Anda di halaman 1dari 25
Definisi • Suatu prosedur pemeriksaan dengan menggunakan alat spirometer yang bertujuan untuk mengukur ventilasi
Definisi
• Suatu prosedur
pemeriksaan dengan
menggunakan alat
spirometer yang
bertujuan untuk
mengukur ventilasi
yaitu mengukur
volume statik dan
volume dinamik paru.
Indikasi Pemeriksaan • Menilai status faal paru • Menilai manfaat pengobatan • Memantau perjalanan atau
Indikasi Pemeriksaan
• Menilai status faal paru
• Menilai manfaat pengobatan
• Memantau perjalanan atau progresifitas
penyakit
• Menentukan prognosis
• Menentukan toleransi tindakan bedah
Kontra Indikasi • Absolut: Tidak ada • Relatif : • Kondisi akut yang dapat mempengaruhi
Kontra Indikasi
• Absolut: Tidak ada
• Relatif :
• Kondisi akut yang dapat mempengaruhi
pemeriksaan: muntah, vertigo
• Hemoptisis, penumothorax
• Pasca bedah: Abdomen, thorax, mata
• Infark miokard akut dalam 1 bulan terakhir
dan atau angina tidak stabil
Aspek pemeriksaan spirometri • Kebutuhan dan kelengkapan pemeriksaan: • Alat spirometri terkalibrasi • Alat
Aspek pemeriksaan spirometri
• Kebutuhan dan kelengkapan pemeriksaan:
• Alat spirometri terkalibrasi
• Alat penunjang pemeriksaan terkalibrasi
• Tersedia dispossible sesuai kebutuhan
• Operator terlatih dan tersertifikasi
• Dokter penginterpretasi hasil pemeriksaan
• Prosedur pemeriksaan
• Prosedur umum
• Manuver pemeriksaan
• Pelaporan hasil
• Interpretasi hasil pemeriksaan
Prosedur Umum: Persiapan Teknisi • Teknisi harus mengerti: • Teknis, prosedur, dan tujuan pemeriksaan •
Prosedur Umum:
Persiapan Teknisi
• Teknisi harus mengerti:
• Teknis, prosedur, dan tujuan pemeriksaan
• Dapat menilai hasil pemeriksaan
• Mencuci tangan sebelum dan sesudah
pemeriksaan
Prosedur Umum: Persiapan Pasien  Anamnesis terinci • ID, Usia, Ras, riwayat penyakit atau pengobatan
Prosedur Umum:
Persiapan Pasien
 Anamnesis terinci
• ID, Usia, Ras, riwayat penyakit atau pengobatan
 Pengukuran TB, BB
 Aktivitas / kondisi yang harus dihindari sebelum px:
• Merokok ‐ 4 jam
• Mengkonsumsi alkohol ‐ 4 jam
• Melakukan latihan fisik ‐ 30 menit
• Makan kenyang ‐ 2 jam
• Mengenakan pakaian dan atau celana ketat selama pemeriksaan
 Pasien mendapat penjelasan mengenai tujuan dan
prosedur pemeriksaan
Prosedur Umum: Persiapan Alat & Ruangan • Timbangan, pengukur tinggi terkalibrasi • Nose clip, Mouth
Prosedur Umum:
Persiapan Alat & Ruangan
• Timbangan, pengukur tinggi terkalibrasi
• Nose clip, Mouth piece (1 per pasien)
• Spiro filter
• Spirometer terkalibrasi
• Kalibrasi internal
• Kalibrasi eksternal
• Suhu ruangan 25 0 C
• Memasukkan data pasien
Posisi dagu pasien
Posisi dagu pasien
SVC Maneuver (1)  Vital Capacity merupakan jumlah udara yang dapat diekspirasi maksimal setelah inspirasi
SVC Maneuver (1)
 Vital Capacity merupakan jumlah udara yang dapat
diekspirasi maksimal setelah inspirasi maksimal,
diukur dalam Liter.
 Pemeriksaan SVC dilakukan dalam posisi berdiri,
dan sebaiknya dilakukan sebelum pemeriksaan FVC
dilakukan.
 Pasien diminta untuk melonggarkan pakaian, dasi,
ikat pinggang, BH, atau perlengkapan lain yang
dapat membatasi pernafasan maksimal.
 Posisi dagu dan leher saat melakukan manuver
harus benar, yaitu berdiri tegak dengan leher
menghadap ke depan, sedikit mendongak.
(2)  Teknik pemeriksaan:  Pasien diminta untuk memasukkan mouth piece ke dalam mulut dan
(2)
 Teknik pemeriksaan:
 Pasien diminta untuk memasukkan mouth piece ke dalam
mulut dan bernafas secara normal (inspirasi dan ekspirasi
biasa) sebanyak 3 kali sesuai dengan instruksi pemeriksa.
Kemudian pasien diminta untuk menarik nafas dalam ‐dalam
dan menghembuskannya secara maksimal.
 Test dihentikan setelah ekspirasi maksimal berakhir atau
subjek tidak dapat melanjutkan pemeriksaan.
 Jumlah manuver dalam satu kali pemeriksaan yang disarankan
adalah 3 kali manuver dan maksimal 4 kali manuver dengan
interval antar manuver selama 1 menit atau lebih.
SVC
SVC
FVC Maneuver (1) • Terdapat 3 fase penting dalam manuver pemeriksaan FVC, yaitu: • Inspirasi
FVC Maneuver (1)
• Terdapat 3 fase penting dalam manuver pemeriksaan
FVC, yaitu:
• Inspirasi maksimal
• Ekspirasi cepat dan maksimal
• Ekspirasi komplit sampai end of test (EOT)
• Parameter yang dinilai:
• FVC (Force Vital Capacity )
• FEV1 (Force Expiratory Volume in 1 second)
• FEV1 / FVC (FEV1 %)
• PEF (Peak Expiratory Flow)
• FEF 25‐75% (Forced Expiratory Flow 25‐75%)
• Minimal 3 manuver, maksimal 8 manuver
(2) • Teknik pemeriksaan • Pasien diminta untuk memasukkan mouth piece ke dalam mulut dan
(2)
• Teknik pemeriksaan
• Pasien diminta untuk memasukkan mouth piece ke dalam
mulut dan menarik nafas maksimal secara cepat dan
kemudian menghembuskannya secara cepat dalam satu
kali usaha sampai tidak ada udara lagi yang dapat
dikeluarkan.
• Berikan instruksi dengan benar, tepat, dan bersemangat
selama manuver berlangsung.
• Manuver dihentikan bila ekspirasi telah maksimal atau
subjek telah melakukan ekspirasi ≥ 6 detik dan atau tidak
dapat melanjutkan pemeriksaan.
Grafik Flow‐volume, Normal Spirogram
Grafik Flow‐volume, Normal
Spirogram
Kriteria Penerimaan • Permulaan uji harus baik • Pemeriksaan selesai • Waktu ekspirasi minimal 3
Kriteria Penerimaan
• Permulaan uji harus baik
• Pemeriksaan selesai
• Waktu ekspirasi minimal 3 detik
• Grafik flow ‐volume memiliki puncak
• Terbebas dari artefak:
• Batuk
• Penutupan glottis
• Sumbatan mouth piece
• Kebocoran
Kriteria Reproduksibel • Ditentukan setelah didapatkan 3 manuver yang memenuhi kriteria penerimaan. • Dinyatakan
Kriteria Reproduksibel
• Ditentukan setelah didapatkan 3 manuver yang
memenuhi kriteria penerimaan.
• Dinyatakan reproduksibel bila 2 manuver dengan nilai
terbesar memiliki perbedaan volume absolut kurang dari
5% atau kurang dari 100 mL untuk nilai FVC dan FEV1,
pilih yang lebih besar.
Spirogram
Spirogram
Unacceptable Spirogram (1)
Unacceptable Spirogram (1)
(2)
(2)
Pelaporan hasil
Pelaporan hasil
Interpretasi Parameter Fungsi Paru • Nilai prediksi orang Indonesia berdasarkan Pneumobile Project Indonesia •
Interpretasi Parameter Fungsi Paru
• Nilai prediksi orang Indonesia berdasarkan
Pneumobile Project Indonesia
• Gangguan Fungsi Paru Restriksi
• VC < 80% nilai prediksi
• FVC < 80% nilai prediksi
• Gangguan Fungsi Paru Obstruksi
• FEV1 < 80% nilai prediksi
• FEV1 / FVC < 75% nilai prediksi
• Gangguan Fungsi Paru Restriksi dan Obstruksi
• FVC < 80% nilai prediksi
• FEV1 / FVC < 75% nilai prediksi
Kepustakaan 1. Miller MR, Hankinson J, Brusasco V, Burgos F, Casaburi R, Coates A, et
Kepustakaan
1. Miller MR, Hankinson J, Brusasco V, Burgos F, Casaburi R,
Coates A, et al. Standardisation of spirometry. Eur Respir J
2005; 26: 319‐38.
2. Centers for Disease Control and Prevention. NIOSH
Spirometry Training Guide. NIOSH 2003.
3. Barreiro TJ, Perillo I. An Approach to Interpreting Spirometry.
Am Fam Physician 2004; 69:1107‐14.
4. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease.
Spirometry for Health Care Providers. 2007.
5. Materi Kuliah Paru. Prof.dr.Faisal Yunus, SpP.