Anda di halaman 1dari 2

HUKUM PERDATA 01.

Hukum benda adalah hukum yang mengatur tentang benda dimana benda ialah semua barang dan hak yang dapat dijadikan obyek hak milik. 02. Hak kebendaan adalah hak seluas luasnya untuk menguasai, mengalihkan dan menukarkan juga menikmati benda itu. 03. Benda juga dapat dibagi menjadi 2 yaitu - Benda bergerak (barang barang perabot) - Benda tidak bergerak (tanah) 04. Benda bergerak dan tidak bergerak selalu dibedakan karena penting dalam 4 hal yaitu : Bezit yaitu menguasai satu benda seolah olah benda itu miliknya Levering atau jual beli Vejaring yaitu tidak dikenal daluarsa atau lewat waktu Bezwaring yaitu pembebanan 05. Pengertian bezit dan eigendom yaitu Bezit : suatu keadaan lahir dimana seseorang menguasai suatu benda seolah olah itu kepunyaan sendiri,dilindungi oleh hukum tanpa persoalkan hak milik atas benda itu sebenarnya ada pada siapa. Eigendom : hak paling sempurna dan paling kuas yang dapat dimiliki seseorang terhadap benda dan seseorang itu bebas berbuat apa saja pada benda itu asal tidak melanggar hukum atau undang undang. 06. Hukum perdata ialah norma khusus untuk mempertahankan kepentingan perseorangan dalam hubungan yang sebenarnya dalam suatu masyarakat tertentu. 07. Sejarah lahirnya UUPA no 5 thn 1960 dn apa arti hak milik dalam UUPA Masyarakat kita dahulu dijajah oleh belanda selama 350 tahun dan karena jajahan itu maka masyarakat kita membentuk 2 golongan yaitu golongan yang taat pada hukum barat dan golongan yang taat pada hukum adat sehingga menimbulkan ketimpangan hukum. Setelah kita merdeka akhirnya para pakar hukum kita mampu mengkodifikasikan untuk mencapai suatu unifikasi dengan lahirnya UUPA no 5 thn 1960 Hak milik dalam UUPA ialah bahwa semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial,sehingga kita sudah tidak bisa sewenang2 dengan hak milik kita sendiri. 08. Cakap hukum itu ialah orang ayang memenuhi kriteria dibawah ini : - Orang yang dewasa(berdasar usia) - Orang yang tidak dibawah pengampuan - Wanita yang belum menikah 09. Perkawinan itu ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 10. Syarat syarat perkawinan terbagi 2 yaitu : - Syarat materil ialah syarat yang melekat pada diri calon mempelai a. Absolut atau mutlak yaitu usia,sepakat dan monogami Dikatakan sepakat berarti tidak ada unsur penipuan, pemaksaan,kekhilafan dan penyalah gunaan. b. Relatif yaitu larangan larangan pada perkawinan tertentu - Formil yaitu formalitas formalitas yang dilakukan sebelum pernikahan

11. Yang bisa mencegah perkawinan : - Pasal 60 KUH perdata yaitu suami / isteri dan anak yang masih terikat perkawinan - Pasal 61 yaitu orang tua terhadap anak yang belum dewasa - Pasal 64 yaitu mantan suami terhadap mantan istri yang masih dalam masa iddah - Pasal 65 yaitu jawatan kejaksaan terhadap hal hal pada pasal 27 34 KUH-Perdata 12. Akibat pembatalan perkawinan : - Perkawinan tidak dianggap terjadi - Apabila ada anak maka anak tersebut tidak sah - Dianggap tidak pernah terjadi pencampuran harta