Anda di halaman 1dari 11

1.

D e f i n i s i P e n g i n d e r a a n J a u h d a n S i s t e m I n f o r m a s i Geografis
1.1 Definisi Penginderaan Jauh

Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah, atau jalan dengan cara menganalisa data yang di peroleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah atau gejala yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1994). Suatu teknik untuk mengumpulkan informasi mengenai objek dan lingkungannya dari jarak jauh tanpa sentuhan fisik (Lo, 1995). Menurut Lundgren : merupakan bagian teknik yang

diseimbangkan untuk memperoleh dan menganalisis informasi tentang bumi (Sutanto, 1987). Menurut Welson dan Bufon : merupakan suatu ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi mengenai objek, area, dan gejala dengan menggunakan alat. Informasi tersebut diperoleh tanpa kontak langsung dengan objek, area dan gejala tersebut (Edney, 1993).

1.2

Definisi Sistem Informasi Geografis

- 1 -

Suatu

perangkat

alat

untuk

mengumpulkan,

menyimpan,

menggali kembali, mentransformasi dan menyajikan data spasial dari aspek-aspek permukaan bumi (Burrought, 1986). Suatu sistem informasi yang dirancang untuk menganalisa data spasial (peta) dengan seperangkat operasi secara

terkomputerasi (Zulfikar, 2003). Sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Dalam arti yang lebih sempit adalah sistem komputer yang memiliki

kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya dalam sebuah database (Edney, 1993)

2. Peranan dan Manfaat Penginderaan Jauh


2.1 Peranan Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh bumi secara multispektral dari ruang angkasa luar dengan memanfaatkan satelit dan pesawat ulang-alik sangat penting untuk memantau secara konstan lingkungan terrestrial kita yang terdiri dari empat lapisan, yaitu: a. Lapisan yang mengandung kehidupan ( Biosfer) b. Lapisan gas/ udara (Atmosfer) c. Lapisan air (Hidrosfer) d. Lapisan kerak bumi yang padat (Litosfer)

- 2 -

Penginderaan jauh diaplikasikan guna mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengartikan berbagai macam komponen lingkungan kita secara lebih baik. Penginderaan jauh terutama berperan penting sebagai alat dalam survei, inventarisasi dan pemetaan pada kenampakan lingkungan (Lo, 1995).

2.2

Manfaat Penginderaan Jauh

Menurut Lo (1995) teknologi penginderaan jauh sangat bermanfaat untuk studi tentang : 1. Populasi manusia (Kependudukan) masa lampau dan saat ini. 2. Cuaca (Meteorologi) dan iklim (Klimatologi). 3. Geologi, Geomorfologi dan Hidrologi. 4. Inventarisasi vegetasi, tanaman pertanian dan tanah tempat tumbuhnya.

5. Pemetaan penggunaan lahan dan penutup lahan. 6. Kartografi, antara lain untuk pemetaan topografi. 7. Karakteristik fisik, biologi, geologi dan kimia laut. Menurut Zulfikar (2003), teknologi penginderaan jauh telah dimanfaatkan hampir di semua sektor baik pemerintah maupun swasta, antara lain:

- 3 -

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Departemen Pertanian Departemen Kehutanan Departemen Pekerjaan Umum Departemen Pertambangan dan Energi Departemen Kelautan dan Perikanan Departemen Kesehatan Departemen Transmigrasi TNI dan POLRI BPN

10. LAPAN 11. PT. Telkom 12. PT.Indosat 13. PT. Timah 14. Perusahaan Swasta Nasional 15. Perusahaan Swasta Asing

3. Beberapa Istilah Penginderaan Jauh dan SIG

Beberapa istilah mengenai Penginderaan Jauh dan SIG yang dikutip dari buku Wiradisastra (1996), adalah sebagai berikut :

1. RASTER Data Raster (organisasi sel) adalah salah satu bentuk data yang paling sederhana dalam SIG. Dalam struktur data Raster, nilai setiap parameter yang dibahas seperti elevasi, kelas

penggunaan lahan, biomassa, tanaman dan lain-lain dibangun dalam setiap sel dalam suatu ruang yang teratur. - 4 -

Seluruh

cakupan peta ditunjukkan sebagai kumpulan Grid

dalam bentuk kolom matriks baris dan kolom. Raster = Kotakkotak Piksel. Keuntungan data berbentuk raster : 1. Mudah membandingkan antar layer. 2. Mudah dalam pengukuran luas dan perhitungan secara kuantitatif. 3. Mudah mengintegrasikan dengan data remote sensing. 4. Struktur data lebih sederhana. 5. Mudah dalam menulis dan membuat program pengolahan. 6. Mudah dalam menoverleykan. Software yang berbasis raster antara lain : Ilwis, Idrisi dan Erdas.

2. VEKTOR

Cakupan peta yang terdiri dari kumpulan titik-titik yang mempunyai koordinat garis X,Y. Model data vektor digunakan untuk objek yang memerlukan posisi yang akurat. Pendekatannya adalah dengan meletakkan posisi akurat titik, garis dan poligon yang digunakan untuk menggambar objek. Model vektor yang mengasumsikan posisi koordinat secara sistematis dengan tepat. Keuntungan data berbentuk vektor : 1. Objek dapat digambarkan secara lebih teliti. - 5 -

2. Kenampakan objek yang kecil dapat ditunjukkan. 3. Bentuk asli dan benar dapat ditunjukkan. 4. Kurang memerlukan sarana penyimpanan. 5. Mudah untuk pembaruan, perbaikan dan pemberian notasi peta.

3. GRID

Merupakan resolusi atau kedetailan dari kenampakan yang ada. Tiap Grid mempunyai ukuran tertentu. Kumpulan Grid dalam bentuk kolom matriks baris dan kolom, menunjukkan seluruh cakupan peta.

4. DPI
2

Jumlah titik per inch

yang mempengaruhi kejelasan gambar

pada peta, makin besar nilai DPI makin jelas gambarnya. Printer yang umum dipakai berkapasitas 300 600 DPI tetapi ada juga yang 1200.

5. PIKSEL

Ukuran minimum objek yang dapat dikenali di permukaan bumi. Ukuran terkecil pantulan gelombang elektromagnetik (GEM)= Grid terkecil.

- 6 -

Ukuran piksel berkaitan dengan kualitas data yang ditampilkan, semakin kecil piksel suatu citra, maka kenampakan objek semakin jelas/detil.

6. SENSOR

Alat yang sifat dan fungsinya mirip indera penghilatan (mata). Misalnya sensor pada satelit seperti CCD dan scanner, sensor pada foto udara seperti kamera, Sensor pada radar. Alat penginderaan jauh untuk mendekati energi

elektromagnetik yang panjang gelombang dan frekuensinya dalam kisaran yang lebar. Umumnya setiap sensor yang dibawa oleh berbagai wahana mempunyai susunan panjang gelombang atau saluran yang diskrid dan khusus. Setiap saaluran diskrid ini mempunyai respon tertentu terhadap objek tertentu.

7. WAHANA (PLATFORM)

Alat pembawa sensor. Misalnya pesawat terbang, pesawat ulang-alik dan satelit. Perekaman data dengan menggunakan pesawat terbang dan pesawat ulang-alik umumnya dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan rencana dan tujuan program, sedangkan dengan satelit dilakukan secara periodik dan otomatis.

8. RESOLUSI SPEKTRAL

- 7 -

Menunjukkan

kerincian

spektrum

elektromagnetik

yang

digunakan dalam sistem penginderaan jauh. Sifat kesensitifan spektral merupakan fungsi dari panjang gelombang yang digunakan dalam perekaman objek.

9. RESOLUSI SPASIAL

Ukuran objek terkecil yang dapat disajikan, dibedakan dan dikenali pada citra. Resolusi spasial (ciri spasial) dalam citra inderaja umumnya dikaitkan dengan besarnya daerah cakupan suatu sisitem

tentang kenampakan permukaan bumi. Dalam hal ini aspek paling penting adalah piksel dan scene. Scene adalah ukuran luas total suatu satelit meliputi per mukaan bumi (1 scene = 231 x 10 ). Semakin besar scene akan berimplikasi pada efesiensi pemantauan objek permukaan bumi, biaya, dan lain-lain.
6

10. RESOLUSI TEMPORAL

Merupakan frekuensi perekaman ulang bagi daerah yang sama atau berkaitan dengan selang waktu antara dua kali perekaman secara berurutan. Resolusi adalah kerincian informasi yang dapat disadap dari data penginderaan jauh.

- 8 -

11. JENDELA ATMOSFER

Bagian-bagian spektum elektromagnetik yang dapat melalui atmosfer dan mencapai permukaan bumi.

12. THEMATIC MAPPER (TM)

Suatu sensor atau alat untuk proses perekaman (penyimpanan). Merupakan perbaikan sistem Lansad MMS yang diluncurkan tahun 1982. Nilai resolusi spektral berkisar antara 0-255 (atau 8 bit) dan nilai resolusi spasial 30 x 30 m. Dapat mengirimkan data lebih cepat dan lebih difokuskan pada pengamatan vegetasi.

- 9 -

DAF TAR PUSTAKA

B u r r o u gh t , P. A . 1 9 8 6 . P r i n c i p l e s o f G e o g r a p h y c a l I n f o r m a t i o n S y s t e m f o r L a n d s R e s o u rc e s A s s e s m e n t , O x f o r d P u b l i c a t i o n .

E d n e y,

M.

H.

1993.

Carthography

Wi t h o u t

P ro g re s

R e n t e r p re t i n g t h e N a t u re a n d H i s t o r i c a l D e v e l o p m e n t o f M a p M a k i n g , Th e U n i v e r s i t y o f C h i c a g o P r e s s . C h i c a g o .

L i l l e s a n d , T. M . a n d K i e f e r. 1 9 9 4 . R e m o t e S e n s i n g a n d I m a g e I n t e r p re t a t i o n , J o h n Wi l e y & S o n , I n c . N e w Yo r k .

L o , C . P. 1 9 9 5 . P e n g i n d e r a a n J a u h Te r a p a n . ( P en e r j e m a h Bambang Purbowaseso), P en e r b i t Universitas Indonesia

(UI-PRESS). Jakarta.

Sutanto. 1987. Penginderaan Jauh, Gadjah Mada University P r e s s . Yo g y a k a r t a .

Wi r a d i s a s a t r a , U , S . 1 9 9 6 . S i s t e m I n f o r m a s i G e o g r a f i , F a k u l t a s Pertanian IPB.Bogor

Z u l f i k a r, 2 0 0 0 . P e n g e n a l a n G I S . M a k a l a h - D i s a m p a i k a n p a d a Lokakarya GIS dan Remote Sensing dalam Pemetaan di

- 10 -

B a n d a A c e h , Ta n g g a l 2 0 - 2 5 N o v e m b e r 2 0 0 0 . K e r j a s a m a HEDS-JICA dan UNSYIAH.

- 11 -