P. 1
Laporan PLK S

Laporan PLK S

|Views: 568|Likes:
Dipublikasikan oleh Andriyani Utama

More info:

Published by: Andriyani Utama on Jun 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2013

pdf

text

original

Layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor
terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan
kecocokan. Ketidakcocokan itu menjadikan mereka saling berhadapan, saling
bertentangan dan saling bermusuhan. Pihak-pihak yang berhadapan itu jauh dari rasa
damai bahkan mungkin berkehendak saling menghancurkan. Keadaan yang demikian
itu akan merugikan kedua belah pihak.
Dengan layanan mediasi konselor berusaha mengentarai atau membangun
hubungan diantara mereka sehingga mereka menghentikan dan terhindar dari
pertentangan lebih lanjut yang merugikan semua pihak.
Selama PLK-S mahasiswa tidak menemukan klien yang bermasalah dengan
temanya, sehingga layanan mediasinya tidak terlaksana.

BAB V

KEGIATAN KHUSUS

A.Kegiatan Kelompok Belajar

Selain melaksanakan kegiatan-kegiatan BK yang termasuk dalam BK pola 17

plus, guru pembimbing juga melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus seperti kelompok

belajar dan bimbingan teman sebaya.

Kelompok belajar adalah sejumlah siswa yang melakukan aktifitas bersama dan

saling membantu dalam proses pembelajaran. Kelompok tersebut juga

menyelenggarakan kegiatan di luar jam belajar resmi sesuai dengan kesepakatan

anggotanya.

Secara khusus tujuan Bimbingan kegiatan kelompok belajar diarahkan pada

hal-hal sebagai berikut :

1. Isi dan hasil belajar.

Melalui kegiatan kelompok siswa dapat :

-Mendalami materi pelajaran,

27

-Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru

-Menanggulangi kesulitan belajar yang dirasakan,

-Mempersiapkan diri untuk ujian.

-Memperoleh nilai tinggi untuk pelajaran yang diikuti

2. Kegiatan belajar siswa.

Melalui kegiatan kelompok belajar siswa dapat

-Mengembangkan keterampilan belajar,

-Mengoptimalkan penggunaan sarana belajar yang ada,

-Mengembangkan motifasi dan disiplin belajar

Dalam pelaksanaan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah ini tidak dapat terlaksana

sesuai dengan apa yang diharapkan karena keterbatasan waktu dan tenaga. Tetapi

secara tidak langsung ada beberapa siswa yang dinilai memiliki kemampuan dalam

belajarnya yang bagus dibandingkan teman sekelasnya dan diminta untuk membantu

teman-temanya yang mengalami kesulitan dalam belajar.

B.

Bimbingan Teman Sebaya

Bimbingan teman sebaya atau disingkat BTS merupakan kegiatan bimbingan

yang mengikut sertakan siswa sebagai subjek pembimbing. BTS adalah pelayanan

bimbingan yang diberikan oleh siswa tertentu terhadap siswa lainya dalam

mengentaskan permasalahanya, baik masalah dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar

dan karir.

Siswa yang memberikan bantuan terlebih dahulu dibina atau dilatih oleh guru

pembimbing sampai mampu melaksanakan bimbingan teman sebaya yang memberi

bantuan koordinasi dan supervise guru pembimbing. Adapun tujuan umum dari BTS

adalah membantu mensukseskan program bimbingan dan konseling di sekolah dalam

rangka mengoptimalkan perkembangan siswa. Sedangkan tujuan khusus darI BTS

adalah :

1.Untuk siswa yang bimbing (SISBIN) adalah membantu siswa bersangkutan

memperoleh kesempatan dalam mengembangkan hubungan social, mengentaskan

persoalan yang dihadapi, mengembangkan potensi dan manfaat layanan BK

2.Untuk siswa yang memberikan bantuan (SISBAN) tujuan BTS adalah

memberikan kesempatan pada siswa tersebut meningkatkan keperdulian,

meningkatkan kualitas pribadi, mengembangkan potensi dan motivasi temanya

dalam belajar.

28

Dalam pelaksanaan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah, bahwa bimbingan teman

sebaya ini telah berjalan dengan adanya PKR sekolah, selama menjalankan PLK-S di

sekolah mahasiswa juga melibatkan diri didalamnya dengan memberikan layanan-

layanan yang sesuai dengan tugas perkembangan siswa diantaranya adalah tentang

tugas perkembangan remaja, kenakan remaja, dan penyakit AIDS dan penyebabnya.

(satlan dan satkung terlampir)

BAB VI

KEGIATAN PENDUKUNG

Kegiatan pendukung dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah

dilaksanakan untuk menunjang atau memperkuat terlaksananya jenis layanan

bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling terdiri dari :

Aplikasi Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih

Tangan Kasus dan Tampilan Kepustakaan.

Pelaksanaan PLK-S SMP N 2 Curup Tengah penulis telah melaksanakan

beberapa kegiatan pendukung di atas.

1.Aplikasi Instrumentasi dan Himpunan Data

Aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan

keterangan tentang peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.

Pengumpulan data dan keterangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai instrumen

29

baik tes maupun non tes. Hasil instrumentasi dipakai dalam kegiatan layanan

bimbingan dan konseling.

Adapun aplikasi instrumentasi yang telah penulis laksanakan di Curup adalah :

a.Pengadministrasian AUM Umum Format-3 untuk Siswa Kelas VIII 1 SMP N 2

Curup Tengah

b.Pengadministrasian AUM PTSDL Format -3 untuk Siswa Kelas VIII 1 SMP N

2 Curup Tengah

c.Pelaksanaan teknis Sosiometri

d.Pelaksanaan pengisian format KPMP, instrumentasi yang dilaksanakan satlan

dan Lapelprog terlampir.

Himpunan data meliputi :

Mengumpulkan semua data yang telah diperoleh melalui aplikasi instrumentasi, dari

data tersebut dikelompokkan menjadi data pribadi, data kelompok, dan data umum.

Adapun data yang telah penulis himpun dalam PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah

sebagai berikut :

a.

Data hasil pengolahan AUM Umum (Pribadi dan kelompok)

b.

Data hasil pengolahan AUM PTSDL (Pribadi dan Kelompok)

c.

Data hasil pengolahan sosiometri

d.

Data hasil pengisian format KPMP

e.

Biodata siswa (Semua data tersebut terlampir).

2.Konferensi Kasus

Guru pembimbing melaksanaan konferensi kasus apabila untuk penanganan

masalah siswa diperlukan data atau keterangan tambahan atau masukan dari pihak-

tertentu. Untuk itu guru pembimbing mengundang dengan pengetahuan kepala sekolah.

Pihak-pihak yang dianggap dapat membantu penanganan masalah siswa, misalnya

orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah dan pihak-pihak lain yang

bersangkutan.

Tujuan dari konferensi kasus adalah :

- Diperolenya gambaran yang jelas, mendalam dan menyeluruh tentang

permasalahan siswa

- Terkomunikasikannya sejumlah aspek permasalahan kepada pihak-pihak yang

berkepentingan sehingga penanganan masalah itu tuntas

- Terkoordinasinya penanganan masalah yang dimaksud sehingga upaya

penanganan masalah lebih efisien dan efektif

30

3. Kunjungan Rumah

Penanganan permasalahan siswa seringkali memerlukan pemahaman yang lebih

jauh tentang suasana rumah atau keluarga siswa. Untuk itu perlu kunjungan rumah.

Adapun tujuan kegiatan kunjungan rumah adalah :

o

Memperoleh data tambahan tentang permasalahn siswa khususnya ynag

bersangkut paut dengan keadaan ekonomi

oMenyampaikan kepada orang tua tentang permasalahannya
oMembangun komitmen orang tua terhadap penanganan masalah anaknya.
Kunjungan rumah merupakan kegiatan pendukung layanan bimbingan
konseling yang bertujuan untuk mencari tau lebih lanjut kondisi keluarga siswa atau
klien yang terkait dengan permasalahannya, akan tetapi kunjungan rumah ini juga
merupakan kegiatan pendukung yang bersifat insidental maka dalam proses PLK-S ini
kunjungan rumah belum dapat dilaksanakan dengan maksimal karena keterbatasan
waktu yang ada.

4.Alih Tangan Kasus

Alih tangan kasus hanya dilakukan apabila guru pembimbing menjumpai

kenyataan bahwa sebagian atau keseluruhan inti permasalahan siswa di luar

kemampuan/kewenangan guru pembimbing. Dalam pelaksanaan praktek ini kegiatan

alih tangan kasus tidak dlaksanakan karena masalah-masalah yang dihadapi siswa

masih dapat diselesaikan.

Sejauh mahasiswa PLK-S dilaksanakan, tidak ditemukan masalah siswa yang

perlu dialih tangankan pada orang lain.

5. Tampilan Kepustakaan

Tampilan kepustakaan (TKP) membantu siswa atau klien dalam memperkaya dan

memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama

konselor pada khususnya dan dalam pengembangan diri pada umumnya. Adapun

tujuannya adalah :

oMelengkapi sustansi pelayanan konseling berupa bahan-bahan tertulis yang
ada dalam tampilan kepustakaan

oMendorong klien memanfaatkan bahan-bahan yang ada tampilan
diperpustakaan untuk memperkuat pengentasan masalah dan pengembangan

diri dari pihak-pihak yang bersangkutan.

31

BAB VII

MANAJEMEN PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH

Pelayanan Bimbingan dan Konseling akan terlaksana dengan baik apabila

dikelola dengan manajemen yang baik pula. Pengelolaan pelayanan bimbingan dan

konseling di SMK Negeri 1 Curup ditunjang oleh adanya organisasi, pelaksana

program layanan dan operasionalisasi pelayanan BK.

A.

Pola Menejemen yang ada

Pola manajemen atau keorganisasian bimbingan dan konseling di sekolah

menengah atas, Prayitmo dan kawan-kawan (2002) menjelaskan bahwa organisasi BK

meliputi unsure organigram berikut :

32

Kadis Pendidikan

Pengawas Sekolah
Bidang BK

Kepala Sekolah

Komite
Sekolah

Wakasek

Secara ideal, organisasi Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan sudah

mengikuti pola yang ada, namun pola manajemen yang tersurat belum tersedia (gambar

organisasi masih memakai pola yang lama). Pelaksanaan BK di SMP N 2 Curup

Tengah, diawasi dan dibina oleh unsur kantor Dinas Pendidikan

Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling di SMP N 2 Curup

Tengah adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pelayanan bimbingan

dan konseling, dengan koordinator dan guru pembimbing sebagai pelaksana utamanya.

Gambar struktur organisasi BK yang ada di SMP N 2 Curup Tengah

Uraian tugas masing-masing personil pada struktur organisasi BK yang ada di

SMP N 2 Curup Tengah adalah sebagai berikut :

1.Kepala Sekolah

Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh, khususnya

pelayanan bimbingan konseling, tugas Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :

33

Tata Usaha

GMP/Praktek

Wali Kelas

Koor.BK/GP

SISWA

Kepsek
Wakasek

Komite
Sekolah

Tata Usaha

Guru Mata
Pelajaran

Wali Kelas

Koor BK
GP

SISWA

a.

Mengkoordinator segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di

sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan dan bimbingan dan konseling

merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.

b.

Menyediakan prasarana, tenaga, sarana dan berbagai kemudahan bagi

terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.

c.

Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan

pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan dan

konseling.

d.

Mempertanggung jawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan

konseling di sekolah kepala kanwil/kandep yang menjadi atasanya.

2.Wakil Kepala Sekolah

Sebagai pembantu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala

Sekolah dalam melaksanakan tugas Kepala Sekolah

3. Guru Pembimbing

a.

Membantu memasyarakatkan pelayanan BK kepada siswa

b.

Merencanakan Program Bimbingan dan Konseling

c.

Melaksanakan kegiatan program satuan layanan bimbingan dan konseling

d.

Melaksanakan segenap satuan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling

e.

Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan

pendukung bimbingan dan konseling

f.

Menganalisis tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan

pendukung bimbingan dan konseling

g.

Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegioatan pendukung

bimbingan dan konseling

h.

Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan

bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada coordinator BK serta kepala

sekolah

i.

Bekerja sama dengan guru bidang studi dalam penyelenggaraan layanan

penguasaan konten

4. Guru Mata Pelajaran

Sebagai tenaga ahli pengajaran dan praktik dalam bidang studi atau program

latihan tertentu dan sebagai personil yang sehari-hari langsung berhubungan dengan

siswa, peranan guru mata pelajaran dan guru praktekdalam pelayanan bimbingan

dan konseling adalah :

34

a.

Menbantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada

siswa.

b.

Membantu guru pembimbing mengidentifikasikan siswa-siswa yang

memerlukan layanan BK, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.

c.

Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan

konseling kepada guru pembimbing

d.

Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru, hubungan

siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK

e.

Memberikan kesempatan dan kemidahan kepada siswa yang memerlukan

layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti layanan yang

dimaksudkan itu.

f.

Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti

konferensi kasus.

g.

Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka

penilaian pelayanan BK upaya tindak lanjutnya.

5. Wali Kelas

Sebagai pengelola kelas tertentu, dalam pelayanan BK, wali kelas berperan :

a.Membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas

yang menjadi tanggung jawabnya

b.Membantu guru mata pelajaran melaksanakan perananya dalam pelayanan BK

khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya

c.Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di

kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti kegiatan BK

d.Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti

konferensi kasus

e.Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan BK kepada guru

pembimbing.

B. Kompetensi Personil Pelayanan Konseling

Prayitno, dkk (2002) menjelaskan bahwa kompetensi adalah pengetahuan,

keterampilan, nilai dan sikap dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berfikir dan

bertindak yang bersifat dinamis, berkembang dan dapat diraih. Jadi kompetensi personil

BK adalah personil yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai juga sikap dasar

yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak dinamis, berkembang dan

dapat diraih setiap waktu.

35

Ditinjau dari segi latar belakang guru pembimbing di SMK N 1Curup, guru

pembimbingnya sudah memenuhi syarat yaitu latar belakanya bimbingan dan

konseling. Sedangkan dari kompetensi layanan BK yang diharapkan, bias dikatakan

80% telah terlaksana. Adapun kompetensi BK, sebagai berikut :

1.

Perencanaan Program layanan BK

2.

Pelaksanaan program

3.

Evaluasi program

4.

Analisis hasil evaluasi program

5.

Tindak lanjut hasil evaluasi

6.

Laporan pelaksanaan program

C. Fasilitas Pendukung Konseling

Prayitno, dkk (2002) dalam bukunya Kurikulum Berbasis Kompetensi

menjelaskan bahwa yang hendaknya ada untuk menunjang kegiatan BK di sekolah

diantaranya lain :

1.

Tempat Duduk

a.

Masing-masing guru pembimbing perlu memiliki ruang kerja

tersendiri dalam kesatuan pelayanan BK yang ada di sekolah.

b.

Ruang pelayanan memingkinkan siswa merasa sering dan betul-

betul dilayani dan memungkinkan dilaksananya asas-asas BK

c.

Secara Umum dalam Ruangan BK hendaknya :

-Dapat menyimpan berbagai kelengkapan kegiatan BK

-Dapat menyimpan bahan-bahan yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh

siswa

2. Instrumentasi BK

Di sekolah hendaknya tersedia :

-Tes standar seperti tes itelegensi, tes bakat

-Inventori standar seperti AUM, skala sikap, skala minat dan skala penilaian

diri

-Instrumen yang dapat disusun sendiri, seperti berbagai jenis angket dan

daftar isian, pertanyaan untuk sosiometri, format penilaian dan format lainya

D. Kepengawasan

1.

Kegiatan pelayanan konseling di SMP N 2 Curup Tengah dipantau,

dievaluasi dan dibina melalui kegiatan pengawasan

36

2.

Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara interen oleh

kepala sekolah dan eksteren oleh pengawas SML bidang konseling

3.

Fokus pengawasan adalah kemampuan professional konselor implementasi

kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban tugas konselor di SMP N 2

Curup Tengah

4.

Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan

berkelanjutan

5.

hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis dan ditindak lanjuti untuk

peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di

SMP N 2 Curup Tengah.

BAB VIII

LAPORAN KASUS

Khusus untuk laporan kasus penulis tidak lagi menjabarkan apa itu konseling
perorangan, konseling kelompok dan bimbingan kelompok. Dan bagaimana juga tahap-
tahap selama pelaksanaan bimbingan tersebut, karena penulis sudah menjelaskanya
dalam layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok
yang ada di Bab IV. Satlan dan satkung juga terlampir.

37

BAB IX

PENUTUP

A.

Gambaran Tentang Keberhasilan BK

Selama dua bulan penulis telah melaksanakan layanan Bimbingan dan

Konseling yang diprogramkan. Untuk menilai efektifitas dan pelayanan Bimbingan dan

Konseling yang dilaksanakan tersebut, maka perlu dilakukan penilaian. Secara umum

dapat dikatakan bahwa kegiatan Bimbingan dan Konseling yang diprogramkan

sebagian besar telah terlaksana. Dari layanan yang diberikan, klien mendapat

pengetahuan baru seperti pemahaman diri, mengerti konsep BK sebenarnya.

B.Faktor, penunjang Penghambat dan upaya mengatasinya

1). Faktor Penunjang

Kegiatan Bimbingan dan Konseling yang penulis programkan dapt terlaksana

dengan baik karena adanya dukungan dari semua pihak, yaitu dari kepala sekolah dan

38

seluruh karyawan yang ada di SMP N 2 Curup Tengah. Selain itu pelayanan

Bimbingan dan Konseling yang penulis laksanakan juga ditunjang oleh sarana dan

prasarana yang tersedia, yang meliputi adanya ruangan khusus untuk konseling serta

kelengkapan administrasi lainnya terutama ketika penulis sedang melaksanakan PLK-

S.

2). Faktor Penghambat

Meskipun secara esensial tidak ada yang menjadi penghambat dalam

melaksanakan kegiatan BK di sekolah ini, namun secara tekhnis ada hambatan yang

dialami antara lain : Masalah kurangnya tenaga pembimbing.

3). Upaya mengatasinya

Didukung dengan jam khusus BK sangat mencukupi namun penulis tetap

kewalahan untuk melaksanakan beberapa layanan misalnya layanan yang hanya

terbatas untuk kelompok, sehingga penulis harus meminta bantuan rekan PLK-s

lain untuk dapat melaksanakannya.

C.

Saran-Saran

• Mahasiswa ynag mengikuti PLK-S harus benar-benar mempersiapkan diri dengan

berbagai wawasan dan keterampilan dalam memberikan layanan kepada siswa karena

permasalahn yang muncul di lapangan terkadang berbeda dengan teori yang dipelajari

di bangku kuliah.

•Agar guru pembimbing senantiasa meningkatkan kerja sama dengan personil sekolah

yang lain, seperti guru mata pelajaran, wali kelas, Pembina osis, guru piket serta tata

usaha. Sehingga program yang telah direncanakan mendapat dukungan dari berbagai

pihak di sekolah

•Diharapkan kepada siswa agar dapat memanfaatkan layanan BK untuk mengatasi

berbagai permasalahan yang mereka alami baik masalah umum maupun khusus atau

masalah yang sangat mempribadi serta masalah belajar. Sehingga apa yang

diharapkan dapat tercapai dengan baik.

•Rasa terima kasih banyak kepada guru pamong yang telah mendukung kami, dan

membantu kami selama PLK-S di sekolah.

•Juga kepada Dosen DPL terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan.

•Kami harapkan kepada Prodi BK untuk dapat lebih memberikan kemudahan dalam

prosedur teknis pelaksanaan PLK-S

39

40

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->