Anda di halaman 1dari 2

Deskripsi kekerasan dan penyia-nyiaan terhadap anak Kekerasan dan penyia-nyiaan terhadap anak memiliki banyak maca.

Definisinya dapat bervariasei dari tahap ke tahap. Pada ummnya, CAN (Child Abuse and Neglect) dapat dikatakan sebagai interaksi atau kurangnya interaksi diantara pengasuh dan anak yang mengakibatkan kekerasan yang disengaja pada fisik maupun perkembangan anak. Ada 4 macam: Physical abuse Sexual abuse Physical neglect Physical abuse and neglect

Physical abuse Biasanya adalah kekerasan fisik pada tubuh anak selain karena kecelakaan. Luka dapat menyebabkan kematian, cacat pada tubuh, dan kehilangan fungsi atau cedera yang serius. Satu kontroversi yang muncul ketika hukuman menjadi bentuk kekerasan emosi/ fisik terhadap anak. Beberapa orang percaya bahwa hukuman fisik adalah tindak kekerasan, beberapa orang juga berpendapat hal ini berguna untuk mengendalikan keadaan. Friendman dan Friedman membedakan antara disiplin dan hukuman. Disiplin adalah pelatihan sistematis dalam arti untuk melatih emosi dan fisik anak. Ini bertujuan untuk menguji self-control anak. Hukuman/ punishment biasanya terjadi bila disiplin gagal. Disiplin yang kasar dan hukuman berlebihan dapat menjadi tindak kekerasan. Dikarenakan opini yang bertentangan, kombinasi hukuman fisik dan kemarahan besar dapat mematikan. Pada sedikit kasus, cedera fisik terjadi karena tindakan yang disengaja. Tanda kekerasan fisik: Adanya cedera yang tidak wajar pada golongan usia tertentu (misal : adanya fraktur pada infant) Riwayat cedera yang berulang ulang. Cedera yang tidak dapat dijelaskan (tidak bisa menjelaskan, perbedaan penjelasan, menyalahkan pihak ketiga, penjelasan tidak konsisten dengan diagnosis medis) Memar pada area yang lain dari area yang biasa terkena trauma ( tulang kering, siku, dahi) meliputi pola memar yang spesifik (bekas sabuk, tangan, rokok) Bukti penyia-nyiaan Adanya indikasi sexual abuse Ancaman secara verbal yang menentang hidup anak oleh orang tua/ pengasuh

sexual abuse Keterlibatan anak dalam kegiatan seksual dengan kondisi tidak sepenuhnya memahami / tidak mampu memberi persetujuan ditandai dengan adanya aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa / anak lain yang bertujuan memberikan kepuasan bagi pelaku (disebut seksual abuse bila pelakunya anggota keluarga, pengasuh, guru, linkungan anak. Disebut penyerangan seksual dilakukan oleh orang asing)