Anda di halaman 1dari 6

Review Jurnal I (revisi)

Tema : Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) STRATEGI PENGELOLAAN PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UKM Bambang Setiarso (2005) Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Era Globalisasi sekarang ini begitu pesat, sehingga kemampuan suatu usaha dalam hal menerapkan maupun mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor utama untuk meningkatkan daya saing. Dalam hal usaha kecil dan menengah (UKM), pada umumnya keterampilan yang dimiliki pengusaha dan karyawannya dalam menghasilkan suatu produk nasional sudah dapat dikatakan baik, akan tetapi ternyata ini tidaklah cukup untuk dapat memenuhi standar international. Dari studi yang telah dilakukan ditemukan bahwa rendahnya kualitas SDM menjadi kendala serius yang dihadapi UKM dalam hal kualitas produksi. Dalam hal ini pendidikan bagi SDM dan pengetahuan akan manajemen ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai inovasi menjadi kunci utama untuk dapat menghasilkan produk yang memiliki daya saing intenational. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui stategi yang paling tepat, yang dapat digunakan usaha kecil dan menengah agar dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya, untuk dapat meningkatkan daya saing.

Metodelogi Variable : variable pada penelitian ini lebih terfokus pada kualitas SDM pada UKM, yang mencakup tingkat ketrampilan, keahlian, dan pendidikan formal yang dimiliki pengusaha dan karyawannya, ditambah dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, daya saing, serta keefektifan dan keefisienana manajemen ilmu pengetahuan dan teknologi pada UKM. Data : Rujukan data yang digunakan peneliti diambil melaui data primer dan data sekunder, yang didapat melalui survey dan wawancara yang dilakukan pada perusahaan UKM makanan dan minuman di daerah Jawa Barat Dan Jawa Tengah, ditambah Ruteg yang ada di Kabupaten Manggarai dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Selain itu data juga diambil dari data yang dimiliki oleh BPS mengenai usaha yang tidak berbadan hukum, UKM dan sektor industri.

Tahapan Penelitian : Tahapan pertama yang peneliti lakukan dalam melakukan penelitiaannya dilakukan melalui lima fase tahapan. Dimulai dari proses perencanaan, yang lalu dilanjutkan dengan analisa dan studi kelayakan melalui survey dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan desain dan tahapan implementasi, dan yang terakhir umpan balik dari pemakai (user study and feedback). Model Penelitian : Model penelitian disajikan hanya dalam bentuk penjelasan, tanpa disertai tabel, grafik, maupun perhitungan matematis. Hasil Dari studi kasus yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa terdapat beberapa masalah utama yang menyebabkan rendahnya Dari studi kasus yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menemukan bahwa terdapat beberapa masalah utama yang menyebabkan rendahnya kinerja UKM diantaranya :

Terbatasnya teknologi yang digunakan Kurangnya pengetahuan untuk mengelola perusahaan Rendahnya pengembangan dan penguasaan teknologi oleh UKM Keterbataan modal untuk meningkatkan teknologi Kurangnya kemampuan pengusaha untuk memanfaatkan peluang usaha Lemahnya akses dan terbatasnya informasi tentang sumber teknologi dan pengetahuan Kurangnya kesadaran dan kemauan pengusaha untuk menerapkan IPTEK yang tepat guna di perusahaannya Serta kurangnya pengetahuan dalam hal manajemen perusahaan, dan dalam hal manjemen ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam jurnal tersebut peneliti juga mengungkapkan sejumlah faktor yang diperlukan untuk kesuksesan penerapan strategi UKM diperusahaan sebagai berikut :

Scaning mengenai lingkungan perusahaa. Melihat kondisi dan praktek bisnis perusahaan, apakah perusahaan telah melakukan pengumpulan informasi dan pengetahuan mengenai kondisi dan praktek bisnis di luar perusahaan. Membandingkan tingkat kemampuan operasional perusahaan, dengan kemampuan operasional pesaingnya. Memasukan knowledge sebagai aset Menciptakan budaya perusahaan berdasarkan knowledge, seperti corporate-culture perlu diciptakan agar inovasi dapat menjadi budaya dalam perusahaan Perusahaan membutuhkan pengelolaan aset knowledge untuk investasi, seperti tenaga kerja dan sistem jaringan pengetahuan dan informasi.

Kesimpulan

Peneliti mengungkapkan bahwa Knowledge-lah yang menjadi kunci utama sebagai sumber inovasi pada UKM, sehinga perusahaan UKM dapat mengambil keputusan untuk menetukan strategi yang efektif bagi perusahaannya, yang nantinya akan secara otomatis mampu meningkatkan daya saing UKM. Selain itu Knowledge juga mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di perusahaan. Saran dan Usulan Lanjutan
Kekurangan yang tampak jelas terlihat pada jurnal ini, terlihat pada bagian hasil penelitian yang tidak disertai dengan tabel atau grafik, sehingga disarankan agar melengkapinya dengan tabel dan grafik. Karena sesungguhnya tabel dan grafik dapat memudahkan pembaca untuk dapat melihat dengan lebih jelas dan lebih memahami hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

Review Jurnal II (revisi)


Tema : Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) PENGKAJIAN PRODUK UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN EKSPOR UKM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL Loso Winarto dan Darmawati Nazir (2006) Latar Belakang Masalah Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam hal ini Usaha kecil dan menengah atau yang biasa disingkat UKM, yang dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, masih belum memiliki kemampuan yang cukup memadai untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar global. Sehingga dalam hal ini perlu dilakukan kajian untuk mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah, sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Pengembangan produk unggulan dan pengembangan UKM juga dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Terlebih lagi pada daerah yang tertinggal atau mempunyai ketimpangan ekonomi terhadap daerah/wilayah lain. Tujuan Penelitian

Menyusun deskripsi produk-produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor UKM dan pengembangan ekonomi lokal

Metodelogi Variable : Variable yang diteliti pada penelitian kali ini berfokus pada Produk Unggulan, yang memiliki daya saing, berorientasi pasar dan ramah Metodelogi Variable : Variable yang diteliti pada penelitian kali ini berfokus pada Produk Unggulan, yang memiliki daya saing, berorientasi pasar dan ramah lingkungan. Data : Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari lokasi pengkajian secara langsung, baik yang dilakukan melalui kuesioner, wawancara maupun diskusi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui survey instansional yang berupa peraturan-peraturan, laporan-laporan dan data tertulis lainnya yang berhubungan dengan pengkajian ini.

Tahapan Penelitian : Peneliti mengawali penelitiannya dengan melakukan penyusunan kerangka pemikiran, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan terhadap produk-produk unggulan, setelah itu barulah dilakukan pengumpulan data mengenai kondisi UKM didaerah perbatasan. Dan tahap yang terkhir setelah data terkumpul barulah dilakukan pengkajiaan, dan penganalisaan. Model Penelitian : Model penelitian disajikan dalam bentuk penjelasan dan table, tanpa disertai dengan grafik maupun perhitungan matematis. Hasil Berikut ini akan disajikan daftar produk unggulan yang ditemukan peneliti pada daerah penelitian : NO Provinsi Kota/ Kab. Sampel Produk Unggulan Keripik Apel Sari Apel Jus Apel

Jawa Timur

Kota Batu

Kabupaten Sidoarjo

Bordir Sepatu Batik Tulis Kerajinan Bambu Tenus Serat Alam Kerajinan Kayu Kerajinan Anyaman

D.I. Yogyakarta

Kabupaten Sleman

Nusa Tenggara Barat

Kabupaten Bantul Kota Mataram Kabupaten Lombok Barat

gerabah/keramik

Sulawesi Tenggara

Kota Abu-abu dan Kabupaten Buton

Coklat Kacang Mete Udang Ikan Kerapu Kopra Anyaman Rotan Sepatu

Sumatera Utara

Kota Medan dan Kabupaten Langkap

Dari segi pemasaran produk tersebut tidak hanya mengisi pasar dalam negeri saja tetapi juga telah menjangkau pasar ekspor. Pasar ekspor dari produk tersebut mencakup pasar Asia, Amerika, Eropa dan Australia. Dari sisi teknologi produksi produk unggulan untuk DIY 75 % belum menggunakan mesin, sedangkan di provinsi Jawa Timur 60 % telah menggunakan peralatan mesin, untuk provinsi NTB ternyata 50 % telah menggunakan mesin, pada provinsi NTB ternyata 98 % belum menggunakan peralatan mesin, dan pada provinsi Sumatera Utara diketahui 50 % telah menggunakan mesin sedangkan lainnya belum. Dari aspek penggunaan tenaga kerja hampr pada semua lokasi penelitian menggunakan tenaga kerja masyarakat local kecuali untuk produk Bordir dan Batik tulis di Jawa Timur dan untuk produk unggulan Ayaman Rotan dan Sepatu di Sumatera Utara sebahagian tenaga terampil didatangkan dari luar (mencapai 50%). Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Kondisi Pengusahaan Produk Unggulan 1. Produk Unggulan pada lokasi penelitian prioritas untuk dikembangkan karena memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan kemampuan mengakses pasar diperkirakan akan semakin meningkat. 2. Intervensi bagi peningkatan akses ke pasar tersebut, diharapkan dapat diperankan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah dengan juga membangun sinergi upaya dengan stakeholder lainnya. Rekomendasi 1. Perlu disepakati secara nasional dan lintas sektoral (dengan memperhatikan keunikan setiap daerah) tentang kriteria produk unggulan. 2. Perlu dilakukan kajian kebijakan dan perumusan kelembagaan pengelola kawasan perbatasan, termasuk perlunya perlakuan khusus bagi kawasan ini, termasuk bagi pengembangan UKM-nya Saran dan Usulan Lanjutan Jurnal ini sudah terbilang baik karena bahasa jurnal yang disajikan sudah cukup sederhana sehingga untuk mudah dipahami. Akan tetapi didalam jurnal ini tak terdapat tinjauan pustaka yang pada umumnya ada pada sebuah jurnal. Sehingga diharapkan untuk melengkapi jurnal ini dengan menambahkan tinjauan pustaka, yang dapat memberikan gambaran awal kepada para pembaca untuk memahami penelitian.