Anda di halaman 1dari 37

F T ra n sf o F T ra n sf o

PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Stem cell Therapy pada


Penyakit Arteri Perifer

Dr. Aidi Nasrul


Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUA
Universitas Andalas Padang 2008
1
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Pendahuluan
• Peripheral Arterial Disease (PAD) atau PVD Penyakit
arteri ke-3 sesudah Cardiovascular dan Cerebrovascular

• Trombosis pada arteri atau vena terganggu atau


tersumbatnya aliran darah dari atau ke jaringan organ

• disebabkan aterosklerosis pada aorta, arteri mesentrika,


arteri ekstremitas bawah ; gejala iskemia distal

• 29% pasien > 70 th, atau 59-69 th dengan riwayat


merokok 10 bungkus/tahun atau DM

2
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Di Eropa dan Amerika 27 juta pasien


menderitaPAD.
• 40% punya gejala, 60% asimptomatik
• Penelitian 460 orang penderita PAD
menunjukkan 32,6% disertai klaudikasi
intermiten,
• 28,5% nyeri tidak khas pada tungkai, 19,1% nyeri
pada saat istirahat, 19,8% tidak punya keluhan
• 2 akibat pe kualitas hidup
pe morbiditas,mortalitas

3
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Penyakit Arteri Perifer


EPIDEMIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO

• Insiden makin meningkat sesuai dengan umur


• Menurut NHANES insiden > 40 tahun :4,3%
• San Diego :umur ± 66 tahun :11,7%, NHAHES 70 th:
14,5% , Roterdam study > 55 th: 19,1%

• > 100.000 pasien baru /th didiagnosis dengan PAD


• 6-8 pasien dengan gejala , > 10 pasien asimptomatik

4
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Penyebab terbanyak penyakit oklusi arteri pada


usia > 40 th aterosklerosis.
• Insiden tertinggi : dekade ke-6 dan 7.
• Prevalensi meningkat pada DM,
hiperkolesterolemia, hiperhomosisteinemia,
hipertensi dan perokok
Steg PG dkk (2007)

• Diantara pasien dengan CHD, stroke dan PAD pasien


PAD paling tinggi angka kematiannya (1 th) Pasien PAD
lebih banyak penyebaran atheromatousnya pada vascular
bed (62%); CHD (25%), stroke (40%)

5
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Trombosis pada arteri atau vena, mengakibatkan


terganggu atau tersumbatnya aliran darah dari atau ke
jaringan organ-organ yang dikenai.

• Faktor risiko PAD perlu diketahui pengobatan optimal

faktor risiko umur laki-laki > 55 tahun, wanita > 65


tahun, riwayat penyakit kardiovaskular atau stroke,
perokok, DM/ HbA1C>7, hiperlipidemia, hipertensi
hiperhomasistenemia

• PAD meningkatkan risiko iskemik kardiovaskular (fatal


dan non fatal infark miokard), penyakit iskemik serebral
(fatal dan non fatal stroke)

6
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

7
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• kontrol gula darah buruk pd DM pe risiko komplikasi


kardiovaskular
• peningkatan kadar lipid dan proses ateromatous pada DM
menimbulkan 80% kematian karena penyakit
kardiovaskular.

• Sebagian proses ateroma mengenai pembuluh darah


distal yang lebih kecil tindakan rekonstruksi bedah
lebih sulit atau tidak mungkin dilakukan.

• pasien DM dengan PVD lebih suka memilih tindakan


amputasi

8
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

DIAGNOSIS

• Diagnosis gejala, PF dan pemeriksaan


penunjang

• Perubahan warna kulit menjadi pucat atau biru.


• Suhu pada satu kaki lebih rendah atau teraba
lebih dingin.
• Gejala lain seperti kram pada kaki, atau otot paha
selama berjalan.

• Gejala dan tanda PAD berkurangnya aliran


darah pada distal akibat stenosis sumbatan arteri.
9
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Bila ada gejala rasa terbakar atau sakit pada ujung


jari pada waktu istirahat keadaan ini
menunjukkan penyakit yang lebih berat.

• Pada iskemia tungkai akut gejala 6 P yaitu sakit


(pain), nadi tidak teraba (pulseness), pucat
(pallor), kurang rasa (peresthesia), lumpuh
(paralysis), dan dingin (poikilotermia)

Pemeriksaan Fisik
• Nadi teraba kecil atau tidak teraba sama sekali. Kulit terasa
dingin atau suhu lebih rendah dari yang lain

10
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

11
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Ultrasound Arterial Dupleks (UAD)

• Pemeriksaan ini mengidentifikasi struktur arteri, dan


perobahan kecepatan aliran darah yang khas pada daerah
stenosis.

• UAD untuk evaluasi permulaan pada pasien yang akan


dilakukan angioplasti, menentukan sumber emboli perifer,
klaudikasio yang bukan disebabkan aterosklerosis dan
pemantauan pengobatan trombolitik

12
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Arteriografi

• Arteriografi dengan kontras merupakan standar baku


untuk mengevaluasi anatomi pembuluh darah perifer.

• Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien yang akan


menjalani revaskularisasi.

• Prosedur ini akan invasive dan dapat terjadi komplikasi


seperti, alergi, gagal ginjal dan pada tempat tusukan.

• Komplikasi secara keseluruhan dilaporkan 2-10% dan


komplikasi berat 0,8%.15

13
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Computed Tomography Arteriography


(CTA) dan Magnetic Resonance
Arteriography (MRA)
• CTA dan MRA dapat menggantikan arteriografi dengan
kontras pada banyak kasus, MRA tidak invasive dan tidak
memerlukan kontras intravascular dan mungkin biaya
lebih efektif.

• Ketepatan MRA ditingkatkan dengan menggunakan


gadolinium sebagai kontras yang tidak toksik pada ginjal

14
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

15
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.

KLASIFIKASI PAD
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• oklusi arteri akut ( acute limb ischemia)


• oklusi kronik ( chronic arterial occlusive disease).

Iskemia Akut Tungkai (Acute Limb Ischemia)

• oklusi arteri yang mengancam, dapat menyebabkan


amputasi, bahkan kematian pada pasien yang berusia
lanjut.
• Secara klinis, ditandai oleh 6 P yaitu pain (nyeri), pulseless
(tidak terdapat pulsasi), pallor (pucat), poikilothermia
(dingin), paresthesia (kesemutan) dan paralysis
(kelemahan).

• Tetapi gejala ini tidak selalu ditemukan pada setiap pasien


karena bergantung pada berat dan lamanya iskemia pada
pasien tersebut.
16
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Tabel 1. Klasifikasi acute limb ischemia

Kategori Deskripsi/ Temuan Pemeriksaan Doppler


Prognosis Hilang Kelemahan Arteri Vena
Sensitivitas otot
Vaible Tidak segera Tidak ada Tidak ada Terdengar Terdengar
mengancam
Mengancam
a. Marginal Dapat Tidak ada/ Tidak ada Tidak Terdengar
diselamatkan minimal Terdengar
jika segera
ditangani
b. Segera Dapat Lebih dari Rinegan Tidak Terdengar
diselamatkan jari, berhub, Sedang terdengar
dengan dg nyeri
revaskularisasi
segera
Ireversibel Kehilangan Luas, tidak Luas paralisis Tidak Tidak
jaringan luas, ada rasa (kaku) terdengar terdengar
kerusakan
saraf
17
permanen
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

PATOGENESIS

• Aterosklerosis menyebabkan penyempitan lumen arteri


yang disebut stenosis atau terjadi trombosis

• Kebanyakan manifestasi gejala penyakit arteri perifer


berasal dari stenosis arteri atau oklusi yang menyebabkan
penurunan aliran darah perifer

• Akibat penurunan aliran darah maka pada waktu aktivitas


kebutuhan oksigen (anaerobik) dan memproduksi asam
laktat dan metabolisme lain yang menyebabkan kaki sakit.

• Pada waktu istirahat asam laktat dan metabolisme lainnya


dihilangkan dan rasa sakit atau kelelahan pulih
18
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Trombosis terjadi bila terjadi gangguan keseimbangan


antara yang merangsang trombosis dan yang mencegah
trombosis.

• Trombosis arteri sering terbentuk di sekitar orifisium


cabang arteri dan bifurkasio arteri.

• Di tempat ini terdapat turbulensi aliran darah sehingga


terjadi perubahan ateromatosa dan kerusakan endotel

• Pembuluh darah yang terganggu atau tidak utuh


merupakan faktor risiko trombosis

19
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Trombosit yang teraktivasi menyebabkan reseptor Gp


IIb/IIIa menerima ligan fibrinogen dan fibrinogen akan
menghubungkan trombosit yang berdekatan satu sama
lain dan terjadi agregasi trombosit

• Faktor-faktor yang mempengaruhi perbaikan aliran darah


termasuk derajat dan panjang stenosis, viskositas darah,
dan kecepatan aliran darah

20
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

PENATALAKSANAAN

Algoritma Penatalaksanaan Primer PAD

• Evidence menunjukkan bahwa penatalaksanaan


faktor risiko dengan agresif akan mencegah
sejumlah kematian dini dan menurunkan
morbiditi
• Perkiraan gejala dan tanda-tanda PAD merupakan
langkah awal dalam algoritma penatalaksanaan
PAD yang terbaru dikembangkan oleh Target PAD
group
21
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Figure 4. Peripheral arterial disease (PAD) primary care algorthm


Bell J, Stansby G, Shearman C,et al. Peripheral arterial disease-a
cardiovascular time bomb. S Afr J Diabetes Vasc Dis 2008 22
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Terapi Medikamentosa Dan Modifikasi


Faktor Risiko PAD

• Mengidentifikasi dan mengobati faktor risiko hal yang


sangat penting
• Pendekatan fc risiko:berhenti merokok, turunkan BB,
turunkan total kolesterol < 175 mg/dl, LDL <100
mg/dl,TD< 140/90 mmHg

• penelitian meta analisis terapi anti platelet dapat


mengurangi risiko kejadian vaskular seperti strok, infark
miokard akut atau kematian pada penderita PAD.

23
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
om
Tabel 4. Rekomendasi terapi PAD ( Acute Limb Ischemia ) om
w w
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Jenis Obat Rekomendasi Grade


Heparin • Pada acute arterial emboli atau trombosis, segera diberikan 1C
antikogulan sistemik dengan unfractionated heparin (UFH)
• Pada pasien acute arterial emboli dan menjadi embilektomi ,
segera diberikan antikoagulan sistemik dengan UFH dilanjutkan 1C
dengan antagonis vitamin K (VKA) jangka panjang untuk
mencegah emboli berulang.
• Pada recent (14hari)penyakit trombosis/emboli dengan resiko
Trombolisis miokrenosis.renal dianjurkan terapi trombolitik intra arterial. 2B
• Pada pasien yang menjalani tindakan rekontruksi p. darah
mayor, direkomendasikan UFH pada saat aplikasi klem silang
Graft P. darah (cross clamp) p. darah. 1A
• Dianjurkan aspirin pada pasien yang menjalani prosthetic
infrainguinal bypass
Anti Platelet • Pada pasien yang menjalani operasi bypass infrainguinal 1ª
femoropopliteal atau vena distal, VKA tidak dianjurkan
VKA digunakan secara rutin 2ª
• Pada pasien yang menjalani operasi bypass infra infraingunial
tanpa faktor risiko khusus untuk oklusi tidak dianjurkan VKA +
VKA+ Aspirin aspirin 1ª
• Pada pasien dengan resiko tinggi terjadinya oklusi bypass dan
amputasi dianjurkan VKA + aspirin
2B
24
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Tabel 5. Penyesuaian dosis heparin terhadap nilai aPTT

NILAI Aptt DOSIS HEPARIN


aPTT < 35’’ (<1,2x kontrol) Tingkatkan infus 4 U/kgBB/j
aPTT 35-45’’ (<1,2 – 2 x kontrol) Tingkatkan infus 2 U/kgBB/jam am
aPTT 46-70’’ (1,5 – 2,5 x kontrol) Tidak ada perubahan
aPTT 71-90’’ (2,5 – 3 x kontrol) Kurangi kecepatan infus
aPTT > 90’’ (>3 x kontrol) Stop infus, ditunda pemberian selama
4 jam

25
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Dosis dan cara pemberian antiagregasi trombosit :

• Aspirin : 150-325 mg, diberikan peroral. Untuk


maintenen dilanjutkan dengan dosis 75-150 mg/hari.

• Klopidogrel : 75 mg/hari, diberikan peroral. Bisa


diberkan dosis awal 300-600 mg apabila dibutuhkan
mula kerja (onset of action) yang cepat.

• Ticlopidin : 2 x 250 mg/hari, diberikan peroral.


Diberikan dosis awal 500 mg apabila dibutuhkan mula
kerja yang cepat.

• Dipiridamol; 2-3 x 25 mg/hari, diberikan peroral.

26
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Revaskularisasi
• Angioplasti dan operasi mungkin diperlukan. Angioplasti
adalah prosedur tanpa operasi yaitu memperlebar arteri
yang menyempit dengan balon.

• Kateter dengan balon yang tidak ditiup pada ujungnya


dimasukkan melewati segmen arteri yang sempit.
Kemudian balon ditiup dan akan menekan dan membuka
segmen yang menyempit. Kemudian balon dikempiskan
dan kateter ditarik.

• Stent ditempatkan pada arteri yang sempit dengan


kateter. Di sana stent mengembang dan ditinggalkan
untuk mempertahankan arteri terbuka. Bila arteri yang
menyempit panjang maka operasi diperlukan yaitu arteri
bypass
27
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

28
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Stem cell Therapy pada PAD

• Pendekatan terkini penatalaksanaan iskemia upaya


agresif menyelamatkan tungkai iskemia.
• Di Amerika serikat, sekitar 12% atau 30.000-50.000
penderita PAD/tahun tidak dapat menjalani tindakan
operasi, yang tentunya akan berujung pada amputasi
• Terapi ditingkat selular telah mulai dikembangkan dalam
bentuk uji in vitro maupun in vivo untuk melihat potensi
stem cell dalam pengobatan berbagai penyakit, termasuk
PAD.
• Angiogenesis terapeutik tindakan untuk merangsang
pembuluh darah baru melalui pemberian faktor
pertumbuhan pro-angiogenetik dalam bentuk protein
rekombinan atau terapi gen, atau negan
mengimplantasikan sel progenitor endotel ( endothelial
progenitor cells/EPC).
• Implantasi EPC ini umumnya dikenal sebagai terapi sel 29
induk atau stem cell therapy (SCT)
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Penggunaan stem cell atau progenitor untuk mengobati


atau memperbaiki fungsi organ sistem kardiovaskular atau
ginjal yang rusak memang suatu konsep pengobatan yang
relatif baru.

• Stem cell sendiri berarti sel yang berasal dari embrio, janin
atau dewasa yang yang mempunyai kemampuan untuk
bereproduksi diri sendiri dalam waktu yang lama.

• Pada PAD, mekanisme kerja sel progenitor secara tepat


belum sepenuhnya dimengerti, tetapi penelitian
menunjukkan bahwa sel progenitor dari sumsum tulang
dapat berintegrasi pasca cidera iskemik, memproduksi
sitokin yang berperan dalam neovaskularisasi,
meningkatkan mobilisasi dan kemampuan sel untuk
bermigrasi, transdiferensiasi atau bergabung (fusi), yang
penting dalam proses regenerasi
30
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• Penelitian eksperimental yg menguji tranplantasi sel


plasenta pada pykt vaskular arteriosklerotik perbaikan
nyata
• 15 pasien arteriosklerotik perifer lanjut, impalntasi sel
perbaikan pd 8 pasien, kolesterol pd 5 pasien
• Tateisi menyuntikkan sel mononukleus SST ke betis 45
pasien PAD (iskemia tungkai) waktu jalan tanpa nyeri
meningkat, regresi lengkap nyeri saat istirahat pd 22
pasien, perbaikan ulkus iskemik 6-8 pasien
• Minamino menggunakan sel mononukleus dari darah
perifer pe ABI bermakna(>0,1),nyeri saat istirahat
berkurang, perbaikan ulkus iskemik,
• kesimpulan:sel mononukleus dari darah perifer tidak
berbeda dg SST

31
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

• SCT merupakan suatu prosedur dengan persiapan


yang menyeluruh dan rinci, mempertimbangkan
berbagai aspek seperti penilaian kondisi pasien,
kontra indikasi tindakan, cara dan prosedur
tindakan, hingga pertimbangan etika, yang
tentunya memerlukan kerja sama multi displin
dan pertimbangan yang matang

32
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Kesimpulan

• PAD merupakan manifestasi aterosklerosis sistemik yang


menyebabkan penyempitan arteri distal dari arkus aorta
• Pada penatalaksanaan PAD, mengidentifikasi dan
mengatasi faktor risiko secara agresif seperti merokok,
latihan, mengobati dislipidemia, pengendalian glukosa
darah serta tekanan darah yang baik merupakan hal yang
penting.
• Anti platelet, antikoagulan dan vasodilator merupakan
terapi medikamentosa utama PAD dengan penggunaan
yang mengacu pada panduan / guidelines penatalaksaan
PAD standar.
• Terapi sel induk (stem cell) / progenitor merupakan
angiogenesis terapetik pada PAD yang bertujuan untuk
menghentikan progresivitas penyakit dan meregenerasi
fungsi. 33
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

Saran

• Dalam usaha memperbaiki kualitas hidup dan


menurunkan angka kematian kita perlu
memperbaiki diagnosis dan memberikan terapi
yang agresif pada setiap penyakit vaskular yang
dikaitkan dengan PAD.

34
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

35
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

36
F T ra n sf o F T ra n sf o
PD rm PD rm
Y Y
Y

Y
er

er
ABB

ABB
y

y
bu

bu
2.0

2.0
to

to
re

re
he

he
k

k
lic

lic
C

C
w om w om
w

w
w. w.
A B B Y Y.c A B B Y Y.c

37