Anda di halaman 1dari 8

SMA SANDIKTA

Biologi
Pengamatan Morfologi Tumbuhan Lumut dan Paku
X4 3-3-2012

Kelompok 4
Eka Heriyansah Jibril Gilang Dominggus Andi Karo Didi Nur Sofian Ali Ahmad Jayadi Ferry Setiawan

Tujuan pengamatan siswa dapat mendeskripsikan cirri-ciri tumbuhan lumut berdasarkan pengamatan langsung

Pengantar

Puji Kita panjatkan ke hadirat Illahi Robbi, atas perkenan dan rahmat-Nya makalah ini bisa tersusun. Rasa syukur ituu dapat diwujudkan atas kerja sama dan mengasah akal budi kami uuntuk memanfaatkan karunia Tuhan dengan sebaik-baiknya. Jadi rasa syukur itu harus senantiasa diwujudkan dengan rajin belajar dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan cara itu akan menjadi generasi bangsa yang tangguh dan berbobot serta pintar. Bertolak dari ha di atas, kami berusaha untuk membantu memperkaya wawasan dengan cara menyajikan sumber berbobot sesuai dengan kebutuhan Ilmu Pengetahuan Alam. Makalah ini akan mampu melengkapi Pengetahuan para pembaca/Siswa di Sekolah. Karena makalah ini disertai dengan gambar dan proses terjadinya Lumut ataupun tumbuhan Paku, serta macamnya. Segala usaha telah kami lakukan untuk tersusunnya makalah ini, dalam usaha maksimal tentunya kami menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu mengharap kritik dan saran dari semua pihak demi penyempurnaan makalah ini.

Penyusun

BAB I Lumut
Lumut adalah tumbuhan yang sudah terbentuk embrio, berspora tapi belum mempunyai akar, batang dan daun. Lumut mengalami metagenesis yaitu terjadinya pergiliran keturunan antara gametofit dan sporofit. Gametofit merupakan tumbuhan lumut itu sendiri dan generasi yang menghasilkan sperma atau ovum, sedang sporofit merupakan generasi yang menghasilkan spora. Lumut mempunyai anteridium (sel kelamin jantan) berbentuk seperti gada yang menghasilkan sperma dan arkhegonium (sel kelamin betina) berbentuk seperti botol yang menghasilkan ovum. Selain pembiakan generatif lumut juga berkembangbiak secara vegetatif yaitu dengan kuncup dan daya regenerasi yang tinggi. Menurut letak gametangia, lumut dibedakan menjadi : - Lumut berumah satu : bila anteridium dan arkegonium terdapat dalam satu individu. - Lumut berumah dua : bila dalam satu individu terdapat anteridium dan arkegonium saja. Lumut di bedakan menjadi kelas : a. Hepaticae (lumut hati) berumah satu yaitu antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina berada dalam satu individu. contoh : - Marchantia polymorpha sebagai obat sakit hati (hepatitis) Marchantia geminata b. Musci (lumut daun) berumah dua yaitu antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina terpisah. contoh : - Spagnum fimbriatum sebagai pengganti kapas - Poltricum commune - Pogonatum cirhatum

Pengamatan tumbuhan lumut

Tujuan ; siswa dapat mendeskripsikan cirri-ciri tumbuhan lumut berdasarkan pengamatan


Alat & Bahan ; Buku catatan pensil pengaris lup spesismen tumbuhan lumut

Cara kerja ; Siapkan beberapa spesismen tumbuhan lumut dari sekitar rumah atau lingkungan sekolah kalian Amatilah keadaan akar ,batang & daun pada tumbuhan tersebut gunakan lup jika diperlukan Lakukan pengukuran panjang akar , luas daun dan tinggi batang pada setiap tumbuhan lumut tersebut Tuliskan data hasil pengamatan pada table pengamatan seperti pada contoh table & gambarlah tumbuhan tersebut pada kertas

Ciri yang diamati Bentuk Warna Ukuran Cirri khas

Akar

batang

daun

Hasil pengamatan ; Table pengamatan Lumut

BAB II Tumbuhan paku


Sudah jelas akar, batang dan daun serta sudah memiliki sistem pembuluh (xylem/ phloem) disebut tracheophyta, sudah terbentuk embrio dan berspora untuk alat perkembangbiakannya. Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit. Sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri. Daun dibedakan : - Berdasarkan ukurannya : - daun mikrofil : ukuran kecil - daun makrofil : ukuran besar - Berdasarkan fungsinya : - daun tropofil : untuk fotosintesis - daun sporofil : penghasil spora Tumbuhan paku-pakuan menyukai hidup pada tempat yang lembab atau teduh serta ada yang hidup di air. Menurut spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan : 1. Paku homospor (isospor) : tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora. contoh : - Lycopodium (paku kawat) - Adiatum cuneatum (suplir) - Paku emas, perak, paku hias 2. Paku heterospor : tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora, yaitu makrospor (betina) dan mikrospor (jantan). contoh : - Selaginella (paku rane) - Marsilea crenata (semanggi) 3. Paku peralihan antara homospor dengan heterospor : tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama tetapi yang satu betina dan yang satu jantan. contoh : Equisetum debile (paku ekor kuda) Tumbuhan paku terdiri beberapa kelas : 1. Kelas Psilophytinae (paku purba), sudah punah

2. Kelas Equisetinae 3. Kelas Lycopodinae (paku kawat) 4. Kelas Filicinae (paku sejati)

Pengamatan tumbuhan paku

Tujuan ; siswa dapat mendeskripsikan tumbuhan paku berdasarkan pengamatan

Alat dan bahan ; Buku catatan Pensil Pengaris Lup Specimen tumbuhan paku mikroskop

Cara kerja Amatilah beberpa specimen tumbuhan paku yang dapat kalian peroleh dari tebing/hutan Amatilah keadaan akar, batang , daun , tumbuhan tersebut gunakan lup jika diperlukan Jika specimen tumbuhan paku yang kalian bawa lengkap, letakan pengukuran terhadap panjang akar, panjang lebar daun , serta tinggi batang setiap tumbuhan paku tersebut

Hasil pengamatan Table pengamatan paku