Anda di halaman 1dari 8

NOTA DINAS Nomor : Kepada Yth.

Dari Perihal : : :

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kasubdit Angkutan Penyampaian Hasil Rapat Pembahasan Revisi Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi

1.

Dalam rangka percepatan untuk dapat ditandatanganinya kontrak PSO TA 2012, maka telah dilaksanakan rapat revisi KM 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi pada tanggal 18 Juni 2012 bertempat di ruang rapat Dit. LLAKA Ditjen Perkeretaapian, dipimpin oleh Kasubdit Angkutan dan dihadiri oleh perwakilan PT. KAI (Persero) serta unit kerja terkait di lingkungan Ditjen Perkeretaapian. Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut memang diperlukan mengingat formula untuk menghitung PSO adalah selisih tarif antara tarif yang dihitung oleh operator penyelenggara sarana dikurangi dengan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah (KM 7 Tahun 2009) sehingga revisi KM 7 Tahun 2009 merupakan salah satu syarat untuk penyelesaian perhitungan Kontrak PSO TA 2012, disamping persyaratan lainnya yaitu besaran Kontrak TAC TA 2012. Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut tidak menaikkan besaran tarif KA kelas ekonomi, melainkan hanya menambah relasi yang ada di KM 7 Tahun 2009 tersebut, mengingat terdapat relasi baru dalam rencana Kontrak PSO TA 2012. Disamping itu, revisi proses tersebut sebagai tindak lanjut dari pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 53 Tahun 2012 Tentang Kewajiban Pelayanan Publik dan Subsidi Angkutan Perintis Bidang Perkeretaapian, Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara, Serta Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara dimana disebutkan bahwa dalam hal masyarakat dinilai belum mampu membayar tarif yang ditetapkan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian, maka Menteri Perhubungan setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan menetapkan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi.

2.

3.

4.

5.

Dengan ketentuan sebagaimana pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 53 Tahun 2012 tersebut, maka nantinya Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut, harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada Menteri Keuangan sebelum ditandatangani oleh Menteri Perhubungan. Adapun hasil rapat revisi KM 7 Tahun 2009 dapat disampaikan sebagai berikut : a. KRD Ekonomi AC maupun KA Penumpang Ekonomi AC sumbangan Ditjen Perkeretaapian yang sudah dilaksanakan BASTOnya kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) maupun yang sedang dalam proses BASTO, yang sudah dioperasikan untuk melayani masyarakat ataupun yang belum dioperasikan, sepakat dimasukkan relasinya dalam rencana revisi KM 7 tahun 2009 tersebut; b. Adanya penerapan single operation di KRL Jabodetabek, yang menyebabkan timbulnya relasi baru, disepakati juga untuk dimasukkan dalam revisi KM 7 tahun 2009 dimaksud; c. Adanya rencana pengoperasian KA Perintis, di lintas Solo Sukoharjo Wonogiri, serta Bogor Sukabumi Cianjur Padalarang, juga disepakati untuk dimasukkan dalam revisi PM 7 tahun 2009; d. Jumlah relasi baru yang masuk dalam revisi PM 7 tahun 2009 tersebut berjumlah 25 relasi dengan rincian : 1) Untuk KA Ekonomi berjumlah 2 relasi; 2) Untuk KA Ekonomi AC berjumlah 2 relasi; 3) Untuk KRDE dan KRDI berjumlah 14 relasi; 4) Untuk railbus berjumlah 1 relasi; 5) Untuk KRL Ekonomi Non AC berjumlah 6 relasi. e. Besaran tarif yang dicantumkan dalam revisi PM 7 tahun 2009 mengacu pada besaran tarif yang telah diberlakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk KRD ataupun KA Ekonomi AC yang telah dijalankan. Sedangkan besaran tarif untuk KRD yang belum dijalankan adalah berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat.

6.

7.

Mengingat Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 ini harus segera ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan, maka terlampir disampaikan Konsep Nota Dinas dari Direktur LLAKA kepada Dirjen Perkeretaapian untuk melaporkan hasil rapat tersebut, serta Konsep Surat Dirjen kepada Menteri Perhubungan untuk mohon penetapan persetujuan atas Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 dimaksud, mohon perkenan tanda tangan dan paraf persetujuan.

8.

Demikian disampaikan, atas perkenan dan arahan lanjut Bapak Direktur diucapkan terima kasih. Jakarta, Juni 2012

KASUBDIT ANGKUTAN

TOTOK LUKITO Pembina Tingkat I (IV/b) NIP. 19590820 198803 1 001

NOTA DINAS Nomor : Kepada Yth. Dari Perihal : : : Direktur Jenderal Perkeretaapian

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Penyampaian Hasil Rapat Pembahasan Revisi Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi

1.

Dalam rangka percepatan untuk dapat ditandatanganinya kontrak PSO TA 2012, maka telah dilaksanakan rapat revisi KM 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi pada tanggal 18 Juni 2012 bertempat di ruang rapat Dit. LLAKA Ditjen Perkeretaapian, dipimpin oleh Kasubdit Angkutan dan dihadiri oleh perwakilan PT. KAI (Persero) serta unit kerja terkait di lingkungan Ditjen Perkeretaapian. Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut memang diperlukan mengingat formula untuk menghitung PSO adalah selisih tarif antara tarif yang dihitung oleh operator penyelenggara sarana dikurangi dengan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah (KM 7 Tahun 2009) sehingga revisi KM 7 Tahun 2009 merupakan salah satu syarat untuk penyelesaian perhitungan Kontrak PSO TA 2012, disamping persyaratan lainnya yaitu besaran Kontrak TAC TA 2012. Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut tidak menaikkan besaran tarif KA kelas ekonomi, melainkan hanya menambah relasi yang ada di KM 7 Tahun 2009 tersebut, mengingat terdapat relasi baru dalam rencana Kontrak PSO TA 2012. Disamping itu, revisi proses tersebut sebagai tindak lanjut dari pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 53 Tahun 2012 Tentang Kewajiban Pelayanan Publik dan Subsidi Angkutan Perintis Bidang Perkeretaapian, Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara, Serta Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara dimana disebutkan bahwa dalam hal masyarakat dinilai belum mampu membayar tarif yang ditetapkan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian, maka Menteri Perhubungan setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan menetapkan tarif angkutan penumpang kelas ekonomi.

2.

3.

4.

5.

Dengan ketentuan sebagaimana pasal 2 ayat (2) Perpres Nomor 53 Tahun 2012 tersebut, maka nantinya Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 tersebut, harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada Menteri Keuangan sebelum ditandatangani oleh Menteri Perhubungan. Adapun hasil rapat revisi KM 7 Tahun 2009 dapat disampaikan sebagai berikut : a. KRD Ekonomi AC maupun KA Penumpang Ekonomi AC sumbangan Ditjen Perkeretaapian yang sudah dilaksanakan BASTOnya kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) maupun yang sedang dalam proses BASTO, yang sudah dioperasikan untuk melayani masyarakat ataupun yang belum dioperasikan, sepakat dimasukkan relasinya dalam rencana revisi KM 7 tahun 2009 tersebut; b. Adanya penerapan single operation di KRL Jabodetabek, yang menyebabkan timbulnya relasi baru, disepakati juga untuk dimasukkan dalam revisi KM 7 tahun 2009 dimaksud; c. Adanya rencana pengoperasian KA Perintis, di lintas Solo Sukoharjo Wonogiri, serta Bogor Sukabumi Cianjur Padalarang, juga disepakati untuk dimasukkan dalam revisi PM 7 tahun 2009; d. Jumlah relasi baru yang masuk dalam revisi PM 7 tahun 2009 tersebut berjumlah 25 relasi dengan rincian : 1) 2) 3) 4) 5) Untuk KA Ekonomi berjumlah 2 relasi; Untuk KA Ekonomi AC berjumlah 2 relasi; Untuk KRDE dan KRDI berjumlah 14 relasi; Untuk railbus berjumlah 1 relasi; Untuk KRL Ekonomi Non AC berjumlah 6 relasi.

6.

e. Besaran tarif yang dicantumkan dalam revisi PM 7 tahun 2009 mengacu pada besaran tarif yang telah diberlakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk KRD ataupun KA Ekonomi AC yang telah dijalankan. Sedangkan besaran tarif untuk KRD yang belum dijalankan adalah berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat. f. Konsep Revisi Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi terlampir.

7.

Mengingat Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 ini harus segera ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan, maka terlampir disampaikan Konsep Surat Dirjen kepada Menteri Perhubungan untuk mohon penetapan persetujuan atas Draft Revisi KM 7 Tahun 2009 dimaksud, mohon perkenan tanda tangan persetujuan. Demikian disampaikan, atas perkenan dan arahan lanjut Bapak Dirjen diucapkan terima kasih. Jakarta, Juni 2012 DIREKTUR LALU LINTAS DAN ANGKUTAN KERETA API

8.

HANGGORO B W Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. 19560131 198303 1 001

Nomor Lampiran Perihal

: : : Penyampaian Hasil Rapat Pembahasan Revisi Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi

Jakarta, Kepada

Juni 2012

Yth. MENTERI PERHUBUNGAN di Jakarta

1.

Menunjuk Surat Undangan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Nomor 73/Und/K2/DJKA/IV/2012 Perihal Pembahasan Revisi Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi, dapat disampaikan bahwa telah dilaksanakan rapat tersebut dimaksud pada tanggal 18 Juni 2012 bertempat di ruang rapat Dit. LLAKA Ditjen Perkeretaapian, dipimpin oleh Kasubdit Angkutan dan dihadiri oleh perwakilan PT. KAI (Persero) serta unit kerja terkait di lingkungan Ditjen Perkeretaapian. Terkait dengan butir (1) satu di atas terlampir disampaikan Konsep Revisi Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Kelas Ekonomi. Demikian disampaikan, atas perhatian Bapak Menteri diucapkan terima kasih. DIREKTUR JENDERAL PERKERETAAPIAN

2.

3.

TUNDJUNG INDERAWAN Pembina Utama Madya (IV/d) NIP 19530731 197703 1 002 Tembusan Yth : Kepala Biro Hukum Kemenhub
Nama Dikonsep oleh, Dikonsep oleh, Diperiksa oleh, Suranto Robinson Hendry Senjata P. Jabatan Kasi Lalu Lintas Perkotaan Kasi Lalu Angkutan Perkotaan Kasubdit Lalulintas dan Angkutan Perkotaan Tanggal Paraf

Disetujui oleh, Disetujui oleh,

Asril Syafei Nugroho Indrio

Direktur Lalulintas dan Angkutan Kereta Api Sekditjen Perkeretaapian