Anda di halaman 1dari 13

METODE GAUSS SEIDEL DAN METODE NEWTON RHAPSON DALAM PENYELESAIAN STUDI ALIRAN BEBAN MAKALAH Diajukan untuk

memenuhi tugas UAS pada mata kuliah Analisis Sistem Tenaga Listrik dengan dosen pengampu : Drs. Yadi Mulyadi, M. T.

Oleh: Handi Agus H. 0908810

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2012

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, yang didukung dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ditambah juga dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang dari hari ke hari semakin menunjukkan peningkatan. Hal ini mau tidak mau juga akan menambah permintaan konsumen akan kebutuhan energi listrik semakin meningkat. Sistem ketenagalistrikan merupakan suatu sistem yang berjalan sangat kompleks, mulai dari kebutuhan akan pembangkit energi listrik yang mempunyai kapasitas daya besar, multi mesin, konfigurasi sistem dari radial menjadi konfigurasi loop, bertambahnya jumlah gardu induk dan transformator daya. Semua itu harus benar-benar dipersiapkan oleh penyedia tenaga listrik dan hal itu memerlukan sebuah perhitungan matematis yang rumit sekali, apalagi jika dilakukan dengan sistem manual. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah studi mengenai studi aliran daya. Studi aliran daya sering kali dipakai sebagai studi dalam berbagai keperluan sistem tenaga listrik dan dibutuhkan pada hamper semua tingkat perencanaan, optimisasi, operasi, dan control sistem tenaga. Studi aliran daya atau yang lebih dikenal load flow di dalam sistem tenaga merupakan studi yang mengungkapkan kinerja dan aliran daya (nyata dan reaktif) untuk keadaan tertentu ketika sistem bekerja saat tunak (steady state). Studi aliran daya juga memberikan informasi mengenai beban saluran transmisi, losses, dan tegangan disetiap lokasi untuk mengevaluasi regulasi kinerja sistem tenaga. Oleh sebab itu, studi aliran daya sangat diperlukan dalam perencanaan serta pengembangan sistem di masa yang akan dating. Karena operasi sistem tenaga listrik yang memuaskan adalah bergantung kepada pengenalan serta pengetahuan dari akibat adanya penambahan beban, unit pmebngakit, dan saluran transmisi baru, sebelum semuanya dapat direalisasikan.

Dan pada tulisan ini hanya akan dijelaskan beberapa metode yang ada. Yaitu metode penyelesaian yang digunakan pada studi aliran daya ini menggunakan metode Newton-Rhapson dan Gauss Seidel. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang dijelaskan di atas, maka beberapa permasalahan yang bisa dipecahkan adalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan studi aliran daya; 2. Apa yang dimaksud dengan metode Newton-Rhapson; 3. Apa yang dimaksud dengan metode Gauss Seidel; dan 4. Apa saja perbandingan metode Newton-Rhapson dan metode Gauss Seidel.

C. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui definisi dari studi aliran daya; 2. Mengetahui penyelesaian metode Newton-Rhapson; 3. Mengetahui penyelesaian metode Gauss Seidel; dan 4. Mengetahui perbandingan metode Newton-Rhapson dan metode Gauss Seidel. D. Kegunaan Makalah Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini mencakup beberapa yang terkait diantaranya bagi mahasiswa makalah ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukan tentang metode Newton-Rhapson dan metode Gauss Seidel pada penyelesaian studi aliran beban. Ini juga bermanfaat ketika berada di lapangan/industri ataupun yang berniat menjadi seorang pendidik/guru. Bagi masyarakat umum makalah ini bisa dijadikan sebagai bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang metode NewtonRhapson dan metode Gauss Seidel pada penyelesaian studi aliran beban.

BAB II PEMBAHASAN A. Studi Aliran Daya Studi aliran daya ialah penentuan atau perhitungan tegangan, arus, daya dan faktor daya atau daya reaktif yang terdapat pada berbagai simpul dalam jaringan listrik pada keadaan operasi normal.

Gambar 1. One line diagram sistem tenaga listrik sederhana 3 bus, dengan generator di bus 1 dan 2 Studi aliran daya ini sangat penting dalam perencanaan pengembangan suatu sistem untuk masa yang akan datang, karena pengoperasian yang baik dari sistem tersebut banyak tergantung pada diketahuinya efek interkoneksi dengan sistem tenaga yang lain, beban yang baru, stasiun pembangkit baru, serta saluran transmisi baru, sebelum semuanya itu dipasang. Untuk menilai penampilan (mutu) rangkaian distribusi daya dan untuk mengkaji keefektifan perubahan-perubahan yang direncanakan pada suatu sistem pada tahap perencanaan, sangat penting untuk melakukan analisis aliran daya. Mempelajari aliran daya dilakukan untuk menentukan:

1. Aliran daya aktif dan reaktif pada cabang-cabang rangkaian; 2. Tidak ada rangkaian yang mempunyai beban lebih dan tegangan busbar dalam batas-batas yang dapat diterima; 3. Pengaruh penambahan atau perubahan pada suatu sistem; 4. Pengaruh hilangnya hubungan dalam keadaan darurat; 5. Kondisi optimum pembebanan sistem; 6. Kehilangan daya optimum sistem. Untuk menyelesaikan studi aliran daya dengan metode iterasi (numerik) telah banyak dikembangkan dengan menggunakan komputer. Bermacam metode penyelesaian studi aliran daya telah semakin banyak dikembangkan sejalan dengan makin berkembangnya konfigurasi jaringan sistem tenaga, baik dalam perencanaan, pengembangan, maupun pengoperasian. Sampai saat ini beberapa metode yang sering dipelajari adalah Metode Gauss Seidel, Metode Newton Rhapson, Metode Decoupled, dan Metode Fast Decoupled. Masing-masing metode untuk analisa aliran daya mempunyai kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Untuk menyelesaikan masalah aliran daya, cara yang paling sering digunakan sebagai salah satu materi dasar studi aliran daya adalah dengan membentuk matriks admitansi (Y) bus. Selanjutnya matriks tersebut dikerjakan dengan iterasi Gauss, Gauss-Seidel dan Newton Rhapson dan itu akan yang dibahas dalam jurnal tersebut. B. Metode Gauss-Seidel Penyelesaian digital untuk masalah aliran beban yang akan kita bahas pada saat ini, akan mengikuti suatu proses ulangan (iterative process) dengan menetapkan nilai-nilai perkiraan untuk tegangan rel yang tidak diketahui dan menghitung suatu nilai baru untuk setiap tegangan rel dari nilai-nilai perkiraan pada rel-rel yang lain, daya nyata yang ditentukan, dan daya reaktif yang ditentukan atau besarnya tegangan. Jadi diperoleh suatu himpunan baru nilai tegangan untuk setiap rel dan terus digunakan untuk menghitung satu lagi

himpunan tegangan. rel. Setiap perhitungan suatu himpunan baru tegangan itu dinamakan iterasi (iteration). Proses iterasi ini diulang terus hingga perubahan yang terjadi pada setiap rel kurang dari suatu nilai minimum yang telah ditentukan.

Gambar 2. Tipe bus pada sistem tenaga Aplikasi hasil bus di atas sebagai berikut:

Daya nyata dan reaktif pada bus I adalah sebagai berikut: Pi + jQi = Vi Ii* Ii* = , persamaan tersebut dikonjagatekan menjadi: (2)

Ii = mensubstitusikan persamaan (2) dengan (1) maka hasilnya:


(3)

Dari hubungan diatas, hasilnya harus dipecahkan oleh teknik iterasi. Persamaan (4) dipecahkan untuk Vi. Persamaan aliran daya biasanya ditulis dalam istilah elemen matrik admitansi bus. Sejak itu elemen diagonal-off pada matrik admitansi bus Ybus, ditunjukkan oleh persamaan diatas, yaitu Yij = - yij, dan elemen diagonal adalah Yii = yij, persamaan menjadi:

Vi(k+1) = Dan Pi (k+1) = R

(5)

{V

*(k)

[ Vi(k) Yii +

YijVj(k)]

} }

j1

(6)

Q1(k+1) = - T

{V

*(k)

[ Vi(k) Yii +

YijVj(k)]

j1

(7)

Untuk generator bus (bus P-V) dimana Pisch dan |Vi| ditentukan, persamaan (7) ditentukan untuk Q1(k+1). Untuk mendapatkan V1(k+1) ditentukan dengan menggunakan persamaan: (ei(k+1))2 + (fi(k+1))2 = |Vi|2 Atau ei(k+1) = | |
2

(8)

(9)

dimana ei(k+1) dan fi(k+1) adalah komponen real dan imajiner tegangan V1(k+1) pada iterasi berikutnya. Kecepatan konvergensi dapat ditambahkan oleh aplikasi faktor ketelitian pada iterasi berikutnya yaitu: V1(k+1) = V1(k) + (Vical(k) - V1(k)) dimana = faktor kecepatan (10)

Vcal | ei(k+1) - ei(k) | | fi(k+1) - fi(k) |

= tegangan yang dihitung (calculated) (11) (12)

Iterasi dilanjutkan sampai magnitude elemen dalam kolom P dan Q adalah lebih kecil dari nilai spesifik. Tipe daya tak sebanding ketelitiannya adalah 0.001 pu. Ketika solusi konvergen, daya aktif dan reaktif pad slack bus dihitung. C. Metode Newton-Rhapson Dasar dari metode Newton-Raphson dalam penyelesaian aliran daya adalah deret Taylor untuk suatu fungsi dengan dua variable lebih. Metode Newton Rhapson menyelesaikan masalah aliran daya dengan menggunakan suatu set persamaan non linier untuk menghitung besarnya tegangan dan sudut fasa tegangan tiap bus. Metode Newton Raphson memiliki perhitungan lebih baik daripada metode Gauss-Seidel bila untuk sistem tenaga yang besar karena lebih efisien dan praktis. Jumlah iterasi yang dibutuhkan untuk memperoleh pemecahan ditentukan berdasarkan ukuran sistem. Dalam metode ini persamaan aliran daya dirumuskan dalam bentuk polar. Daya injeksi pada bus i adalah: Dalam hal ini dilakukan pemisahan daya nyata dan daya reaktifpada bus i. pemisahan ini akan menghasilkan suatu set persamaan simulktan non linier. Dalam koordinat kutub diketahui: |Vi| i = |Vi| eji |Vj| j = |Vj| ejj |Vij| ij = |Vij| ejij

Karena ej(j - i + ij) = cos (j i + ij) + j sin (j i + ij), maka pemisahan daya pada bus i menjadi komponen real dan imajiner adalah: | | | |

Nilai Pi dan Qi telah diketahui, tetapi nilai Vi dan i tidak diketahui kecuali pada slack bus. Kedua persamaan non linier tersebut dapat diuraikan menjadi suatu set persamaan simultan linier dengan cara menyatakan hubungan antara perubahan daya nyata Pi dan daya reaktif Qi terhadap perubahan magnitude tegangan Vi dan sudut fasa tegangan i.

| | |

|| |

(16)

Elemen-elemen matriks Jacobi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan-persamaan daya nyata dan reaktif pada bus I dari persamaan (14) dan (15) yang diturunkan sebagai berikut : (i = 1, 2, , n-1). Elemen-elemen offdiagonal dari J1 adalah:

Elemen diagonal dari J1 adalah: | |

Elemen off-diagonal dari J2 adalah:

| |

Elemen diagonal dari J2 adalah:

| |

Elemen off-diagonal dari J3 adalah: | |

Elemen diagonal dari J3 adalah: | |

Elemen off-diagonal dari J4 adalah:

| |

Elemen diagonal dari J4 adalah:

| |

Elemen-elemen matriks Jacobi dihitung setiap akan melakukan iterasi. Perhitungan iterasi dimulai dengan memberikan perkiraan magnitude tegangan dan sudut fasa tegangan mula-mula. Perubahan-perubahan dalam daya nyata dan daya reaktif yang telah dijadwalkan dikurangi dengan daya nyata dan daya reaktif yang dihitung dari persamaan (17) sampai (24). Pik = Pi(terjadwal) - Pik Pik = Pi(terjadwal) - Pik i = 1, 2, 3, , n-1 (25)

Elemen-elemen matriks Jacobi dihitung dengan menggunakan magnitude tegangan dan sudut fasa tegangan estimasi mula-mula. Dengan menggunakan metode invers langsung maka persamaan linier (16) dapat dipecahkan untuk mendapatkan nilai-nilai magnitude tegangan dan sudut fasa tegangan estimasi yang baru pada tiap bus (kecuali slack bus), sebagai berikut:

| | |
| |

|| |

Proses iterasi kembali lagi ke proses awaldan hal ini terus diulangi sampai Pi k dan Qi k untuk semua bus (selain slack bus) memenuhi harga toleransi yang diberikan (biasanya diambil 0.001). ik+1 = ik + ik |Vi|k+1 = |Vi|k + |Vi|k Jadi iterasi selesai bila, ik 0,001 |Vi|k 0,001 (26)

D. Perbandingan Metode Gauss-Seidell dan Metode Newton-Rhapson Jumlah iterasi untuk mencapai konvergen, metode Gauss-Seidel lebih banyak iterasi dibandingkan metode Newton Raphson pada jaringan 5 Bus 7 Saluran. Untuk masalah rugi-rugi daya saluran pada kedua metode hasilnya hampir mendekati sama berarti ketelitian untuk perhitungan rugi-rugi daya hamper sama ketelitiannya. Operasi matematik metode Newton Raphson lebih sulit bila dibandingkan dengan metode Gauss-Seidel dikarenakan metode Newton Raphson ada pembentukan matrik Jacobian, begitu pula dengan penyusunan program komputernya, secara relative metode Newton Raphson memerlukan waktu lebih lama. Metode Newton Raphson lebih sesuai untuk menghitung aliran beban pada

sistem dengan jumlah yang besar, dan kurang sesuai untuk sistem kecil, sedang metode Gauss-Seidel bersifat sebaliknya.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Studi aliran daya ialah penentuan atau perhitungan tegangan, arus, daya dan factor daya atau daya reaktif yang terdapat pada berbagai simpul dalam jaringan listrik pada keadaan operasi normal. Untuk menilai penampilan (mutu) rangkaian distribusi daya dan untuk mengkaji keefektifan perubahan-perubahan yang direncanakan pada suatu system pada tahap perencanaan, sangat penting untuk melakukan analisis aliran daya. Proses pemecahan persamaan aljabar linier dengan menggunakan perhitungan suatu himpunan baru tegangan digunakan proses iterasi yakni diulang terus hingga perubahan yang terjadi pada setiap rel kurang dari suatu nilai minimum yang telah ditentukan. Proses tersebut dikenal dengan metode iterasi Gauss Seidel. Metode Newton Rhapson menyelesaikan masalah aliran daya dengan menggunakan suatu set persamaan non linier untuk menghitung besarnya

tegangan dan sudut fasa tegangan tiap bus. Metode Newton Raphson memiliki perhitungan lebih baik daripada metode Gauss-Seidel bila untuk sistem tenaga yang besar karena lebih efisien dan praktis. Jumlah iterasi yang dibutuhkan untuk memperoleh pemecahan ditentukan berdasarkan ukuran sistem.