Anda di halaman 1dari 5

9.

PENGGERAK PINTU SHIELDING DARI TIMBAL Direncanakan motor penggerak pintu shielding dengan berat pintu 3 ton, jarak 4 meter dalam waktu 30 detik Penyelesaian: A. Pemilihan Motor Diketahui: P = 3000 kg v = jarak/waktu = 4 /30 = 0.13 m/s = 0,7 1. Berdasarkan pemilihan motor untuk gerakan lurus, maka daya motor yang diperlukan adalah: N = (P x v )/(102 x ) (dalam kW) = (3000X0.13)/(102x0,7) = 5.49 kW = 7.32 HP Kemudian untuk penyesuaian Kriteria motor yang lain: 2. Momen Putar, dimisalkan rpm yang dibutuhkan 1500 rpm, maka: M(momen putar) = (975 x N(Daya Motor) ) / n (putaran motor) = (975 x 5.49kW) / 1500rpm = 3.56 Kgm Dengan momen putar yang tidak terlalu besar, dapat digunakan motor SKA 10HP, n=1500rpm dengan pengasutan saklar bintang delta. 3. Putaran motor Kecepatan gerak dari pintu adalah konstan, sehingga tidak diperlukan pengaturan kecepatan dari penggerak pintu. 4. Bentuk dan hubungan cara penggerakannya

Motor yang digunakana adalah motor dengan kecepatan lebih tinggi, sehingga diperlukan gear box
dan untuk transmisi putaran motor menjadi gerak lurus digunakan pulley serta sabuk pulley. 5. Ruang kerja Motor

Mesin untuk menggerakkan pintu terletak di luar ruangan dekat dengan pintu shielding, sehingga dalam pelaksaanannya diperlukan perlindungandan perawatan.
6. Kerja dari Motor Pintu menggerakkan beban secara terputus-putus dan motor tidak terus menerus bekerja, sehingga menurut VDE, motor yang digunakan memiliki simbol A.B (Intermittend Rating). 7. Sumber tegangan Dikarenakan motor yang digunakan menggunakan tenaga sumber yang sudah ada dari PLN, maka kriteria motor yang harus dipenuhi adalah tegangan ratingnya sesuai dengan sumber PLN (220V/380V 1

dengan frek 50Hz). Dan untuk penyedia tenaga supply cadangan untuk kondisi darurat dapat menggunakan generator set dengan daya minimum 8kVA. B. Perencanaan Ukuran Penghantar 1. Motor Kontrol Karena motor menggunakan alat asut saklar bintang-delta, maka diperlukan peralatan untuk control asut tersebut. Dimana nilai In dengan menggunakan motor 3 fasa SKA 10HP: In = 746 x P / ( x V x x cos phi) = 746 x 10HP/ (0.7x380x x 0.8) = 20.2 A Dan I asut dari motor = In x 150% = 30.30 A Alat control yang digunakan: Magnet Kontaktor dengan kekuatan arus yang dilewati minimum 31A Timer dengan kekuatan arus yang dilewati minimum 10A (karena tidak dilalui arus motor)

2. Pengaman Motor Pengaman motor dapat menggunakan overload dengan rating 125% In, yaitu 26 A atau otomatz Scotz dengaan rating 30 Ampere 3. Pemutus Edaran Cabang Pemutus edaran cabang dapat menggunakan MCB dengan rating 115% In, yaitu 24 A 4. Pengaman Edaran Cabang Arus sekering yang digunakan adalah: I sekering = Istarting / 2.5 =30.30/2.5 = 12.12A, Karena I sekering lebih kecil dari I nominal, maka digunakan I sekering = Inominal,yaitu 20 Ampere dan patron lebur yang digunakan adalah patron lebur dengan kemampuan patron lebur 20 Ampere (tabel 4.3) 5. Hantaran Cabang Diasumsikan panjang kabel dari hantaran pengisi adalah adalah 20 meter, = 0.0175, rugi tegangan (vr)=5% x 380=19V dan I nominal = 1.25In=26A. maka hantaran cabang yang diperlukan berdasarkan rugi tegangan adalah: S=L xI x x / vr = (20x26x0.0175x ) /19 = 0.8 mm2 Dan dari PUIL, kawat yang digunakan minimal adalah 2.5 mm2 6. Perlengkapan Pentanahan Tahanan tanah yang harus dipenuhi adalah Rp = 50 /(2xIn )= 50 / (2x26) = 0.96 ohm Jadi elektroda tanah dipasang hingga didapatkan tahanan pentanahan sebesar 0.96 ohm

9. PENGGERAK BATANG KENDALI Direncanakan motor penggerak batang kendali dengan berat 0.9 ton, jarak 5 meter dalam waktu 60 detik Penyelesaian: A. Pemilihan Motor Diketahui: P = 900 kg v = jarak/waktu = 5/60 = 0.083m/s = 0,6 1. Berdasarkan pemilihan motor untuk gerakan lurus, maka daya motor yang diperlukan adalah: N = (P x v )/(102 x ) (dalam kW) = (900X0.083)/(102x0,6) = 1.22 kW = 1.63 HP Kemudian untuk penyesuaian Kriteria motor yang lain: 2. Momen Putar, dimisalkan rpm yang dibutuhkan 1500 rpm, maka: M(momen putar) = (975 x N(Daya Motor) ) / n (putaran motor) = (975 x 1.22kW) / 1500rpm = 0.793 Kgm Dengan momen putar yang tidak terlalu besar, dapat digunakan motor induksi rotor hubung singkat biasa 2HP dengan n=1500rpm dan pengasutan saklar bintang delta. 3. Putaran motor Kecepatan gerak dari batang kendali adalah konstan, sehingga tidak diperlukan pengaturan kecepatan dari penggerak batang kendali dengan asumsi kopling batang kendali dengan motor menggunakan electromagnet, sehingga saat kondisi scram akan menghilangkan electromagnet dan batang kendali jatuh secara gravitasi. 4. Bentuk dan hubungan cara penggerakannya

Motor yang digunakan adalah motor dengan kecepatan lebih tinggi, sehingga diperlukan gear box
dan untuk transmisi putaran motor menjadi gerak lurus digunakan pulley serta sabuk pulley. 5. Ruang kerja Motor

Mesin untuk menggerakkan batang terletak di ruangan tersendiri sehingga dalam pelaksaanannya tidak diperlukan perlindungan yang khusus dan hanya dibutuhkan perawatan secara periodic.
6. Kerja dari Motor Pintu menggerakkan beban secara terputus-putus dan motor tidak terus menerus bekerja, sehingga menurut VDE, motor yang digunakan memiliki simbol A.B (Intermittend Rating). 3

7. Sumber tegangan Dikarenakan motor yang digunakan menggunakan tenaga sumber yang sudah ada dari PLN, maka kriteria motor yang harus dipenuhi adalah tegangan ratingnya sesuai dengan sumber PLN (220V/380V dengan frek 50Hz). Dan untuk penyedia tenaga supply cadangan untuk kondisi darurat dapat menggunakan generator set dengan daya minimum 2kVA. B. Perencanaan Ukuran Penghantar 7. Motor Kontrol Karena motor menggunakan alat asut saklar bintang-delta, maka diperlukan peralatan untuk control asut tersebut. Dimana nilai In dengan menggunakan induksi rotor hubung singkat 2HP In = 746 x P / ( x V x x cos phi) = 746 x 2HP/ (0.6x380x x 0.8) =3A Dan I asut dari motor = In x 230% = 6.9 A Alat control yang digunakan: Magnet Kontaktor dengan kekuatan arus yang dilewati minimum 10A Timer dengan kekuatan arus yang dilewati minimum 5A (karena tidak dilalui arus motor)

8. Pengaman Motor Pengaman motor dapat menggunakan overload dengan rating 125% In, yaitu 3.75 A atau otomatz Scotz dengaan rating 4 Ampere 9. Pemutus Edaran Cabang Pemutus edaran cabang dapat menggunakan MCB dengan rating 115% In, yaitu 3.45 A atau 4 A 10. Pengaman Edaran Cabang Arus sekering yang digunakan adalah: I sekering = Istarting / 2.5 =6.9/2.5 = 2.76A, Karena I sekering lebih kecil dari I nominal, maka digunakan I sekering = Inominal,yaitu 3 Ampere dan patron lebur yang digunakan adalah patron lebur dengan kemampuan patron lebur 6 Ampere (paling kecil dari tabel 4.3) 11. Hantaran Cabang Diasumsikan panjang kabel dari hantaran pengisi adalah adalah 20 meter, = 0.0175, rugi tegangan (vr)=5% x 380=19V dan I nominal = 1.25In=3.75A. maka hantaran cabang yang diperlukan berdasarkan rugi tegangan adalah: S=L xI x x / vr = (20x3.75x0.0175x ) /19 = 0.11 mm2 Dan dari PUIL, kawat yang digunakan minimal adalah 2.5 mm2 12. Perlengkapan Pentanahan Tahanan tanah yang harus dipenuhi adalah Rp = 50 /(2.5xIn )= 50 / (2.5x3) = 6.7 ohm 4

Jadi elektroda tanah dipasang hingga didapatkan tahanan pentanahan sebesar 6.7 ohm