Anda di halaman 1dari 14

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

BAB I PERENCANAAN STRATEGIK

1.1 Pendahuluan Sejak tahun 1998, Bangsa Indonesia telah melaksanakan reformasi di bidang kesehatan. Sejak saat itu pula, telah didefinisikan kembali visi, misi dan strategi pembangunan kesehatan Indonesia. Visi baru pembangunan kesehatan tersebut direfleksikan dalam bentuk motto yang berbunyi Indonesia Sehat 2010, yang memiliki makna pada tahun 2010, bangsa Indonesia diharapkan akan mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh penduduknya yang (1)hidup dalam lingkungan yang sehat, (2)mempraktekkan pola hidup bersih dan sehat, serta (3)mampu menyediakan dan memanfaatkan (menjangkau) pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga (4)memiliki derajat kesehatan yang tinggi (Kepmenkes Nomor 1202/MENKES/SK/VIII/2003). Dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010, ditetapkan juga misi pembangunan kesehatan, yakni mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungannya. Salah satu upaya untuk mendukung misi tersebut adalah pemerataan sistem dan unit pelayanan kesehatan di daerah-daerah dan juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010 adalah dengan menerapkan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan, yang berarti setiap upaya program pembangunan harus mempunyai kontribusi positif terhadap terbentuknya lingkungan yang sehat dan perilaku sehat. Sebagai acuan pembangunan kesehatan, mengacu pada konsep Paradigma Sehat yaitu pembangunan kesehatan yang memprioritaskan upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) dibandingkan upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Obat merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam upaya mewujudkan

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Indonesia Sehat 2010. Obat merupakan salah satu farmasi yang tidak hanya dapat digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit, tetapi dapat juga digunakan untuk pencegahan penyakit dan pemulihan kesehatan. Apotek sebagai unit pelayanan kesehatan yang dikelola oleh apoteker merupakan sarana yang vital untuk mensukseskan pembangunan nasional di bidang kesehatan. Apotek merupakan jalur distribusi perbekalan farmasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Berdasarkan regulasi, apotek adalah tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat (Kepmenkes No.1332/Menkes/SK/X/2002). Pekerjaan kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional (UU No. 23/1992), sedangkan yang termasuk perbekalan farmasi adalah obat, bahan obat, obat asli Indonesia (obat tradisional), alat kesehatan dan kosmetik (Permenkes No. 922/Menkes/Per/X/1993). Karena itu, keberadaan apotek harus merata dan dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia, baik yang ada di pedesaan maupun perkotaan dan tidak hanya memusat pada satu lokasi. Sebagai salah satu upaya pemerataan keberadaan apotek, maka direncanakan pendirian apotek BAMBU KUNING yang berlokasi di Jalan Raya Balung, Kabupaten Jember. Lokasi ini berjarak sekitar 30 Km sebelah selatan kota Jember, berada di tepi jalan raya yang ramai dilalui kendaraan, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Apotek ini nantinya akan berdekatan dengan RSUD Balung dan pelayanan kesehatan lainnya seperti Puskesmas Balung dan tempat praktek dokter. Dengan berdirinya apotek ini, maka diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan mempermudah akses pasien akan obat, juga sebagai tempat rujukan informasi obat bagi masyarakat, sehingga meningkatkan derajad kesehatan masyarakat sekitar. Selain itu dengan dibukanya apotek ini akan membuka lapangan pekerjaan, misalnya untuk asisten apoteker dan juru resep atau karyawan, sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, dan yang terpenting, dengan dibukanya Apotek BAMBU KUNING Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 2

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

diharapkan dapat membuat Bangsa Indonesia selangkah lebih maju dalam menyongsong Indonesia Sehat 2010. 1.2 Visi dan Misi Apotek 1.2.1 Visi Visi apotek BAMBU KUNING adalah memberikan pelayanan kefarmasian yang prima dan profesional bagi masyarakat sehingga mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. 1.2.2 Misi Apotek Misi apotek BAMBU KUNING adalah: Memberikan jasa pelayanan kefarmasian yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Balung dan sekitarnya. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungannya. Mengembangkan kompetensi sumber daya manusia secara efektif dan efisien guna menjaga dan meningkatkan mutu serta kinerja apotek. 1.3 Tujuan Pendirian Apotek Tujuan pendirian apotek BAMBU KUNING antara lain sebagai berikut: a. Mendukung dan membantu terlaksananya usaha pemerintah untuk menyediakan obat-obatan secara merata dan dengan mutu yang baik dan harga yang terjangkau oleh masyarakat dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. b. Memberikan sarana kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi masyarakat Balung dan sekitarnya. c. Sebagai tempat melakukan pengabdian profesi apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. d. Sebagai sarana ekonomi untuk mengembangkan modal, mendapatkan profit, dan meningkatkan keterampilan berwirausaha dengan tetap

Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 3

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

mendahulukan kepentingan pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien. 1.4 Rencana Kerja Analisa Awal Pendirian Apotek 1.4.1 Rencana Kerja (Plan of Action) Rencana kerja (plan of action) merupakan suatu gagasan yang dapat dikemukakan dan berupa strategi pelaksanaan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan oleh apotek pada masa yang akan datang, yang dikerjakan secara terusmenerus, bertahap berkelanjutan dan berkesinambungan. Lima A yang perlu dilakukan dalam sebuah rencana kerja adalah analysis, aim, action, assessment dan adjustment (Seto, 2004).

Analysis Adjustment Aim

Assessment

Action

Gambar 2.1 Pedoman Lingkar 5 A

a. Analisis Untuk mendirikan apotek BAMBU KUNING, perlu dilakukan suatu analisa terlebih dahulu untuk menjamin eksistensi dan perkembangan Apotek BAMBU KUNING. Analisa yang dilakukan berhubungan dengan proses pengambilan berbagai keputusan yang diperlukan dalam pendirian, pemeliharaan, dan pengembangan apotek. - Studi kelayakan Studi kelayakan diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahankesalahan di masa mendatang. Studi kelayakan juga bertujuan untuk menilai apakah Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 4

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

suatu apotek dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaksananya, yang dapat ditinjau dari segi ekonomi dan segi pelayanan kesehatan. Studi kelayakan yang dilakukan meliputi : Place (lokasi) Apotek BAMBU KUNING berlokasi di Jalan Raya Balung No. 175 Balung, Kabupaten Jember. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan : Kecamatan Balung merupakan kecamatan yang potensi pengembangannya sangat diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Kecamatan Balung merupakan salah satu kecamatan terbesar di Kabupaten Jember, dan merupakan akses penting penghubung Kabupaten Jember dan Lumajang. Fakta tersebut menunjukkan adanya potensi yang besar bagi Kecamatan Balung untuk berkembang pesat, dan nantinya akan berdampak pada perkembangan apotek. Lokasi terletak di dekat RSUD Balung, dan sarana kesehatan lainnya yaitu puskesmas Balung, dan tempat praktek dokter. Berada di jalur transportasi utama sehingga memudahkan pendistribusian obat. Kondisi lingkungan sangat mendukung karena di sekitar lokasi apotek merupakan daerah berpenduduk padat dan heterogen. Process (Proses) Proses dalam studi kelayakan merujuk kepada seluruh kinerja atau kegiatan yang akan berlangsung di apotek untuk mencapai tujuan. Aplikasi rasionalnya adalah bagaimana mengolah input yang ada dalam apotek agar dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Input yang tersedia antara lain personel apotek, pasien, obat-obatan dan alat kesehatan, yang kemudian diproses dalam sebuah pelayanan yang prima dan profesional sehingga dapat menghasilkan output berupa kesehatan pasien, kepercayaan pasien dan pendapatan bagi apotek, yang merupakan indikator tercapainya tujuan apotek. Perumusan prosedur standar operasional yang baik merupakan sarana dalam pelaksanaan proses dalam apotek. Product (produk) Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 5

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Produk yang tersedia di Apotek BAMBU KUNING dibedakan menjadi dua, yaitu obat/alat kesehatan, dan produk jasa. Produk obat/alat kesehatan yang disediakan apotek disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan didasarkan trend penggunaan obat oleh masyarakat di sekitar apotek. Dalam perencanaan pemilihan dan pengadaan produk di apotek BAMBU KUNING disesuaikan dengan kondisi masyarakat di lingkungan sekitar apotek, pola penyakit yang sering terjadi, kemampuan daya beli masyarakat sekitar apotek dan pola peresepan yang sering ditulis oleh dokter. Untuk pengendalian persediaan (obat dan alat kesehatan), dapat dilakukan dengan analisa ABC dengan klasifikasi persediaan sebagai berikut : Kelas A : barang-barang/obat dalam jumlah jenis berkisar antara 15% sampai dengan 20% tetapi mempunyai nilai uang 60% sampai dengan 90% dari investasi total per periode dalam persediaan/pemakaian. Kelas B : barang-barang/obat dalam jumlah jenis berkisar antara 30% sampai dengan 40% tetapi mempunyai nilai uang 10% sampai dengan 30% dari investasi total per periode dalam persediaan/pemakaian. Kelas C : barang-barang/obat dalam jumlah jenis berkisar antara 40% sampai dengan 60% tetapi mempunyai nilai uang 10% sampai dengan 20% dari investasi total per periode (misal tahunan). Produk jasa yang disediakan Apotek BAMBU KUNING berupa pemberian konseling dan informasi tentang obat, serta monitoring penggunaan obat oleh pasien. Produk ini hanya dapat diberikan oleh apoteker sehingga pasien dapat memperoleh pengetahuan yang tepat dan akurat sehingga tercapai penggunaan obat yang rasional demi meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Apotek BAMBU KUNING juga menyediakan jasa antar obat gratis bagi pasien sebagai salah satu bagian dalam pelayanan.

Perancangan Jasa

Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 6

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Apotek BAMBU KUNING nantinya akan memberikan profil pelayanan yang belum pernah diterapkan sebelumnya di apotek-apotek lain di daerah Jember, sehingga diharapkan memberikan kesan fresh bagi pasien dan dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap keberadaan Apotek BAMBU KUNING. Hal tersebut akan berpengaruh pada kemampuan bersaing apotek dan akan mendatangkan keuntungan bagi apotek dari segi keuangan. Pelayanan yang akan diberikan antara lain : Pelayanan jasa yang dilakukan adalah pelayanan resep, non resep, pesan antar obat/alkes, pelayanan konsultasi dan informasi obat/alkes, serta monitoring penggunaan obat oleh pasien. Apotek BAMBU KUNING buka setiap hari Senin-Sabtu pukul 08.00 sampai pukul 22.00 WIB, dan terbagi dalam dua shift. Pada hari minggu buka dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00 WIB. Pelayanan konsultasi dengan apoteker dilakukan setiap hari Senin sampai Sabtu pada jam 18.00 22.00, dan pada hari Minggu pada jam 08.00-15.00. Apotek BAMBU KUNING menetapkan batas waktu untuk pelayanan resep racikan, resep non racikan maupun non resep. Hal ini dilakukan untuk menjamin kepuasan konsumen sehingga berdampak pada kepercayaan konsumen. Untuk pelayanan resep non racikan dan pelayanan non resep dikerjakan selama 10-15 menit, sedangkan untuk pelayanan resep racikan dikerjakan selama kurang lebih 15-30 menit. Jasa antar obat juga ditawarkan agar pasien tidak terlalu lama menunggu terutama untuk pelayanan resep racikan. Market share (Pangsa Pasar) Potensi pasar akan menentukan jumlah permintaan atas barang jasa. Karena berada dalam lingkungan yang heterogen, Apotek BAMBU KUNING akan melayani masyarakat pada semua lapisan, dan diharapkan mendapatkan kepercayaan dari semua lapisan masyarakat. Price (harga) Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 7

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Harga jual di apotek perlu ditetapkan dengan tepat karena terkait dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan (beban usaha apotek) dan jumlah laba yang diinginkan apotek. Perlu dilakukan pertimbangan yang matang terhadap faktor biaya dan non biaya. Faktor biaya yang dimaksud adalah beban usaha apotek yang merupakan biaya-biaya yang langsung dikeluarkan apotek seperti biaya gaji, biaya penyimpanan, biaya transportasi, biaya untuk wadah/label serta biaya lain yang dikeluarkan secara tidak langsung seperti biaya sewa dan biaya pemakaian keperluan kantor. Faktor non biaya yang perlu dipertimbangkan yaitu adanya persaingan usaha serta daya beli masyarakat dan kondisi lingkungan. Harga diusahakan sama atau mendekati harga obat di apotek kompetitor dengan melakukan pelayanan plus untuk lebih memuaskan pelanggan, misal pelayanan informasi obat oleh apoteker, jasa antar obat gratis, pembelian obat melalui telpon dan sebagainya. Apotek BAMBU KUNING akan menetapkan harga yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Apotek akan membedakan harga obat non resep dengan harga obat resep, baik racikan maupun non racikan. Implementasi penetapan harga ini memberikan keuntungan bagi apotek tetapi juga tidak merugikan pasien. Performance and Design (penampilan apotek) Penampilan fisik apotek akan berpengaruh langsung terhadap performa apotek dan image apotek di mata masyarakat. Penampilan fisik apotek dapat meliputi beberapa hal antara lain kebersihan, penerangan, tata ruang apotek, tata warna, bau, suara, suhu, lebarnya lorong, macam-macam obat yang disediakan, pajangan berisi informasi-informasi tertulis, kelengkapan dan keanekaragaman obat serta penataan obat. Penampilan fisik yang optimal akan menjadikan masyarakat tertarik dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh apotek. Penampilan Apotek BAMBU KUNING akan tampak sebagai berikut: di halaman terpampang dengan jelas tulisan Apotek BAMBU KUNING pada papan neon box berdimensi 150 cm x 100 cm, berwarna dasar kuning dengan tulisan berwarna hijau tua, dilengkapi dengan tulisan Layanan Konsultasi Obat dan waktu operasi apotek dan layanan konsultasi. Halaman parkir yang terbatas Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 8

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

dioptimalkan untuk parkir sepeda motor, dan dihiasi dengan berbagai tanaman hias sehingga menampilkan kesan asri. Dinding apotek dicat dengan warna kuning dikombinasikan dengan warna hijau untuk memperkuat kesan dari nama apotek. Pintu apotek terbuat dari kaca agar kegiatan didalam apotek dapat dilihat dari luar, dilengkapi dengan teralis besi untuk keamanan apotek. Bagian dalam apotek terdiri dari ruang tunggu dengan beberapa kursi, dengan lantai keramik warna putih yang selalu terjaga kebersihannya, dan tersedia tempat sampah. Tempat untuk penerimaan dan penyerahan resep berupa etalase setinggi dada orang dewasa yang di dalamnya berisi obat-obat bebas dan bebas terbatas yang sering dibeli oleh pengunjung. Di sebelah etalase penerimaan, terdapat bilik konsultasi obat, dengan tampilan yang tertutup oleh korden berwarna putih, untuk menjaga kerahasiaan dan privasi pengunjung yang berkonsultasi. Ruang peracikan tertutup dari pandangan pengunjung, dibatasi oleh sekat nonpermanen berupa etalase penyimpanan obat. Layout apotek disusun secara self selection dengan menempatkan obat-obat bebas dan bebas terbatas dan beberapa alkes pada rak swalayan yang disusun secara grid layout. Swalayan tersebut diusahakan terletak pada posisi yang memudahkan pengawasan. Sementara itu, untuk obat keras disimpan di dalam ruang peracikan, begitu pula dengan beberapa obat bebas dan obat bebas terbatas yang biasa diresepkan atau harganya sangat mahal. Personel Rekrutmen personel yang akan terlibat dalam operasional apotek didasarkan atas skill, kemampuan dan komitmen personel dengan didasarkan pada kebutuhan pelayanan dan anggaran apotek. Jumlah personel diusahakan seefektif dan seefisien mungkin untuk menghindari pemborosan. Pada tahap awal, Apotek BAMBU KUNING akan memulai operasional dengan seorang Apoteker, dua orang asisten apoteker dan dua orang juru resep yang bekerja shift pagi dan shift sore. Promosi Promosi sangat penting dilakukan dalam rangka pengenalan citra apotek kepada masyarakat luas. Promosi dilakukan dengan memberikan kartu nama untuk Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 9

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

setiap pelanggan baru, yang mana dibalik kartu nama tersebut berisi fasilitasfasilitas yang tersedia. Apotek BAMBU KUNING akan memberikan pelayanan konsultasi gratis terkait obat selama masa promosi, yaitu sekitar enam bulan pertama. Selama masa promosi itu pula, apotek akan memberikan diskon untuk setiap pembelian obat dengan resep. Diskon yang diberikan adalah sekitar 10 %. Disamping itu, kerja sama profesional dengan dokter praktek dan klinik di sekitar apotek juga akan dilakukan dalam kaitannya untuk peningkatan volume penjualan. Kerjasama yang dilakukan dengan dokter dan klinik bersifat pendekatan profesional, dalam rangka memperkenalkan keberadaan apotek, dan bukan merupakan kerjasama yang berorientasi pada profit. Prasarana Apotek BAMBU KUNING akan memberikan fasilitas yang lebih baik untuk menunjang kenyamanan pasien selama di dalam apotek, antara lain : tersedianya ruang tunggu yang nyaman dan bersih dilengkapi dengan fasilitas televisi, berbagai macam buku bacaan, kamar mandi yang bersih dan nyaman khusus untuk pasien. Selain itu tersedianya fasilitas parkir gratis akan meningkatkan kenyamanan bagi pasien. Pesaing Apotek BAMBU KUNING terletak pada lokasi yang strategis sehingga tidak akan lepas dari persaingan dengan apotek lain yang berada di sekitarnya. Di sepanjang Jalan Raya Balung terdapat 2 apotek lain, yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Apotek BAMBU KUNING. Prioritas Pelanggan Potensial Prioritas pelanggan potensial apotek BAMBU KUNING adalah pasien geriatri, pediatri dan pasien umum karena lokasi apotek yang berada dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Balung, memungkinkan bagi pasien tersebut untuk mengakses obat di apotek BAMBU KUNING. Analisa SWOT Analisa SWOT merupakan prosedur sistematis untuk mengidentifikasi berbagai peluang-peluang (opportunities) dan ancaman-ancaman (threats) dengan Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 10

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

elemen-elemen internal organisasi untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan (strengths) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses). Analisa SWOT digunakan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor keberhasilan kritis (critical success factors) dari sebuah apotek. Adapun analisa SWOT dari Apotek BAMBU KUNING dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Kekuatan-kekuatan (strengths) - Pemilik Sarana Apotek (PSA) merangkap sebagai Apoteker Pengelola Apotek (APA). Kondisi ini dinilai sebagai sebuah kekuatan dalam pengambilan keputusan-keputusan, sehingga apotek dapat menjalankan fungsinya sebagai sarana pengembangan modal dan sekaligus pelayanan kesehatan yang bermutu secara seimbang. Apotek BAMBU KUNING akan memberikan jasa konsultasi obat (gratis selama masa promosi) kepada masyarakat dalam pelayanan dengan resep maupun swamedikasi. Dengan adanya konsultasi yang dilakukan oleh apoteker kepada masyarakat akan memberikan nilai tambah berupa kepercayaan terhadap apotek. 2. Kelemahan-kelemahan (weaknesses) Pemilik belum berpengalaman dalam memegang usaha apotek. Modal pendirian apotek yang terbatas jumlahnya. Jumlah dan jenis persediaan obat masih sangat terbatas karena apotek Pemahaman masyarakat terhadap peran apoteker di apotek masih

masih baru. kurang. Sehingga perlu usaha lebih untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan fungsi tersebut. 3. Peluang-peluang (opportunities) Lokasi strategis dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Balung dan sarana pelayanan kesehatan lainnya yaitu Puskesmas Balung dan tempat praktek dokter. Kecamatan Balung memiliki potensi berkembang yang sangat besar karena merupakan akses penting penghubung Kabupaten jember dan Lumajang. Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 11

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Kondisi lingkungan sangat mendukung karena di sekitar lokasi apotek Apotek berada di jalur transportasi utama sehingga memudahkan

merupakan daerah berpenduduk padat dan heterogen. pendistribusian obat. Ancaman-ancaman (threats) Adanya apotek kompetitor yang sudah ada terlebih dahulu. Pada umumnya, resep dari rumah sakit juga langsung ditebus di di

apotek dalam rumah sakit. Analisa Break Even Point Analisa BEP merupakan alat yang digunakan untuk menetapkan suatu titik dimana hasil penjualan akan menutup semua biaya-biaya yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Tujuan utama analisa BEP adalah untuk memprediksi efek-efek perubahan dalam biaya, harga atau pendapatan atas laba apotek, sehingga analisa ini berguna dalam plan of action untuk menetapkan profit planning, menetapkan harga jual dan sebagai salah satu alat kontrol dari fungsi assessment. b. Aim Dalam menetapkan tujuan haruslah didasari dengan analisa dan studi kelayakan yang telah dilakukan sebelum dibangunnya apotek. Apotek BAMBU KUNING sebagai sebuah unit usaha tentunya akan berbasis pada profit oriented namun tanpa mengesampingkan patient oriented sebagai bentuk dari pengabdian profesional apoteker. c. Action Action merupakan suatu tindakan dan bentuk pelaksanaan dari suatu perencanaan yang telah dilakukan dengan didasari tiga komponen yang saling terkait yaitu REM (Regulasi, Edukasi dan Managerial). Dalam proses operasional apotek dilapangan, tentunya tidak terlepas dari berbagai masalah yang akan menjadi hambatan pencapaian tujuan. Dalam kaitannya dengan proses analisa, maka

Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 12

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

masalah yang mungkin akan dihadapi apotek BAMBU KUNING antara lain seperti tertera dalam tabel berikut beserta action yang akan diambil : N Masalah Regulasi Memperbaiki/ menyempurnakan protap pelayanan o 1 Salah obat Action Edukasi Obat beresiko tinggi dipisahkan, Melakukan crosscheck sebelum obat diberikan ke pasien. Mengajukan substitusi obat kepada pasien atau pelayanan penghantaran obat Peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian dan evaluasi bersama Dilakukan crosscek obat dengan kartu stock. Pelatihan SDM mengenai cara penataan obat Manajerial Mempertahankan kredibilitas apotek dengan cara komunikasi dengan pasien,memberi penjelasan dan rasa aman, mengganti obat dengan benar atau bila perlu dibawa ke dokter. Melakukan kerjasama dengan apotek lain (terdekat) Peningkatan mutu pelayanan Sistem pengawasan ditingkatkan Pengembalian obat yang mendekati ED, atau segera mengeluarkan obat yang mendekati ED, serta pemusnahan obat yang kadaluarsa dan membuat berita acara pemusnahan. Mencari modal tambahan, analisa ulang manajerial apotek, pembuatan kebijakan

Obat tidak tersedia saat resep masuk

Pencatatan obat yang tidak ada pada buku defecta Mencari sumber masalah dan evaluasi apotek Perbaikan Sistem pencatatan pada kartu stock Pencatatan tanggal kadaluarsa obat, penataan secara FIFO dan FEFO

3 Apotek sepi

4 Obat hilang

5 Obat kadaluarsa

6 Apotek merugi

Mencari sumber masalah dan evaluasi apotek

Penataan sistem keuangan, pelatihan manajerial

d.

Assessment

Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 13

Program Pendidikan Profesi Apoteker Periode 89

Assessment merupakan penilaian, monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap proses dan hasil yang dicapai apotek selama periode tertentu. Evaluasi ini terkait dengan pencapaian tujuan dari apotek itu sendiri yang mencakup evaluasi manajerial dan operasional. Dalam hal ini Apotek BAMBU KUNING akan melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan dalam melaksanakan tugasnya setiap bulan terkait dengan jumlah penjualan dan pencapaian tujuan apotek dalam periode tertentu. e. Adjustment Setelah dilakukannya evaluasi secara berkala, berkelanjutan dan

berkesinambungan, maka akan ditemukan faktor-faktor negatif yang perlu diminimalkan dalam kaitannya dengan proses operasional dan manajerial apotek. Adjustment merupakan usaha untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan terhadap faktor-faktor negatif apotek sehingga dihasilkan proses yang lebih baik pada periode berikutnya untuk meningkatkan kinerja, pendapatan apotek dan kepuasan pelanggan.

Proposal Pendirian Apotek BAMBU KUNING 14