Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MAINTENANCE AND REPAIR TROUBLESHOTING

diajukan untuk memenuhi nilai tugas dari mata kuliah Maintenance and Repair

Disusun oleh : Fatharani Nur B Listi Restu Triani (101311041) (101311052)

M Ikhwan Januardi (101311054) Rizal Fazaul M Suci Wulansari (101311061) (101311062)

Kelas 2B

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillah, alhamdulilladhillazi farodho sholataala abadihil muslimina wal muslimat. Puji syukur kami panjatkan kahadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kami seingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang troubleshooting pada rangkaian elektronika ini. Tanpa ridho dan kasih sayang serta petunjuk-Nya mustahil makalah ini dapat diselesaikan. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Maintenance and Repair. Demikianlah makalah ini kami buat semoga dapat bermanfaat bagi semua, dn kami sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Kebenaran da kesempurnaan hanya Allah-lah yang Punya dan Maha Kuasa. Wassalamualaikum Wr. Wb

Bandung, Mei 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Baterai saat ini masih menjadi sumber tenaga alternatif yang masih sering digunakan untuk berbagai aplikasi seperti untuk radio saku (pocket radio), MP3man, discman dan aplikasi lain yang sering digunakan untuk traveling. Bagi beberapa orang baterai bukanlah menjadi masalah tetapi jika aplikasi yang menggunakan baterai tersebut ternyata menggunakan daya yang besar maka tentu saja baterai yang digunakan juga banyak. Sehingga dapat dipastikan biaya untuk baterai juga membengkak. Dengan menggunakan Remote-controlled fan regulator ini kita dapat mengubah kecepatan kipas angin dari tempat santai atau tempat tidur. Modul infrared receiver TSOP1758 ini digunakan sebagai penerima sinyal infrared yang dipancarkan oleh remote control. Beberapa tombol di remote control dapat digunakan untuk mengontrol kecepatan dari kipas angin. H-Bridge atau yang diterjemahkan secara kasar sebagai Jembatan H, adalah sebuah rangkaian dimana motor menjadi titik tengahnya dengan dua jalur yang bisa dibuka tutup untuk melewatkan arus pada motor tersebut, persis seperti huruf H (dengan motor berada pada garis horizontal).

1.2 Tujuan Penulisan Pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Maintenance and Repair, diharapkan dapat juga dijadikan sebagai salah satu metoda pembelajaran bagi penyusun makalah. Selain itu diharapkan dapat juga menambah pengetahuan dan menjadi referensi bagi siapa saja yang membaca makalah ini, dan juga untuk megetahui karusakan kerusakan yang terjadi pada ketiga rangkaian

1.3 Metodelogi Penulisan Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metodelogi studi pustaka, dan menggunakan media elektronik.

1.4 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari 3 bab. Bab pertama merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, metodelogi penulisan, dan sistematika penulisan. Bab kedua merupakan bab pembahasan yang membahas tentang pengertian, cara kerja, dan kerusakan yang terjadi pada komponenkomponen aktif dari tiga rangkaian yaitu Ultra Fast Charger, Power Amplifier 400 watt dan H-Bridge Pengontrol Motor 5Ampere. Bab ketiga merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari seluruh pemahasan yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Daftar pustaka merupakan halaman untuk meletakan sumber data yang telah diperoleh sebagai bahan penulisan makalah ini.

BAB II PEMBAHASAN

1. REMOTE-CONTROLLED FAN REGULATOR 1.1 Gambar Rangkaian

R1 1K

R3 100K C1 4,7uF 6V ZD1 R2 47K 5 LED1 S1 RST 3 THR CVOLT 2 TRIG 1 GND NE555P 4 U1 VCC DISC OUT 8 7 3 S2 15 14 13 IC2 RST CLK CLK EN VDD 16 D7 D8 D9 D10 D11 C5 0,22u R5 33K R6 27K R7 20K R8 12K R9 3,3K C6 0,01u U3 4 RST 5 THR 3 CVOLT 2 TRIG 1 GND KE555P VCC 8 DISC 7 OUT 3 R11 1K BC348A IC3 4 5 6 C8 0,1u GND IN OUT IC6 MC7809CT S3 3 2 1 R10 470

IRX 1 2 3
TSOP1758

R4 330

10uF 16V

0,01uF 1uF 16v 8 GND R16 5,6K

12 CO 3 0 2 1 4 2 7 3 10 4 1 5 3 6 6 7 9 8 11 9

CD4017BCK T1 +12V D6 D5 230V AC 30HZ AC 0V D4 D3 D2 -12V D1 C9 470u R13 10K R14 470
FAN

IC4 4 5 6 R13 47 3 2 1

S4

C7

0,01u AC

230V AC 30HZ

Gambar 1. Gambar Rangkaian Remote-controlled fan regulator

1.2 Cara Kerja Rangkaian Dengan menggunakan rangkaian ini kita dapat mengubah kecepatan kipas angin dari tempat santai atau tempat tidur. Modul infrared receiver TSOP1758 ini digunakan sebagai penerima sinyal infrared yang dipancarkan oleh remote control. Rangkaian ini difungsikan dengan tegangan regulasi 9V. Tegangan AC diturunkan oleh trafo T1 ke tegangan 12V-0-12V. Keluaran trafo disearahkan oleh penyearah fullwave dioda D1 dan D2, difilter oleh kapasitor C9 dan diregulasi oleh regulator 7809 untuk menyediakan ouput 9V teregulasi. Beberapa tombol di remote control dapat digunakan untuk mengontrol kecepatan dari kipas angin. Pulsa dari modul IR receiver digunakan sebagai

pemacu sinyal ke IC timer 555 (IC1) melalui LED1 dan resisitor R4. IC1 dipasang sebagai monostable multivibrator untuk mendelay clock yang diberikan ke decade counter cum driver IC CD4017(IC2). Keluaran dari sepuluh output decade counter IC2 (Q0 sampai Q9), hanya lima keluaran (Q0 sampai Q4) yang digunakan untuk mengontrol kipas angin. Keluaran Q6 digunakan untuk mereset conter. IC timer 555(IC3) yang lain juga dipasang sebagai monostable multivibrator. Kombinasi dari salah satu resistor R5 sampai R9 dan kapasitor C5 mengontrol lebar pulsa. Output dari IC CD4017 (IC2) di resistor R5 sampai R9. Jika Q0 bernilai tinggi maka kapasitor C5 terisi penuh melalui resistor R5, jika Q1 bernilai tinggi maka kapasitor C5 terisi melalui resistor R6 dan seterusnya. Optocoupler MCT2E(IC5) dipasang sebagai pendeteksi zero-crossing yang mennyuplai pemacu pulsa ke IC3 sepanjang zero-crossing, opto-isolator MOC3021(IC4) mendrive triac BT136. Resistor R13 (47 ) dan kapasitor C7(0.01uF dikombinasikan sebagai jaringan snubber untuk TRIAC1(BT136). Karena lebar pulsa terpotong(menurun), sudut penyalaan dari triac meningkat dan

kecepatan dari kipas angin menaik. Sehingga kecepatan kipas angin meningkat ketika kita menekan tombol di remote control.

1.3 Analisis Beberapa Kerusakan 1. S1 OFF maka IC1 timer 555 tidak akan menerima pemicu sinyal yang diterima dari IR receiver. 2. S2 OFF maka IC2 decade counter tidak menerima output dari IC1 timer 555. 3. S3 OFF maka seluruh rangkaian tidak akan tersupply tegangan teregulasi 9V. 4. S4 OFF maka SCR tidak dapat berfungsi karena terputus dengan R13 sehingga mengakibatkan sudut penyalaan dari triac tidak naik dan kipas angin pun tidak bias dikontrol kecepatannya.

2. ULTRA FAST CHARGER 2.1 Pengertian Baterai NiCad Baterai nickel cadmium atau yang lebih dikenal sebagai Baterai NiCad mempunyai daya tahan sedikit di atas baterai biasa (dengan catatan kondisi baterai NiCad ini masih baik). Kelebihan dari baterai ini adalah tempat yang digunakan sama dengan tempat yang digunakan pada baterai biasa sehingga tidak perlu memodifikasi casing-nya. Baterai NiCad yang ada dipasaran saat ini ada dua pilihan untuk ukuran dayanya, yaitu 700mAH atau 1500 mAH. Maksudnya adalah baterai NiCad tersebut dapat mensuplai arus ke peralatan elektronika dengan arus 700mA selama 1 jam (untuk baterai 700mAH). Sehingga jika kita menggunakan baterai NiCAD 700mAH

tersebut untuk peralatan elektronika yang menarik arus sebesar 1 A maka baterai NiCad tersebut hanya dapat bertahan selama kurang dari 1 jam. Suhu dari baterai NiCad juga mempengaruhi daya tahan baterai. Jika baterai terlalu panas maka baterai akan cepat habis karena sebagaian arus yang dihasilkan oleh baterai tersebut diubah menjadi panas. Karena baterai NiCad bisa diisi ulang untuk beberapa kali (puluhan kali ) maka baterai NiCad ini lebih murah dari pada baterai biasa. Namun dana yang digunakan utuk membeli baterai pertama kali memang lebih mahal dari pada membeli baterai biasa.

2.2 Pengisi Baterai NiCad Tiap baterai NiCad mempunyai tegangan 1.2 volt lebih rendah 0.3 volt jika dibandingkan dengan baterai biasa atau baterai alkaline. Sebuah pengisi baterai NiCad yang baik harus mempunyai spesifikasi antara lain :

Gambar 2. Karakteristik Pengisian Baterai NiCad

1.

Autoshut-off,

merupakan

kemampuan

charger

untuk

menghentikan arus pengisian ke sebuah baterai NiCad jika kapasitas baterai NiCad sudah terisi penuh. 2. Polarity Protection, dengan adanya kemampuan ini maka jika terdapat pemasangan baterai yan terbalik pada charger dapat diketahui. 3. 4. Tegangan output konstan Arus output cukup untuk mengisi beberapa baterai NiCad sekaligus secara paralel. 5. Short Circuit Protection, dengan adanya rangkaian proteksi ini maka jika terjadi hubungan singkat yang ditimbulkan oleh baterai maupun rangkaian charger sendiri tidak akan merusak bagian yang lain yang tidak rusak.

Sebuah chager paling tidak harus mempunyai tegangan output diatas 1.5 volt dan mampu memberikan arus charge paling tidak 1/10 arus output baterai. Jika tiap baterai NiCad dapat mensuplai arus sebesar 700mAH maka baterai NiCad ini harus diisi dengan arus dibawah 70mA. Rating arus pengisian ini, 1/10 arus output baterai merupakan batasan maksium untuk sebuah baterai NiCad. Semakin besar arus pengisiannya maka baterai akan semakin cepat terisi namun suhu baterai akan dengan cepat pula naik. Suhu baterai yang terlalu tinggi dapat menyebabkan baterai NiCad ini rusak atau bahkan meledak.

Dari gambar 2 dapat dilihat bahwa tegangan pengisian akan berpengaruh pada suhu baterai. Baterai NiCad yang terus-menerus diisi namun muatannya belum habis akan memperpendek umur dari baterai itu sendiri. Inilah yang disebut dengan efek memory. Apabila baterai NiCad sudah mengalami efek memory maka baterai tersebut masih dapat diisi penuh namun lebih cepat habis jika dibandingkan dengan baterai NiCad yang masih baru. Kondisi ini tidak dapat diperbaiki karena menyangkut rekasi kimiawi di dalam baterai NiCad tersebut. Oleh karena itu sebuah charger yang baik harus dilengkapi dengan kemampuan autoshut off jika baterai NiCad yang diisi sudah penuh.

2.3 Rangkaian Ultra Fast Charger

Gambar 3. Skematik Rangkaian Ultra Fast Charger Pada gambar 3 merupakan gambar skematik rangkaian untuk ultra fast charger. Charger tersebut dapat digunakan untuk 8 sampai 10 baterai NiCad sekaligus dengan tegangan output 12 volt dan arus maksium adalah 3.5A

2.4 Komponen Komponen Aktif pada Rangkaian Ultra Fast Charger Komponen aktif pada rangkaian ini yaitu: 1. UC3843 UC3843 merupakan chip regulator tegangan 2. OpAmp M34181 M34181 merupakan OpAmp JFET dengan karakteristik low offset voltage, impedansi input yang sangat tinggi. MC34181 berfungsi sebagai voltage komparator. 3. 4. 5. 6. 7. Optocoupler MOSFET Diode Zener LED Thyristor (SCR)

2.5 Karakteristik Baterai Nickel Cadmium Sebuah pengisi baterai NiCad harus mempunyai karakteristik yang disesuaikan dengan baterai yang di-charge. Karakteristik baterai NICad antara lain: 1. Baterai NiCad harus diisi dengan besar arus yang konstan. 2. Baterai akan penuh terisi jika mencapai 140% pengisian dari pengisian maksimum baterai tersebut. 3. Variasi perubahan tegangan baterai tergantung dari fungsi pengisian dan juga tergantung dari suhu baterai tersebut. 4. Pada saat pengisian telah selesai maka suhu akan naik dengan cepat (panas meningkat dengan cepat)

sehingga chager perlu dimatikan. Karena jika tidak dimatikan akan dapat menyebabkan suhu baterai akan naik terus dan pada akhirnya akan meledak.

Sehingga paling tidak untuk membuat sebuah pengisi baterai NiCad yang perlu diperhatikan adalah : 1. 2. Besar arus pengisian yang konstan Menggunakan SwitchMode Converter untuk menaikkan tegangan output charger jika tegangan baterai yang di-charge di atas 10 volt. 3. Pengamanan rangkaian. Rangkaian pengamanan pada rangkaian biasanya menggunakan pengaman arus dan pengaman autoshut off.

2.6 Cara Kerja Rangkaian Pada rangkaian pada gambar 2 ada 3 bagian utama yaitu : 1. 2. 3. Regulator Arus Konstan. Konverter SwitchMode Rangkaian Pendeteksi/Pengaman.

1. Regulator Arus Konstan Rangkaian regulator ini menggunakan MTP3055, TMOS Power MOSFET yang mempunyai berbagai operasi kerja dengan mengatur besar/kecil arus pengisian ke baterai NiCad. Arus pengisian ini pada dasarnya tidak tergantung dari tegangan Drain Source (VDS) ketika tegangan VDS melebihi 2 volt.

Gambar 4. Karakteristik MOSFET MTP3055 Jadi jika tegangan VDS lebih dari 2 volt maka arus ID akan juga konstan

2. Konverter Switch Mode Rangkaian konverter DC to DC tetap digunakan untuk membuat tegangan output sampai 12V walaupun tegangan input hanya 10 volt. Untuk itu digunakan UC3843 dengan frekuensi kerja sampai 100KHz. Dengan menggunakan induktor 25uH akan didapatkan tegangan yang sangat stabil. Optocoupler MOC8102 digunakan untuk memonitor

tegangan yang masuk ke regulator dan memberikan informasi error atau tidak ke pin error amplifier pada UC3843. Ketika terjadi penurunan tegangan maka UC3843 akan menstabilkan tegangan VDS pada tegangan kira-kira 2 volt shingga disipasi daya nutuk mosfet ini sebesar 7 Watt. Thyristor 2N5061 digunakan untuk membatasi tegangan jika terjadi kelebihan tegangan sampai pada 40 volt. Jika terjadi over voltage maka thyristor ini akan cut off dan mematikan operasi charger ini.

3. Rangkaian Sistem Deteksi Kontrol dan Shutoff pada pengisian penuh diatur oleh MC34181 dan thyristor 2N5061. Ketika tegangan baterai yang sedang diisi telah menandakan penuh maka tegangan pada input non-inverting akan memaksa output MC34181 toggle sehingga akan mematikan LED. Pada saat pengisian LED akan menyala. Diode D2

digunakan untuk melindungi baterai dari polaritas tegangan baterai yang terbalik. Jika output charger terjadi short circuit maka arus tetap diatur konstan tetapi regulator akan menjadi panas. Sehingga kondisi short circuit tidak boleh terjadi terlalu lama. 2.7 Kerusakan Kerusakan pada Komponen Aktif Kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada

rangkaian ultra fast charger adalah sebagai berikut:

No. 1

Kemungkinan Kerusakan Optocoupler

Efek IC UC3843 tidak dapat menerima tegangan referensi yang sesuai

IC UC843

Tidak

ada

penyetabil

tegangan

input,sehingga arus yang diberikan tidak konstan 3 Op-Amp M34181 Tidak bisa mengetahui apakah

batere sudah penuh atau belum karena output Op-Amp M34181 tidak toogle (LED tidak mati) 4 MOSFET a. Q1-MTP3055 a. Arus dari IC3843 akan

semakin besar b. Q3-MTP3055 c. Q2-SCR 5 Dioda Zener a. D4 a. Tegangan inverting pada input Op-Amp akan kecil b. D6 b. Tegangan supply Op-Amp tidak terbatas keinginan(teg.pada D6) 6 LED Tidak ada indikator sesuai b. Arus yang masuk kedlam

batere akan sangat besar c. Tidak dapat mereset pengisian

3. H-BRIDGE 3.1 Pengertian H-Bridge H-Bridge atau jembatan H adalah salah satu rangkaian

elektronika yang digunakan untuk mengatur kerja motor listrik.dapat digunakan untuk mengatur arah arus yang mengalir pada suatu beban. Pada motor listrik ,rangkaian ini dapat mengatur arah putaran motor dan besar arus yang mengalir pada motor listrik tersebut.

3.2 Rangkaian H-Bridge


+12V

+12V 3,8K Input 1


TIP 122

+12V
TIP 127

+12V

3,8K
74HCOD

470 +12V +12V 1K


TIP 122

TIP 127

1K

Dioda Dioda

470
TIP 122 74HCOD

+12V

Dioda

Dioda

3,8K Input 2 470


74HCOD TIP 122 TIP 127

3,8K 1K

1K
TIP 122

74HCOD

470

Diatas adalah rangkaian H bridge menggunakan transistor TIP122 dan TIP 127 dengan spesifikasi arus maksimum 5 A.

3.3 Komponen pada H bridge 1. TIP 127 Transistor PNP berguna sebagai saklar yang mengalirkan arus ke motor 2. TIP122 Transistor NPN berguna sebagai saklar yang mengalirkan arus ke motor 3. 2N2907 Transistor PNP sebagai pengaktif transistor pada h bridge 4. IC 74HC00 5. LED 6. Dioda

3.4 Cara penggunaan H-Bridge

Nama H Bridge diambil dari bentuk konfigurasi rangkaian tersebut yang terlihat seperti huruf H. Pada rangkaian ini terdapat 2

kemungkinan

arah

arus

mengalir,yaitu arus yang di tunjukan dengan warna merah dan arah arus yang ditunjukan arah dengan arus warna tersebut

hijau.kedua

menentukan arah putaran motor listrik.

3.5 Cara Kerja Rangkaian Pada rangkaian pada gambar 2 ada 3 bagian utama yaitu : 1. rangkaian pengendali transistor H bridge 2. transistor pengendali utama motor 3. rangkaian indikator

Rangkaian pengendali transistor h brigde di tandai dengan rangkaian yang berwarna kuning,terdapat gerbang NAND gate,transistor

NPN dan PNP serta beberapa resistor,fungsi dari blok rangkaian

itu

adalah sebagai pengontrol Transistor utama (TIP122 dan TIP127).dengan menggunakan blok rangkaian di atas,h bridge dapat diatur secara elektronis. Pada blok kedua yang berwarna merah jambu adalah blok rangkaian utama H bridge,pada blok rangkaian ini arah dan besarnya arus yang mengalir pada motor listrik di tentukan. Blok ke 3 adalah indikator pada rangkaian H bridge tersebut,dengan adanya indikator dapat memudahan untuk melihat tanda tanda kerusakan pada H bridge 3.6 Kerusakan Kerusakan pada Komponen Aktif Kemungkinan-kemungkinan kerusakan yang terjadi pada rangkaian H Bridge 5A adalah sebagai berikut: No. 1 Kemungkinan Kerusakan TIP 122 Motor listrik tidak berputar karena terjadi open loop 2 TIP127 Motor listrik tidak berputar karena terjadi open loop 3 74HC00 Arah putaran motor tidak dapat di Efek

kendalikan,motor dapat saja tidak berputar atau terjadi short circuit yang

mengakibatkan kerusakan pada Transistor 4 2N2907 Apabila rusak dan menyebabkan Transistor short/open dapat menyebabkan

ketidaksesuian dengan input yang diberikan 5 Dioda Menyebabkan motor tidak berputar dan shortcircuit 6 LED Tidak ada indikator

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Remote-controllled fan regulator ini menggunakan Modul infrared receiver TSOP1758 ini digunakan sebagai penerima sinyal infrared yang dipancarkan oleh remote control. Kemungkinan kerusakannya pada IC1 timer 555, IC 2 decade counter dan SCR Baterai NiCad mempunyai daya lebih baik daripada baterai lainnya. Cara kerja rangkaian ultra fast charger: Regulator Arus. Konverter SwitchMode Rangkaian Pendeteksi/Pengaman

Kemungkinan kerusakan pada NiCad antara lain,pada optocoupler, IC UC843, Op-Amp M34181, MOSFET, Dioda Zener,LED H-Bridge atau jembatan H adalah salah satu rangkaian elektronika yang digunakan untuk mengatur kerja motor listrik Cara kerja rangkaian H-bridge: rangkaian pengendali transistor H bridge transistor pengendali utama motor rangkaian indicator

Kemungkinan kerusakan pada H-Bridge atau jembatan H antara lain,pada TIP 122, TIP127, 74HC00, 2N2907, Dioda .

DAFTAR PUSTAKA

www.anekawarna.890m.com/NiCadCharger.htm www.google.com www.wikipedia.org www.belajarelektronika.com www.waoneelekronika.com