Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini kita seringa mendengar, membaca dan menonton berbagai kasus masalah penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainya, di media masa. Banyak kasus yang melibatkan anak-anak usia remaja yang notabene adalah penerus yang kita harapkan dapat membangun negeri ini. Kasus ini tentu sangat memprihatinkan kita selaku orang tua, guru dan masyarakat luas. Berapa anak-anak yang akan kehilangan masa depannya karena kasus narkoba. Tak jarang ternyata kasus ini menimpa pada orang-orang yang kita kenal bahkan mungkin juga menimpa anak-anak yang kita sayangi. Banyak kasus juga yang menimpa pada tokoh-tokoh yang menjadi idola remaja seperti kasus selebritis yang akhir-akhir ini sering diberitakan di media masa. Beberapa fakta yang sangat memprihatinkan kita, ternyata banyak korban penyalahgunaan narkoba adalah remaja berusia 15 sampai dengan 25 tahun, dengan kecendrungan jumlah korban dari tahun ketahun semakin meningkat. Semakin banyak remaja yang memulai perkenalan dengan narkoba pada usia yang semakin muda (kurang lebih 10 tahun). Penyalahgunaan narkoba umumnya dimulai dengan kebiasaan menghisap rokok. Melihat fakta-fakta ini tentu saja, kita selaku orang tua harus lebih hati-hati terutama yang memiliki anak-anak usia remaja. Agar keluarga kita bebas dari masalah ini. Apakah kita hanya diam saja ?. Tentu tidak.

REMAJA DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA


Mengapa Remaja Mudah Menggunakan Narkoba ? Mudah dipengaruhi kawan. Remaja masih memiliki jiwa yang labil dan masih mencari jati diri, sehingga mudah dipengaruhi dan ikut-ikutan teman. Rasa Ingin Tahu Yang tinggi. Remaja suka mencoba hal-hal yang baru, termasuk yang dapat membahayakan dirinya. Solidaritas Kelompok. Kuatnya rasa solidaritas remaja menyebabkan ia sulit menolak tekanan anggota kelompoknya termasuk tawaran narkoba. Ingin Tampil Menonjol. Remaja sering mencari perhatian dengan harapan terlihat berani, percaya diri dan tampil beda. Menghilangkan Rasa Bosan dan Tres. Remaja sering menganggap narkoba dapat menyelesaikan masalah- masalah yang dihadapinya. Keinginan Memberontak. Sebagian remaja menggunakan narkoba sebagai reaksi pemberontakan terhadap kekuasaan orang tua.

FAKTO-FAKTOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA


Faktor Lingkungan. Hubungan tidak harmonis dengan orang tua. Lngkungan rawan narkoba. Kurangnya kontrol. Tekanan Kelompok sebaya.

Faktor Individu. Coba-coba. Ingin diterima. Ikut trend Kenikmatan sesaat.

Cari perhatian. Ikut idola, dll.

Faktor Zat. Menimbulkan ketergantungan fisik & Psikis. Mudah didapat.

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA DISEBABKAN OLEH BERBAGAI FAKTOR YANG TERKAIT TERSEBUT DIATAS. REMAJA BERESIKO TINGGI TERJERUMUS NARKOBA. Adalah remaja yang : Tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua. Tidak berada dalam pengawasan orang tua. Kontrol diri yang rendah. Kepercayaan diri dan harga diri yang rendah. Tidak mau mengikuti aturan/ norma/ tatatertib. Suka mencari sensasi. Bergaul/tinggal dilingkungan penyalahgunaan narkoba. Dikucilkan atau sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Memiliki anggota keluarga penyalahgunaan narkoba. Rendahnya penghayatan spiritual. GEJALA DINI PENYALAHGUNAAN NARKOBA Susah diajak bicara. Mulai sulit untuk diajak terlibat dalam kegiatan keluarga. Mulai pulang terlambat tanpa alasan. Mulai tersingung. Mulai berani bolos.

CIRI-CIRI PENYALAHGUNAAN NARKOBA PERUBAHAN FISIK DAN LINGKUNGAN SEHARI-HARI Jalan sempoyongan, bicara pelo, tampak terkantuk-kantuk. Kamar tidak mau diperiksa atau selalu dikuci. Sering didatangi atau menerima telepon orang-orang yang tidak dikenal. Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar/ di dalam tas. Terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan. Sering kehilangan uang/barang dirumah. Mengabaikan kebersihan diri. PERUBAHAN PSIKOLOGIS Malas belajar. Mudah tersingung. Sulit berkonsentrasi. PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL Menghindar kontak mata langsung. Berbohong atau manipulassi keadaan. Kurang disipin. Bengong atau linglung. Suka membolos. Mengabaikan kegiatan ibadah. Menarik diri dari aktivitas keluarga. Sering menyendiri atau tersembunyi dikamar mandi, di gudang atau di tempat-tempat tertutup.

DAMPAK DAN PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA JENIS DAN EFEK PENGGUNAAN NARKOTIKA JENIS HEROIN Dikenal dengan nama putau atau PTW KARAKTERISTIK Merupakan narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan. Berupa serbuk putih denga rasa pahit. bisa putih, coklat atau dadu. Cara menggunakan dapat disuntikan, dihirup dan di makan EFEK Menimbulkan rasa mengantuk, lesu, penampilan dungu jalan mengambang & rasa senang yang berlebihan. tidak mengancam secara fisik, melainkan psikis : rasa tidak nyaman pada perut, kram otot, nyeri tulang, gejala seperti flu. Problem kesehatan : bengkak pada daerah menyuntik, tetanus, HIV/AIDS, hepatitis B&C, problem jantung, dada & paruparu, serta sulit buang air besar. Pada wanita menggangu sirkulasi Ganja Dikenal dengan nama mariyuana, hashis, Menimbulkan ketergantungan psikis terutama bagi mereka menstruasi. Menurunkan keterampilan motorik bingung, kehilangan

Dalam kemasan warna Gejala putus zat

gelek,budhastik, manijane.

yang telah rutin menggunakan. Bentuk daun kering,cairan yang lengket,minyak. Damar ganja

konsentrasi, penurunan motivasi, meningkatkan nafsu makan, rasa senang yang berlebihan. Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan, system peredaran darah dan kanker. Bicara jadi pelo, memperlambat respons fisik, mental & emosi. Dalam dosisi tinggi akan membuat pengguna tidur, kemudian akan menimbulkan perasaan cemas, sensitive, marah. Penggunaan campuran dengan alcohol akan mengasilkan kematian. Gejala putus zat tersbut lama dan serius. Peningkatan detak jantung & tekanan darah, rasa senang yang berlebihan, hilangnya rasa percaya diri. Setelah efek di tes

Obat Penenang (Obat tidur, pil koplo, BK, Nipam, Valium, Lexotan,dll.)

Bentuk berupa tablet. Digunakan dengan cara ditelan secara langsung.

Ectasy Dikenal dengan nama Inex, XTC, Huge Drug, Yupie Drug, Essence, Clarity, Butterply, Black Heart.

Bentuknya berupa tablet warna-warni. Cara penggunaan ditelan secara langsung.

biasanya akan terjadi perasaan lelah, cemas & depresi yang dapat berlangsung beberapa hari. Kematian dilaporkan terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh baik karena dehidrasi ataupun terlalu banyak cairan. Meninggalkan kerusakan otak yang Methamphetamine (shabu=shabu atau ubas) Bentuk berupa serbuk kristal dan cairan Cara penggunan dihisap dengan bantuan alat (di-bong) permanen. Menimbulkan perasaan melayang sementara yang berangsur-angsur membangkitkan kegelisahan luar biasa. Aktivitas tubuh dipercepat berlebihan. Pengunaan shabu yang lama akan merusak tubuh bahkan kematian karena over dosis.

DAMPAK ADIKTIF LAINNYA ALKOHOL Memperlambat kerja system saraf pusat, memperlambat refleks motorik, menekan

pernafasan, denyut jantung dan mengggangu penalaran & penilaian. Menimbulkan perilaku kekerasan, mengakibatkan resiko kecelakaan lau lintas. Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan, sensitive, tidak dapat tidur, kejang otot, halusinasi, dan bahkan kematian. Memperlambat kerja otak dan system saraf pusat. ZAT YANG MUDAH MENGUAP (Lem Ica Aibon, Thinner, Bensin, Spirtus) Menimbulkan perasaan senang berlebihan.pusing, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan dan pelo. Problem kesehatan terutama merusak otak, liver, ginjal dan paru-paru. Kematian timbul akibat berhentinya pernafasan & gangguan pada jantung. Bekerja pada system saraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi Zat yang Menimbulkan Halusinasi ( Jamur Kotoran Kerbau, sapi, kecubung ) pengguna. Perasaan sejahtera, perubahan pada proses pikir, hilangnya kontrol,hilangnya orientasi dan defresi. Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan.

DAMPAK PSIKOLOGIS DAN SOSIAL LAIN SECARA UMUM ADALAH :


Emosi yang tidak terkendali. Kecendrungan berbohong. Tidak memiliki tangggungjawab.

Hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu. Cendrung menghindar kontak komunikasi dengan orang lain. Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan. Tidak perduli dengan nilai dan norma pidana : kekerasan, pencurian dan menggangu ketertiban umum. PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Umumnya seorang pengguna narkona membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi. Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan. Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi, sekalipun seorang pecandu sudah pulih selama beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup. PERAN DAN TANGGUNGJAWAB ORANG TUA Peran dan tanggung jawab orang tua : Kecendrungan anak menyalahgunakan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. Sekalipun lingkungan seperti keluarga sekolah dan teman sebaya, mempunyai pengaruh yang besar bagi anak, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggungjawabnya maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Peran dan tanggungjawab tua yang dapat mencegah penyalahgunaan narkoba anak/ remaja sebagai berikut : Orang tua menjadi panutan. Orang tua menjadi teman diskusi. Orang tua menjadi tempat bertanya.

Mampu membuat aturan secara konsisten, kontinyu dan konsekuen. Mampu mengembangkan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama. Orang tua perlu menggali potensi anak-anak untuk dikembangkan melalui berbagai macam kegiatan. Orang tua dapat berperan sebagai pembimbing bagi anak. Orang tua perlu mengontrol kegiatan anak. Orang tua perlu mengenal teman-teman anak. Orang tua perlu menumbuhkan kesadaran anak bahwa : Penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan nilai norma dan aturan-aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Menyalahgunankan narkoba mengakibatkan putus sekolah, tidak bisa bekerja dengan baik, terlibat tindak kekerasan dan menggangu ketertiban umum, terkena berbagai macam penyakit, kurang di hargai orang. Kurang dipercaya orang, dikucilkan dari lingkungan, yang pada akhirnya tidak bisa menjadi manusia mandiri. Anak harus mencintai diri sendiri, keluarga, guru/pahlawan, hasil karya orang lain dan lingkungannya.

Melibatkan anak untuk mewujudkan cita-cita keluarga.

TIPS BAGI ORANG TUA


Langkah-langkah yang dapat diajarkan pada anak agar mereka dapat lebih mudah menolak tawaran narkoba dari teman atau orang lain : Berkata tidak bila ada yang menawarkan. Berikan alas an yang tepat dan tegas.

10

Misalnya : Saya ada tugas dari sekolah, sudahlah saya sudah tahu kok , dll. Alihkan topik pembicaraan. Abaikan bila ada yang mengejek dan tetaplah pada pendirian. Tawarkan teman untuk mengerjakan kegiatan lain. Misalnya : Nonton, mendengarkan musik, diskusi, dll. Hindari diri dari kelompok teman pengguna.

SIKAP ORANG TUA JIKA MENGETAHUI ANAKNYA MENGGUNAKAN NARKOBA


Berusahalah tenang. Kendalikan emosi, marah, tersinggung atau rasa bersalah tidak ada gunanya. Janga tunda masalah. Hadapi kenyataan, adakan dialog terbuka dengan anak, kemukakan apa yang ada ketahui, jangan menuduh pada saat anak berada dalam pengaruh narkoba. Hargai kejujuran. Bila anak sudah mengaku menggunakan narkoba, janganlah menampilkan reakssi marah. Orang tua perlu bersyukur bahwa anak mau bersikap jujur. Jujur terhadap diri sendiri. Berilah contoh sikap jujur dan terbuka dengan mengakui kelemahan dan kesalahan orang tua, jangan merasa benar sendiri. Saling memaafkan untuk kesalahan sikap, kata-kata dan perbuatan dimasa lalu yang menyakitkan. Tingkatkan hubungan dalam keluarga. Selesaikan konflik keluarga yang ada dalam keluarga, rencanakan membuat kegiatan bersama-sama dengan keluarga. Cari pertolongan Jika sulit mengendalikan emosi dan menghadapi masalah minta bantuan

11

kepada pihak ketiga atau tenaga profesi, puskesmas, rehabilitasi dengan atau tanpa seizin anak. Pendekatan kepada orang tua teman anak pemakai narkoba. Kunjungi orang tua teman yang menggunakan narkoba ungkapkan dengan hati-hati dan bijaksana apa yang anda ketahui, ajak kerjasama menghadapi masalah. GERAKAN PENCEGAHAN OLEH ORANG TUA Para orang tua dapat menjadi kekuatan dahsyat dalam program pencegahan penyalahgunan narkoba. Kerjasama para orang tua diperlukan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Para orang tua dapat merancang kegiatan bersama melalui berbagai media, baik formal seperti pertemuan RT/RW, kegiatan di Puskesmas/Posyandu setempat, hingga media yang sifatnya informal, seperti kelompok pengajian, arisan, kerja bakti, dan lain-lain.

BERIKUT ADALAH PILIHAN-PILIHAN PENDEKATAN YANG DAPAT DIGUNAKAN


Penyebaran informasi Orang tua yang sudah membaca makalah ini diharapkan dapat menyebarluaskan informasi kepada pihak-pihak lain di lingkungannya, baik formal maupun informal. Pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba perlu diperbaharui setiap saat melalui diskusi dan pencarian sumber informasi. Pembicaraan dapat dimulai dengan mendiskusikan peranan orang tua dalam mencegah anak dari penyalahgunaan narkoba. Hal-hal yang dapat didiskusikan sebagai berikut : Jenis-jenis narkoba dan dampak negatif penggunanya. Mengenal tana-tanda dan gejala-gejala penyalahgunaan narkoba. Sikap orang tua yang mengetahui anaknya mengunakan narkoba.

12

Pada saat diskusi, disarankan dapat menggunakkan media informasi berupa brosur, leafleat, poster, buku panduan ini dan lain-lain yang tersedia.

Membentuk kelompok orang tua Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba diharapkan menjadi gerakan masyarakat yang dapat dimulai dari orang tua/keluarga. Untuk itu pertemuan rutin yang membahas masalah-masalah dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diorganisir dengan baik. Kelopok-kelompok orang tua yang sudah ada juga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan organisasinya dalam upaya penyalahgunaan narkoba. Kelompok orang tua yang dimaksud lokal : o Perkumpulan atau organisasi lokal. o Arisan. o Kelompok keagamaan. o Lain-lain. Kegiatan sosial yang mempunyai misi Pencegahan terhadap

narkoba hendaknya dipadukan dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak warga masyarakat. Berbagai slogan,poster, pesan dalam kaos dan lain-lain digunakan dalam kegiatan seperti jalan santai, sepeda sehat, pertandingan olag raga antara orang tua dan sebagainya.

Peningkatan Pengetahuan dn Keterampilan Orang Tua Upaya yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua

dapat dimulai dengan mengajukan permohonan dukungan dari tokoh-tokoh

13

masyarakat untuk mengadakan kegiatan penyuluhan sosial atau pelatihanpelatihan tentang narkoba. Pelatihan dapat dilakukan dengan cara pertemuan intensif beberapa Undanglah nara sumber yang dianggap memahami masalah narkoba hari sekaligus atau pertemuan seminggu dua kali selama beberapa waktu. yang dapat diterima masyarakat. Materi pelatihan, antara lain : Pemahaman tentang anak dan remaja. Komunikasi efektif. Pengetahuan dasar narkoba. Identifikasi tanda dan gejala penyalahgunaan narkoba. Daftar lembaga atau perorangan yang dapat membantu keluarga dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba. Persatuan Orang Tua dan Guru (POMG) Kelompok etnis. Kelompok relawan penyalahgunaan narkoba. Aspek hukum berkaitan dengan narkoba. Peran orang tua dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pengembangan program pendidikan tentang narkoba di rumah, sekolah dan masyarakat.

14