Anda di halaman 1dari 4

SINOPSIS DAN HIKMAH FILM RON CLARK STORY

Bagi seorang mentor, kesabaranlah yang paling utama. Coba bayangkan kalau seorang mentor tidak sabar menghadapi adik mentornya yang susah diatur? Iiih, disusuruh solat ga mau aja! Cepet atuh!!, kata seorang mentor.. Dia akan malas mengajarnya dan akhirnya adik mentornya kabur kebawa lingkungan lain yang katakanlah teu baleg. The Ron Clark Story. DVD yang berdurasi kurang lebih 109 menit ini mengisahkan tentang seorang guru yang ditugaskan untuk mengajar di sebuah kelas yang tidak dapat diatur. Guru itu Mr. Clark namanya.

Film ini berdasarkan pengalaman nyata seorang guru di Amerika Serikat. Mr. Clark adalah seorang guru muda yang energik, kreatif, dan idealistik dalam mengajar di sekolah negeri di kota New York. Hari pertama mengajar di kelas, ia begitu keheranan melihat tingkah laku siswa-siswanya yang kurang ajar. Baru masuk kelas disorakin, diajak belajar ga mau, dinding corat-coret, tingkah laku kayak preman, suka berantem, dsb. Memang, hari-hari pertamanya bisa dikatakan ia gagal dalam mengajar di kelas itu. Beda dengan kelas sebelahnya yang kelihatan, rapih dan tenang sekali.

Apakah ia menyerah sampai di situ? Mulanya ia sempat down, dan nyaris putus asame ngajar. Cuma dia tersadarkan akan amanah yang sedang ia pegang. Ia tidak boleh melalaikannya. Karenanya, ia memulai kembali lembaran baru dan membakar lembaran lamanya yang dirasa gagal dalam mendidik. Di lembaran barunya, ia menggunakan kreativitasnya dalam mengajar.

Berbagai ide muncul di otaknya. Mulanya ia memasang peraturan-peraturan baru seperti, kita adalah keluarga. Awalnya, masih saja mereka masih bandel. Namun, Mr. Clark tidak putus asa dan terus mengupayakan ide-ide baru. Seterusnya, ia melakukan pendekatan individual kepada setiap siswa. Ia datang ke rumah, membantu pekerjaan rumah, seperti menyuapi bayi, privat, dll. Mr. Clark juga masuk ke dalam dunia murid-muridnya. Di waktu istirahat, ia ikutan main lompat tali bersama muridnya. Ternyata Mr. Clark hebat bermain lompat tali dan murid-murid bertepuk tangan untuknya, Waah, hebat yaaa!. Ia juga memasukkan metode baru dalam menghafal, dengan musik Rap. Murid-murid suka dengan metode itu.

-Mr. Clark telah mengambil hati mereka-

Dalam perjuangannya mengubah sikap murid-muridnya yang bodoh dan garong menjadi murid yang pintar dan berakhlak baik, tentu saja tidak mudah baginya. Banyak sekali tekanantekanan yang datang kepadanya. Dicaci maki murid, orang tua siswa, sampai kepala sekolah. Rintangannya pun tidak kalah banyaknya. Ketika ia sakit parah, ia bertekad harus tetap mengajar. Namun tidak bisa. Akhirnya, ia mengajar dari rumah dengan direkam video, sehingga murid-muridnya belajar di kelas dari seorang guru yang ada di dalam TV. Begitulah ia memanfaatkan otaknya untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Atas perjuangannya yang ia korbankan dengan jiwa dan hartanya itu, ia berhasil mengubah sikap murid-muridnya. Semula sikap muridnya tidak suka kepadanya, sekarang mereka menjadikannya teman dekat bahkan teman curhat. Sekarang mereka menjadi antusias dalam belajar (Mungkin kayak anak SMA 3, he he..) dan akhirnya menjadi kelas yang terbaik di sekolah itu, sekolah negeri di kota New York. Kalau ditanya, Kenapa sih dia bisa seperti itu? Untuk apa ia berlelah-lelah melakukannya?. Bisa dijawab, ia melakukannya dan bisa memecahkannya, karena niat dan tujuannya. Ia bisa

gigih, karena ia sadar akan amanah yang sedang ia pegang. Ia bisa berhasil, karena ia mengorbankan segalanya dalam amanahnya itu.

Kalau Ron Clark yang seorang guru Nasrani saja bisa melakukannya, apalagi seharusnya kita sebagai seorang pementor Muslim/ah yang memiliki tujuan suci menuju Jamaatul Muslimin! Ingat, yang kita perjuangkan bukanlah organisasi, tempat les, atau jasa pendidikan agama. Tapi, yang kita perjuangkan adalah panji Islam, ad-din suci yang diturunkan Tuhan ke muka bumi. Sudah selayaknya kita bersabar menghadapi mereka, karena kita yakin kita pasti bisa. Ingatlah tujuan kita wahai saudara seperjuangan dawah! Menuju Jamaatul Muslimin. Bisa saja sekarang mereka (adik mentor-red) bersikap kekanak-kanakan, suatu hari nanti mereka akan menjadi pemimpin umat ini yang gagah berani seperti Umar, Arif seperti Abu Bakar, dan sukses seperti Salahudin Al-Ayyubi. Dan semoga, kitalah yang menjadi perantara untuk datangnya hidayah kepada mereka, Amin.

TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Nama : NRR FIKRILLAH