Anda di halaman 1dari 43

SISTEM KOMUNIKASI VCCS GAREX 220 ANTAR BANDARA DAN PESAWAT TERBANG YANG MENUNJANG KESELAMATAN LALU LINTAS

PENERBANGAN DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA

Yanwar Alamdo 525070029

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA 2010

LATAR BELAKANG
Sistem komunikasi merupakan bagian yang tak terlepaskan dalam industri penerbangan Sistem komunikasi di Bandara menggunakan VCCS Garex 220 Peralatan VCCS GAREX 220 dapat menunjang kelancaran lalu lintas penerbangan VCCS GAREX 220 ini diaplikasikan pada suatu menara tower

TUJUAN KERJA PRAKTEK


Mempelajari fungsi sistem komunikasi yang terintegrasi dengan menggunakan peralatan VCCS GAREX 220 yang terdapat di Bandara SoekarnoHatta. Memenuhi persyaratan utama dari mata kuliah Kerja Praktek di Jurusan Teknik Elektro Universitas Tarumanagara.

GAMBARAN TEMPAT PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


Gambaran Umum PT. (Persero) Angkasa Pura II
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta adalah gerbang utama Indonesia dari dunia Internasional bandara ini mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 1984

Lokasi PT. (Persero) Angkasa Pura II


Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta Gedung 600, PO Box 1001 Jakarta 19120, Indonesia

GAMBARAN TEMPAT PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK (1)


Logo PT. (Persero) Angkasa Pura II

GAMBARAN TEMPAT PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK (1)


Gambaran Umum Struktur Organisasi pada Bidang Teknik Elektronika di PT.(Persero) Angkasa Pura II

WAKTU PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


Kerja praktek dilaksanakan pada hari kerja Senin sampai Jumat

Kerja praktek dimulai pada Tanggal 6 September 2010 sampai Tanggal 5 November 2010

VCCS GAREX 220


GAREX berasal dari kata Gustaf A.Ring Xchange yang merupakan sebuah merek dari alat /sistem voice switching yang diproduksi dari negara Norwegia Suatu sistem telekomunikasi yang sudah terintegrasi dimana seluruh komunikasi dapat dikontrol Terdiri dari beberapa bagian yaitu central equipment dan position equipment Terdapat beberapa buah switching node dimana satu node memiliki beberapa buah node card

VCCS GAREX 220 (1)


Bagian yang terdapat pada Garex

VCCS GAREX 220 (2)


Bentuk dari central equipment

CENTRAL EQUIPMENT
berfungsi sebagai pusat dari proses switching berfungsi untuk memproses sinyal digital terdiri dari :
Analog Line Card (ALC) Switch Card (SWC) dan Switch Distribution Card (SDC)

ANALOG LINE CARD (ALC)


card interface yang mempunyai banyak jenis seperti :
4 wire 2 wire Dial In / Ring Out (DIRO) 2 wire Ring In/Ring Out (RIRO) 2 wire Ring In / Dial Out (RIDO) 2 wire Loop In / Ring Out (LIRO)

SWITCH CARD (SWC) DAN SWITCH DISTRIBUTION CARD (SDC)


Merupakan card dasar yang berfungsi untuk menjalankan proses switching dalam GAREX 220 SDC berfungsi sebagai penghubung antar node

POSITION EQUIPMENT
berfungsi sebagai pengontrol data input dan data output yang berhubungan dengan central equipment Terdiri dari :
Position Terminal Unit (PTU) Central Processing Unit (CPU) Touch Screen Panel (TSP)

POSITION EQUIPMENT (1)


Bagian pada Garex 220

POSITION TERMINAL UNIT (PTU)


Merupakan pusat kontrol keluar dan masuk data dari GAREX 220 Terdiri dari :
Position Audio Card (POS AUDIO) Position Microcontroller Card (POS MICRO) U-Interface Position Card (UPIFPO)

CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)


Berfungsi sebagai pengatur jalannya informasi data antara POS MICRO ke TSP Spesifikasi dari CPU :
Operating Sistem : Windows NT Application RAM Drivers : The GAREX Touch Panel application : 32 MB atau lebih : ELO touch driver

Program Storage : 32 MB atau lebih

TOUCH SCREEN PANEL (TSP)


Monitor berteknologi touch screen yang berisi daftar frekuensi radio dan nomor telepon

FITUR PADA SISTEM KOMUNIKASI GAREX 220


Dibagi menjadi dua fitur yaitu fitur komunikasi telepon fitur komunikasi radio

KOMUNIKASI TELEPON
komunikasi yang berada diantara posisi internal Digunakan untuk menghubungkan antar operator didalam satu bandara maupun menghubungkan operator di bandara lain Diproses di Analog Line Card (ALC), dimana menggunakan sistem 2 wire

KOMUNIKASI TELEPON (1)


Proses jalannya komunikasi telepon

KOMUNIKASI TELEPON (2)


Beberapa fungsi yang terdapat pada fitur telepon yaitu :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Direct Access (DA) Indirect Access (IA) Hold Conference Call Forward Transfer 7. Override 8. Local Abbreviated Dialling 9. Multicall

DIRECT ACCESS (DA)


Merupakan fasilitas dalam operator panel untuk memudahkan user dalam menghubungi operator lain hanya dengan sekali menekan tombol tujuan

INDIRECT ACCESS (IA)


Dibuat dengan menekan nomor yang dituju Panggilan keluar secara tidak langsung tersedia ke semua tujuan pada sistem yang memakai dial multidigit

HOLD
Untuk posisi sementara pembicaraan terputus tetapi tidak terputus dengan jaringan telekomunikasi

CONFERENCE
Hubungan beberapa channel telekomunikasi menjadi satu

CALL FORWARD
Kondisi dimana setiap panggilan di arah kan ke posisi operator tertentu,untuk sementara waktu

TRANSFER
Mengirimkan hubungan komunikasi yang telah dilakukan dari satu bagian ke bagian lain

OVERRIDE
Monitoring suatu komunikasi yang sedang berlangsung pada suatu posisi Membentuk hubungan cepat dengan bagian yang ditelepon

LOCAL ABBREVIATED DIALLING


Memperbolehkan operator untuk memprogram dan mengirim digit tunggal semua nomor tersebut

MULTICALL
Mendistribusikan panggilan telepon yang akan masuk diantara susunan setiap posisi yang belum didefinisikan

KOMUNIKASI RADIO
Terdiri dari beberapa fungsi yaitu :
Monitor Traffic Neighbour Muting Retransmission Receiver Voting

MONITOR
Setiap saluran komunikasi dialokasikan ke suatu posisi secara berurutan yang dapat diseleksi untuk di-monitor-kan

TRAFFIC
Memberikan semua informasi yang dibutuhkan pilot

NEIGHBOUR MUTTING
Untuk menghindari adanya feedback yang terjadi dalam suatu hubungan untuk menghindari feedback dilakukan dengan cara server mematikan fungsi dari assistance

RETRANSMISSION
pengiriman ulang pembicaraan antara pilot dengan ATC ke pilot lain

RECEIVER VOTING
Memindahkan pemantauan receiver yang kurang baik sinyalnya kedalam kawasan receiver yang memiliki sinyal yang lebih kuat

CARA KERJA SISTEM KOMUNIKASI GAREX 220


cara kerja komunikasi telepon dan cara kerja komunikasi radio yang dapat bekerja secara bersamaan

TEMUAN DAN ANALISIS


Temuan : 1. Fungsi sistem komunikasi radio dan telepon masih dapat mengalami gangguan 2. Kinerja sistem GAREX dipengaruhi oleh faktor luar Analisis :
1. Gangguan pada komunikasi radio seperti adanya gangguan pada frekuensi radio GAREX yang disebabkan oleh breaker liar disekitar Bandara, sedangkan gangguan pada komunikasi telepon yaitu adanya gangguan dari media satelit VSAT 2. Sistem grounding dan sistem pendingin pada ruang peralatan mempengaruhi kinerja VCCS Garex

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan :
1. Sistem komunikasi radio Garex dapat mengalami gangguan teknis 2. Sistem komunikasi telepon juga dapat mengalami gangguan teknis 3. Kinerja VCCS Garex dipengaruhi oleh faktor luar

Saran :
Proses kalibrasi TSP harus dilakukan secara berkala dan dana operasional ditambah agar proses kalibrasi dapat dilakukan dengan teratur

DAFTAR ACUAN
[1]GAREX 220 VCCS Operator Manual, Navia Aviation, AS, 1995.

[2] Sistem Komunikasi Bandara VCCS GAREX 220, Jakarta, 2001.


[3] GAREX 220 VCCS System Architecture Manual, Park air Systems, AS, 2002. [4] Position Operators Manual Touch Screen Panels VCCS, Navia Aviation, Norway, 1998 [5] GAREX 220 Manual Book, Navia Aviatio, AS, 2002. [6] Sejarah, PT. Angkasa Pura II, 28 Oktober 2010, http://jakartasoekarnohattaairport.com/

DAFTAR BACAAN
1. D. Ariyus dan R. Andri, Komunikasi Data. Jakarta: Andi Publisher, 2008 2. H. Tanudjaja, Pengolahan Sinyal Digital Dan Sistem Pemrosesan Sinyal. Jakarta: Andi, 2007

3. MODULASI FREKUENSI (FM), November 2009, http://members.fortunecity.com/siskomst3/fm.html


4. What is a Satellite VSAT network?, 15 Oktober 2009, http://www.dshs.state.tx.us/wichd/hd/satellite-memo.shtm

SEKIAN DAN TERIMA KASIH