Anda di halaman 1dari 22

DATABASE SYSTEM ARCHITECTURE

Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Basis Data

Herdi Julianto Rasyida Nurlailani Dian Septiana

10110578 10110772 10110 572

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga Penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulilah tepat pada waktunya yang berjudul Database System Architecture

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Sistem Basis Data, khususnya membahas tentang Database System Architecture

Penyusun menyampaikan terimakasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan Makalah ini

Serta kerabat-kerabat dekat dan rekan-rekan seperjuangan yang penyusun banggakan. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada penyusun Penyusun menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten, Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

Bandung,

Juni 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, perangkat lunak database atau biasa disebut dengan aplikasi database juga semakin berkembang, baik dalam hal penggunaan,ukuran, maupun kompleksitas. Hal ini secara langsung akan berdampak pada database server, sehingga konsekuensi dari semua itu adalah beban database server yang akan semakin bertambah. Dampak utama dari semua itu adalah kinerja database server yang akan menjadi lambat seiring banyaknya client yang ditangani. Untuk mengatasi hal itu,maka diperlukan antisipasi dalam perancangan arsitektur sistem database yang lebih baik di masa mendatang.

Pemusatan kerja pada komputer server mengakibatkan server harus melakukan dua pekerjaan sekaligus. Pertama komputer server bertindak sebagai database server,yang jelas hal ini membutuhkan alokasi sumber daya (resource) yang tidak sedikit. Kedua, komputer server juga dituntut untuk melayani permintaan dari pihak client, dalam hal ini bisa berupa transaksi, query, dan manajemen data. Untuk menunjang hal tersebut kita perlu mengetahu bagaimana arsitektur system database yang terdiri dari beberapa komponen.

1.2 Pokok Permasalahan Dari pembuatan makalah ini ada beberapa yang menjadi pokok permasalahan diantaranya : 1. Apa yang dimaksud dengan Database system architecture ? 2. Apa saja hal yang membangun dalam arsitektur basis data ?

1.3 Maksud dan Tujuan 1. Maksud dari pembuatan makalah ini adalah : a) Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Basis Data b) Untuk menambah pengetahuan tentang Client Server c) Untuk menambah pengetahuan Arsitektur Basis Data 2. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : a) Mengenal arsitektur basis data secara umum. b) Untuk menambah pengetahuan tentang system Client Server c) Mengetahui apa arsitektur 2-tier dan arsitektur 3-tier d) Agar orang tau apa itu Lingkungan basis data

BAB II Arsitektur Sistem Basisdata

Dalam bab ini akan di bahas mengenai hal hal yang membangun sebuah Arsitektur Sistem Basisdata (Database System Architecture) yang diantaranya : Sistem terpusat , Sistem Client-Server , Sistem Parallel , Sistem Terdistribusi (Tersebar), dan Tipe Network (jaringan). 2.1 Database System Architectures Arsitektur sistem basisdata merupakan sebuah struktur antara komponen - komponen yang membangun Basis Data dan hubungan / relasi yang mengaitkan komponen komponen tersebut, dalam artian lainnya, bahwa Basis Data dibangun dari berbagai komponen, dimana setiap komponen memiliki fungsi dan terhubung dengan komponennya. 2.2 Level Arsitektur Sistem Basis Data Arsitekture sistem basisdata memberikan kerangka kerja bagi pembangunan Basis Data. Menurut ANSI/SPARC dalam arsitektur basis data terdapat tiga komponen atau sering disebut "level" yang dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Tiga level Arsitektur System Basis Data

2.2.1 Internal (Physical level) Internal/Physical Level adalah level paling rendah dalam arsitektur basis data, dimana level ini merepresentasikan data yang direcord secara fisik kedalam media penyimpanan (Storage Device), biasanya disimpan dalam format Byte, jadi data yang di record kedalam database akan disimpan di komputer secara fisik. Pada level internal jal yang diperhatikan adalah sebagai berikut : a. Alokasi ruangan penympanan data dan indeks b. Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen) c. Penempatan record d. Penempatan data dan teknik enscryption.

2.2.2 External (View Level) Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Tingkat eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah basis data. Masingmasing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut, dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja. Seperti contoh berikut : Programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL atau PL/I. End user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level external ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah skema Eksternal. Misalkan : Data sudah dipandang dalam sebuah record/baris, seperti pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 View Level

2.2.3 Conseptual (Logical Level) Conceptual/Logical Level, disebut sebagai level penghubung antara Internal dan External, Tidak seperti Internal, Conceptual Level ini tidak memerlukan atau membutuhkan perangkat keras ataupun perangkat lunak. seperti namanya "Conceptual" adalah bentuk konsep dari pembangunan basis data. Didefinisikan sebagai Skema Conceptual. Contoh : Metadata dari sebuah entitas. Isalkan dari table Mahasiswa terdiri dari NPM (10 karakter), Nama (50 karakter), dan JK (1 karakter).

Gambar 2.3 Tabel Mahasiswa pada Conseptual Level

2.3 Sistem Terpusat (Centralized System) Sistem terpusat (centralisasi) adalah system dimana seluruh data dan program yang diolah diletakan dipusat komputer (server), sedangkan terminal hanya berfungsi untuk menginput data dari Keyboard saja.

Gambar 2.4 Arsitektur sistem terpusat

Sistem terpusat ini juga dikenal dengan istilah Dumb Terminal, dimana pada terminal/workstation yang ada hanya keyboard dan monitor. Yang memakai system ini adalah Mainframe dan komputer mini. Sistem terpusat terdiri dari beberapa system yakni : a. Sistem Terpusat Single User System Single User System merupakan sistem yang digunakan oleh satu user saja, hanya satu CPU atau dua harddisk serta hanya satu user yang menggunakan computer pada waktu yang bersamaan. Pada single user ini sistem operasi yang digunakan hanya mendukung untuk satu pengguna saja. Salah satunya tidak menyediakan banyak fasilitas untuk control konkurensi (Concurrency control) dan pemilihan terhadap system crash karena hanya diakses oleh satu uder. Contoh : Personal computer atau workstation b. Multy User System Dengan dikatakan multy sudah jelas bahwa pengoperasian akan dilakukan oleh lebih dari satu user/pengguna. Pada multy user system memiliki kapasitas disk dan memori yang

lebih namyak, jumlah CPU yang digunakan juga lebih banyak serta sistem operasi yang mendukung Multy user. Sistem multy user akan melayani banyak pengguna yangdimana pengguna dihubungkan dengan menggunakan terminal. Contoh : Server Computer. 2.3.1 Ciri-ciri arsitektur basis data terpusat Arsitekture Basis data memiliki ciri-ciri sebagau berikut :

Berjalan pada sistem komputer tunggal dan tidak berinteraksi dengan sistem komputer yang lain.

Sistem komputer multi-guna: satu ke banyak CPU dan beberapa alat pengendali yang terhubung melalui sebuah bus yang memungkinkan akses pembagian memori.

Sistem single-user (mis., PC atau workstation): unit desk-top, single user, biasanya hanya terdiri satu CPU dengan satu atau dua hard disk; SO hanya mendukung untuk satu user.

Sistem Multi-user : lebih banyak penyimpan, memori lebih besar, multiple CPU, dan menggunakan SO multi-user. Melayanai banyak pengguna yang terhubung dengan sistem melalui terminal. Biasa disebut sistem server.

2.3.2 Kelebihan dari sistem basis data terpusat Kelebihan yang dimiliki oleh arsitekture basisdata sistem terpusat adalah sebagai berikut :

Data dapat distandarkan dengan data dictionary : dangan keadaan ini dapat di mungkinkan pertukaran data antar sistem.

Kontrol security dapat dilakukan DBA dapat mengatur kewengan penggunaan database (update, retrieve, delete dan sebagainya).

Integritas dapat dipertahankan Hal ini adalah sebagai akibat dari penghindaran non konsistensi dan pengontrolan sekuriti.

Pertentangan kebutuhan antar user dapat diatasi : Database dibangun dengan prioritas kepentingan seluruh enterprise.

Redundansi dapat dikurangi : Redundansi yaitu duplikasi field yang sama pada beberapa file. Redundansi dapat direduksi tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (misal untuk kepentingan field kunci)

2.3.3 Kekurangan dari sistem basis data terpusat Selain kelebihan, arsitekture basis data sistem terpusat juga memiliki kelemahan yakni sebagai berikut : Data terpusat berarti data adalah milik umum, hal ini menyebabkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada data dari masing-masing user menjadi berkurang Kemampuan pembagian data menyebabkan terjadinya pelanggaran wewenang dan sekuriti data Kedua hal diatas dapat diatasi dengan tambahan suatu sistem sekuriti dan hal ini berarti penambahan biaya pada sistem. Bila komputer pusat mengalami kerusakan, maka seluruh system tidak dapat berfungsi. Kurang fleksibel dalam pelayanan, karena semua peralatan Bantu seperti hardisk, printer dan lain-lainnya disimpan/dipasang pada tempat yaitu komputer pusat. Bila beban kerja CPU sangat besar, maka unjuk kerja system akan turun. 2.4 Sistem Client Server Arsitektur pada jaringan Clinet - Server adalah model konektifitas jaringan yang membedakan fungsi - fungsi komputer sebagai Client (Komputer peminta) dan server (komputer pemberi).

Arsitektur ini membedakan sebuah komputer sebagai server sebagain pusat pemrosesan data dan pemberi pelayanan kepada terminal - terminal lainnya yang terhubung dalam sistem jaringan itu sendiri, komputer yang meminta pelayanan itu disebut sebagai client. Server juga dapat berfungsi sebagai pemberi layanan sharing file (file server), printer sharing, jalur komunikasi dan lain lain.

Pada model arsitektur ini, sebuah komputer hanya bisa berfungsi menjadi client saja atau menjadi server saja. Prinsip kerja dari arsitektur Client Server sederhana saja, dimana Komputer yang menjadi server akan menunggu datangnya permintaan dari Client, memproses permintaan dan memberikan hasil proses tersebut kepada client. Sedangkan client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses selesai dan melihat hasil proses secara visual.

Arsitektur jenis Client Server biasanya diperuntukkan untuk jaringan yang berskala besar.

Protokol utama yang digunakan dalam arsitektur Client Server adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol), Sedangkan sistem operasi yang biasanya digunakan adalah Unix, dan Linux, serta beberapa server menggunakan Windows NT.

Di Internet, Lingkungan databasenya: a) Menggunakan LAN untuk PC, b) Masing - masing PC memiliki media penimpanan sendiri, c) Arsitektur ini memungkinkan adanya Hardware Sharing dan Software Sharing.

Gambar 2.5 Client server

Pada dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu Client, Middleware, dan Server. Gubungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.6 Komponen dasar client server 2.4.1 Macam macam Sistem Client Server Terdapat beberapa macam Client Server yakni :

A. Standalone (one-Tier) Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun komputer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka dump-client atau dump-terminal. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada. Arsitektur one tier ini dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6 One - Tier B. (Two-tier) Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyak client dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan, seperti terlihat dalam gambar 2.6. Aplikasi ditempatkan pada komputer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya. Dalam client/server, client-client yang cerdas bertanggung jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan user, termasuk logika bisnis dan komunikasi dengan server database. Tipe-tipe tugas yang terjadi pada client adalah :

Antarmuka pengguna Interaksi database Pengambilan dan modifikasi data Sejumlah aturan bisnis Penanganan kesalahan

Model client/server memiliki sejumlah keterbatasan :


Kurangnya skalabilitas Koneksi database dijaga Tidak ada keterbaharuan kode Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi C. Three Tier / Multy tier Model three-tier atau multi-tier dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pada

arsitektur client/server. Dalam model ini, pemrosesan disebarkan di dalam tiga lapisan (atau lebih jika diterapkan arsitektur multitier). Lapisan ketiga dalam arsitektur ini masing-masing menjumlahkan fungsionalitas khusus. Yaitu :

Layanan presentasi (tingkat client) Layanan bisnis (tingkat menengah) Layanan data (tingkat sumber data) Layanan presentasi atau logika antarmuka pengguna ditempatkan pada mesin client.

Logika bisnis dikeluarkan dari kode client dan ditempatkan dalam tingkat menengah. Lapisan layanan data berisi server database. Setiap tingkatan dalam model three-tier berada pada komputer tersendiri.

Gambar 2.7 Three tier

2.5 Sistem Parallel sistem parallel meningkatkan kemampuan komputer dengan mengunakan CPU dan disk secara bersamaan/parallel. kebutuhan untuk melakukan query dalam database yang memiliki ukuran sangat besar membuat sistem parallel dalam database menjadi penting, karena client server kurang mampu menangani query dengan kemampuan yang diinginkan. Database paralel dapat dibagi menjadi tiga kategori: 1) Arsitektur Memori yang bersama, di mana berbagai pengolah berbagi ruang memori yang utama, seperti halnya penyimpanan massa ( e.g. hard-disk). 2) Arsitektur Disk yang bersama, di mana masing-masing mempunyai memori utama sendiri, tetapi semua berbagi penyimpanan, yang pada umumnya suatu jaringan kawasan penumpukan barang. Dalam praktek, masing-masing pada umumnya juga mempunyai berbagai pengolah. 3) Arsitektur tidak ada apapun yang bersama, di mana masing-masing mempunyai penyimpanan sendiri seperti halnya memori utama. 2.6 Sistem Terdistribusi (Tersebar) Sistem Tersebar (terdistribusi), adalah system yang mempunyai banyak prosessor/CPU. Masing-masing disimpan pada lokasi geografis berbeda, berdiri sendiri dan saling berintegrasi.

Gambar 2.8 Distributed Database secara geografis

Gambar 2.9 Arsitektur Distributed Database

Gambar diatas, merupakan gambaran arsitektur database yang terdistribusi. Dimana didalam sistem database terdistribusi ini memungkinkan beberapa terminal terkoneksi dalam suatu sistem database.

Dan masing-masing terminal ini bisa mengakses atau memperoleh data dari database baik yang ada dikomputer pusat maupun dikomputer lokal ataupun database yang satu dengan database yang lain. Database terdistribusi juga mempunyai keunggulan seperti dapat merefleksikan struktur organisasi, otonomi lokal. Kesalahan dalam satu fragmen tidak akan mempengaruhi database keseluruhan. Adanya balancing database didalam server dan sistem dapat dimodifikasi tanpa mempengaruhi modul lain.

Karakteristik database terdistribusi yaitu : 1) Kumpulan data yang digunakan bersama secara logic tersebar pada sejumlah computer yang berbeda 2) Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi. 3) Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasi-aplikasi local secara otonom. 4) Data pada masing situs di bawah kendali satu DBMS. Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global.

2.6.1 Bentuk-bentuk Topologi Distribusi Data

A. Fully Connected Network

Gambar 2.10 Fully Connected Network

Jika salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (biaya mahal), kontrol manajemen tidak terjamin. B. Partialy Connected Network

Gambar 2.11 Partialy connected network

Reliability rendah, biaya dapat ditekan, tetapi kontrol manajemen tidak terjamin. C. Tree Structured Network

Gambar 2.12 Tree Structured Network

Bersifat sentral, control manajemen lebih terjamin. Jalau node pusat rusak, semua akan rusak. (setiap proses dimulai dari bawah).

Rusak satu, yang lain masih berjalan. Kontrol manajemen kurang terjamin karena bersifat dsesentralisasi. D. Star Network

Gambar 2.13 Star Network

Rusak satu, yang lain masih berjalan. Kontrol manajemen kurang terjamin karena bersifat dsesentralisasi.

2.6.2 Keuntungan dan kelemahan Sistem Terdistribusi a. Keuntungan dari system tersebar adalah : 1. Mengatasi masalah beban kerja komputer pusat. 2. Biaya komunikasi berkurang, karena yang ditransmisikan bukan sekedar data mentah. 3. Kerusakan pada salah satu komputer local berakibat kecil terhadap keseluruhan system. 4. Dapat menambah komponen secara individu tanpa harus menduplikasi system. 5. Fasilitas local dapat disesuaikan dengan kebutuhan local. 6. Memungkinkan pertumbuhan system secara terus menerus. 7. Sususnan system bisa disesuaikan dengan pola organisasi perusahaan. 8. Memungkinkan beberapa bagian/local mengadakan percobaan konsep baru dan fasilitas baru untuk mengurangi resiko kegagalan system secara keseluruhan. 9. Pemakaian sumberdaya bersama untuk peralatan yang mahal harganya. 10. Pemeliharaan data lebih mudah, karena sumber data disesuaikan dengan daerah asalnya (database terdistribusi). 11. Rentang komunikasi cukup jauh, bahkan bisa menembus seluruh dunia. Merupakan sarana menerapkan aplikasi multiuser. b. Kelemahannya : 1. Dibutuhkan biaya yang cukup besar 2. Boros dalam system peralatan 3. Proses data agak lambat dibandingkan dengan system terpusat. 4. Membahayakan dari segi keamanan data karena pemakai diberi keleluasaan kerja pada komputer local.

2.7 Tipe Network (Jaringan) Tipe network terdiri dari tiga macam yakni :

1) Local-area network (LAN) - terdiri dari prosesor yang didistribusikan ke daerahdaerah geografis kecil, seperti sebuah bangunan atau beberapa bangunan yang berdekatan. 2) Wide-area network (WAN) - terdiri dari prosesor yang didistribusikan melalui area geografis yang besar. 3) Sambungan terputus - WAN, seperti yang didasarkan pada periodik dial-up (menggunakan, misalnya, UUCP), yang terhubung hanya untuk bagian dari waktu. 4) Continuous sambungan - WAN, seperti Internet, di mana host yang terhubung ke jaringan setiap saat.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan

a) Arsitektur sistem basis data merupakan sebuah struktur antara komponen komponen yang membangun Basis Data dan hubungan / relasi yang mengaitkan komponen - komponen tersebut, dalam artian lainnya, bahwa Basis Data dibangun dari berbagai komponen, dimana setiap komponen memiliki fungsi dan terhubung dengan komponennya. b) Arsitektur system basis data terdiri dari 3 level yakni : 1. Physical Level 2. View Level 3. Conceptual Level c) Arsitektur system Basis Data terbangaun atas : a. Sistem Terpusat b. Sistem Clien-Server c. Sistem Parallel d. Sistem terdistribusi (tersebar)

DAFTAR PUSTAKA

Silberschatz, Korth and Sudarshan., 2010, Database System Concepts, 5th Ed MM. Amri., 2012. Model dan Arsitektur Basis Data. (Web page : http://amri166.blogdetik.com/2012/02/18/model-dan-arsitektur-basis-data/)

Web : b. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/470/jbptunikompp-gdl-aliffinand-23490-1713-sis-m.pdf c. Scribd - http://www.scribd.com/didit_septiawan/d/76686125-Chapter-3Arsitektur-Basis-Data