P. 1
Geologi Daerah Kec. Tomo

Geologi Daerah Kec. Tomo

|Views: 162|Likes:
Dipublikasikan oleh Arif Kurniawan

More info:

Published by: Arif Kurniawan on Jun 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

“GEOLOGI DAERAH KAREDOK DAN SEKITARNYA KECAMATAN TOMO, KABUPATEN SUMEDANG, PROPINSI JAWA BARAT”

Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Jatinangor 2011

Di Susun Oleh :
      Afryan Rachmadiawan M. Luthfi Faturrakhman Dina Rizky Andrina Mohan Hilman Herdi Setiawan Arif Kurniawan 140710080001 140710080002 140710080005 140710080006 140710080009 140710080131

Pembahasan
       Latar Belakang Tujuan Penelitian Lokasi Penelitian Geologi Regional Metode Penelitian Hasil Penelitian Kesimpulan

Latar Belakang
 Kondisi geologi yang menarik untuk dikaji  Aplikasi disiplin ilmu geologi di lapangan

Tujuan Penelitian
 Mengetahui Unsur – Unsur Geomorfologi  Mempelajari Karakteristik Batuan dan mengelompokan ke dalam Satuan Batuan  Mengetahui Struktur Geologi dan Aktivitas Tektonik  Merekonstruksi Sejarah Geologi  Mengetahui Potensi Keterdapatan Bahan Galian

Metode Penelitian
Tahap Persiapan  Perijinan  Pembuatan peta dasar

Tahap Pekerjaan Lapangan

 Observasi singkapan  Pengambilan sampel

Tahap Pekerjaan Laboratorium

 Analisis Paleontologi  Analisis Geomorfologi  Analisis Stratigrafi  Analisis Struktur Geologi  Analisis Sejarah Geologi

Tahap Penyusunan Laporan dan Pembuatan Peta

 Penyusunan Bab I, II, III  Penyusunan Bab IV  Pembuatan Peta Kerangka  Pembuatan Peta Pola Jurus  Pembuatan Peta Geomorfologi  Pembuatan Peta Geologi

Lokasi Penelitian

Daerah Penelitian

Aksesibilitas : Bandung  Sumedang  Tomo

Geologi Regional
 Fisiografi Zona Bogor Bagian Timur (Van Bemmelen, 1949)  Statigrafi Formasi Halang bagian bawah, Formasi Subang, Formasi Kaliwangu, dan Breksi terlipat. (Djuri ,1995)  Struktur Geologi Zona Bogor Bagian Timur (Van Bemmelen, 1949)

Hasil Penelitian
     Geomorfologi Stratigrafi Struktur Geologi Sejarah Geologi Bahan Galian

Geomorfologi
U

Pola Pengaliran (Howard, 1967) : A. Trelis B. Subdendritik C. Dendritik D. Subparalel

Geomorfologi
Morfografi (bentuk lahan perbukitan) Morfometri (kemiringan lereng)

1. 2. 3. 4.

Satuan Geomorfologi Pedataran Fluvial Satuan Geomorfologi Pedataran Erosional Satuan Geomorfologi Perbukitan Struktural Satuan Geomorfologi Perbukitan Curam

Satuan Perbukitan Struktural Curam (35%)

Satuan Perbukitan Vulkanik Curam (20%)

Satuan Perbukitan Struktural Agak Curam (15%)

Satuan Perbukitan Vulkanik Landai (30%)

Pasir Sireum

Selagombong

Pasir Muncang

Warungkiara

Stratigrafi
Satuan Batupasir (Tmbp) Satuan Tuf (Qt)

Satuan Batupasir Gampingan (Tmbpg)

Satuan Batupasir Kuarsa (Tobpk)

Satuan Batulempung Karbonatan (Toblk) Satuan Batulempung (Tmbl)

Satuan Breksi Vulkanik (Qbv)

Satuan Batulempung Perselingan Batupasir (Tmblp)
 Litologi berupa batulempung perselingan batupasir  Menempati 30% daerah penelitian  Umur Miosen Tengah N12 - N16 (Martodjojo, 1984)  Zona Bathymetri bathyal tengah (Bandy ,1867)  Tertindih selaras oleh Satuan Batulempung  Memiliki kesebandingan dengan Formasi Halang anggota bawah (Martodjojo, 1984)

Batulempug perselingan batupasir stasiun 17-04

Batulempung

Batupasir

Satuan Batulempung (Tmbl)
 Litologi berupa batulempung karbonatan  Menempati 20% daerah penelitian  Umur Miosen Tengah – Miosen Akhir (N14-N21)  Zona Bathymetri , bathyal tengah

 Menindih selaras Satuan batuan batulempung perselingan batupasir
 Memiliki kesebandingan dengan Formasi Subang (Martodjojo, 1984)

Kisaran umur sampel stasiun 066 (interval bawah)

Kisaran lingkungan pengendapan relatif sampel stasiun 060 (interval atas)

Kisaran lingkungan pengendapan relatif sampel stasiun 066 (interval bawah)

Satuan Batupasir (Tpbp)
 Litologi berupa batupasir

 Menempati 10% daerah penelitian
 Berdasarkan penampang geologi di daerah penelitian satuan batupasir ini berumur Pliosen bawah  Menindih Tidak selaras Satuan Batulempung Perselingan  Memiliki kesebandingan dengan Formasi Kaliwangu (Martodjojo, 1984)

Satuan Breksi Vulkanik
 Litologi berupa breksi vulkanik  Menempati 30% daerah penelitian  Berdasarkan penampang geologi di daerah penelitian satuan Breksi Vulkanik ini berumur Plistosen  Menindih Tidak selaras Satuan Batulempung Perselingan

Batupasir

Singkapan breksi polimik stasiun 029

Batulempung

Batupasir

Batuan beku

Interval Ta, Tb, dan Tc Bouma Sikuen

Kisaran umur sampel stasiun 119 (interval atas)

Kisaran umur sampel stasiun 121 (interval tengah)

Kisaran umur sampel stasiun 124 (interval bawah)

Kisaran lingkungan pengendapan relatif sampel stasiun 124 interval bawah (Phleger, 1951)

Model endapan kipas laut dalam, Walker, 1975

Satuan Batupasir Gampingan (Tmbpg)
      Litologi berupa batupasir dengan sisipan batupasir dengan sisipan batulempung, batubara, dan batulanau Menempati 8% daerah penelitian Umur Miosen Tengah (N9-N14) Lingkungan pengendapan neritik tengah-neritik luar Menindih selaras Satuan Batupasir dan tertindih selaras oleh Satuan Batulempung Memiliki kesebandingan dengan Formasi Bantargadung (Martodjojo, 1984)
Singkapan batupasir gampingan stasiun 003 Petrografi batupasir gampingan stasiun 102

// - Nicol

X - Nicol

Kisaran umur sampel stasiun 003 (interval tengah)

Kisaran umur sampel stasiun 100 (interval bawah)

Kisaran lingkungan pengendapan relatif sampel stasiun 003 interval tengah (Phleger, 1951)

Satuan Batulempung (Tmbl)
     Litologi berupa batulempung dengan sisipan batupasir, batulanau, dan batugamping klastik Umur Miosen Akhir (N16-N18) Lingkungan pengendapan neritik luar Menindih selaras Satuan Batupasir Gampingan dan tertindih tidak selaras oleh Satuan Breksi Vulkanik Memiliki kesebandingan dengan Formasi Cimandiri (Martodjojo, 1984)

Singkapan batulempung stasiun 096 Petrografi batulempung stasiun 017

// - Nicol

X - Nicol

Kisaran umur sampel stasiun 096 (interval bawah)

Kisaran umur sampel stasiun 092 (interval tengah)

Kisaran umur sampel stasiun 017 (interval bawah)

Kisaran lingkungan pengendapan sampel stasiun 017 interval bawah (Phleger, 1951)

Satuan Breksi Vulkanik (Qbv)
     Litologi berupa breksi dengan komponen batuan beku andesit dan matriks berupa tuf Kuarter sekitar Pleistosen (Effendi, 1974) Lingkungan pengendapan darat Menindih tidak selaras Satuan Batulempung Memiliki kesebandingan dengan Breksi Kuarter (Effendi, 1974)
Singkapan breksi stasiun 037

//- Nicol

X- Nicol

//- Nicol

X- Nicol

Satuan Tuf (Qt)
     Litologi berupa tuf Kuarter sekitar Pleistosen (Effendi, 1974) Lingkungan pengendapan darat Menindih tidak selaras Satuan Batulempung Karbonatan Memiliki kesebandingan dengan Breksi Kuarter (Effendi, 1974)

Singkapan tuf stasiun 079

Petrografi tuf stasiun 079

// - Nicol

X - Nicol

Struktur Geologi
   Lipatan Kekar Sesar

Struktur Geologi
Lipatan :      Sinklin Cireundeu Sinklin Cikarae Antiklin Ciarelot Antiklin Ciseupan Antiklin Cisarua

Berarah baratlaut-tenggara Periode Tektonik Intra Miosen

 

Sinklin Pasir Sireum Antiklin Cijambe

Berarah baratlaut-tenggara Periode Tektonik Pliosen

U

Antiklin Ciseupan Sinklin Cikarae Antiklin Ciarelot

Sinklin Pasir Sireum

Analisis pola kelurusan pada citra landsat

Struktur Geologi
Kekar :  Kekar pada batulempung karbonatan stasiun 062  Mendukung keberadaan Sesar Mendatar Cisarua

N 430 E / 820 N 110 E / 720 N 450 E / 700 N 420 E / 650 N 400 E / 650 N 480 E / 680 N 400 E / 850

N 1000 E / 850 N 1300 E / 740 N 1350 E / 780 N 1020 E / 820 N 1270 E / 830 N 1070 E / 800 N 1050 E / 790

N 450 E / 720 N 240 E / 610 N 470 E / 640 N 600 E / 880 N 350 E / 800 N 300 E / 700

Struktur Geologi
Sesar Naik Neglasari  Indikasi : cermin sesar stasiun 086, strike/dip : N 1150 E / 750, pitch 800 timur laut  Pergerakan relatif naik (reverse fault)  Berarah relatif baratlaut - tenggara  Periode tektonik intra Miosen

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Cisarua  Indikasi : cermin sesar stasiun 064, strike/dip : N 1900 E / 800, pitch 400 timur laut, proyeksi stereografis data kekar stasiun 062  Pergerakan relatif oblique sinistral naik (reverse left slip fault)  Berarah relatif timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Cirangkas  Indikasi : cermin sesar stasiun 119, strike/dip : N 2000 E / 780, pitch 150 timur laut  Pergerakan relatif dekstral (right slip fault)  Berarah timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Salabuana  Indikasi : cermin sesar stasiun 027, strike/dip : N 2340 E / 850, pitch 150 timur laut, offset litologi, kelurusan Sungai Cigadung  Pergerakan relatif dekstral (right slip fault)  Berarah timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Sejarah Geologi
 Sejarah Geologi di daerah penelitian dimulai dari Miosen tengah (N12N16) diendapkan Satuan Batulempung perselingan Batupasir pada zona bathyal(analisis fosil foraminifera bentonik). Pada miosen akhir diendapkan Satuan batulempung dengan material berupa batulempung.Kemudian satuan ini ditindih oleh satuan Batupasir yang tidak selaras (pliosen) . Pada kala pliosen – plistosen setelah satuan Batupasir selesai diendapkan terjadi sesar naik di bagian selatan – tenggara disusul oleh sesar mendatar di tengah daerah penelitian. Kemudian diendapkan Breksi Vulkanik (plistosen) menindih satuan Batupasir secara tidak selaras.Disusul dengan diendapkan aluvium sampai saat ini masih berlangsung.

Sejarah Geologi

Bahan Galian
Bahan galian golongan C berupa bongkah-bongkah Batuan Beku yang berada di sungai Ci Saar yang ditambang sbagai mata pecaharian penduduk sekitar.

Kesimpulan
1. Daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan geomorfologi, yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan Vulkanik Landai, Satuan Geomorfologi Perbukitan Vulkanik Curam, Satuan Geomorfologi Perbukitan Struktural Agak Curam, dan Satuan geomorfologi perbukitan struktural curam. 2. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi tuijuh satuan batuan, yaitu Satuan Batupasir Kuarsa, Satuan Batulempung Karbonatan, Satuan Batupasir, Satuan Batupasir Gampingan, Satuan Batulempung, Satuan Breksi Vulkanik, dan Satuan Tuf. 3. Struktur geologi daerah penelitian terdiri atas struktur lipatan, kekar, dan sesar yaitu : Sinklin Pasir Sireum, Sinklin Cireundeu, Sinklin Cikarae,Antiklin Cijambe, Antiklin Ciarelot, Antiklin Ciseupan, dan Antiklin Cisarua, Kekar, Sesar Naik Neglasari, Sesar Mendatar Cisarua, Sesar Mendatar Cirangkas, dan Sesar Mendatar Salabuana. 4. Sejarah geologi dimulai pada kala Oligosen Akhir hingga Miosen Akhir dengan diendapkannya satuan berupa batupasir kuarsa, satuan batulempung karbonatan, satuan batupasir, dan satuan batupasir gampingan. Setelah itu terjadi aktifitas tektonik berupa kompresi baratdaya-timurlaut seiiring dengan proses pengangkatan cekungan yang menyebabkan terbentuknya struktur berupa lipatan, sesar naik, dan sesar mendatar. Setelah itu diendapkan satuan batulempung diikuti oleh proses tektonik kembali dan peningkatan aktifitas vulkanisme. Setelah itu pada periode kuarter diendapkan Satuan Breksi dan Tuf. 5. Bahan galian yaitu bahan galian golongan C berupa bongkah batupasir yang digunakan sebagai material untuk membangun rumah penduduk dan pengerasan jalan.

Terima Kasih…

Struktur Geologi
Lipatan :
 Sinklin Cireundeu  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 131  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 133 Sinklin Cikarae  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 119  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 118

dan 112 (N 1150 E/800 dan N 950 E/850)

dan 093 (N 2750 E/650 dan N 2750 E/600)

(N 1400 E/350)

(N 2950 E/650)

Struktur Geologi
Lipatan :
 Antiklin Ciarelot  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 031  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 028 Antiklin Ciseupan  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 129  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 130 Antiklin Cisarua  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 064  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 060 dan 107 (N 2780 E/750 dan N 2600 E/850)

dan 087 (N 1100 E/880 dan N 950 E/650)

dan 117 (N 3000 E/600 dan N 2900 E/660)

dan 113 (N 1000 E/700 dan N 1080 E/650)

(N 2800 E/350) (N 1000 E/500)

Struktur Geologi
Lipatan :
 Sinklin Pasir Sireum  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 139  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 141 Antiklin Cijambe  Sayap utara Strike/dip pada stasiun 090  Sayap selatan Strike/dip pada stasiun 091

dan 020 (N 1500 E/500 dan N 1200 E/350)

dan 017 (N 2900 E/600 dan N 2570 E/570)

dan 025 (N 3150 E/200 dan N 3100 E/350)

(N 1360 E/470)

Struktur Geologi
Sesar Naik Neglasari  Indikasi : cermin sesar stasiun 086, strike/dip : N 1150 E / 750, pitch 800 timur laut  Pergerakan relatif naik (reverse slip fault)  Berarah relatif baratlaut - tenggara  Periode tektonik intra Miosen

Richard, 1972

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Cisarua  Indikasi : cermin sesar stasiun 064, strike/dip : N 1900 E / 800, pitch 400 timur laut, proyeksi stereografis data kekar stasiun 062  Pergerakan relatif oblque sinistral naik (reverse left slip fault)  Berarah relatif timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Richard, 1972

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Cirangkas  Indikasi : cermin sesar stasiun 119, strike/dip : N 2000 E / 780, pitch 150 timur laut  Pergerakan relatif dekstral (right slip fault)  Berarah timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Richard, 1972

Struktur Geologi
Sesar Mendatar Salabuana  Indikasi : cermin sesar stasiun 027, strike/dip : N 2340 E / 850, pitch 150 timur laut, offset litologi, kelurusan Sungai Cigadung  Pergerakan relatif dekstral (right slip fault)  Berarah timurlaut - baratdaya  Periode tektonik intra Miosen

Richard, 1972

U

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->