Anda di halaman 1dari 3

I.

Pengenalan Teori Akuntansi Teori akuntansi memberikan logika dan pemahaman akuntansi terkait dengan

perkembangan ilmu akuntansi. Teori akuntansi lahir dan berkembang secara bertahap melalui proses penelitian atau riset yang panjang. Setiap bentuk penelitian akuntansi khususnya dalam bidang akuntansi keuangan akan menguji atau membentuk teori akuntansi yang baru. Banyak ahli akuntansi melihat bahwa teori akuntansi bukanlah satu disiplin ilmu murni, tetapi lebih bersifat teori akuntansi terapan yang dikembangkan dari banyak perspektif keilmuan. II. Peranan Teori Akuntansi

Teori akuntansi merupakan susunan prinsip umum yang berperan dalam memberikan pemahaman berikut: 1. Memberi seperangkat prinsip logis yang saling berkaitan sebagai kerangka acuan umum untuk penilaian dan pengembangan praktik akuntansi yang sehat. 2. Sebagai dasar peramalan tentang sesuatu fenomena yang akan terjadi di masa mendatang (Hendriksen: 2001). III. Klasifikasi Teori Akuntansi

Teori Akuntansi terdiri atas beberapa tingkatan berikut: 1. Teori Sintaksis : tingkatan teori yang paling rendah tingkatannya, karena hanya mampu memberikan penjelasan atas praktik akuntansi yang terjadi. 2. Teori Semantik (Teori Interprestasi) : menitik beratkan pada fenomena atau hal hal atau kejadian tertentu, yang ditujukkan denganm suatu simbul atau tanda atau istilah tertentu yang menunjukkannya. 3. Teori Perilaku (Pragmatik) : menekankan pada pengaruh atas iktisar laporan keuangan terhadap perilaku atau keputusan pemakai laporan keuangan tersebut. IV. Pengantar Teori Akuntansi dan Proses Akuntansi

Tujuan Teori Akuntansi: 1. Untuk menjelaskan suatu fenomena tertentu di dalam akuntansi (observated fenomenas), 2. Untuk memberikan dasar prediksi atas fenomena akuntansi yang mungkin akan terjadi di masa mendatang berdasarkan fenomena saat ini yang telah terjadi (unobservated fenomenas). V. Keterkaitan antara TA dan praktik akuntansi

Praktik Akuntansi

Fungsi akuntansi atau praktik pencatatan kejadian ekonomi (transaksi) sudah ada sejak adanya kejadian transaksi bisnis, bahkan sejak adanya kehidupan sosial ekonomi manusia. Siklus Akuntansi Siklus akuntansi menggambarkan sebagai rangkaian langkah-langkah pencatatan, penggolongan, dan penjajian laporan keuangan. Rangkaian kegiatan akuntansi disusun dalam bentuk suatu sistem akuntansi. Sistem akuntansi menggambarkan serangkaian proses dan prosedur akuntansi yang saling berkaitan, yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan laporan keuangan. Sistem akuntansi keuangan pokok meliputi: 1. Bukti-bukti pembukuan, yang merupakan catatan pertama dari setiap transaksi dan digunakan sebagai dasar pencatatan dalam buku jurnal secara kronologis. 2. Buku - buku jurnal merupakanan catatan pertama dalam akuntansi. Perusahaan dapat menggunakan salah satu dari dua tipe jurnal. Pertama, Jurnal Umum, yaitu satu buku jurnal digunakan untuk mencatat seluruh jenis transaksi. Kedua, Jurnal Khusus, yaitu jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang sejenis saja, sehingga perusahaan harus membuat jurnal khusus untuk setiap jenis transaksi, di antaranya: penjualan, pembelian, pemakaian bahan, penerimaan kas, pengeluaran kas, dan jurnal umum. Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dapat ditampung dalam jenis jurnal khusus. 3. Rekening-rekening atau buku besar. Buku besar ada dua macam, yaitu: buku besar (ledger) dan buku besar pembantu (subsidary ledger). Ledger merupakan catatan atas ringkasan transaksi sejenis, yang diposting dari ayat-ayat jurnal. Subsidary ledger merupakan catatan rinci atas transaksi tertentu, yang dicatat langsung dari dokumen, yang berfungsi sebagai catatan pendukung akurasi buku besar tertentu. Misalnya, buku besar pembantu untuk piutang usaha, persediaan, utang usaha, biayabiaya. 4. Laporan keuangan. Laporan keuangan pokok yang dihasilkan dari sistem akuntansi tersebut diantaranya: Neraca, Laporan laba rugi, laporan arus kas, Laporan perubahan equitas, dan catatan atas laporan keuangan. Langkah-langkah menyusun laporan keuangan 1. Berdasarkan catatan jurnal dan buku besar dalam sistem akuntansi di atas, selanjutnya dibuat Neraca saldo, yaitu daftar saldo rekening.

2. Mengumpulkan data dan informasi tambahan untuk membuat adjustment, untuk mengupdate beberapa reneing yang belum menggambarkan informasi yang senyatanya. 3. Menyusun neraca lajur (kertas kerja) dan membuat penyesuaian di dalamnya. 4. Menyusun laporan keuangan. 5. Menyesuaikan dan menutup rekening. 6. Menyusun neraca saldo setelah penutupan buku. Penutupan buku hanya dilakukan terhadap rekening nominal. 7. Menyesuaikan kembali rekening-rekening riel, sebagai persiapan untuk melakukan proses akuntansi (baru) berikutnya.