Anda di halaman 1dari 4

Latar Belakang

PENDAHULUAN

Rosella merupakan tanaman herba tahunan yang bisa mencapai ketinggian

3-5 meter. Batangnya bulat, tegak, berkayu, dan berwarna merah. Daunnya

tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi,

dan pangkal berlekuk. Panjang daun 6-15 cm dan lebarnya 5-8 cm. Tangkai daun

bulat berwarna hijau, dengan panjang 4-7 cm.

Awalnya,

bagi sebagian masyarakat

awam,

mendengar rosella masih

sangat jarang. Wajar memang karena tanaman ini belum begitu populer. Namun,

dikalangan para pecinta tanaman obat, rosella adalah salah satu jenis tanaman

yang memiliki banyak khasiat, kini rosella sudah mulai populer di masyarakat.

Kepopuleran rosella memang tak lepas dari peran para pecintanya yang

terus memperkenalkannya ke masyarakat. Mulai produk olahannya, khususnya teh

rosella, tanaman tersebut semakin populer. Kini, sebagian masyarakat telah cukup

mengenalnya bahkan antara mereka ada yang menjadikan sebagai salah satu

tanaman koleksi di halaman rumah.

Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) adalah tanaman dari keluarga sejenis

kembang sepatu. Konon tanaman ini berasal Afrika dan Timur Tengah. Tanaman

perdu ini bisa mencapai 3-5 meter tingginya. Jika sudah dewasa, tanaman ini akan

mengeluarkan bunga berwarna merah. Bagian bunga dan biji inilah bermanfaat

baik untuk kesehatan.

Saat ini terdapat lebih dari 100 varietas rosella yang tersebar di seluruh

dunia. Dua varietas yang

terkenal adalah sabdariffa dan altissima webster.

1

Universitas Sumatera Utara

Varietas sabdariffa mempunyai kelopak bunga yang dapat dimakan, berwarna

merah atau kuning pucat, dan kurang banyak mengandung serat. Sementara itu,

varietas altissima webster sengaja ditanam untuk mendapatkan seratnya, karena

kandungan seratnya memang tinggi. Namun, kelopak bunga varietas ini tidak

dapat dimanfaatkan sebagai makanan.

Sebenarnya rosella sudah sejak dulu tumbuh liar di pinggir-pinggir hutan,

perkebunan, dan sawah di Indonesia. Warna, bentuk, dan ukurannya sedikit

berbeda-beda. Ada yang menyebutnya kembang flambosen. Bisa jadi karena

warnanya yang mirip dengan buah flambosen. Ada juga yang menyebutnya

kembang gandaria, mungkin karena rasa kecutnya mirip dengan buah gandaria.

Ada pula yang menyebutnya pohon asem-aseman.

Penggunaan rosella di Indonesia dibidang

kesehatan

memang

belum

begitu populer, namun akhir-akhir ini, minuman berbahan rosella mulai banyak

dikenal sebagai minuman kesehatan. Bahan minuman dari rosella yang berbentuk

seperti teh celup juga sudah dapat diperoleh di pasar swalayan.

Rosella bisa dikonsumsi dalam bentuk

segar maupun dalam

bentuk

seduhan seperti teh. Di Mexico, bagian selatan California, dan Thailand, kelopak

rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh seperti teh sangat populer

dengan sebutan Jamaica, atau aqua de Jamaica. Di Senegal, teh rosella dikenal

dengan nama jus de bissap. Masyarakat Gambia menyebutnya wanjo, zobo, atau

tsobo. Di Turki, kelopak rosella kering yang disajikan dalam bentuk teh disebut

Karkade (dibaca "kar-kahday"). Karkade sendiri konon

merupakan cara bangsa

Arab menyebut teh manis. Mungkin karena kelezatannya itulah teh rosella

menjadi

minuman

kaum bangsawan Mesir kuno dan dijadikan semacam ritual "toast” pada

Universitas Sumatera Utara

perayaan pesta pernikahan di Sudan.

Selain rasanya

yang

enak,

kelopak

bunga

yang satu ini memang

memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti diuretik (melancarkan air

seni),

onthelmintic (membasmi cacing),

antibakteri,

antiseptik,

antiradang,

menurunkan panas, meluruhkan dahak, menurunkan tekanan darah, mengurangi

kekentalan

darah, dan

menstimulasi gerak peristaltik usus. Daun,

buah,

dan

bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri. Kelopak

rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi,

gangguan jantung, sembelit, mengurangi

kanker darah.

resiko osteoporosis, dan

mencegah

Seluruh bagian tanaman, mulai buah, kelopak bunga, mahkota bunga, dan

daunnya dapat dimakan. Sementara itu, kolopak bunga rosella dapat dimanfaatkan

sebagai selai. Selai ini menjadi makanan siap saji yang banyak dipilih masyarakat.

Kesibukan kerja dan gaya hidup yang serba cepat membuat masyarakat memilih

makanan yang penyajiannya praktis. Roti yang diolesi selai dipilih sebagai

alternatif sebagai sumber kalori pengganti nasi.

Bunga rosella juga dapat dijadikan bahan baku selai, warnanya yang

merah menyala, menghasilkan selai yang menyehatkan dan berwarna cantik.

Selain itu rosella ini tidak terlalu banyak mengandung serat. Satu hal yang unik

dari rosella adalah rasa masam pada kelopak rosella yang menyegarkan. Untuk

membuat selai dibutuhkan zat penstabil, yang berfungsi sebagai pengental atau

perekat. Penstabil yang sudah umum digunakan misalnya pektin, gum arab dan

xhantan gum. Tapi belakangan ini sudah banyak jenis penstabil yang tersedia

dipasaran baik yang digunakan untuk selai ataupun produk makanan lain.

Universitas Sumatera Utara

Pemanfaatan

bunga

rosella

ini di Indonesia

masih

sangat

terbatas,

sehingga

penulis

berusaha

dan

mencoba

melakukan

penelitian

mengenai

pembuatan selai dari kelopak bunga rosella. Semakin meningkatnya kebutuhan

masyarakat akan selai rosella ini baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk

masyarakat banyak, semakin membuka peluang pasar untuk merintis menjadi

sebuah usaha pembuatan selai rosella yang mempunyai mutu baik.

Berdasarkan

hal

di atas

maka penulis

melakukan

penelitian tentang

“Pengaruh

Jenis

dan

Konsentrasi

Zat

Penstabil

Terhadap

Mutu

Selai Rosella”

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi

zat penstabil serta interaksi jenis dan konsentrasi zat penstabil terhadap mutu selai

rosella.

Kegunaan Penelitian

- Sebagai sumber data dalam penyusunan skripsi di Departemen Teknologi

Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.

- Sebagai bahan informasi dalam pembuatan selai rosella.

Hipotesis Penelitian

Ada pengaruh jenis dan konsentrasi zat penstabil terhadap mutu selai rosella,

serta ada pengaruh interaksi antara jenis zat penstabil dengan konsentrasi zat

penstabil terhadap mutu selai rosella.

Universitas Sumatera Utara