Anda di halaman 1dari 42

Laporan Studi Kasus Besar I

Post Debridement Ulkus Diabetikum/Maxilla Sinistra Rekonstruksi Dengan riwayat GA Di Bangsal Multazam RS. PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Disusun Oleh :

PRODI ILMU GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA 2012

Laporan studi kasus besar

Page 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pelayanan gizi rumah sakit (PGRS) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan paripurna rumah sakit dengan beberapa kegiatan antara lain, pelayanan gizi, rawat inap dana rawat jalan. Pelayanan gizi rawat inap dan rawat jalan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien melalui makanan sesuai penyakit yang diderita. Pelayanan gizi ruma sakit merupakan salah satu dari sepuluh fasilitas dan pelayanan yang harus ada dirumah sakit. Program pelayanan gizi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit melalui penyediaan pelayanan gizi yang erdaya guna dan berhasil serta terintegrasi dengan pelayanan kesehatan yang lain dirumah sakit. Proses pelayanan gizi rawat inap dan rawat jalan terdiri atas 4 tahap yaitu : 1. 2. Assessment atau pengkajian gizi Perencanaan pelayanan gizidengan menetapkan tujuan dan strategi 3. 4. Implementasi pelayanan gizi Monitoring dan evaluasi pelayanan gizi Sebagai pelaku tata laksana gizi klinik seorang dietesien mempunyai wewenang dalam menetapkan preskripsi diet,

menetapkan rancangan diet berdasarkan preskripsi det, mengelola

Laporan studi kasus besar

Page 2

sistem

penyelenggaraan

makanan

institusi,

serta

melakukan

penyuluhan dan konsultasi gizi. Sehingga untuk dapat memenuhi kompetensi Sarjana Gizi, mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati yogyakarta . Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Menurut American Diabetes Assosiation (ADA) diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua -duanya (Candra, DA et al 2009). Oleh karena itu, mahasiswa diwajibkan melaksanakan PBL II MAGK dengan membuat laporan kasus besar. Adapun studi kasus besar yang diberikan adalah pada Post Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GA B. Tujuan 1. Tujuan Umum Pada akhir kegiatan peserta didik diharapkan mampu

memahami dan melaksanakan manajemen asuhan gizi klinik pada Post Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GA 2. Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu menganalisa hasil pemeriksaan baik fisik, klinis, laboraturium dan antropometri b. Mahasiswa mampu pasien c. Mahasiswa mampu mengetahui diagnosis medis dari dokter d. Mahasiswa mampu melaksanakan anamnese gizi pasien dan menentukan status gizi pasien sesuai metode dan keadaan pasien. melakukan pengukuran antropometri

Laporan studi kasus besar

Page 3

e. Mahasiswa mampu menghitung kebutuhan zat gizi pasien dan menerjemahkan dalam diet f. Mahasiswa mampu membuat perencanaan diet sesuai dengan penyakit pasien dan mampu mengevaluasi dan memonitoring asupan keadaan pasien. C. Manfaat 1. Bagi mahasiswa a. Mengetahui Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK)pada Post Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GAdiRS PKU Muhammadiyah Yogyakarta b. Menambah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam asuhan gizi klinik rumah sakit sebagai penerapan materi yang telah diterima dibangku perkuliahan dan bekal untuk bekerja. c. Mempraktekkan teori kuliah pada umumnya, dan khususnya pada bidang manajemen asuhan gizi klinik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. 2. Bagi instalasi gizi a. Merupakan bahan pertimbangan dan peningkata system asuhan gizi klinik di rumah sakit

Laporan studi kasus besar

Page 4

BAB II GAMBARAN UMUM PENDERITA A. Identitas Pasien Tabel 1. Identitas Pasien Nama : Tn. B.Y Nomor RM/Ruang :460705/ bangsal Multazam/bed 6 Umur : 50 Th Tanggal Masuk RS : 10-05-2012

Sex : laki laki

Tanggal Kasus: 10-05-2012

Pekerjaan: Pensiunan PT Telkom

Alamat: perumahan taman giwangan Asri B 15/RT 41. YK

Pendidikan: diploma 2

Diagnosis Medis: Post Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GA

Agama : Islam

Dokter yang merawat : H. dr. Nurul Jaqin, Sp.B

Sumber : rekam medis 460705, Mei 2012 B. Data Subjektif 1. Berkaitan dengan riwayat penyakit a. Keluhan utama :

Laporan studi kasus besar

Page 5

Datang untuk rekonstruksi post debridement ulkus diabetikum/ maxilla sinistra rekonstruksi dengan riwayat GA b. Riwayat Penyakit Sekarang : Tanggal 10 Mei 2012 pasien membawa surat rujukan dari Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom Area jateng DIY, didiagnosa post debridement ulkus diabetikum/ maxilla sinistra rekonstruksi dengan riwayat GA. c. Riwayat Penyakit Dahulu : Diabetes Mellitus sejak 6 tahun lalu dan GA d. Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada riwayat penyakit keluarga. 2. Berkaitan dengan riwayat gizi Tabel 2. Riwayat Gizi Data Sosial ekonomi Penghasilan : 1.100.000/bln Jumlah anggota keluarga: 4 orang Suku: jawa Jenis pekerjaan: pensiunan, jumlah jam kerja: Jenis olahraga: frekuensi: Jumlah jam tidur sehari: 8-9 jam Makanan: tidak ada alergi makanan Penyebab: Jenis diet khusus: Alasan: Yang menganjurkan: Tidak ada masalah gastrointestinal

Aktifitas fisik

Alergi makanan

Masalah gastrointestinal

Laporan studi kasus besar

Page 6

Penyakit kronik

Jenis penyakit : DM Modifikasi diet: Jenis dan lama pengobatan: Baik

Kesehatan mulut/menelan Pengobatan

Vitamin/mineral/zat gizi lain : B-compleks Frekuensi dan jumlah: 1x/hari @ 1 tablet Bertambah/berkurang, lamanya : berkurang 0,5-1 kg selama 1 bulan terakhir Nasi disiapkan sendiri oleh pasien di rumah, sedangkan untuk lauk pauk, buah dan sayuran diperoleh dari luar rumah Makanan pokok : nasi 2-3x/hari @ 50g, roti 12x/minggu @ 50 g Lauk hewani : telur 1-2x/hari @ 50 g, ayam, daging, ikan 2x/minggu @ 50g, Lauk nabati : tahu dan tempe 1-2x/hari @ 50 g Sayuran : taoge,, kacang panjang, sawi 1-2x/hari @ 50 g Buah-buahan : apel, pisang, pepaya, jeruk 23x/minggu @ 75 g Air putih 8 gls/hari, jarang mengkonsumsi susu, menyukai makanan yang asin dan manis, dan suka ngemil kacang goreng

Perubahan berat badan Mempersiapkan makanan Riwayat pola makan

Sumber : data primer terolah, Mei 2012 C. Data Objektif 1. Antropometri, pada tanggal 10/05/2012 dilakukan dengan wawancara diperoleh data : BB : 49,5 kg TB : 158 cm

Laporan studi kasus besar

Page 7

2. Pemeriksaan fisik klinis Fisik : CM, pasien dalam keadaan tenang Tabel 3. Pemeriksaan Klinis tanggal Tekanan darah(mmHg) P 10/05/12 11/05/12 12/05/12 13/05/12 14/05/12 130/80 120/70 120/80 130/70 S 130/80 100/60 100/70 M 130/80 140/80 140/80 130/85 P 36,2 36,7 36 36,2 Pemeriksaan Suhu (C) S 36 36,5 36,5 M 36 36 36,2 36,2 Nadi (x/menit) P 82 88 88 84 S 79 76 85 M 84 82 82 82 -

Sumber : rekam medik 460705, Mei 2012 3. Pemeriksaan laboratorium Tabel 4. Pemeriksaan Laboratorium Tanggal pemeriksaan 10/05/2012 Leukosit Haemoglobin Hematokrit Basofil RDW PPT APTT GDS Kreatinin Ureum 11/05/2012 6,9 14,8 46 2 15,8 16,4 35,1 236 0,9 29 4-10 rb/uL 12-17g/dl 34-52% 0-1 % 11,6-14,8% 12-18 20-40 70-140mg/dl < 1,3 15-40 N N N H H N N H N N Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Ket

Laporan studi kasus besar

Page 8

07.51 09.00 13.00 14.00 15.00 22.00 22.35

GDS GDS GDS GDS GDS GDS GDS GDS

231 47 92 76 165 198 146 198

70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl

H L

H H H H

12/05/12 07.40 19.00 GDS GDS GDS 12.00 17.00 23.00 24.00 13/05/12 06.00 08.00 10.00 12.00 20.00 14/05/12 GDS GDS GDS GDS GDS GDS 170 87 73 240 142 142 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl H H GDS GDS GDS GDS 265 36 97 97 87 73 240 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl 70-140 mg/dl H H L

Sumber : rekam medis460705, Mei 2012

Laporan studi kasus besar

Page 9

4. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang diperoleh data pada tabel sebagai berikut : Tabel 5. Pemeriksaan penunjang Tanggal pemeriksaan 10/05/2012 Thoraks Pulmo dan besar cor normal Radiologi fungsi filtrasi kedua renal baik, hidroneprosis dextra dgn urotoriliasis, Ren dan ureter sinistra baik Sumber : rekam medis 460705, Mei 2012 5. Anamnese gizi : recall makanan selama 2 hari Tabel 6. Recall makanan Tangga l
08-05-2012 09-05-2012

pemeriksaan

hasil

Dokter yang periksa Eni Suci W. Hj.Dr. Sp.Rad

Asupan

Energi (kcal) 1193,8


1895,7

Protein (g) 52,4


70,9

Lemak (g) 71,4


51,3

Karbohidrat (g) 95,7


286,9

Asupan Total 2 hari Rata-rata Kebutuhan % Asupan

3089,5 1544,75 2100 73,5

123,3 61,65 58 106

122,7 61,35 58,3 105

382,6 191,3 324,15 59

Sumber : data primer terolah, 2012

Laporan studi kasus besar

Page 10

6. Terapi medis/obat Tabel 7. Terapi obat Tanggal pemeriksaan 10-05-2012 11-05-2012 Jenis obat/tindakan Infus RL Injeksi cefizox Injeksi cernefit Novomix Inf glukosa 5% 12-05-2012 13-05-2012 14-05-2012 Sumber : rekam medis 460705, Mei 2012 Novorapid Novorapid Novorapid

Laporan studi kasus besar

Page 11

I.

NUTRITION CARE PROCESS (NCP)

A. Nutrition assesment 1. Antropometri Berdasarkan IMT = BB/TB = 49,5/1,58 = 49,5/2,49 = 19,87 kg/m, berarti pasien termasuk kategori status gizi baik (18-25 kg/m) 2. Biokimia GDS tinggi (236 mg/dl) 3. Data fisik klinis Tabel 8. Data fisik klinis
pemeriksaan Tanggal 10/05/12 Tekanan darah(mmHg) Nadi (x/menit) Suhu (C) Normal (130/80) Normal (84) Normal (36) Tanggal 11/05/12 Tinggi (140/80) Normal (82) Normal (36) Tanggal 12/05/12 Tinggi (140/80) Normal (82) Normal (36,2) Tanggal 13/05/12 Normal (130/85) Normal (82) Normal (36,2) Tanggal 14/05/12 Normal (130/70) Normal (84) Normal (36,2)

Sumber : rekam medis 460705, Mei 2012 4. Dietary (riwayat makan ) Berdasarkan hasil recall 2 kali 24 jam diperoleh persentase sebagai berikut : E P L =73,5%(asupan sedang) =106 %( asupan baik) =105%(asupan baik)

KH =59%(asupan buruk)
Laporan studi kasus besar Page 12

Menurut Depkes 1999 : a. b. c. d. e. Asupan lebih > 120 % Asupan baik 80-120% Asupan sedang 70-79,9% Asupan kurang 60-69,9% Asupan buruk < 60%

B. Nutrition diagnosis 1. Diagnosis medis Post debridement Ulkus diabetikum/ maxilla sinistra rekonstruksi dengan riwayat GA 2. Diagnosis gizi a. Perubahan nilai laboratorium (NC-2.2)berkaitan

dengan gangguan endokrin ditandai dengan GDS tinggi (236 mg/dl). b. Pemilihan makanan yang salah (NB 1.7)berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan yang seimbang ditandai dengan riwayat makan, tinggi lemak, porsi besar, banyak mengkonsumsi makanan yang manis dan digoreng C. Nutrition Intervention 1. Perencanaan (planning) 1.1 Terapi diet a. Jenis diet b. Bentuk makanan c. Cara pemberian : DM 2100 kcal : makanan biasa : oral

Laporan studi kasus besar

Page 13

1.2 Tujuan diet a. Mempertahankan BB tetap normal b. Mempercepat proses penyembuhan dan mengganti jaringan yang rusak akibat pasca debridement c. Mengendalikan kadar glukosa darah agar tetap normal d. Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien. 1.3 Prinsip Diet : a. Energi cukup, untuk mempertahankan berat badan pasien. b. Protein cukup 1 g/kg BB, untuk membantu

mempercepat proses penyembuhan dan mengganti jaringan yang rusak akibat luka pasca debridement. c. Lemak cukup, 25 % dari kebutuhan energi total, untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien d. Kh cukup, selisih dari protein dan lemak, karena pasien DM. e. Serat cukup, untuk memenuhi kebutuhan serat sehari, terutama serat dari sayur dan buah. 1.4 Syarat diet : a. Energi 2100kcal. b. Protein 58g c. Lemak 58,3g d. Kh 324,15g, terutama Kh kompleks. e. Serat cukup 25 g/hari

Laporan studi kasus besar

Page 14

1.5 Perhitungan kebutuhan gizi DM Perhitungan menggunakan rumus perkeni Kebutuhan kalori pria : 30 kcal/kg BB Aktifitas sedang (20%) Menggunakan indeks brocca, karena pasien TB < 160 cm, maka : BBI = TB-100 = 158-100 = 58 kg Kalori =BB x 30kcal = 58 x 30 = 1740 kcaL Koreksi umur > 40 tahun: (-5% Kalori basal) = 87 = 1653 kcal F.Aktivitas 20% x (kalori basal) 20%x 1740 kcal F.Stress10%x (kalori basal) 10% x 1740 kcal = 174 + = 2175 kcal = 2100 kcal = 348

Laporan studi kasus besar

Page 15

Protein

= 1 g/kg BB = 1 x 58 = 58g

Lemak

= 25 % x 2100 = 25% x 2100 kcal = 525 kcal/9 = 58,3 g

Karbohidrat= 2100-(232+525)/4 = 2100-757/4 = 335,75 g 1.6 Rencana konsultasi gizi a. b. Masalah gizi : GDS tinggi Tujuan : mengontrol kadar glukosa darahagar tetap normal c. Konseling gizi : menjelaskan diet DM 2100 kcal

Konseling gizi : a. Topik : diet DM 2100 kcal b. Sasaran : pasien dan keluarga c. Waktu : 20 menit d. Tempat : bangsal Multazam/kelas II/ bed 6 e. Media : leaflet DM 2100 kcal

Laporan studi kasus besar

Page 16

f. Metode : tanya jawab g. Tujuan : Pasien mengerti dan memahami diet DM 2100 kcal Pasien dibantu keluarga dapat

mengaplikasikan diet di rumah Pasien dapat memahami tujuan dari diet DM 2100 kcal Pasien mengetahui makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan.

h. Materi : Menjelaskan diet DM 2100 kcal sesuai kebutuhan pasien menjelaskan tujuan diet, prinsip diet dan makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan menjelaskan prinsip 3J menganjurkan pasien untuk rajin berolahraga menjelaskan BM penukar D. Monitoring dan Evaluation A. Monitoring a. Antropometri : BB pasien b. Keadaan fisik : luka pasien c. klinis : tekanan darah dan suhu pasien d. Data biokimia : kadar glukosa darah pasien e. Dietary : asupan makanan dan daya terima pasien B. Evaluasi a. Antropometri : berat badan pasien tetap normal b. Keadaan fisik : luka pasien tidak nyeri

Laporan studi kasus besar

Page 17

c.

klinis : tekanan darah dan suhu tetap dalam batas normal

d. Keadaan biokimia : kadar gula darah menurun sampai batas normal E. Dietary : makanan pasien dihabiskan atau tidak(sesuai anjuran Depkes, 1999) F. Nutrition Evaluation Tabel 9. Nutrition Evaluation
Tanggal Fisik 11-05-12 KU : CM, gelisah, luka tidak nyeri TD tinggi (140/80 mmHg) Suhu normal (36C) GDS akhir tinggi (198 mg/dl) 12-05-12 KU : CM, tenang, luka nyeri TD tinggi (140/80 mmHg) Suhu normal (36,2 C) GDS akhir tinggi (240 mg/dl) 13-05-12 KU : CM, tenang, luka nyeri TD normal (130,5 mmHg) Suhu normal (36,2C) GDS akhir normal (142 mg/dl) 14-05-12 KU : CM. Tenang, luka nyeri TD normal(130/70m mHg) Suhu normal (36,2C) GDS akhir normal(142 mg/dl)

Klinik

Data biokimia

Terapi obat

Infus glukosa 5%

Novorapid

Novorapid

Novorapid

Energi 28,6%(buruk) Protein 43,9%(buruk) Lemak 39,4%(buruk) Karbohidrat 20,7%(buruk) Rekomenda Diet DM 2100kcal, si Diet dalam bentuk makanan biasa Sumber : data terolah, Mei 2012 Asupan makan

Energi 25,6%(buruk) Protein 47,2%(buruk) Lemak 43,6%(buruk) Karbohidrat 25,4%(buruk) Diet DM 2100kcal, dalam bentuk makanan lunak

Energi 67,2% (kurang) Protein 110% (baik) Lemak 70,7 % (sedang) Karbohidrat 59,5%(buruk) Diet DM 2100kcal, dalam bentuk makanan lunak

Energi 106%(baik) Protein 102% (baik) 141% (lebih) kh50,4 %(buruk) Diet DM 2100kcal, dalam bentuk makanan lunak

Laporan studi kasus besar

Page 18

G. Nutrition Implementation 1. Kajian diet Rumah sakit : a.Jenis diet b.Bentuk makanan c.Cara pemberian : diet DM : Nasi : Oral

2. Rekomendasi diet : a. Jenis diet b. Bentuk makanan c. Cara pemberian d. Nilai gizi : DM 2100 kcal : makanan biasa : oral : energi 2100 kcal protein 58g lemak 58,3 g KH 324,15g

Laporan studi kasus besar

Page 19

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Diabetes Mellitus a. Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Menurut American Diabetes Assosiation (ADA) diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua -duanya (Candra, DA et al 2009). b. Penyebab Menurut Suyono, S (1995) penyebab diabetes mellitus diantaranya ada beberapa faktor yaitu : 1) Obesitas terutama yang bersifat sentral 2) Diet tinggi lemak dan rendah karohidrat 3) Kurang gerak badan 4) Keturunan (herediter) c. Klasifikasi /Tipe DM Menurut Barnard,Neal D (2011) dikenal 3 tipe utama penyakit DM yaitu: 1) Tipe I : lebih sering terjadi pada anak atau remaja,

penyakit ini disebut diabetes tergantung insulin dan memerlukan suntikan insulin. 2) Tipe 2 : diabetes ini biasanya muncul pada orang dewasa atau diabetes tidak tergantung insulin. Sekitar 9 dari 10 penderita diabetes adalah diabetes tipe 2.

Laporan studi kasus besar

Page 20

3) Diabetes kehamilan : diabetes ini sama dengan tipe 2 tetapi hanya terjadi pada saat kehamilan saja. d. Etiologi Gejala DM meliputi 3 P (poliuria, polifagia, polidipsia) berat badan menurun, sering kesemutan pada kaki, keputihan pada wanita, cepat lelah, gatal disekitar kemaluan, penglihatan kabur, mudah mengantuk, luka sukar sembuh dan impoten (Candra, DA et al 2009). e. Penatalaksanaan Menurut Candra, DA et al (2009) ada empat (4) pilar utama pengelolaan DM yaitu perencanaan makan, latihan jasmani, obat berkhasiat glikemik, dan edukasi. 2. Konseling Gizi pada Diet Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah akibat gangguan pada pengeluaran hormon insulin, kerja insulin atau keduanya . Diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 tipe yaitu diabetes tipe 1 terjadi karena gangguan pada proses auto imun pada sel beta pankreas sehingga insulin tidak diproduksi, sedangkan diabetes tipe 2 adalah kadar glukosa darah yang meningkat karena adanya resistensi insulin akibat gaya hidup yang salah (Cornelia et al 2010). 1. Pengkajian Status Gizi a. Antropometri IMT normal atau lebih, lingkar pinggang : pria > 90 cm dan wanita > 80 cm. b. Biokimia Kadar gula darah puasa tinggi, kadar gula 2 jam pp tinggi, kadar gula darah sewaktu tinggi, profil lipid normal atau tinggi.

Laporan studi kasus besar

Page 21

c.

Fisik/klinis Hipoglikemi, hiperglikemi, infeksi.

d.

Riwayat makan Kuantitatif : asupan lemak dan karbohidrat berlebih, dan kualitatif : menyukai makanan yang manis dan berlemak.

e.

Riwayat personal Riwayat keluarga yang menderita DM, aktifitas fisik dan olahraga kurang, riwayat penyakit personal sebagai faktor resiko, mempunyai masalah psikologi.

2. Diagnosis Gizi Domain asupan : asupan energi, kabohidrat dan lemak yang tinggi berkaitan dengan ketidaksiapan

melakukan perubahan diet serta pemilihan bahan makanan yang tidak tepat ditandai dengan asupan energi karbihodrat dan lemak di atas kebutuhan. Domain klinis : perubahan nilai laboratorium yang berhubungan dengan metabolisme zat gizi berkaitan dengan gangguan endokrin ditandai dengan nilai kadar gula darah (puasa dan 2 jam pp) diatas normal. Domain lingkungan : pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang makanan yang seimbang ditandai dengan riwayat makan tinggi karbohidrat, tinggi lemak, porsi besar, banyak mengkonsumsi makanan yang manis dan digoreng (Cornelia et al 2010).

Laporan studi kasus besar

Page 22

3. Intervensi Gizi Menurut Cornelia et al (2010), beberapa intervensi gizi penderita DM yaitu : a. Tujuan Umum : membantu diabetesi memperbaiki kebiasaan gizi dan olahraga untuk mendapat kontrol metabolik yang baik, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan melalui pemilihan makanan yang sehat dan aktivitas fisik yang seimbang. Khusus : menurunkan energi, karbohidrat dan lemak, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan pengetahuan tentang memilih makanan yang tepat. b. Merencanakan Kebutuhan energi dan Zat Gizi Kebutuhan energi basal pria 30kkal/kgBB, wanita 25kkal/kg BB per hari, karbohidrat 50-55 % dari total energi, protein 25-20% total energi, lemak 30-35% dari total energi, zat gizi mikro sesuai kebutuhan, serat tinggi (25-30gr) utamakan serat larut air. c. Melakukan konseling gizi - Menginformasikan status gizi, asupan energi,

karbohidrat, lemak dan kolesterol - Menjelaskan tujuan diet diabetes mellitus - Pola makan harus konsisten sesuai jadwal dan jarak makan - Mendiskusikan perubahan pola makan yang disusun berdasarkan kebutuhan energi dan zat gizi, syarat diet diabetes mellitus (makanan yang boleh dan tidak boleh) dan kebiasaan makanan klien dengan alat bantu yang sesuai.

Laporan studi kasus besar

Page 23

- Bahan makanan yang dianjurkan nasi, roti, mie, kentang, singkong, ubi, sagu, sagu, ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, kacang-kacangan, makanan sumber lemak yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, disetup, direbus, dibakar. - Bahan makanan yang tidak dianjurkan gula pasir, gula jawa, sirup, jam, jeli, buah-buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, es krim, kue kue manis, dodol, cake, tarcis, makanan siap saji, goreng-gorengan, ikan asin, telor asin, makanan yang diawetkan. - Selama konsultasi gunakan alat bantu food model, standar makanan sehari, contoh menu dan daftar bahan makanan penukar. Dilengkapi dengan penghitungan zat gizi bahan makanan menggunakan software FP2/ Nutriclin/ Nutrisurvey jika tersedia. - Menjelaskan diet tentang diabetes mellitus - Mendiskusikan perubahan perilaku makan beresiko diabetes misalnya berlemak. - Mendiskusikan hambatan yang dirasa klien serta alternatif pemecahannya dalam menjalankan perubahan pola makan. - Menanyakan makanan kembali kepada klien tentang hal-hal yang telah dijelaskan, apabila ada yang masih kurang dimengerti pasien, konselor dapat mengulangi lagi menjelaskan hal tersebut. - Merencanakan kunjungan ulang 1-3 bulan berikutnya atau sesuai dengan kebutuhan. terbiasa makanan manis dan

Laporan studi kasus besar

Page 24

4. Monitoring dan Evaluasi a. b. c. d. e. f. Perubahan IMT jika sebelumnya tidak normal. Perubahan kadar gula darah (puasa dan 2 jam PP) Perubahan profil lipid Perubahan serum HBA 1c Penurunan kejadian hipoglikemi Berkurangnya gejala pusing dan sakit pada tengkuk, migrain serta kelelahan g. Perubahan kolesterol h. i. Perbaikan pola aktifitas Klien dapat mengidentifikasikan hambatan yang ada dalam merubah pola makan j. Hasil evaluasi dari data antropometri, data biokimia dan data klinis serta data riwayat makan merupakan indikator tentang keberhasilan klien dalam mencapai tujuan intervensi. k. Klien dapat menjelaskan pola makan seimbang serta penerapannya pada pengaturan makanan sehari asupan energi, karbohidrat, lemak,

Laporan studi kasus besar

Page 25

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pelaksanaan pelayanan gizi dilakukan dengan

pengamatan asupan makan pasien, yang dimulai pada tanggal 11 14 Mei 2012. Adapun hasil evaluasi dan monitoring asupan makan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : Tabel 10. Asupan makan, tanggal 11 Mei 2012 (makan sore) Asupan Energi (kcal) MRS MLRS
InfusGlukosa 5%

Protein (g)
22

Lemak (g)
21,9

Karbohidrat (g)
48,4

392,1

109,6 100 601,3 2100

3,5 25,5 58

1,2 23,1 58.6 39,4

20,8 69,2 335,75 20,7

Total Kebutuhan

Persentase 28,6 43,9 Sumber : data primer terolah, Mei 2012

Tabel 11. Asupan makanan, tanggal 12 Mei 2012 (makan pagi) Asupan Energi (kcal) 539,5 Protein (g) 27,4 Lemak (g) 25,55 25,55 58,6 43,6 Karbohidrat (g) 85,5 85,5 335,75 25,4

MRS MLRS 539,5 27,4 Total 2100 58 Kebutuhan Persentase 25,6 47,2 Sumber : data primer terolah, Mei 2012

Laporan studi kasus besar

Page 26

Tabel 12. Asupan makanan, tanggal 13 Mei 2012 (pagi, siang, malam) Asupan Energi (kcal) MRS MLRS Total Kebutuhan Persentase 1713 1713 2100 81,5 Protein (g) 76 76 58 131 Lemak (g) 49,1 49,1 58,6 83,7 Karbohidrat (g) 232,7 232,7 335,75 69,3

Sumber : data primer terolah, Mei 2012 Tabel 13.Asupan makanan, IV tanggal 14 Mei 2012 (pagi dan siang) Asupan Energi (kcal) MRS MLRS Total Kebutuhanp agi dan siang persentase 106 102 141 50,4 1069,9 1069,9 1000,2 Protein (g) 40,9 40,9 39,9 Lemak (g) 34,05 34,05 24,1 Karbohidrat (g) 113 113 224

Sumber : data primer terolah, Mei 2012

Laporan studi kasus besar

Page 27

B. PEMBAHASAN 1. Diagnosis Pasien Tn B.Y berumur 50 tahun masuk Rumah Sakit pada tanggal 10 Mei 2012 dalam keadaan sadar dengan membawa surat rujukan dari Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom Area

jateng DIY, kemudian di diagnosisPost Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GA. 2. Pemeriksaan Antropometri Pemeriksaan antropometri pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 diperoleh dari hasil wawancara dengan pasien secara langsung, dimana pasien mengatakan sehari sebelum masuk rumah sakityaitu tanggal 9 Mei 2012 sudah mengukur Tinggi Badan(TB) dan Berat Badan(BB)nya, sehingga diperoleh data BB = 49,5 kg dan TB = 158 cm. Sedangkan untuk BBI pasien

dihitung menggunakan indeks brocca (TB-100), karena TB pasien < 160 cm, sehingga tidak dilakukan pengurangan 10%. Untuk status gizi pasien menggunakan perhitungan IMT diperoleh nilai 19,87 kg/m, yang berarti pasien berstatus gizi baik karena berada pada rentang (18-25 kg/m). 3. Pemeriksaan fisik Klinis Pemerksaan fisik klinis pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 diperoleh hasil pemeriksaan fisik : keadaan umum pasien dalam keadaan sadar dan tenang dan luka tidak terasa

nyeri,kecuali pada tanggal 11 Mei 2012 pasien gelisah.Untukhasil pemeriksaan tekanan darah pada tanggal 11 dan 12 Mei 2012 pasien mengalamipeningkatan tekanan darah melebihi normal (hipertensi). Hal ini disebabkan karena pasien mempunyai riwayat makan menyukai yang asin, disamping itu disebabkan oleh faktor stress setelah pasien menjalani operasi debridement.
Laporan studi kasus besar Page 28

4. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 hasil pemeriksaan Gula darah Sewaktu (GDS) tinggi yaitu 236mg/dl danpada tanggal 11 Mei 2012 mengalami hipoglikemia dengan nilai GDS (47mg/dl). Namun pada akhir studi kasus yaitu tanggal 14 Mei 2012, GDS pasien menjadi (142 mg/dl), ini sudah cenderung mendekati batas normal (70140mg/dl). Hipoglikemia tersebut disebabkan karena pasien sedang menjalani puasa untuk persiapan rekonstruksi post debridement, dandisebabkan karena pancreaskurang

menghasilkan insulin, untuk memasukkan glukosa kedalam sel yang menyebabkan pasien mengalami hipoglikemia. 5. Perkembangan diet Selama studi kasus, terjadi beberapa perubahan diet yaitu : Tanggal 11/05/2012 12/05/2012 13/05/2012 14/05/2012 Perkembangan diet Diet DM 2100 kcal Diet DM 2100 kcal Diet DM 2100 kcal Diet DM 2100 kcal Bentuk makanan Makanan biasa Makanan biasa Makanan lunak Makanan lunak

Sumber : data primer terolah, Mei 2012 Pada awal kasus yaitu tanggal 11 dan 12 Mei 2012, pasien diberikan diet DM 2100 kcal dalam bentuk makanan biasa. Namun, pada tanggal 13 14 Mei 2012 pasien diberikan diet DM 2100 kcal dalam bentuk makanan lunak. Perubahan bentuk makanan dari nasi menjadi lunak ini disebabkan karena keinginan pasien sendiri, dimana pasien masih merasakan nyeri pada luka di wajah kirinya, sehingga untuk mengkonsumsi makanan yang bertekstur keras

Laporan studi kasus besar

Page 29

mengakibatkan gangguan berupa rasa sakit dan menggangu proses mengunyah makanan. Sedangkan diet DM 2100 kcal yang diberikan bertujuan untuk mempertahankan BB tetap normal, mengendalikan kadar glukosa darah agar tetap normal, dan memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien. 6. Asupan Makan Pada awal kasus yaitu pada tanggal 9 dan 10 Mei 2012, pengukuran asupan makanan dilakukan dengan recall 2 x 24 jam, diperoleh data asupan makan pasien untuk Energi 73,5%(asupan sedang), Protein 106 %( asupan baik), 105%(asupan baik), Karbohidrat 59%(asupan buruk). Sedangkan pada akhir kasus

tanggal 14 Mei 2012 diperoleh data asupan makanan yaitu untukenergi 106% (baik), 102% (baik), 141 % (lebih), kh 50,4 % (buruk )menurut Depkes 1999. Namun hal ini belum bisa menggambarkan secara keseluruhan asupan makanan pasien, karena pada saat pengamatan asupan makananyaitu tanggal 11 Mei 2012hanya dilakukan satu kali pemorsian yaitu pada sore hari dan pada tanggal 12 Mei 2012 pada pagi hari. Hal ini disebabkan pasien sedang menjalani puasa untuk persiapan pre rekonstruksi

debridement selama 2 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 11 Mei 2012 (pagi dan siang), dan tanggal 12 Mei 2012 (siang dan

sore).Sedangkan pada akhir studi kasus hanya 2 kali pemorsian (pagi dan siang), karena pasien pulang.

Laporan studi kasus besar

Page 30

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Pasien Tn. B.Y masuk rumah sakit tanggal 10 Mei 2012 dan di diagnosis Post Debridement Ulkus Diabetikum/ maxilla sinistra Rekonstruksi dengan riwayat GA. 2. Berdasarkan data antropometri, status gizi pasien menurut IMT termasuk kategori baik (19,87 kg/m). 3. Keadaan fisik klinis Pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 sampai akhir kasus tanggal 14 Mei 2012,keadaan pasien

semakin membaik, dilihat dari kondisi pasien CM, tenang, dan luka sudah tidak terasa nyeri. 4. Pemeriksaan laboratorium pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 data laboratorium pasien untuk pemeriksaan GDS tinggi (236 mg/dl) dan pada akhir kasus tanggal 14 Mei 2012 sudah cenderung mendekati normal (142 mg/dl) 5. Asupan makan pasien pada awal studi kasus sampai akhir studi kasus (10-14 Mei 2012) semakin membaik yaituEnergi 106%(baik), Protein 102% (baik), 141% (lebih), kh50,4 %(buruk)walaupun tidak terlalu signifikan, dikarenakan pasien menjalani puasa selama 2 hari berturut-turut. 6. Perencanaan diet pada awal kasus tanggal 10 Mei 2012 Diet yang diberikan adalah diet DM 2100 kcal dalam bentuk makanan biasa dan mengalami perubahan pada akhir kasus tanggal 14 Mei 2012 yaitu diet DM 2100 kcal dalam bentuk makanan lunak.

Laporan studi kasus besar

Page 31

B. Saran 1. Bagi Rumah sakit Pelayanan konsultasi gizi bagi pasien rawat inap lebih ditingkatkan demi membantu kesembuhan pasien 2. Bagi Keluarga dan Pasien Motivasi bagi pasien dari keluarga sangat diharapkan untuk membantu proses penyembuhan penyakit.

Laporan studi kasus besar

Page 32

DAFTAR PUSTAKA Almatsier, S. 2007. Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Cornelia, et al (2010), Penuntun Konseling Gizi PERSAGI : PT Abadi, Jakarta. Depkes. 2000. Buku Modul Akademi Gizi Pedoman Konseling Gizi. Jakarta. Direktorat Gizi Depkes RI. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. : Birata Karya Aksara, Jakarta Nurihsan. M, A.J (2006), Bimbingan dan Konseling : PT Riefka Aditama, Bandung. Poltekkes, Kemenkes Yogyakarta. 2011. Nutrition Diagnosis. Yogyakarta. Pramudianto, Arlina, dkk. 2010. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi edisi 9. Jakarta : PT Buana Ilmu Populer. Sutedjo, Ay. 2007. Buku Saku mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium.Yogyakarta : Amara Books

Laporan studi kasus besar

Page 33

LAMPIRAN

Laporan studi kasus besar

Page 34

Menu Recall 08/05/2012 Pagi : nasi putih telur rebus risoles bening kacang panjang siang : nasi putih tempe rebus daging sapi rendang sayur tumis toge kacang panjang lalapan buah malam : nasi soto pepaya snack : kacang shanghai

Laporan studi kasus besar

Page 35

Nilai Gizi menu tanggal 08/05/12 Food Amount g Pagi nasi putih telur ayam risoles kacang panjang mentah Sum for this meal: nasi putih tempe kedele murni daging sapi Sum for this meal: sayur tumis toge kacang hijau mentah wortel ketimun mentah semangka Sum for this meal: nasi soto pepaya Sum for this meal: snack kacang shanghai Sum for this meal: Sum: Kebutuhan Persentase 50 50 50 25 energy kcal 65 77,6 123,4 8,7 274,7 50 25 25 65 49,8 67,2 182 15,2 9,4 3,2 16 43,9 65 29,2 94,2 598,9 598,9 1193,8 2100 57 0 siang 1,2 4,8 6,2 12,2 1,6 0,5 0,2 0,3 2,6 1,2 0,5 1,7 23,2 23,2 52,8 58 91 0,1 1,9 4,5 6,5 0,9 0,1 0 0,2 1,1 0,1 0,1 0,2 54,3 54,3 71,4 58,6 121 14,3 4,3 0 18,5 1,2 2 0,7 3,6 7,6 14,3 7,4 21,6 14,5 14,5 95,7 335,75 28,2 0,2 0,3 0 0,5 0,1 0,8 0,2 0,3 1,3 0,2 1,3 1,5 7,7 7,7 12,7 25 water g protein g 1,2 6,3 5,2 0,5 13,1 fat g 0,1 5,3 3,8 0,1 9,3 carbohydr. g 14,3 0,6 16,6 2 33,5 dietary fiber g 0,2 0 0,7 0,8 1,7

25 50 25 50

0 malam

100 75

100

0 0

Laporan studi kasus besar

Page 36

Menu recall tanggal 08/05/2012 Pagi : Nasi Rendang daging sapi Tempe goreng lalapan Siang : Nasi Ikan pepes Tahu goreng Tumis kangkung wortel Buah Malam : Nasi Ayam kuah bening Tempe goreng Tumis buncis Buah Snack : roti manis

Laporan studi kasus besar

Page 37

Nilai Gizi recall tanggal 09/05/12 Food Amount g beras putih giling daging sapi tempe kedele murni ketimun mentah tomat masak minyak kelapa sawit Sum for this meal: Siang beras putih giling ikan segar Tahu kangkung mentah Wortel minyak kelapa sawit Sum for this meal: Snack semangka Sum for this meal: Malam beras putih giling daging ayam Tempe buncis mentah minyak kelapa sawit Sum for this meal: Melon fresh Sum for this meal: roti tawar manis Sum for this meal: Sum: kebutuhan persentase 75 40 25 25 25 5 energy kcal 270 107,6 49,8 3,2 5,3 43,1 479,6 360,9 49 38 7,5 9,4 43,1 508 24 24 360,9 114 88,5 34,9 86,2 684,5 28,7 28,7 170,9 170,9 1895,7 2100 90,3 water g Pagi protein g 3,14 10 4,8 0,2 0,2 0 20,1 6,7 9,1 4,1 1,1 0,5 0 21,4 0,5 0,5 6,7 10,8 4,3 1,9 0 23,6 0,5 0,5 4,7 4,7 70,9 58 122 Fat g 0,7 7,2 1,9 0 0,1 5 14,7 0,6 1,2 2,4 0,1 0,1 5 9,4 0,3 0,3 0,6 7,6 6,7 0,3 10 25,2 0,2 0,2 1,6 1,6 51,3 58,6 87,5 carbohydr. g 59,7 0 4,3 0,7 1,1 0 65,7 79,5 0 0,9 1 2 0 83,6 5,4 5,4 79,5 0 3,8 7,9 0 91,2 6,2 6,2 34 34 286,1 335,75 85,5 dietary fiber g 0,6 0 0,3 0,2 0,3 0 1,4 0,8 0 0,6 1 0,8 0 3,2 0,4 0,4 0,8 0 0,3 3,2 0 4,3 1,2 0,2 1,5 1,5 12 25

100 50 50 50 50 5

75

100 40 25 100 10 75

0 67,6 67,6

60

0 67,6

Laporan studi kasus besar

Page 38

Asupan makan sore tanggal 11/05/2012 menu Food berat g sore 11/05/12 nasi ayam giling tempe goreng beras putih giling daging ayam tempe kedele murni minyak kelapa sawit labu kuning 50 50 25 10 50 Energy protein Kcal 180,4 142,4 49,8 86,2 19,5 g 3,3 13,4 4,8 0 0,4 Fat g 0,3 9,4 1,9 10 0,3 carbohydr. g 39,8 0 4,3 0 4,4 dietary fiber g 0,4 0 0,3 0 1,4

labu kuning tumis kuah Susu diabetasol tidak diminum

Sum:

392,1

22

21.9

48,4

2,2

Asupan makan Luar RS 11/05/12 menu Food Amount g roti tawar 2 helai roti tawar 40 energy Kcal 109,6 Water g protein g 3,5 Fat g 1,2 carbohydr. dietary fiber g g 20,8 1,1

Sum: kebutuhan

109,6 2100 23,8

3,5 58 43,9

1,2 58,6 39,4

20,8 335,75 20,7

1,1 25

Laporan studi kasus besar

Page 39

Asupan makan tanggal 12-05-12 Food Amount Energy Water g pagi MRS 50 beras putih giling 30 Susu diabetasol 50 daging ayam 50 tahu 25 toge kacang hijau mentah 25 kacang kapri mentah 25 gambas / oyong mentah minyak kelapa sawit sore 5 teh Gula tropicana Sum for this meal: Sum: kebutuhan persentase Kcal 180,4 125 142,4 38 15,2 21 5 10 2,5 2,5 539,5 2100 25,6 0 0 86,2 g protein g 3,3 5 13,4 4,1 0 1,4 0,2 0 0 0 27,4 58 47,2 Fat g 0,3 2,05 9,4 2,4 1,2 0,1 0,1 10 0 0 25,55 58,6 43,6 carbohydr. g 39,8 15,8 0 0,9 23,0 3,9 1,1 0 0,5 0,5 85,5 335,75 25,4 dietary fiber g 0,4 2,6 0 0,6 2,1 1,4 0,3 0 0 0 7,4 25

Laporan studi kasus besar

Page 40

Asupan makan13/05/2012 menu Food Amount g pagi bubur nasi ikan giling tahu goreng sawi tumis snack siang bubur nasi bakso sapi tempe goreng sawi tumis beras putih giling ikan segar tahu sawi hijau minyak kelapa sawit Susu diabetasol Sum for this meal: beras putih giling bakso daging sapi tempe kedele murni sawi putih mentah minyak kelapa sawit Sum for this meal: pisang ambon Sum for this meal: beras putih giling ikan segar tahu bayam segar minyak kelapa sawit susu diabetasol Sum for this meal sum Kebutuhan persentase 50 40 50 50 5 60 energy Kcal 180,4 49 38 7,5 43,1 250 568,1 180,4 185 49,8 15,1 43,1 473,4 92 92 180,4 49 38 37 43,1 250 579,5 1713 2100 81,5 protein g 3,3 8,1 4,1 1,1 0 10 26,6 3,3 10,8 4,8 2,3 0 21,2 1 1 3,3 9,1 4,1 0,7 0 10 27,2 76 58 131 fat g 0,3 1,2 2,4 0,1 5 4,1 13,1 0,3 14,9 1,9 0,2 5 22,3 0,5 0,5 0,3 1,2 2,4 0,2 5 4,1 13,2 49,1 58,6 83,7 carbohydr. dietary fiber g g 39,8 0 0,9 1 0 31,6 83,4 39,8 0,1 4,3 2,1 0 46,3 23,4 23,4 39,8 0 0,9 7,3 0 31,6 79,6 232,7 335,75 69,3 0,4 0 0,6 2 0 2,6 3,7 0,4 0 0,3 2 0 3 2,4 2,4 0,4 0 0,6 0,6 0 2,6 3,2 12,3 25

50 40 25 100 5

snack pisang malam nasi bubur ikan giling tahu goreng bayam bening

100

50 40 50 100 5 60

Laporan studi kasus besar

Page 41

Asupan makan tanggal 14/05/20112 menu Food Amount energy g pagi bubur nasi daging giling tempe sayur labu Pagi beras putih giling daging ayam tempe kedele murni labu kuning minyak kelapa sawit Susu diabetasol Sum for this meal: Snack Risoles Sum for this meal: Siang beras putih giling ikan segar Tahu kangkung mentah toge kacang hijau mentah sawi putih mentah minyak kelapa sawit Pepaya Sum for this meal: sum 50 40 25 100
5

protein Fat g 3,3 13,4 4,8 0,9


0

kcal 180,4 142,4 49,8 39


43,1

g 0,3 9,4 1,9 0,6


5

carbohydr. dietary fiber g g 39,8 0 4,3 8,8


0

0,4 0 0,3 2,8


0

Susu diabetasol

30

125 579,7

5 27,4

2,05 24,8

15,8 63,1

2,6 6,1

kue

50

123,4 123,4

5,2 5,2

3,8 3,8

16,6 16,6

0,7 0,7

siang bubur nasi ikan giling tahu goreng kangkung bening

50 40 50 25 25 50
5

180,4 39,2 38 3,8 15,2 7,5


43,1

3,3 7,2 4,1 0,6 1,6 1,1


0

0,3 1 2,4 0,1 0,9 0,1


5

19,9 0 0,9 0,5 1,2 1


0

0,4 0 0,6 0,5 0,1 1


0

tumis sawi

buah

100

39 366,5

0,6 18,3

0,1 10

9,8 33,3

1,8 4,6

1069,9

40,9

34,05

113

16,4

Laporan studi kasus besar

Page 42