Anda di halaman 1dari 10

1

I.

TARGET LUARAN Dengan mengetahui potensi serat pada limbah kelapa berupa ampas daging

kelapa, penulisan ini diharapkan : Menghasilkan laporan hasil penelitian yang berupa artikel ilmiah, tentang pengaruh suhu dan waktu pengeringan pada pembuatan tepung ampas kelapa sebagai sumber serat bagi tubuh. Memperbaiki proses pengolahan tepung ampas kelapa sehingga dihasilkan tepung yang bermutu baik. Mengetahui proses pengolahan tepung ampas kelapa yang bermutu baik dengan kajian suhu dan waktu pengeringan. II. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode

eksperimen di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap kelompok pola petak terpisah. Faktor pengeringan yang digunakan yaitu (1) suhu dan (2) lama pengeringan (waktu). Kombinasi suhu dan lama pengeringan yang terdiri dari suhu 40,50,60C selama 4,5,6 jam. Setiap kombinasi perlakuan di ulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam. A. Alat dan Bahan: Bahan utama yang dipergunakan untuk pembuatan tepung kelapa adalah dari ampas industri pengolahan kelapa di Surabaya. Bahan kimia yang digunakan untuk pengawetnya sendiri yaitu bahan pengawet (Napirophosphat). Peralatan yang dipergunakan adalah peralatan untuk proses pembuatan tepung, seperti cabinnet dryer, oven,blender dan ayakan. Untuk alat-alat analisis seperti alat-alat gelas (botol timbang, erlenmeyer, gelas ukur, tabung reaksi, corong kaca, beker glass, pipet, cawan poselin, pengaduk dan lain-lain). Dan alat analisis seperti soxhlet, pendingin balik, higrometer, oven, desikator, waterbath, kjeldahl, neraca analitik, spektrometer, dan lain-lainnya. B. Prosedur Kerja Berikut merupakan proses dalam pengolahan ampas kelapa menjadi tepung kelapa, persiapan bahan: Bahan baku tepung adalah ampas daging kelapa yang sudah diambil air santannya, biasanya ampas ini berbentuk parutan seperti serbuk gergaji. a) Pencucian, pencucian dilakukan untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang terdapat pada ampas kelapa.

b) Penambahan bahan pengawet, ampas kelapa dimasukan ke dalam tempat perendaman berisi air dan bahan pengawet (Napirophosphat) pada suhu 70 oC selama 10 menit. c) Penirisan, ampas kelapa ditiriskan untuk mengurangi kadar air sebelum dikeringkan. d) Pengeringan, pengeringan dilakukan dengan penggunaan oven yang memiliki alat pengipas, seperti cabinnet dryer. Pada proses ini dilakukan 3 kali proses pengeringan dengan suhu 40, 50, 60oC dengan lama waktu 4, 5, 6 jam. Dari 3 proses pengeringan tersebut akan diambil hasil yang memiliki mutu paling baik. e) Penggilingan, penggilingan dilakukan untuk mendapatkan butiran-butiran. Proses ini penting untuk menentukan ukuran tepung kelapa dengan menggunakan blander. f) Pengayakan, tepung kelapa diayak dengan ayakan 80 mesh. g) Grading, tepung kelapa dengan ukuran yang sesuai dipisahkan. Pemisahan antara tepung dengan ampasnya hasil ayakan 80 mesh. Prosedur pembuatan tepung ampas kelapa selengkapnya dapat dilihat pada bagan berikut:

Ampas / Residu Kelapa Pencucian Perendaman NaPirop hosphat Penirisan Pengeringan Penggilingan Pengayakan Air Air Grading Tepung Kelapa Pengotor

Air

III.

KEMAJUAN PEKERJAAN Hasil pemanfaatan ampas daging kelapa dengan beberapa perlakuan yang telah dilakukan maka mendapatkan hasil yaitu produk tepung ampas kelapa. Kualiatasnya pun dapat diketahui dengan telah dilakukannya analisa pada sample sebagai berikut : A. Analisa Kadar Air

Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata

Perulangan (%) I 5,6 4,9 4,7 5,2 4,8 4,5 5 4,5 4,3 43,5 4,8333 II 5,5 5,01 4,7 5,01 4,5 4,3 4,7 4,4 4,1 42,22 4,6911 III 5,5 4,9 4,6 5,4 4,6 4,4 4,8 4,4 4,1 42,7 4,7444

Total 16,6 14,81 14 15,61 13,9 13,2 14,5 13,3 12,5 128,42

Rata-rata 5,5333 4,9367 4,6667 5,2033 4,6333 4,4000 4,8333 4,4333 4,1667

Tabel 1.1 Kadar Air B. Kadar Aw ( Tabel 1.2 Kadar Aw ) Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata Perulangan I 0,6 0,64 0,71 0,61 0,66 0,71 0,61 0,71 0,75 6,05 0,6667 II 0,6 0,64 0,66 0,62 0,65 0,68 0,65 0,68 0,78 5,96 0,6622 III 0,62 0,64 0,68 0,63 0,68 0,68 0,65 0,72 0,75 6,05 0,6722 Total 1,82 1,92 2,05 1,86 1,99 2,07 1,91 2,11 2,28 18,01 Rata-rata 0,6067 0,6400 0,6833 0,6200 0,7 0,6900 0,6367 0,7033 0,7600

C. Kadar Minyak Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata Perulangan (%) I 39,68 35,85 28,39 39,17 33,25 24,68 36,43 23,55 18,61 279,61 31,0678 II 40,97 33,03 30,81 38,98 32,02 29,06 37,89 22,89 19,97 285,62 31,7356 III 38,21 29,36 21,32 34,93 27,7 19,76 31,19 22,8 15,63 240,9 26,7667 Total 118,86 98,24 80,52 113,08 92,97 73,5 105,51 69,24 54,21 806,13 Rata-rata 39,6200 32,7467 26,8400 37,6933 31,0 24,5000 35,1700 23,0800 18,0700

Tabel 1.3 Kadar Minyak

D. Kadar Serat Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata Perulangan (%) I 23,011 23,973 26,284 26,876 27,174 29,725 27,961 28,252 30,477 243,733 27,0814 II 22,245 22,8 23,841 25,073 28,414 29,9 29,331 29,376 29,942 240,922 26,7691 III 22,115 23,89 25,862 26,379 27,123 29,224 28,181 28,317 30,044 241,135 26,7928 Total 67,371 70,663 75,987 78,328 82,711 88,849 85,473 85,945 90,463 725,79 Rata-rata 22,4570 23,5543 25,3290 26,1093 27,6 29,6163 28,4910 28,6483 30,1543

Tabel 1.4 Kadar Serat

E. Kadar Protein Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata Perulangan (%) I 22,718 23,625 25,139 23,531 26,186 27,556 24,667 26,3 27,501 227,223 25,2470 II 22,839 23,695 25,162 23,766 25,786 26,992 25,139 27,207 27,611 228,197 25,3552 III 23,044 23,677 25,114 23,3 26,16 27,501 24,416 26,489 27,207 226,908 25,2120 Total 68,601 70,997 75,415 70,597 78,132 82,049 74,222 79,996 82,319 682,328 Rata-rata 22,8670 23,6657 25,1383 23,5323 26,0 27,3497 24,7407 26,6653 27,4397

Tabel 1.5 Kadar Protein

F. Derajat Putih Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata Perulangan (%) I 81,609 81,517 81,708 81,418 81,583 81,702 81,59 81,715 81,715 734,557 81,6174 II 81,399 81,596 81,596 81,484 81,616 81,708 81,498 81,596 81,715 734,208 81,5787 III 81,517 81,517 81,702 81,603 81,715 81,801 81,616 81,715 81,801 734,987 81,6652 Total 244,525 244,63 245,006 244,505 244,914 245,211 244,704 245,026 245,231 2203,752 Rata-rata 81,5083 81,5433 81,6687 81,5017 81,6 81,7370 81,5680 81,6753 81,7437

Tabel 1.6 Derajat Putih

G. Rendemen IV. KETERCAPIAN TARGET LUARAN Perlakuan 40/4 40/5 40/6 50/4 50/5 50/6 60/4 60/5 60/6 Total Rata-rata
Rendemen 20,3 22,04 25,7 20,8 22,15 27,4 21,65 25,4 28,5 213,94 23,77111111

Hasil yang telah dicapai selama kegiatan berjalan, yaitu : Dapat mengetahui proses pengolahan tepung ampas kelapa yang bermutu baik dengan kajian suhu dan waktu pengeringan. Dapat memanfaatkan limbah kelapa untuk mengkonversinya menjadi produk pangan yang kaya serat. Dapat mengetahui komposisi yang terdapat pada produk akhir, yaitu tepung ampas kelapa. Dapat mengaplikasikannya dalam bentuk berbagai macam produk yang berbahan dasar atau substansi tepung ampas kelapa.

Tabel 1.7 Rendemen V. PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN a) Administratif. Pelaksanaan pembuatan produk tepung ampas kelapa ini dilaksanakan di laboratorium, dimana diwajibkan membuat surat perizinan penelitian dan suratsurat peminjaman alat-alat laboratorium dan seperangkat alat analisa yang dibutuhkan dalam analisis sample. b) Teknis Dalam proses pembuatan produk tepung ampas kelapa, dimana ampas kelapa tersebut memiliki kandungan minyak yang tinggi. Sehingga proses pengeringan dalam cabinet drayer dengan suhu 40, 50, 60 oC dengan lama pengeringan ditambahkan 1 (satu) jam dari perlakuan awal dengan tujuan sample yang didapatkan menjadi lebih kering. Hal ini dimaksudkan agar sample yang akan digiling dapat lebih halus dan mempermudah proses pengayakan. Sample / ampas daging kelapa yang telah digiling tersebut memiliki kandungan serat yang tinggi dibandingkan dengan contoh bahan lain untuk dibuat menjadi tepung. Karena memiliki kandungan serat yang sangat tinggi tersebutlah, maka ampas daging kelapa yang telah digiling menjadi sulit untuk diayak. Maka untuk mendapatkan produk tepung, dibantu dengan adanya sedikit tekanan pada

saat pengayakan. Dimana dengan demikian maka akan didapatkannya hasil produk tepung ampas kelapa yang diharapkan. c) Organisasi Pelaksana Pelaksanaan analisa pada setiap sample dilakukan secara pebagian. Dimana setiap analisis dilakukan oleh perorangan yang bertanggung jawab atas analisa tersebut. Hal ini dilakukan karena sample yang digunakan pada penelitian tidaklah sedikit, yaitu ada 9 (sembilan) sample dan melalui tiga kali perulangan. Selain itu juga, dengan adanya perulangan sampai tiga kali tersebut dibutuhkan pemahaman atas hasil analisa yang didapatkan. d) Keuangan Pelaksanaan penelitian ini dilakukan setelah pengumuman lolosnya proposal PKM-P yang didanai oleh dikti. Sedangkan untuk dana hibah PKM itu sendiri belum dapat masuk, sehingga untuk pelaksanaannya dilakukan dengan dana pribadi anggota terlebih dahulu. Sampai dana hibah diterima dan digunakan untuk pelaksanaan analisa selanjutnya hingga saat ini. Setelah hasil kalkulasi atas dana yang masuk dan yang keluar, ternyata dana hibah PKM dikti tersebut belum bisa menutupi dana pribadi yang telah keluar. Sehingga dalam pelaksanaannya dana pribadi tetap digunakan untuk menutupi kekurangan dana hibah PKM dikti. e) Lain lain. Bahan awal yang didapatkan bersumber dari limbah industri pengolahan kelapa. Dimana dalam pelaksanaan awal, bahan didapatkan dari industri rumah makan padang di sekitar kampus. Namun karna keterbatasan bahan yang diterima dan kualiatas dari bahannya pun tidak sesuai, maka kami beralih dengan menggunakan bahan yang masih terdapat santan dan belum menjadi ampas daging kelapa.

VI.

PENGGUNAAN BIAYA Pembiayaan ini tertuju pada aspek pembelajaran, pengenalan, dan implementasi

sistem manajemen mutu berdasarkan konsep Material Requirements Planning sehingga dapat menerapkan tata produksi yang memenuhi standar mutu yang diakui secara nasional serta untuk meningkatkan kontinuitas dan kualitas hasil produksi.

Penggunaan biaya adalah sebagai berikut : No. 1. Uraian Pembuatan Tepung Naphirophospat Ampas Kelapa Air Aqua 20 gram 27 7 jurigen Rp. 4000/gr Rp. 5000,Rp. 25.000,Sub Total 2. Peminjaman Lab. Peralatan Analisa : Penggiling Cabinet dryer Soxhlet Kjehdhal Oven Higrometer Pendingin Balik Spektro&HPLC Paket 1 203 ml 35 gram 35 gram 203ml 3 liter 360 ml Sub Total Akomodasi : Alimunium Foil Tissue Sunlight Sabut Spon Kertas Saring Roll Pack Botol Buah Lembar 1 4 250 ml 1 3 Rp. Rp. Rp. 350.000,9.900,Rp. Rp. Rp. Rp. 11.000,- Rp. 350.000,39.600,6.200,2.000,33.000,Rp. 120.000,Rp. 2.000.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 2.000.000,100.000,145.000,195.000,150.000,360.000,200.000,bulan 6 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 80.000,135.000,175.000,390.000,100.000,Harga Jumlah

Pembeliaan Larutan : - Alkohol 96% H2SO4 Pekat NaOH K2SO4 Petroleum Eter HCl

Rp. 1.150.000,-

Rp. Sub Total 3. Biaya Mobilitas Transportasi - Bensin Akomodasi Plastik Krep PP PP Pack 5 7 1 Sub Total 3. Pemantauan Internal Uji Sensoris Mutu Kali 2 Rp. 200.000,Sub Total 4. Alat Tulis Kantor Buku Plester DoubleTip Jilid Roll Roll 10 1 1 1 Rp. 5.500,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 20.000,15.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

430.800,3.680.800,-

100.000,105.000,74.500,15.000,294.500,-

400.000,400.000,-

55.000,8.500,5.000,15.000,-

Pensil + Serutan Paket + Penghapus

Pulpen Note CD R Print Background CD-R

Buah Jilid Buah Lembar

3 1 5 5

Rp.

2.500,-

Rp. Rp.

7.500,3.500,50.000,10.000,-

Rp. Rp.

10.000,2.000,-

Rp. Rp.

Kertas Polio Bergaris

Paket

Rp.

3.500,-

Kertas Kado (Sampul Buku)

Lembar

Rp.

2.500,-

Rp.

7.500,-

Hekter Kertas HVS Penjilidan

Buah Rim Buku

1 1 15 Rp. 20.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp.

8.500,30.000,300.000,514.000,-

Sub Total TOTAL

Rp. 5.279.300,-

Terbilang : Lima Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Rupiah

10

VII.

DOKUMENTASI KEGIATAN Proses Pembuatan Tepung :