Anda di halaman 1dari 38

NO GEOLOGY WITHOUT MARINE GEOLOGY ????

PLANET BUMI (NASA)

KONDISI UMUM KELAUTAN NASIONAL


Jumlah l J l h pulau : 17.508 (b 17 508 (besar&kecil) &k il) panjang pantai :81.000 Km (No 2 terpanjang didunia) Luas wilayah 7,1 juta Km persegi Yuridiksi : 12 Mil (22 Km) dari garis pantai Hukum laut PBB 1982 Ratifikasi 19 Nopember 1993 Berlaku 16 Nopember 1994 ZEE = 200 Mil dari garis pangkal teritorial LKRI = 350 mil dari garis pangkal teritorial

ARAH PEMBANGUNAN KELAUTAN NASIONAL

1.GBHN 1993: PEMBANGUNAN SEKTOR KELAUTAN PENGANEKARAGAMAN PENGANEKARAGAMAN PEMANFAATAN PEMBUDIDAYAAN PELESTARIAN IPTEK KELAUTAN IPTEK 2.GBHN 1998 :GAGAL DISUSUN 3.TAP MPR No:X/MPR/1998 TENTANG POKOK-POKOK REFORMASI PEMBANGUNAN SEBAGAI HALUAN NEGARA 4.DEKLARASI BUNAKEN 26 SEPTEMBER 1998: ORIENTASI KELAUT

5. BUKU BIRU BAPPENAS 1999/2000 PENDAYAGUNAAN POTENSI LAUT MENEGAKKAN KEDAULATAN DAN YURIDIKSI NASIONAL MENINGKATKAN TARAF DAN HARKAT NELAYAN MENGEMBANGKAN POTENSI INDUSTRI KELAUTAN DAYA DUKUNG DAN PELESTARIAN FUNGSI LAUT 6. KABINET PERSATUAN NASIONAL 2000 - 2004 LAHIR :DEPARTEMEN EKSPLORASI LAUT DAN PERIKANAN 7.UU No.22/1999 PASAL 10 AYAT 1. KEWENANGAN DAERAH ATAS WILAYAH LAUT 12 MIL UNTUK PROPINSI DAN 4 MIL UNTUK KABUPATEN/KOTA PASAL 10 AYAT 2 KEWENANGAN EKSPLRASI EKPLOITASI, KONSERVASI, DAN 2. EKSPLRASI, EKPLOITASI KONSERVASI PENGELOLAAN WILAYAH LAUT 8.PP25/2000 BAB II PASAL 3 AYAT 5 BUTIR 2A DAN 2B : DAERAH DIBERIKAN KEWENANGAN ATAS EKSPLORASI SAMPAI PEMANFAATAN SUMBERDAYA DARAT DAB LAUT

ILUSTRASI BATAS 4 DAN 12 MIL LAUT, KABUPATEN DAN PROPINSI

4 Mil

12 Mil

ILUSTRASI BATAS WILAYAH LAUT 4 MIL DAN 12 MIL DAERAH JAWA BARAT DAN DKI

ILUSTRASI BATAS 4 DAN 12 MIL TERHADAP KEBERADAAN SDM DI KAWASAN PESISIR DAN LEPAS PANTAI JAWA BARAT DAN DKI

MAGNETIT ZIRKON MONASIT ILMENIT

RUTIL EMAS&PERAK

4 MIL 12 MIL

SEJARAH PERKEMBANGAN LAUTAN


Lebar lautan 5000 - 10000 km, rekahan 1-5 cm/thn; 10-50 km/jtthn, umur rata-rata 500 juta thn. MESOZOIC - CENOZOIC Didominasi oleh Wegners Pangea, Atlantik dan Hindia terbuka, Wegners Pangea terbentuk 500 juta thn yg lalu ditandai dengan tumbukan kontinen 100 juta tahun kemudian pangea pecah kontinen,

DIKETEMUKANNYA DASAR LAUT Seperti apakah b t k d S ti k h bentuk dasar l t???? laut???? Struktur utama apa yang dijumpai di dasar laut????? Bagaimana struktur bawah laut itu, apakah seluruhnya sama dan bagaimana implikasinya terhadap tektonik lempeng

200 JUTA THN YANG LALU

REKONSTRUKSI PERGERAKAN LEMPENG SELAMA 200 JUTA TAHUN. TAHUN LAURASIA DAN GONDWANA ADALAH NAMA YANG DIBERIKAN TERHADAP BAGIAN SELATAN DAN UTARA PANGAEA

100 JUTA THN YANG LALU

KONDISI SAAT INI

ENDAPAN GLASIAL DI SEBELAH SELATAN BENUA, ARAH PANAH MERUPAKAN ARAH PERGERAKAN ES

MORFOLOGI DASAR LAUT


SECARA UMUM DI MUKA BUMI TERDAPAT 3 SAMUDRA BESAR:ATLANTIK, PASIFIK DAN HINDIA Dimana bagian terdalam adalah Palung Mariana (11,04 Km) SAMUDRA PASIFIK: Luas 181 Km2, kedalaman rata-rata 3940 m, menempati 30% permukaan bumi, dikelilingi oleh sistim pematang berbentuk linier, paritan dan busur kepulauan, tepian benua yang sempit, sistim gunung api yang melimpah (Indonesia, Pilipina, Australia timur) SAMUDRA ATLANTIK: Luas 94 Km2, kedalaman rata-rata 2540 m,cekungan berbentuk S, jalur air dingin, jalur gunung api relatif jarang, pengendapan air tawar (Amazon,Konggo, Missisipi,St.Laurence,Niger dan Parana SAMUDRA HINDIA: Luas 74 Km2, umumnya terletak di selatan Katulistiwa, batas dengan Atlantik yaitu bagian selatan Afrika dan dengan Pasifik adalah Kep.Indonesia, Australia timur dan selatan serta Tasmania dan Antartika

PENAMPANG BATAS KONTINEN (B.Heezen and others,1959, in Marine Geology, James Kennett, 1982)

PEMBAGIAN MORFOLOGI DASAR LAUT CONTINENTAL MARGIN (TEPIAN BENUA):


Continental shelf, Continental slope, Continental rise. C ti t l i Continental shelf: Terbentuk ke arah lautan, kemiringan bertambah ke arah lautan, kedalaman rata-rata 3000 -6000 m, lebar 200 - 300 km Continental slope: Pada tepian paparan kedalaman bertambah secara tiba-tiba, 100, 200 m 1500,3500 m, kemiringan terjal, terdapat gawir sesar Continental rise: Terletak antara slope (lereng) dan Ocean basin, kemiringan basin tidak terjal, relief rendah, terbentuk akibat akumulasi sedimen, berasosiasi dengan lantai samudra dalam Abysal l i Diketemukan oleh ekspedisi MAR (1947), b b t k d t Ab l plain: Dik t k l h k di i (1947) berbentuk dataran b bawah h laut

Oceanic ridge : terdiri dari pematang, dan rekahan menyebar hampir di seluruh pematang rekahan, samudra, total panjang 80.000km, kedalaman rata-rata 2500m, terbentuk di bagian tengah lautan, topografi kasar, lembah sejajar dengan sumbu kadangkadang terpotong oleh zona rekahan, tinggi 1000 3000km, lebar 1000m, rekahan 1000-3000km 1000m sedimentasi berkembang jauh di bawah puncak Ocean basin floor: terdiri dari abyssal floor (lantai tubir), oceanic rise (tonjolan dasar l t dan sea mount ( d laut d t (gunung api dasar l t) id laut) Rekahan: Berbentuk linier, berbenmtuk gawir, seamount, melebar dan memotong ridge

Abyssal hill : berbentuk relatif sempit dan tajam, e se p d j , tingginya tidak lebih 1000m. Dimensi bervariasi antara 115km, kemiringan 1-15 derajat, terbentuk secara mengelompok , bentuk tergantung batuan dasar

Sea mount:Tingginya mencapai lebih kurang 1000m, tersebar pada dasar laut dalam secara terpencar, kemiringan berkisar antara 5 sampai 15 derajat dan berbentuk kerucut Marginal trench: Berbentuk sempit dan sejajar dengan tepian benua, pada umumnya tersebar di samudra pasifik, kerak dibawahnya bersifat continental, kedalaman rumpang paparan rata-rata 130 m, lebar 400 km(rata-rata 78km), kadang-kadang berbentuk teras, dipengaruhi oleh proses erosi dan sedimentasi

MORFOLOGI DASAR LAUT SEPANJANG PENAMPANG MEMOTONG ATLANTIK UTARA ANTARA AMERIKA UTARA DAN AFRIKA (Sumber Holcombe,1977; dalam Marine Geology, James Kennett, 1982)

MORFOLOGI DASAR LAUT SEPANJANG PENAMPANG MEMOTONG PASIFIK UTARA ANTARA JEPANG DAN CALIFORNIA (Sumber Holcombe,1977; dalam Marine Geologi, James Kennett, 1982)

GLOBAL MORPHOLOGY

MORFOLOGI DASAR LAUT

HAWAII

200 JUTA THN YANG LALU

KEPULAUAN HAWAII DAN GUGUS N GUGUSAN GUNUNG API DALAM PERUBAHAN HOT SPOT. PERGERAKAN LEMPENG PASIFIK TELAH MEMBAWA GUNUNG API TUA JAUH DARI HOT SPOT DAN SAAT INI MERUPAKAN GUNUNG API AKTIF

100 JUTA THN YANG LALU

KONDISI SAAT INI

MID ATLANTIC RIDGE AT 31 O S 9EQUATORIAL ATLANTIC

MID ATLANTIC RIDGE

MARIANAS

PASSIVE MARGIN OF THE NORTHEASTERN NORTH AMERICA ( CONTINUITY FROM SHELF TO SLOPE TO ABYSAL PLAIN, CONTRAST PLAIN WITH ACTIVE MARGINS)

SEA

WEST US

Citra Landsat Wilayah Indonesia