Anda di halaman 1dari 6

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga Tugas Makalah Administrasi dan Manajemen yang kedua ini dapat terwujud. Tak lupa saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat di kemudian hari. Saya pun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka saya harap saran dan kritik dari semua pihak sehingga dapat menjadi bahan acuan bagi saya untuk kedepannya. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

Penyusun,

Mahasiswa

Daftar Isi

Kata Pengantar... 1 Daftar isi... 2 Pembahasan : A. Administrasi sebagai Seni (Administration is Arts) .. 3 B. Administrasi sebagai Ilmu (Administration is Science) ... 3 C. Administrasi sebagai Seni dan Ilmu (Administration is Arts and Science) . 4 D. Administrasi sebagai Profesi (Administration is Profesion) .. 5 E. Sifat Ilmu Administrasi . 5

BAB II HAKIKAT ILMU ADMINISTRASI


Kemampuan memahami administrasi sebagai seni, ilmu, dan profesi, serta sifat hakekat ilmu administrasi

A. Administrasi sebagai Seni (Administration is Arts)


Pengertian administrasi, yaitu segenap rangkaian kegiatan penyelenggaraan penataan usaha karja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mengetahui lebih jelas administrasi sebagai seni, maka terlebih dahulu harus dikupas istilah seni. Dalam kamus Websters New Collegiate Dictonary, perkataan art (seni) ini berasal dari bahasa Latin artes yasng berarti skill atau keahlian, kemahiran yang diperoleh dari dalam untuk mewujudkan sesuatu. Dengan demikian, administrasi sebagai seni adalah keahlian dan kemampuan kerja sama untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan, atau merupakan sesuatu kecakapan, kecerdikan, dan keahlian yang langsung diterapkan dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari. The Liang Gie (1972:29) memberikan penjelasan bahwa seni administrasi diartikan sebagai penggunaan kemahiran, kecerdikan pengalaman firasat dan penerapan pengetahuan secara sistematis yang dilakukan oleh seorang pejabat manajer dalam suatu usaha kerja sama sehingga tujuan usaha itu tercapai. Makkasau (1982:25) memberikan pengertian seni dalam administrasi, yaitu kemampuan yang kepada didasarkan kepada kemahiran, kreativitas, dan keterampilan secara tradisional semata, tanpa menghubungkan metode dan teknik ilmu pengetahuan administrasi berdamaan dengan dilaksanakannya usaha kerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang didasarkan pada firasat, perasaan, dan naluri.

B. Administrasi sebagai Ilmu (Administration is Science)


Sebelum mengetahui administrasi sebagai suatu ilmu, terlebih dahulu harus diketahui pengertian ilmu dan persyaratan suatu pengetahuan sehingga dapat dinyatakan sebagai ilmu (science). Hatta (1950:9) mengartikan ilmu sebagai suatu pengetahuan yang teratur dari hal pekerjaan hukum sebab akibat. Sehingga tabiat ilmu, ialah mencari keterangan tentang kedudukan satu hal atau masalah yang berhubungan dengan sebab dan akibatnya.

Sesuatu dapat dikatakan ilmu jika memenuhi persyaratan berikut: 1. tersusun secara sistematis dan teratur, 2. objektif-rasional sehingga dapat dipelajari, 3. menggunakan metode ilmiah, 4. mempunyai prinsip-prinsip tertentu, dan 5. dapat dijadikan suatu teori. The Liang Gie menghasilkan cabang ilmu administrasi secara tersendiri, yaitu ilmu organisasi, ilmu manajemen, imu komunikasi administrasi, ilmu administrasi kepegawaian, ilmu administrasi keuangan, ilmu administrasi perbekalan, ketatausahaan (ilmu administrasi perkantoran), dan ilmu hubungan masyarakat. Selain itu, Atmosudirdjo, membagi spesialisasi ilmu administrasi atas empat golongan, yaitu ilmu administrasi negara, ilmu administrasi niaga, ilmu administrasi sosial, dan ilmu administrasi internasional. Metode ilmiah ilmu administrasi meliputi: pengamatan, percobaan, dan analisis dengan bertitik tolak dari pengetahuan umum sampai kepada pengetahuan khusus (deduktif-induktif). Prinsip-prinsip ilmu administrasi adalah tercapainya tujuan secara efisien. Efisien, yaitu perbandingan terbaik antara hasil yang dicapai dengan usaha yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut. Ilmu administrasi dapat dijadikan suatu teori. Sebagai bukti yaitu sudah ribuan buku dan karangan telah ditulis oleh ahli dan ratusan sarjana peneliti telah muncul untuk mengembangkan administrasi. Berikut ini adalah tabel perbandingan Administrasi sebagai Seni dan Ilmu : Sebagai ilmu Sebagai Seni 1. advanced by knowledge 1. advanced by practice (memperoleh kemajuan (memperoleh kemajuan melalui melalui pengetahuan) praktek) 2. process (membuktikan) 2. feels (merasakan) 3. predicts (meramalkan) 3. guesses (mengira-ngira) 4. defines (merumuskan) 4. mescribes (menguraikan) 5. measures (mengukur) 5. opines (memberi pendapat)

C. Administrasi sebagai Seni dan Ilmu (Administration is Arts and Science)


Simpulan dari uraian di atas menunjukkan bahwa adminiastrasi sebagai seni dan juga sebagai ilmu. Mengenai pendapat yang ketiga ini, yaitu gabungan antara yang pertama (sebagai seni) dan yang kedua (sebagai ilmu). Siagian (1985:5) mengemukakakn bahwa timbulnya Ilmu Administrasi sering dikenal sebagai suatu modern phenomenon. Ia timbul pada abad modern sekarang ini. Oleh karena itu, sekarang ini administrasi dikenal sebagai suatu artistic science karena dalam penerapan seninya masih tetap memegang peranan yang menentukan.
4

Sebaliknya, seni administrasi dikenal sebagai suatu scientific art karena seni into sudah didasarkan atas sekelompok prinsip yang telah teruji kebenarannya. Jadi, dengan demikian teranglah bahwa administrasi itu selain sebagai ilmu yang diakui sejak tampilnya F.W. Taylor dan Henry Fayol delaku pelopor dalam perkembangan Administrasi dan Manajemen menjadi suatu ilmu pengetahuan.

D. Administrasi sebagai Profesi (Administration is Profesion)


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996:789) disebutkan profesi ialah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejujuran dan sebagainya) tertentu. Pigor (1951:152), Pollet (1960:135), dan Hunderson (1959:69), dalam definisi mereka menyatakan bahwa: 1. suatu jabatat, supaya dapat disebut suatu profesi, maka jabatan itu harus berdasarkan pada suatu wadah ilmu pengetahuan yang sistematis dan pelaksanaannya menuntut kecerdasan dan keahlian guna pemecahan berbagai masalah yang sulit; 2. suatu profesi, menuntut waktu yang lama untuk persiapan spesialisasi dan berdasarkan pada suatu latar belakang pendidikan yang luas; 3. suatu profesi, selain membukakan kesempatan dan menyediakan waktu bagi anggota-anggotanya untuk mengikuti latihan-latihan guna peningkatan dan penyegaran pengetahuan mereka; 4. suatu profesi menghendaki penelitian dan penyelidikan secara ilmiah, berkelanjutan.

E. Sifat Ilmu Administrasi


Ilmu administrasi adalah bagian dari ilmu-ilmu sosial seperti halnya dengan ilmu hukum, ilmu politik, ilmu ekonomi, sejarah, dan sosiologi. Simon (1961:22) mengatakan ilmu administrasi sebagaiman halnya dengan semua pengetahuan adalah tidak mengandung pengertian moral. The Liang Gie Sutarto (1977:46) mengemukakan sifat ilmu administrasi ada dua macam. 1. Netral, yaitu tidak mengandung nilai-nilai baik atau buruk, susila dan dursila. 2. Tidak dapat meyusun hukum-hukum atau dalil-dalil yang sangat eksak seperti halnya ilmu pasti atau ilmu alam karena ilmu administrasi bersangkutan dengan manusia yang bersifat dinamis. Selanjutnya Simon (1957:34) menyatakan hai ini tak berarti bahwa tidaklah mungkin untuk menyusun hukum-hukum yang berlaku tentang tingkah laku manusia. Ini semata-mata berarti bahwa salah satu dari hal tak tentu yang harus diperhitungkan
5

dalam perumusan hukum-hukum sosial ialah keadaan pengetahuan dan pengalaman dari orang-orang yang tingkah lakunya hendak diuraikan oleh hukum itu. Simon (1957:34) juga mengemukakan ada beberapa bukti yang dapat diketemukan, bahwa ilmu administrasi sudah mencoba dan berhasil menemukan prinsip-prinsip yang tidak eksak. 1. efisiensi administrasi akan bertambah besar, jika di dalam organisasi diadakan spesialisasi tugas diantara para anggota; 2. efisiensi administrasi akan bertambah besar jika para anggota (para peserta) dalam suatu organisasi diatur (disusun dalam hierarki kewenangan) yang pasti atau jelas; 3. efisiensi administrasi akan bertambah besar, jika rentangan pengawasan pada tiaptiap tingkatan hierarki dibatasi hanya beberapa orang. Rentangan pengawasan yaitu jumlah orang yang tepat yang harus berada di bawah pengawasan seseorang atasan. 4. efisiensi administrasi akan bertambah besar untuk keperluan manajer dan pengawasannya, jika para pekerja atau peserta digolongkan menurut : a. tujuan (tugasnya), b. proses kerja yang harus dilayani, c. pihak yang harus dilayani, dan d. tempatnya. Selanjutnya, Thoha (dalam Aneka Sari Ilmu Administrasi, (1980:A34) mengatakan bahwa sifat lain dari administrasi ialah pelayanan. Ini berarti bahwa administrasi pada umumnya bercorak memberi pelayanan kepada pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang masih dalam kaitannya dengan tugas pokok sesuatu organisasi. Sugandha (1989:20) mengemukakan bahwa administrasi baik dalam perusahaan maupun pemerintahan harus efisien, dan rasional. Hal ini berarti bahwa setiap tindakan yang akan dilaksanakan oleh para administratornya harus benar-benar merupakan hasil perhitungan yang matang. Sebagai kesimpulan, administrasi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang memiliki sifat atau hakikat tidak dapat memberikan dalil-dalil yang eksak atau pasti berdasarkan fakta, tidak mengandung nilai-nilai baik atau buruk, tetapi dapat digunakan berbuat baik atau berbuat buruk, dan memberikan pelayanan tugas pokok dengan cara rasional. Singkatnya, sifat atau hakikat ilmu administrasi, yaitu memberikan pelayanan tugas pokok dengan netral, objektif, dan rasional.