Anda di halaman 1dari 5

Kerangka Acuan Kerja Audit Information Technology Dengan Menggunakan Balanced Scorecard (UTS Matakuliah Audit TI- S2 Telematika-CIO)

I. Pengertian a. Kerangka Acuan Kerja (KAK)/Term of Reference (TOR) Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah sebuah panduan atau guidance yang dibuat atau disusun agar suatu tindakan/aktifitas dapat tepat terarah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. b. Balanced Scorecard i. Balanced Scorecard merupakan suatu konsep manajemen yang membantu menerjemahkan strategi ke dalam tindakan sehingga dapat diukur untuk melaksanakan proses-proses manajemen kritis (Kaplan dan Norton dalam Gaspersz, 2005: 9). Perspektif Balanced Scorecard dalam suatu aktivitas perusahaan dapat dievaluasi oleh manajemen sebagai berikut: 1. perspektif finansial (keuangan), 2. perspektif pelanggan, 3. perspektif proses bisnis internal, 4. perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Kerangka keseluruhan manajemen suatu perusahaan perlu diketahui posisi bisnis dari bisnis yang direpresentasikan kinerja. Dalam perspektif keuangan, untuk membangun suatu Balanced Scorecard, unitunit bisnis harus dikaitkan dengan tujuan keuangan yang berkaitan dengan strategi perusahaan. Tujuan keuangan berperan sebagai fokus bagi tujuan-tujuan strategis dan ukuran-ukuran semua perspektif dalam Balanced Sorecard (Kaplan dan Norton dalam Gaspersz, 2005). Perspektif keuangan menjadi dasar untuk meningkatkan nilai utama dalam suatu perusahaan yaitu memperoleh keuntungan/laba dengan strategi TI yang sesuai dengan standar dan tujuan bisnis (Niven, 2007: 3-7).

c. Key Performance Indicator Indikator Kunci Kinerja (Key Performance Indicator) adalah kunci pokok yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian dari suatu aktifitas/program kegiatan yang dilakukan. II. Point atau parameter yang dijadikan acuan dalam melakukan Audit TI dapat disusun sebagai berikut : a. Pendahuluan berisi : i. Latar Belakang dari Auditee (pihak yang diaudit) berisi tentang gambaran dari institusi yang diaudit. ii. Tujuan, berisi tentang tujuan audit secara spesifik untuk memberikan gambaran kepada Auditor maupun Auditee yang bersangkutan. b. Lingkup Kerja c. Batasan kegiatan audit yang dipergunakan atau dilakukan dan disertai dengan penjelasan Key Performance Indicator. Dengan menggunakan Balanced Scorecard maka Lingkup kerja yang dapat diaudit dapat di bagi menjadi 4 perpektif i. Perspektif Finansial 1. KPI I 2. KPI II 3. ii. Perspektif Proses Pelanggan 1. KPI I 2. KPI II 3. iii. Perspektif Proses Bisnis 1. KPI I 2. KPI II 3. iv. Perspektif Pertumbuhan 1. KPI I 2. KPI II 3.

Dalam hal ini alangkah baiknya apa bila dibuat suatu table KPI yang sesuai dengan perspektif yang ada. Misalnya : Perspektif Prosedur yang disepakati Tujuan Finansial Pelanggan Proses Bisnis Pertumbuhan Catatan : Setiap perspektif harus memiliki prosedur yang memiliki unsur IT. Untuk proses bisnis pengukuran perlu dibantu dengan Kerangka Kerja Audit IT Cobit . Karena BSC hanya mengukur kinerja bukan pada proses bisnis yang ada. d. Persiapan Pada tahapan ini dilakukan perencanaan menyeluruh atas hal-hal mendasar seperti Fokus komponen yang akan diaudit, Alat (framework) yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan audit, Metodologi audit,

Kebutuhan sumber daya yang diperlukan, Hasil akhir yang diinginkan dari proses audit dan penyusunan Jadual kegiatan. e. Review Dokumen/Kontrol Evaluasi Tahap ini setelah mempelajari bagaimana kondisi dari obyek audit. Secara mendasar fokus dari audit adalah kemampuan pengendalian/kontrol atas obyek tersebut. Kemudian dari hasil melakukan analisis tersebut disusun evaluasi atasnya. f. On-Site Audit Pengujian obyek Audit tentunya menggunakan standar-standar baku berdasarkan framework yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk digunakan dalam proses audit. Sama halnya dengan tahapan sebelumnya, inti dari proses audit adalah melakukan telaah uji atas kemampuan pengendalian atas setiap aspek dari sumber daya teknologi informasi yang ada berdasarkan batasan-batasan yang sudah disepakati sebelumnya. g. Persiapan, Persetujuan dan Distribusi Laporan Audit Seluruh tahapan yang telah dilakukan sebelumnya dalam proses audit teknologi informasi kemudian didokumentasikan dalam suatu laporan hasil pemeriksaan/audit. h. Follow Up audit Tindak lanjut dari hasil audit TI yang dihasilkan dan dilaporkan. i. Penyusunan Tahapan audit dan Jadwal audit TI. Diperlukan untuk memperoleh hasil audit yang tepat sasaran dan efektif dalam penggunaan waktu. Jadwal audit dibuat dengan bentuk Time Tabel yang dapat dimengerti secara mudah. j. Sumber Daya Pada bab ini perlu dijelaskan sumber daya yang ada baik itu sumber pembiayaan maupun sumber daya tenaga auditor yang ada. Untuk sumber daya auditor perlu dijelaskan secara detail kapabilitas kebutuhan dari auditor yang akan mengaudit sehingga nantinya output yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu yang diharapkan. Misalnya :

Kualifikasi : S2- Teknik Informatika dengan pengalaman kerja min 4 tahun di bidang audit serta memiliki sertifikasi Auditor yang sesuai. Dengan Pembiayaan : Rp.XXX.000,00 dari anggaran institusi di tahun -yyyy k. Hasil yang diharapkan/Keluaran Audit. Segala bentuk laporan yang dibuat oleh Auditor terhadap auditee yang berkesesuaian dengan lingkup yang diaudit mulai dari temuan, metodologi, rekomendasi mau pun kesimpulan harus diberikan. III. Tinjauan Literatur a. Kerangka Acuan Kerja Audit Kondisi Existing dan Pembangunan Teknologi Informasi, Pemkot Surabaya, 2011 b. Using the Balanced Scorecard to Align Your Organization, Howard Rohm, 2008 c. KAK KPI/Key Performance Indicators, Pelindo III (Persero), 2009 d. Buffalo City: Audit Accounts Database, 2004, Buffalo Municipal

Nama NRP Jurusan

Sony Nuhmana 2211 206 714 Teknik Elektro