Anda di halaman 1dari 15

TUGAS ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER

LOGIKA DIGITAL

Disusun Oleh : Wahyu Budi Setyorini (123100019)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UPN VETERAN YOGYAKARTA 2012

1. ALJABAR BOOLEAN Dalam matematika dan ilmu komputer, Aljabar Boolean adalah struktur aljabar yang "mencakup intisari" operasi logika AND, OR dan NOR dan juga teori himpunan untuk operasi union, interseksi dan komplemen. Penamaan Aljabar Boolean sendiri berasal dari nama seorang matematikawan asal Inggris, bernama George Boole. Dialah yang pertama kali mendefinisikan istilah itu sebagai bagian dari sistem logika pada pertengahan abad ke-19. Boolean adalah suatu tipe data yang hanya mempunyai dua nilai. Yaitu true atau false (benar atau salah). Pada beberapa bahasa pemograman nilai true bisa digantikan 1 dan nilai false digantikan 0. Variabel variabel yang dipakai dalam persamaan aljabar boolean memiliki karakteristik Variabel tersebut hanya dapat mengambil satu harga dari dua harga yang mungkin diambil. Kedua harga ini dapat dipresentasikan dengan simbol 0 dan 1 .

Contoh soal : Sederhanakan persamaan di bawah ini : (X+Y) (X + Z) Penyelesaian : X + XZ + XY + YZ= X + XY + XZ + YZ= X (1+Y) + Z (X + Y)= X+Z (X+Y)= X + XZ + YZ= X (1+Z) + YZ= X + YZ

2. GERBANG LOGIKA Arsitektur sistem komputer tersusun atas rangkaian logika 1 (true) dan 0 (false) yang dikombinasikan dengan sejumlah gerbang logika yaitu AND, OR, NOT, NOR, XOR, NAND Program komputer berjalan diatas dasar struktur penalaran yang baik dari suatu solusi terhadap suatu permasalahan dengan bantuan komponen program yaitu if-then, if then else dan lainnya.

Contoh soal : 1. X + X .Y 2. X .(X+Y) 3. X.Y+ X.Z+Y.Z = (X + X).(X +Y) = X+Y = X.X + X.Y = X.Y = X.Y + X.Z + Y.Z.(X+X) = X.Y + X.Z + X.Y.Z + X.Y.Z = X.Y.(1+Z) + X.Z.(1+Y) = X.Y + X.Z

3. Rangkaian Kombinasional Implementasi dari fungsi boolean Aljabar Boolean merupakan cara yang ekonomis untyuk menjelaskan fungsi rangkaian digital, bila fungsi yang diinginkan telah diketahui, maka aljabar boolean dapat digunakan untuk membuat implementasi fungsi tersebut dengan cara yang lebih sederhana. HUKUM DAN TEOREMA ALJABAR BOOLEAN

Penyederhanaan Fungsi Aljabar Boolean Penyederhanaan Fungsi Boolean

Contoh. f(x, y) = xy + xy + y

disederhanakan menjadi f(x, y) = x + y

Penyederhanaan fungsi Boolean dapat dilakukan dengan 3 cara: 1. Secara aljabar 2. Menggunakan Peta Karnaugh 3. Menggunakan metode Quine Mc Cluskey (metode Tabulasi)

1. Penyederhanaan Secara Aljabar

Contoh: 1. f(x, y) = x + xy = (x + x)(x + y) = 1 (x + y ) =x+y

1. f(x, y, z) = xyz + xyz + xy = xz(y + y) + xy = xz + xy

1. f(x, y, z) = xy + xz + yz = xy + xz + yz(x + x) = xy + xz + xyz + xyz = xy(1 + z) + xz(1 + y) = xy + xz x 0 0 0 y 0 0 1 Z 0 1 0 Xy 0 1 0 xy +xz 0 1 0 Xz 0 1 0 Xyz 0 0 0 xyz 0 0 0 xy + xz+ xyz +xyz 0 1 0 yz 0 0 0 Yz+xz 0 1 0

0 1 1 1 1

1 0 0 1 1

1 0 1 0 1

0 0 0 1 1

1 0 0 1 1

1 0 0 0 0

1 0 0 0 0

0 0 0 0 1

1 0 0 1 1

1 0 0 0 1

1 0 0 0 1

2. Peta Karnaugh

a. Peta Karnaugh dengan dua peubah y 0 m0 m2 1 m1 m3 x0 1 xy xy xy xy

b. Peta dengan tiga peubah yz 00 m0 m4 m1 m5 m3 m7 m2 m6 x0 1 xyz xyz 01 xyz xyz 11 xyz xyz 10 xyz xyz

Contoh. Diberikan tabel kebenaran, gambarkan Peta Karnaugh.

x 0 0 0 0 1 1 1 1

y 0 0 1 1 0 0 1 1

z 0 1 0 1 0 1 0 1

f(x, y, z) 0 0 1 0 0 0 1 1

yz 00 x0 1 0 0 01 0 0 11 0 1 10 1 1

b. Peta dengan empat peubah yz 00 m0 m4 m12 m1 m5 m13 m3 m7 m15 m2 m6 m14 wx 00 01 11 wxyz wxyz wxyz 01 wxyz wxyz wxyz 11 wxyz wxyz wxyz 10 wxyz wxyz wxyz

m8

m9

m11

m10

10

wxyz

wxyz

wxyz

wxyz

Peta karnaugh (Peta K) Metode grafik menyediakan sebuah prosedur yang sederhana dan langsung untuk penyederhanaan fungsi-fungsi aljabar Boolean. Metode grafik yang dikenal yaitu metode pemetaan yang dikenal dengan nama Peta Karnaugh atau Karnaugh Map. Aturan dasar penyederhanaan dengan menggunakan peta Karnaugh :

Peta digambarkan sedemikian rupa sehingga suku-suku dari bujursangkar yang bersebelahan hanya berbeda satu variabel saja.

Suku-suku dari persamaan yang akan disederhanakan dimasukkan ke dalam variabel bujursangkar yang berpadanan dengan memberi tanda 1 di dalamnya.

Bila pada bujuursangkar yang bersebelahan terdapat tanda 1, maka variabel yang berbeda bagi kedua bujursangkar tersebut dapat dihilangkan (sesuai dengan hukum komplementasi). Sehingga bagi suku tersebut tinggal hanya hanya variabel yang sama yang akan merupakan bagian dari hasil akhir penyederhanaan.

Pengelompokkan dua bujursangkar akan menghilangkan satu variabel, mungkin juga terjadi bahwa suatu variabel lenyap karena diabsorpsi.

jika semua suku telah disederhanakan, maka persamaan akhir telah diperoleh dengan menuliskan semua suku-suku yang telah disederhanakan dan selanjutnya menjalin mereka. Peta-K berisi semua kemungkinan kombinsai dari sistem logika. Kombinasi ini di

rangkain ke dalam bentuk tabel. Peta yang paling sederhana terdiri dari dua buah masukan, untuk lebih jelasnya perhatikan beberapa diagram atau gambar dibawah ini.

Contoh Soal : Sederhanakan fungsi Boolean f(x, y, z) = xyz + xyz + xyz + xyz.

Jawab: Peta Karnaugh untuk fungsi tersebut adalah: Yz 00 01 11 10

x0 1 1

1 1 1

Hasil penyederhanaan: f(x, y, z) = yz + xz

4.

Rangkaian Sekuensial (Flip Flop + Register)

Nilai keluaran rangkaian di suatu waktu ditentukan oleh nilai masukannya waktu itu dan nilai keluaran sebelumnya Menyertakan storage untuk menyimpan nilai masukan Elemen dasar untuk menyimpan data 1-bit adalah ip-op rangkaian sekuensial n-bit misalnya register, counter Sebagian besar rangkaian digital adalah sekuensial A. Flip- flop Setiap sistem digital akan mempunyai bagian yang merupakan rangkaian kombinasi. Disamping itu dalam sistem digital juga pada umumnya dipergunakan bagian rangkaian yang dapat mengingat keadaan keluarannya sebelumnya dan keluarannya untuk suatu kombinasi masukan tertentu juga tergantung atas keadaan keluarannya sebelum masukan itu dikenakan. Bagian rangkaian demikian disebut sebagai rangkaian berurut (sequential). Rangkaian logika berurut juga pada umumnya memakai rangkaian logika kombinasi, setidak-tidaknya pada rangkaian masukannya. Rangkaian logika berurut dibedakan atas dua jenis, yaitu serempak (synchro nous) dan tak-serempak (asynchronous). Dalam rangkaian serempak perubahan keadaan keluaran hanya terjadi pada saat-saat yang ditentukan saja. Walaupun masukan berubah diantara selang waktu yang ditentukan itu, keluaran daripada rangkaian itu tidak akan berubah. Berbeda dari rangkaian yang serempak, keluaran dari pada rangkaian tak-serempak berubah menurut perubahan masukannya dan keluaran itu dapat berubah setiap saat masukan berubah. Umumnya rangkaian tak-serempak ini memakai unsur tundaan waktu pada lintasan umpan baliknya.

Tundaan waktu ini biasanya diperoleh dari gerbang-gerbang pada lintasan itu. Adanya tundaan waktu itu kadang-kadang membuat rangkaiannya tidak stabil dan rangkaian mungkin mengalami kondisi berpacu (race condition) dimana satu perubahan masukan menyebabkan lebih dari satu perubahan keluaran. Karena kesulitan ini, dan juga karena pemakaiannya tidaklah seluas pemakaian rangkaian serempak, maka rangkaian tak-serempak tidak dibahas dalam buku ini dan di-cadangkan sebagai materi untuk pembahasan rangkaian logika lanjutan. Unsur pengingat (memory) yang paling umum dipakai pada rangkaian berurut serempak adalah flip-flop. Setiap flip-flop dapat menyimpan satu bit (binary digit) informasi, baik dalam bentuk sebenarnya maupun bentuk komplemennya. Jadi, flip-flop, pada umumnya mempunyai dua keluaran, yang satu merupakan komplemen dari yang lainnya. Tergantung atas cara bagaimana informasi disimpan ke dalamnya, flip-flop dibedakan atas beberapa jenis, RS, JK, D dan T. 1. RS flip- flop Flip-flop RS atau SR (Set-Reset) merupakan dasar dari flip-flop jenis lain. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan yaitu S (SET) yang dipakai untuk menyetel atau membuat keluaran flip-flop berkeadaan 1 dan R (RESET) yang dipakai untuk me-reset atau membuat keluaran berkeadaan 0. Flipflop RS dapat dibentuk dari dua gerbang NOR atau dua gerbang NAND. Untuk flip-flop dengan NOR, masukan R=S= 0 tidak mengubah keadaan keluaran, artinya keluaran Q dan Q tetap, ditunjukkan sebagai Q- dan Q- pada tabel kebenaran. Untuk kombinasi masukan R=S= 1, yang ditunjukkan dengan "-" pada pada kolom keluaran yang bersangkutan, keadaan keluaran tersebut tidak tentu. Untuk flip-flop RS dengan NAND, kerjanya sama dengan flip-flop dengan NOR bila tegangan masukan rendah dianggap logik 1 dan tegangan masukan tinggi dianggap logik 0, artinya bila kita memakai logika negatif. Jadi tabel kebenaran untuk flip-flop dengan NAND dengan logika negatif akan tepat sama dengan tabel kebenaran untuk flip-flop dengan NOR. Untuk keseragaman uraian, maka yang umum dipakai untuk menyatakan kerja flip-flop RS adalah tabel kebenaran untuk rangkaian NOR.

2.

JK flip- flop Flip- flop JK merupakan flip- flop universal dan penggunaannya luas, memiliki sifat dari

semu flip- flop jenis lain. Pada masukan diberi label J dan K merupakan masukan data sedangkan keluaran Q dan Q merupakan komplementer biasa pada suatu flip- flop.

Cara kerja dari flip- flop JK adalah sebagai berikut : a. Pada saat J dan K keduanya rendah, gerbang AND tidak memberikan tanggapan sehingga keluaran Q tetap bertahan pada keadaan terakhirnya. b. Pada saat J rendah dan K tinggi, maka flip- flop akan diseret hingga diperoleh keluaran Q = 0 (kecuali jika flip- flop berada dalam keadaan reset atau Q berada pada keadaan rendah). c. Pada saat J tinggi dan K rendah, maka masukan ini akan mengeset FF hingga diperoleh keluaran Q = 1 (kecuali jika FF memang sudah dalam keadaan set atau Q sudah dalam keadaan tinggi). d. Pada saat J dak K kedua-duanya tinggi, maka FF berada dalam keadaan "toggle", artinya keluaran Q akan berpindah pada keadaan lawan jika pinggiran pulsa clocknya tiba. Clk 0 1 1 1 1 J x 0 0 1 1 K Q x Q 0 Q 1 0 0 1 1 Q Q Catatan Q disable Q ingat 1 reset 0 set Q togel

3.

D flip- flop Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini mempunyai hanya satu masukan, yaitu

D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel memori dalam komputer. Pada umumnya flip-flop ini dilengkapi masukan penabuh. Keluaran flip- flop D akan mengikuti apapun keadaan D pada saat penabuh aktif, yaitu: Q+ = D. Perubahan itu terjadi hanya

apabila sinyal penabuh dibuat berlogika 1 (CP=1) dan tentunya akan terjadi sesudah selang waktu tertentu, yaitu selama tundaan waktu pada flip-flop itu. Bila masukan D berubah selagi CP = 0, maka Q tidak akan terpengaruh. Clk 0 1 1 D x 0 1 Q Q 0 Q Q Q 1 Q

Keadaan Q selama CP= 0 adalah keadaan masukan D tepat sebelum CP berubah menjadi 0. Dikatakan keadaan keluaran Q dipalang (latched) pada keadaan D saat perubahan CP dari aktif ke tak-aktif.

4.

T flip- flop Nama flip-flop T diambil dari sifatnya yang selalu berubah keadaan setiap ada sinyal

pemicu (trigger) pada masukannya. Input T merupakan satu-satunya masukan yang ada pada flip-flop jenis ini sedangkan keluarannya tetap dua, seperti semua flip-flop pada umumnya. Jika keadaan keluaran flip-flop 0, maka setelah adanya sinyal pemicu keadaan-berikut menjadi 1 dan bila keadaannya 1, maka setelah adanya pemicuan keadaannya berubah menjadi 0. Karena sifat ini sering juga flip-flop ini disebut sebagai flip-flop toggle (berasal dari scalar toggle/pasak). Flip-flop T dapat disusun dari satu flip-flop RS dan dua gerbang AND.

B.

Register Register merupkan alat untuk menyimpan data informasi. Register adalah suatu

rangkaian logika yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi. Register tidak lain adalah alat untuk menyimpan data yang dapat berupa satu flip-flop atau beberapa flip- flop yang digabungkan menjadi satu. Register yang paling sederhana hanya terdiri dari satu bit bilangan biner saja yaitu 1dan 0. Oleh karena itu untuk menyimpan data yang terdiri dari empat bit bilangan biner diperlukan flip- flop sebanyak empat buah. Sebuah register terdiri sekelompok flip-flop. Setiap flip-flop mampu menyimpan satu bit informasi. Sebuah n-bit register berisi sekelompok n flip-flop yang mampu menyimpan n

bit informasi biner. Selain flip-flop, register dapat memiliki gate-gate kombinasional yang melakukan tugas pemrosesan data tertentu. Dalam definisi yang lebih luas, sebuah register terdiri dari sekelompok flip-flop dan gate yang mempengaruhi transisinya. Flip-flop memegang informasi biner dan Soal : Ubahlah flip-flop di bawah ini menjadi D flip-flop! a. b. S-R flip-flop J-K flip-flop

Jawab : a. ~ D Flip-Flop denganmenggunakan IC 74009. Nyalakan Komputer Jalankan aplikasi Circuit maker Setelah aplikasi Circuit maker terbuka kita letakkan komponen-komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian D Flip-Flop. Untuk IC yang digunakan IC 7400 caranya pilih Digital by Function > Gate NAND >pilih IC7400.Dan juga Pilih Gate NOT caranya Digital by Function > Gate inverter > 7404. Tempatkan Switch caranyapilih Switches > Digital Switch > Logic Switch. Tempatkan lampu untuk display caranya pilih Digital Animated > Display > Logic Display. Setelah semua komponen diletakkan sesuai dengan tempatnya, lakukan wiring dengan mengklik +.Hingga terbentuk rangkaian seperti ini. Setelah semua terhubung lakukan pengetesan.

~ D Flip-Flop menggunakan IC 7474 NyalakanKomputer. Jalankanaplikasi Circuit maker. Setelah aplikasi Circuit maker terbuka kita letakkan komponen-komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian D Flip-Flop. Untuk IC yang digunakan IC 7474 caranyapilih Digital by Function > Flip-Flop>lalupilih IC 7474>7474 . Tempatkan Switch caranyapilih Switches > Digital Switch > Logic Switch. Tempatkan lampu untuk display caranya pilih Digital Animated > Display > Logic Display.

Setelah semua komponen diletakkan sesuai dengan tempatnya, lakukan wiring dengan mengklik +.Hingga terbentuk rangkaian seperti ini. Setelah semua terhubung lakukan pengetesan.

b. JK Flip-Flop menggunakan IC 7476 Nyalakan Komputer Jalankan aplikasi Circuit maker. Setelah aplikasi Circuit maker terbukakita letakkan komponen-komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian JK Flip-Flop. Untuk IC yang digunakan IC 7476 caranyapilih Digital by Function > FlipFlop>lalupilih IC 7476>7476 . Tempatkan Switch caranyapilih Switches > Digital Switch > Logic Switch. Tempatkan lampu untuk display caranya pilih Digital Animated > Display > Logic Display. Setelah semua komponen diletakkan sesuai dengan tempatnya, lakukan wiring dengan mengklik +. Hingga terbentukr angkaian seperti ini. Setelah semua terhubung lakukan pengetesan.