Anda di halaman 1dari 26

NEMATODA, MOLUSCA, AKARINA, INSEKTA & VERTEBRATA HAMA

Edhi Martono Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

Hama

Herbivora yang memakan tumbuhan yang diusahakan baik secara ekonomis maupun subsisten, oleh manusia

Klasifikasi Hama

berdasar sistematika/taksonomi : a. Invertebrata: Vermes nematoda Moluska bekicot, keong mas, respa Arthropoda insekta, arachnida b. Vertebrata: Pisces grass carp, Stenoparigedon idella Aves pemakan bijian Mamalia rodensia, ungulata, primata

INVERTEBRATA HAMA

Nematoda
Filum Aschelmintes, Kelas Nematoda

Nematoda Parasitik Tanaman Berperan sebagai Hama Alat Mulut berupa Stilet, digunakan untuk menusuk jaringan dan menghisap sel Meloidogyne spp., Rotylenchulus spp., Tylenchulus spp., Pratylenchus spp. Nematoda Predator Nematoda Saprofitik

nematoda parasitik tumbuhan

Molusca/Siput
Filum Mollusca, Kelas Gastropoda (siput) Achatina fullica (Bekicot), Filicaulis Bleekeri (siput), Lamellaxis gracilis, Pamarion pupillaris

Achatina fulica

Arthropoda
Phylum Arthropoda

Subphylum Tribolita (Fossil)

Subphylum Mandibulata

Subphylum Chelicerata

Kelas Insekta

Kelas Arachnida

Subkelas Apterygota

Subkelas Pterygota

Exopterygota

Endopterygota

Insekta

tubuh terbagi menjadi 3 bagian: kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). mempunyai sepasang antena kaki 3 pasang (hexapoda) sayap 1-2 pasang alat mulut terdiri: 1 pasang mandibula (rahang) 1 pasang maxilla (terletak di belakang rahang) labium (bibir) hypopharinx (lidah)

kerangka tubuh, berupa lapisan kutikula, integumen atau khitin alat reproduksi, -serangga berkembangbiak secara seksual & sebagian secara partenogenesis -serangga meletakkan telur menggunakan ovipositor saluran pencernaan : mulut usus (midgut) anus. peredaran darah serangga sistem syaraf dan alat sensori serangga sistem pernafasan serangga alat pernafasan serangga berupa trakhea

Perkembangan & Metamorfose Serangga

metamorfose: perubahan bentuk suatu jasad yang terjadi selama perkembangannya. metamorfosis dibagi menjadi 3: a. metamorfosis sederhana b. metamorfosis sempurna c. metamorfosis intermediate

a. metamorfosis sederhana

Fase hidup: TELUR ---- NIMFA ---- IMAGO Nimfa: fase muda serangga yg bermetamorfose sederhana, Nimfa biasanya sangat mirip dengan dewasanya (imago). Terjadi pada ordo-ordo hexapoda Terdapat perbedaan dlm macam dan jumlah perubahan yg terjadi pada serangga dg metamorfosis sederhana, yaitu - ametabola - paurometabola - hemimetabola

Ametabola (tanpa metamorfosis) - tidak bersayap pada dewasa - perbedaan yang nyata antara nimfa dan dewasa hanyalah ukurannya - terjadi pada ordo-ordo apterigota (protura, Collembola, Diplura, Microcoryphia, dan Thysanura) Paurometabola (metamorfosis yang bertingkat) - dewasa bersayap - nimfa dan dewasa hidup dalam habitat yang sama - perubahan utama yg terjadi selama pertumbuhan : ukuran, perbandingan tubuh, perkembangan mata tunggal, kadangkala bentuk struktur lainnya. Hemimetabola (metamorfosis yang tidak sempurna) - nimfa: akuatik, bernafas dg insang - penampilan nimfa cukup berbeda dari dewasa - terjadi pada Ephemeroptera, Odonata dan Plecoptera, serangga mudanya kadang disebut naiad

b. metamorfosis sempurna/Holometabola

Fase hidup: TELUR ---- LARVA ---- PUPA (KEPOMPONG) --- IMAGO bentuk fase muda (larva) dan dewasa serangga yg bermetamorfose sempurna biasanya sangat berbeda seringkali hidup dalam habitat yg berbeda mempunyai kebiasaan yang berbeda instar-instar larva biasanya berbentuk sama tapi ukurannya berbeda apabila fase dewasa bersayap, sayap tersebut berkembang secara internal selama stadium larva dan tidak pernah tampak sampai pergantian kulit terakhir. larva tidak memiliki mata majemuk larva: - tidak berkaki, - berkaki dada saja, - berkaki dada dan proleg (kaki pada perut) terjadi pada serangga endopterygota: Coleoptera, Strepsitera, Mecoptera, Neuroptera, Tricoptera, Lepidoptera, Diptera,

c. metamorfose intermediate

tidak semua serangga mempunyai satu tipe metamorfosis (sederhana atau sempurna), beberapa serangga mempunyai suatu metamorfosis yang terletak antara kedua tipe metamorfosis tersebut metamorfosis intermediate terjadi pada thrips (Thysanoptera), hama kebul atau whitefly (Homoptera) dan kutu perisai jantan (Homoptera)

metamorfose pada thrips:


- dua instar pertama tidak mempunyai mata majemuk,

tidak bersayap dan aktif disebut larva - instar berikutnya tidak aktif , mempunyai sayap eksternal - instar pertama yg tidak aktif disebut prakepompong, instar keduanya disebut kepompong

metamorfose pada hama kebul:


- instar pertama aktif dan tidak bersayap, - tiga instar berikutnya tidak aktif, sesil, sayap berkembang secara internal -instar keempat berupa kepompong dan mempunyai sayap eksternal - telur---larva---kepompong---imago

metamorfose pada kutu perisai jantan


- instar pertama aktif merayap, tidak bersayap - instar pradewasa tidak aktif dan sesil - instar pradewasa terakhir bersayap eksternal , disebut kepompong - telur---larva---kepompong---imago

Telur

bentuk bermacam-macam tergantung jenis serangganya (bulat, lonjong, pipih, dll) telur diletakkan tersebar, atau mengelompok tempat peletakan telur biasanya di dekat bagian yang kelak akan menjadi sumber pakan keturunan barunya. telur serangga ada yang ditempelkan di bagian luar inang, dimasukkan dalam jaringan inang, dimasukkan dalam gulungan daun atau tanah. pelindung telur: bulu-bulu halus, cairan substansi hasil sekresi yang mengering dan

NIMFA & LARVA

a. b. c.

d.

e.

f.

g. h.

Nimfa pada serangga bermetamorfose sederhana calon sayap berkembang di dinding luar tubuh bentuk dan susunan tubuh umumnya mirip dengan fase dewasa mempunyai mata majemuk meskipun fase dewasa tanpa mata majemuk mempunyai tipe alat mulut yang sama dengan fase dewasa umumnya macam habitat dan makannya sama dengan fase dewasa menjadi fase dewasa tanpa melalui fase tidak aktif tidak mempunyai organ khusus yang hanya berguna pada fase

a. b. c.

d. e.

f.

g. h.

Larva pada serangga bermetamorfose sempurna calon sayap berkembang di bagian dalam tubuh bentuk dan susunan tubuh sangat berbeda dengan fase dewasa tidak pernah mempunyai mata majemuk, kecuali oseli mempunyai tipe alat mulut sama atau berbeda denga fase dewasa macam habitat dan makanannya ada yang sama, ada yang berbeda melalui fase tidak aktif yang disebut kepompong mempunyai organ khusus yang hanya berguna pada fase larva dan organ tersebut hilang

Kepompong

suatu fase hidup serangga antara fase larva dan fase dewasa pada serangga yang bermetamorfose sempurna tidak makan dan biasanya tidak aktif tempat berkepompong; di dalam tanah, di dalam jaringan inangnya, di dalam gulungan daun atau material lain, atau menempel pada benda tertentu tipe pupa : a. obtecta: calon alat tambahan tersusun kompak dengan tubuh, contohnya ordo lepidoptera b. liberata (eksarata, bebas): calon alat tambahan seperti sayap, kaki dan antena tampak bebas, contohnya ordo coleoptera, hymenoptera c. coarctata: tubuh kepompong tertutup rapat oleh kulit yang disebut puparium, contohnya ordo diptera.

Arachnida

tubuh terbagi menjadi dua bagian yaitu Cephalothoraks (gabungan kepala dan dada) dan abdomen (perut). tidak mempunyai antena, gigi nyata dan mata majemuk kaki empat pasang

VERTEBRATA HAMA

binatang bertulang belakang dikelompokkan ke dalam filum chordata. anggota filum tsb berperan sebagai hama kelas mamalia, contoh; kera, beruang, babi hutan, musang, binatang pengerat (rodentia) dan burung. tikus sawah (Rattus argentiventer), tikus rumah (Rattus diardi) dan tikus pohon (Rattus tiomanicus)

Musang

tikus

Babi Hutan

BURUNG