Anda di halaman 1dari 14

KOMUNIKASI AKUSTIK SERANGGA: PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATANNYA

MARCELINUS ALFASISURYA S.A MAHASISWA STRATA-1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

It would seem like a very foolish whim of nature to provide many insects with elaborate sound-producing mechanism if they could not hear their own music" B.B Fulton 1928

Tinjauan Umum Komunikasi Akustik Serangga

Komunikasi akustik merupakan salah satu cara berkomunikasi serangga selain komunikasi kimia dan visual Komunikasi akustik menggunakan bunyi sebagai pembawa informasi Bunyi adalah rambatan getaran/gelombang mekanik pada medium padat, cair atau gas

Bunyi yang dihasilkan serangga memiliki rentang frekuensi yang luas

Bunyi yang dihasilkan oleh serangga secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Bunyi

Insidental Bunyi Non Insidental

CONTOH SUARA YANG DIHASILKAN SERANGGA PADA WAKTU MELAKUKAN AKTIVITAS (BUNYI INSIDENTAL) ATAU BUNYI YANG DIHASILKAN UNTUK TUJUAN TERTENTU/BERKOMUNIKASI (BUNYI NON INSIDENTAL). INSIDENTAL Berjalan Terbang (Dewasa) Mengunyah Berenang Bernafas Detak Jantung NON INSIDENTAL Sinyal Untuk Mencari Pasangan Sinyal Pada Saat Percumbuan Sinyal Pertahanan Wilayah Sinyal Sosial dan Sub Sosial Sinyal Anti Predator Sinyal Peringatan

Kedua kelompok Bunyi tersebut memiliki karakteristik yang bebeda

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ANTARA BUNYI INSIDENTAL DAN BUNYI NON INSIDENTAL YANG DIHASILKAN PADA WAKTU BERKOMUNIKASI

INSIDENTAL Spesifik Spesies Lebar Frekuensi Melokalisasi Jarak yang Ditempuh Waktu Rendah Lebar Sulit Pendek Tidak Dapat Diprediksi

NON INSIDENTAL Tinggi Sempit Mudah Panjang Dapat Diprediksi

Ketika berkomunikasi pada umumnya serangga menggunakan bunyi non insidental karena memiliki karakteristik spesifik spesies Bunyi insidental digunakan pula dalam berkomunikasi pada beberapa ordo serangga misalnya pada ordo Diptera

Mekanisme Produksi Bunyi Serangga


Stridulasi Perkusi Timbal Penyemburan

Udara

Mekanisme Pendengaran Serangga


Sensilia

rambut Organ tympanum

Analisa Karakteristik Bunyi Serangga

Merekam Suara Serangga Pemutaran Ulang Suara Analisa dengan bantuan Software (Raven, Sound Ruler, dll)

Hasil Analisa Bunyi Serangga dalam Bentuk Waveform dan Spektograf Suara Panggilan Pejantan
Atas: Gryllus assimilis Bawah: Gryllus pensyllvanicus

Pemanfaatan Komunikasi Akustik Serangga

Sebagai penciri serangga ketika dilakukan identifikasi Identifikasi otomatis Alat bantu dalam taksonomi serangga Digunakan sebagai atraktan pada trap Sebagai alat bantu dalam menghitung populasi serangga