Anda di halaman 1dari 5

TUGAS FARMAKOGNOSI IDENTIFIKASI SIMPLISIA Sonchi folium

Gambar Sonchi folium I. Klasifikasi Taksonomi Kedudukan tanaman tempuyung (Sonchus arvensis L.) dalam tatanama atau taksonomi tumbuhan diklasifikasikan ke dalam : 1) Kingdom : Plantae 2) Divisio : Spermatophyta 3) Sub divisio: Angiospermae 4) Classis : Dicotyledonae 5) Sub Classis: Sympetalae 6) Ordo: Campanulatae (Asterales) 7) Familia: Compositae 8) Spesies: Sonchus arvensis L. (Backer dan Van Den Brink, 1968) II. Nama Daerah Jawa : Lempung, Rayana, Jombang, Galibung (Sunda), Tempuyung (Jawa)

III.

Pemerian

bau lemah agak kelat. IV. Makroskopi Daun tunggal tidak bertangkai lemah helai daun berbentuk lonjong atau berbentuk lanset, berlekuk menjari atau berlekuk tidak teratur, pangkal daun menyempit atau berbentuk panah sampai berbentuk jantung, pinggir daun bergerigi dan tidak teratur, panjang daun 6-48 cm, lebar daun 2-10cm, permukaan daun sebelah atas agak kasar dan berwarna lebih pucat. V. Mikroskopi Epidermis atas : terdiri dari 1 lapisan sel berbentuk poligonal, dinding samping agak lurus atau agak menggelombang, kutikula kasar, berbintik-bintik. Rambut kelenjar: sedikit, terdiri dari 1 sel tangkai pendek dan 1 sel kepala berbentuk bulat panjang. Stomata : sedikit, tipe anisositik. Epidermis bawah: terdiri dari sel pipih dengan dinding samping bergelombang, kutikula berbintikbintik, stomata lebih banyak pada epidemis bawah, rambut kelenjar serupa dengan rambut kelenjar epidermis atas. Rambut penutup: bentuk samping, jarang ada. Misofil: jaringan palidase terdiri dari 1-2 lapis sel , sel palisade lapisan pertama jelas berbentuk tabung yang besar dan panjang , sel palisade lapisan kedua jauh lebih pendek, tebal lapisan palisade hampir setengah tebal daun, jaringan bunga karang ber sel lebih kecil dan berbentuk tidak beraturan , disekitar pembuluh terdapat beberapa saluran getah. Serbuk: warna hijau sampai kelabu. Fragmen pengenal adalah fragmen epdermis atas dengan dindning samping umum nya agak menggelombang, fragmen epidermis bawah dengan dinding samping lebih bergelombang, rambut kelenjar, stomata.

VI.

Kandungan

silika, kalium, flavonoida

VII.

Penggunaan Diuretik (merangsang keluarnya air seni) dan litotriptik (melarutkan

batuginjal) VIII. Uji Kemurnian Kadar abu tidak lebih dari 17%

(Sudarsono, 1996).

Kadar yang tidak larut asam dalam asam tidak lebih dari 0,25 % Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 24% Kadar sari yang tidak larut dalam etanol tidak kurang dari 7,5% Bahan organik asing tidak lebih dari 2 % IX. Pembuatan simplisia

Daun tempuyung yang telah dikumpulkan , dibersihakan dari kotoran. Emudian dicuci dibawah air mengalir hinnga bersih, setelah itu ditiriskan dan disebarkan diatas kertas hingga airnya meresap lalu ditimbang sebagai berat basah. Kemudian dikeringakn diudara terbuka dan terlindung matahari langsung untuk mencegah timbulnya jamur sekama pengeringan selanjutnya dikeringkan dalam lemari pengering. X. Identifikasi simplisia Pemeriksaan flavonoida Sebanyak 0,5 g serbuk simplisia disari dengan 10 ml metanol lalu direfluks selama 10 menit, disaring panas-panas melalui kertas saring, filtrat diencerkan dengan 10 ml air suling. Setelah dingin ditambah 5 ml n-heksan, dikocok hatihati, didiamkan. Lapisan metanol diambil, diuapkan pada temperature 40 oC, sisa dilarutkan dalam 5 ml etil asetat, disaring. Cara percobaan: Sebanyak 1 ml larutan percobaan diuapkan hingga kering, sisanya dilarutkan dalam 1-2 ml etanol 96%, ditambahkan 0,5 g serbuk seng dan 2 ml asam klorida 2 N, didiamkan selama satu menit. Ditambahkan 10 ml asam klorida pekat, jika dalam waktu 2-5 menit terjadi warna merah yang intensif menunjukan adanya flavonoida. Sebanyak 1 ml larutan percobaan diuapkan hingga kering, sisanya dilarutkan dalam 1ml etanol 96%, ditambahkan 0,1 g magnesium dan 10 tetes asam klorida pekat,terjadi warna merah jingga sampai warna merah ungu menunjukan adanya flavonoida. (anonim,1995a) DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1997. Materi Medika Indonesia. Jilid I. Departemen Kesehatan RI hal 103

Anonim, (1995a). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Cetakan ke enam. Jakarta: Departemen Kesehatan RI hal 333-335 Backer, C,A.& R.A.B. van den Brink. 1968. Flora of Java. Vol.1.N.V.P. Noordhoff Groningen. Sudarsono, dkk, 1996, Tumbuhan Obat , PPOT-UGM, Yogyakarta