Anda di halaman 1dari 2

2.

Kalimat Tanya Retorik Kalimat tanya retorik ialah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban. Kalimat tanya retorik cenderung bersifat pernyataan hanya untuk mencari perhatian atau bermaksud memberi semangat, gugahan, atau kritik. Kalimat tanya retorik sering digunakan dalam pidato-pidato atau orasi. Contoh: Saya tidak habis pikir mengapa dia menolak penugasan itu. Siapa yang bekerja keras, dialah yang akan menjadi orang sukses. Mana mungkin kita mampu membalas jasa kedua orang tua kita. Apakah kita harus kembali dijajah?

4. Kalimat Tanya Tersamar Kalimat tanya tersamar adalah kalimat yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung bukan untuk menggali informasi, klarifikasi, dan konfirmasi melainkan mengandung maksud-maksud lain. Contoh: Tidak keberatan, kan kamu membawa koper ini? Masakan Anda kelihatannya lezat sekali? Maukah adik membantu saya menyelesaikan tugas ini? Berdasarkan kamus bahasa indonesia parafrasa adalah 1. Pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi macam yang lain tanpa mengubah pengertiannya Teknik membuat Parafrasa lisan adalah sebagai berikut 1. Membaca Informasi secara teliti dan cermat 2. Memahami isi informasi secara umum. 3. menulis inti pokok informasi dengan kalimat sendiri 4. mencatat kalimat pokok secara urut 5. menegmbangkan kalimat inti atau kata-kata kunci menjadi pokok-pokok pikiran sesuai dengan tema/topik informasi sumber 6. menyampaikan secara lisan menggunakan kalimat sendiri Cara berdiskusi dengan baik 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bahasa yang baik. 2. Logika yang baik 3. Etiket yang baik. 4. Proporsi yang baik. Gaya (style) yang baik 1. Berguna bagi partisipan 2. Relevan dengan topik 3. Bisa dipertanggung-jawabkan.

Cara bernegosiasi yang baik.,. a. Jangan memegang apapun di tangan kanan anda ketika memasuki ruangan negosiasi; b. Ulurkan tangan untuk berjabat tangan terlebih dulu; c. Jabat tangan dengan tegas dan singkat; d. Berikan senyum dan katakan sesuatu yang pas untuk mengawali pembicaraan. Ringkasan diartikan sebagai penyajian singkat dari suatu karangan asli tetapi tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang asli. Sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat itu (Keraf 1984: 262). Dengan kata lain, ringkasan adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat