Anda di halaman 1dari 10

Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) 20 KV Berbasis Mikrokontroler

AVR ATMEGA 8535 Maulana Uda Manggala Alumni 2010 Pendidikan Teknik Elektronika Dan Engineer S. SCADA GE,

Muhammad Rifan Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta Muhammad Yusro Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta Fahmi Yudaprawira Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer No.Reg (5235107428) Abstrak
RTU ( Remote Terminal Unit ) is one of the component of a System or SCADA situated at the coverage , distribution and hyphen coverage of plants which have duty to execute all orders from master station . Central control consisting of a series of Mikrokontroler ATMega 8535 in which has been programmed useful to run an application of control , lcds and led as indicator status as well as a push button on-off as the control for the user interface and the series of its own power supply that gives overall voltage supply chain.

Kata Kunci : RTU ( Remote Terminal Unit)

Teknologi elektronika saat ini sangat berkembang pesat, hampir semua kegiatan saat ini sudah dapat diakses melalui teknologi yang semakin canggih dan modern serta bermunculan berbagai

mempunyai peranan penting jika terjadi gangguan maka dapat mengakibatkan kerugian baik pada konsumen maupun penyedianya. Penggunaan system SCADA pada

produk-produk yang berbasiskan teknologi yang sangat tinggi dan munculnya berbagi produk teknologi terbaru yang

pendistribusian tenaga listrik di Indonesia semuanya dikelola oleh PT.PLN yang berada hampir diseluruh Indonesia dengan pembagian Zona pada setiap wilayah tergantung pada besarnya luas wilayah tersebut. Tujuan utama penggunaan

menggunakan teknologi mikrokontroler, mulai dari peralatan industri, perkantoran, sampai rumah tempat tinggal. Sistem Pendistribusian system tenaga listrik tenaga

SCADA saat ini adalah meminimumkan waktu padam konsumen, baik akibat pemeliharaan maupun gangguan,untuk itu
1

merupakan

penyaluran

listrik dari media ke konsumennya, hal ini

Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) S(Maulana Uda Manggala)

penulis mengembang kan system SCADA ini menjadikan sebuah alat control RTU SCADA 20 KV berbasis mikrokontroler ATMega 8535.Dari besarnya aplikasi dari mikrokontroler tersebutlah yang melatar belakangi penulis skripsi untuk merancang sebuah alat simulasi control RTU (Remote Terminal Unit) SCADA berbasis IC mikrokontroler ATMega 8535 untuk

4) Bagaiman proses terjadinya pengiriman sinyal status,control? 5) Apakah alat simulasi control RTU SCADA ini dapat membantu seseorang untuk mempelajarinya dengan mudah?

Pembatasan Masalah Makalah ini merupakan studi awal untuk alat simulasi control RTU SCADA 20 KV berbasis mikrokontroler ATMega 8535. Dalam pembuatannya dibuat sesederhana mungkin dengan mempertimbangkan latar belakang dan identifikasi masalah dan bertujuan untuk mempermudah

mempermudah memahami opersi kerja didalam system SCADA. Alat simulasi control ini dibuat tidak memakai

seluruhnya dengan system SCADA yang aslinya, yang menggunakan bahasa

protocol dalam komunikasi dengan device lain tetapi berusaha membuat bagaimana system control RTU SCADA itu

pembelajaran konsep system control RTU SCADA.

beroperasi

dalam

menggunakan

Tujuan Penelitian 1) Memberi simulasi konsep system

mikrokontroler dan menggantikan peranan dari control RTU SCADA sehingga system control RTU SCADA 20KV tersebut dapat berjalan dan mudah

control RTU SCADA 20 KV 2) Mempermudah pengajaran terhadap

konsep system control SCADA.

dimengerti. Perumusan Masalah 1) Bagaimana SCADA? 2) Bagaimana mikrokontroler ATMega 8535 digunakan untuk membuat alat simulasi control RTU SCADA 20 KV? 3) Bagaimana mikrokontroler ATMega 8535 dapat menjalankan semua operasi control RTU 20 KV yang dijalankan system SCADA? I. bekerjanya system KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR A. Kajian Teoritis Sistem SCADA Definisi SCADA dalam artinya harfiah adalah pengawasan, pengendalian,dan pengambilan data. Sistem pengendalian berbasis SCADA banyak diterapkan dalam pengoperasian dan pengedalian

HAELKA, VOL.1 Februari 2010 : 1 - 10

system industri.

ketenaga

listrikan

ataupun

e. Remote Control (RC). f. Pengendalian buka/tutup perangkat

pemutus daya, pemisah star/stop dari II. Fungsi sistem SCADA : a. Mengetahui buka atau tutup sakelar (switch) pada jaringan yang diawasi. b. Mengetahui besaran tegangan,arus dan frekuensi disetiap penyulang pada jaringan. c. Mengetahui alarm,seperti beberapa indikasi ground IV. Master Station Pusat control terdiri dari beberapa konsumen utama yaitu : main komputer (Server), (MMI), atau dapat Man WS Machine Interface dan gambar generator serta pengendalian yang dilakukan secara otomatis untuk keseragaman dan pengendalian perintah berurutan, misalnya merubah

konfigurasi jaringan.

fault,overcurrent,supply fault,over. d. Melakukan remote control atau

maneuver buka atau tutup saklar e. Engetahui tegangan grafik beban

programming

peripheral lainnya. Fungsi utama dari main komputer adalah mengatur komunikasi antara dirinya sendiri dengan RTU, mengirim

sehingga

diperkirakan beban beberapa jam kemudian. f. Mengetahui beban atau tegangan

dan menerima data dari RTU kemudian menterjemahkan informasi yg ke dalam bentuk

sudah mendekati meksimum sehingga dapat dilakukan tindakan

dapat

dimengerti informasi

pencegahannya.

User.,mendistribusikan

tersebut ke Man Machine Interface, mimic board dan printer logger dan III. Tujuan Digunakannya SCADA a. Telemetering b. Pemantauan pengukuran beban baik daya nyata (MW), daya rektif (MVar), tegangan dalam KV dan arus dalam (A) dan frekunsi (F). c. Telesignaling (TS) d. Pemantauan indikasi dari semua alarm dan status terbuka atau tertutupnya Circuit Breaker (CB).
Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) S(Maulana Uda Manggala)

mendokumentasikan tersebut,memange semua

informs peripheral

yang ada dipusat control.

Tabel Periperal Minimal Master Station No. 1 Nama Man Interface Jumlah Machine 2 Funsi Sebagai muka antar User

(MMI) dengan system 2 Mimic Board/HMI (Human Machine Interface) 1 Menampilkan system dikontrol dalam bentuk yang

diagram static. Display angka hasil pengukuran. Display status 3 Printer 3 Mencetak informasi yang didapat. Mencetak data, gambar grafik. dan

V.RTU (Remote Terminal Unit) Fungsi RTU : a. Mendeteksi perubahan posisi saklar (open/close/invalid) b. Mengetahui besaran tegangan, arus dan frekunsi (digardu induk) c. Menerima perintah remote control dari pusat untuk menutup. membuka atau

d. Mengirim data dan informasi kepusat control yang terdiri atas: i. Status Saklar ii. Hasil Eksekusi remote control iii. Nilai besar tegangan,arus dan

frekuensi

HAELKA, VOL.1 Februari 2010 : 1 - 10

Arsitektur RTU RTU terbagi 3 bagian, yaitu : a. CPU (Central Terminal Unit), terdiri dari card MP49,MP41,ME43. b. Peripheral, terdiri dari card RL00, card AL05, khusus untuk Gardu Induk (GI) ditambah card AA03 dan card AA11. c. Power supply, terdiri dari card A101 dan card A102.

Hubungan,komunikasi mempergunakan media udara

yang dan

menggunakan gelombang radio sebagai pembawa sedangkan menangkap dipancarkan pembicaraan sipenerima sinyal-sinyal dan timbal balik,

langsung radio yang

diperkuat

sehingga

merupakan suatu bunyi yang keluar dari load speaker.

VII. Protokol Komunikasi VI. Media Telekomunikasi Sub Sistem Telekomunikasi Untuk menghubungkan dua perangkat yaitu komputer dipusat control dengan remote terminal unit system perangkat komunikasi tersebut diperlukan sub sehingga dapat dua saling Dasar teori protokol Komunikasi Data a. Tipe dan besaran dari sinyal elektris yang digunakan . b. Tipe link komunikasi c. Tipe kode yang harus digunakan masing-masing karakter. d. Arti dari masing-masing karakter e. Bagaimana dikendalikan. Kabel Kontrol Kabel control merupakan kabel media standard Komunikasi Serial Tranmisi data dimana suatu f. Bagaimana kesalahan dapat dideteksi dan dikoreksi aliran data dapat

berkomunikasi satu sama lain.

komunikasi

dengan

Telkom, Spesifikasi teknik kabel control secara umum adalah : tahanan kabel 65 ohm/Km,tahanan isolasi lebih dari 5000 Mohm,kapasitansi (800Hz)

karakter dikirimkan tiap bit bergantian (pada saat bersamaan hanya dikirimkan satu bit data).

55F/Km,diameter tembaga 0.6mm,jumlah pair dalam satu kabel 30 pair,bahan insulasi sheath adalah polyethylene dengan dialetric strength 1 KV.

Keuntungan

Dalam

Penggunaan

Komunikasi Serial a. Jarak pengiriman lebih jauh

Radio Komunikasi

dibandingkan komunikasi parallel

Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) S(Maulana Uda Manggala)

b. Tidak dibutuhkan pengkawatan yang banyak c. Trend komunikasi saat ini adalah serial,ethenet dan FO

Alat Simulasi Kontrol RTU SCADA 20 KV dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1. Bagian pusat control dan Power Supply, bagian ini menggunakan satua buah mikrokontroler ATMega 8535 yang

Komunikasi Serial dapat dibagi atas : a. Komunikasi Serial Synchronous yaitu serial dengan menyertakan pewaktu (clock) sebagai awal pengiriman 1 bit. Disebut juga dengan SPI (serial Pheripheral Interface) b. Komunikasi Serial asynchnous, yaitu komunikasi menggunakan kesepakatan penerima. serial baud antara rate pengirim dengan sesuai dan

akan

mengatur

dan

menggantikan

seluruh fungsi kerja control pada remote terminal unit digardu hubung, sebagai interface antar user dengan bagian control akan memakai LCD HD 44780 dan LED yang berfungsi sebagai indikator status relai. 2. Bagian Penggalamatan dan relai, CB (Cirkuit Breaker) di RTU sendiri akan digantikan berfungsi oleh sebagai relai-relai saklar yang on-off ke

pendistribusian konsumen VIII. Mikrokontroler ATMega

tenaga

listrik

,system

pengalamatan

protokol akan digantikan perannya oleh IC 74151 dimana pada saat

IX.

Light Emitting Diode (LED)

pengkontrolan CB dilakukan maka IC 74151 ini akan mengidentifikasi alamat

X.

Tombol Tekan (Push on-off)

yang dikeluarkan IC ATMega 8535.

XI.

LCD (Liquid Crstal Display) METODOLOGI PENELITIAN

XII.

Relai

A. Tujuan Operasional Penelitian 1. Menguji rangkaian-rangkaian yang

XIII.

Downloader USB ATMega 8

membentuk suatu alat simulasi control RTU SCADA 20 KV berbasis

XIV.

Multiplekser

mikrokontroler AVR ATMega 8535 dengan menggunakan komponen-

B. Kerangka Berpikir

komponen elektronika

HAELKA, VOL.1 Februari 2010 : 1 - 10

2. Mengetahui prinsip kerja rangkaian system 3. Membuat alat simulasi control RTU SCADA 20 KV berbasis

mikrokontroler AVR ATMega 8535 4. Mempermudah mempelajari SCADA

B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan ditempat

laboratorium elektronika digital Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNJ. Dilakukan selama 3 semester 2008-2010.

C. Metode Penelitian 1. Perancangan dan pembuatan mekanik 2. Perancangan dan pembuatan peralatan input meliputi rangkaian tombol push on-off (rangkaian power supply Step down) 3. Perancangan dan pembuatan peralatan output meliputi rangkaian LCD dan Relai, LED dan Mikrokontroler

sebagai rangkaian pengedalian serta perancangan downloader 4. Perancangan program meliputi box dan pembuatan

pembuatan diagram alir (flowchart) dan BASCOM AVR 5. Evaluasi dan uji coba program 6. Pengujian Alat

Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) S(Maulana Uda Manggala)

D. Hasil Penelitian Hasil Penelitian Rangkaian 1. Pengujian Rangkaian Sistem Minimum AVR ATMega 8535 Pengujian rangkaian system minimum AVR ATMega 8535 dilakukan dengan menghubungkan port D dari mikrokontroler dengan LED yang sebelumnya telah diprogram terlebih dahulu.

Tabel Pengukuran Sistem Mikrokontroler AVR ATMega 8535 Kondisi LED Tegangan Pada Port.D (Volt) PD.0 PD.1 PD.2 PD.3 PD.4 PD.5 PD.6 PD.7 0,2 4,9 0,2 4,9 0,2 4,9 0,2 4,9 0,2 4,8 0,2 4,8 0,2 4,9

Menyala 0,2 Padam 4,9

Berdasarkan Data hasil Pengujian pada table tersebut dapat ddisimpulkan bahwa rangkaian system minimum dapat berjalan dengan baik karena sesuai dengan criteria pengujiannya, masing-masing Port mikrokontroler pada saat LED menyala berada pada tegangan 4,8-4,9 VDC dengan tegangan input sebesar 5 VDC. 2. Pengujian Rangkaian Tombol Push On-off (input) 3. Pengukuran Driver Relai

Tabel Pengukuran Driver Relai Kondisi VBE


Basis-Emiler)

VCE(tegangan VBC ColektorEmiter) (tegangan ColektorBasis)

Tegangan Output pada Relai NO (Normalyopen)

Kondisi LED

driver relai (tegangan Transisitor BD139

Merah

Transistor Bekerja Transistor tidak bekerja

0,2 Vdc

0,1 Vdc

0,4Vdc

4,8Vdc

Menyala

0,3 Vdc

4,8 Vdc

4,5 Vdc

0,2 Vdc

Tidak Menyala

HAELKA, VOL.1 Februari 2010 : 1 - 10

Dari hasil pengukuran Tersebut didapat bahwa apabila transistor bekerja maka pada tegangan Basis-Emiter= 0,2 VDC, tegangan Kolektor-Emiter = 0,1 VDC dan tegangan kolektor dengan basis = 0,1 VDC maka hal ini dapat mengaktifkan relai dan relai akan menyalakan LED yang berwarna merah hal ini disebabkan saturasi atau tertutupnya jalan antara kolektor dan emitter sehingga menyebabkan arus dari kolektor dapat mengalir ke Emiter. 4. Pengukuran Data Input dan Output pada IC 74151 Berdasarkan pada select.

Kesimpulan Dari hasil percobaan dapat diambil

Daftar Pustaka Bishop, Owen, Dasar-dasar ELEKTRONIKA, Jakarta: Penerbit ERLANGGA, 2004. Daryanto, Pengetahuan Elektronika. Jakarta: AKSARA, 2005. Teknik Bumi

beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Alat dapat mensimulasikan control RTU SCADA 20 KV sebagai aplikasi dari mikrokontroler AVR ATMega 8535. 2. Alat dapat mengkontrol relai terlihat pada display dan LED sebagai Interface dan Indikator yang berubah sesuai status yang ada. 3. Monitoring lebih efektif karena dalam waktu singkat kita dapat mengetahui tempat terjadinya CB/relai open atau close dengan adanya LCD dan LED indikator, hal ini berguna nantinya bagi user sebelum mengambil keputusan control sehingga dapat meminimalisir kesalahan control. 4. System SCADA ini menjadikan sebuah alat control RTU SCADA 20 KV berbasis mikrokontroler ATMega 8535

Nurizah, Ika. Gangguan remote control (RC) tanpa komando akibat relay Elesta pada system SCADA,2004 Saputro, Eko. Aplikasi Card AL 05 Pada RTU EPC 3200 untuk system SCADA pada pengendalian jaringan tegangan menengah, Upd jaya,dan Tangerang,2003. S, Wasito. Elektronika Industri.Jakarta: Utama, 1981. Dalam Karya

Pandjaitan, Bonar. Teknologi Sistem Pengendalian Tenaga Listrik Berbasis SCADA, Jakarta,Prenhallindo,1999.

Alat Simulasi Kontrol RTU (Remote Terminal Unit) S(Maulana Uda Manggala)

Purnomo, Aplikasi Sistem Untuk Pengendalian Tegangan Pengatur

SCADA Jaringan Area dan

Menengah Distribusi Jaya

Tangerang,PT.PLN Jaya dan

Distribusi Area

Tangerang

Pengatur Distribusi,2001.

Wahyudin,Didin. Mikrokontroler dengan menggunakan

Belajar

Mudah AT89S52 BASIC

bahasa

BASCOMPenerbit

8051.Yogyakarta: ANDI,2007

Wardhana,

Lingga.

Belajar

Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega Simulasi,Hardware, Aplikasi. Yogyakarta 8535: dan :

Penerbit ANDI, 2007.

10

HAELKA, VOL.1 Februari 2010 : 1 - 10