P. 1
04120047.ps

04120047.ps

|Views: 89|Likes:
Dipublikasikan oleh onoyrad

More info:

Published by: onoyrad on Jun 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2012

pdf

text

original

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG

SKRIPSI
Oleh

Septina Mukaromah
NIM. 04120047

JURUSAN PENDIDIKAN IPS PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG 2009

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG

SKRIPSI
Oleh: Septina Mukaromah 04120047

JURUSAN PENDIDIKAN IPS PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG
2009

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh Septina Mukaromah (04120047) Telah dipertahankan di depan penguji pada tanggal 17 Januari 2009 Dengan nilai A Dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Strata Sarjana Pendidikan (S. Pd.) Pada tanggal, 17 Januari 2009 Panitia Penguji Ketua Sidang, Sekertaris Sidang,

Dr. Abd. Basith SPd, MSi NIP. 150. 327. 246

Dr. Rasmianto, MPd

Penguji Utama

Pembimbing,

Drs. M. Yunus, M.Si MSi 276 940

Dr. Abd. Basith SPd, NIP. 150 NIP. 150. 327. 246 Mengetahui, Dekan Fakultas Tarbiyah

Prof.Dr.HM. Djunaidi Ghony NIP.150. 042. 031

LEMBAR PERSETUJUAN PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG

SKRIPSI

Oleh: Septina Mukaromah 04120047 Disetujui Pada Tanggal,15 Januari 2009 Oleh : Dosen Pembimbing,

Drs. Abdul Basith M.Si NIP. 150. 327. 246

Mengetahui, Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial

Drs. M. Yunus, M.Si NIP. 150 276 940

Drs. Abdul Basith, M. Si Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Septina Mukaromah Malang , 15 Januari 2009 Kepada Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Di Malang Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sesudah beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun tehnik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama Nim Jurusan : Septina Mukaromah : 04120047 : Ilmu Pengetahuan Sosial Lamp : 5 Eksemplar

Judul Skripsi :PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG Maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skrpsi tersebut layak diajukan untuk diujikan. Demikian, mohon dimaklumi adanya. Wassalamu,alaikum Wr. Wb. Pembimbing

Drs. Abdul Basith, M. Si NIP. 150. 327. 264

MOTTO

" ! % &' # (

#$

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia dikatakan orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia dikatakan merugi, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka rusaklah dia ” (Hadith Hasan)

!

"#

$ % " ) !& % ' (

"

)

"

* !

* % ! 2 / & 01 *#3 " 1445 * &$ " + , ( # .

KATA PENGANTAR

Dengan kerendahan dan ketulusan hati yang paling dalam, penulis panjatkan puji syukur alhamdulillahirabbil ‘alamiin kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Lingkungan kerja terhadap Peningkatan Produktivitas

Karyawan Pada CV Codo Wajak Malang” dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, yang telah sukses mengantar umatnya menuju jalan kebenaran dan semoga kita diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan beliau. Penulis menyadari bahwa penyusunan ini tidak akan selesai tanpa pengarahan dan bimbingan, serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk ini penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Alloh SWT, Tuhan pencipta alam yang penuh dengan rohman dan rohim, nabi Muhammad SAW yang penuh dengan suri tauladan. 2. Ayah dan ibunda serta segenap keluarga yang telah memberikan kasih sayang, doa dan motivasi kepada penulis. 3. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo selaku Rektor Universitas Islam Negeri Malang. 4. Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Djunaidi Ghony selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang.

5. Bapak Dr. Abdul Basith M.Si selaku dosen pembimbing yang dengan ikhlas meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. 6. Bapak Ferdany Wirabrata, selaku direktur CV Codo Wajak Malang yang telah mengizinkan penulis untuk melaksanakan penelitian skripsi ditempat tersebut. 7. Segenap staf dan karyawan CV Codo Wajak Malang yang telah membantu dalam memperoleh data dalam penulisan skripsi ini. 8. Saudara-saudaraku beserta sahabat-sahabatku yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dorongan lahir dan batin serta dengan tulus ikhlas mendoakan hingga terselesainya skripsi ini. Kepada semua pihak tersebut di atas semoga Allah SWT memberikan imbalan pahala sepadan atas segala kebaikan-kebaikan dan dicatat oleh-Nya sebagai amal sholeh. Amien. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan krtitik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan lebih lanjut.

Malang , 16 Januari 2009

Penulis

SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi, dan sepanjang saya, tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Malang, 16 Januari 2009 Septina Mukaromah

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................ HALAMAN PENGAJUAN ............................................................................. i ii

HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ...................................................................................... v HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... vi KATA PENGANTAR...................................................................................... vii DAFTAR ISI .................................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xi DAFTAR TABEL ........................................................................................... xii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiii ABSTRAK ........................................................................................................ xiv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 8 1.3 Tujuan Penelitian .......................................................................... 9 1.4 Manfaat Penelitian........................................................................ 9 1.5 Hipotesis ....................................................................................... 10 1.6 Definisi Operasional..................................................................... 11 1.7 Ruang Lingkup Penelitian ............................................................ 13 BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 15 2.2 Kajian Teori .................................................................................. 18 2.2.1 Lingkungan Kerja................................................................. 18 a. Pengertian lingkungan kerja..................................... 18 b. Pentingnya lingkungan kerja.................................... 24 c. Lingkungan tempat kerja ......................................... 30 2.2.2 Produktivitas Karyawan ...................................................... 37 a. Pengertian produktivitas ......................................... 37 b. Konsep dasar system produksi ................................ 41 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi produktivitas .... 45 d. Pengukuran produktivitas karyawan ....................... 51

e. Hubungan produktivitas dengan provitabilitas ........ 55 2.2.3 Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas dalam perspektif islam ........................................................ 57 a. Pandangan Islam Tentang Kerja .............................. 57 b. Produktivitas Dalam Islam...................................... 59 2.3 Model Konsep ............................................................................... 64 2.4 Kerangka Berfikir ......................................................................... 64 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 lokasi penelitian ............................................................................ 3.2 Pendekatan Dan Jenis Penelitian .................................................. 3.3 Data Dan Sumber Data ................................................................. 3.4 Populasi dan Sampel ..................................................................... a. Populasi ................................................................................... 65 66 67 67 67

b. Sampel..................................................................................... 68 c. Tehnik pengambilan sampel ................................................... 69 3.5 Instrumen Penelitian ..................................................................... 70 3.6 Metode pengumpulan data ............................................................ 72 3.7 Analisis data.................................................................................. 75 a. Validitas .................................................................................. 75 b. Reliabel ................................................................................... 76 c. Analisis regresi linear sederhana ............................................ 78 1) Analisis Korelasi ......................................................... 79 2) Uji Determinasi ........................................................... 80 d. Pengujian hipotesis ................................................................. 80 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran umum objek penelitian .............................................. 83 a. Sejarah berdirinya CV Codo ................................................... 83 b. Lokasi CV Codo...................................................................... 84 c. Tenaga kerja............................................................................ 84 4.2 Diskripsi data ................................................................................ 86 1) Gambaran umum responden ................................................... 86 a. Diskripsi karakteristik responden ..................................... 86 b. Karakteristik Data Penelitian ............................................ 90

4.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas .............................................. 103 1) Uji coba validitas dan reliabel pada sampel lain .................... 103 2) Sesudah di uji coba pada sampel asli...................................... 105 4.4 Analisis Regresi Linear Sederhana ............................................... 108 4.5 Analisis Korelasi ........................................................................... 109 4.6 Uji determinasi.............................................................................. 109 4.7 Uji Hipotesis ................................................................................. 110 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 5.1 Gambaran mengenai lingkungan kerja pada CV Codo Wajak Malang........................................................................................... 112 5.2 Gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang ............................................................................... 115 5.3 Pengaruh lingkngan kerja terhadap produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang ...................................................... 116 5.4 Kontribusi Dan Rekomendasi Dari Hasil Penelitian..................... 117 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan ................................................................................... 119 6.2 Saran.............................................................................................. 121 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 2.1 : Faktor-faktor lingkungan perusahaan ........................................... 22 Gambar 2.2 : Analisis Lingkungan Pekerjaan ................................................... 27 Gambar 2.3 : Pembagian Lingkungan Organisasi/Bisnis ................................... 32 Gambar 2.4 : Efisiensi, Efektivitas, Dan Produktivitas ...................................... 41 Gambar 2.5 : Sistem Produksi............................................................................. 42 Gambar 2.6 : Model Umum Sistem Produks ...................................................... 44 Gambar 2.7 : Faktor-Faktor Produktivitas .......................................................... 47 Gambar 2.8 : Sarana (Alat) Peningkatan Produktivitas .................................... 50 Gambar 2.9 : Produktivitas dan profitabilitas ..................................................... 55 Gambar 2.10: Kerangka Berfikir.......................................................................... 64 Gambar 4.1: Struktur Organisasi.......................................................................... 89

DAFTAR TABEL Tabel Halaman Tabel 2.1: Penelitian terdahulu ........................................................................... 16 Tabel 2.2: Pengukuran Produktivitas .................................................................. 52 Tabel 2.3: Pengukuran Produktivitas .................................................................. 53 Tabel 2.4: Pengukuran Produktivitas Karyawan................................................. 53 Tabel 2.5: Produktivitas Total ............................................................................ 54 Tabel 2.6: Produktivitas parsial .......................................................................... 54 Tabel 2.7: Beberapa kemungkinan...................................................................... 55 Tabel 2.8: Lingkungan Kerja Dan Produktivitas Dalam Perspektif Islam.......... 61 Tabel 2.9: Jabaran Variabel Penelitian................................................................ 62 Tabel 2.10: Model Konsep.................................................................................. 64 Tabel 3.1 : Metode Dan Instrumen Pengumpulan Data..................................... 74 Tabel 3.2 : Interpretasi r....................................................................................... 76 Tabel 4.1 : Jadwal Jam Kerja Karyawan CV Codo..............................................85 Tabel 4.2 :Diskripsi Tingkat Umur Dalam CV Codo...........................................86 Tabel 4.3 : Diskripsi Jenis Kelamin Karyawan CV Codo....................................87 Tabel 4.4 : Diskripsi Status pernikahan Karyawan CV Codo..............................87 Tabel 4.5 : Distribusi frekuensi item-item dalam variabel lingkungan kerja........90 Tabel 4.6 : Distribusi frekuensi item-item dalamvariabel produktivitas karyawan..............................................................................................97 Tabel 4.7 : Uji validitas variabel lingkungan kerja.............................................103 Tabel 4.8 : Uji validitas variabel produktivitas karyawan..................................104 Tabel 4.9 : Uji Reliabilitas Instrumen.................................................................105 Tabel 4.10: Uji validitas variabel lingkungan kerja.............................................105 Tabel 4.11: Uji validitas variabel produktivitas karyawan..................................106 Tabel 4.12: Uji Reliabilitas Instrumen.................................................................107 Tabel 4.13: Regresi Analisis................................................................................108 Tabel 4.14: Analisis Korelasi...............................................................................109 Tabel 4.15: Uji Hipotesis.....................................................................................110

DAFTAR LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. Lampiran I : Data per tahun CV Codo Wajak Malang Lampiran II: Struktur Organisasi pada CV Codo Lampiran III: Hasil Uji Coba Di luar Sampel Lampiran IV: Hasil Uji Pada CV Codo

ABSTRAK Septina Mukaromah. 2009. Pengaruh lingkungan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang. Skripsi, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Dosen Pembimbing : Dr. Abd. Basith SPd. Msi. Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Produktivitas Karyawan Dewasa ini banyak perusahaan dagang maupun perusahaan jasa yang menyatakan bahwa tujuan perusahaan pada umumnya adalah untuk meningkatkan produktivitas suatu perusahaan. Peningkatan produktivitas perusahaan tersebut tidak lepas dari adaya faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah faktor lingkungan hal ini sejalan dengan teorinya Murdansyah Sinungan yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan kondisi lingkungan tempat bekerja mulai dari fentilasi udara, keamanan dan kebersihan tempat kerja, lingkungan yang bersih akan mengakibatkan karyawan akan semangat dalam bekerja karena setengah dalam sehari waktu mereka dihabiskan dalam lingkungan kerja tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalahnya: (a) Bagaimana gambaran mengenai lingkungan kerja pada CV Codo Wajak Malang, (b) Bagaimana gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang, (c) Bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuntitatif, yang mana peneliti menggambarkan peristiwa secara apa adanya dan menggambarkan suatu variabel, gejala atau keadaan yang diteliti dari data yang bersifat angka (kuantitatif), pada rumusan masalah 1 dan 2 menggunakan deskriptif kualitatif sedangkan rumusan masalah ke tiga menggunakan deskriptif kuantitatif, yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini adalah karyawan CV Codo Wajak Malang. Sedangkan tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan reliabilitas dan validitas data. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yaitu lingkungan kerja terhadap variabel terikat yaitu produktivitas karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung 8,092 t tabel 1,69 dan nilai signifikannya 0.05. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t hitung : 8,092dan t tabel : 1.69 oleh karena t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima. Pada level signifikan 0,05 sehingga sehingga variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Adapun saran penulis bagi CV Codo Wajak Malang hendaknya pimpinan perusahaan lebih memperhatikan kenyamanan di lingkungan tempat kerja demi menjaga terciptanya semangat kerja keryawan, sehingga output yang dihasilkan akan semakin mengalami pertambahan dari hari ke hari, hal ini berarti tujuan dari perusahaan akan tercapai yaitu meningkatnya produktivitas suatu perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Salah satu masalah ekonomi yang harus dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah penanganan terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia. Jumlah sumber daya manusia yang besar apabila dapat didayagunakan secara efektif dan efisien akan bermanfaat untuk menunjang gerak lajunya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Persoalan yang ada adalah bagaimana dapat menciptakan sumber daya manusia yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal sehingga, tujuan dapat tercapai. Produktivitas kerja merupakan tuntutan utama bagi perusahaan agar kelangsungan hidup atau operasionalnya dapat tercapai. Produktivitas suatu badan usaha dapat memberikan kontribusi pada pemerintah daerah maupun pusat artinya, dari produktivitas nasional maupun regional dapat menunjang perekonomian secara makro ataupun mikro. Banyak hal yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja, untuk itu perusahaan harus berusaha menjamin agar faktor yang berkaitan dengan produktivitas dapat dipenuhi secara maksimal, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah lingkungan kerja72. Kenyamanan lingkungan kerja karyawan dapat memicu karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga produktivitas kerja dapat dicapai secara maksimal.

72

Muchdarsyah Sinungan, Produktivitas Apa Dan Bagaimana (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hal. 83

Lingkungan

kerja

yang

baik

diharapkan

dapat

memacu

produktivitas kerja karyawan yang tinggi. Setiap perusahaan akan menghadapi perubahan lingkungan yang bersifat teknis dan fenomatik73. Untuk mendukung tingkat produktivitas kerja karyawan dapat dilakukan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, lingkungan kerja merupakan segala sesuatu di sekitar pekerja dan dapat berpengaruh terhadap pekerjanya. Lingkungan kerja yang baik akan sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan, aspek yang

berpengaruh terhadap lingkungan kerja antara lain74 : pengaturan penerangan, tingkat kerja, kebisingan, namun penerangan disini diartikan sebagai pengaturan dan sirkulasi udara yang baik terutama didalam lingkungan kerja, kebersihan lingkungan kerja, dan keamanan terhadap barang milik karyawan. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan perusahaan dalam usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kapadanya yang akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas kinerja karyawan, lingkungan yang baik akan meningkatkan kerja, begitupula sebaliknya apabila lingkungan kerja kurang tenang, akan dapat

mempertinggi tingkat kesalahan yang mereka lakukan. Sebuah perusahaan yang beroperasi di sebuah lingkungan tidak dapat menafikan bahwa selain kegiatan bisnis mereka juga terlibat dengan lingkungan disekitar perusahaan,
73 74

Keith davis dan John W. Newstrom, Perilaku Organisasi (Jakarta : Erlangga, 1985), hal.14 Alex Nitisemito, Menejemen Personalia, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1992 ), hal. 192

oleh karena itu setiap perusahaan perlu memahami secara mendalam mengenai lingkungan apa saja yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan kerjanya. Adapun pengertian lingkungan kerja, adalah sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, esok lebih baik dari hari ini75. Lingkungan yang mendukung akan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik dan bersungguh-sungguh sehingga produktivitas kerja yang maksimal dapat dicapai.sesuai dengan teori bisnis, harus ada kesesuaian antara asumsi lingkungan yang akan di hadapi dengan visi dan misi yang diemban serta kemampuan utama yang dimiliki agar visi perusahaan dapat menjadi kenyataan dan tidak hanya sekedar menjadi mimpi belaka. Lingkungan dalam sebuah pekerjaan (task environment) mencakup elemen-elemen atau kelompok- kelompok yang tindakan maupun keinginannya mempengaruhi perusahaan secara langsung. Mereka yang mempunyai kepentingan adalah para pemegang saham, supplier, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat pekerja, dan asosiasi dagang seperti kadin dan pemerintah, lingkungan kerja mencakup berbagai aspek penekan umum yang tidak secara langsung mempengaruhi aktivitas perusahaan dalam jangka waktu pendek, tetapi dapat mempengaruhi keputusan jangka panjang

75

Muchdarsyah Sinungan, Produktivitas apa dan Bagaimana, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hal.16

perusahaan sehingga hal ini dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.76 Besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap setiap perusahaan tentu akan berbeda-beda, tetapi perusahaan yang dapat berkembang dengan baik, pada umumnya adalah perusahaan yang selalu melakukan inovasi tiada henti misalnya yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia diantaranya : Astra, aqua, pabrik rokok jarum, inovasi atau mati. Banyak perusahaan yang bangkrut karena gagal menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan atau lebih buruk lagi adalah kegagalan perubahan, tidak ada yang tetap kecuali perubahan tersebut. Perusahan yang inovatif adalah mereka yang selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dihadapi. Konsep produktivitas berkaitan dengan seberapa jauh suatu proses menghasilkan keluaran dengan mengonsumsi masukan tertentu.

Produktivitas pada dasarnya adalah suatu konsep yang universal yang berlaku bagi semua sistem, karena setiap kegiatan memerlukan produktivitas dalam pelaksanaannya.77 Hal senada juga diungkapkan Hasibuan bahwa produktivitas kerja adalah perbandingan hasil (output) dengan masukan (input) dan produksi yang dihasilkan harus mempunyai nilai tambah. Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun

76 77

Bambang Hariadi, Strategi Menejemen, ( Malang: Bayumedia Publishing, 2005), Hal. 46

Keith davis dan John W. Newstrom, Perilaku Organisasi,(Jakarta: Penerbit Erlangga, 1985), hal. 12

fisik (barang atau jasa) dengan masukan yang sebenarnya. Misalnya saja produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Produktivitas merupakan suatu ukuran tentang seberapa produktif suatu proses menghasilkan suatu keluaran, produktivitas juga diartikan sebagai suatu rasio antara masukan dan keluaran, dengan fokus perhatian pada keluaran yang dihasilkan suatu proses. Suatu perbandingan antara hasil keluaran dan masuk atau output : input. Masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja, sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik bentuk dan nilai. Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang dan jasa “ produktivitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang ”78. Walaupun terkadang produktivitas dipandang sebagai pengguna insentif lebih terhadap sumber-sumber konversi seperti tenaga kerja dan mesinyang jika diukur dengan tepat akan menunjukkan suatu penampilan atau efisiensi. Berdasarkan uraian di atas, peneliti berasumsi bahwa apabila lingkungan tempat kerja mereka terasa nyaman dan menyenangkan maka akan menimbulkan kinerja karyawan yang tinggi sehinga produktivitas perusahaan dapat bertambah, namun jika dari kondisi lingkungan yang

78

Muchdarsyah Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), hal.12

kurang mendukung maka akan berpengaruh negatif juga terhadap kinerja karyawan tersebut79. Adapun subjek yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada perusahaan CV Codo Wajak-Malang, yang merupakan salah satu perusahaan makanan ringan yang sudah cukup lama beroperasi dan mengalami suatu pasang surut dalam perekonomiannya. Apalagi sekarang ini produk panganan olahan cukup bersaing ketat dengan produk asing yang makin marak bermunculan di toko-toko maupun swalayan, oleh karena itu mutu dan kualitas produk harus tetap terjaga apalagi tingkat konsumsi penduduk di Negara kita akan barang-barang eksport cukup meningkat, namun akibatnya justru makanan tersebut lebih banyak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan tubuh manusia. Oleh karena itu para pengusaha harus lebih memeras otak bagaimana supaya perusahaannya bisa tetap berjalan dan bisa menandingi produk asing, salah satu perusahaan yang memproduksi hasil produk makanan yang masih tetap berkembang sampai sat ini adalah pabrik keciput murni, walaupun letaknya berada ditengah pedesaan yang mayoritas masyarakatnya berpendidikan menengah ke bawah namun sampai saat ini masih tetap berkembang bahkan sudah menambah daftar jumlah karyawan, dahulu yang masih menggunakan tenaga manusia sekarang sudah dimanjakan dengan bantuan tenaga mesin.

79

Ritchard L. Draf, Menejemen, (Jakarta : Salemba Empat, 2006), hal. 641

Jenis-jenis dan macam-macam kue kering juga sudah mulai dipasarkan sehingga masyarakat tidak akan bosan dengan produk olahan tersebut, selain itu juga perusahaan CV Codo sudah mulai memproduksi kue dalam bentuk dan rasa yang berbeda. Mengenai pemasaran produk tersebut sudah mulai ke luar kota yang dulunya hanya di titipkan pada toko, tetapi sekarang sudah merambah ke luar kota bahkan sampai ke luar pulau tergantung pesanan yang diterima. Perusahaan CV Codo yang notabene-nya merupakan industri makanan rumahan yang memerlukan sedikit karyawan bahkan bisa dikerjakan hanya mengandalkan anggota keluarga saja, namun seiring dengan kemajuan zaman peningkatan karyawan juga dialami oleh perusahaan CV Codo tersebut, berawal dari rasa kepepet dan tuntutan ekonomi serta hobi yang suka masak tidak ada salahnya kalau di coba untuk dipasarkan dan dijual dari toko ke toko, dan teryata membawa hasil yang lumayan, sehingga pada akhirnya menjadi sebuah home industri di bidang kue kering yang sekarang ini sudah mulai merambah ke usaha lain di bidang agribisnis yang juga berpengaruh terhadap usaha kue keringnya. Salah satu usaha di bidang agribisnisnya antara lain tentang usaha pembudidayaan, pembibitan, pembuatan peti sayur dan pemasarannya yang sekarang sedang ditekuni adalah usaha tanaman keras, sehingga CV Codo ini merupakan kumpulan dari beberapa usaha dan di daerah codo dijadikan pusat pembelian bibit tanaman dikarenakan banyaknya pilihan bibit dengan kualitas unggul. Pencarian karyawan dalam perusahaan tersebut juga tidak

sulit karena faktor lingkungan sekitarnya sangat mendukung sehingga tidaklah sulit dalam mencari pekerja, selain itu juga lingkungan dalam perusahaan sangat mendukung karena fasilitas yang dibutuhkan para karyawan sudah tersedia, mulai dari kamar mandi, tempat makan, tempat sholat, istirahat dan sebagainya sehingga para karyawan merasa lebih nyaman dalam bekerja. Dari gambaran di atas peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan, untuk itu peneliti mengambil KERJA judul penelitian: PENGARUH

LINGKUNGAN PRODUKTIVITAS MALANG.

TERHADAP PADA CV

PENINGKATAN CODO WAJAK

KARYAWAN

1. 2. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas peneliti mengambil masalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah gambaran mengenai lingkungan kerja karyawan pada CV Codo Wajak Malang? 2. Bagaimanakah gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang? 3. Adakah pengaruh positif signifikan antara lingkungan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang?

1. 3. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimanakah gambaran mengenai lingkungan kerja karyawan pada CV Codo Wajak Malang. 2. Untuk mengetahui bagaimanakah gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang. 3. Untuk mengetahui adakah pengaruh positif signifikan antara lingkungan kerja terhadap Peningkatan Produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang. 1. 4. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat bagi UIN Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka melengkapi dan mengembangkan hasil penelitian yang sudah ada. 2. Manfaat Bagi Perusahaan Untuk meningkatkan semangat kerja karyawan sehingga

diharapkan semua karyawan perusahaan bekerja secara produktif, yang berdampak meningkatnya profitabilitas perusahaan tersebut. 3. Manfaat bagi Pihak Lain. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya, bagi semua pihak yang berkepentingan dan diharapkan mampu memberikan ruangan dan wahana baru bagi pengembangan ilmu dan konsep perekonomian di masa yang akan datang.

4. Manfaat bagi Peneliti Sebagai penambah hasanah keilmuan, pengalaman, latihan dan pengembangan teori yang diterapkan yang didapat selama di bangku perkuliahan. 1. 5. HIPOTESIS Hipotesis menurut Marzuki adalah berasal dari kata hipotesa yang berarti sesuatu kesimpulan atau pendapat yang masih kurang (hypo: kurang dari, thesis: pendapat) jadi kesimpulan itu belum final (protoconculition) karena masih terus dibuktikan setelah terbukti kebenarannya, menurut Suharsimi Arikunto: “hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian. Sampai terbukti melalui data yang terkumpul”80. Rumusan hipotesis yang ditetapkan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Hipotesis kerja (Ha), yaitu: a. Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel lingkungan kerja dengan Peningkatan produktivitas kerja karyawan pada CV Codo Wajak Malang. 2. Hipotesis Nihil (Ho), yaitu: b. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel

lingkungan kerja dengan Peningkatan produktivitas kerja karyawan pada CV Codo Wajak Malang.

80

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Yogyakarta: PT.Rineka Cipta, 2002), Hlm. 64

1. 6. DEFINISI OPERASIONAL Untuk menghindari terjadinya penafsiran yang berbeda-beda di antara pembaca, maka perlu diberikan batasan-batasan pengertian pada beberapa istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini. Beberapa istilah yang perlu dijelaskan pengertiannya antara lain: (1)Lingkungan Kerja, dan (2)Produktivitas. 1. Lingkungan kerja Yang di maksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang81. lingkungan kerja, menurut Sinungan adalah: sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, esok lebih baik dari hari ini . 2. Produktivitas kerja Produktivitas pada dasarnya adalah konsep universal yang berlaku bagi semua sistem, Produktivitas dalam pelaksanaannya menuntut bahwa kehidupan dan cara kerja harus lebih baik dari hari kemarin dan hasil yang dicapai esok harus lebih banyak dari yang diperoleh hari ini. Konsep produktifitas berkaitan erat dengan seberapa jauh suatu proses menghasilkan keluaran dengan mengkonsumsi masukan tertentu. Produktivitas merupakan

81

Zakiyah, Drajat, Ilmu Pendidikan Islam: (Jakarta: Bumi aksara, 1996) hal.66

rasio antara masukan dan keluaran dengan fokus perhatian pada keluaran yang dihasilkan suatu proses82. Menurut Hasibuan produktivitas kerja adalah perbandingan hasil (output) dengan masukan (input) dan produksi yang dihasilkan harus mempunyai nilai tambah. Lingkungan yang mendukung akan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga produktivitas kerja yang maksimal dapat dicapai. Dari definisi di atas penulis bermaksud meneliti seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan sehingga keluaran atau output yang dihasilkan hari ini lebih baik dari hasil yang diperoleh kemarin. Lingkungan kerja adalah semua keadaan tempat kerja dapat mempengaruhi pegawai atau karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung selain itu lingkungan kerja merupakan suatu komunitas manusia berkumpul dalam suatu keberagaman serta dalam situasi dan kondisi yang berubah-ubah yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan sehingga produk yang dihasilkan kurang efektif dan hal ini berarti produktivitas karyawan semakin menurun. Lingkungan kerja yang baik akan sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan, aspek yang berpengaruh terhadap lingkungan kerja antara lain: pengaturan penerangan, tingkat kerja, namun penerangan di sini diartikan sebagai pengaturan dan sirkulasi udara yang baik terutama di dalam lingkungan kerja, kebersihan lingkungan kerja, dan
82 Mulyadi. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. (Jakarta: Salemba Empat , 2007) hal. 380

keamanan terhadap barang milik karyawan. Jika dari kesemuanya itu bisa terpenuhi dan terjamin maka tidak akan ada lagi rasa was-was ataupun kuwatir akan keselamatan diri dan barang milik karyawan tersebut, misalkan saja suatu lingkungan perusahaan tersebut kurang steril dan kurang menjaga kebersihan lingkungannya maka dampak yang ditimbulkan adalah sarang penyakit yang menimpa salah satu karyawan perusahaan tersebut, secara otomatis kualitas kinerja karyawan tersebut berkurang dan jika hal demikian terus terjadi tanpa ada solusi maka produk yang dihasilkan perusahaan tersebut menjadi semakin berkurang ini berarti produktivitas karyawan

rendah perusahaan akan mengalami kerugian oleh karena itu setiap karyawan dituntut untuk memiliki kapabilitas yang tinggi guna mencapai suatu tingkat produktivitas yang maksimal, untuk mencapai tingkat produktivitas yang maksimal, perusahaan harus menjamin dipilihnya orang yang tepat dengan pekerjaan yang tepat serta situasi dan kondisi yang memungkinkan mereka bekerja secara optimal.

1. 7. RUANG LINGKUP PENELITIAN Dalam penelitian ini, peneliti membatasi ruang lingkup

penelitiannya. Batasan penelitian ini mendeskripsikan bagaimana pengaruh lingkungan kerja dengan tingkat produktivitas karyawan pada bagian produksi. Dari sini peneliti membatasi pengaruh lingkungan kerja yang terfokus pada karyawan pada bagian produksi dalam perusahaan tersebut, peneliti hanya terfokus pada karyawan bagian produksi karena dari bagian

tersebut dapat diketahui seberapa produktif suatu karyawan menghasilkan suatu keluaran dalam hal ini juga lebih memudahkan peneliti dalam melakukan suatu penelitian. Lingkungan yang tidak nyaman menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam bekerja, oleh karena itu pengaruh lingkungan sangatlah mendukung. sedangkan ruang lingkup untuk produktivitas kerja yaitu bagaimana pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suasana lingkungan yang mendukung produktivitas kerja karyawan sehingga produk yang

dihasilkan oleh perusahaan hari ini lebih baik dari hasil kemarin.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu tentang pengaruh lingkungan kerja dan tingkat penghasilan terhadap peningkatan poduktivitas karyawan pada pabrik rokok sinar tunggal jaya Malang, telah dibuktikan dalam sebuah survey bahwa tingkat penghasilan sangat mempengaruhi produktivitas namun untuk faktor lingkungan kerja. Memiliki pengaruh tidak signifikan83. Penelitian yang sama juga menyatakan bahwa lingkungan kerja menyebabkan keberhasilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Penelitian ini menggunakan diskriptif kuantitatif dengan analisa regresi linier berganda, uji T dan uji F hasil penelitiannya bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja, T hitung lebih besar dari pada T tabel. Disini peneliti mencoba untuk meneliti mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap tingkat produktivitas karyawan dengan menggunakan analisa korelasi produk momen simpangan apakah nantinya dapat pengaruh yang positif signifikan atau sebaliknya84 Hal yang sama juga diungkapkan pada penelitian tentang Pengaruh kedisiplinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada (Studi Kasus Di PT.

83

Sri, Indra Rini, Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Tingkat Penghasilan Terhadap Peningkatan Poduktivitas Karyawan Pada Rokok Sinar Tunggal Jaya Malang, UIN PRESS.2006 Khomsah, Nurul hidayah, Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan. Pada Harian Jawa Pos ( Radar Tulung Agung ). UIN PRESS. 2006.

84

Perkebunan Nusantara X Pabrik Gula Tjokir-Jombang). Menjelaskan setelah diadakan penelitian tentang kedisiplinan terhadap produktivitas kerja karyawan, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel kedisiplinan (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini ditunjukkan pada pengujian hipotesis yang menggunakan uji t, dan diperoleh nilai t Dengan demikian, maka
hitung

lebih besar dari nilai t tabel yaitu 7,365>2,00.

jelas bahwa hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi

kedisiplinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan diterima. Sedangkan hipotesis nol (Ho) yang berbunyi kedisiplinan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan di tolak.85 Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Nama Sri Indra Rini (2006) UIN Malang Judul Pengaruh lingkungan dan Jenis Variabel Hasil

Penelitiannya dengan Dengan kerja menggunakan tingkat korelasi moment dibuktikan menggunakan produk korelasi dan moment dalam dihasilkan yang produk

penghasilan terhadap peningkatan poduktivitas

sebuah survey bahwa korelasi tingkat penghasilan signifikan

85

Elok, Faiqoh, Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada Pt Perkebunan Nusantara Jombang, UIN PRESS

karyawan

sangat mempengaruhi

sehingga hipotesisnya

produktivitas namun diterima. untuk lingkungan Memiliki faktor kerja. pengaruh

tidak signifikan Khomsah Nurul Hidayah (2006) UIN Malang Pengaruh lingkungan Penelitian kerja menggunakan ini Hasil penelitiannya

terhadap semangat diskriptif kuantitatif bahwa lingkungan kerja karyawan dengan regresi berganda, uji T dan uji F Di sini peneliti analisa kerja berpengaruh linier signifikan terhadap semangat kerja, T hitung lebih

pada harian pos (radar Tulungagung)

mencoba meneliti

untuk besar dari pada T dengan tabel.

menggunakan analisa korelasi produk

momen simpangan Elok faiqoh (2005) Pengaruh kedisiplinan Terhadap Variabel (kedisiplinan maupun variabel bebas Kedisiplinan X) mempunyai pengaruh yang

Produktivitas Kerja

terikat (produktivitas signifikan terhadap produktivitas kerja Hal X Gula karyawan. ini

Karyawan kerja karyawan

Pada (Studi Kasus Di Perkebunan Nusantara Pabrik PT.

ditunjukkan pada pengujian hipotesis yang

Tjokir-Jombang)

menggunakan uji t, dan diperoleh nilai t
hitung

lebih

besar dari nilai t
tabel

yaitu 7,365>2,00.

2. 2. Kajian Teori 2. 2. 1. Lingkungan Kerja a. Pengertian Lingkungan Kerja Pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain lingkungan dapat berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap perusahaan. Oleh karena itu masalah lingkungan tidak boleh diabaikan dalam sebuah perusahaan.

Lingkungan dalam perusahaan yang sedang beroperasi memiliki pengaruh yang cukup besar pada keberhasilan perusahaan, dengan perubahan yang saat ini sedang terjadi dan makin meluasnya masyarakat global, perusahaan menghadapi banyak tantangan yang tidak dihadapi sebelumnya86. Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya, sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat.87 Faktorfaktor yang mempengaruhi perusahan tersebut banyak ragamnya termasuk aspek ekonomi, sosial, politik. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar perusahaan, tetapi mempunyai pengaruh atas pertumbuhan dan perkembangan

perusahaan.88 Pada umumnya lingkungan tidak dapat dikuasai oleh perusahaan sehingga perusahaan harus menyesuaikan diri dengan

lingkungannya. Dalam pengertian lain juga disebutkan bahwa Lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang. Pengertian lain juga menyebutkan lingkungan adalah segala hal yang terkait dengan operasional perusahaan dan bagaimana kegiatan

86 87 88

Sjafri Mangkuprawira, MSDM Strategik, (Jakarta: Ghalia Indonesia) hal, 35 Bashu Swastha DH, Pengantar Bisnis Moderen, (Yogyakarta: Liberty, 1999) hal. 30

Alex, Nitiseminto, Wawasan Studi Kelanyakan Dan Evaluasi Proyek, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004) hal. 66

operasional tersebut dapat berjalan.89 Lingkungan kerja yang baik akan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas karyawan hal ini dapat dilihat dari peningkatan teknologi dan cara produksi, sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja serta suasana lingkungan kerja itu sendiri. Lingkungan perusahaan adalah berbagai hal atau berbagai pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga denyut nadinya perusahaan. Lingkungan perusahaan banyak sekali sehingga sulit disebutkan satu persatu, adapun salah satu yang termasuk dalam lingkungan perusahaan adalah perundang-undangan beserta peraturan lainnya, sistem birokrasi, dan sistem nilai masyarakat. Faktor lingkungan merupakan salah satu yang harus

dipertimbangkan dalam sebuah perusahaan yang sedang beroperasi, dalam prakteknya ternyata tidak semudah dibayangkan orang, hal ini disebabkan karena faktor lingkungan tidak statis, tetapi lebih bersifat dinamis90 artinya hal yang saat ini dianggap tidak berpengaruh terhadap perusahaan mungkin lima atau sepuluh tahun lagi akan berpengaruh terhadap perusahaan sehingga harus dimasukkan sebagai salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Selain itu lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik
89 90

Sule, Eni Trisnawati, Pengantar Menejemen jilid 1, (Jakarta: Prenada Media, , 2005 ), Hal. 62

Alex, Nitiseminto, Wawasan Studi Kelanyakan Dan Evaluasi Proyek, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004) hal. 67

organisasi maupun kegiatannya, sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan dan masyarakat, faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya termasuk aspek ekonomi, politik, sosial, hukum dan sebagainya.91 Dalam praktek mengenali faktor yang termasuk dalam lingkungan perusahan tidaklah mudah, hal ini disebabkan karena faktor lingkungan tidak bersifat statis artinya hal yang saat ini tidak dipengaruhi atas perusahaan mungkin lima atau sepuluh tahun kemudian akan berpengaruh terhadap perusahaan sehingga harus di masukkan dalam beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Pengertian lain mengenai lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang92. Ada dua lingkungan utama yang menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi yaitu: (1) perubahan lingkungan ekstern perusahaan yang mencakup lingkungan pekerjaan atau industri dan lingkungan sosial (2) perubahan lingkungan intern perusahaan, lingkungan perusahaan mencakup elemen penting atau kelompok, yang tindakan maupun keinginannya mempengaruhi perusahan secara langsung. Mereka yang punya kepentingan adalah: pemegang saham, suplier, kreditur, pesaing, pelanggan, serikat pekerja dan asosiasi dagang seperti kadin dan
91 92

Basu Swastha Dh Se MBA, Pengantar Bisnis Moderen, (Yogyakarta: Liberty, 1999) hal.31 Zakiyah, Drajat, Ilmu Pendidikan Islam: (Jakarta: Bumi aksara , 1996) Hal.66

pemerintah93. Masing masing faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahan tersebut banyak ragamnya termasuk aspek ekonomi, sosial, politik seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini94:

Gambar 2.1 Faktor-Faktor Lingkungan Perusahaan

pereko nomia n fisik
Lingku ngan perusahaan

Etika hukum

politik

sosial

Sumber: Basu Swastha Dh Se MBA, Pengantar Bisnis Moderen, 1999

Menurut Sudarmayanti lingkungan kerja adalah semua keadaan tempat kerja dapat mempengaruhi pegawai atau karyawan baik secara langsung atau tidak langsung. Hal serupa juga dikatakan oleh

Reksohadiprojo pengaturan lingkungan kerja adalah penerangan di tempat kerja, kelembapan di tempat kerja, sirkulasi udara di tempat kerja, getaran

93 94

Bambang, Hariadi, Strategi Menejemen, (Malang: Bayumedia Publishing, 2005) hal. 46 Basu Swastha Dh Se MBA, Pengantar Bisnis Moderen, (Yogyakarta: Liberty, 1999) hal.31

mekanis di tempat kerja, tata warna, dekorasi, musik, keamanan di tempat kerja. Lingkungan kerja juga dapat diartikan sebagai sikap, nilai, norma, dan perasaan yang lazim dimiliki oleh para karyawan sehubungan dengan organisasi mereka.95 Dengan kata lain lingkungan kerja dianggap sebagai kepribadian suatu perusahaan seperti yang dilihat oleh para pekerjanya, jika para karyawan merasa lingkungannya terlalu otoriter maka dapat diduga bahwa mereka akan bertindak sesuai dengan anggapan ini, sekalipun pihak menejer melakukan segala usaha untuk bersikap demokratis atau mementingkan karyawan. Perbaikan di lingkungan kerja itu sendiri dapat menumbuhkan kegairahan semangat dan kecepatan kerja, demikian juga perbaikan di bidang pengupahan dan jaminan sosial dapat menumbuhkan motivasi kerja sehinnga produktivitas yang di hasilkan juga lebih baik. Lingkungan kerja menurut Nitiseminto adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya96. Sebuah perusahaan atau organisasi bisnis yang beroperasi di sebuah lingkungan tidak dapat menafikan bahwa, selain kegiatan bisnis yang di kelolanya, mereka tersebut juga terlibat di lingkungan seputar organisasi, oleh karena itu sebuah perusahaan perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan perusahaan.
95

Steers M. Richard. Efektivitas Organisasi, ”Terj " Magdalena, (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980), Hal. 123 Alek Nitiseminto, Menejemen Personalia,, (Jakarta : Penerbit Gahlia Indonesia, 2002), hal. 27

96

Setiap perusahaan pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing - masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi di perusahaan. Lingkungan kerja menunjuk pada hal-hal yang berada di sekeliling dan melingkupi kerja karyawan. Kondisi ini lebih banyak tergantung pimpinan, sehingga suasana kerja yang tercipta tergantung pada pola yang diciptakan pimpinan. b. Pentingnya Lingkungan Kerja Lingkungan kerja mempunyai pengaruh penting terhadap kinerja karyawan, di dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan penuh tanggung jawab, dan pada akhirnya dapat memperoleh hasil yang maksimal. Lingkungan kerja yang baik serta dukungan dari karyawan tentu akan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan, namun bila lingkungan kerja kurang mendukung, tingkat kesalahan yang dilakukan oleh karyawan akan tinggi. Lingkungan kerja yang baik serta dukungan dari karyawan tentu akan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan, namun bila lingkungan kerja kurang mendukung, tingkat kesalahan yang dilakukan oleh karyawan akan tinggi. Besarnya pengaruh lingkungan terhadap setiap perusahaan tertentu akan berbeda-beda, tetapi perusahaan yng akan berkembang dengan baik pada umumnya adalah perusahaan yan selalu melakukan inovasi tiada henti, misalnya yang

dilakukan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia yaitu AKMD, Aqua, dan pabrik rokok Jarum97. Lingkungan dimana perusahaan beroperasi akan terus mengalami perubahan, dalam setiap perubahan akan menimbulkan pemikiran yang berbeda beda sehingga memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperoleh beranekaragam masukan dari kondisi lingkungan yang tidak menentu. Karena ada diferensiasi itu, diperlukan upaya integrasi yang lebih besar.98 Perusahaan harus secara terus menerus memberi kontribusi atas setiap perubahan yang terjadi apabila tidak ingin mengalami kegagalan. Menurut Musselman dan John mengatakan bahwa kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya, ini tampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi dan di lingkungan kerjanya. Lingkungan kerja yang mendukung dapat menciptakan semangat kerja antara karyawan dan perusahaan sehingga setiap pekerjaan yang dibebankan dapat dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu penelitian yang lebih memberikan harapan mengenai dimensi lingkungan kerja telah dilakukan oleh Compbell dan rekanrekannya, dalam usaha mereka mengembangkan ukuran yang lebih independent dari dimensi lingkungan kerja. Untuk menjelaskan pentingnya pemahaman tentang lingkungan pekerjaan maka dalam menyusun strategi
97 98

Bambang, Hariadi, Strategi Menejemen, (Malang: Bayumedia Publishing, 2005) Hal. 48 Keith davis dan John W. Newstrom, Perilaku Organisasi,(Jakarta : Penerbit Erlangga, 1985), hal.12

untuk menyiasati lingkungan persaingan haruslah tepat, Bambang Hariadi salah satu orang yang menganalisis tentang lingkungan pekerjaan mengatakan bahwa hasil analisis ini dapat menyimpulkan akan peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan, prospek usaha yang panjang, serta dapat dilanjutkan dengan strategi apa yang terbaik dalam menghadapi lingkungan usaha tersebut. Analisis dalam lingkungan tersebut akan menentukan bagaimana arah dan tujuan strategi yang disusun perusahaan dalam menangkap berbagai peluang yang tersembunyi dalam lingkungan yang dihadapi. Realita tersebut mencakup informasi penting mencakup informasi penting tentang lingkungan spesifik pekerjan (task environment) serta lingkungan social dan budaya, sebagaimana yang tertera pada gambar di bawah ini99 :

99

Bambang Hariadi, Strategi Menejemen, (Malang: Bayumedia Publishing, 2005) Hal. 50

Gambar 2.2 Analisis Lingkungan Pekerjaan

Analisis lingkungan sosial (ekonomi, sosial budaya, teknologi, hukum, dan politik)

Analisi lingkungan pekerjaan

Analisis Masyarakat Industri

Analisis Pasar

Analisis Kekuatan Persainga n

Analisis Suplier

Analisis kelompok

Faktor Strategis • Peluang •

Analisis Pemerintah

Sumber: Bambang Hariadi, Strategi Menejemen, 2005

Para peneliti mengidentifikasikan sepuluh dimensi lingkungan kerja pada tingkat perusahaan secara keseluruhan, dimensi-dimensi tersebut antara lain100: 1) Struktur Tugas Tingkat perincian metode yang dipakai untuk melaksanakan tugas oleh perusahaan 2) Hubungan Imbalan-Hukum Tingkat batasan pemberian imbalan tambahan seperti promosi dan kenaikan gaji didasarkan pada prestasi dan jasa bukan dari pertimbangan lain seperti senioritas dan favoritisme. 3) Sentralisasi keputusan Batas keputusan penting dipusatkan pada menejemen atas. 4) Tekanan pada Prestasi Keinginan pada pihak karyawan perusahaan untuk

melaksanakan pekerjaan dengan baik dan memberikan sumbangannya bagi sasaran karya perusahaan. 5) Tekanan pada Latihan dan Pengembangan Tingkat batas organisasi berusaha meningkatkan prestasi individu tepat. melalui kegiatan pengembangan dan latihan yang

100

Sule, Eni Trisnawati, Pengantar Menejemen jilid 1, (Jakarta: Prenada Media, , 2005 ), Hal. 122-123

6) Keamanan versus Resiko Tingkat batas tekanan dalam perusahaan menimbulkan perasaan kurang aman dan kecemasan pada para anggotanya. 7) Keterbukaan versus Ketertutupan Batas orang lebih suka berusaha menutupi kesalahan dan menampilkan diri secara lebih baik dari pada berkomunikasi secara bebas dan bekerjasama. 8) Status dan Semangat Perasaan bahwa lingkungan perusahaan merupakan tempat yang baik. 9) Pengakuan dan Umpan Balik Seorang individu mengetahui apa pendapat dari atasannya mengenai pekerjaannnya serta tingkat dukungan mereka atas dirinya. Kondisi lingkungan kerja yang menyenangkan diperlukan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas kerja. Produktivitas kerja lebih dipengaruhi oleh faktor perhatian khusus yang diberikan oleh menejemen kepada karyawan.101 Kondisi fisik yang menyenangkan berperan dalam pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja dan mencegah terjadinya kejenuhan dan keborosan.

101

Elthon mayor, Eksperimen Howtone. Jurnal Harvard university 1920 – 1930 )

Kondisi fisik yang dimaksud antara lain: a. Ventilasi yang baik memungkinkan masuknya udara segar ketempat pekerjaan. b. Penerangan cukup penting sebagai pencegah kecelakaan c. Tata ruang yang rapi dan perabot yang rapi menimbulkan rasa estetika yang tinggi. d. Lingkungan kerja yang bersih menjadikan rasa senang berada dalam perusahaan untuk waktu lama. e. Lingkungan yang bebas dari polusi udara. Kesemuanya itu sangatlah penting untuk mendapat perhatian karena para karyawan dan anggota organisasi lainnya menggunakan paling sedikit sepertiga waktunya dihabiskan ditempat kerjanya. Sesungguhnya merupakan tugas perusahaan untuk memenejemen dan mengambil langkah dalam menjamin keselamatan para karyawan karena apabila salah satu karyawan terserang penyakit atau mengalami kecelakaan di tempat pekerjaannya akan berakibat produktivitas perusahaan menurun dan dapat menyebabkan turunnya tingkat kepuasan karyawan. c. Lingkungan Tempat Kerja lingkungan dalam perusahaan cakupanya luas sekali salah satunya lingkungan eksternal dan lingkungan internal baik itu berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan eksternal adalah suatu kondisi yang bersifat multifaset dan kompleks, yang memiliki banyak faktor atau

unsur yang berpengaruh pada keberhasilan perusahaan, ada dua bentuk lingkungan perusahaan yaitu lingkungan kemasyarakatan dan lingkungan tugas.102 Lingkungan bisnis dalam perusahaan dibagi atas dua lingkungan yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal lingkungan eksternal terbagi menjadi dua kategori yaitu lingkungan jauh dengan lingkungan industri103. Sementara itu leingkungan internal merupakan aspek yang ada di dalam perusahaan hal ini juga di utarakan oleh erni bahwa secara garis besar lingkungan organoisasi dapat dibagi dua macam lingkungan internal dan lingkungan eksternal sedangkan lingkungan eksternal dapat dibagi menjadi dua yaitu lingkungan lingkungan langsung maupun lingkungan tidak langsung, secara sederhana pembagian lingkungan organisasi ini ditunjukkan dalam gambar di bawah ini104:

102

Dr. Syafri Mangkuprawira, Menejemen Sumber Daya Manusia Strategik, (Jakarta: Gahlia Indonesia) Hal.36 Husein, Umar, Strategi Menejemen In Action, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka, 2001) hal. 24 Sule, Erni Trisnawati, Pengantar Menejemen Jilid I, (Jakarta: Prenada Media, 2005) hal.59

103 104

Gambar 2.3 Pembagian Lingkungan Organisasi/Bisnis

Lingkungan Organisasi

Lingkungan Internal

Lingkungan Eksternal

Lingkungan yang Terkait Langsung (Mikro)

Lingkungan yang Tidak Terkait langsung (Makro)

Lokal

Internasianal

Lokal

Internasional

Sumber: Erni Trisnawati, Sule pengantar menejemen jilid I, Prenada media, 2005

Berbagai

tantangan

lingkungan

eksternal

yang

perlu

dipertimbangkan antara lain:105 1. Tantangan teknologi 2. Tantangan ekonomi 3. Keadaan politik 4. Tantanan demografis 5. Kondisi geografis
105

Ambar. T. Sulistyani, Menejemen Sumber Daya Manusia,( Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003), Hal. 71

6. Kondisi sosial budaya Lingkungan internal merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan dalam rangka melakukan menejemen SDM. Adapun lingkungan internal yang dipandang sanat berpengaruh adalah sebagai berikut: 1. Organisasi sumber daya manusia 2. Kultur organisasi 3. Penilaian organisasi Pentingnya lingkungan tempat kerja dalam mempengaruhi produktivitas kerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor, namun tidak sedikit dari perusahaan yang kurang memperhatikannya diantaranya faktor lingkungan tempat kerja, padahal kedengarannya remeh, tetapi pengaruhnya cukup besar terhadap efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan.106Dengan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan berarti secara langsung maupun tidak langsung mengurangi pemborosan waktu, biaya, jumlah absensi, kesalahan kerja dan kecelakaan di tempat kerja. Menurut Nitiseminto diantaranya adalah : 1. Kebersihan Kebersihan lingkungan mempengaruhi kesehatan karyawan karena itu hendaknya harus dijaga, bukan hanya tugas petugas kebersihan saja melainkan semua pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Lingkungan yang bersih mendorong karyawan
106

Khomsah Nurul Hidayah, Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan. Pada Harian Jawa Pos ( Radar Tulung Agung ).2006. UIN PRESS

lebih bersemangat dalam bekerja. Oleh karena itu menejemen yang baik menyangkut pembuangan sampah sangat berpengaruh pada kesehatan lingkungan masyarakat 2. Penerangan Penerangan yang baik dapat membantu dan melaksanakan terciptanya suasana kerja yang lebih aman dan membantu meningkatkan semangat kerja karyawan. 3. Kebisingan Dapat mengganggu konsentrasi dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan oleh karena itu hendaknya mengurangi kebisingan tersebut. 4. Keamanan Rasa aman yang dimiliki menimbulkan ketenangan, dan ketenangan akan mendorong semangat kerja. Setiap faktor dalam lingkungan kerja hendaknya saling mendukung satu sama lain. Selain itu juga Lingkungan kerja dalam perusahaan dapat berupa107: 1. Struktur tugas Struktur tugas menunjuk pada bagaimana pembagian tugas dan wewenang itu dilaksanakan. Sehingga ada kejelasan tentang ’siapa bertanggung jawab apa’ serta keberadaan mekanisme

107

Artikel MSDM, Konsep Lingkungan Kerja, http: WWW.Cokroaminoto.Wordpress.Com , hal 1

pelaksanaan tugas dalam hal ”siapa bertanggung jawab kepada siapa. Struktur tugas harus jelas, dan mekanisme harus dijalankan. akhirnya bukan tidak mungkin seorang karyawan tidak dapat bekerja, jika mereka tidak tahu harus mengerjakan apa. Atau banyak orang yang mengendalikan atau memberi perintah langsung pada seorang karyawan, sehingga karyawan tidak tahu tugas mana yang harus diselesaikan. Akibatnya Ia tidak dapat mengerjakan satupun. 2. Desain pekerjaan Desain pekerjaan menggambarkan kompleksitas dan tingkat kesulitan suatu tugas yang dikerjakan seorang karyawan. Jika seorang karyawan merasa bahwa tugas itu terlampau sulit dan harus melibatkan banyak fihak, maka dipastikan bahwa seorang karyawan akan dapat menyelesaikannya. Sehingga manajemen harus dapat menjamin bahwa tugas yang diberikan, dapat diselesaikan. 3. Pola kepemimpinan Pola Kepemimpinan mencerminkan model kepemimpinan yang diterapkan dalam mengelola karyawan. Ada sekelompok pemimpin menerapkan praktek kepemimpinan yang berorientasi pada penyelesaian tugas (task oriented). Pada golongan pemimpin ini, aspek-aspek individual karyawan kurang mendapat perhatian. Pola ini menekankan, apapun yang dilakukan karyawan dan

bagaimanapun kondisi yang terjadi pada karyawan tidak menjadi masalah. Asalkan tugas-tugas dapat diselesaikan. Pola-pola kepemimpiman demikian dapat berpengaruh pada penciptaan lingkungan kerja yang kurang baik bagi karyawan. Akibatnya ada perasaan tertekan pada karyawan. Lingkungan kerja yang tercipta penuh ketakutan mengarah ke frustasi. Jika ini berlangsung lama, maka yang terjadi adalah tingkat absensi karyawan tinggi, permintaan pindah antar unit kerja, bahkan puncaknya adalah permintaan keluar dari perusahaan dan pindah ke perusahaan yang lain. 4. Pola kerjasama 5. Ketersediaan sarana kerja 6. Imbalan (reward system) Pada sekelompok pemimpin lainnya menerapkan pola

kepemimpinan yang berorientasi pada manusia (human oriented). Pemimpin memusatkan perhatiannya pada kegiatan dan masalah kemanusiaan yang dihadapi, baik bagi dirinya maupun bagi karyawan. Kepemimpinan pada golongan ini lebih populis dibanding pola yang terdahulu, karena dipandang memperhatikan masalah-masalah riil yang dihadapi karyawan. Dari masalah anak sakit sampai dengan kondisi keluarga. Dari masalah stamina sampai dengan nonton bola. Akibatnya, lingkungan kerja dapat mengarah pada budaya gosip, tetapi mengesampingkan penyelesaian tugas dan standar kinerja.

2. 2.2 Produktivitas Kerja a. Pengertian Produktivitas Produktivitas berasal dari kata produksi, kata produksi sering digunakan dalam istilah membuat sesuatu. Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil tersebut bisa berupa barang ataupun jasa. Istilah pproduksi ini sering dikaitkan dengan istilah produktivitas, meskipunkedua istilah tersebut sangat berkaitan, tetapi salah jika menganggap produktovitas merupakan fasilitas produksi yang aktif. Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, dan seterusnya) yang dipakai untukmenghasilkan hasil tersebut108. Produktivitas menurut Dewan Produktivitas Nasional mempunyai pengertian sebagai sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.109 Produktivitas kadang-kadang dipandang sebagai penggunaan insentif terhadap sumber-sumber konversi seperti tenaga kerja dan mesin

108 109

Bashu Swastha DH, Pengantar Bisnis Moderen. (Yogyakarta: Liberty, 1999) hal. 30

Husein, Umar Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi.( Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama, 2005) Hal. 9

yang diukur secara tepat dan benar-benar menunjukkan suatu penampilan yang efisiensi110. Menurut Drs. Malayu S.P. Hasibuan Produktivitas adalah perbandingan antara output (hasil) dengan input (masukan). Jika produktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi (waktu-bahan-tenaga) dan sistem kerja, teknik produksi dan adanya peningkatan ketrampilan dari tenaga kerjanya. Sedangkan secara umum produktivitas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keluaran sumberdaya yang digunakan (input). Dengan kata lain bawa produktivitas memiliki 2 dimensi, pertama adalah efektivitas yang mengarah pada pencapaian unjuk kerja yang maksimal yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu, Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana perusahaan tersebut dilaksanakan. Produktivitas juga diartikan sebagai konsep universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit, karena setiap kegiatan memerlukan produktivitas dalam

pelaksanaannya111. Produktivitas menuntut bahwa kehidupan dan cara kerja

110

Murdhansyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana. (Jakarta: PT. Bumi Akasara, 2003) Hal.12 Murdhansyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana. (Jakarta: PT. Bumi Akasara, 2003), Hal.17

111

hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hasil yang dicapai esok harus lebih banyak dari yang diperoleh hari ini. Konsep produktivitas berkaitan erat dengan seberapa jauh suatu proses menghasilkan keluaran dengan mengkonsumsi masukan tertentu. Produktivitas merupakan rasio antara masukan dan keluaran dengan fokus perhatian pada keluaran yang dihasilkan suatu proses, biasanya suatu kombinasi dapat digunakan untuk tertentu. Produktivitas dapat difahami secara filosofit, sebagaimana dalam pernyataan yang dikemukakan oleh Justine112: Produktivitas adalah suatu sikap mental, menciptakan hari ini yang lebih baik dari hari kemaren,mengusahakan hari esok yang lebih baik dari hari ini. Tidak ada produk atau proses yang terbaik, selalu dapat menciptakan produk atau proses yang lebih baik, selalu dapat diusahakan hasil yang lebih besar, dengan pengorbanan sumbersumber yang leih kecil. menghasilkan suatu tingkat keluaran

Tinggi rendahnya produktivitas ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari sikap, disiplin karyawan, sampai pada menejemen dan teknologi. Produktivitas sering diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output). Semakin kecil pengobanan yang diperlukan untuk mencapai target dikatakan sebagai
112

Justine.T. Sirait, Memahami Aspek Pengelolaan SDM Dalam Organisasi, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2006), hal. 247

kegiatan yang produktif, sebaliknya semakin tinggi input yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu dikatakan kurang produktif. Hal serupa juga dinyatakan oleh Peter Drucker Produktivitas adalah uji pertama untuk mngetahui kompetensi suatu sistem menejemen.113 Produktivitas juga menyangkut masalah akhir yakni seberapa besar hasil akhir yang diperoleh didalam proses produksi, dengan kaa lain produktivitas memiliki dua dimensi yaitu: pertama, efektifitas yang mengarah pada pencapaian unjuk kerja yang maksimal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Yang kedua yaitu efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan. Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan input yang direncanakan dengan input yang sebenarnya. Apabila input yang sebenarnya digunakan semakin besar penghematannya, maka tingkat efisiensi semakin tinggi. Tetapi semakin kecil input yang dapat dihemat akan semakin rendah tingkat efisiensinya. Efektivitas merupakan ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat di capai. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas, walaupun terjadi peningkatan efektivitas, efisiensinya belum tentu meningkat. Dalam hal ini tidak terlepas dari

113

Franklin G. Moore, Menejemen Produksi Dan Operasi. terj. Dra. Diana permadi M.Sc (Bandung: Remaja Karya Ofside , 1986), Hal. 3

efisiensi dan efektivitas.114 Keterkaitan semuanya itu dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

Gambar 2.4 Efisiensi, Efektivitas, Dan Produktivitas

Input

Proses Produksi

Hasil

Kualitas dan Efisiensi

Kualitas

Kualitas dan Efektivitas

Produktivitas
Sumber: Sulistiyani Ambar Teguh, MSDM Konsep Teori Dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Public, Yogyakarta. 2003.

b. Konsep Dasar Sistem Produksi Pada dasarnya sistem produksi adalah proses transformasi input menjadi output atau dengan kata lain produksi adalah produksi memiliki 3 komponen yaitu: Masukan (input) Keluaran (output) Dan proses. sebuah proses mengubah input menjadi output, berdasarkan pengertian tersebut, sistem

114

Ambar. T. Sulistyani, Menejemen Sumber Daya Manusia Konsep Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Public, (Yogyakarta.: Graha Ilmu, 2003), Hal. 199

Seperti dalam gambar di bawah ini115: Gambar. 2.5 Sistem Produksi

Masukan • • • • • • Bahan baku Tenaga kerja Informasi pasarkebutuhan konsumen Keb. Pemiliki perusahaan Modal Mesin • • • • • •

Konversi Transortasi Prosedur Teknologi Sistem produksi Proses produksi Pengelolaan mesin

Keluaran Keluaran langsung • Barang • Jasa Kel.tidak langsung • Upah atau gaji • D. lingkungan • Dampak sosial

Sumber : Sule Eni Trisnawati, Pengantar Menejemen jilid 1, 2005.

Dari gambaran diatas dijelaskan bahwa dalam proses konversi yang menjadi elemen dasar adalah faktor masukan (input) untuk diproses dalam keluaran (output) sebagai hasil dari proses masukan desertai informasi umpan balik yang merupakan sistem operasional116.

115

Sule, Erni Trisnawati, Pengantar Menejemen Jilid I, (Jakarta: Prenada Media, 2005)Hal. 351352 116 Manahan, Tompubolon, Menejemen Operasional,(Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004) hal 5

Dari berbagai jenis faktor produksi, tenaga kerja merupakan faktor produksi yang memegang peranan utama. Dari berbagai permasalahan tenaga kerja, rendahnya produktivitas kerja merupakan salah satu masalah yang cukup pelik. Produktivitas sering diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumbar ekonomi untuk menghasilkan suatu

perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output). Semakin kecil pengorbanan untuk menghasilkan output dikatakan sebagai kegiatan produktif, sebaliknya semakin tinggi input yang diperlukan untuk mencapai penghasilan tentu dikatakan kurang produktif. Begitu pula seperti yang di sampaikan oleh Murdansyah mengenai model umum sistem produksi yang berkaitan dengan lingkungan kerja seperti yang tertera pada gambar di bawah ini:

Gambar 2.6 Model Umum Sistem Produksi

O P

Manusia 1 Metode/Proses 3 Lingkungan Organisasi (Internal) 5

Modal 2

Umpan Balik 8

I

Produk Lingkungan Negara (Eksternal) 6

Produk
Lingkungan Internasional (Internal) 7 Sumber : Muchdarsyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana.2003 Keterangan: O = Output P = Proses I = Input

c. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja diantaranya117: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Sikap kerja Tingkat ketrampilan Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan Menejemen produktivitas Efisiensi tenaga kerja Kewiraswastaan

Selain itu dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas yaitu dengan mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas diantaranya: 1) Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan membentuk dan menambah pengetahuan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat, sedangkan latihan membentuk dan meningkatkan

ketrampilan kerja, semakin inggi tingkat pendidikan, dan latihan seseorang semakin tinggi pula tingkat

produktivitasnya.

117

Husein, Umar, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005), Hal. 11

2)

Gizi dan Kesehatan Untuk menjaga kesehatan diperlukan makanan yang mengandung gizi yang cukup, seseorang yang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani akan dapat berkonsentrasi dengan baik dalam pekerjaannya.

3)

Motivasi atau Kemauan Motivasi merupakan proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melaukukan sesuatu. Semakin tinggi motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan, semakin tinggi pula produktivitasnya dengan anggapan bahwa kemampuannya tidak berubah.

4)

Kesempatan Kerja Rendahnya produktivitas seseorang dikarenakan oleh kesalahan penempatan, dalam arti bahwa seeorang tidak ditmpatkan dalam pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan ketrampilannya.

5)

Kemampuan menejerial pimpinan Prinsip menejemen adalah meningkatkan efisiensi. Sumbersumber digunakan secara maksimal termasuk tenaga kerja sendiri.

6)

Kebijaksanaan pemerintah

Faktor faktor produktivitas menurut murdansyah dapat di lihat pada gambar dibawah ini118: Gambar 2. 7 Faktor-Faktor Produktivitas Tingkatan-Tingkatan Ekonomi Tingkat Kerja Perusahaan dan /Faktor Negara Daerah

Balaikerja Individual Rancangan produk Kualitas Kuantitas Rancangan produk Kualitas Kuantitas Spesialisasi produk Kualitas Kuantitas Spesiali sasi produk Struktur penggabu ngan Kondisikondisi kerja Suasana/ iklim Sistem insentif Kondisi kerja Sistem insentif Hubungan antar menejemen Suasana sosial Kondisi ekonomi Struktur industri Perun Kualitas Kuanti tas Spesiali sasi Struktur penggab ungan Kondisi perdaga ngan interna sional Masalah perdaga Faktor Lingku ngan FaktorFaktor Produk

118 Murdhansyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana. (Jakarta: PT. Bumi Akasara, 2003), hal 61

Hubungan antar menejemen dan buruh Serikat buruh

dan buruh Lingku ngan alam Organisasi dan perenca naan

dangundangan Kebija kan ekonomi Lingku ngan sosial Iklim

ngan Organis asi interna sional F. Out put (o) F. inp ut (I) Standar tenaga kerja Kebi jakan migrasi Perun dangunda ngan tenaga kerja Bantuan interna sional Arus permoda lan Spesiali sasi Faktor Proses P= O I

Kuantitas Pendidikan Keahlian Latar belakang dan kebudayaan Kemam puan sikap Aspirasi

Kuantitas Tatana pendidikan Struktur pekerjaan Minat kerja Kemamuan Sikap spiritual

Kebija kan penger jaan/kerja Kebija kan pendidi kan Kebija kan latihan Struktur tenaga kerja Kebija kan sosial

Faktor Manu sia

Perlengka pan Proses teknologi Bahan baku

Pembentuk an model Penanga nan bahan baku

Kebija kan perpaja kan modal

Energi Tatanan tugas Produk

Pemelihara an Energi Organisasi dan perenca naan

Bahan baku Fasilitas informal Komunik asi Kebija kan energi

tekno logi komuni kasi

Sumber: Muchdarsyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana.2003

Ciri–ciri individu yang produktiv diantaranya adalah119: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Tindakan yang produktivitas Percaya diri Punya rasa tanggung jawab Memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya Memiliki pandangan kedepan Mampu menyelesaikan persoalan. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah Mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungan Mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensinya.

119

Soedarmayanti. Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja. (Bandung: Ilham Jaya), Hal

22

Ciri-ciri pegawai yang produktif menurut Timpe adalah: 1) 2) 3) 4) 5) Cerdas dan dapat belajar relative cepat Kompeten serta professional Kreatif dan inovatif Memahami pekerjaan Belajar dengan cerdik, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan. 6) 7) 8) Dianggap bernilai oleh atasannya Memiliki cataatn prestasi yang baik. Selalu meningkatkan diri.

Untuk membuat ukuran mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas sangatlah sulit, namun, apabila ada sejumlah metode kualitatif yang menggambarkan setidaknya tren dari pengaruhnya, adapun gambaran sebagai alat dalam peningkatan produktivitas adalah sebagai berikut: Gambar 2.8 Sarana (Alat) Peningkatan Produktivitas

Umpan Balik

Lingku ngan

Input

Metode/ Proses

Output

Sumber: Muchdarsyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana.2003

d. Pengukuran Produktivitas Karyawan Pengukuran produktivitas dilakukan dengan mengukur perubahan produktivitas sehingga dapat dilakukan usaha untuk memperbaiki

produktivitas, pengukuran produktivitas dapat bersifat prospektif dan bersifat sebagai masukan untuk pengambilan keputusan strategik120. Manfaat lain yang diperoleh dari pengukuran tersebut terlihat dari penempatan perusahaan yang tetap seperti dalam menentukan targer/sasaran tujuan yang nyata. Produktivitas juga dapat diartikan sebagai perbandingan dari hasil kegiatan yang senyatanya dengan seharusnya apabila dinyatakan dengan angka maka, besarnya produktivitas antara 0 sampai 1 atau 0 % sampai 100%. Produktivitas bisa dianggap sebagai keluaran atau masukan dari system oleh departemen tenaga kerja pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang harus selalu punya pandangan bahwa mutu kerja hari ini harus lebih baik dari kemarin.121Seseorang karyawan yang tepat waktu dalam menyelesaikan tugasnya dapat dikatakan produktiv dengan demikian karyawan dapat mengurangi jam kerja yang tidak efektif, jadi dengan kata lain produktivitas kerja adalah menghasilkan lebih banyak dan berkualitas lebih baik dengan usaha yang sama122
120

Mulyadi. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. UGM, (Jakarta: Salemba Empat, 2007) hal. 382

121

Murdhansyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana. (Jakarta: PT. Bumi Akasara, 2003), hal 12 122 Umi kholidah, Pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawanpada yayasan pendidikan gunung jati gurah Kediri.2007,UIN PRESS.

Menurut Husein Umar efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan input yang sebenarnya. Apabila input yang sebenarnya semakin besar penghematannya, maka tingkat efisiensi semakin tinggi, tetapi semakin kecil input yang dihemat semakin rendah tingkat efisiensinya. Efektivitas merupakan ukuran yang memberikan gambaran sebarapa jauh target dapat dicapai. Apabila efisiensi dikaitkan dengan efektivitas, walau terjadi peningkatan efisiensi, belum tentu efektivitasnya meningkat. Berdasarkan penjelasan diatas produktivitas memiliki rumus sebagai berikut: Tabel 2.2 Pengukuran Produktivitas

Produktivitas = Efektivitas menghasilkan output Efisiensi menggunakan input
Sumber : Umar Husein, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. 2005.

Efisiensi dan produktivitas merupakan rasio dari masukan (output) kapada keluaran (input). Produktivitas dapat diperoleh berdasarkan faktor total atas dasar faktor parsial, dimana faktor total adalah rasio dari output terhadap input123.

123

Manahan, Tompubolon, Menejemen Operasional, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004) hal 5

Tabel 2.3 Pengukuran Produktivitas

Produktivitas =

Keluaran

Tenaga kerja (Labor)+ Modal (Capital)+Sumberdaya (Energi)
Sumber: Manahan, Tompubolon, Menejemen Operasional, 2004

Tabel 2.4 Pengukuran Produktivitas Karyawan Produktivitas Karyawan = Output Input Karyawan Sumber: Manahan, Tompubolon, Menejemen Operasional, 2004 Sedangkan pengukuran produktivitas menurut Richard L. Daft dikatakan akurat dan sangat komplek dilakukan dengan 2 cara yaitu produktivitas faktor total (total factor productivity)dan produktivitas parsial (partial productivity).124 1. Produktivitas faktor total Produktivitas faktor total adalah rasio hasil atau output total terhadap masukan dari tenaga kerja, modal, material, dan energi.

124

Richard L Daft, menejemen, Penerbit Salemba, Jakarta.2006.Hal.639

Tabel 2.5 Produktivitas Total

Hasil Produksi Faktor Total = Tenaga kerja + Modal + Material + Energi

Sumber : Richard L Daft, Menejemen, 2006

Produktivitas faktor total mempresentasikan ukuran terbaik mengenai jalannya organisasi, tetapi para menejer sering kali harus tahu mengenai produktivitas yang berkaitan dengan masukan-masukan tertentu. 2. Produktivitas parsial Produktivitas parsial adalah rasio hasil total terhadap kategori masukan yang utama. Banyak organisasi tertarik dengan produktivitas tenaga kerja yang dapat diukur sebagai berikut: Tabel 2.6 Produktivitas Parsial

Hasil Produktivitas tenaga kerja = Upah tenaga kerja

Sumber : Richard L Daft, menejemen, 2006 Produktivitas dapat diukur dengan mudah, dan dapat menunjukkan peningkatan sebagai dari perbaikan modal.125

125

Richard L Daft, Menejemen, (Jakarta: Penerbit Salemba, 2006), Hal.640

e. Hubungan Produktivitas dengan Profitabilitas Setiap perusahaan mempunyai strategi dalam meningkatkan profit perusahaan salah satunya dengan cara pengukuran produktivitas oleh karena itu keduanya mempunyai timbal balik dalam setiap kegiatannya seperti yang ada pada gambar dibawah ini: Gambar 2.8 Produktivitas dengan Profitabilitas OUTPUT VALUE = QUNTITYSOLD x UNIT PRICE

PROFITABILITY= PRODUCTIVITY x PRICE RECOVERY

INPUT VALUE = QUANTITY BOUGHT x T

UNIT COST

Tabel 2.7 Berbagai Kemungkinan Kalau Laba Tinggi Produktivitas Tinggi Akan Terjadi Keuangan sehat dan stabil Maka Cara Mengatasi Pertahankan dan tingkatkan produktivitas

Tinggi

Rendah

Dalam jangka panjang

Tingkatkan

produktivitas rendah akan produktivitas memakan laba Rendah Tinggi Perusahaan tidak lama lagi akan mengalami rugi dan dapat menjurus ke bangkrut Tingkatkan laba melalui inovasi strategi pemasaran (riset, promosi an harga) Rendah Rendah Gulung tikar Tingkatkan produktivitas, dan perkuat serta inovasi pemasaran
Sumber: Murdhansyah, Sinungan, Produktivitas Apa dan Bagaimana. PT. Bumi Akasara, 2003

2.2.3.Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Dalam Perspektif Islam a. Pandangan Islam Tentang Kerja Bekerja adalah kodrat hidup, baik kehidupan spiritual, intelektual, fisik biologis, maupun kehidupan individual dan sosial dalam berbagai bidang pengertian tersebut seperti yang tertera dalam surat al-Mulk ayat :2

" Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. Seseorang layak untuk mendapatkan predikat yang terpuji seperti potensial, aktif, dinamis, produktif atau profesional, semata-mata karena prestasi kerjanya. Karena itu, agar manusia benar-benar “hidup”, dalam kehidupan ini ia memerlukan ruh (spirit). Untuk ini, Al Qur’an diturunkan sebagai “ruhan min amrina”, yakni spirit hidup ciptaan Allah, sekaligus sebagai “nur” (cahaya) yang tak kunjung padam, agar aktivitas hidup manusia tidak tersesat.

Sebagaimana dalam ayat al-Qur’an surat asy-Syura: 52

“Dan kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), Karena Sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli". Islam menjadikan kerja sebagai tuntutan fardu atas semua umatnya selaras dengan dasar persamaan yang diisytiharkan oleh Islam bagi menghapuskan sistem yang membeda-bedakan manusia mengikut darajat atau kasta dan warna kulit. Firman Allah yang dimaksud dalam surat al hujurat ayat :13

!" & #! $
"Wahai

! "% $ '( !) *+

#$ %

!

"

sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu

daripada lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsabangsa dan berpuak-puak supava kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya orang yang termulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang taqwa." (al-Hujurat: 13) Dengan menggunakan segala unsur-unsur perbezaan darjat atau warna kulit itu maka jadilah kerja menurut Islam suatu tuntutan kewajipan yang menyeluruh atas setiap orang yang mampu bekerja untuk mencapai kebahagiaan individu dan juga masyarakat. Jadi tidaklah kerja itu hanya khusus untuk golongan hamba abdi seperti sebelumnya.

Firman Allah yang dimaksud dalam surat al-Taubah: ayat 105

"#%
# &*

) !$ 1' 2 ! '3

,& -

' % *4

.

# / $ ('

%0

%)

"Dan katakanlah wahai Muhammad, beramallah kamu akan segala apa yang diperintahkan, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan." (al-Taubah: 105) Islam juga meningkatkan tuntutan kerja itu hingga ke tahap kewajipan agama. Oleh itu tahap iman sentiasa dikaitkan oleh al-Quran dengan amal soleh atau perbuatan baik. Ini bererti Islam itu adalah akidah yang mesti diamalkan dan amalan yang mesti berakidah secara tidak terpisah. b. Produktivitas Dalam Islam Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja dengan sungguhsungguh supaya dan melarang umatnya dalam hal bermalas-malasan, karena sesungguhnya Allah tidak akan merubah umatnya apabila dia tidak merubahnya sendiri, keberhasilan seseorang tidak tergantung dari kaya tidaknya orang tua melainkan dari diri mereka sendiri jika mau bersungguh-sungguh. Hal tersebut juga sudah di jelaskan dalam al-Qur’an surat al-a’rad ayat : 11

-(5 !+ %)" .; " 85 /3> ( %)

"67 5 # 0. * ,

85

-(5 *, 9

+

$ , -/ $ : ( %) ! -(5 0=

$ 1; " 2< '

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” Islam sangat mendukung produktivitas kerja, mengharapkan setiap orang untuk menghasilkan lebih banyak dari apa yang dikonsumsinya, dan memberikan lebih banyak jasa daripada yang diterimanya. Kehidupan individu hendaknya berakhir dengan keuntungan bersih yang bisa dihitung sebagai sumbangannya di dunia. Sesuai dengan pengertian produktivitas mengandung substansi adanya efektifitas dan efisiensi, maka kita juga dapat melihat islam sangat menganjurkan agar kita lebih efektif dan efisien dalam melakukan setiap pekerjaan, hal ini dapat kita pahami dari hadits yang menyatakan bahwa: "Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja, apabila ia melakukannya secara baik"
Isro' :27 seperti juga yang tercantum dalam surat Al-

öäøó ÇáúãõÈóÐøöÑöíäó ßóÇäõæÇ ÅöÎúæóÇäó ÇáÔøóíóÇØöíäö æóßóÇäó ÇáÔøóíúØóÇäõ áöÑóÈøöåö ßóÝõæÑðÇ
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros adalah teman-teman setan, sedang setan itu kufur kepada Tuhannya" Kata ihsan (baik) dalam hadits diatas diartikan bahwa setiap pekerja harus atau diwajibkan untuk bekerja sesuai dengan yyang diharapkan oleh perusahaan. Setiap perusahaan pasti berharap agar setiap orang dalam perusahaan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan tepat waktu dan inilah hakekat dari efektifitas126. Tabel 2. 8 Lingkungan Kerja Dan Produktivitas Dalam Perspektif Islam No 1. Item Lingkungan Kerja: Surat Surat Al-Mulk ayat :2 Surat Asy-Syura: 52 Surat Al Hujurat ayat :13

2.

Produktivitas Kerja:

Surat Al-A’rad ayat : 11

Sumber: Sinaran Islam, Tahun 8, Bil. 2, Jun 1988, hal. 16-30 Sumber: Qordawi, Yusuf, Nilai Dan Norma Dalam Ekonomi Islam, Robbani, 199

Tabel 2.9
126

Qordawi, Yusuf, Nilai Dan Norma Dalam Ekonomi Islam, (Jakarta: Robbani, 1997) Hal.162

Jabaran Variabel Penelitian

N o 1

Variabel

Sub Variabel

Indikator

Item

Lingkungan Lingkungan kerja internal

1) Temperatur udara atau suhu 2) Sirkulasi udara 3) Kebisingan

Udara tidak terlalu dingin juga tidak terlalu panas Udara sejuk Udara bisa keluar masuk Tidak lembab dan pengap Suara mesin pabrik Situasi dan kondisi yang tidak ramai dengan kendaraan

4) Keamanan

Keamanan barang milik pribadi Ada rasa nyaman dan tenang

5) Kebersihan

Kebersihan di tenpat kerja Penerangan yang cukup

6) penerangan

Cahaya tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup Penglihatan jelas

2. Produk Tivitas

Produktivitas kerja karyawan 1) kualitas

Kualitas atau jumlah produk yang dihasilkan Kualitas produk target perusahaan sesuai

2) Kuantitas

Kuantitas atau mutu produk yang dihasilkan Mutu produk tidak kalah dengan produk lain Mampu bersaing dengan produk lain Ketepatan waktu

3)Waktu

Pekerjaannya sesuai dengan target yang di capai Kemampuan bekerja Kreatif dan inovatif

4) Kinerja Karyawan

Prestasi kerja karyawan Mematuhi aturan Sesuai standar aturan Ketrampilan Hubungan kerja

Sumber : 1. Umar Husein, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi.PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005. 2. Koesmono, Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi.2005

2. 3. Model Konsep Tabel 2. 10 Model konsep

Lingkungan Kerja

Produktivitas

2.4. Kerangka Berfikir Gambar 2. 9 Kerangka Berfikir

Umpan balik

Lingkungan

Input

Metode/ proses

Output

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian CV Codo berlokasi di jl. Raya Codo no 08 RT 01 RW 01 Kelurahan Codo Kecamatan wajak Kabupaten Malang. No telf (0341) 7048342. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Supangat pada tahun 1989 dengan satu orang tenaga kerja, meski begitu kegiatan perusahaan sudah dilaksanakan secara menyeluruh meliputi pengolahan produksi administrasi dan pemasaran. Pada saat itu pemasarannya di titipkan melalui toko-toko di sekitar rumahnya. Usaha tersebut mengalami peningkatan sampai tahun 1997. pada tahun 2001 terjadi pergantian pimpinan pada anaknya yang bernama bapak ferdany.W. Pada tahun 2001 mulai merambah pada usaha dibidang agribisnis, usaha tersebut berjalan dan semakin merambah pada usaha-usaha produksi lainnya seperti budidaya tanaman, pembibitan dan produksi peti sayuran. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah masalah manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengaruh lingkungan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan, karena banyaknya usaha yang di produksi pada CV Codo maka, peneliti memfokuskan penelitiannya pada bidang industri kue kering.

3.2 Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan teoritis dan empiris dalam penelitian sangat diperlukan. Oleh karena itu, sesuai dengan judul proposal ini, peneliti menggunakan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Karena pada penelitian ini hanya menggambarkan suatu variabel, gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya dari data yang bersifat angka (kuantitatif). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai suatu status yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan127. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Hal ini sesuai dengan pandapat Donal Ary, dkk yang menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan peristiwa secara apa adanya.Jenis penelitian deskriptif yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan ragam korelasi. Koefisien korelasi adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variable-variabel ini128. Penelitian ini juga bisa digolongkan dalam penelitian deskriptif kuantitatif karena dalam penelitian ini data primernya mengunakan data yang bersifat
127

Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta 1993), Hal. 309 Ibid, Hal. 239

128

data keras yang berupa angka yang diperoleh dari angket dan selanjutnya angket tersebut di diskripsikan. 3.3 Data Dan Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh129. Dalam penelitian sumber data dapat disebut juga responden, responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaanpertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Dalam penelitian ini sebagai respondennya yaitu Semua staf karyawan pada perusahaan CV Codo yang mana mereka lebih mengetahui tentang hasil produk yang di keluarkan. 3.4 Populasi Dan Sampel a. Populasi Pengertian populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Dalam pengertian lain Populasi Winarto adalah seluruhan populasi subjek adalah

penelitian130.

Menurut

Surachmad,

kelompok subyek baik yang berbentuk manusia, gejala-gejala, nilai tes, benda-benda atau sesuatu peristiwa.131 Menurut Sugiyono memberikan pengertian bahwa populasi adalah wilayah generalissi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

129

H Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 1991), Hlm.107 Ibid., Hlm.108 Winarto S. Dasar Dan Teknik Pengantar Metode Ilmiah, (Bandung:Tarsito, 1978), Hal.84

130 131

dan kemudian ditarik kesimpulannya, dari beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa: populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatui wilayah dan memenuhi sarat-sarat tertentu132. Jadi populasi bersifat umum dan meliputi berbagai

keadaan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada perusahaan CV Codo b. Sampel Sedangkan yang dimaksud dengan sampel adalah bagian dari keseluruhan obyek penelitian (populasi) yang dipandang sebagai wakil dari populasi. Sample merupakan bagian dari populasi yang mempunyai cirri-ciri atau keadaan tertentu yang diteliti, karena tidak semua data atau informasi akan diproses dan tidak semua orang atau benda akan diteliti melainkan cukup dengan menggunakan sample yang mewakilinya133. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil obyek yang diteliti sehingga peneliti dapat dengan mudah mengorganisasikan agar dapat diperoleh hasil yang obyektif. Sedangkan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada bagian produksi kue kering, mengingat banyaknya karyawan dalam perusahaan tersebut dan usaha pada perusahaan tersebut cukup banyak sehingga sangat menyulitkan apabila semua karyawan dilakukan wawancara, namun jika adanya batasan dalam
132

2005), hal. 54
133

Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, (Bandung: Alfabeta,

Ibid hal.56

pencarian sampel lebih memudahkan peneliti dalam dalam menyelesaikan tugasnya. c. Tehnik Pengambilan sampel Teori penarikan sampel digunakan untuk melandasi peneliti dan sebagai pegangan untuk menghadapi heterogenitas populasi134. Beberapa tehnik pengambilan sampel (sampling techniques) yang bisa dikenal antara lain adalah135: a. Sampling acak (random sampling) b. Sampling kelompok (cluster sampling) c. Sampling berstara (stratifiet sampling) d. Sampling bertujuan (puposive sampling) e. Sampling daerah atau sampling wilayah (area sampling) f. Sampling kembar (double sampling) g. Sampling berimbang (proportional sampling) Tehnik pengambilan sampel menurut Arikunto yaitu apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah subjeknya besar dapat diambil 10%, dengan persen kelonggaran ketidaktelitian (e) yang ditetapkan 10% dengan dasar

134

Joko, Subagyo SH, Metode peneliTian Dalam Teori dan Praktek (Jakarta: PT Rieneke Cipta, 2004) hal. 30 Suharsini Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta 2005), Hal. 95

135

pertimbangan bahwa semakin heterogen populasi maka persentase kelonggaran ketidaktelitian semakin besar. Menurut Slovin supaya perolehan sampel lebih akurat diperlukan rumus penentuan besarnya sampel, sebagaimana yang tertera di bawah ini136 : n = N 1 + Ne Di mana: n = Jumlah sampel N= Jumlah populasi e = Persen kelonggaran ketelitian karena kasalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau di inginkan sebesar 10 % 3.5 Instrumen Penelitian Pada dasarnya metode dan instrumen penelitian saling berkaitan antara yang satu dengan lainnya. Jika pengumpulan data menggunakan variasi metode seperti angket, dan dokumentasi maka instrumen penelitian adalah pelengkapnya. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya baik137. Adapun variasi jenis instrumen penelitian ini yang digunakan angket,daftar cocok, skala, lembar pengamatan, uji soal atau tes, pedoman wawancara dan dokumentasi.

136

Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, (Bandung: Alfabeta, 2005), hal. 65 Ibid. Hlm.151

137

a) Prosedur pennyusunan instrumen penelitian Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah daftar pertanyaan atau kuesioner yang diserahkan pada pekerja pada perusahaan CV Codo wajak Malang, sedangkan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah metode survey dengan cara penyebaran daftar pertanyaan mengenai lingkungan kerja dan produktivitas karyawan pada perusahaan CV Codo Wajak Malang b) Pemberian skor Menurut Sofian Effendi dalam Sangarimbun (1989: 95) bahwa dalam penelitian, konsep harus dihubungkan dengan realita dan untuk itu harus dilakukan dengan cara memberikan angka pada objek atau kejadian yang sedang diamati menurut aturan tertentu, jadi dapat dikatakan bahwa pengukuran bertujuan untuk

mendapatkan diskripsi yang tepat dari konsep – konsep yang telah diberikan. Data diolah dengan menggunakan skala likers dengan jawaban atas pertanyaan itu yaitu skala nilai 1-5 nilai yang dimaksud adalah skor atas jawaban responden di mana yang penulis gunakan adalah sebagai berikut : STS (Sangat Tidak setuju) TS (Tidak Setuju) = nilainya 1 = nilainya 2

KS (Kurang Setuju) S SS (Setuju) (Sangat setuju)

= nilainya 3 = nilainya 4 = nilainya 5

c) Uji reliabilitas instrumen penelitian. Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan suatu alat ukur dapat dipakai dua kali untuk mengukur gelar yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka

pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka pengukur tersebut reliabel. Dapat diambil kesimpulan bahwa reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan alpha yang telah dibakukan (Standarized item alpha) dimana nilai alpha harus lebih besar dari reabilitas yang diinginkan. 3.6 Metode Pengumpulan Data Tehnik pengumpulan data adalah tehnik atau cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.138 Dalam paradigma penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan metode kuesioner/angket, wawancara/interview dan dokoumentasi. 1) Kuesioner atau angket Kuesioner atau angket adalah tehnik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisikan pertanyaan yang diajukan untuk mendapat jawaban atau tanggapan dan informasi yang

138

Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, (Bandung: Alfabeta, 2005), hal. 70

diperlukan oleh peneliti.139 Tujuan penyebaran angket adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan. Angket yang digunakan adalah angket tertutup yang disusun berdasarkan skala Likert, sakala likert merupakan pernyataan yang menunjukkan tingkat kesetujuan dan ketidak setujuan responden. Responden diminta memberi pendapatnya/jawabannya dengan cara mengisi kuesioner yang disediakan dan memilih satu jawaban yang disediakan sesuai dengan petunjuk pengisian kuesioner/angket. 2) Wawancara Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. 3) Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Dokumentasi dari asal katanya dokumen yang artinya data yang diperoleh dari data dokumentasi dapat dimanfaatkan untuk mengetahui, menafsirkan bahkan meramalkan.

139

Mardalis, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Jakarta : Bumi Aksara,1993), Hlm.89

4) Observasi Pengambilan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diteliti. 5) Studi Pustaka Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data sekunder yang bersumber pada literatur, dokumen, majalah dan hasil penelitian sebelumnya yang dapat di peroleh dari perpustakaan, terutama yang berhubungan dengan masalah penelitian Tabel 3.1 Metode Dan Instrumen Pengumpulan Data No 1. Jenis metode Angket/ Kuesioner Jenis instrumen a. Angket b. Daftar cocok c. Skala 2 Wawancara a. Pedoman wawancara b. Daftar cocok 3. Pengamatan/Ob servasi. a. Lembar pengamatan b. Panduan pengamatan c. Panduan observai 4 Dokumentasi a. Daftar cocok b. Tabel 5. Studi Pustaka a. Literatur b. Majalah

Sumber: Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, Bandung, 2005

3.7 ANALISA DATA

Untuk menganalisis data yang telah diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menggunakn teknik deskriptif kuantitatif. Dalam menganalisis ini peneliti menggunakan beberapa metode yaitu: Uji Validitas dan Uji Reliabilitas a. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkattingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Suatu alat pengukur dikatakan valid jika alat tersebut mengukur apa yang harus di ukur dengan alt tersebut140.Valid tidaknya suatu butir instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi product moment dengaan level of signifikansi 5 % dengan nilai kritisnya. Rumus statistic product moment merupakan tehnik yang sering di gunakan untuk menentukan hubungan dua variable, yaitu141 rxy =

{N

N

X 2 −(

XY − ( N)
2

}{N

X )(

Y) Y2−

(

Y2

)}

140 141

Nasution.S, Metode Research, (Jakarta: PT BUmi Aksara, 2006) hal.75

Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta 1993), hal. 146

Keterangan: rxy = Koefisien korelasi X dan Y (pearson-r)
ΣXY

= Jumlah kuadrat perkalian butir dengan skor total

ΣX = Jumlah skor butir ΣY = Jumlah skor total

N
ΣX2 ΣY2

= Jumlah subyek dalam sample yang diteliti = Jumlah kuadrat skor butir = Jumlah kuadrat skor total Tabel 3.2 Inteerpretasi r

Besarnya nilai r Antara 0,800 sampai dengan 1,00 Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 samapi dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200

Interpretasi r Tinggi Cukup Agak rendah Rendah Sangat rendah (tidak berkorelasi)

Sumber: Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Rineka Cipta, 1993.

b. Uji Reliabilitas Suatu ukuran dikatakanh reliable bila alat itu dalam mengukur gejala pada waktu yang berlainan senantiasa

menunjukkan hasil yang sama142. Realibitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendesius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dipercaya, yang reliable akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan

kenyataannya, maka berapa kalipun diambil, tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat

diandalkan143. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa reabilitas menunjukkan konsistensinya dalam mengukur. Pengujiannya adalah dengan menguji skor amat butir. Uji reabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Crombach144, yaitu:

r= Keterangan : K

k k −1

σ b2 σ t2

: Banyaknya butir pertanyaan

142 143

Nasution.S, Metode Research, (Jakarta: PT BUmi Aksara, 2006) hal.75 Ibid. Hlm.154 144 Ibid.Hlm.171

σ b2
σ t2

: Jumlah varians butir : Varians butir

Skor butir dengan skor butir yang lain kemudian hasilnya di bandingkan dengan nilai kritis dengan tingkat signifikansi 5 % (α=0.05). Jadi jika nilai reliabilitas > nilai alpha Cronbach ( 0,6 ) maka butir kuesioner dikatakan reliabel c. Analisis Regresi Linear sederhana Untuk mengetahui besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan pada Perusahaan CV Codo Wajak Malang dengan rumus145 Y = a + bx b = (Xi – X) (Yi – Y) (Xi – X) a = Y – bX Keterangan : Xi = lingkungan kerja Yi = produktivitas karyawan a = Bilangan konstanta

b = Koefisien regresi

145

Cornelius Trihendradi, 2005, Statistik inferen Teori Dasar dan Aplikasinya Menggunakan SPSS 12 hal 93

Selanjutnya untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara lingkungan kerja dan produktivitas karyawan korelasi dan determinasi. maka digunakan analisis

1) Analisis korelasi

Nilai korelasi berada dalam rentang 0 sampai +1 atau 0 sampai 1, tanda positif dan negative menunjukkan arah hubungan. Tanda positif menunjukkan arah perubahanyang sama, artinya jika satu variabel yang lain juga naik. Tanda negatif menunjukkan arah perubahan yang berlawanan. Rumus korelasi person product moment sebagai berikut: rxy =

{N

N

X 2 −(

XY − ( N)
2

}{N

X )(

Y) Y2 −

(

Y2

)}

Keterangan : rxy
ΣXY

= Koefisien korelasi X dan Y (pearson-r) = Jumlah kuadrat perkalian variabel bebas dengan variabel terikat

ΣX ΣY

= Jumlah variabel bebas (lingkungan kerja) = Jumlah variabel terikat (produktivitas karyawan) = Jumlah subyek dalam sampel yang diteliti = Jumlah kuadrat variabel bebas = Jumlah kuadrat variabel terikat

N
ΣX2 ΣY2

Koefisien korelasi dinyatakan dengan bilangan bergerak =1 sampai -1 atau dapat ditulis sebagai berikut : -1 < r <, artinya : r =1 atau mendekati +1 berarti hubungan antara variabel x dan y sempurna positif (searah), hubungan sangat kuat, dan positif ini berarti apabila variabel meningkat maka variabel y juga meningkat dan sebaliknya r = -1 atau mendekati -1 berarti hubuntgan antara variabel x dan y sempurna negative (tidak searah), hubungan sangat kuat, dan negatifberarti jika variabel x meningkat maka variabel y turun. r = 0 atau mendekati 0 berarti hububungannya sangat lemah antara variabel x dan y
2) Analisa Determinasi

Analisa

determinasi

digunakan

untuk

besarnya

kontribusi

lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan. Formula dari koefisien determinasi adalah sebagai berikut : r
2 2

d. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis yang diajukan bermakna atau tidak maka digunakan perhitungan uji t sebagai berikut :
a. Perumusan Hipotesis

Ho : b1 = 0 variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas karyawan Ha : b1 0 variabel lingkungn kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel produktivitas karyawan.

b. Penentuan Nilai Kritis

Dalam penelitian ini digunakan taraf signifikan sebesar 5 % ( ) menentukan t tabel : T tabel = t ( = t (0,05/2 ; 85 -1 ) = t (0,025; 84) = 1,98
c. Penentuan Kriteria Penerimaan dan Penolakan

)

Ho diterima; -1,98

t hitung

1,98

Ho ditolak jika t hitung < -1,98 atau t hitung > 1,98.

Daerah Penolakan Ho

Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho

-1,98

1,98

Sumber: Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, Alfabeta, 2005
d. Menghitung Nilai t Hitung

Rumus t hitung sebagai berikut ( Cornelius Trihendradi, 2005:85 ) t=
2

Di mana : t r = Test signifikan korelasi = Koefisien korelasi

n = Jumlah pengamatan
e. Kesimpulan

Menolak Ho dean menerima Ha secara parsial variable lingkngan kerja berpengaruh terhadap variable dependen

produktivitas karyawan, atau menerima Ho dan menolak Ha artinya bahwa secara parsial variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap variabel dependen produktivitas karyawan.

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian a. Sejarah Berdirinya CV Codo CV Codo berdiri sekitar tahun 1997, yang saat itu di pimpin oleh bapak supangat, namun pada saat itu nama perusahaannya adalah pabrik keciput murni yang mengolah makanan kue kering seperti keciput. Awal mula berdirinya CV Codo karena hobi dari istri bapak Supangat yang suka masak maka tidak salahnya untuk dicoba di tawarkan kepada masyarakat sekitar yang di titipkan melalui toko-toko yang ada disekitar rumahnya. Dan ternyata usahanya membuahkan hasil mayarakat tertarik untuk membeli produk olahannya oleh karena itu pak supangat mendirikan usahanya dibidang kue kering, saat itu CV Codo hanya di bantu oleh anggota keluarga dan mempekerjakan satu orang karyawan. Seiring dengan perkembangan teknologi tingakat persaingan juga semakin ketat sehingga mereka terus memutar otak supaya usahanya terus berjalan dan akhirnya muncul ide untuk mulai menganekaragamkan olahan kue kering tersebut, mulai dari rasa, bentuk dan membuat variasi olahan lain sehingga pembeli merasa tertarik dan memilih yang mereka sukai karena terdapat bermacam-macam kue dengan bentuk dan rasa yang berbeda. Perusahaan tersebut terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, selain itu jumlah karyawannya juga mengalami peningkatan.

Pada tahun 2001 pimpinan CV Codo di serahkan pada anaknya yaitu bapak Ferdany Wirabrata, dalam masa kepemimpinannya perusahaan CV Codo mengalami kemajuan dengan mengembangkan usaha baru dibidang agribisnis yang yang sampai sekarang masih berjalan, usaha agribisnis tersebut meliputi budidaya, pembibitan,dan tahun 2004 mulai merambah pada usaha pembuatan peti sayur sekaligus pendistribusi sayuran. Dalam menjalankan usaha dibidang kue kering dan agribisnis keduanya dapat dijalankan secara bersama-sama, karena pada saat produksi atau pesanaan kue sedang sedikit maka sebagian pekerjanya dialihkan pada usaha agribisnis tersebut. b. Lokasi CV Codo CV Codo berlokasi di Jl. Raya Codo No 08 RT 01 RW 01 Kelurahan Codo Kecamatan wajak Kabupaten Malang. No telf (0341) 7048342. kode pos 65173. Perusahaan ini berada di tepi jalan raya sehingga memudahkan untuk mendistribusikan hasil produksinya. Jika dari kota malang lokasi ini berada pada jarak km 25, dari wajak ke selatan berjarak km 2 tepat di depannya pom bensin Codo. c. Tenaga Kerja
1) Jam Kerja

Total hari kerja dalam seminggu adalah 6 hari. Dan hari minggu libur. Jam kerja bagi karyawan kantor adalah pagi masuk jam 06.00 sampai sore jam 05.00. sedangkan untuk jam istirahatnya adalah jam 12.00 sampai dengan jam 13.00 dan

biasanya mereka gunakan untuk sholat dan makan di tempat yang sudah disediakan. Disini masalah makan sudah di tanggung perusahaan yaitu untuk perempuan dua kali yaitu pagi dan siang sedangkan untuk laki-laki yaitu tiga kali makan, pagi, siang, dan sore. Tabel 4. 1 Jadwal Jam Kerja Karyawan CV Codo No 1 2 3 Hari Senin – Kamis Jum’at Sabtu
2) Jam Kerja Lembur

Jam Kerja 06. 00 – 17. 00 06. 00 – 17. 00 06. 00 – 17. 00

Istirahat 12.00 – 13.00 12.00 – 13.00 12.00 – 13.00

Sumber : Data pada CV Codo

Jam kerja lembur ini bersifat tidak memaksa, tetapi setiap karyawan dapat meminta kapanpun juga jika dibutuhkan.
3) Pemakaian Penutup Kepala

Setiap karyawan diharuskan memakai penutup kepala (topi) serta memakai seragam kerja untuk menjaga kebersihan dari makanan yang diolah, selain itu setiap tiga hari sekali mereka harus ganti seragam yang bersih lagi. Hari senin sampai hari rabu berwarna biru sedangkan hari kamis sampai sabtu berwarna putih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesterilan dari makanan yang diolah supaya tidak tercemar dengan berbagai virus penyakit yang di bawa oleh setiap karyawan.

4.2 Deskripsi Data 1) Gambaran Umum Responden
a. Deskripsi Karakteristik Responden

Tehnik ini digunakan untuk mengungkap gambaran mengenai data responden secara diskriptif dengan cara

menginterprestasikan hasil pengolahan melalui tabulasi frekuensi guna menyikap kecenderungan data mengenai umur, jenis kelamin dan status perkawinan,. Adapun gambarannya adalah sebagai berikut: 1. Umur Tabel 4.2 Diskripsi Tingkat Umur Dalam CV Codo No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Umur Di bawah 20 tahun 21-25 26-30 31-35 36-40 Diatas 40 tahun Jumlah 2 3 5 5 10 11 36 Sumber: data diolah, 2008 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 36 responden tentang usia dapat dijelaskan bahwa 2 responden dengan persentase (5,5%) berusia dibawah 21 tahun, 3 responden (8,3%) berusia 21-30 tahun, 5 responden (13,9%) berusia diatas 26-30 tahun, 5 responden (13,9%) berusia diatas 31-35 tahun, 10 responden (27,8%) berusia 36-40 tahun, dan diatas 40 tahun Persentase (%) 5,5 8,3 13,9 13,9 27,8 30,6 100 %

dengan jumlah responden 10 dengan persentase (30,6%). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa responden pada CV Codo Wajak Malang sebagian besar berusia diatas 40 tahun. 2. Jenis Kelamin Tabel 4.3 Deskripsi Jenis Kelamin Karyawan CV Codo No 1. 2. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah 10 26 36 Sumber: data diolah, 2008 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 36 responden mengenai jenis kelamin, menyatakan bahwa 10 responden dengan persentase 27,8 % berjenis kelamin laki-laki, dan 26 responden dengan persentase 72% berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja pada CV Codo berjenis kelamin perempuan. 3. Status Pernikahan Tabel 4.4 Deskripsi Status pernikahan Karyawan CV Codo No 1. 2. Status Pernikahan Janda Nikah Jumlah 4 27 Persentase (%) 11,1 75 Persentase (%) 27,8 72,2 100 %

3.

Belum Nikah

5 36

13,9 100 %

Sumber: data diolah, 2008 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 36 responden mengenai jenis kelamin, menyatakan bahwa 4 responden dengan persentase 11,1% memiliki status perkawinan janda, 27 responden (75 %) dengan status pernikahan nikah, dan belum menikah dengan jumlah responden 5(13,9 %), sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja dalam CV Codo adalah sudah menikah 4. Struktur Organisasi CV Codo di pimpin oleh satu orang yang secara langsung memberikan intruksinya kepada masing-masing kepala departemen. Karena ada dua usaha yang dijalankan yaitu usaha kue kering dan usaha agribisnis sehingga ada perbedaan tanggung jawab dan pekerjaan dari masing msing departemen. Adapun gambaran struktur organisasinya adalah sebagai berikut:

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pimpinan Ferdany W

Kue Kering

Agribisnis

Kepala. Produksi Indarmi

Kepala Teknik Supangat

Produksi Peti Sayur budi

Pembibitan

Budidaya

Pemasaran Sukat

Sayuran Ferdany. W

Kayu Keras Daniel. TB

Sumber: Data pada CV Codo

5. Ruang Lingkup Pekerjaan Ruang lingkup karyawan CV Codo secara keseluruhan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

a. karyawan non operasional adalah karyawan yang tidak bersentuhan secara langsung dengan produksi. b. Karyawan operasional adalah mereka yang bekerja dan bersentuhan langsung dengan produksi. 6. Fasilitas Dan Kesejateraan Karyawan Adapun fasilitas yang terdapat dalam CV Codo diataranya adalah: 1) Kantin: yang menyediakan subsidi makanan bagi karyawan 2) Mushola: sebagai tempat sholat dan menyegarkan tubuh sehabis bekerja 3) Ruang makan 4) Kamar mandi

b. Karakteristik Data Penelitian

Tabel 4.5 Distribusi frekuensi item-item dalam variabel lingkungan kerja No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 F 1 2 1 2 1 2 1 1 % 2,8 5,6 2,8 5,6 2,8 5,6 2,8 F 4 5 1 3 2 5 1 3 2 % 11,1 25,0 2,8 8,3 5,6 25,0 2,8 8,3 F 6 11 2 4 2 11 2 4 3 % 16,7 30,6 5,6 11,1 5,6 30,6 5,6 11,1 F 17 15 25 21 20 15 25 21 4 % 47,2 41,7 69,4 58,3 55,6 41,7 69,4 58,3 F 5 4 6 7 10 4 6 7 5 % 25,0 11,1 16,7 19,4 27,8 11,1 16,7 19,4

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 1 1 1 2 2 2 2 3

2,8 2,8 2,8 2,8 5,6 5,6 5,6 5,6 8,3

3 4 7 15 3 3 12 1 4 1

8,3 11,1 19,4 41,7 8,3 8,3 33,3 2,8 11,1 2,8

5 16 12 8 7 4 8 3 4 2

25,0 44,4 33,3 22,2 19,4 11,1 22,2 8,3 55,6 5,6

22 12 15 7 20 16 11 27 20 25

61,1 33,3 41,7 19,4 55,6 44,4 30,6 75,0 55,6 69,4

3 3 2 5 5 11 3 3 6 5

8,3 8,3 5,6 13,9 13,9 30,6 8,3 8,3 16,7 13,9

Sumber: data diolah, SPSS Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.1 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan suhu udara ditempat bekerja tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin tidak ada, yang menyatakan tidak setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 6 orang (16,7%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 17 orang (47,2%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 5 orang(25%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.2 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan suhu udara yang panas membuat malas dalam bekerja berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 5 orang (25,0%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 11 orang (30,6%), responden yang menyatakan setuju

berjumlah 15 orang (41,7%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 4orang(11,1%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.3 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju mengenai udara yang sejuk membuat semangat dalam bekerja berjumlah 1 orang (2,8%), yang

menyatakan sangat tidak setuju tidak setuju berjumlah 5 orang (25,0%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 11orang (30,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 15 orang (41,7%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 4 orang(11,1%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.4 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju setuju akansirkulasi udara membuat giat dalam bekerja berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 25 orang (69,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 7 orang (16,7%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.5 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan keadaan udara yang sejuk dapat meningkatkan produktivitas perusahaan berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 21 orang (58,3%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 7 orang (19,4%).

Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.6 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan ruangan ditempat bekerja lembab dan pengap berjumlah 1 orang, yang menyatakan tidak setuju berjumlah 5 orang (25,0%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 11 orang (30,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 15 orang (41,7%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 4 orang (11,1%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.7 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan udara bebas keluar masuk ruangan sebesar 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 25 orang (69,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.8 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan mudahnya menghirup udara yang segar berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 21 orang (58,3%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 7 orang (19,4%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.9 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kondisi lingkungan

yang jauh dari jalan umum berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3 %), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 5 orang (25,0%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 22 orang (61,1%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 3 orang (8,3%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.10 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kebisingan kendaraan berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 4 orang(11,1%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 16 orang (44,4%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 12 orang (33,3%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 3 orang (8,3%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.11 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan suara mesin pabrik menganggu dalam bekerja tidak ada, yang menyatakan tidak setuju berjumlah 7 orang (19,4%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 12 orang (33,3%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 15 orang (41,7%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 2 orang (5,6%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.12 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kurangnya keaamanan di tempat bekerja berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 15 orang (41,7%), responden yang menyatakan kurang setuju

berjumlah 8 orang (22,2%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 7 orang (19,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 5 orang (13,9%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.13 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan lingkungan perusahaan sangat berpengaruh terhadap produktivitas berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 7 orang (19,4%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 20 orang (19,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 5 orang (13,9%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.14 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kebersihan yang terjamin berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 16 orang (44,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 11 orang (30,6%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.15 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan sampah yang berceceran di perusahaan berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 12 orang (33,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 8 orang (22,2%), responden yang menyatakan setuju

berjumlah 11 orang (30,6%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 3 orang (8,3%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.16 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan penerangan yang cukup berjumlah 2 orang (5,6 %), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 27 orang (75,0%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 3 orang (8,3%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.17 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan penerangan yang kurang membuat mata sakit berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 20orang (55,6%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7%). Dari tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.18 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan ruangan yang gelap membuat kurang dapat bekerja berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 25 orang (69,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 5 orang (13,9%).

Tabel 4.6 Distribusi frekuensi item-item dalam variabel produktivitas karyawan No Item F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 1 3 2 1 3 3 3 2 2 2 4 1 2 1 2 4 3 % 2,8 8,3 5,6 2,8 8,3 8,3 8,3 5,6 5,6 5,6 11,1 2,8 5,6 2,8 5,6 11,1 8,3 F 3 1 3 3 3 1 1 8 3 3 5 4 3 2 1 1 % 8,3 2,8 8,3 8,3 8,3 2,8 2,8 22,2 8,3 8,3 13,9 11,1 8,3 5,6 2,8 2,8 F 2 2 2 2 4 4 4 7 10 2 1 1 1 2 1 2 5,6 5,6 5,6 5,6 11,1 11,1 11,1 19,4 27,8 5,6 2,8 2,8 2,8 5,6 2,8 5,6 F 23 22 16 21 22 22 22 10 17 24 23 21 23 19 23 20 19 % 63,9 61,1 44,4 58,3 61,1 61,1 61,1 27,8 47,2 66,7 63,9 58,3 63,9 52,8 63,9 55,6 52,8 F 7 8 13 9 4 6 6 9 4 5 8 8 6 13 7 10 11 % 19,4 22,2 36,1 25,0 11,1 16,7 16,7 25,0 11,1 13,9 22,2 22,2 16,7 36,1 19,4 27,8 30,6 1 2 3 4 5

Sumber: Data diolah, SPSS

Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.1 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan perusahaan sangat memperhatikan kualitas barang berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju

berjumlah 23 orang (63,9%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 7 orang (19,4%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.2 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan adanya kemampuan khusus dapat melebihi target yang di tentukan berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 22 orang (61,1%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 8 orang (22,2%). Dari tabel 46 diatas dapat diketahui bahwa pa da item no.3 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju mengenai parhatian dan tanggung jawab terhadap mutu pekerjaan berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan sangat tidak setuju tidak setuju berjumlah 3 orang (25,0%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 16 orang (44,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 13 orang (36,1%). Dari tabel 4.6diatas dapat diketahui bahwa pada item no.4 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju setuju akan mutu hasil kerja sangat baik berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 21

orang (58,3%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 13 orang (36,1%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.5 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan menyelesaikan tugas tepat pada waktunya berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 22 orang (61,1%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 4 orang (11,1%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.6 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kepuasan dalam bekerja berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (44,4%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 22 orang (61,1%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7 %). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.7 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan tetap bekerja tanpa ada pengawasan dari atasan berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 4 orang (44,4%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 22 orang (61,1%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7%).

Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.7 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan udara bebas keluar masuk ruangan sebesar 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 25 orang (69,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.8 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan jarangnya kesalahan yang diperbuat berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 8 orang (22,2%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 7 orang (19,4 %), responden yang menyatakan setuju berjumlah 10 orang (27,8%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 9 orang(25,0%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.9 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kemampuan melebihi target yang ditetapkan berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3 %), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 10 orang (27,8%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 17 orang (47,2%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 4 orang (11,1 %). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.10 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kemampuan

menyelesaikan pekerjaan sesuai target berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 24 orang (66,7%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 5 orang (13,9%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.11 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan kemampuan bekerja dengan baik untuk meningkatkan produktivitas berjumlah 4 orang (11,1%), yang menyatakan tidak setuju tidak ada, responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 21 orang (63,9%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 8 orang (22,2%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.12 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan perlakuan baik saat bekerja berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 5 orang(13,9%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 21 orang (58,3%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 8 orang (22,2%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.13 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan penghargaan pada karyawan berprestasi berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 4 orang (11,1%), responden yang menyatakan kurang

setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 23 orang (63,9%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 6 orang (16,7%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.14 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan mematuhi peraturan yang berlaku berjumlah 1 orang (2,8%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 3 orang (8,3%), responden yang menyatakan kurang setuju tidak ada, responden yang menyatakan setuju berjumlah 19 orang (44,4%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 13 orang (36,1%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.15 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan pekerjaan yang dilakukan sesuai standar berjumlah 2 orang (5,6%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 23 orang (63,9%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 7 orang (19,4%). Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.16 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan penerangan yang cukup berjumlah 2 orang (5,6 %), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang(2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 20 orang (55,6%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 10 orang (27,8%).

Dari tabel 4.6 diatas dapat diketahui bahwa pada item no.17 bahwa responden yang menyatakan sangat tidak setuju akan hubungan antar karyawan sangat baik berjumlah 3 orang (8,3%), yang menyatakan tidak setuju berjumlah 1 orang (2,8%), responden yang menyatakan kurang setuju berjumlah 2 orang (5,6%), responden yang menyatakan setuju berjumlah 19 orang (52,8%) dan responden yang menyatakan sangat setuju berjumlah 11 orang (30,6%).

4.3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas a) uji coba validitas dan reliabilitas pada sampel lain 1. Uji Validitas a. Variabel lingkungan kerja Tabel 4.7 Uji validitas variabel lingkungan kerja Item X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 Korelasi Product Moment (r hitung) ,3807 ,4018 ,3564 ,4392 ,5000 ,4770 ,5917 ,4287 ,3192 ,3372 ,5147 ,1832 -,0623 ,2526 ,3819 ,3880 ,3722 Prob 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid

X18 X19 X20

Sumber: Output SPSS, Diolah

,4611 ,4925 ,0472

0,00 0,00 0,00

Valid Valid Valid

b. Variabel produktivitas karyawan Tabel 4.8 Uji validitas variabel produktivitas karyawan Item Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y20 Korelasi Product Moment (r hitung) ,3367 ,6455 ,1658 ,6055 ,5960 ,7680 ,3589 ,7897 ,7060 ,7948 ,3833 ,2805 ,0809 ,4854 ,6818 ,2876 ,6061 ,6999 ,6216 ,1714 Prob 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Keterangan Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

Sumber: Output SPSS, Diolah

Dari tabel diatas diketahui bahwa hasil perhitungan dari masingmasing indikator memiliki koefisien korelasi lebih lebih besar dari 0,2 dan signifikan probabilitas kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dalam variabel produktivitas karyawan adalah valid, hal ini dibuktikan dengan masing-masing koefisien korelasi dari masingmasing item memiliki probabilitas kurang dari 0,05 (5%) sehingga dapat

digunakan dalam pengujian selanjutnya, adapun apabila terdapat ketidak valitan maka item yang tidak valid di gugurkan sehingga semuanya bisa valis saat disebarkan pada sampel yang asli. 2. Uji Reliabilitas Tabel 4.9 Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Lingkungan kerja Produktivitas karyawan
Sumber: Output SPSS, Diolah

Nilai Alpha ,7985 ,8903

Kriteria ,80 ,90

Keterangan Reliabel Reliabel

b) Sesudah di uji coba 1. Validitas Data Untuk mengukur kevalidan tidaknya suatu variabel pada pengujian ini adalah pada df = n-1 dengan taraf signifikan 5%, suatu butir instrumen dikatakan valid apabila jika angka korelasinya yang diperoleh diatas angka kritis korelasi atau probabilitasnya kurang dari 0,05. a Variabel lingkungan kerja Tabel 4.10 Uji validitas variabel lingkungan kerja Item X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 Korelasi Product Moment (r hitung) ,7813 ,6819 ,8691 ,7637 ,7637 ,9042 ,7778 ,6713 ,8104 ,6961 Prob 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18

Sumber: Output SPSS, Diolah

,6527 ,6271 ,6139 ,7735 ,5266 ,8410 ,7097 ,7437

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Dari tabel diatas diketahui bahwa hasil perhitungan dari masingmasing indikator memiliki koefisien korelasi lebih lebih besar dari 0,2 dan signifikan probabilitas kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dalam variabel lingkungan kerja adalah valid, hal ini dibuktikan dengan masing-masing koefisien korelasi dari masing-masing item memiliki probabilitas kurang dari 0,05 (5%).sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya. b. Variabel produktivitas karyawan Tabel 4.11 Uji validitas variabel produktivitas karyawan Item Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Korelasi Product Moment (r hitung) ,8117 ,8480 ,7964 ,8584 ,8213 ,8878 ,8837 ,6436 ,8058 ,8461 ,8753 ,8008 ,8034 ,8443 Prob 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Sumber: Output SPSS, Diolah

Y15 Y16 Y17 Y18

,8761 ,8523 ,8228 ,8117

0,00 0,00 0,00 0,00

Valid Valid Valid Valid

Dari tabel diatas diketahui bahwa hasil perhitungan dari masingmasing indikator memiliki koefisien korelasi lebih lebih besar dari 0,2 dan signifikan probabilitas kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dalam variabel produktivitas karyawan adalah valid, hal ini dibuktikan dengan masing-masing koefisien korelasi dari masingmasing item memiliki probabilitas kurang dari 0,05 5%), sehingga dapat digunakan dalam pengujian selanjutnya. 2. Uji Reliabilitas Data Sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik, Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendesius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Tabel 4.12 Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Lingkungan kerja Produktivitas karyawan
Sumber: Output SPSS, Diolah

Nilai Alpha ,9580 ,9749

Kriteria ,96 ,97

Keterangan Reliabel Reliabel

Semua butir pertanyaan yang digunakan pada variabel penelitian mempunyai alpha cronbach >0,6 kriteria reliabilitas dapat pula diukur bila alpha cronbach berada diatas angka 0,6 sehingga semuanya dapat dikatakan reliabel karena memiliki tingkat konsisten yang baik dan handal untuk dipakai.

4.4. Analisis Regresi Linear Sederhana Tabel 4. 13 Regresi Analisis Variabel lingkungan kerja Konstanta : ,394 R : ,811
Sumber: Output SPSS, Diolah

Koefisien regresi 0,953

t hitung 8,092 F hitung : 65,475

Sig 0,00

R Square : ,658 Berdasarkan tabel diatas maka dapat dibuat suatu model persamaan sebagai berikut: Produktifitas Kerja (Y) = 0,394 + 0,958 Lingkungan Kerja (X) Keterangan model : a. Konstanta ( ) = 0,394 Hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya faktor lingkungan kerja (X) atau Lingkungan kerja bernilai nol, maka produktifitas karyawan sebesar 0,394 b. b sebesar = 0,958 Bahwa setiap variabel yang meningkat 1 kali, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan atas lingkungan kerja (X) akan meningkat sebesar 0,958 satu satuan

4.5 Analisis Korelasi Koefisien korelasi menunjukkan suatu hubungan yang erat antara variabel bebas lingkungan kerja (X) dengan variabel terikat produktivitas karyawan (Y) Tabel 4. 14 Analisis Korelasi
Model Summary Model 1 R ,811a R Square ,658 Adjusted R Square ,648 Std. Error of the Estimate ,5322

a. Predictors: (Constant), X

Keterangan :

R = 0,811. Hasil ini menunjukkan bahwa multiple correlation variabel dependen dan variabel independen tergolong kuat (karena koefisien korelasi berada diatas 0,5)

R Square = 0,658. Hasil ini menunjukkan bahwa sebesar 65,8% variasi Produktifitas Karyawan (Y) dapat diterangkan oleh Lingkungan Kerja (X).

4.6 Uji Determinasi Nilai R Square sebesar 0,658 berarti variabel lingkungan kerja mampu menerangkan variabel produktivitas sebesar 65,8 sedangkan sisanya 34,2 dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Atau dengan kata lain Hasil ini menunjukkan bahwa sebesar 65,8% variasi Produktifitas

Karyawan (Y) dapat diterangkan oleh Lingkungan Kerja (X). Sedang sisanya sebesar 100%-65,8% = 34,2% dipengaruhi faktor lain yang tidak terapat dalam model.

4.7 Uji Hipotesis Digunakan untuk menguji dan mengetahui tentang pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan. Berdasarkan hasil penelitian SPSS ver. 12 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. 15 Uji Hipotesis Variabel Lingkungan kerja T hitung 8,092 T tabel 1.69 Keterangan Signifikan

Sumber: Data hasil analisis SPSS

Keterangan: Ho: b = 0 tidak ada pengaruh Ho: b 0 ada pengaruh /2

Karena uji 2 sisi maka Dan df = n-1 = 36-1 df t hitung = 35 = r n-2 1-r²

= 8,092
T tabel = 1.69

Daerah Penolakan Ho Daerah penerimaan Ho -1.69 1.69 8,092, oleh karena Daerah Penolakan Ho

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t

hitung :

t hitung >t tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima. Pada level signifikan 0,05 sehingga sehingga variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas karyawan.

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

5.1. Gambaran mengenai lingkungan kerja pada CV Codo Wajak Malang Pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain lingkungan dapat berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap perusahaan. Oleh karena itu masalah lingkungan tidak boleh diabaikan dalam sebuah perusahaan. Lingkungan kerja dianggap sebagai kepribadian suatu perusahaan seperti yang dilihat oleh para pekerjanya, jika para karyawan merasa lingkungannya terlalu otoriter maka dapat diduga bahwa mereka akan bertindak sesuai dengan anggapan ini, sekalipun pihak menejer melakukan segala usaha untuk bersikap demokratis atau mementingkan karyawan. Perbaikan di lingkungan kerja itu sendiri dapat menumbuhkan kegairahan semangat dan kecepatan kerja, demikian juga perbaikan di bidang pengupahan dan jaminan sosial

apat menumbuhkan motivasi kerja sehingga produktivitas yang di hasilkan juga lebih baik. Lingkungan kerja pada CV Codo ini sangat mendukung, baik dari segi masyarakat sekitar bahkan dengan para pembeli karena dekat dengan tempat-tempat perbelanjaan dan mudah dijangkau oleh semua kalangan, dalam lingkungan tersebut, kebersihan karyawan sangatlah diutamakan demi menjaga kualitas produk yang dihasilkan dimana lingkungan tempat bekerja oleh karena itu setiap karyawan diwajibkan memakai pelindung kepala saat bekerja., selain itu keamanan serta ketenangan dalam lingkungan perusahaan cukup baik hal ini di sebabkan wilayahnya masih dominan bekerja disawah sehingga kebanyakan sisi kanan dan kiri rumah masih berbentuk sawah dan pekarangan, selain itu suasana keakraban antar karyawan juga terjamin, mereka menganggap semuanya adalah saudara tanpa ada yang membedakan satu dengan lainnya.. Apabila semuanya bersih aman dan tenang tanpa ada suara kendaraan maka kita akan selalu terfokus pada pekerjaan yang di bebankan sehingga bisa mencapai target yang di inginkan oleh perusahaan. Walaupun sebagian pekerjanya perempuan namun tidak ada determinasi antara pihak laki-laki maupun perempuan semua saling gotong royong dan bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan, namun salah satu kendala yang dihadapi adalah sebagian pekerja kurang bisa membaca maupun menulis, dalam CV Codo yang di utamakan

adalah tenaga atau fisik sedangkan mengenai baca maupun tulis tidak menjadi masalah, hal inilah yang harus kita carikan pemecahaannya, walaupun hanya memeras tenaga setidaknya kemampuan tentang pendidikan harus lebih ditingkatkan, hal ini juga dapat membuat CV Codo tersebut semakin berkembang dan terus membuka dan membuat ide-ide baru dalam bidang usaha lainnnya. Dalam lingkungan tersebut semua fasilitas keperluan karyawan sudah tersedia mulai dari toilet, mushola, tempat makan dan sebagainya hal ini juga dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan yang dihasilkan semakin baik dari hari kemarin dan selalu mengalami peningkatan omset pemjualan dari tahun ke tahun dan sesuai dengan konsep dari produktivitas yaitu “produk yang dihasilkan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan
produk yang dihasilkan hari esok harus lebih baik dari hari ini”146

146

Justine.T. Sirait, Memahami Aspek Pengelolaan SDM Dalam Organisasi, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2006), hal. 247

5.2. Gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang Setiap perusahaan dikatakan produktif apabila suatu masukan yang menghasilkan nilai tambah dari perusahaan tersebut. Tinggi rendahnya produktivitas ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari sikap, disiplin karyawan, sampai pada menejemen dan teknologi. Produktivitas sering diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumbersumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output). Semakin kecil pengobanan yang diperlukan untuk mencapai target dikatakan sebagai kegiatan yang produktif, sebaliknya semakin tinggi input yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu dikatakan kurang produktif. Oleh karena itu usaha-usaha untuk menjaga perusahaan tersebut agar tetap mengalami peningkatan yaitu dengan mengatahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas yang salah satunya adalah lingkungan kerja. Produk yang dihasilkan pada CV Codo ini terus mengalami kenaikan bahkan sudah mulai membuka usaha baru namun keduanya saling berhubungan antara usaha yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat dilihat dari pemasarannya berawal dari penitipan kue dari warung ke warung sekarang sudah mulai merambah dari kota- kota besar seperti malang, blitar, kediri, surabaya dan kota-kota besar lainnya ini berarti produktivitas karyawan mengalami peningkatan yang lebih baik.

Peningkatan produktivitas karyawan ini juga dapat dilihat dari semakin meningkatnya penghasilan perusahaan dan bertambahnya jumlah karyawan dari tahun ke tahun. Selain itu bisa dilihat dari semakin banyaknya usaha usaha yang di bangun pada CV tersebut, hal ini berarti lingkungan kerja sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan seperti yang telah di ungkapkan oleh Murdansyah Sinungan dalam bukunya produktivitas apa dan bagaimana. 5.3. Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang Hasil analisis data terbukti bahwa ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan, hal ini ditunjukkan dengan nilai t signifikannya
hitung

8,092

t

tabel

1,69 dan nilai
hitung :

0.05. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t

8,092dan t tabel : 1.69 oleh karena t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima. Pada level signifikan 0,05 sehingga sehingga variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Berdasarkan hasil analisis diatas yang menerangkan bahwa ternyata lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas karyawan hal ini sangat sesuai dengan teorinya Murdansyah Sinungan yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja adalah lingkungan kerja walaupun ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi produktivitas seperti sikap kerja,

tingkat ketrampilan, hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan, menejemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, kewiraswastaan dan lain sebagainya Dengan mengetahui bahwa lingkungan kerja dapat

mempengaruhi produktivitas karyawan maka, pihak perusahaan harus lebih mengutamakan dan lebih teliti mengenai masalah lingkungan salah satu caranya dengan membuat suasana lingkungan kerja tersebut menjadi lebih menyenangkan yaitu dengan menjaga supaya ventilasi yang baik memungkinkan masuknya udara segar ketempat pekerjaan, penerangan cukup penting sebagai pencegah kecelakaan, tata ruang yang rapi dan perabot yang rapi menimbulkan rasa estetika yang tinggi, lingkungan kerja yang bersih menjadikan rasa senang berada dalam perusahaan untuk waktu lama. Kesemuanya itu sangatlah penting untuk mendapat perhatian karena para karyawan dan anggota organisasi lainnya menggunakan paling sedikit sepertiga waktunya dihabiskan ditempat kerjanya. Sesungguhnya merupakan tugas perusahaan untuk

memenejemen dan mengambil langkah dalam menjamin keselamatan para karyawan karena apabila salah satu karyawan terserang penyakit atau mengalami kecelakaan di tempat pekerjaannya akan berakibat produktivitas perusahaan menurun dan dapat menyebabkan turunnya tingkat kepuasan karyawan dan berakibat rendahnya tingkat

produktivitas karyawan tersebut.

Berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa lingkungan kerja dan tingkat pendapatan berpengaruh pada produktivitas, dalam hal ini hasil dan sumbangsi yang peneliti berikan adalah lebih memperluas dan menguatkan penelitian terdahulu yang menjelaskan bahwa teryata dari hasil penelitiannya diperoleh t tabel lebih besar dari pada t hitung pada regresi linear berganda ini berarti bahwa tingkat pendapatan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan sedangkan lingkungan kerja memiliki nilai signifikan yang cukup kecil. Sedangkan dari penelitian ini lebih menguatkan bahwa teryata lingkungan kerja itu berpengaruh terhadap produktivitas karyawan hal ini ditunjukkan dengan nilai t signifikannya 0.05. 5.4 Kontribusi Dan Rekomendasi Dari Hasil Penelitian Di era globalisasi saat ini ketatnya persaingan tidak dapat dielakkan lagi, apalagi sekarang ini sudah di mulai di Negara Adidaya yaitu Amerika telah mengalami krisis keuangan global hal ini berimbas pada kondisi perekonomian di Negara kita khususnya pada industriindustri kecil akan semakin mangalami keterpurukan seandainya tidak diimbangi dengan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup mengenai perindustrian. Hal ini juga dialami oleh CV Codo meskipun memiliki banyak usaha tetapi semuanya jika tidak diimbangi dengan skill mustahil akan tetap bertahan dengan persaingan usaha lainnya.
hitung

8,092

t

tabel

1,69 dan nilai

Kendala utama pada CV codo adalah rendahnya kualitas sumbar daya manusia hal ini di buktikan dengan rendahnya kemampuan baca tulis dari karyawan dan berdasarkan dari pengamatan menjelaskan bahwa sebagian besar para pekerja CV Codo tidak bisa membaca

maupun menulis hal ini juga menjadi salah satu tugas dari para pimpinan perusahaan untuk mencari solusi yang terbaik bagi karyawan dan usahanya. Dari hasil penelitian diatas menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan sehingga semua hal yang berpengaruh terhadap lingkungan kerja harus di penuhi baik dari keadaan tempat kerja, sirkulasi maupun keamanan di tempat bekerja yang dapat mendorong karyawan semangat dalam bekerja serta meningkatkan produktivitas karyawan. Rekomendasi yang diberikan oleh peneliti salah satunya adalah agar setiap pimpinan perusahaan selalu mengikuti perkembangan perusahaan dan mengituti jalannya proses produksi dari awal sampai menjadi barang jadi serta berusaha memberikan pelayanan yang baik sehingga dapat menunjang semangan kerja karyawan. Dan hendaklah setiap karyawan berusaha untuk selalu meningkatkan produktivitas perusahaan serta mutu dan kualitas dari perusahaan sehingga tujuan dari perusahaan dapat tercapai.

BAB VI KESIMPULAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan menganai

lingkungan kerja dan produktivitas karyawan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Gambaran mengenai lingkungan kerja pada CV Codo sangat mendukung untuk setiap usahanya hal ini terlihat dari kondisi perusahaan yang bebas dari polusi dan penyakit karena setiap karyawan diwajibkan memakai pelingdung kepala saat bekerja, selain itu pengadaan sarana dan prasarananya sudan memadai ini terbukti setiap pekerja tidak mengalami kesulitan apabila sedang membutuhkan sesuatu misalnya ingin sholat sudah ada mushola dan ingin makan sudah disiapkan took ini semua merupakan salah satu cara supaya pekerja merasa nyaman dan betah untuk bekerja walaupun dalan waktu yang cukup lama.

Pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain lingkungan dapat berpengaruh baik positif maupun negatif terhadap perusahaan. 2. Gambaran mengenai produktivitas karyawan pada CV Codo, Produktivitas menuntut bahwa kehidupan dan cara kerja hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hasil

yang dicapai esok harus lebih banyak dari yang diperoleh hari ini. Tinggi rendahnya produktivitas ternyata

dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari sikap, disiplin karyawan, sampai pada menejemen dan teknologi.

Menejemen dalan CV Codo ini cukup dikatakan bagus dalam waktu 4 tahun CV ini sudah membuat usaha usaha baru yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, produksi yang dihasilkan juga sudah tersebar di berbagai kota-kota besar yang berarti produktivitas karyawan mengalami peningkatan. 3. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa variabel bebas yaitu lingkungan kerja (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas karyuawan (Y), hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung 8,092 t tabel 1,69 dan nilai signifikannya 0.05, karena t 1.69 maka, t
hitung hitung :

8,092, dan t tabel

>t

tabel ,

sehingga Ho ditolak dan Ha di

terima. Pada level signifikan 0,05 ini berarti variabel lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas karyawan. 4. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan pada CV Codo Wajak Malang, adapun bentuk hubungan adalah positif dengan tingkat keeratan yang tinggi (berdasarkan nilai koefisien

korelasi regresi linear sederhana). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi prestasi kerja karyawan, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan. Hal in di pakai dalam persamaan: Produktivitas Kerja (Y) = 0,394 + 0,958 Lingkungan Kerja (X) Dengan ( ) = 0,394 Hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya faktor lingkungan kerja (X) atau Lingkungan kerja bernilai nol, maka produktifitas karyawan sebesar 0,394 dan (b)sebesar = 0,958 Bahwa setiap variabel yang meningkat 1 kali, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan atas lingkungan kerja (X) akan meningkat sebesar 0,958 satu satuan.

6.2 Saran Berdasarkan hasil pembahasan dari bab sebelumnya, selanjutnya peneliti dapat memberikan sumbangan saran dalam penelitian ini yaitu: 1. pentingnya meningkatkan suasana lingkungan kerja yang baik dan kondusif dalam membantu meningkatkan

produktivitas karyawan dalam hal suhu udara di tempat kerja, keamanaan dan penerangan perlu adanya

pengawasan supaya setiap pekerja merasa aman dan nyaman tanpa merasa terganggu dan khawatir.

2.

Perlunya memberikan tambahan pelatihan dan ketrampilan, khususnya dalam bidang produksi supaya mengutamakan mutu dan kualitas dari produksi yang dihasilkan dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, sehingga produksi yang di hasilkan perusahaan mengalami peningkatan.

3.

Mengajarkan rasa keterbukaan antara karyawan dan pimpinan perusahaan serta menjalin hubungan

persaudaraan antar masing masing karyawan, sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa sesuai target ataupun dapat melebihi target yang ditetapkan oleh perusahaan. 4. Bawahan memberikan sebaiknya masukan diberikan untuk kesempatan, memecahkan dalam sebuah

permasalahan, sehingga karyawan akan semakin merasa ikut memiliki perusahaan dan timbul sebuah tanggung jawab yang besar. 5. Hendaknya perusahaan lebih mendorong karyawan untuk selalu menetapkan tujuan dalam melakukan kegiatan atau bekerja, sehingga karyawan akan mengetahui apa yang harus dikerjakan dan tahu apa yang harus dicapai dengan melaksanakan pekerjaan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta. Yogyakarta: 2002. Arikunto, Suharsini Manajemen Penelitian. Rineka Cipta Jakarta: 2005 Artikel MSDM, Konsep Lingkungan WWW.Cokroaminoto.Wordpress. Com Kerja, http:

Drajat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam: Bumi aksara. Jakarta: 1996. Elthon Mayor, Eksperimen Howtone. Jurnal Harvard University 1920 – 1930. Faiqoh, Elok Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Produktivitas Karyawan Pada Pt Perkebunan Nusantara Jombang, UIN PRESS Franklin G. Moore Terj. Dra. Diana Permadi M.Sc. Menejemen Produksi dan Operasi, Remaja Karya Ofside. Bandung: 1986. H Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosda Karya. Bandung: 1991. Hariadi, Bambang, Strategi Menejemen, Bayumedia Publishing, Malang: 2005 Hasibuan, Malayu. Organisasi dan Motivasi. Bumi Aksara. Jakarta.: 1986. Indra Rini, Sri Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Tingkat Penghasilan Terhadap Peningkatan Poduktivitas Karyawan Pada Rokok Sinar Tunggal Jaya Malang, UIN PRESS John W. Newstrom, Keith davis, Jakarta: 1985 Perilaku Organisasi, Penerbit Erlangga,

Kholidah, Umi. Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Yayasan Pendidikan Gunung Jati Gurah Kediri.,UIN PRESS. 2007 Koesmono, Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi.2005 L. Draf, Ritchard. Menejemen, Salemba Empat, Jakarta : 2006 Mangkuprawira, Sjafri. MSDM Strategik, Ghalia Indonesia, Jakarta Mardalis. Metodologi Penelitian Kuantitatif . Bumi Aksara. Jakarta : 1993

Mulyadi. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. UGM. Salemba Empat. Jakarta: 2007 Nasution.S, Metode Research, PT BUmi Aksara, Jakarta: 2006 Nitiseminto, Alex, Wawasan Studi Kelanyakan Dan Evaluasi Proyek, Bumi Aksara, Jakarta: 2004 Nurul hidayah, Khomsah Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan. Pada Harian Jawa Pos ( Radar Tulung Agung ). UIN PRESS. 2006. Pedoman penulisan skripsi, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Malang: 2006 Riduwan MBA. Belajar Mudah Penelitian, Guru dan Karyawan, Alfabeta, Bandung: 2005 Siagian, Sondang. Teori Motivasi dan Aplikasinya. PT. Binarupa Aksara. Jakarta: 1989 Sinungan. Muchdarsyah, Produktivitas Apa dan Bagaimana. Penerbit Pribumi Aksara. 1992 Sirait, Justine.T. Memahami Aspek Pengelolaan SDM Dalam Organisasi, Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta: 2006 Soedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Ilham Jaya, Bandung. Streern M. Richard, Efektifitas Organisasi. Terj. Dra. Magdalena Jamin Erlangga. Jakarta : 1985 Subagyo Joko, SH. Metode peneliTian Dalam Teori dan Praktek. PT Rieneka Cipta, Jakarta: 2004 Sule Erni Trisnawati, Pengantar Menejemen jilid 1, Prenada Media. Jakarta: 2005 Sulistiyani Ambar Teguh, Menejemen Sumber Daya Manusia Konsep Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Public, Graha Ilmu. Yogyakarta: 2003 Swastha, Bashu DH, Pengantar Bisnis Moderen, Liberty, Yogyakarta: 1999

Tompubolon, Manahan, 2004

Menejemen Operasional, Ghalia Indonesia, Jakarta:

Trihendradi, Cornelius Statistik inferen Teori Dasar dan Aplikasinya Menggunakan SPSS 12. 2005 Umar Husein, Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi.PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2005 Umar, Husein. Strategi Menejemen In Action, PT Gramedia Pustaka, Jakarta: 2001 Winarto S.Dasar Dan Teknik Pengantar Metode Ilmiah. Tarsito. Bandung: 1978 Yusuf, Qordawi, Nilai Dan Norma Dalam Ekonomi Islam, Robbani, Jakarta: 1997

Lampiran I : Data per tahun CV Codo Wajak Malang No Data 2004 1 Jumlah karyawan
• •

Tahun 2005 37 7 30 6 120 Jt 360 Ton 2006 33 7 26 6 100 Jt 300 Ton 2007 36 10 26 8 150 Jt 380 Ton 2008 36 10 26 8 80 Jt 250 Ton

35 5 30 5 100 Jt 300 Ton

Laki-laki Perempuan

2 3 4

Jenis kue yang di produksi Penghasilan rata-rata Pertumbuhan perusahaan

Lampiran II: Struktur Organisasi pada CV Codo

Pimpinan Ferdany W

Kue Kering

Agribisnis

Kepala. Produksi Indarmi

Kepala Teknik Supangat

Produksi Peti Sayur budi

Pembibitan

Budidaya

Pemasaran Sukat

Sayuran Ferdany. W

Kayu Keras Daniel. TB

Lampiran III: Hasil Uji Coba Di luar Sampel

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Item-Item Lingkungan Kerja

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases 1. VAR00001 4,1333 ,5713 30,0 2. VAR00002 4,0333 ,8503 30,0 3. VAR00003 3,9333 ,7849 30,0 4. VAR00004 3,8667 ,9732 30,0 5. VAR00005 3,9000 ,8030 30,0 6. VAR00006 3,9667 ,7649 30,0 7. VAR00007 3,9333 ,8277 30,0 8. VAR00008 4,0333 ,6687 30,0 9. VAR00009 3,8000 ,9248 30,0 10. VAR00010 3,6333 1,0334 30,0 11. VAR00011 3,4000 1,0034 30,0 12. VAR00012 3,7667 ,6789 30,0 13. VAR00013 3,6333 ,7184 30,0 14. VAR00014 4,0000 ,4549 30,0 15. VAR00015 4,0333 ,8087 30,0 16. VAR00016 4,5000 ,5724 30,0 17. VAR00017 4,1333 ,6288 30,0 18. VAR00018 4,1333 ,8604 30,0 19. VAR00019 4,3000 ,5960 30,0 20. VAR00020 4,0333 ,6149 30,0 N of

Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 79,1667 49,4540 7,0324 20 R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance ItemAlpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted VAR00001 75,0333 46,1713 ,3807 ,7901 VAR00002 75,1333 44,1885 ,4018 ,7876 VAR00003 75,2333 45,0816 ,3564 ,7904 VAR00004 75,3000 42,9069 ,4392 ,7851 VAR00005 75,2667 43,5126 ,5000 ,7816 VAR00006 75,2000 44,0276 ,4770 ,7833 VAR00007 75,2333 42,3920 ,5917 ,7753 VAR00008 75,1333 45,1540 ,4287 ,7869 VAR00009 75,3667 44,6540 ,3192 ,7935 VAR00010 75,5333 43,7747 ,3372 ,7934 VAR00011 75,7667 41,7713 ,5147 ,7793 VAR00012 75,4000 47,2828 ,1832 ,7993 VAR00013 75,5333 49,5678 -,0623 ,8123 VAR00014 75,1667 47,6609 ,2526 ,7957

VAR00015 75,1333 VAR00016 74,6667 VAR00017 75,0333 VAR00018 75,0333 VAR00019 74,8667 VAR00020 75,1333 Reliability Coefficients N of Cases = 30,0 Alpha = ,7985

44,6713 46,2299 45,7575 43,4816 45,1540 48,6713

,3819 ,3722 ,3880 ,4611 ,4925 ,0472 N of Items = 20

,7889 ,7904 ,7893 ,7837 ,7848 ,8048

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases 1. VAR00021 4,3000 ,5350 30,0 2. VAR00022 4,2000 ,4842 30,0 3. VAR00023 4,5333 ,5074 30,0 4. VAR00024 4,0000 ,5252 30,0 5. VAR00025 3,7667 1,1043 30,0 6. VAR00026 3,9333 ,8277 30,0 7. VAR00027 4,2667 ,6397 30,0 8. VAR00028 3,4333 ,8172 30,0 9. VAR00029 3,1667 1,0532 30,0 10. VAR00030 3,7000 ,9879 30,0 11. VAR00031 4,1333 ,5074 30,0 12. VAR00032 3,7667 ,6789 30,0 13. VAR00033 3,6333 ,7184 30,0 14. VAR00034 4,0000 ,4549 30,0 15. VAR00035 3,9667 ,9994 30,0 16. VAR00036 4,5000 ,5724 30,0 17. VAR00037 4,1333 ,6288 30,0 18. VAR00038 4,1333 ,8604 30,0 19. VAR00039 4,3000 ,5960 30,0 20. VAR00040 4,0333 ,6149 30,0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 79,9000 69,7483 8,3515 20 R E L I A B I L I T Y H A) Item-total Statistics Scale Mean if Item Deleted VAR00021 75,6000 VAR00022 75,7000 VAR00023 75,3667 A N A L Y S I S Scale Variance if Item Deleted 66,5241 64,4931 68,1023 S C A L E (A L P

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Item-Item Produktivitas Kerja

Corrected ItemTotal Correlation ,3367 ,6455 ,1658

Alpha if Item Deleted ,8894 ,8833 ,8928

VAR00024 75,9000 VAR00025 76,1333 VAR00026 75,9667 VAR00027 75,6333 VAR00028 76,4667 VAR00029 76,7333 VAR00030 76,2000 VAR00031 75,7667 VAR00032 76,1333 VAR00033 76,2667 VAR00034 75,9000 VAR00035 75,9333 VAR00036 75,4000 VAR00037 75,7667 VAR00038 75,7667 VAR00039 75,6000 VAR00040 75,8667 Reliability Coefficients N of Cases = 30,0 Alpha = ,8903

64,3690 58,4644 59,2747 65,6195 59,1540 57,3747 56,9241 66,3230 66,1885 68,2713 65,9552 58,3402 66,7310 63,2885 59,7023 63,4897 67,6368

,6055 ,5960 ,7680 ,3589 ,7897 ,7060 ,7948 ,3833 ,2805 ,0809 ,4854 ,6818 ,2876 ,6061 ,6999 ,6216 ,1714 N of Items = 20

,8837 ,8834 ,8762 ,8891 ,8755 ,8781 ,8742 ,8884 ,8913 ,8972 ,8867 ,8790 ,8906 ,8827 ,8784 ,8826 ,8936

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MALANG FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN IPS

QUESIONER SKRIPSI TENTANG PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA CV CODO WAJAK MALANG Quisioner di bawah ini salah satu metode pengumpulan data primer tentang Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan pada Perusahaan CV Codo Wajak Malang penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan pada Perusahaan CV Codo Wajak Malang. Penelitian ini hanya diperuntukkan bagi keperluan penelitian yang merupakan tugas akhir mahasiswa Strata 1 (S1) Jurusan IPS (Pendidikan Ekonomi) Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang. Oleh karena itu jawaban Bapak/ Ibu/ Sdr tidak akan dipublikasikan dan terjamin kerahasiaannya. Saya sangat berharap Bapak/ Ibu/ Sdr berkenan untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada dengan sejujur-jujurnya, atas kerjasama dan bantuannya saya sampaikan terima kasih.

Peneliti (Septina Mukaromah) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Malang

KUESIONER
Nama Umur Jenis Kelamin Status Perkawinan : : : :

PETUNJUK PENGISIAN ANGKET 1. Bacalah setiap pertanyaan dengan seksama. 2. Isilah semua nomor dengan memilih satu diantara 5 alternatif jawaban dengan memberikan tanda cawang ( ) pada kolom yang sudah disediakan.

3. Alternatif jawaban adalah sebagai berikut : STS TS KS S SS : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Kurang Setuju : Setuju : Sangat Setuju

4. Apabila ada kekeliruan dalam memilih alternative jawaban berikan berikan tanda sama dengan ( = ) pada jawaban yang telah dibuat tadi kemudian beri tanda silang pada jawaban yang baru. 5. Jawablah semua pertanyaan yang ada tanpa ada yang terlewati. 6. Kami menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban yang anda berikan Selamat mengerjakan dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan.

NO a. Suhu 1. 2. 3. 4 5. 6.

ITEM LINGKUNGAN KERJA Udara ditempat saya bekerja tidak terlalu dingin juga tidak terlalu panas Udara yang panas membuat saya malas dalam bekerja Udara yang sejuk membuat saya semangat dalam bekerja Sirkulasi udara yang ada di perusahaan membuat saya lebih giat bekerja Keadaan suhu udara harus sejuk supaya dapat meningkatkan produktivitas perusahaan Ruangan ditempat saya bekerja tidak terlalu lembab dan pengap b. Sirkulasi Udara

STS

TS

KS

S

SS

7. 8.

Udara bebas keluar masuk ruangan tanpa ada penghalang Saya dapat menghirup udara segar tanpa harus keluar ruangan c. Kebisingan

9. 10. 11.

Kondisi lingkungan yang jauh dari jalan umum membuat saya giat bekerja Saya sangat terganggu dengan kebisingan kendaraan di lingkungan tempat saya bekerja Suara mesin pabrik membuat saya tidak fokus pada pekerjaan d. Keamanan

12. 13.

Keamanan dilingkungan tempat saya bekerja sangat kurang Lingkungan sekitar perusahaan berpengaruh baik terhadap peningkatan perusahaan

NO e. Kebersihan 14. 15.

ITEM Kebersihan yang ada di perusahaan tempat saya bekerja sangat terjamin Di sekitar perusahaan banyak berceceran sampah di mana - mana f. Penerangan

STS

TS

KS

S

SS

16. 17. 18.

Saya

merasakan

penerangan

yang

cukup

di

perusahaan rokok PT Gandum Malang Kurangnya penerangan membuat mata saya sakit sehingga kurang bisa memaksimalkan dalam bekerja Ruangan yang gelap membuat saya tidak dapat bekerja dengan baik PRODUKTIVITAS KARYAWAN a. Kualitas 19. 20. Perusahaan sangat memperhatikan kualitas barang yang dihasilkan Dengan adanya kemampuan yang khusus karyawan dapat menghasilkan pekerjaan yang melebihi target b. Kuantitas 21. 22. 23. Dalam bekerja saya harus memperhatikan mutu dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut Mutu hasil kerja yang di capai perusahan sangat baik c. Waktu Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat pada

waktunya 24. 25. 26. 27. NO 28. Saya merasa puas dengan hasil kerja yang telah saya kerjakan Saya akan tetap bekerja dengan baik meskipun tidak dalam pengawasan Saya jarang melakukan kesalahan dalam bekerja Saya dapat menghasilkan pekerjaan yang melebihi target yang ditetapkan oleh perusahaan. ITEM Saya selalu menyelesaikan pekerjaan di perusahaan tempat saya bekerja sesuai dengan target yang ditentukan. d. Kinerja Karyawan 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. Saya bekerja dengan baik dalam usaha meningkatkan produktivitas perusahaan Saya mendapat perlakuan yang baik pada saat bekerja pada perusahaan Pemberian berprestasi Seluruh karyawan dianjurkan mematuhi aturan yang berlaku Setiap pekerjaan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan Ketrampilan dalam bekerja sangat diharapkan dalam meningkatkan produktivitas perusahaan Hubungan saya dan antar karyawan pada perusahaan sangat baik penghargaan pada karyawan yang STS TS KS S SS

Lampiran IV: Hasil Uji Pada CV Codo Correlations Uji Validitas
Correlations X1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X1 1,000 , 36 ,609** ,000 36 ,650** ,000 36 ,691** ,000 36 ,759** ,000 36 ,807** ,000 36 X2 ,609** ,000 36 1,000 , 36 ,634** ,000 36 ,522** ,001 36 ,677** ,000 36 ,719** ,000 36 X3 ,650** ,000 36 ,634** ,000 36 1,000 , 36 ,705** ,000 36 ,830** ,000 36 ,885** ,000 36 X4 ,691** ,000 36 ,522** ,001 36 ,705** ,000 36 1,000 , 36 ,749** ,000 36 ,792** ,000 36 X5 ,759** ,000 36 ,677** ,000 36 ,830** ,000 36 ,749** ,000 36 1,000 , 36 ,918** ,000 36 X ,807** ,000 36 ,719** ,000 36 ,885** ,000 36 ,792** ,000 36 ,918** ,000 36 1,000 , 36

X2

X3

X4

X5

X

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations X6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X6 1,000 , 36 ,489** ,002 36 ,797** ,000 36 ,743** ,000 36 ,511** ,001 36 ,801** ,000 36 X7 ,489** ,002 36 1,000 , 36 ,540** ,001 36 ,326 ,052 36 ,567** ,000 36 ,714** ,000 36 X8 ,797** ,000 36 ,540** ,001 36 1,000 , 36 ,773** ,000 36 ,560** ,000 36 ,835** ,000 36 X9 ,743** ,000 36 ,326 ,052 36 ,773** ,000 36 1,000 , 36 ,383* ,021 36 ,734** ,000 36 X10 ,511** ,001 36 ,567** ,000 36 ,560** ,000 36 ,383* ,021 36 1,000 , 36 ,689** ,000 36 X ,801** ,000 36 ,714** ,000 36 ,835** ,000 36 ,734** ,000 36 ,689** ,000 36 1,000 , 36

X7

X8

X9

X10

X

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations X11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X11 1,000 , 36 ,636** ,000 36 ,600** ,000 36 ,609** ,000 36 ,469** ,004 36 ,664** ,000 36 X12 ,636** ,000 36 1,000 , 36 ,487** ,003 36 ,554** ,000 36 ,517** ,001 36 ,665** ,000 36 X13 ,600** ,000 36 ,487** ,003 36 1,000 , 36 ,758** ,000 36 ,485** ,003 36 ,799** ,000 36 X14 ,609** ,000 36 ,554** ,000 36 ,758** ,000 36 1,000 , 36 ,370* ,026 36 ,855** ,000 36 X15 ,469** ,004 36 ,517** ,001 36 ,485** ,003 36 ,370* ,026 36 1,000 , 36 ,584** ,000 36 X ,664** ,000 36 ,665** ,000 36 ,799** ,000 36 ,855** ,000 36 ,584** ,000 36 1,000 , 36

X12

X13

X14

X15

X

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations X16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X16 1,000 , 36 ,659** ,000 36 ,786** ,000 36 ,859** ,000 36 X17 ,659** ,000 36 1,000 , 36 ,613** ,000 36 ,748** ,000 36 X18 ,786** ,000 36 ,613** ,000 36 1,000 , 36 ,776** ,000 36 X ,859** ,000 36 ,748** ,000 36 ,776** ,000 36 1,000 , 36

X17

X18

X

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Y1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y1 1,000 , 36 ,737** ,000 36 ,710** ,000 36 ,742** ,000 36 ,672** ,000 36 ,832** ,000 36 Y2 ,737** ,000 36 1,000 , 36 ,678** ,000 36 ,745** ,000 36 ,738** ,000 36 ,867** ,000 36 Y3 ,710** ,000 36 ,678** ,000 36 1,000 , 36 ,738** ,000 36 ,621** ,000 36 ,823** ,000 36 Y4 ,742** ,000 36 ,745** ,000 36 ,738** ,000 36 1,000 , 36 ,781** ,000 36 ,874** ,000 36 Y5 ,672** ,000 36 ,738** ,000 36 ,621** ,000 36 ,781** ,000 36 1,000 , 36 ,844** ,000 36 Y ,832** ,000 36 ,867** ,000 36 ,823** ,000 36 ,874** ,000 36 ,844** ,000 36 1,000 , 36

Y2

Y3

Y4

Y5

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Y6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y6 1,000 , 36 ,818** ,000 36 ,694** ,000 36 ,801** ,000 36 ,729** ,000 36 ,902** ,000 36 Y7 ,818** ,000 36 1,000 , 36 ,574** ,000 36 ,703** ,000 36 ,726** ,000 36 ,898** ,000 36 Y8 ,694** ,000 36 ,574** ,000 36 1,000 , 36 ,844** ,000 36 ,527** ,001 36 ,690** ,000 36 Y9 ,801** ,000 36 ,703** ,000 36 ,844** ,000 36 1,000 , 36 ,674** ,000 36 ,828** ,000 36 Y10 ,729** ,000 36 ,726** ,000 36 ,527** ,001 36 ,674** ,000 36 1,000 , 36 ,864** ,000 36 Y ,902** ,000 36 ,898** ,000 36 ,690** ,000 36 ,828** ,000 36 ,864** ,000 36 1,000 , 36

Y7

Y8

Y9

Y10

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Y11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y11 1,000 , 36 ,770** ,000 36 ,670** ,000 36 ,818** ,000 36 ,829** ,000 36 ,892** ,000 36 Y12 ,770** ,000 36 1,000 , 36 ,594** ,000 36 ,643** ,000 36 ,763** ,000 36 ,824** ,000 36 Y13 ,670** ,000 36 ,594** ,000 36 1,000 , 36 ,721** ,000 36 ,679** ,000 36 ,827** ,000 36 Y14 ,818** ,000 36 ,643** ,000 36 ,721** ,000 36 1,000 , 36 ,753** ,000 36 ,861** ,000 36 Y15 ,829** ,000 36 ,763** ,000 36 ,679** ,000 36 ,753** ,000 36 1,000 , 36 ,890** ,000 36 Y ,892** ,000 36 ,824** ,000 36 ,827** ,000 36 ,861** ,000 36 ,890** ,000 36 1,000 , 36

Y12

Y13

Y14

Y15

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Correlations Y16 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y16 1,000 , 36 ,760** ,000 36 ,873** ,000 36 Y17 ,760** ,000 36 1,000 , 36 ,846** ,000 36 Y ,873** ,000 36 ,846** ,000 36 1,000 , 36

Y17

Y

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases 1. X1 3,8611 ,9305 36,0 2. X2 3,4444 ,9694 36,0 3. X3 3,8889 ,9189 36,0 4. X4 3,8333 ,9411 36,0 5. X5 3,9444 1,0405 36,0 6. X6 3,6389 ,8333 36,0 7. X7 2,8889 1,0896 36,0 8. X8 3,6389 1,0462 36,0 9. X9 3,5278 1,0552 36,0 10. X10 3,3333 ,8944 36,0 11. X11 3,3333 ,8619 36,0 12. X12 3,0000 1,1464 36,0 13. X13 3,6944 ,9202 36,0 14. X14 3,8611 1,1251 36,0 15. X15 3,0278 1,1081 36,0 16. X16 3,7778 ,8656 36,0 17. X17 3,6667 1,0690 36,0 18. X18 3,7778 1,0173 36,0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 64,1389 187,2659 13,6845 18 R E L I A B I L I T Y Item-total Statistics Scale Mean if Item Deleted X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 60,2778 60,6944 60,2500 60,3056 60,1944 60,5000 61,2500 60,5000 60,6111 60,8056 60,8056 61,1389 60,4444 60,2778 61,1111 60,3611 60,4722 60,3611 A N A L Y S I S Scale Variance if Item Deleted 167,5778 169,1325 165,8500 167,7611 162,2183 169,6857 167,1643 164,4286 167,1587 171,1897 172,3325 167,7230 167,9683 162,2063 170,7873 167,6659 166,5421 166,6944 S C A L E (A L P H A) Alpha if Item Deleted ,9549 ,9564 ,9537 ,9552 ,9528 ,9552 ,9567 ,9543 ,9562 ,9568 ,9571 ,9579 ,9551 ,9540 ,9592 ,9542 ,9560 ,9554

Corrected ItemTotal Correlation ,7813 ,6819 ,8691 ,7637 ,9042 ,7778 ,6713 ,8104 ,6961 ,6527 ,6271 ,6139 ,7735 ,8302 ,5266 ,8410 ,7097 ,7437 N of Items = 18

Reliability Coefficients N of Cases = 36,0 Alpha = ,9580

Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S S C A L E (A L P H A) Mean Std Dev Cases 1. Y1 3,8889 ,9189 36,0 2. Y2 3,8611 1,0731 36,0 3. Y3 3,9722 1,1335 36,0 4. Y4 3,9444 ,9545 36,0 5. Y5 3,5833 1,0790 36,0 6. Y6 3,7500 1,0522 36,0 7. Y7 3,8056 1,0370 36,0 8. Y8 3,4444 1,2523 36,0 9. Y9 3,5000 1,0000 36,0 10. Y10 3,7500 ,9964 36,0 11. Y11 3,8611 1,1251 36,0 12. Y12 3,8333 1,0282 36,0 13. Y13 3,7500 1,0522 36,0 14. Y14 4,1111 ,9791 36,0 15. Y15 3,8611 ,9900 36,0 16. Y16 3,8611 1,1989 36,0 17. Y17 3,9444 1,1198 36,0 N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables SCALE 64,7222 232,4921 15,2477 17 Item-total Statistics Scale Mean if Item Deleted Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 60,8333 60,8611 60,7500 60,7778 61,1389 60,9722 60,9167 61,2778 61,2222 60,9722 60,8611 60,8889 60,9722 60,6111 60,8611 60,8611 60,7778 Scale Variance if Item Deleted 210,0286 205,2659 205,3357 207,9492 205,8944 204,6563 205,1643 207,6921 208,2349 207,2278 203,1516 207,7016 207,0563 207,7302 206,5802 202,0087 204,8635 A N A L Y S I S Corrected ItemTotal Correlation ,8117 ,8480 ,7964 ,8584 ,8213 ,8878 ,8837 ,6436 ,8058 ,8461 ,8753 ,8008 ,8034 ,8433 ,8761 ,8523 ,8228 S C A L E

Alpha if Item Deleted ,9736 ,9731 ,9738 ,9731 ,9734 ,9726 ,9726 ,9763 ,9736 ,9732 ,9727 ,9737 ,9737 ,9732 ,9728 ,9731 ,9734 (A L P H A)

R E L I A B I L I T Y Reliability Coefficients N of Cases = 36,0 Alpha = ,9749

N of Items = 17

Regression
b Variables Entered/Removed

Model 1

Variables Entered Xa

Variables Removed ,

Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Y Model Summary Model 1 R ,811a R Square ,658 Adjusted R Square ,648 Std. Error of the Estimate ,5322

a. Predictors: (Constant), X

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 18,544 9,630 28,174 df 1 34 35 Mean Square 18,544 ,283 F 65,475 Sig. ,000a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y

Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta ,811

Model 1

(Constant) X

Unstandardized Coefficients B Std. Error ,394 ,431 ,958 ,118

t ,915 8,092

Sig. ,367 ,000

a. Dependent Variable: Y

FREQUENSI VARIABEL LINGKUNGAN KERJA

x1 Frequency 4 6 17 9 36 Percent 11.1 16.7 47.2 25.0 100.0 Valid Percent 11.1 16.7 47.2 25.0 100.0 Cumulative Percent 11.1 27.8 75.0 100.0

Valid

2 3 4 5 Total

x2 Frequency 1 5 11 15 4 36 Percent 2.8 13.9 30.6 41.7 11.1 100.0 Valid Percent 2.8 13.9 30.6 41.7 11.1 100.0 Cumulative Percent 2.8 16.7 47.2 88.9 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x3 Frequency 2 1 2 25 6 36 Percent 5.6 2.8 5.6 69.4 16.7 100.0 Valid Percent 5.6 2.8 5.6 69.4 16.7 100.0 Cumulative Percent 5.6 8.3 13.9 83.3 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x4 Frequency 1 3 4 21 7 36 Percent 2.8 8.3 11.1 58.3 19.4 100.0 Valid Percent 2.8 8.3 11.1 58.3 19.4 100.0 Cumulative Percent 2.8 11.1 22.2 80.6 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x5 Frequency 2 2 2 20 10 36 Percent 5.6 5.6 5.6 55.6 27.8 100.0 Valid Percent 5.6 5.6 5.6 55.6 27.8 100.0 Cumulative Percent 5.6 11.1 16.7 72.2 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x6 Frequency 1 4 3 27 1 36 Percent 2.8 11.1 8.3 75.0 2.8 100.0 Valid Percent 2.8 11.1 8.3 75.0 2.8 100.0 Cumulative Percent 2.8 13.9 22.2 97.2 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x7 Frequency 3 12 9 10 2 36 Percent 8.3 33.3 25.0 27.8 5.6 100.0 Valid Percent 8.3 33.3 25.0 27.8 5.6 100.0 Cumulative Percent 8.3 41.7 66.7 94.4 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x8 Frequency 3 2 4 23 4 36 Percent 8.3 5.6 11.1 63.9 11.1 100.0 Valid Percent 8.3 5.6 11.1 63.9 11.1 100.0 Cumulative Percent 8.3 13.9 25.0 88.9 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x9 Frequency 3 3 5 22 3 36 Percent 8.3 8.3 13.9 61.1 8.3 100.0 Valid Percent 8.3 8.3 13.9 61.1 8.3 100.0 Cumulative Percent 8.3 16.7 30.6 91.7 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x10 Frequency 1 4 16 12 3 36 Percent 2.8 11.1 44.4 33.3 8.3 100.0 Valid Percent 2.8 11.1 44.4 33.3 8.3 100.0 Cumulative Percent 2.8 13.9 58.3 91.7 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x11 Frequency 7 12 15 2 36 Percent 19.4 33.3 41.7 5.6 100.0 Valid Percent 19.4 33.3 41.7 5.6 100.0 Cumulative Percent 19.4 52.8 94.4 100.0

Valid

2 3 4 5 Total

x12 Frequency 1 15 8 7 5 36 Percent 2.8 41.7 22.2 19.4 13.9 100.0 Valid Percent 2.8 41.7 22.2 19.4 13.9 100.0 Cumulative Percent 2.8 44.4 66.7 86.1 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x13 Frequency 1 3 7 20 5 36 Percent 2.8 8.3 19.4 55.6 13.9 100.0 Valid Percent 2.8 8.3 19.4 55.6 13.9 100.0 Cumulative Percent 2.8 11.1 30.6 86.1 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x14 Frequency 2 3 4 16 11 36 Percent 5.6 8.3 11.1 44.4 30.6 100.0 Valid Percent 5.6 8.3 11.1 44.4 30.6 100.0 Cumulative Percent 5.6 13.9 25.0 69.4 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x15 Frequency 2 12 8 11 3 36 Percent 5.6 33.3 22.2 30.6 8.3 100.0 Valid Percent 5.6 33.3 22.2 30.6 8.3 100.0 Cumulative Percent 5.6 38.9 61.1 91.7 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x16 Frequency 2 1 3 27 3 36 Percent 5.6 2.8 8.3 75.0 8.3 100.0 Valid Percent 5.6 2.8 8.3 75.0 8.3 100.0 Cumulative Percent 5.6 8.3 16.7 91.7 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x17 Frequency 2 4 4 20 6 36 Percent 5.6 11.1 11.1 55.6 16.7 100.0 Valid Percent 5.6 11.1 11.1 55.6 16.7 100.0 Cumulative Percent 5.6 16.7 27.8 83.3 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

x18 Frequency 3 1 2 25 5 36 Percent 8.3 2.8 5.6 69.4 13.9 100.0 Valid Percent 8.3 2.8 5.6 69.4 13.9 100.0 Cumulative Percent 8.3 11.1 16.7 86.1 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

FREQUENSI VARIABEL PRODUKTIVITAS KARYAWAN
y1 Frequency 1 3 2 23 7 36 Percent 2.8 8.3 5.6 63.9 19.4 100.0 Valid Percent 2.8 8.3 5.6 63.9 19.4 100.0 Cumulative Percent 2.8 11.1 16.7 80.6 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y2 Frequency 3 1 2 22 8 36 Percent 8.3 2.8 5.6 61.1 22.2 100.0 Valid Percent 8.3 2.8 5.6 61.1 22.2 100.0 Cumulative Percent 8.3 11.1 16.7 77.8 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y3 Frequency 2 3 2 16 13 36 Percent 5.6 8.3 5.6 44.4 36.1 100.0 Valid Percent 5.6 8.3 5.6 44.4 36.1 100.0 Cumulative Percent 5.6 13.9 19.4 63.9 100.0
 

Valid

1 2 3 4 5 Total

y4 Frequency 1 3 2 21 9 36 Percent 2.8 8.3 5.6 58.3 25.0 100.0 Valid Percent 2.8 8.3 5.6 58.3 25.0 100.0 Cumulative Percent 2.8 11.1 16.7 75.0 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y5 Frequency 3 3 4 22 4 36 Percent 8.3 8.3 11.1 61.1 11.1 100.0 Valid Percent 8.3 8.3 11.1 61.1 11.1 100.0 Cumulative Percent 8.3 16.7 27.8 88.9 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y6 Frequency 3 1 4 22 6 36 Percent 8.3 2.8 11.1 61.1 16.7 100.0 Valid Percent 8.3 2.8 11.1 61.1 16.7 100.0 Cumulative Percent 8.3 11.1 22.2 83.3 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y7 Frequency 3 1 2 24 6 36 Percent 8.3 2.8 5.6 66.7 16.7 100.0 Valid Percent 8.3 2.8 5.6 66.7 16.7 100.0 Cumulative Percent 8.3 11.1 16.7 83.3 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y8 Frequency 2 8 7 10 9 36 Percent 5.6 22.2 19.4 27.8 25.0 100.0 Valid Percent 5.6 22.2 19.4 27.8 25.0 100.0 Cumulative Percent 5.6 27.8 47.2 75.0 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y9 Frequency 2 3 10 17 4 36 Percent 5.6 8.3 27.8 47.2 11.1 100.0 Valid Percent 5.6 8.3 27.8 47.2 11.1 100.0 Cumulative Percent 5.6 13.9 41.7 88.9 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y10 Frequency 2 3 2 24 5 36 Percent 5.6 8.3 5.6 66.7 13.9 100.0 Valid Percent 5.6 8.3 5.6 66.7 13.9 100.0 Cumulative Percent 5.6 13.9 19.4 86.1 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y11 Frequency 4 1 23 8 36 Percent 11.1 2.8 63.9 22.2 100.0 Valid Percent 11.1 2.8 63.9 22.2 100.0 Cumulative Percent 11.1 13.9 77.8 100.0

Valid

1 3 4 5 Total

y12 Frequency 1 5 1 21 8 36 Percent 2.8 13.9 2.8 58.3 22.2 100.0 Valid Percent 2.8 13.9 2.8 58.3 22.2 100.0 Cumulative Percent 2.8 16.7 19.4 77.8 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y13 Frequency 2 4 1 23 6 36 Percent 5.6 11.1 2.8 63.9 16.7 100.0 Valid Percent 5.6 11.1 2.8 63.9 16.7 100.0 Cumulative Percent 5.6 16.7 19.4 83.3 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y14 Frequency 1 3 19 13 36 Percent 2.8 8.3 52.8 36.1 100.0 Valid Percent 2.8 8.3 52.8 36.1 100.0 Cumulative Percent 2.8 11.1 63.9 100.0

Valid

1 2 4 5 Total

y15 Frequency 2 2 2 23 7 36 Percent 5.6 5.6 5.6 63.9 19.4 100.0 Valid Percent 5.6 5.6 5.6 63.9 19.4 100.0 Cumulative Percent 5.6 11.1 16.7 80.6 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y16 Frequency 4 1 1 20 10 36 Percent 11.1 2.8 2.8 55.6 27.8 100.0 Valid Percent 11.1 2.8 2.8 55.6 27.8 100.0 Cumulative Percent 11.1 13.9 16.7 72.2 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

y17 Frequency 3 1 2 19 11 36 Percent 8.3 2.8 5.6 52.8 30.6 100.0 Valid Percent 8.3 2.8 5.6 52.8 30.6 100.0 Cumulative Percent 8.3 11.1 16.7 69.4 100.0

Valid

1 2 3 4 5 Total

DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) MALANG

FAKULTAS TARBIYAH
BUKTI KONSULTASI Nama NIM Jurusan Fakultas Judul Skripsi Dosen Pembimbing No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tanggal 12 Agustus 2008 21 Agustus 2008 11 september 2008 01 November 2008 04 Desember 2008 06 Januari 2009 13 Januari 2009 15 Januari 2009 : Septina Mukaromah : 04120047 : Pendidikan IPS Konsentrasi Pendidikan Ekonomi : Tarbiyah : Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Peningkatan Produktivitas Karyawan Pada CV Codo Wajak Malang : Dr. Abd. Basith. SPd. Msi Konsultasi Konsultasi BAB I dan BAB II Revisi BAB I dan BAB II, Konsultasi BAB III Revisi BAB III dan konsultasi kuisioner Revisi kuisioner Konsultasi uji coba kuisioner Konsultasi BAB IV, V dan BAB VI Revisi BAB IV, V dan BAB VI ACC KESELURUHAN Mengetahui Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Dr. H. Muhammad Djunaidi Ghony NIP.150042031 Tanda Tangan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->