Anda di halaman 1dari 9

PENANGANAN PINJAMAN BERMASALAH

Pelatihan BP-UPK Kabupaten Lumajang 16-21 Desember 2011

IDENTIFIKASI DAN KONFIRMASI PINJAMAN KELOMPOK (UEP dan SPP)

REKAPITULASI DAN ANALISIS HASIL KONFIRMASI PINJAMAN

EVALUASI DAN PELAPORAN UPK ( FORUM KOORDINASI KELEMBAGAAN )

USULAN POLA PENYELESAIAN PINJAMAN BERMASALAH

RENCANA AKSI PENANGANAN PINJAMAN BERMASALAH

MAD POLA PENANGANAN PINJAMAN BERMASLAH

KLASIFIKASI PENYEBAB MASALAH


Permasalahan Kelembagaan Kelompok: Permasalahan yang disebabkan oleh kurang berfungsinya kelembagaan kelembagaan yang dibangun sebagaimana mestinya
Permasalahan Tingkat Kelompok Peminjam yang

disebabkan oleh bubarnya kelompok, pengurus tidak aktif, aktivitas kelompok tidak ada,dan sebaginya. Permasalahan Tim Verifikasi yang tidak berfungsi dengan semestinya dan mengakibatkan terjadinya kelompok fiktif, kelompok tidak ada usaha, dsb. Pengurus kelompok mempunyai itikad untuk tidak mengembalikan. Pemanfaat dari kelompok Simpan Pinjam atau Aneka

Permasalahan micro-finance permasalahan yang disebabkan oleh kemampuan keuangan kelompok baik yang disebabkan oleh permasalahan usaha/kegiatan maupun itikad pada tingkat kelompok/pemanfaat sehingga mengakibatkan pengembalian ke UPK terkendala dengan kondisi sebagai berikut :

Kondisi keuangan atau usaha kelompok tidak mampu mengembalikan. Kondisi keuangan atau usaha pemanfaat tidak mampu mengembalikan . Kesalahan pada penentuan jadwal pengembalian yang tidak sesuai dengan siklus usaha kelompok maupun pemanfaat.

Permasalahan Penyelewengan permasalahan yang diakibatkan adanya penyelewengan dana yaitu:


Penyelewengan atau pemotongan pada saat alokasi dana pinjaman ke kelompok oleh TPK,dsb sehingga kelompok/pemanfaat hanya mengakui dana yang diterima saja. Penyelewengan atau pemotongan pada saat alokasi dana ke pemanfaat oleh pengurus kelompok sehingga pemanfaat hanya membayar kewajiban sesuai dengan yang diterima. Penyelewengan pengembalian oleh pengurus kelompok, TPK (bagi lokasi yang menggunakan TPK), dan sebaginya.

Permasalahan Force Majeure adalah permasalahan diakibatkan oleh


bencana alam, huru hara, perang dan

kematian pemanfaat atau musibah yang bersifat bukan akibat dari kurangnya antisipasi risiko usaha. Contoh risiko usaha adalah gagal panen, ternak mati, perampokan, kebakaran lokasi usaha, dsb.

PENGKATEGORIAN
ITIKAD No 1 2 3 4 5 6 KATEGORI A B C D E F KEMAMPUAN

BAIK KURANG BAIK KURANG V V V V Penyelewengan Force Majeur V V V V

POLA PENYELESAIAN
POLA PENYELESAIAN KETERANGAN

I II

Penjadwalan Ulang Restrukturisasi Pinjaman

Penjadwalan ulang atau membuat jadwal angsuran yang baru sesuai dengan kondisi usaha kelompok. Melakukan perubahan pola angsuran yang dikaitkan dengan realitas penggunaan dana.
Memberikan pengurangan jasa pinjaman jika mempunyai itikad pengembalian pokok dengan jasa pinjaman secara sekaligus seluruhnya untuk Tunggakan pokok dan jasa pinjaman.

III

Pengurangan Kewajiban

IV
V

Kompensasi
Hukum

Pola penyehatan pinjaman bermasalah dengan cara melakukan kompensasi harta.

Penyelewengan dana atau diterapkan kepada pemanfaat/kelompok yang tidak mempunyai itikad yang baik

CONTOH PENERAPAN POLA PENYELESAIAN


Kategori Pinjaman Alternatif Pola Penyelesaian

KATEGORI A KATEGORI B KATEGORI C KATEGORI D KATEGORI E KATEGORI F

I, II dan III I, II dan III I, II dan V IV dan V IV dan V

I, II dan III