Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULUAN

Syiah ( Syi'a) ialah salah satu mazhab terbesar dalam islam selepas sunni, Bentuk tunggal dari Syi'ah adalah Sh` (Bahasa Arab: ).menunjuk kepada pengikut dari Ahlul Bait dan Imam Ali. Istilah Syi'ah berasal dari kata Bahasa Arab Sy`ah. Bentuk tunggal dari kata ini adalah Sy` . "Syi'ah" adalah bentuk pendek dari kalimat bersejarah Syi`ah `Ali artinya "pengikut Ali", yang berkenaan tentang Q.S Al- Bayyinah ayat khoirulbariyyah, saat turunnya ayat itu Nabi SAW bersabda: "Wahai Ali, kamu dan pengikutmu adalah orang-orang yang beruntung" (ya Ali anta wa syi'atuka humulfaaizun)1 Syi'ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara.2 Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib sangat utama di antara para sahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. Syi'ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, Syi'ah mengalami perpecahan sebagaimana Sunni juga mengalami perpecahan mazhab. Muslim Syi'ah percaya bahwa Keluarga Muhammad (yaitu para Imam Syi'ah) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur'an dan Islam, guru terbaik tentang
1. 1 Al-Qamus Al-Muhith, hal. 829 2. Baca al-Ghadir, al-Muroja'ah, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, dll

Islam setelah Nabi Muhammad, dan pembawa serta penjaga tepercaya dari tradisi Sunnah. Secara khusus, Muslim Syi'ah berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib, yaitu sepupu dan menantu Muhammad dan kepala keluarga Ahlul Bait, adalah penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan khalifah lainnya yang diakui oleh Muslim Sunni. Muslim Syi'ah percaya bahwa Ali dipilih melalui perintah langsung oleh Nabi Muhammad, dan perintah Nabi berarti wahyu dari Allah. Perbedaan antara pengikut Ahlul Bait dan Abu Bakar menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Syi'ah dan Sunni dalam penafsiran Al-Qur'an, Hadits, mengenai Sahabat, dan hal-hal lainnya. Sebagai contoh perawi Hadits dari Muslim Syi'ah berpusat pada perawi dari Ahlul Bait, sementara yang lainnya seperti Abu Hurairah tidak dipergunakan. Tanpa memperhatikan perbedaan tentang khalifah, Syi'ah mengakui otoritas Imam Syi'ah (juga dikenal dengan Khalifah Ilahi) sebagai pemegang otoritas agama, walaupun sekte-sekte dalam Syi'ah berbeda dalam siapa pengganti para Imam dan Imam saat ini.

PEMBAHASAN A. Sejarah lahirnya Syiah Syiah sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib a.s. (imam pertama kaum Syiah) sudah muncul sejak Rasulullah saw masih hidup. Hal ini dapat dibuktikan dengan realita-realita berikut ini: Pertama, ketika Rasulullah saw, mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengajak keluarga terdekatnya masuk Islam, ia berkata kepada mereka: Barang siapa di antara kalian yang siap untuk mengikutiku, maka ia akan menjadi pengganti dan washiku setelah aku meninggal dunia. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang bersedia untuk mengikutinya kecuali Ali a.s. Sangat tidak masuk akal jika seorang pemimpin pergerakan di hari pertama ia memulai langkah-langkahnya

memperkenalkan penggantinya setelah ia wafat kepada orang lain dan tidak memperkenalkanya kepada para pengikutnya yang setia. Atau ia mengangkat seseorang untuk menjadi penggantinya, akan tetapi, di sepanjang masa aktifnya pergerakan tersebut ia tidak memberikan tugas sedikit pun kepada penggantinya dan memperlakukannya sebagaimana orang biasa. Keberatan-keberatan di atas adalah bukti kuat bahwa Imam Ali a.s. setelah diperkenalkan sebagai pengganti dan washi Rasulullah saw, di hari pertama dakwah, memiliki misi yang tidak berbeda dengan missi Rasulullah saw, dan orang yang mengikutinya berarti ia juga mengikuti Rasulullah saw. Kedua, berdasarkan riwayat-riwayat mutawatir yang dinukil oleh Ahlussunnah dan Syiah, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Imam Ali a.s. terjaga dari setiap dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perilaku. Semua

tindakan dan perilakunya sesuai dengan agama Islam dan ia adalah orang yang paling tahu tentang Islam. Ketiga, Imam Ali a.s. adalah sosok figur yang telah berhasil menghidupkan Islam dengan pengorbanan-pengorbanan yang telah lakukannya. Seperti, ia pernah tidur di atas ranjang Rasulullah SAW di malam peristiwa lailatul mabit ketika Rasulullah SAW hendak berhijrah ke Madinah dan kepahlawannya di medan perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar. Seandainya pengorbanan-pengorbanan tersebut tidak pernah dilakukannya, niscaya Islam akan sirna di telan gelombang kebatilan. Keempat, peristiwa Ghadir Khum adalah puncak keistimewaan yang dimiliki oleh Imam Ali a.s. Sebuah peristiwa yang seandainya dapat direalisasikan sesuai dengan kehendak Rasulullah saw akan memberikan warna lain terhadap Islam. Semua keistimewaan dan keistimewaan-keistimewaan lain yang diakui oleh Ahlussunnah bahwa semua itu hanya dimiliki oleh Imam Ali a.s.3 secara otomatis akan menjadikan sebagian pengikut Rasulullah saw, yang memang mencintai kesempurnaan dan hakikat, akan mencintai Imam Ali a.s.4 dan lebih dari itu, akan menjadi pengikutnya. Dan tidak menutup kemungkinan bagi sebagian pengikutnya yang memang memendam rasa dengki di hati kepada Imam Ali a.s., untuk membencinya meskipun mereka melihat ia telah berjasa dalam mengembangkan dan menjaga Islam dari kesirnaan. Dalam Syi'ah terdapat apa yang namanya ushuluddin (pokok-pokok agama) dan furu'uddin {masalah penerapan agama). Syi'ah memiliki Lima Ushuluddin: 1. Tauhid, bahwa Allah SWT adalah Maha Esa. 2. Al-Adl, bahwa Allah SWT adalah Maha Adil. 3. An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syi'ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia

3. Ibn Syahr Asyub, Manaqib Al Abi Thalib, 402


4

Ibn al-Jawzi, Tazkirah al-khawwash, hal. 202

4. Al-Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam-imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian. Aliran Syiah Islam berpecah kepada cabang-cabang kecil. Tiga cabang yang utama pada masa kini mempunyai bilangan pengikut yang besar. Yang paling terkenal dan terbesar ialah golongan Syiah Imam Dua Belas atau Imamiyyah/Ja'fariyyah ( inaariyya) yang merangkumi 90% penduduk di Iran dan sebahagian besar penduduk Iraq. Golongan Syiah yang kecil lain termasuklah al-Kaisaniyyah, al-Zaidiyah, al-Ghulat, Ismailiyah, dan Syiah Imam Bertujuh. Alawiyyah dan Duruzi juga menganggap diri mereka Syiah meskipun mereka tidak sentiasa diiktiraf oleh Syiah lain.

Gelar Nom or Nama (Bahasa Lahir Wafat (M/H) Kepetingan Tempa Tempat wafat t lahir dan makam

(Panjang/Pangg Arab/Bah ilan) asa Turki)[5]

Imam pertama dan Amir alAli bin Abi Thalib 1 Mu'minin (Pemimpin 600 orang beriman)[6] Abu al-Hassan Birinci Ali[7] 2340
[8]

Dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang Khawarij di Makka Kufah, Irak. h, Arab Imam Ali ra.

pengganti yang berhak atas kekuasaan Nabi

661[6]

Muhammad Saudi[6] kepalanya saw. Bagaimanapu n, para pengikut Sunni ditebas dengan pedang beracun disaat memimpin shalat

menganggap Ali ra. sebagai khalifah keempat dalam Khulafaur Rasyidin. Ali ra. menempati posisi tertinggi hampir di semua tarekat Sufi.[6] Hasan bin Ali adalah cucu tertua Nabi Hasan bin Ali 2 Abu Muhammad Muhammad al-Mujtaba 624 680[10] Ikinci Ali
[7] [11]

subuh.[6][9] Dimakamkan di Masjid Imam Ali, Najaf, Irak

Diracuni oleh istrinya di Madina h, Arab


0]

lewat Fatimah az-

Madinah, Arab Saudi atas perintah dari Muawiyah I.[13] Dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Zahra. Hasan Saudi[1 350 menggantika n kekuasaan ayahnya sebagai khalifah di Kufah.

Berdasarkan perjanjian dengan Muawiyah I, Hasan kemudian melepaskan kekuasaanny a atas Irak.[12] Husain adalah cucu dari Nabi Muhammad saw. yang dibunuh ketika dalam Husain bin Ali 3 Abu Abdillah nc Ali
[7]

Sayyid alShuhada

perjalanan ke 626 680[14] 461[15] Kufah di Karbala. Husain dibunuh karena menentang Yazid bin Muawiyah. Insiden terbunuhnya Husain di Karbala

Syahid di Madina Karbala.[14] h, Arab Dimakamkan di Saudi[1 Makam Imam


4]

Husain di Karbala, Irak

sampai sekarang menjadi ritual utama dalam Syi'ah.[14][16] Menurut kebanyakan ilmuwan Pengarang as-Sajjad, Ali bin Husain 4 Abu Muhammad Ali[7] Zainul Abidin
[17]

Syi'ah, Ali bin Husain diyakini Madina h, Arab Saudi[1


7]

buku 658-9[17] Shahifah as 712


[18]

wafat karena diracuni oleh orang suruhan Khalifah alWalid di Madinah, Arab Saudi[18] Dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Sajadiyyah yang

38[17] Dorduncu 95[18]

merupakan buku penting dalam ajaran Syi'ah [18]

al-Baqirul Muhammad alBaqir 5 Ulum (dia yang membagik an ilmu) Abu Ja'far Besinci
[19]

Sumber dari 677 732[19] Sunni dan Syi'ah

Menurut sejumlah Madina ilmuwan Saudi[1 bahwa


9]

menyebutkan h, Arab Syi'ah, diyakini bahwa

57 114
[19]

Muhammad al-Baqir adalah salah

Muhammad alBaqir diracuni oleh Ibrahim

Ali[7]

satu pakar fiqih yang memiliki banyak murid pada zamannya.


[20] [19]

bin Walid di Madinah, Arab Saudi, atas perintah Khalifah Hisyam bin Abdul Malik.[18]. Dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Beliau mendirikan ajaran Ja'fariyyah dan ashJa'far ash-Shadiq 6 Abu Abdillah Shadiq[21] 702 765[21] mengembang kan ajaran Syi'ah. Ia mengajari banyak murid dalam berbagai bidang, di antaranya Imam Abu Hanifah dalam fiqih, dan Jabar Menurut sumber-sumber Syi'ah, beliau diracuni atas Madina perintah h, Arab Khalifah alSaudi[2 Mansur di
1]

(dia yang jujur)

83148
[21]

Madinah, Arab Saudi[21]. Dimakamkan di Pemakaman Baqi.

Altinci Ali[7]

Ibnu Hayyan dalam alkimia[21][22][


23]

Pemimpin umat Islam Syi'ah pada saat terjadi perpecahan antara pengikut Ismailiyyah Musa al-Kadzim al 7 Abu al-Hassan I Yedinci
[24]

Dipenjara dan diracuni oleh Madina Harun arh, Arab Rashid di Saudi[2 Baghdad, Irak.
5]

744

dan pengikut lainnya setelah kematian Ja'far ashShadiq[26] Beliau membuat sistem pengumpulan ghanimah di daerah Timur Tengah dan Khurasan[27]

Kadzim[25] 799[25]

128 183
[25]

Ali

[7]

Dimakamkan di Baghdad, Irak.[25]

Ali ar-Ridha 8

al-Ridha, Reza[28]

765 817[28]

Sebagai putra Madina Menurut mahkota oleh h, Arab sumber Syi'ah, Khalifah al- Saudi[2 beliau diracuni

Abu al-Hassan II Sekizinci ]42[ Ali[7]

148 203[28]

Ma'mun, dan mempelopori diskusi antaragama.[28]

8]

oleh Khalifah al-Ma'mun di Mashhad, Iran. Dimakamkan di Makam Imam Reza, Mashhad, Iran[28] Diracuni oleh

Dikenal Muhammad alJawad 9 dengan al-Taqi, al- 810 Jawwad[29] 835[29] kebaikannya terhadap mereka yang Dokuzunc 195 u Ali
[7]

istrinya, anak dari al-Ma'mun di Baghdad, Madina Irak atas h, Arab perintah Saudi[2 Khalifah al9]

Abu Ja'far

teraniaya pada masa Kekhalifahan Abbasiyah.

220

[29]

Mu'tashim. Dimakamkan di Makam Kazmain di Baghdad.[29]

Menguatkan jaringan Wali Ali al-Hadi 10 al-Hadi, 827 di komunitas Syi'ah. Ali al-Hadi memberikan mereka instruksi, di antaranya untuk

Surayy a, sebuah desa dekat Madina h, Arab Saudi[3


0]

Menurut sumber Syi'ah, beliau diracuni di Samarra atas perintah Khalifah alMu'tazz.[31] Dimakamkan di Masjid AlAskari di

al-Naqi[30] 868[30]

Abu al-Hassan III ]03[

Onuncu Ali
[7]

212 254
[30]

membimbing umat dalam beragama dan mengumpulk an seperlima harta ghanimah.[30] Pada masanya, umat Syi'ah Hasan al-Asykari al 11 Abu Muhammad Onbirinci 232 Ali
[7] [32]

Samarra, Irak.

Menurut sumber Syi'ah, beliau diracuni di Samarra, Madina Irak atas h, Arab perintah Saudi[3 Khalifah al2]

846

ditekan dan dibatasi luar biasa oleh Kekhalifahan Abbasiyah dibawah tangan alMu'tamid[33]

Asykari[32] 874[32]

260

Mu'tamid. Ia dimakamkan di Masjid AlAskari, Samarra[34] Menurut keyakinan

al-Mahdi, Mahdi 12 Abu al-Qasim Imam

868 tidak

Menurut doktrin Itsna

diketahui Asyariyyah, Syi'ah, beliau Tersembun [36] beliau adalah Samarr sekarang yi, alimam saat ini a, berada di dalam Hujjah [35] [36] 255 dan dialah Irak persembunyian Onikinci Ali[7] tidak
[36]

Imam Mahdi dijanjikan.[37]

dan akan muncul selama Allah

diketahui yang

mengizinkanny a.[36]

1.

Syiah Imamiyah

seperti kaum muslim lainya, meyakini keuniversalan risalah Nabi saw, sebagimana mereka juga meyakini risalahnya sebagai risalah penutup. kedua hal itu ditunjukkan dengan firman Allah SWT. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Ahzab :40) Dan sesungguhnya Al-Quran itu adalah kitab yang mulia, yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. (Q.S. Fushshilat 41-41) serta beberapa ayat dan hadis yang lain. keberadaan risalah Nabi saw sebagai risalah penutup termasuk prinsip-prinsip ajaran agama. hal itu dijelaskan oleh Al-Quran dan Hadis-hadis yang mencapai tingkat mutawatir. Dinataranya adalah sabda Rasulullah saw ketika pergi menuju perang Tabuk. Ketika itu Ali as bertanya, bolehkah aku ikut? Beliau menjawab, Tidak. maka Ali pun menagis. kemudian Rasulullahsaw berkata kepada Ali, Tidaklah engkau rela dengan posisimu di sampingku seperti kedudukan Harun as di sisi Musa as. Namun, tidak ada Nabi setelahku.5 Amirul Mukminin Ali, Imam pertama dari dua belas imama, ketika memandikan jenazah Rasulullah saw berkata, Ibu bapakku sebagai tebusanmu, dengan kematianmu terputuslah apa yang tidak terputus oleh kematian orang selainmu. yaitu, kenabian, berita, dan kabar dari langit.6 Para pengikut ajaran Syi'ah Itsna Asyariyyah mendasarkan hukum mereka (Syariah) pada al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Perbedaan antara hukum syariah Sunni dan Syiah
5

Amali ash-Shaduq, hal. 29; Mma ani al-Akbar, hal 94, dan rujukan-rujukan Syiah lainnya. Silahkan Lihat Shahih al-Bukhari, 6/3. bab Ghazwah tabuk. 6 Nahj al- Balagahah, khutbah 129

terletak pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad memberikan Ali ra. sebagai pemimpin pertama setelah Nabi Muhammad saw. Lebih lanjut, menurut pengikut Syi'ah Itsna Asyariyyah, bahwa Imam atau pemimpin umat tidaklah dapat dipilih oleh manusia secara demokrasi (pemilu). Imam adalah jabatan langsung dari Allah swt. Sedangkan pengikut Sunni percaya bahwa pemimpin umat dipilih dengan pemilu dan yang memiliki suara terbanyaklah yang menjadi pemimpin (khalifah). Perbedaan inilah yang membuat Syi'ah dan Sunni menjadi terpecah. Berikut ini adalah perbedaan lain dalam masalah Syari'ah antara Syi'ah dan Sunni: 1. Mengambil hadits dari Nabi Muhammad saw. dan para Ahlul Bait[1]. 2. Tidak mengambil hadits dan contoh yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar dan Usman (Mereka bertiga adalah khulafaur rasyidin sebelum Ali ra.) 3. Memberikan status ma'shum (bebas dari kesalahan) kepada para Imam dan mengikuti contoh dan ajaran mereka.

2. Syiah Ismailiyah (bahasa Arab: al-Ism'liyyn; bahasa Urdu: Ism'l, bahasa Persia: Esm'liyn) adalah mazhab dengan jumlah penganut kedua terbesar dalam Islam Syi'ah, setelah mazhab Dua Belas Imam (Itsna 'Asyariah). Sebutan Ismailiyah diperoleh pengikut mazhab ini karena penerimaan mereka atas keimaman Isma'il bin Ja'far sebagai penerus dari Ja'far ash-Shadiq. Pengikut mazhab Itsna 'Asyariah, di lain pihak menerima Musa al-Kadzim sebagai Imam mereka. Baik Ismailiyah maupun Itsna 'Asyariah sama-sama menerima keenam Imam Syi'ah terdahulu, sehingga memiliki banyak kesamaan pandangan atas sejarah awal mazhabnya. Teologi Ismailiyah pernah menjadi yang terbesar di antara mazhab-mazhab Islam Syi'ah, dan mencapai puncak kekuasaan politiknya pada masa kekuasaan Dinasti Fatimiyah pada abad ke-10 sampai dengan ke-12 Masehi. Ajaran Ismailiyah, yang juga dikenal dengan nama mazhab Tujuh Imam, berkembang menjadi sistem kepercayaannya sekarang setelah Imam Muhammad bin Ismail meninggal; atau "menghilang" sebagaimana kepercayaan pengikut Ismailiyah. Ajaran

Ismailiyah memiliki ciri penekanan pada aspek batiniah (esoterik) dari agama Islam. Dibandingkan dengan perkembangan ajaran Dua Belas Imam yang pemikirannya berorientasi pada aspek lahiriah (eksoterik), yaitu akhbar dan ushul, maka dapat dikatakan ajaran Syi'ah berkembang ke dua arah yang berbeda: ajaran Ismailiyah yang lebih menekankan kemistisan sifat sang Imam dan kemistisan jalan menuju Allah, dan ajaran Dua Belas Imam yang lebih menekankan pemahaman atas syariah dan sunnah dari Ahlul Bait. Meskipun terdapat beberapa kelompok pecahan dalam Ismailiyah, sekarang istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut komunitas Nizari. Mereka adalah pengikut dari Aga Khan, yang merupakan kelompok Ismailiyah dengan jumlah penganut terbesar. Di antara kelompok-kelompok yang ada memang terdapat perbedaan dalam hal kebiasaan ibadah lahiriah, akan tetapi umumnya secara teologi spiritual tetap sesuai dengan kepercayaan imam-imam awal Ismailiyah. Kaum penganut Ismailiyah umumnya dapat ditemukan di India, Pakistan, Suriah, Lebanon, Israel, Arab Saudi, Yaman, Tiongkok, Yordania, Uzbekistan, Tajikistan, Afganistan, Afrika Timur, dan Afrika Selatan. Pada beberapa tahun terakhir, sebagian di antara mereka juga beremigrasi ke Eropa, Australia, Selandia Baru, dan amerika utara

B. Cara-Cara Mengetahui Hukum setiap Mukallaf dapat mengetahui hukum-hukum syariat dengan tiga cara: 1. ijtihad ijtihad ialah menyimpulkan dan mengeluarkan hukum-hukum Syari dan undang-undang Ilahi dari sumber-sumber yang diakui oleh fakih dan ulama Islam 2. Ihtiyath adalah melakukan suatu perbuatan sedemikian rupa sehingga seseorang merasa yakin bahwa ia telah melaksanakan tugas syarinya. misalnya jika terdapat suatu perbuatan yang diharamkan oleh sebagian mujtahid, sementara sebahagian mujtahid lainya tidak mengharamkannya, maka ia tidak melakukannya. jika terdapat suatu perbuatan yang diwajibkan oleh sebahagian mujtahid, sementara

sebahagian mujtahid lainnya tidakdiwajibkannya, maka ia melkukannya. 3. Taklid 7adalah mengikuti dan mempraktekkan fatwa-fatwa seorang mujtahid yang telah memenuhi syarat.

masalah Taklid, di samping dapat ditetapkan berdasarkan dalil lafazhi (tekstual), akal juga dapat menghukumi bahwa seseorang yang jahil dalam hukum-hukum agama harus merujuk kepada seseorang mujtahid yang telah memenuhi syarat. seorang mukalaf yang belum mencapai peringkat mujtahid dalam hukum-hukum agama, harus bertaklid atau berihtiyath. mengingat bahwa berihtiyath dalam ibadah itu memerlukan pengetahuan atas tata cara dan tempa-tempatnya dan juga lebih banyak menyita waktu, maka si mukalaf lebih baik bertaklid kepada seorang mujtahid yang telah memenuhi syarat. adapun syarat-syarat seseorang dapat mengtaklid yaitu: laki-laki, balig, berakal sehat, bermazhab syi;ah Imamiyah, bukan anak diluar nikah, secara ihtiyat wajib, masih hidup, adil, mengingat pentingnya kedudukan marjaiyah dalam masalah fatwa . maka secara ihtiyat wajib seseorang marja harus bersifat zuhud, warak dan tidak rakus terhadap materi duniawi, mujtahid, secara ihtiyath wajib, harus alam (paling pandai) dari para mujtahid lainya.

PENUTUP

Aliran Syiah mempercayai bahawa Nabi telah mewasiatkan Keturunannya menjadi pemimpin umat Islam dan hendaklah bersatu di bawah Imam. Di dalam aliran Syiah terdapat lima Kepercayaan atau Usul al-Din yang harus diikuti atau yang menjadi doktrin di dalam aliran syiah diantaranya adalah Nubuwah Bahawa Nabi dan Rasul yang maasum dilantik oleh Allah untuk mengajar dan membimbing manusia. Muhammad s.a.w. merupakan Nabi dan Rasul terakhir.
7

Istifta dari Kantor Rahbar, Bab Taklid, Masalah 1

Imamah Bahwa Allah melantik orang-orang tertentu sebagai pemimpin umat manusia, yakni sebagai Imam. ada seorang Imam adalah juga seorang Rasul. Contohnya Nabi Ibrahim a.s. yang merupakan Nabi, Rasul dan Imam. Tidak semua imam adalah12`1```Nabi atau Rasul pula. Contohnya Imam Ali, yang bukannya seorang Rasul maupun Nabi tetapi Imam.

DAFTAR PUSTAKA Muhammad Ridho Musyafiqipur, Ringkasan fatwa Imam Ali Khomeini, Dasar fikih

Ali Umar al Habsyi, Dua Pusaka Nabi saw, al-Quran dan ahlulbait Jafar Subhani, Hanyut dan kontripersial dalam fiqih Muhammad aJawad Mughiniyah, Fiqih Imam Jafar Shadiq jilid II
1. A, Syafaruddin al-Musawi, Isu-isu Perang Ikhtilaf Riwayat di Durul Mansur milik Jalaluddin As-Suyuti Abu Zahrah, Muhammad. Imam Syafi'i: Biografi dan Pemikirannya dalam Masalah Akidah, Politik & Fiqih, Penerjamah: Abdul Syukur dan Ahmad Rivai Uthman, Penyunting: Ahmad Hamid Alatas, Cet.2 (Jakarta: Lentera 2005