Anda di halaman 1dari 17

TEMUAN AUDIT (AUDIT FINDING)

Sifat Temuan

Temuan audit memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya temuan berupa penyimpangans dari normas atau kriterias yang dapat diterima. Temuan audit biasanya menjelaskan sesuatu yang saat ini atau pada masa lalu mengandung kesalahan atau sesuatu yang kemungkinan akan terjadi kesalahan

Temuans yang Dapat Dilaporkan


Temuan

audit yang bisa dilaporkan haruslah : Cukup signifikan agar layak dilaporkan kepada manajemen Didokumentasikan dengan fakta bukan opini, dan dengan bukti yang memadai, kompeten dan relevan Secara obyektif dibuat tanpa bias ataupun prasangka Relevan dengan masalahs yang ada Cukup meyakinkan untuk memaksa dilaku kannya tindakan untuk memperbaiki kondisis yang mengandung kelemahan

Elemens Temuan
1.Latar Belakang (Background)

Merupakan informasi umum agar pembaca dapat memahami alasans mengapa auditor yakin Temuan tersebut harus dilaporkan. Kriteria menyatakan standar apa yang seharusnya ada, Standar harus ditetapkan oleh Manajemen, Pemerintah, Hukum, Aturan umum, Standar Industri, etc 2 konsep kriteria 1) Tujuan dan Sasaran -dapat berupa standars operasi, yang mencerminkan apa yang diinginkan manajemen untuk dicapai oleh operasi yang diaudit 2) Kualitas pencapaian - dalam setiap audit atas aktivitas, sasaran-sasaran kelayakan, efisiensi, ekonomis dan efektivitas harus tercakup untuk menentukan seberapa layak,efisien, ekonomis dan efektifnya suatu operasi. Auditor harus memiliki Tolok Ukur Standar Pengukuran

2.Kriteria (Criteria)

3. Kondisi (Condiition)

Kondisi menyatakan apa yang sedang terjadi atau apa yang telah terjadi pada masa lalu Untuk menarik perhatian pembaca Kondisi harus menyimpulkan adanya resiko. Jika ada resiko, pembaca dapat mengerti bahwa Problem tersebut memang ada dan perlu diperhatikan. Kondisi mengacu pada faktas yang dikumpulkan melalui observing, Questioning, Analyzing, Verifying dan Investigating yang dilakukan oleh auditor. Kondisi merupakan jantungnya Temuan, dan informasi tersebut harus Memadai (Sufficience),Kompeten dan Relevan. Kondisi harus mampu menghadapi serangan apapun. Suatu Temuan dianggap tidak layak bila klien dengan valid menyatakan bahwa auditor tidak mendapatkan fakta yang benar. Setiap perselihan tentang fakta harus dipecahkan sebelum Temuan dilaporkan.

4. Penyebab (Cause) Penyebab menjelaskan mengapa terjadi perbedaan(deviasi) antara Kondisi dengan Kriteria; mengapa sasaran tidak tercapai ? ; mengapa tujuan tidak terpenuhi ?

Dengan kata lain Penyebab menjawab pertanyaan Kenapa Kondisi dan Kriteria berbeda ?

5. Dampak (Effect)

Dampak adalah tingkat resiko yang dihadapi atau harus dihadapi bila kondisi tidak diselesaikan dengan baik Dampak merupakan elemen temuan yang penting yang dibutuhkan untuk meyakinkan klien dan manajemen yang lebih tinggi bahwa kondisi yang tidak diinginkan tersebut, jika dibiarkan akan berakibat buruk dan akan memakan biaya yang lebih besar daripada tindakan yang dibutuhkan untuk memperbaiki masalah tersebut. Untuk temuan Keekonomisan dan Efisiensi, dampak biasanya diukur dengan Jumlah Uang($.Rp). Sedangkan temuan efektivitas, dampak biasanya merupakan ketidak mampuan dalam menyelesaikan hasil akhir yang diinginkan. Dampak sangat diperlukan dalam temuan audit, dan jika tidak disajikan kepada manajemen maka kecil kemungkinan akan diambil tidakan perbaikan

6. Kesimpulan (Conclusion) Kesimpulan dapat dan seharusnya menyajikan tindakan potensial dan menunjukkan bahwa manfaat memperbaiki kesalahan akan melebihi biaya. Besarnya kerugian yang ditunjukkan pada bagian Dampak merupakan dasar dibutuhkannya tindaknan perbaikan 7.Rekomendasi (Recomendation) Rekomendasi menggambarkan tindakan yang mungkin dipertimbangkan manajemen untuk memperbaiki kondisi yang salah, dan untuk memperkuat kelemahan dalam sistem kontrol. Rekomendasi harus bersifat positif dan bersifat spesifik dan mengidentifikasikan siapa yang akan bertindak

Pembahasan

Temuan (Discussing

Finding) Auditor harus membahas temuannya dengan orang yang paling mengetahui fakta tersebut Auditor harus mengetahui interpretasi klien dan mencatatnya dalam KKP. Pembahasan Temuan dengan klien biasanya akan menghilangkan kesalah pahaman atau kekeliruan sebelum temuan dilaporkan. Temuan tidak boleh dilaporkan sebelum dibahas dengan klien

Pencatatan Temuan Audit (Record of Audit Finding- RAF)


Catatan atas temuan memuat informasi tentang temuan, yang bisa menjadi sarana bagi penyelia untuk menentukan: apakah semua langkah yang diperlukan untuk menghasilkan temuan tersebut telah dilaksanakan dengan baik Sebagai acuan untuk pembahasan Temuan RAF harus diselesaikan dilapangan, sehingga setiap unsur yang hilang atau kurang lengkap dapat segera diperbaiki tanpa harus melakukan kunjungan ulang. (lihat contoh : Tampilan 8 1) Catatan Aktivitas Audit Internal tentang Temuan

Penelaahan Pengawasan Temuan (Supervisory of Findings) Setiap temuan yang dapat dilaporkan haris melalui Penelaahan Pengawasan yang ketat, baik secara manual maupun elektronik, penelaahan tersebut harus dibuktikan dengan tandatangan penyelia atau indikasi persetujuan elektronik Melaporkan Temuan Audit(Reporting of Audit Findings) Ringakasan Audit Finding atau Abstraksi sering digunakan untuk mengkomunikasikan Temuan dengan klien (lihat Tampilan 8 3) Tindak Lanjut Temuan (Follow-up) Belum ada kesepakatan mengenai tanggung jawab Auditor sehubungan dengan tidak lanjut. Tindak lanjut merupakan tanggung jawab manajemen

Tampilan 8 1
Catatan Aktivitas Audit Internal tentang Temuan Audit Organisasi______________________________________ No.RAF____________ Referensi W/P_______ Kondisi ____________________________________________________________ __________________________________________________________________ Kriteria ____________________________________________________________ __________________________________________________________________ Sama dengan Temuan Audit terakhir : Ya _________ Tidak _____________ Prosedur atau praktik ________________________________________________ Metode pemilihan sample _____________________________________________ Ukuran Populasi __ Ukuran Sample __ Jumalah Kelemahan __ % dari Sample ___ Penyebab ________________________________________________________ Dampak __________________________________________________________ Rekomendasi _______________________________________________________ Tindakan Perbaikan __________________________________________________ Pembahasan: Nama Jabatan Departemen Tanggal Auditor 1)________________________________________________________________ Komentar _________________________________________________________ 2)________________________________________________________________ Komentar__________________________________________________________ 3)________________________________________________________________ Komentar _________________________________________________________ Auditor ____________ Tanggal __________ Penyelia____________ Tanggal __________

Tampilan 8 3 Abstraksi Temuan Kantor : Norteast District Subject : Beban-beban Perjalanan Juduk Laporan : Akuntansi Fiskal Kondisi : Uang muka perjalanan melebihi jumlah maksimun yang ditetapkan. Kami menemukan bahwa 133 dari 175 akun melebihi uang muka maksimum yang diperbolehkan sebesar $ 2.500. Saldo yang berlebihan ini berkisar dari $ 2.640 hingga $ 4.750. Total kelebihan sebesar $ 300.000. Kriteria : Kebijakan perusahaan adalah memberi dana uang muka perjalanan dinas kepada pegawai yang diotorisasi untuk melakukan perjalanan dinas. Uang muka tidak boleh melebihi beban yang di antisipasi untuk periose 45 hari.Tarif normal per diem $50. Jadi maksimum untuk 45 hari adalah $2.250. Jumlah tambahan hingga $250 bisa diberikan untuk kelebihan jarak dalam mil yang di estimasikan bila pegawai menggunakan mobil sendiri. Penyebab:Prosedur perusahaan tidak membutuhkan pembenaran khusus untuk uang muka perjalanan dinas dalam jumlah besar. Bagian Akuntansi Fiskal terutama mengandalkan pada penyelia untuk memastikan bahwa uang muka tidak melebihi kebutuhan. Ketidak konsistenan dapat terjadi kare na permohonan uang maka disetujui oleh penyelia yang berbeda dan tidak satupun dari penyelia yang mengikuti aturan yang sama. Dampak : Pegawai dapat mengakumulasi uang muka dalam jumlah besar, padahal tidak dibutuhkan. Aku mulasi ini dapat merugikan posisi kas perusahaan. Lagi pula, penagihan menjadi sulit bila pega wai yang memilik uang muka dalam jumlah besar keluar dari perusahaan. Bagian Akuntansi saat ini sedang dalam proses berupaya menagih lebih dari $15.000 dari pegawai yang keluar. Tangga : gapan Manaje men Bagaian Akuntansi Fiskal akan membandingkan klaim perjalanan dinas dengan uang muka yang masih ada untuk menentukan pegawai yang menerima uang muka melebihi kebutuhan. Para pegawai tersebut akan ditanya alasan atas kelebihan uang muka yang diberikan kepada mereka atau mengurangi uang muka hiungga ke jumlah yang sama dengan bebans sesungguhnya. Penyelia akan diberi instruksi khusus mengenai jumlah uang muka yang berhak mereka setujui. _____________________________________________________________________________ Manajer Audit

Latihan untuk membedakan : !) Kriteria, 2) Kondisi, 3)Penyebab, 4) Dampak Data beikut dikumpulkan selama investigasi auditor internal mengenai alasan adanya peningka tan material dalam Bebans piutang tak tertagih. Dalam menyiapkan Laporan Temuan, setiap hals berikut bisa diklasifikasikan sebagai : Kriteria, Penyebab, Konsidisi, Dampak dan iInformasi Latar Balakang : Pesanan yang sangat besar membutuhkan persetujuan kredit dari manajemen 2. Pengujian audit menunjukkan bahwa karyawan penjualan secara rutin mengabaikan pedoman kredit saat berhubungan dengan pelanggan lama 3. Laporan bulanan Penghapusan Piutang disiapkan, tetapi distribusikan hanya ke Dep.Akuntansi 4. Laporan Kredit hanya digunakan untuk akuns baru 5. Catatan Departemen Askuntansi menunjukkan bahwa akuns Piutang Tak Tertahgih dapat me ningkat sebesar 5% untuk tahun ini. 6. Kerugian Piutang tak tertagih sebesar $100.000 selama tahun fiskal yang lalu 7. Meskipun prosedur dan kriteria diubah untuk mengurangi jumlah penghapusan piutang tak tertagih, kerugian komisi akibat akuns yang dihapus telah meningkat untuk beberapa karyawan penjualan 8. Kebiajakan Departemen Kredit mengharuskan penelaahan rujukan kredit untuk semua akus baru 9. Catatan pembayaran saat ini akan ditelaah sebelum pemberian kredit tambahan 10. Untuk mengurangi biaya, penggunaan laporan kredit dari luar ditangguhkan pada beberapa kesempatan 11. Karena beberapa posisi staf Departemen Kredit dihilangkan untuk mengurangi biaya, beberapa akuns hanya ditelaah sekilas 12. Menurut manajer kredit yang baru, ketaatan terhadap kebijakan kredit yang telah ditetapkan tidak diperlukan.
1.

Berdasarkan informasi manakah klasifikasi yang benar ? 1. Kriteria, paling tepat digambarkan oleh : a) 1, 8, 9 b) 2, 10, 11 2. Penybab, paling tepat digambarkan oleh : a) 2, 10, 11 b) 3, 4, 12 3. Kondisi, paling tepat digambarkan oleh : a) 5, 6, 7 b) 1, 8, 9 4. Dampak, paling tepat digambarkan oleh : a) 3, 4, 12 b) 5, 6, 7

c) 2, 4, 12 d) 5, 6, 7 c) 5, 6, 7 d) 1, 8, 9 c) 2, 10, 11 d) 3, 4, 12 c) 1, 8, 9 d) 2, 10, 11

KERTAS KERJA AUDIT


Pengertian Kertas Kerja Audit KKA berisi catatan informasi yang diperoleh dan analisis yang dilakukan selama proses audit. KKA disiapkan sejak saat auditor pertama kali memulai penugasannya hingga mereka menelaah tindakan perbaikan dan mengakhiri proyek audit. KKA berisi dokumentasi atas langkahs berikut ini dalam proses audit Rencana Audit, termasuk Program Audit Pemeriksaan dan evaluasi kecukupan dan efektivitas sistem kontrol intern Prosedurs audit yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai Pelaahan KKA oleh penyelia Laporan Audit, Tindak Lanjut dan Tindakan Perbaikan

Fungsi

Kertas Kerja Audit

Fungsi KKA adalah untuk : mendukung Laporan Audit Menyimpan informasi Mengidentifikasikan dan mendokumentasikan Temuans audit Memberikan dukungan dan bukti untuk masalahs yang melibatkan kecurangan, tuntatan hukum dan klaim asuransi etc

THANK YOU MATUR NUHUM MAKASIH MAT BELAJAR SEMOGA SUKSES