Anda di halaman 1dari 10

Demam berdarah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Salah satu gejala demam berdarah adalah munculnya ruam pada kulit.

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.[1] Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. [2] Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.[3] Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap.[2] Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.[4]

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Penyebab 2 Manifestasi Klinis


o o o

2.1 Demam berdarah (klasik) 2.2 Demam berdarah dengue (hemoragik) 2.3 Sindrom Syok Dengue

3 Diagnosis 4 Pencegahan 5 Pengobatan 6 Epidemiologi 7 Referensi 8 Pranala luar


[sunting]Penyebab

Virus dengue penyebab penyakit demam berdarah

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari familiFlaviviridae.[3] Terdapat 4 jenis virus dengue yang diketahui dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. [5] Keempat virus tersebut adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.[6] Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda. [5] Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya.[5] Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.[6] Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu nyamuk dari genus Aedes seperti Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus.[2][3] Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini.[2] Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. [2] Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.[2] Nyamuk betina juga dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya melalui telur (transovarial).[2] Beberapa penelitian menunjukkan bahwa monyet juga dapat terjangkit oleh virus dengue, serta dapat pula berperan sebagai sumber infeksi bagi monyet lainnya bila digigit oleh vektor nyamuk. [2]

Tingkat risiko terjangkit penyakit demam berdarah meningkat pada seseorang yang memiliki antibodi terhadap virus dengue akibat infeksi pertama.[5] Selain itu, risiko demam berdarah juga lebih tinggi pada wanita, seseorang yang berusia kurang dari 12 tahun, atau seseorang yang berasal dari ras Kaukasia.[5] [sunting]Manifestasi

Klinis

Infeksi virus dengue dapat bermanifestasi pada beberapa luaran, meliputi demam biasa, demam berdarah (klasik), demam berdarah dengue (hemoragik), dan sindrom syok dengue.[7] [8] [sunting]Demam

berdarah (klasik)

Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-beda tergantung usia pasien.[7] Gejala yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak adalah demam dan munculnya ruam.[7] Sedangkan pada pasien usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual dan muntah, serta munculnya ruam pada kulit.[7]Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan penurunan keping darah atau trombosit (trombositopenia) juga seringkali dapat diobservasi pada pasien demam berdarah.[7] Pada beberapa epidemi, pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi mimisan, gusi berdarah, pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria), dan pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia).[7] [sunting]Demam

berdarah dengue (hemoragik)

Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya menunjukkan gejala seperti penderita demam berdarah klasik ditambah dengan empat gejala utama, yaitu demam tinggi, fenomena hemoragik atau pendarahan hebat, yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati dan kegagalan sistem sirkulasi darah.[7] Adanya kerusakan pembuluh darah, pembuluh limfa, pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya memar kebiruan, trombositopenia dan peningkatan jumlah sel darah merah juga sering ditemukan pada pasien DBD.[7][8] Salah satu karakteristik untuk membedakan tingkat keparahan DBD sekaligus membedakannya dari demam berdarah klasik adalah adanya kebocoran plasma darah. [7] Fase kritis DBD adalah seteah 2-7 hari demam tinggi, pasien mengalami penurunan suhu tubuh yang drastis.[7]Pasien akan terus berkeringat, sulit tidur, dan mengalami penurunan tekanan darah.[7] Bila terapi dengan elektrolit dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien dapat sembuh dengan cepat setelah mengalami masa kritis. Namun bila tidak, DBD dapat mengakibatkan kematian. [7][8] [sunting]Sindrom

Syok Dengue

Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah, di mana pasien akan mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah, pendarahan parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya setelah 2-7 hari demam.[7] Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian perut adalah tanda-tanda awal yang umum sebelum terjadinya syok.[7] Sindrom syok[8] terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala terjadi pada orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya.[8] Hal ini umumnya sangat fatal dan dapat berakibat pada kematian, terutama pada anak-anak, bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat.[8] Durasi syok itu sendiri sangat cepat. Pasien dapat meninggal pada kurun waktu 12-24 jam setelah syok terjadi atau dapat sembuh dengan cepat bila usaha terapi untuk mengembalikan cairan tubuh dilakukan dengan

tepat.[7] Dalam waktu 2-3 hari, pasien yang telah berhasil melewati masa syok akan sembuh, ditandai dengan tingkat pengeluaran urin yang sesuai dan kembalinya nafsu makan.[7] [sunting]Diagnosis

Uji ELISA dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya interaksi antigen dan antibodi terhadap virus dengue.

Penyakit demam berdarah didiagnosis dengan melihat gejala yang muncul, seperti demam tinggi dan munculnya ruam..[9] Namun, karena gejala penyakit demam berdarah kadangkala sulit dibedakan dengan penyakit malaria, leptospirosis, maupun demam tifoid maka biasanya pekerja medis atau dokter akan terlebih dahulu mengecek sejarah kesehatan dan perjalanan pasien untuk mencari informasi kemungkinan pasien tergigit nyamuk.[9] Selain itu untuk mendapatkan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi umumnya dilakukan berbagai uji laboratorium.[10][9] Beberapa tes yang biasanya dilakukan adalah studi serologi untuk mengetahui ada tidaknya antibodi terhadap virus dengue di tubuh pasien, menghitung titer antibodi terhadap virus dengue, dan penghitungan sel darah lengkap (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit). [10] Selain itu, uji laboratorium lain yang dapat dilakukan adalah uji inhibisi hemaglutinasi, uji ELISA, dan reaksi berantai polimerase reverse transcriptase untuk mendeteksi antigen, antibodi, atau asam nukleat spesifik terhadap virus dengue. [9] Uji-uji tersebut dapat memakan waktu beberapa hari.[9] [sunting]Pencegahan

Pengasapan atau fogging bermanfaat membunuh nyamuk Aedes dewasa untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. [11] Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue.[11][12] Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:[1]

Lingkungan

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah.[1]

Biologis

Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri. [1]

Kimiawi

Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida. [1] Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. [12] Selain itu, segeralah berobat bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah. [12] [sunting]Pengobatan

Obat yang mengandung acetaminofen, misalnya tilenol, sangat disarankan bagi penderita demam berdarah untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. [9] Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu.[13] Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat.[9] Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan.[9] Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap

di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.[9] Seseorang yang terkena demam berdarah juga harus dicegah terkena gigitan nyamuk, karena dikhawatirkan dapat menularkan virus dengue kepada orang lain yang sehat.[9] [sunting]Epidemiologi Demam berdarah diyakini merupakan salah satu penyakit yang sudah ada lama di dunia. [11] Jejak rekam mengenai penyakit dengan gejala yang serupa telah ditemukan di ensiklopedia medis dari Cina tertanggal tahun 992.[11] Seiiring dengan perkembangan global di bidang pelayaran dan industri pengiriman barang melalui laut di abad ke 18 dan 19, kota-kota pelabuhan bertambah dengan pesat dan menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan nyamuk vektor bagi penyakit demam berdarah.[11] Nyamuk dan virus yang berperan dalam penyakit ini terus menyebar ke berbagai daerah baru dan telah menyebabkan banyak epidemi di seluruh dunia.[11] Salah satu epidemi demam berdarah yang paling pertama terjadi di daerah Asia Tenggara.[11] Laporan resmi pertama mengenai pasien yang terjangkit penyakit serupa demam berdarah terjadi pada tahun 1779. [3] Belum adanya vaksin atau obat antivirus bagi virus dengue membuat demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian sangat serius secara global.[11]

Demam Berdarah Dengue


Posted on Mei 25, 2008 by nnuke

Sebuah pengalaman pribadi aku tulis dengan harapan bisa bermanfaat bagi orang lain. Aku tulis kronologis hari pertama hari kedelapan karena merupakan masa inkubasi penyakit ini.

6 May ( hari pertama )

Pagi hari ketika bangun tidur, badan terasa pegal pegal, sakit kepala dan suhu badan naik. Aku berpikir mungkin karena terlalu capek, karena sebelumnya 3 hari berturut turut aku menghadiri rapat dan lembur di kantor. Aku tetap masuk kerja. Malamnya aku terapy pijit reflexy untuk menghilangkan pegal di tubuhku.

7 May ( hari kedua )

Pegal di badan tidak berkurang. Suhu badan naik 38 derajat celcius. Nafsu makan berkurang. Mual. Badan terasa dingin dan kadang menggigil.

8 May ( hari ketiga )

Bangun tidur, aku mimisan, dan pegal di badan tidak berkurang. Ketika akan menggosok gigi, kurasakan gusiku bengkak dan berdarah. Aku putuskan untuk istirahat di rumah. Karena nafsu makan menurun, dan mulut terasa pahit, aku makan bubur. Suhu badanku naik, 38 derajat celcius. Tapi kadang berangsur turun. Gejalanya mirip bila kita terkena flu. Mungkin yang berbeda karena adanya pendarahan. Pegal di badanku masih terasa, yang paling sakit aku rasakan di pinggang. Malamnya aku ke dokter Internist ( specialist penyakit dalam ), karena aku berpikir sakitku karena gangguan ginjal ( sakit di pinggang ). Dalam perjalanan, aku muntah dan mimisan lagi.

Ketika aku sampaikan keluhanku pada dokter, beliau menyarankan untuk test darah. Hasil lab menunjukkan trombosit ( sel darah merah ) dan leukosit ( sel darah putih ) menurun. Dokter memvonisku positif DBD dan harus menjalani rawat inap di RS karena telah terjadi pendarahan dan untuk memantau kadar trombositku. Bila kadar trombosit atau platelet di bawah 40.000 ( normal 150.000 450.000 ), maka dilakukan transfusi trombosit. Biasanya masa kritis terjadi pada hari kelima keenam. Hasil test darah : - Trombosit = 130.000 ( normal 150.000 450.000 ) Keping darah, lempeng darah, trombosit atau platelet, adalah fragmen sel yang tersirkulasi dalam darah yang terlibat dalam mekanisme hemostatis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis. - Leukosit = 3500 ( normal 5000 10.000) Leukosit ( sel darah putih ) bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan bendabenda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia. - Hemoglobin =13.4 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besidalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. - Hematokrit = 40.10 % ( normal 37.00 -47.00 ) Hematokrit adalah Kekentalan darah. Normalnya adalah 3x dari Hemoglobin ( Hb ) - Tekanan darah = 100 / 70 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 37.5 derajat celcius Obat yang diberikan adalah berupa vitamin Becom-zet ( multivitamin dan mineral ) dan Opinacea ( ekstrak Echinacea purpurea ). Opinacea berkhasiat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh & terapi adjuvant untuk influenza atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur. Diminum 2 x sehari. Malam itu aku mulai minum vitamin yang direkomendasikan dokter.

9 May ( hari keempat )

- Trombosit = 137.000 ( normal 150.000 450.000 ) - Leukosit = 4900 ( normal 5000 10.000) - Hemoglobin =13.90 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) - Hematokrit = 41.40 % ( normal 37.00 -47.00 ) - Tekanan darah = 110 / 70 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 37.5 derajat celcius Pagi hari di RS. Badan yang terasa pegal mulai berkurang. Tubuh terasa dingin terutama di punggung. Bintik merah sudah mulai terlihat di badanku. Karena merasa dingin aku memakai selimut tebal. Tp begitu badan berkeringat, tubuhku malah tambah kedinginan. Perawat menyuruhku memakai selimut tipis saja karena suhu badanku panas. Aku harus bed rest alias istirahat total di atas tempat tidur. Menu makanan adalah bubur dan ham/nugget/telur. Nafsu makan menurun, tapi harus aku paksakan makan karena ini cara agar aku bisa melawan virus Dengue. Dengan cara meningktakan daya tahan tubuh. DBD sampai saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksinnya. Minum air yang banyak disarankan untuk mengisi cairan pada pembuluh darah agar darah tidak mengental. Karena bila trombosit turun pada saat itu pembuluh darah sudah bocor dan cairan merembes keluar ke jaringan. Ini yang paling penting untuk pengobatan DBD. Komsumsi air bisa dengan susu/jus jambu biji merah/ air gula/ Pocari Sweat / air putih. Tip : Untuk pemilihan jus jambu biji, sebaiknya yang berwarna merah dan memakai gula murni bukan pemanis buatan. Pilih yang tidak terlalu pekat dan asam karena pada DBD perut terasa mual dan bila mengkomsumsi yang asam, akan memicu asam lambung dan perut terasa lebih mual bahkan bisa muntah.

10 May ( hari kelima )

- Trombosit = 109.000 ( normal 150.000 450.000 )

- Leukosit = 4900 ( normal 5000 10.000) - Hemoglobin =16.90 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) - Hematokrit = 45.60 % ( normal 37.00 -47.00 ) - Tekanan darah = 100 / 70 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 37.5 derajat celcius Badan terasa dingin, kepala ngeliyeng bila berjalan. Sakit kepala. Mual. Masih istirahat total di tempat tidur. Aku mulai takut karena ini masa kritis. Istirahatku benar2 gak boleh diganggu. Makan, minum obat, tidur. Ini kegiatan yang disarankan dokter. Masalahnya aku terbiasa bergerak, jadi rasanya tidak bisa benar2 tidur. Sesekali menonton TV, turun dari tempat tidur untuk buang air kecil/besar. Setiap kali buang air besar, aku liat apa ada darah, karena pendarahan bisa juga terjadi di pencernaan.

11 May ( hari keenam )

- Trombosit = 90.000 ( normal 150.000 450.000 ) - Leukosit = 8600 ( normal 5000 10.000) - Hemoglobin =12.90 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) - Hematokrit = 36 % ( normal 37.00 -47.00 ) - Tekanan darah = 100 / 60 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 36 derajat celcius Badan tetap terasa dingin, kepala ngeliyeng bila berjalan. Dan sangat mengantuk. Mungkin karena kadar trombosit yang dibawah 100.000. Hari itu aku gak banyak bergerak, badan terasa lemas banget. Dan rasa kantuk yang luar biasa. Yang biasanya aku nonton TV, baca koran, sekarang gak lagi. Aku lebih banyak tidur. Dan tidurku nyenyak sekali. Bahkan dokter yang memeriksaku tak membangunkanku. Kata beliau, aku memang harus banyak istirahat. Malam jam 23.05 aku bangun, ketika kurasakan ada yang menetes di dalam mulutku. Ternyata darah menetes dari gusi belakang gigi depanku. Darah kental dan hitam. Aku muntahkan ke kloset. Ketika aku liat di depan cermin dekat wastafel, aku lihat gusiku berdarah dan darah menutupi gigi2ku. Aku jadi ngeri melihat darah yang begitu banyak. Setelah kubersihkan di wastafel dengan berkumur kumur secara pelan2, takutnya darah keluar lebih banyak, aku beranjak tidur lagi. Sekarang tidurku dengan mulut tengadah, takut terjadi pendarahan lagi dan darah mengotori bantalku. Aku gak bisa tidur, mungkin karena tegang kawatir pendarahan lg. Untungnya sampai pagi tidak terjadi pendarahan.

12 May ( hari ketujuh )

- Trombosit = 139.000 ( normal 150.000 450.000 ) - Leukosit = 6200 ( normal 5000 10.000) - Hemoglobin =13.50 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) - Hematokrit = 39.10 % ( normal 37.00 -47.00 ) - Tekanan darah = 100 / 60 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 36 derajat celcius Pagi hari, dengan sedikit mengantuk aku membuka mata. Jam 06.30 WIB perawat datang mengukur tensi darahku dan mencatat keluhanku. Jam 08.00 WIB perawat mengambil darahku untuk kemudian dilakukan test darah. Alhamdulillah, hari ketujuh trombosit naik. Aku ingin segera pulang, tapi belum diijinkan untuk melihat hasil trombosit besok pagi. Badan masih terasa dingin, tp aku merasa lebih baikan. Tidak mengantuk lagi, bisa menonton TV, melihat unjuk rasa mahasiswa yang terjadi di hampir pelosok tanah air.

13 May ( hari kedelapan )

- Trombosit = 121.000 ( normal 150.000 450.000 ) - Leukosit = 7000 ( normal 5000 10.000) - Hemoglobin =13.60 g/dl ( normal 12.00 16.00 ) - Hematokrit = 39.80 % ( normal 37.00 -47.00 )

- Tekanan darah = 110 / 60 ( normal 120/70 ) - Suhu badan = 36 derajat celcius Hari ini aku diijinkan pulang. Akhirnya, aku menghirup dunia luar juga. Pulang ke rumah. Aku sudah boleh makan nasi. Lauk aku pilih yang tinggi zat besi. Susu dan telur juga aku minum 3x sehari. Aku kombinasikan pengobatan medis dengan pengobatan tradisional. Pagi dan sore aku tetap mengkomsumsi Becom-zet dan Ophinacea. Siang aku minum racikan tanaman obat sbb: - 1 lbr daun pepaya, 1 ruas kunyit, 1 genggam meniran, 1 ujung sendok garam dan air 250 cc. Bahan dicuci bersih dan ditumbuk kemudian diambil sarinya. Larutkan dengan air 250 cc dan ditambah garam. Minum sekaligus. Jus jambu biji merah juga aku komsumsi. Tanaman ini mengandung banyak vitamin C, yang dianggap sebagai antioksidan untuk menambah daya tahan tubuh. Meski belum terbukti secara klinis, daun dan buah jambu biji merah disebut2 bisa meningkatkan jumlah trombosit. Alhamdulillah setelah 1 minggu, tubuhku terasa lebih sehat dan fit kembali. Demam berdarah atau demam berdarah dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip denganmalaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genusFlavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut. Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlahplatelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril. Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun. Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb. Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian. Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan,trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Diagnosis
Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopeniadan leukopenia relatif. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.

Pengobatan
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu bijibangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapijambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.

Epidemiologi
Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, danAmerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Pencegahan
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah. Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.