bagian dari sebuah relay yang memberikan reaksi setiap perubahan dari besaran perangsang. Unsure pembanding(comparing element) yaitu bagian yang memperbandingkan antara besaran perangsang terhadap besaran penyetelan digambar 1.2 yang perbandingan antara Fs (daya pegas:spring farce) dan Fe (daya elektromagnit/elektromagnit force) Unsure komando/control (commend or control element), yaitu bagian yang meneruskan hasil perbandingan pada unsure pembandng sebagai komando kepada alat pengaman lainnya misalnya membuka sakelar (CB) atau memberikan peringatan/isyarat.

Gambar 1.1 memperlihatkan diagram relay atas ketiga unsure terssebut.

kekumpar Pemutus/ PERASA PEMBANDING RELAY KOMANDO isyarat +

Gb. 1.1 Unsur- unsure dasar pada relay

Ia + -

Gb. 1.2: Relay arus dengan prinsip electromagnet. Keterangan Gb. 1.2: 1 = Inti magnet 2 = armature 3 = kumparan relay 4 = pegas 5 = kontak gerak 6 = kontak relay (normal terbuka)

Besarannya

I= arus melaluli kumparan relay W= banyak lilitan = perobahan cerah udara Relay bekerja bila Fr = Fe Fs > 0

Atas dasar arah dari perubahanbesaran perangsang, relay kita kenali: Relay maksimum(maximum/over relay), akalah relay yang bereaksi/bekerja bila besaran-perangsang melampaui (berada diatas) haraga penyetelanbesaran tersebut, misalnya relay arus lebih, relay tegangan lebih dll. Relay minimum(minimum/under relay), adalah relay yang bereaksi/bekerja bilabesaranperangsang jatuh berada dibawah harga penyetelan, misalnya relay tegangan kurang(under voltage relay) dll

Relay dapat dibedakan, atas daasar cara hubungan dari unsure perasa, menjadi: Relay primer, relay ini mendapat/menerimabesaran perangsang (actualing quantity) melalui/dari rangkaian primer system. Relay sekuner, relay ini mendapat/menerima besaran perangsang dari rangkaina sekunder system.

Selanjutnya atas dasar cara bagaimana pemutusan alat pemutus oleh unsure komando, dibedakan: Relay langsung(direct-acting relay); Unsure komando/control langsung bertindak terhadap/pada alat pemutus. Relay tidak langsung(indirect acting relay); Unsure-komando/control tidak langsung bertindak terhadap/pada alat pemutus, tetapi melalui relay pembantu.

Dari table 1.1 terlihat hubungan dari relay atas uraian diatas Sedangkan kontak-kontak relay dapat dibedakan menjadi: Kontak normal terbuka(normally open contact); kontak yang dalam keadaan normal atau kumparan relay tidak menerima energy selalu terbuka(tidak mengontak) Kontak normal tertutup (normally closed contact), kontak yang dalam keadaan normal atau kumparan relay tidak menerima energy selalu tertutup(kontak tertutup)

Anda mungkin juga menyukai