P. 1
Tanaman Kopi

Tanaman Kopi

|Views: 75|Likes:
Dipublikasikan oleh Habibun Sipahutar

More info:

Published by: Habibun Sipahutar on Jun 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

Tanaman Kopi

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Asteridae Ordo: Rubiales Famili: Rubiaceae (suku kopi-kopian) Genus: Coffea Spesies: Coffea arabica L. dan Coffea robusta L.

Persyaratan Tumbuh : Salah satu kunci keberhasilan budidaya kopi yaitu digunakannya bahan tanam unggul sesuai dengan kondisi agroklimat tempat penanaman. Kondisi lingkungan perkebunan kopi di Indonesia sangat beragam dan setiap lingkungan tersebut memerlukan adaptabilitas spesifik dari bahan tanam yang dianjurkan. Pada tanaman kopi, iklim dan tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan morfologi, pertumbuhan dan daya hasil. Tanah dan Iklim Kopi hanya dapat menghasilkan dengan baik apabila ditanam pada tanah yang sesuai, yaitu tanah dengan kedalaman efektif yang cukup dalam (> 100 cm), gembur, berdrainase baik, serta cukup tersedia air, unsur hara terutama kalium (K), harus cukup tersedia bahan organik (> 3 %). Derajat kemasaman (pH) yang ideal untuk pertumbuhan tanaman kopi berkisar antara 5,3 – 6,5. Persyaratan kondisi iklim dan tanah optimal untuk tanaman kopi selengkapnya tercantum pada Tabel.

Persyaratan Kondisi Iklim dan Tanah Optimal untuk Kopi Robusta dan Kopi Arabika Syarat Tumbuh Iklim Tinggi (m dpl) Suhu Kopi Robusta Tempat 300 – 600 700 – 1.400 Udara 24 – 30 15 – 24 Kopi Arabika

Harian (oC) Curah Hujan Rata-rata (mm/th) Jumlah Bulan

1. ian

Pengendal Hama

1.500 – 2.000 – 4.000 3.000 1–3 1–3

Penyakit. a. Hama • Hama Bubuk Buah

Kering (bl/th) Tanah Derajat Kemasaman (pH) Kandungan B.O (%) Kedalaman Efektif (cm) Kemiringan

5,5 – 6,5 >3 > 100 40

5,3 – 6,0 >3 > 100 40

 Penyeb

ab

Maksimum (%) Stephanoderes hampei  Menyerang buah muda dan tua  Pengendalian dengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buahbuah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.

Bubuk Cabang coklat dan hitam

Penyebab Cylobarus morigerus dan Compactus. kopi.

Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan

Daun

mongering. Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah. b. •

Penyakit Penyakit Karat Daun Penyebab adalah Hemileia vastatrix. Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati. Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan seperti S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.
• Penyakit bercak coklat pada daun

 

Disebabkan oleh Cercospora cafeicola Pencegahan dengan Natural GLIO

http://binaukm.com/2010/05/karakteristik-tanaman-kopi-dalam-usaha-budidayatanaman-kopi/

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->